cover
Contact Name
Muhadi
Contact Email
Muhadi
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal@stikes-yrsds.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo
ISSN : 24770140     EISSN : 2581219X     DOI : http://dx.doi.org/10.29241/jmk.
Core Subject : Health,
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr.Soetomo diterbitkan oleh Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo Surabaya, sejak tahun 2015. Fokusnya adalah pada pengembangan Studi Manajemen Kesehatan yang dilakukan melalui riset perpustakaan, atau penelitian lapangan. Publikasi jurnal akademik ini dimaksudkan untuk memperkaya ilmu-ilmu Manajemen Kesehatan yang telah berkembang saat ini.
Arjuna Subject : -
Articles 267 Documents
Hubungan Faktor Demografi dengan Pendapat Masyarakat tentang Cara Mengatasi Trauma Muskuloskeletal berdasarkan Health Belief Model di Kota Sawahlunto Wanra, Fadhlan Agusma; Semiarty, Rima; Isrona, Laila; Lestari, Yuniar; Kurniawati, Yulia; Manjas, Menkher; Akbar, Taufik
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 10, No 2 (2024): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Kedua 2024
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v10i2.1930

Abstract

Angka kejadian trauma muskuloskeletal di Kota Sawahlunto tergolong tinggi dengan jumlah 3.268 orang dalam satu tahun. Pengobatan trauma di Sumatera Barat secara tradisional dikenal dengan sebutan dukun patah tulang. Pandangan untuk memilih pengobatan trauma muskuloskeletal dipengaruhi oleh suatu teori yang bernama health belief model. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional kepada 346 responden di Kota Sawahlunto dari bulan Januari 2023 sampai Maret 2024. Data dikumpulkan menggunakan metode consecutive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis Chi-Square didapatkan usia dengan perceived susceptibility (p=0,011), tidak ada hubungan jenis kelamin dengan pendapat masyarakat, dan hubungan pekerjaan dengan perceived susceptibility (0,004), pekerjaan dengan perceived benefits (0,041), pekerjaan dengan perceived barrier (0,027), dan pekerjaan dengan cues to action (0,038). Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara usia dengan perceived susceptibility, tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan pendapat masyarakat, dan terdapat hubungan signifikan antara pekerjaan dengan perceived susceptibility, perceived benefits, perceived barrier, dan cues to action.    Kata kunci : Trauma muskuloskeletal, health belief model, dukun patah tulang The incidence of musculoskeletal trauma in Sawahlunto City is high with 3,268 people in one year. Trauma treatment in West Sumatra is traditionally known as fracture healers. The view to choose musculoskeletal trauma treatment is influenced by a theory called the health belief model. This study employed an analytical approach with a cross-sectional design, encompassing 346 respondents in Sawahlunto City from January 2023 to March 2024. Data were gathered using a consecutive sampling method, and analysis was conducted utilizing the Chi-Square test. Chi-Square analysis unveiled a significant association between age and perceived susceptibility (p=0.011), no discernible correlation between gender and public opinion, and notable relationships between occupation and perceived susceptibility (p=0.004), perceived benefits (p=0.041), perceived barriers (p=0.027), as well as cues to action (p=0.038). In summary, this study concludes that age is significantly linked to perceived susceptibility, gender exhibits no significant relationship with public opinion, and occupation is significantly associated with perceived susceptibility, perceived benefits, perceived barriers, and cues to action.Keywords: Musculoskeletal trauma, health belief model, bone fracture shaman.
Studi Readmisi Pasien Gagal Jantung Kongestif di RSUD Kota Tangerang Rahmawati, Danisa Ocha; Nurmalasari, Mieke; Hosizah, Hosizah; Qomarania, Witri Zuama
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 10, No 2 (2024): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Kedua 2024
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v10i2.1922

