cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 116 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 6 (2025): Desember" : 116 Documents clear
SOSIALISASI DAN PRAKTIK PEMBUATAN ARANG AKTIF DARI LIMBAH KULIT KOPI MELALUI TEKNOLOGI PIROLISIS PADA KELOMPOK PETANI KOPI Berlianti, Nindha Ayu; Suprianto, Edy; Salim, Helmi Agus
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35745

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama petani kopi di Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember adalah keterbatasan teknologi pengolahan limbah kulit kopi, manajemen usaha, dan pemasaran produk. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan kelompok tani, BUMDes, karang taruna, dan ibu-ibu PKK melalui pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi arang aktif ramah lingkungan serta mendorong komersialisasinya. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, implementasi teknologi tong pirolisis kapasitas 15 kg, pendampingan, serta evaluasi dengan pre-test, post-test, dan monitoring produksi kepada 25 peserta. Hasil kegiatan secara keseluruhan menunjukkan, tingkat ketercapaian program dalam aspek peningkatan produksi 85%, aspek manajemen usaha 80%, aspek pemasaran sebesar 90%, dan aspek penataan organisasi kelompok 85%. Rata-rata ketercapaian program mencapai ±85%, yang menunjukkan keberhasilan pengabdian dalam mengintegrasikan aspek pengetahuan, keterampilan, teknologi, dan manajemen. Selain itu BUMDes menyatakan komitmennya dalam pengemasan dan pemasaran produk secara offline maupun online. Ke depan, arang aktif Desa Pace diharapkan menjadi produk unggulan desa yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat dan kemandirian desa.Abstract: The main problems faced by coffee farmers in Pace Village, Silo District, Jember are limited technology for processing coffee husk waste, weak business management, and inadequate product marketing. This community service aimed to empower farmer groups, the Village-Owned Enterprise (BUMDes), youth organizations, and women’s groups through the utilization of coffee husk waste into eco-friendly activated charcoal and to promote its commercialization. The methods included socialization, training, implementation of a 15-kg capacity pyrolysis drum, mentoring, and evaluation using pre-test, post-test, and production monitoring with 25 participants. The results showed achievement levels of 85% in production improvement, 80% in business management, 90% in marketing, and 85% in organizational strengthening, with an average program achievement of ±85%. These outcomes demonstrate the success of integrating knowledge, skills, technology, and management. Moreover, BUMDes committed to supporting packaging and marketing both offline and online. In the future, activated charcoal from Pace Village is expected to become a flagship product that increases community income and supports village self-reliance.
DIGITAL MARKETING BAGI KELOMPOK TANI HUTAN MANGRUVE DALAM MEMPROMOSIKAN EKOWISATA DAERAH PESISIR Manda, Darmawati; Sose, Andi Tenri; Aksa, Kamran; Idris, Syahril
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v%vi%i.35711

