cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,203 Documents
SOSIALISASI INTERAKTIF DALAM UPAYA PENCEGAHAN DIABETES MELITUS PADA LANSIA DAN KELUARGA LANSIA Calyanindya Sakanti; Berliana Devianti Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15816

Abstract

Abstrak: Diabetes Melitus (DM) merupakan kondisi medis kronis yang terjadi ketika hormon insulin dalam tubuh tidak mampu bekerja secara efektif dalam mengatur keseimbangan gula darah, sehingga menyebabkan gangguan pada metabolisme tubuh. Indonesia menjadi salah satu negara yang menyumbang pasien diabetes meletus terbanyak di dunia. Tujuan dilaksanakannya pengabdian yaitu agar lansia dan keluarga di Kelurahan Banjar Sugihan mampu memperagakan senam kaki diabetik dan memahami masalah penyakit diabetes melitus mencakup pengertian, tanda gejala, komplikasi, dan cara penanganan. Pengabdian dilakukan oleh 9 mahasiswa tim KKN Kelurahan Banjar Sugihan dengan metode sosialisasi dan edukasi yang diselingi demonstrasi senam diabetik. Peserta kegiatan sosialisasi adalah sebanyak 28 orang peserta yang terdiri dari lansia maupun keluarga lansia yang memiliki diabetes melitus. Hasil dari monitoring dan evaluasi proses menyatakan bahwa program sosialisasi telah mencapai indikator keberhasilan karena jumlah peserta melewati target yang ditentukan sejumlah 20 orang lansia dan keluarga lansia.Abstract: Diabetes Mellitus (DM) is a chronic medical condition that occurs when the hormone insulin in the body is unable to work effectively in regulating blood sugar balance, causing disruption in the body's metabolism. Indonesia is one of the countries that contributes the most erupting diabetes patients in the world. The purpose of carrying out the service is so that the elderly and families in Banjar Sugihan Village are able to demonstrate diabetic foot exercises and understand the problem of diabetes mellitus including understanding, signs of symptoms, complications, and how to handle. The service was carried out by 9 students of the Banjar Sugihan Village KKN team with socialization and education methods interspersed with demonstrations of diabetic gymnastics. The participants of the socialization activity were 28 participants consisting of the elderly and elderly families who had diabetes mellitus. The results of the monitoring and evaluation process stated that the socialization program had achieved success indicators because the number of participants exceeded the specified target of 20 elderly people and elderly families.
PELATIHAN FUNDRAISING BERBASIS DIGITAL MARKETING BAGI AMIL UNTUK MENINGKATKAN PENGHIMPUNAN ZAKAT, INFAK DAN SHODAQOH PADA LAZISMU KABUPATEN LANGKAT Syahrul Amsari; Isra Hayati; Ahmad Affandi; Nurul Zahriani Jf
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16887

Abstract

Abstrak: LazisMu Kabupaten Langkat didirikan pada tahun 2022. Sebagai sebuah entitas amal yang masih terbilang baru, dibutuhkan usaha yang intensif dalam menjalankan misinya, termasuk dalam hal manajemen pengelolaan yang mencakup pengumpulan dana ZIS, digital marketing menjadi elemen kunci untuk memaksimalkan penghimpunan. Masalah yang dihadapi saat ini adalah kurangnya pengetahuan dari amil, pengurus, dan relawan LazisMu Kab Langkat terkait Fundraising Zakat, Infak dan Shodaqoh berbasis digital marketing, serta kurang optimalnya konsolidasi antara LazisMu dengan cabang dan ranting. Tujuan PKM ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang manajemen lembaga (fundraising berbasis digital marketing dan keuangan), serta pengetahuan tentang konsolidasi laporan. Metode yang digunakan meliputi workshop, ceramah, sesi tanya jawab, simulasi peran yang diikuti oleh mitra yakni Lazismu Kab.Langkat sebanyak 30 orang peserta. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta memahami secara baik tentang peran dan fungsi organisasi LazisMu serta memahami fundraising berbasis Digital Marketing. Maka, pelatihan semacam ini dianggap relevan dan berpotensi menjadi solusi dalam mengatasi tantangan penghimpunan dana ZIS di era digital ini.Abstract: LazisMu Langkat Regency was established in 2022. As a relatively new charity, it requires intensive efforts to carry out its mission, including in terms of management which includes raising ZIS funds, digital marketing is a key element to maximize collection. The current problem is the lack of knowledge from amil, administrators, and LazisMu volunteers in Langkat Regency about digital marketing-based Zakat, Infak and Shodaqoh Fundraising, and the consolidation between LazisMu and branches and branches is not yet optimal. The purpose of this PKM is to provide an understanding of institutional management (digital marketing and financial-based fundraising), as well as knowledge about report consolidation. The method used includes workshops, lectures, questions and answers, role simulations which were attended by partners, namely Lazismu Kab. Langkat with 30 participants. The results of this activity show that participants understand well the roles and functions of the LazisMu organization and understand Digital Marketing-based fundraising. Thus, this kind of training is considered relevant and has the potential to be a solution in overcoming the challenges of raising ZIS funds in this digital era.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PEMESANAN USAHA KATERING PANTI ASUHAN Endah Septa Sintiya; Irsyad Arif Mashudi; Dhebys Suryani; Ekojono Ekojono; Dodit Suprianto; Erfan Rohadi; Sely Ruli Amanda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16396

