cover
Contact Name
Muhadi
Contact Email
Muhadi
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal@stikes-yrsds.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo
ISSN : 24770140     EISSN : 2581219X     DOI : http://dx.doi.org/10.29241/jmk.
Core Subject : Health,
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr.Soetomo diterbitkan oleh Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo Surabaya, sejak tahun 2015. Fokusnya adalah pada pengembangan Studi Manajemen Kesehatan yang dilakukan melalui riset perpustakaan, atau penelitian lapangan. Publikasi jurnal akademik ini dimaksudkan untuk memperkaya ilmu-ilmu Manajemen Kesehatan yang telah berkembang saat ini.
Arjuna Subject : -
Articles 267 Documents
Penerapan Sistem Kaizen Dalam Administrasi Obat Oleh Perawat di Rumah Sakit: Literatur Scoping Review Siki, Kornelius; Mediawati, Ati Surya; Somantri, Irman
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 10, No 2 (2024): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Kedua 2024
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v10i2.1990

Abstract

Latar belakang; Pemberian obat di rumah sakit merupakan bagian penting dari pekerjaan keperawatan yang mempunyai dampak langsung terhadap keselamatan pasien dan kualitas pelayanan. Sistem Kaizen merupakan metodologi yang berguna yang diterapkan pada berbagai tahapan program peningkatan kualitas dan memiliki banyak fungsi. Pendekatan sistematis seperti Kaizen dapat membantu mengurangi kesalahan administrasi obat.Tujuan: Tujuan scoping review ini adalah memberikan gambaran komprehensif tentang administrasi obat oleh perawat, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, dan mengevaluasi penerapan sistem Kaizen dalam mengurangi kesalahan dalam administrasi obat di rumah sakit.Metode: Tinjauan pelingkupan dilakukan melalui tujuh database: Sciencedirect, Pubmed, Scopus, Ebsco host, Springer link, Emerald, Sage journals, dengan bantuan operator Boolean yang menghasilkan 103 artikel yang mana 34 artikel terpenuhi kriteria inklusi.Hasil: sebagian besar artikel (47 %, n = 16) merupakan penelitian kuantitatif, dan mixed method (26%, n = 9), kualitatif (21 %, n = 7) dan 2 artikel (6%) merupakan RCT.Kesimpulan: Kesalahan dalam administrasi obat merupakan masalah serius yang memerlukan perhatian khusus, dan penerapan prinsip Lean seperti Kaizen dapat membantu mengurangi kesalahan ini secara signifikan. Kata Kunci: Administrasi obat, Perawat, Keselamatan pasien, Sistem Kaizen
Evaluasi Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di RSUD Otista Soreang Devitasari, Rivanti; Sagita, Novie Indrawati; Adinda, Jovanscha Qisty
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 10, No 2 (2024): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Kedua 2024
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v10i2.1976

Abstract

Jaminan kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang wajib dipenuhi. Dalam memenuhi jaminan kesehatan, pemerintah bertanggung jawab untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan wajib pelayanan dasar salah satunya di bidang kesehatan yang diatur dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional yang bertujuan memberikan kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang mengatur tentang pembentukan sebuah badan hukum yang bertanggung jawab untuk menyelenggarakan program jaminan sosial. Dalam menyelenggarakan program jaminan kesehatan nasional, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan beberapa fasilitas kesehatan, salah satunya adalah RSUD Otista. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif untuk mengevaluasi pelaksanaan pelayanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan yang didasarkan kepada pengukuran assess context, gather reconnaisance, engage stakeholders, descibe the program, dan focus the evaluation. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui wawancara, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan pelayanan kesehatan tersebut masih belum optimal karena adanya beberapa faktor yang mempengaruhi, seperti alur komunikasi yang belum tepat sasaran dan kurang efisiennya pelaksanaan edukasi kepada masyarakat saat pendaftaran layanan kesehatan.
Analisis Biaya Medis Langsung Pasien Rawat Inap Diabetes Mellitus Tipe 2 di Rumah Sakit UNS Dyanneza, Frieska
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 10, No 2 (2024): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Kedua 2024
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v10i2.1925