Abstract

Abstrak: Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas Kelompok Tani Hutan Mangrove Monro Monro dalam memanfaatkan digital marketing untuk mempromosikan potensi ekowisata pesisir berbasis mangrove. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya kemampuan pemasaran digital dan belum optimalnya pemanfaatan teknologi dalam promosi wisata. Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat soft skill dan hard skill anggota KTH dalam manajemen promosi digital, pembuatan konten, dan branding ekowisata. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program dengan melibatkan 15 anggota kelompok tani hutan mangrove. Teknologi yang diterapkan mencakup Sistem Informasi Mangrove berbasis Website, SEO & Digital Marketing Tools, Media Sosial Instagram, Reservasi Online berbasis WhatsApp Business, serta Software Monitoring Pengunjung berbasis Kamera. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis SWOT dan GAP. Analisis SWOT digunakan untuk menilai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pelaksanaan program, sedangkan analisis GAP bertujuan mengidentifikasi kesenjangan antara kondisi kemampuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Penggunaan kedua metode ini untuk menilai efektivitas kegiatan serta mengukur peningkatan keterampilan (soft skill dan hard skill) anggota kelompok secara komprehensif. Hasil menunjukkan peningkatan soft skill sebesar 75%, hard skill sebesar 70%, serta nilai ekonomis kelompok meningkat 55% melalui peningkatan kunjungan wisata dan penjualan produk olahan mangrove.Abstract: This community service program aims to increase the capacity of the Monro Monro Mangrove Forest Farmers Group in utilizing digital marketing to promote the potential of mangrove-based coastal ecotourism. The main problems faced by partners are low digital marketing capabilities and the suboptimal use of technology in tourism promotion. The objective of this activity is to strengthen the soft skills and hard skills of KTH members in digital promotion management, content creation, and ecotourism branding. The implementation method includes socialization, training, technology application, mentoring and evaluation, and program sustainability by involving 15 members of the mangrove forest farmer group. The technologies implemented include a website-based Mangrove Information System, SEO & Digital Marketing Tools, Instagram Social Media, WhatsApp Business-based Online Reservations, and Camera-based Visitor Monitoring Software. The evaluation was conducted using a qualitative approach through SWOT and GAP analysis. The SWOT analysis is used to assess the strengths, weaknesses, opportunities, and threats in program implementation, while the GAP analysis aims to identify gaps between the condition of participants' abilities before and after training. The use of these two methods is to assess the effectiveness of the activity and measure the improvement of group members' skills (soft skills and hard skills) comprehensively. The results showed an increase in soft skills of 75%, hard skills of 70%, and the group's economic value increased by 55% through increased tourist visits and sales of processed mangrove products.
PENDAMPINGAN SLIMS UNTUK PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN EFISIENSI DAN DIGITALISASI PENGELOLAAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN Rejeki, Diah Sri; Aminudin, Aminudin; Abinowi, Egi; Wahyuni, Haria Saputry; Agustine, Merryam
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35781

Abstract

Abstrak: Transformasi digital merupakan langkah penting untuk meningkatkan efisiensi layanan dan akses informasi di perpustakaan sekolah. Kegiatan layanan masyarakat ini dilaksanakan oleh program studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Universitas Widyatama, bekerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan SMKN 7 Bandung. Masalah utama yang dihadapi oleh mitra adalah pengelolaan koleksi secara manual dan rendahnya tingkat kompetensi pustakawan dalam menggunakan teknologi informasi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendampingi proses digitalisasi melalui penerapan Senayan Library Management System (SLiMS). Metode implementasi meliputi koordinasi awal, instalasi sistem, migrasi data, pelatihan, dan evaluasi melalui kuesioner kepuasan mitra. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem SLiMS telah terinstal dan berfungsi dengan baik, dengan 77 koleksi telah dimasukkan, dan semua pustakawan mampu menggunakan fungsi-fungsi dasar. Evaluasi kepuasan mitra menggunakan skala Likert 1–5 menunjukkan rata-rata skor di atas 4,5 pada seluruh indikator, dengan capaian tertinggi pada aspek peningkatan keterampilan digital (skor 4,9) dan pengurangan pencatatan manual (skor 4,8). Kegiatan ini telah meningkatkan keterampilan digital pustakawan dan menjadi model yang dapat ditiru oleh sekolah lain yang ingin memiliki perpustakaan digital.Abstract: Digital transformation is an important step in improving service efficiency and access to information in school libraries. This community service activity was carried out by the Library and Information Science study programme at Widyatama University, in collaboration with State Vocational School 7 Bandung. The main problems faced by the partner were manual collection management and low librarian competence in using information technology. The aim of this activity was to assist the digitisation process through the implementation of the Senayan Library Management System (SLiMS). The implementation method included initial coordination, system installation, data migration, training, and evaluation through a partner satisfaction questionnaire. The results showed that the SLiMS system had been installed and was functioning properly, with 77 collections entered, and all librarians able to use the basic functions. The partner satisfaction evaluation using a 1-5 Likert scale showed an average score above 4.5 for all indicators, with the highest achievement in the aspect of digital skills improvement (score of 4.9) and reduction of manual recording (score of 4.8). This activity has improved the digital skills of librarians and has become a model that can be emulated by other schools that want to have a digital library.
PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA SEKOLAH DASAR TERHADAP MAKANAN SEHAT MELALUI PENYULUHAN, PEMASANGAN POSTER DAN PERMAINAN KARTU KUARTET Nofianti, Tita; Lestari, Tresna; Robby, Asep; Maulana, Riza; Hafsah, Nadia Auliya; Ardiansyah, Dandi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35801