Abstract

Abstrak: Panti Asuhan Mawaddah Warohmah Malang memiliki unit usaha katering. Saat ini bergabung dengan nama Farhan Catering. Sampai saat ini unit usaha katering ini memiliki cukup banyak pelanggan. Disamping harganya yang relatif murah, katering tersebut menjual banyak macam menu yang terbilang lengkap. Mitra pengurus catering terdiri dari 9 orang. Namun manajemen usahanya masih secara konvensional dan belum memanfaatkan aplikasi IT. Sehingga solusi yang ditawarkan dengan membuat website farhan catering untuk mendukung usaha tersebut. Tujuan sistem informasi akan memudahkan promosi produk terbaru dan penjelasan tentang pemesanan katering, diharapkan dapat meningkatkan pemasaran dan penjualan pada unit usaha katering tersebut. Metode yang dilakukan yaitu observasi lapangan, pengumpulan data, analisis dan perancangan sistem, implementasi sistem dan pengujian. Evaluasi sistem menggunakan black box testing berfokus pada input dan output perangkat lunak tanpa mengetahui proses internal di dalam sistem. Hasil pembuatan website dan manual book petunjuk penggunaan wesbite telah diserahkan kepada ketua panti asuhan selaku pengelola Farhan Catering. Setelah menggunakan selama 2 bulan terdapat peningkatan penjualan 52.93% di Farhan catering.Abstract: The Mawaddah Warohmah Orphanage in Malang has a catering business unit, currently operating under the name Farhan Catering. Up to this point, this catering business unit has garnered a considerable number of customers. Apart from its relatively affordable prices, the catering service offers a wide variety of menus that are considered comprehensive. The catering management team consists of 9 people. However, the management of the business is still conventional and has not yet utilized IT applications. Therefore, the proposed solution is to create a Farhan Catering website to support the business. The goal of the information system is to facilitate the promotion of new products and provide explanations about catering reservations, with the expectation of enhancing marketing and sales for the catering business unit. The methodology employed includes field observation, data collection, system analysis and design, system implementation, and testing. The system evaluation utilizes black box testing, focusing on the input and output of the software without delving into the internal processes within the system. The results of creating the website and the user manual book have been handed over to the head of the orphanage who manages Farhan Catering. After using the website for 2 months, there has been a remarkable increase of 52.93% in sales for Farhan Catering.
PENINGKATAN VALUE ADDED LIMBAH KULIT BAWANG MERAH MELALUI PROGRAM KEMITRAAN DALAM MENDUKUNG EKONOMI KREATIF Kardiyem Kardiyem; Dwi Puji Astuti; Saringatun Mudrikah; Siti Mukoyimah; Ananda ‘Afifah Nur Vathin; Noviyanti Wahyuningsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17550