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang menjadi masalah kesehatan masyarakat karena membutuhkan pelayanan kesehatan seumur hidup untuk penanganan penyakit maupun pencegahan timbulnya komplikasi, sehingga membutuhkan biaya pelayanan yang besar. Oleh karena itu, estimasi perhitungan besarnya biaya medis langsung penderita diabetes mellitus perlu untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan biaya medis langsung pada pasien ranap inap diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional retrospektif. Data diambil dari rekam medis dan administrasi pasien. Variabel independen merupakan data kategorik, yaitu jenis kelamin, usia, kelas perawatan, komplikasi, dan severity level, sedangkan variabel dependen adalah data numerik, yaitu biaya medis langsung. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil uji normalitas, data terdistribusi tidak normal, maka menggunakan Uji Spearmen. Tidak ada hubungan yang signifkan antara jenis kelamin, umur, dan kelas perawatan dengan biaya medis medis pasien rawat inap diabetes mellitus tipe 2. Sedangkan komplikasi dan severity level mempunyai hubungan yang signifikan dengan biaya langsung medis pasien rawat inap diabetes mellitus tipe 2. Komplikasi mempunyai tingkat korelasi 0.424 dengan p 0.000 dan severity level mempunyai tinglat korelasi 0.307 dengan p 0.006. Kesimpulannya keduanya mempunyai hubungan yang signifikan dengan biaya langsung medis pasien rawat inap diabetes mellitus tipe 2, dengan tingkat korelasi yang berarti cukup kuat berhubungan dengan biaya medis langsung.
Peran Sanitasi dan Kebiasaan Personal terhadap Kejadian Skabies di Rumah Tahanan Kelas 1 Tanjung Gusta Medan Nasution, Masdalena; Hutapea, Kesia Putri Kania Horjani; Cisca, Anita Merry
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 10, No 2 (2024): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Kedua 2024
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v10i2.2034

Abstract

Penyakit skabies, yang erat kaitannya dengan perilaku sehari-hari dan kondisi sanitasi lingkungan adalah masalah kesehatan utama di Rumah Tahanan Kelas 1 Tanjung Gusta Medan. Terkait dengan frekuensi skabies di fasilitas penahanan, tujuan dari penelitian ini yaitu menguji hubungan antara perilaku dan kebersihan lingkungan. Sebanyak 64 responden yang dipilih secara purposive sampling berpartisipasi dalam penelitian cross-sectional ini dengan menggunakan metode survei analitik. Uji Chi-Square digunakan untuk menilai data yang dikumpulkan dari survei dan catatan medis. Temuan penelitian memperlihatkan bahwasannya terdapat hubungan signifikan perilaku penghuni, seperti kebersihan tangan dan kebiasaan penggunaan peralatan tidur, serta sanitasi lingkungan dengan prevalensi skabies, dengan p-value < 0,05. Secara khusus, ditemukan bahwa perilaku tidak higienis dan sanitasi yang buruk secara signifikan meningkatkan risiko penularan skabies, yang ditunjukkan oleh p-value (0,008) untuk perilaku dan p-value (0,010) untuk sanitasi lingkungan. Kesimpulannya, perilaku dan sanitasi lingkungan berperan penting dalam penyebaran skabies di Rumah Tahanan Kelas 1 Tanjung Gusta Medan.
Analisis Pengaruh Penerapan SIMRS Terhadap Kinerja Pegawai di Unit Rawat Jalan RSUD X Firdaus, Muhammad; Tonis, Marian; Bisra, Marido; Zaky, Abdul; Handoko, Bobi; Rifly, Nadya Faradhifa
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 10, No 2 (2024): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Kedua 2024
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v10i2.2026