Abstract

Gagal jantung kongestif termasuk penyakit yang sering terjadi readmisi di rumah sakit meskipun pengobatan rawat jalan telah diberikan secara optimal. Pasien gagal jantung kongestif mengalami readmisi pada saat tidak patuh terhadap tindak lanjut medis, ketidakpahaman pasien dan keluarga mengenai cara perawatan di rumah yang menyebabkan komplikasi dan terjadinya rawat inap ulang (readmisi). Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi readmisi pada pasien gagal jantung kongestif di RSUD Kota Tangerang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 117 rekam medis menggunakan teknik sampling jenuh. Analisis menggunakan Analisis Regresi Logistik Berganda. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa distribusi frekuensi faktor demografi pasien yang paling banyak terjadi readmisi pada pasien berusia < 65 tahun sebanyak 52 responden (83,1%), dan berjenis kelamin perempuan sebanyak 34 responden (53,1%). Faktor lainnya adalah LOS < 4 hari sebanyak 41 responden (64,1%) dengan komorbiditas yang dimiliki pasien gagal jantung kongestif adalah pasien dengan komorbiditas kardiovaskular sebanyak 47 responden (73,4%). Terdapat pengaruh yang signifikan antara Length of Stay (LOS) dan komorbiditas terhadap kejadian readmisi pada pasien gagal jantung kongestif. Pasien dengan dengan Length of Stay (LOS) ≥4 hari berpeluang untuk readmisi sebesar 3,105 kali dibandingkan dengan pasien yang LOS nya <4 hari. Pasien dengan komorbid kardiovaskular berpeluang mengalami readmisi sebesar 4,3 kali dibandingkan pasien gagal jantung kongestif dengan komorbid non kardiovaskular. Kata kunci : Readmisi, Gagal Jantung Kongestif, LOS, Komorbiditas
Status Nutrisi Pasien dengan Stoma: Tinjauan Sistematik Nutritional Status in Stoma Patients : Systematic Review Tensadiani, Anak Agung Istri Julia
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 10, No 2 (2024): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Kedua 2024
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v10i2.1927

Abstract

Sebanyak 650.000 orang Amerika Serikat memiliki kolostomi dan ileostomi yang merupakan operasi tambahan untuk membantu pasien memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari. Malnutrisi ditemukan sebanyak 24,2% pada pasien kanker kolorektal yang memiliki kolostomi. Untuk mengetahui faktor yang memengaruhi status nutrisi pada pasien yang menjalani kolostomi dan ileostomi Pencarian menggunakan database PubMed, Sciencedirect, dan Cochrane dilakukan dengan menggunakan kata kunci nutrition dan colostomy. Data kemudian dikumpulkan dan dilakukan penyaringan menggunakan bantuan Rayyan. Newcastle Ottawa Score digunakan seabgai alat untuk mengevaluasi risiko bias. Hasil: 6 artikel yang berisi 3 studi merupakan kohort dan 3 studi merupakan potong lintang dengan total 2534 sampel yang menjalani operasi ileostomi dan kolostomi. Luaran status nutrisi yang dievaluasi beragam, mulai dari berat badan, BMI, lingkar lengan, tricep skinfold, onset flatus, onset stoma output, hingga serum protein dan serum albumin. Penyakit yang mendasari, kebiasaan makan pasien, aktivitas fisik serta frekuensi pasien membersihkan stoma dan kepeduliannya terhadap penampilan adalah beberapa faktor yang memengaruhi status nutrisi pada pasien yang menjalani ileostomi dan kolostomi.
Rancangan Kuesioner Literasi Digital untuk Staf Institusi Kesehatan Setiawan, Mohammad Yusuf; Raharjo, Untoro Dwi
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 11, No 1 (2025): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Pertama 2025
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v11i1.2029