Abstract

Abstrak: Desa Genengadal merupakan sentra produksi bawang merah di Grobogan. Permasalahan bidang pertanian yang terjadi adalah ketidakmampuan pengelolaan limbah kulit bawang merah. Ketidakmampuan ini menunjukkan belum terimplementasinya SDGs poin 12 tentang produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab di bidang pertanian. Melihat potensi besar ini maka dilaksanakanlah pemberdayaan kepada 15 kelompok tani laki-laki dan 15 ibu-ibu PKK Desa Genengadal untuk melakukan kegiatan daur ulang limbah kulit bawang merah menjadi pestisida dan kerajinan tangan. Tujuan pengabdian ini untuk menciptakan peluang usaha agribisnis dan akselerasi industri kreatif. Pelaksanaan pemberdayaan menggunakan 4 Metode (penyuluhan, Demontrasi, transfer iptek, Monitoring dan Evaluasi berdasarkan penilaian proses). Seluruh tahapan dilaksanakan dengan pendekatan Community Development dan Edukatif. Hasil dari kegiatan ini telah mampu menambah pengetahuan dan keterampilan tentang pemanfaatan limbah kulit bawang merah bagi para mitra pengabdian.Abstract: Genengadal village is the center of shallot production in Grobogan. The agricultural problem that occurs is the inability to manage shallot skin waste. This inability shows that SDGs point 12 on responsible production and consumption in agriculture has not been implemented. Seeing this great potential, empowerment was carried out for 15 male farmer groups and 15 PKK women in Genengadal Village to carry out activities to recycle shallot skin waste into pesticides and handicrafts. The purpose of this service is to create agribusiness business opportunities and accelerate the creative industry. The implementation of empowerment uses 4 methods (counseling, demonstration, transfer of science and technology, monitoring and evaluation based on process assessment). All stages are carried out with a Community Development and Educational approach. The results of this activity have been able to increase knowledge and skills about the utilization of shallot skin waste for service partners.    
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KEMAMPUAN KELUARGA DALAM MELATIH ANGGOTA GERAK PASIEN PASKA STROKE MELALUI PENDAMPINGAN PERAWAT Reni Prima Gusty
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16961

Abstract

Abstrak: Perawatan berkelanjutan dari rumah sakit ke rumah diperlukan demi pemulihan penderita pasca stroke dengan kelemahan anggota tubuh secara cepat. Keterlibatan keluarga diperlukan untuk mencapai perbaikan kesehatan pasien. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan memberikan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian kepada keluarga dalam merawat pasien pasca stroke melalui pendampingan oleh perawat. Metode yang digunakan edukasi dengan demonstrasi dan redemonstrasi tindakan latihan anggota gerakan tubuh pasien pasca stroke. Penilaian menggunakan angket pengetahuan dan lembar observasi tindakan selama satu minggu dengan tiga observasi. Mitra adalah 10 orang keluarga yang merawat anggota keluarganya yang stroke di ruang neurologi sebuah rumah sakit. Hasil PKM menunjukkan peningkatan bertahap pengetahuan sebesar 20%,57%,98% dan peningkatan kemampuan keluarga dari 30%,54%,66%,86% ,95% selama penilaian 4 hari untuk melatih alat gerak anggota keluarga yang mengalami kelemahan. Hasil Observasi hari ke 5-6, keluarga memiliki komitmen dengan selalu memberikan latihan secara mandiri kepada anggota keluarganya yang masih dirawat di rumah sakit dengan dibawah pengawasan perawat ruangan saraf.Program pendampingan secara komprehensif di rumah sakit, efektif meningkatkan kemampuan dan kemandirian keluarga merawat anggota keluarga yang stroke. Program dapat digunakan sebagai standar prosedur tindakan bagi perawat di ruangan bagi keluarga pasien stroke di rumah sakit dan meningkatkan kemandirian keluarga di rumah.Abstract: Continuous care from hospital to home is needed for the rapid recovery of post-stroke sufferers with limb weakness. Family involvement is required to achieve improvements in patient health. Community service activities aim to provide knowledge, skills, and independence to families in caring for post-stroke patients through assistance by nurses. The method used is education with demonstrations, and re-demonstrations of body movement exercises in post-stroke patients. The assessment used a knowledge questionnaire and action observation sheets for one week with three observations. Mitra is a family of 10 people who care for a family member who has a stroke in the neurology room of a hospital. PKM results show a gradual increase in knowledge of 20%, 57%, and 98% and an increase in family ability from 30%, 54%, 66%, 86%, and 95% during a 4-day assessment to train the locomotion of family members who experience weakness. Observation results on days 5-6, the family is committed to always providing independent training to family members who are still being treated at the hospital under the supervision of a nurse in the neurosurgery room. A comprehensive mentoring program at the hospital effectively increases the ability and independence of families to care for family members the strokes. The program can be used as a standard procedure for nurses in rooms for families of stroke patients in hospitals and increases families' independence at home.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU ANIS, IBU BALITA DAN IBU HAMIL UNTUK MENGATASI RISIKO STUNTING PADA ANAK MELALUI PENGENALAN APLIKASI FeMNHY Betty Rofatin; Kurniawan Kurniawan; Tine Badriatin; Wilman San Marino; Metty Nurherliyany
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16096