Abstract

Hospital Management Information System abbreviated as SIMRS is an information technology system that is a system that can process everything in the hospital in the form of coordination networks, reporting and administrative procedures to obtain precise and accurate information. SIMRS is one of the components that can affect employee performance where SIMRS helps employees in completing all services. The purpose of this study was to see the effect of SIMRS in improving employee performance. This research uses quantitative research with descriptive methods conducted at Arifin Achmad Hospital, Riau Province. This research was conducted through distributing questionnaires with 67 respondents, namely Outpatient Employees of RSUD Arifin Achmad Riau Province who use SIMRS. The results of this study obtained from the processing of research data show that the influence of SIMRS has a significant effect on the Performance of the Outpatient Unit of the Arifin Achmad Hospital Riau Province. This can be seen with a sig value of 0.002 <0.05.
Analisis Faktor Pemanfaatan Pelayanan Kunjungan Antenatal Care (ANC) Lengkap di Wilayah Kerja Puskesmas Silo II Kabupaten Jember Hasanah, Dwi Arifatul; Khoiri, Abu; Herawati, Yennike Tri
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 10, No 2 (2024): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Kedua 2024
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v10i2.2021

Abstract

Puskesmas Silo II merupakan salah satu puskesmas di Kabupaten Jember yang telah melaksanakan pelayanan ANC dan pada pelaksanaannya Puskesmas Silo II sudah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan motivasi ibu hamil, namun capaian K6 di Puskesmas Silo II mencapai target RPJMN tahun 2020-2024 yaitu sebesar 60%. Kurangnya capaian K6 di Puskesmas Silo II menunjukkan bahwa masih banyak ibu hamil yang tidak memanfaatkan pelayanan ANC secara lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kunjungan ANC lengkap di Wilayah Kerja Puskesmas Silo II Kabupaten Jember. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan menggunakan desian cross sectional. Sampel Penelitian sebanyak 76 ibu nifas yang pernah mendapatkan pelayanan ANC dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dengan ibu nifas menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan aplikasi SPSS dengan analisis univariat untuk mendeskripsikan terkait budaya, pengetahuan, ketersediaan fasilitas kesehatan dan aksesibilitas, serta analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square untuk mengetahui hubungan antara variabel independent dengan dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kunjungan ANC lengkap di Wilayah Kerja Puskesmas Silo II Kabupaten Jember adalah budaya, pengetahuan, ketersediaan fasilitas kesehatan dan aksesibilitas.
Evaluasi Penerapan Clinical Pathway Sectio Caesarea pada Rumah Sakit Swasta di Bandar Lampung, Indonesia Wardani, Ika Novianna; Kurniawan, Betta; Pramesona, Bayu Anggileo
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 10, No 2 (2024): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Kedua 2024
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v10i2.1941

Abstract

Clinical pathway (CP) merupakan salah satu syarat utama dalam pengendalian mutu, keselamatan pasien serta kendali biaya, salah satunya pada tindakan sectio caesarea (SC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan penerapan CP SC dan kejadian infeksi luka operasi (ILO), serta menganalisis perbedaan length of stay (LOS) pada pasien umum dan asuransi yang telah melakukan SC. Penelitian cross-sectional ini dilakukan pada 78 responden dari dokumen rekam medis secara total sampling di salah satu rumah sakit swasta di Bandar Lampung, Indonesia pada bulan Maret 2024. Kepatuhan penerapan CP SC dinilai menggunakan CP milik rumah sakit (RS), sedangkan kuisioner The Integrated Care Pathway Appraisal Tools (ICPAT) digunakan untuk mengevaluasi konten dan mutu pada format CP SC. Penelitian ini menggunakan analisis distribusi frekuensi, persentase dan uji Man-Whitney. Seluruh (100%) tenaga kesehatan tidak patuh dalam menerapkan CP SC. Selain itu, tidak terdapat perbedaan LOS pada pasien SC dengan jaminan umum dan asuransi (p value = 0,979) serta terjadinya ILO sebesar 4,2% pada pasien asuransi. Manajemen RS disarankan mengadakan sosialisasi, monitoring dan evaluasi, serta kolaborasi antar profesi secara terus-menerus dan berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam melaksanakan CP SC.
Infeksi Oportunistik IMS Pada Pengidap HIV Yang Memeriksakan Viral Load Ningsih, Inar Ayu; Gobel, Fatmah Afrianty; Mahmud, Nur Ulmy
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 10, No 2 (2024): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Kedua 2024
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v10i2.2079