Abstract

Abstrak: Asupan pangan yang sehat merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh pada kualitas tumbuh kembang anak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak mengenai makanan bergizi dan cara memilih jajanan sehat pada anak sekolah di SDN Bojongsoban, Kabupaten Tasikmalaya. Edukasi dilakukan dengan berbagai metode seperti penyuluhan, pemasangan poster edukasi, dan mengenalkan permainan kuartet sebagai alat pembelajaran yang menarik. Pemberian materi dilakukan dengan melibatkan ahli gizi dan psikolog. Sebagai bentuk evaluasi kepada peserta kegiatan diberi pretest dan post-test sebanyak 10 pertanyaan. Hasil evaluasi diperoleh peningkatan pengetahuan siswa sebanyak 68,55 % dengan nilai rata-rata pretest adalah 6,43 dan post-test 9,38. Berdasarkan hasil ini, metode pembelajaran dengan penyuluhan yang dikombinasi dengan pemasangan poster edukasi dan permainan kartu kuartet telah berhasil meningkatkan pengetahuan siswa terhadap makanan bergizi dan cara memilih jajanan yang sehat dan aman.Abstract: Healthy food intake is one of the factors that significantly influences the quality of children's growth and development. This activity aims to increase children's knowledge about nutritious food and how to choose healthy snacks at SDN Bojongsoban, Tasikmalaya Regency. Education was carried out using various methods such as counseling, displaying educational posters, and introducing the quartet game as an interesting learning tool. The material was provided by involving nutritionists and psychologists. As a form of evaluation, participants were given a pretest and post-test of 10 questions. The evaluation results obtained an increase in student knowledge of 68.55% with an average pretest score of 6.43 and a post-test of 9.38. Based on these results, the learning method with counseling combined with the display of educational posters and the quartet card game has successfully increased students' knowledge of nutritious food and how to choose healthy and safe snacks.
GERAKAN LITERASI MEMBACA DAN CERDAS FINANSIAL DALAM MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS S., Sartika; Cahyadi, Rahadian; Irmayanti, Irmayanti; Kadir, Atira Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35044

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat di sekolah mitra dilatarbelakangi oleh belum optimalnya fungsi perpustakaan, rendahnya budaya literasi, serta minimnya edukasi finansial siswa. Permasalahan tersebut dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi orang tua yang sebagian besar petani dan buruh, keterbatasan akses digital, rendahnya pendidikan orang tua, kurangnya program pendampingan literasi, serta belum adanya kolaborasi eksternal. Program ini bertujuan meningkatkan budaya literasi membaca melalui pengembangan perpustakaan kreatif berbasis kearifan lokal dan memberikan edukasi finansial dasar guna membentuk karakter hemat, cerdas, dan bertanggung jawab. Selain itu, program juga mendorong peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan dalam pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan literasi dan finansial. Metode kegiatan meliputi pelatihan literasi keuangan, gerakan literasi membaca, dan pendampingan guru. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test dengan instrumen soal pilihan ganda untuk mengukur peningkatan pemahaman literasi membaca dan finansial. Indikator keberhasilan program adalah peningkatan skor literasi siswa minimal 30% dan kemampuan guru dalam mengintegrasikan literasi dalam pembelajaran. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan mitra sebesar 39,5%, dengan capaian literasi finansial lebih tinggi dibandingkan literasi membaca. Abstract: Community service activities at partner schools are motivated by the suboptimal functioning of libraries, a low literacy culture, and minimal financial education for students. These problems are influenced by the socioeconomic conditions of parents, who are mostly farmers and laborers, limited digital access, low parental education, a lack of literacy mentoring programs, and a lack of external collaboration. This program aims to improve the culture of reading literacy through the development of creative libraries based on local wisdom and providing basic financial education to shape thrifty, intelligent, and responsible characters. In addition, the program also encourages increased capacity of teachers and education personnel in innovative learning that integrates literacy and finance. Activity methods include financial literacy training, reading literacy movements, and teacher mentoring. Evaluation is conducted through pre- and post-tests using multiple-choice questions to measure improvements in understanding of reading and financial literacy. Indicators of program success are an increase in student literacy scores of at least 30% and teachers' ability to integrate literacy into learning. The results show an increase in partner knowledge of 39.5%, with financial literacy achievement higher than reading literacy.
PENINGKATAN PEMAHAMAN PEMANDU WISATA TENTANG MIKROALGA MELALUI PROGRAM SOSIALISASI DAN EDUKASI An Nisaa, Ranti; Hutari, Andri; Faruq, Hilman; Rahayu, Dewi Pudji; Meitiyani, Meitiyani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35716