Abstract

Undang-Undang No. 17 tahun 2023 tentang kesehatan mengamanatkan bahwa sistem informasi kesehatan menjadi salah satu dari 7 sumber daya kesehatan yang menjadi bagian dari penyelenggaraan kesehatan. Salah satu tahap penyelenggaraan sistem informasi adalah implementasi. Implementasi suatu sistem informasi bisa jadi terdapat kendala berupa keterisian data. Salah satu contohnya adalah berupa kendala ketersediaan data imunisasi dasar di DKI Jakarta pada tahun 2021 menunjukkan bahwa dari 44 Puskesmas, hanya 50% yang mengisi data imunisasi di platform DHIS2. Penyebab hambatan keterisian data ini perlu dilihat dari perspektif literasi digital. Sayangnya, di Indonesia belum terdapat instrumen literasi digital yang dikhususkan untuk staf yang bekerja di institusi kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk membuat rancangan kuesioner literasi digital yang dikhususkan untuk staf yang bekerja di institusi kesehatan. Penelitian dilaksanakan dengan melakukan studi dokumen kuesioner literasi digital. Kuesioner yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia kemudian dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas menggunakan sampel sebanyak 30 responden. Kuesioner literasi digital menilai responden dari aspek frekuensi penggunaan dan aspek tingkat kepercayaan diri dalam menggunakan sistem informasi kesehatan. Kedua aspek pada kuesioner menggunakan skala likert dengan skor 1 sampai 5. Pada uji validitas, pertanyaan dikategorikan valid apabila memiliki nilai signifikansi > 0,05 atau nilai r hitung > nilai r tabel. Uji reliabilitas dilakukan menggunakan teknik cronbach’s alpha untuk mendapatkan nilai reliabilitas dari setiap pertanyaan.Kuesioner yang telah diujikan menunjukkan hasil bahwa dari 16 pertanyaan tentang frekuensi penggunaan dan 11 pertanyaan tentang tingkat kepercayaan diri, seluruh butir pertanyaan menunjukkan hasil valid dan reliabel. Kata kunci : Literasi Digital, Kuesioner, Staf Institusi Kesehatan
Perancangan Kebutuhan SIM-Klinik Bagian Penyimpanan Rekam Medis di Klinik X Khalifatulloh, Bhre Diansyah Dinda; Anugerah, Wisoedhanie Widi
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 11, No 1 (2025): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Pertama 2025
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v11i1.2130

Abstract

Pengolahan data rekam medis meliputi pendaftaran, koding, assembling, indeksing dan filing. Penyimpanan berkas rekam medis adalah system berguna untuk menyimpan, mengelola, dan mengakses data rekammedis pasien. Penyimpan rekam medis di Klinik Jaya Kusuma Husada Kepanjen masih menggunakan manual. Penelitian ini berguna untuk menganalisis kebutuhan pada peracangan SIM-Klinik Bagian Penyimpanan Rekam Medis di Klinik Jaya Kusuma Husada Kepanjen. Pengerjaan penelitian ini menggunakan metode Research And Development (R&D) dengan melibatkan responden sebanyak 3 orang. Responden tersebut terdiri dari 2 orang petugas rekam medis dan Kepala Staf Klinik. Data untuk penelitian dikumpulkan melalui wawancara dalam bentuk narasi. Klinik Jaya Kusuma Husada memerlukan sistem informasi yang mampu mencari data rekam medis secara efisien dan akurat. Sistem ini harus mampu mengakomodasi kebutuhan pengguna dalam hal input data, pencarian data, serta pelaporan yang komprehensif. Hasil dari penelitian ini adalah fitur utama yang diperlukan meliputi login menu petugas filling, pengelolaan ambil berkas rekam medis, penyimpanan data rekam medis, dan pembuatan laporan administrasi. Sistem juga harus mendukung integrasi dengan sistem informasi kesehatan lainnya untuk memperlancar aliran informasi antar unit di klinik. Luaran dari penelitian ini berupa DFD dan ERD.
Inovasi Strategi Electronic Presciption Check-in Information Monitor Evaluation Delivery di Rumah Sakit Fahrudda, Ansarul; Cahyadi, Rachmad; Muzzamil, Muzzamil; Mundakir, Mundakir; Wiliyanarti, Pipit Festi; Sukadiono, Sukadiono
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 11, No 1 (2025): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Pertama 2025
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v11i1.2122