Abstract

Abstrak: Angka stunting di Kota Tasikmalaya masih diatas rata-rata nasional, salah satu yang menjadi sorotan yaitu di wilayah kerja puskesmas Bungursari. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat pada skema kesehatan (PbM-PPKM) untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dan ibu hamil yang beresiko mengalami stunting dengan pengenalan aplikasi Fe-MNHY. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan praktik penggunaan aplikasi Fe-MNHY. Kegiatan ini melibatkan mitra Posyandu Anis yang terletak di Kampung Gunung Tujuh, Kelurahan Sukarindik Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya dengan jumlah kader sebanyak 30 orang. Evaluasi Kegiatan menggunakan pre-test dan post-test yang terdiri dari 10 pertanyaan, dengan hasil kegiatan menunjukan ketrampilan kader menggunakan aplikasi Fe-MNHY dengan kriteria cukup sebesar 63.33% dan kriteria baik sebesar 26.67%. Kader diharapkan berperan aktif dalam kegiatan promotif dan preventif serta mampu menjadi pendorong, motivator dan penyuluh masyarakat terutama dalam mengatasi masalah stunting salah satunya dengan penggunaan aplikasi Fe-MNHY.Abstract: Stunting numbers in the city of Tasikmalaya are still above the national average, one of which is highlighted in the Bungursari puskesmas work area. The purpose and specific objectives of public service activities on the health scheme (PbM-PPKM) are to promote public health affected by stunting or pregnant mothers at risk to prevent and overcome stunting. The method used is socialization and practice using the Fe-MNHY applications. This activity involves a partner, Posyandu Anis, located in Kampung Gunung Tu Seven, Kelurahan Sukarindik Bungursari Prefecture, City of Tasikmalaya, with several cadres of 30 people. Activity evaluation used a pre-test and post-test, which consisted of 10 questions, with the activity results showing cadres' skills using the Fe-MNHY application with sufficient criteria of 63.33% and good criteria of 26.67%. Kader is expected to play an active role in promotional and preventive activities as well as being able to be a driver, motivator, and mediator of society, especially in addressing stunting problems with the use of Fe-MNHY applications.
GREEN ECONOMY THROUGH DISTILLATION TECHNOLOGY TRANSFER OF CITRONELLA PLANTS ESSENTIAL OILS Rokiy Alfanaar; Yahya Febrianto; Shesanti Citra Riana; Sudarman Rahman; Awalul Fatiqin; Febri Nur Ngazizah; Karyadi Karyadi; Yudhi Ekakristian Sahari; Mu'afa Purwa Arsana; Thathit Suprayogi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17535

Abstract

Abstrak: Green economy merupakan salah satu jenis ekonomi yang memperhatikan aspek lingkungan. Konsep green economy melibatkan pemanfaatan tanaman sebagai sumber daya terbarukan dalam bidang ekonomi. Sebagai kabupaten yang baru keluar dari status 3T, Seruyan memiliki potensi pengembangan ekonomi dalam bidang green economy. Pengabdian ini bertujuan mengenalkan green economy melalui transfer teknologi destilasi minyak atsiri dengan tanaman yang digunakan adalah Serai Wangi yang lazim ditemukan di Desa Bukit Buluh. Metode pelaksanaan pengabdian terdiri dari merancang alat destilasi dan pelatihan pemanfaatan alat destilasi yang dihadiri 23 peserta dari warga dan pengurus desa dengan peningkatan pemahaman dalam bidang rangkaian distilasi, pemilihan tanaman, dan optimasi ekstraksi sebanyak 95, 60, dan 85 %. Kegiatan pengabdian ini berjalan dengan baik dengan tingginya antusiasme warga dalam kegiatan pelatihan.Abstract: Green economy is an economic model that prioritizes environmental considerations. The concept of the green economy revolves around utilizing plants as renewable resources within the economic sector. Seruyan, recently emerged from 3T status, holds substantial potential for economic growth within the realm of the green economy. The purpose of this initiative is to introduce the principles of a green economy by imparting knowledge about essential oil distillation technology, using Lemongrass as the primary plant source, abundantly available in Bukit Buluh Village. The method of implementing the service consisted of designing distillation equipment and training on the utilization of distillation equipment which was attended by 23 participants from residents and village administrators with an increase in understanding in the fields of distillation circuit, plant selection, and extraction optimization by 95, 60, and 85%. This service activity went well with the high enthusiasm of the residents in the training activities.
IDENTIFIKASI EDUKASI DAN STIMULASI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS ANAK PENYANDANG HIV-AIDS Noviyati Rahardjo Putri; Grhasta Dian Perestroika; Iffah Indri Kusmawati; Angesti Nugraheni; Ika Sumiyarsi Sukamto; Niken Bayu Argaheni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16546