Abstract

Abstrak: Masyarakat pulau Pari sudah tidak lagi membudidayakan rumput laut karena keadaan perairan yang semakin tidak kondusif. Alternatifnya, masyarakat saat ini menekuni pariwisata dan penginapan di pulau Pari. Salah satu keanekaragaman hayati yang terdapat di pulau Pari dan kurang disadari adalah kelimpahan dan potensi mikroalga. Masyarakat belum menyadari bahwa di pulau Pari terdapat mikroalga yang bernilai ekonomi tinggi yang memerlukan terobosan dalam pemanfaatannya dan juga pelestarian ekosistemnya. Pemandu wisata yang menjadi bagian dari masyarakat pulau diharapkan dapat mengedukasi jenis mikroalga dan manfaatnya terhadap warga lainnya maupun pengunjung pulau. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan sosialisasi pemberian materi tentang mikroalga terhadap 21 warga pemandu wisata yang tergabung dalam ikatan Karang Taruna Unit 04 di Pulau Pari Kepulauan Seribu. Kegiatan diawali dengan pemberian soal pretest dan diakhiri dengan pemberian soal posttest. Perbedaan hasil dari skor yang diperoleh menjadi acuan dalam menentukan ada atau tidak adanya peningkatan pemahaman terhadap mikroalga ini. Angket pendapat diberikan demi mengevaluasi kegiatan untuk perbaikan ke depannya. Skor pretest yang diperoleh adalah 14,29 sedangkan posttest 20,95. Dengan demikian telah terjadi peningkatan pemahaman terhadap mikroalga. Harapannya dengan warga pemandu wisata yang memiliki wawasan terhadap mikroalga ini dapat mengedukasi masyarakat, wisatawan, dan pengunjung di pulau Pari akan pentingnya pelestarian perairan dan hutan mangrove sebagai habitat mikroalga serta membuka potensi peluang dalam mengembangkan produk berbahan dasar dari mikroalga.Abstract: The people of Pari Island are no longer cultivating seaweed due to increasingly unfavorable water conditions. As an alternative, people are currently pursuing tourism and lodging on Pari Island. One of the biodiversity found on Pari Island which is not recognized is the abundance and potential of microalgae. The community does not yet realize that on Pari Island there are microalgae that have high economic value which require a breakthrough in their utilization and also the preservation of their ecosystem. Tour guides, who are part of the island community, are expected to educate other residents and visitors about microalgae and their benefits. This community service activity involved providing outreach and training on microalgae to 21 tour guides from the Karang Taruna Unit 04 association on Pari Island, Seribu Islands. The activity begins with giving pretest questions and ends with giving posttest questions. The difference in the results of the scores obtained becomes a reference in determining whether or not there is an increase in understanding of this microalgae. Opinion questionnaires were given to evaluate activities for future improvement. The pretest score obtained was 14.29 while the posttest was 20.95. Thus there has been an increase in understanding of microalgae. The hope is that tour guides who have insight into microalgae can educate the public, tourists, and visitors on Pari Island about the importance of conserving waters and mangrove forests as microalgae habitats and open up potential opportunities in developing products made from microalgae.
PELATIHAN IDENTIFIKASI POTENSI PRODUK HASIL PRAKTIK MATA PELAJARAN BAGI GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Sandi, Patrisius Valdoni; Murni, Viviana; Gon, Kasmir; Marwan, Meliana Wulantri; Juita, Yuliana Dewi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35875