Abstract

Infeksi oportunistik (IO) pada orang yang mengidap HIV. Sebuah infeksi pada pengidap HIV disebut sebagai infeksi oportunistik karena berbagai macam mikroba penyebabnya (bakteri, jamur, parasit, dan virus lainnya) muncul mengambil kesempatan selagi daya tahan tubuh seseoarng menurun. Berdasarkan data awal yang diperoleh dari KPAP Sulawesi Selatan data cakupan penemuan kasus ODHIV periode januari - april 2024 di provinsi sulawesi selatan, yaitu terdapat 695 kasus yang ditemukan dalam 4 bulan teakhir, 81 % diantaranya berjenis kelamin laki-laki dan 19% berjenis kelamin perempuan. Pada tahun 2023 terdapat 2.098 kasus orang dengan HIV yang ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Faktor Determinan Infeksi Oportunistik IMS Pada Pengidap HIV yang memeriksakan Viral Load di Provinsi Sulawesi Selatan. etode kasus kontrol untuk menganalisis faktor determinan infeksi oportunistik IMS pada pengidap HIV yang memeriksakan viral load. Hasil pada penelitian ini yaitu lama mengidap HIV merupakan faktor risiko terjadinya co-Infeksi IMS, ODHIV positif < 10 tahun 3.8 kali berisiko tertular IMS. Sedangkan Kepatuhan minum obat ARV merupakan faktor protektif terjadinya co-Infeksi IMS, sedangkan dan dukungan pendamping sebaya dan dukungan petugas kesehatan bukan merupakan faktor risiko co infeksi IMS.
Autokorelasi Spasial Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Madiun Muslikhah, Rinti Fatimmatul; Marsanti, Avicena Sakufa; Ratnawati, Riska
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 10, No 2 (2024): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Kedua 2024
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v10i2.2001

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang terinfeksi, penyakit ini sering terjadi di wilayah tropis dan subtropis. Berdasarkan hasil studi pendahuluan, Kabupaten Madiun termasuk ke dalam salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang belum mencapai target insiden rate nasional DBD ≤ 10 per 100.000 penduduk. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji autokorelasi spasial global dan lokal kasus DBD yang dihubungkan dengan kepadatan penduduk, suhu, kelembaban udara, dan container index di Kabupaten Madiun tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan studi ekologi atau korelasi menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Sampel penelitian ini adalah seluruh kasus DBD yang tercatat di Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun tahun 2022. Analisis data menggunakan metode Moran’s Index dan Local Indicators of Spatial Association (LISA) dengan uji statistik pada program GeoDa. Hasil analisis ditemukan adanya autokorelasi spasial positif antara kepadatan penduduk dengn kejadian DBD (pola mengelompok). Kemudian adanya autokorelasi spasial negatif antara suhu dan kelembaban udara dengan kejadian DBD (pola menyebar) dan tidak adanya autokorelasi spasial antara container index dengan kejadian DBD.
Korelasi Karakteristik Pasien dan Length of Stay Terhadap Pembiayaan Layanan Kesehatan Pada Kasus Bronchopneumonia Khoirunnisya, Nur Syifa; Suryani, Ade Irma
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 10, No 2 (2024): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Kedua 2024
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v10i2.1931

Abstract

Bronchopneumonia, sebagai salah satu penyakit dengan tingkat klaim tinggi, memerlukan perhatian khusus. Untuk mewujudkan pemerataan kesehatan, pemerintah membentuk BPJS Kesehatan yang bekerja sama dengan fasilitas kesehatan dan menggunakan sistem INA-CBG dalam pembiayaan. Namun, dalam penggunaannya kerap terjadi selisih antara tarif INA-CBG dan tarif riil rumah sakit, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk karakteristik pasien dan Length of Stay (LOS). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara karakteristik pasien dan Legth of Stay (LOS) dengan sistem pembiayaan pelayanan kesehatan di RS Z Kota Bandung pada kasus Bronchopneumonia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis korelasi bivariat pearson. Data sekunder dikumpulkan dari Unit Casemix, mencakup 176 klaim BPJS untuk kasus Bronchopneumonia (J18.0) pada pasien rawat inap dari Oktober hingga Desember 2023, dengan sampel 64 data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin dan jumlah diagnosis sekunder tidak berkorelasi signifikan dengan LOS atau selisih tarif. Namun, usia (r= -0,250, p