Abstract

Waktu layanan dan kepuasan pelanggan menjadi dua indikator utama dalam layanan farmasi di raumah sakit. Untuk mencapai target diperlukan sistim inovasi layanan bertransfomasi yaitu sistim Electronic Presciption Check-in Information Monitor Evaluation Delivery (ECIMED), suatu sistim layanan famasi yang terintegrasi dengan pelayanan rawat jalan serta pihak asuransi kesehatan sehingga terjadi percepatan waktu tunggu dan memberikan peningkatan kepuasan kepada pelanggan. Tujuan penelitian ini mengetahui implementasi dari sistim ECIMED beserta mengukur hasil capaian dan mengetahui faktor-faktor pengaruhnya. Penelitian ini adalah penelitian implementasi, Generic Implementation Framework (GIF) dengan menggunakan design mix-methode. Hasil didapatkan dengan jumlah resep pada triwulan III 2024 meningkat 11,4% dibandingkan dengan triwulan yang sama di tahun 2023, namun waktu tunggu rata-rata terjadi percepatan dari 1 jam 17 detik menjadi 40 menit 12 detik untuk obat non racikan dan untuk obat racikan dari 1 jam 39 menit 9 detik menjadi 42 menit 19 detik. Capaian indeks kepuasan pada bulan September 2024 sebesar 91,13, angka tersebut menunjukkan terdapat peningkatan 5,6% dibandingkan tahun 2023 di bulan yang sama. Simpulan, meskipun terjadi peningkatan jumlah resep dari tahun ke tahun, namun waktu tunggu semakin cepat. sebagai faktor pendukung keberadaan tim pelayanan, aplikasi elektronik sesuai kebutuhan, informasi proses dan antar obat, monitoring evaluasi dan sebagai faktor penghambat, gangguan teknis dan karakter pasien. Sistim ECIMED sebagai inovasi proses sangat bisa digunakan dalam rangka upaya peningkatan kualitas layanan farmasi.
Analisis Faktor Disiplin Kerja dan Komitmen Organisasi dalam Meningkatkan Kinerja Tenaga Kesehatan Rumah Sakit Wahono, Kaiden Budi; Suprapto, Sentot Imam; Peristiowati, Yuly
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 11, No 1 (2025): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Pertama 2025
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v11i1.2193

Abstract

Kinerja tenaga kesehatan dipengaruhi oleh disiplin kerja dan komitmen organisasi, yang keduanya berperan penting dalam meningkatkan kualitas layanan. Rendahnya disiplin dan komitmen organisasi dapat berdampak negatif pada kinerja, berpotensi menurunkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh disiplin kerja dan komitmen organisasi terhadap kinerja tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan Kabupaten Malang. Desain penelitian cross-sectional dengan sampel 103 responden, menggunakan teknik accidental sampling, responden dipilih berdasarkan kebetulan bertemu saat pengumpulan data. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan dianalisis dengan uji regresi linier berganda. Hasil menunjukkan disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja (koefisien 0,246; signifikansi 0,005), begitu pula komitmen organisasi (koefisien 0,160; signifikansi 0,036). Secara bersama-sama, kedua variabel menjelaskan 12,2% variasi kinerja (F=6,965; signifikansi 0,001). Manajemen rumah sakit perlu meningkatkan disiplin kerja melalui pengawasan ketat dan sistem reward and punishment yang adil, serta memperkuat komitmen organisasi dengan menciptakan lingkungan kerja kondusif, pengembangan karir, dan keterlibatan tenaga kesehatan dalam pengambilan keputusan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas layanan kesehatan.
Penentuan Target Pasar Rumah Sakit Melalui Segmentasi Pasar Prasetyorini, Anif; Indahyati, Emilya; Drastyana, Serlly Frida; Puryanti, Puryanti
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 11, No 1 (2025): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Pertama 2025
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v11i1.2185