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh perlunya peningkatan kapasitas guru dalam mengidentifikasi potensi produk hasil praktik mata pelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).Peningkatan kapasitas mencakup hard skill analitis untuk memetakan produk unggulan berbasis kurikulum serta soft skill pedagogis dalam memahami dan menilai hasil praktik siswa. Kegiatan ini bertujuan melatih guru Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) di SMKN 1 Borong agar mampu menyusun peta produk unggulan yang relevan dengan kompetensi kurikulum. Pelatihan dilaksanakan selama satu hari melalui pemaparan materi, diskusi kelompok, dan workshop berbasis kurikulum, dengan melibatkan 8 guru DPIB. Evaluasi dilakukan menggunakan lima butir pertanyaan prepost diskusi. Hasil analisis menunjukkan peningkatan kapasitas guru pada tiga aspek: ketepatan dalam mengidentifikasi produk praktik, kemampuan memetakan produk ke kompetensi kurikulum, serta kemampuan menjelaskan nilai dan potensi pengembangan produk. Peningkatan ini terlihat dari semakin kompleksnya jawaban, kejelasan kategorisasi, dan ketepatan identifikasi. Empat produk unggulan berhasil dipetakan, yaitu desain gambar bangunan rumah, RAB, survei lokasi, dan maket.Abstract: This community service activity is driven by the need to strengthen teachers’ capacity in identifying potential products resulting from practical subjects in vocational high schools (SMK). The capacity-building focus includes analytical hard skills for mapping curriculum-based flagship products and pedagogical soft skills related to understanding and assessing students’ practical work. The activity aims to train Building Information and Modeling Design (DPIB) teachers at SMKN 1 Borong to systematically map flagship curriculum products aligned with targeted competencies. The one-day training consisted of material presentations, group discussions, and curriculum-based workshops, involving 8 DPIB teachers. Evaluation was conducted using five pre–post structured questions. The analysis shows improved teacher capacity in three aspects: accurate identification of practical products, proper mapping of products to curriculum competencies, and the ability to explain product value and development potential. These improvements were reflected in more complex responses, clearer categorization, and more precise identification. Four flagship products were successfully mapped: residential building drawings, cost estimates (RAB), site surveys, and scale model.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI KARANG DALO DALAM PEMANFAATAN DAUN KOPI MENJADI KOPI CELUP (PILU) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT Hariani, Wita; Aminah, Siti; Padya, Inka Rizki
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34973

Abstract

Abstrak: Pagar Alam mempunyai geografis dataran tinggi, yang mempunyai perkebunan kopi sayur mayur dan teh. Pagar Alam juga merupakan kota penghasil kopi robusta unggulan di Indonesia. Namun, produksi kopi di Pagar Alam hanya terjadi setahun sekali, hal ini menyebabkan pendapatan tidak stabil, selain itu petani yang termasuk dalam anggota kelompok tani Karang Dalo Kota Pagar Alam juga belum memiliki keterampilan pengolahan kopi yang dapat menambah nilai produk, seperti halnya pemanfaatan daun kopi. Kondisi ini mengakibatkan keterbatasan peluang ekonomi dan keberlanjutan usaha tani kopi bagi anggota kelompok tani Karang Dalo kota Pagar Alam. Untuk itu, tim PKM dari Institut Teknologi Pagar Alam memberikan solusi yang bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan pembuatan kopi celup dari daun kopi serta pemasaran dengan memanfaatkan media sosial. Metode pada kegiatan ini, tim pelaksana PKM memberikan pematerian dan pelatihan pengolahan dan pembuatan produk kopi celup serta strategi pemasaran dengan memanfaatkan teknologi digital yang diikuti oleh 20 orang anggota kelompok tani. Selama kegiatan, tim PKM melakukan evaluasi melalui pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta. Kegiatan ini dapat memberikan dampak yang baik untuk menciptakan UMKM dan meningkatkan kesejahteraan Masyarakat.Abstract: Pagar Alam is characterized by a highland geographical landscape and is home to extensive coffee, vegetable, and tea plantations. The city is recognized as one of Indonesia’s leading producers of premium Robusta coffee. However, coffee production in Pagar Alam occurs only once a year, resulting in fluctuating and unstable income for farmers. Moreover, members of the Karang Dalo farmer group in Pagar Alam City lack the processing skills needed to create value-added coffee products, such as those derived from coffee leaves. This situation limits economic opportunities and undermines the sustainability of coffee farming within the group. To address these challenges, the PKM team from the Institut Teknologi Pagar Alam implemented a program designed to enhance farmers’ knowledge and skills in producing coffee-leaf tea bags and promoting the products through social media–based digital marketing. The program consisted of instructional sessions and hands-on training in coffee-leaf processing, product development, and digital marketing strategies, involving 20 farmer group members. Throughout the activity, the PKM team conducted pretests and posttests to assess improvements in participants’ understanding and technical skills. The initiative has demonstrated positive impacts, particularly in fostering the development of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) and improving community welfare.
PENYULUHAN CARA PRODUKSI PRODUK OLAHAN YANG BAIK (CPPOB) BAGI UMKM BATU BOLONG SEJAHTERA Putri, Dina Soes; Asmawati, Asmawati; Kurniawan, Hary; Ariansyah, Ariansyah; Apriana, Meli
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35560