Abstract

Laporan Unit Rekam Medik RS A menunjukkan bahwa terdapat penurunan jumlah kunjungan pada atriwulan ketiga Tahun 2024 sebesar 3%. Selain penurunan, terdapat perbedaan jumlah kunjungan antar poli yang sangat tidak seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis segmentasi pasar Rumah Sakit “A” berdasarkan faktor demografi dan geografi. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yang dilakukan di Rumah Sakit “A” pada bulan Agustus-November 2024. Populasi penelitian ini adalah seluruh data pasien di RS “A” dengan sampel total populasi yang dianalisis dengan analisis cluster. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa segmentasi pasar Rumah Sakit “A” berdasarkan karakteristik demografi yaitu berjenis kelamin perempuan, jenis pembayaran dengan BPJS, datang sendiri, dan untuk pasien rujukan sebagain besar berasal dari Puskesmas. Sedangkan variabel pendidikan dan pekerjaan lebih dari 50% data tidak ada (banyak yang kosong). Jika dilihat dari data yang ter-entry, banyak pasien bekerja sebagai guru dengan lulusan perguruan tinggi. Segmentasi pasar berdasarkan karakteristik geografi yaitu mayoritas berasal dari Kabupaten Lamongan. Sebesar 20,78% pasien berasal dari Kecamatan Lamongan, sedangkan Kecamatan Bluluk merupakan wilayah kecamatan dengan persentase terkecil yaitu 0,03%. Terdapat 8 wilayah kecamatan yang perlu untuk ditindaklanjuti RS “A” karena tidak ada pasien yang berasal dari Kecamatan Dradah, Karangpilang, Moropelang, Karangkembang, Sumberaji, Dermolemahbang, Payaman dan Tlogosadang. Sehingga segmen pasar Rumah Sakit “A” yaitu perempuan, jenis pembayaran BPJS, berasal dari Puskesmas, guru dan pendidikan terakhir Perguruan Tinggi (Faktor Demografi) dan berasal dari wilayah kota Lamongan (Faktor Geografi).
Perilaku Kepemimpinan dan Penghargaan Terhadap Kepuasan Kerja Perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram Atfal, Bustanul; Sismulyanto, Sismulyanto; Menap, Menap
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 11, No 1 (2025): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Pertama 2025
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v11i1.2151

Abstract

The success key of health services in hospitals is intrinsically linked to various factors associated with nursing services. In this context, an anticipated increase in employee job satisfaction is expected to enhance performance, thereby facilitating the delivery of satisfactory service. Nurse job satisfaction is a critical determinant of nursing productivity. This study explored the relationship between leadership behavior and recognition concerning the job satisfaction of non-civil servant nurses at the Mataram City Regional General Hospital (RSUD). Employing a quantitative descriptive methodology with a cross-sectional design, the study involved a sample of 125 non-civil servant nurses. The data collected were primary, sourced from a questionnaire, and analyzed descriptively using the Chi-square test. The findings revealed a significance value of 0.000 (p < 0.005) for the leadership behavior variable (X1) about job satisfaction (Y), indicating acceptance of H1, as the X2 count exceeded the X2 table (12.767 > 9.488). The contingency coefficient calculation yielded a value of 0.30, suggesting a low correlation between job satisfaction and leadership behavior. For the reward variable (X2) to job satisfaction (Y), a significance value of 0.000 (p < 0.05) was obtained, confirming the acceptance of H1, as the X2 count surpassed the X2 table (44.079 > 9.488). The contingency coefficient calculation produced a value of 0.50, indicating a moderate relationship between rewards and job satisfaction among non-civil servant nurses. In conclusion, the data analysis suggests that both leadership behavior and rewards positively influence the job satisfaction of non-civil servant nurses.
Tingkat Pengetahuan Perekam Medis tentang Riwayat Medis dan Catatan Kesehatan Pribadi (PHR) Masyfufah, Lilis Masyfufah; Prihandini, Retnowati Prihandini; Nudji, Bambang Nudji; Wahyuni, Titin Wahyuni
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 11, No 1 (2025): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Pertama 2025
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v11i1.2224

Abstract

A medical resume is a summary of the entire course of a patient's treatment at a healthcare facility, so the medical resume must be complete and valid. The existence of this medical resume is very important for patients because through the medical resume, patients can learn about their health history, especially if they use social health insurance. One of the expanded functions of the medical resume is in the form of a Personal Health Record (PHR) which contains a collection of records/information about an individual's health. The purpose of this study is to analyze the level of knowledge of medical recorders regarding medical resumes and PHR. This research is descriptive in nature, objectively describing a situation using a quantitative approach. The sample in this study uses non-probability sampling with a controlled pruposive sampling method. The results of the study showed that the level of knowledge of medical recorders about medical resumes and PHR was at the level of Application with scores of 43.3% and 33.3%. Medical recorders have been able to implement filling medical resumes and carry out PHR in activities in the field of medical records and health information. The level of knowledge of PMIK about medical resumes and PHR is at the level of application with the characteristics of male gender, aged 17-25 years, and working in private hospitals. Further knowledge improvement is needed so that medical recorders are more competent in implementing PHR.