Abstract

Abstrak: Telah dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema Penyuluhan Cara Produksi Produk Olahan yang Baik (CPPOB) di Desa Batu Bolong, Kabupaten Lombok Barat. Mitra kegiatan ini adalah Kelompok Tani Batu Bolong Sejahtera yang beranggotakan 18 orang anggota. Anggota KT Batu Bolong Sejahtera kesehariannya menyadap air nira di hutan lalu mengolahnya menjadi gula merah tangkup. Sebelumnya, pada proses pengolahan air nira mitra menggunakan tungku berbahan bakar kayu dan dilakukan di luar ruangan sehingga higienitas produk menjadi kurang. Selain itu, produk masih dikemas seadanya, hanya menggunakan plastik kresek putih yang menjadikannya rentan kontaminasi. Oleh karena itu, tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan soft dan hardskill mitra melalui kegiatan penyuluhan dan praktik CPPOB yang sesuai dengan standar nasional, khususnya pada proses produksi gula merah tangkup. Pengetahuan terkait CPPOB sangat penting bagi pelaku usaha makanan dan minuman karena merupakan salah satu syarat diterbitkannya izin edar PIRT. Metode pengabdian ini menggunakan teknik Participatory Action Research, dimana mitra terlibat aktif dalam kegiatan pengabdian. Pengukuran serapan pengetahuan peserta penyuluhan (mitra) dilakukan dengan pemberian pre dan postest. Berdasarkan hasil olah data diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebanyak 38% terkait materi seputar CPPOB. Simpulannya, mitra telah memahami prinsip CPPOB dan telah mempraktekkannya dalam proses produksi berikutnya.Abstract: A community service activity was carried out in Batu Bolong Village, Batu Layar Barat Subdistrict, West Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province, with the theme of Good Manufacturing Practices (GMPs). The activity was carried out in collaboration with the Batu Bolong Sejahtera Farmer Group, a local organization that specializes in the collection of palm sap from within forest ecosystems and its subsequent processing into brown sugar. Previously, the partners utilized wood-fired stoves for the outdoor processing of palm sap, a practice that compromised product hygiene. Furthermore, the products' packaging method is substandard, utilizing solely white plastic bags, which renders them vulnerable to contamination. Therefore, the objective of this community service initiative was to educate the partners on the implementation of CPPOB in the production process of moulded brown sugar. It is imperative for food and beverage businesses to possess a comprehensive understanding of CPPOB, as it serves as a prerequisite for obtaining a PIRT distribution permit. This community service method employed the Participatory Action Research technique, in which partners were actively involved in the community service activities. The measurement of the knowledge absorption of the participants (partners) was carried out by administering pre- and post-tests. The findings of the data analysis demonstrated a 40% increase in the participants' knowledge related to CPPOB material. In summary, the partners have comprehended the tenets of CPPOB and have implemented them in subsequent production processes.
TEKNOLOGI BUDIDAYA PAKAN ALAMI DAN EDUKASI ANALISIS KEUNTUNGAN USAHA BUDIDAYA IKAN Abidin, Zainal; Fadjar, Mohamad; Shinta, Agustina; Abdulloh, Mohammad Fahmi Addin; Berlianawati, Arneta Meila; Setyono, Kheista Putri; Sabrina, Siti Amelia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35583

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat di, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, dilaksanakan untuk menjawab tantangan tingginya biaya pakan ikan (> 60% biaya produksi). Budidaya ikan nila dan gurame oleh Pokdakan “Mina Buana” kesulitan mempertahankan usaha akibat ketergantungan pada pakan pabrikan. Solusi yang Pokdakan pilih adalah implementasi teknologi tepat guna (TTG) budidaya Azolla pinnata sebagai pakan alternatif serta edukasi analisis finansial sederhana. Untuk itu, kegiatan ini bertujuan untuk (1) Meningkatkan kemampuan pembudidaya ikan dalam menerapkan teknologi budidaya Azolla pinnata sebagai pakan alternatif, (2) Memperkuat keterampilan analisis finansial sederhana untuk menghitung efisiensi usaha budidaya, dan (3) Menumbuhkan kemandirian dan keberlanjutan usaha perikanan desa melalui penerapan teknologi tepat guna. Pokdakan "Mina Buana" sebagai mitra kegiatan berjumlah 10 orang. Metode yang diterapkan meliputi survei kondisi mitra, pelatihan budidaya azolla, praktik penerapan langsung, edukasi finansial, serta evaluasi berbasis pre-test, post-test, dan analisis biaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa substitusi 30% pakan pabrikan dengan pakan alami menurunkan biaya produksi dari Rp1.862.000 menjadi Rp1.502.900 tanpa mengurangi produktivitas ikan, sehingga keuntungan usaha meningkat dari kerugian Rp137.000 menjadi laba Rp222.100. Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan pakan alternatif berbasis azolla mampu meningkatkan efisiensi finansial, mendorong kemandirian pembudidaya, serta membuka peluang keberlanjutan usaha perikanan desa. Kegiatan juga menghasilkan luaran berupa peningkatan keterampilan teknis, analisis finansial sederhana, serta distribusi sarana kolam dan bibit azolla bagi peserta.Abstract: Community service activities in Wates Subdistrict, Kediri Regency, were carried out to address the challenge of high fish feed costs (> 60% of production costs). Tilapia and gurame fish farming by the “Mina Buana” Pokdakan (Fish Farmers Group) had difficulty maintaining their business due to their dependence on factory-made feed. The solution chosen by the group was the implementation of appropriate technology (TTG) for cultivating Azolla pinnata as an alternative feed, as well as education on simple financial analysis. Therefore, this activity aims to (1) improve fish farmers' ability to apply Azolla pinnata cultivation technology as an alternative feed, (2) strengthen simple financial analysis skills to calculate the efficiency of cultivation businesses, and (3) foster independence and sustainability of village fisheries through the application of appropriate technology. There were 10 members of the “Mina Buana” Pokdakan (fisheries group) who participated in the activity. The methods applied included a survey of the partners' conditions, azolla cultivation training, direct application practice, financial education, and evaluation based on pre-tests, post-tests, and cost analysis. The results of the activity show that substituting 30% of manufactured feed with natural feed reduces production costs from IDR 1,862,000 to IDR 1,502,900 without reducing fish productivity, thereby increasing business profits from a loss of IDR 137,000 to a profit of IDR 222,100. These findings prove that the use of azolla-based alternative feed can improve financial efficiency, encourage farmer independence, and open up opportunities for sustainable village fisheries. The activity also resulted in improved technical skills, simple financial analysis, and the distribution of ponds and azolla seedlings to participants.

Page 1 of 12 | Total Record : 116