Abstract

Abstrak: Secara global sebanyak 2,73 juta anak berusia 0 –19 tahun mengidap HIV/ AIDS. Tahun 2021, diperkirakan setiap hari 850 anak terinfeksi HIV dan 301 anak meninggal karena penyebab terkait AIDS. Anak penyandang HIV (ADHA) mempunyai risiko adanya gangguan dalam tumbuh kembang dan keterlambatan perkembangan seksual dibandingkan dengan anak sehat. Selain itu, masalah psikologi pada kelompok usia 10 – 19 tahun/ remaja merupakan masalah kesehatan yang dialami ADHA. Beberapa faktor yang mempengaruhi adalah adanya ketakutan pada penyakit, kehilangan orang terdekat dan adanya stressor eksternal. Salah satu upaya menyelesaikan masalah pertumbuhan dan perkembangan adalah dengan edukasi. Edukasi diharapkan menjadi salah satu stimulant yang dapat menumbuhkan pengetahuan, sikap dan perilaku kesehatan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah identifikasi secara personal pertumbuhan dan perkembangan psikologis serta melakukan edukasi – stimulasi sesuai dengan masalah yang didapatkan. Mitra kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah anak penyandang HIV/ AIDS usia 10 – 19 tahun di Yayasan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Kota Surakarta sebanyak 5 orang anak. Hasil yang dicapai adalah seluruh anak penyandang HIV/ AIDS termasuk dalam kategori Indeks Massa Tubuh berat badan dibawah normal dan sebagian besar belum bisa mencapai kemandirian emosional. Edukasi yang dilakukan ada pemberian informasi tentang Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) dengan menggunakan leaflet dan peer conseling dengan materi tugas perkembangan yang menekankan pada kemandirian emosional. Evaluasi keberhasilan edukasi PB2SA dilihat dengan adanya kenaikan nilai mean pengetahuan mitra sebelum dan sesudah edukasi yaitu 7,2 menjadi 8,6.Abstract: Globally, as many as 2.73 million children aged 0 –19 years are living with HIV/AIDS. By 2021, it is estimated that 850 children will be infected with HIV every day and 301 children will die from AIDS-related causes. Children with HIV (ADHA) have a risk of disturbances in growth and development and delays in sexual development compared to healthy children. In addition, psychological problems in the age group of 10-19 years/adolescents are health problems experienced by ADHA. Several influencing factors are fear of disease, loss of loved ones and external stressors. One effort to solve the problem of growth and development is education. Education is expected to be one of the stimulants to grow health knowledge, attitudes and behavior. The purpose of this community service is personal identification of psychological growth and development as well as conducting education – stimulation according to the problems encountered. The partners for this community service activity are children with HIV/AIDS aged 10-19 years at the Peer Support Group Foundation (KDS) in Surakarta City, with 5 children. The results achieved were that all children with HIV/AIDS were included in the Body Mass Index category, under normal weight and most of them had not been able to achieve emotional independence. The education that was carried out was providing information about Diverse, Nutritious, Balanced and Safe Food (B2SA) using leaflets and peer counseling with material on developmental assignments that emphasized emotional independence. Evaluation of the PB2SA education is seen by an increase in the mean value of partners' knowledge before and after education; 7.2 to 8.6.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENGGUNAAN ANTIBIOTIK YANG BIJAK MELALUI ISTILAH KOMUNIKATIS DAGUSIBU DI SMAN Muladi Putra Mahardika; Agus Susanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15726

Abstract

Abstrak: Penggunaan antibiotik yang tidak tepat aturan dapat meningkatkan resistensi bakteri. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien dalam menggunakan antibiotik adalah lupa, sibuk, dan kurangnya pengetahuan. Global Antimicrobial Surveillance System (GLASS) yang diselenggarakan World Health Organization (WHO) menyatakan sebaran resistensi antibiotik mencapai 500.000 orang dari 22 negara di dunia(Christian Lindmeier, 2018). Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melihat bagaimana tingkat pengetahuan siswa siswi SMA N 4 Tegal tentang penggunaan antibiotika yang tepat untuk mencegah meluasnya resistensi antibiotik dengan menggunakan istilah komunikatis DAGUSIBU. Pengabdian masyarakat ini merupakan Pengabdian masyarakat deskripsi, dengan metode pendekatan crosssectional, menggunakan instrumen berupa kuesioner. Total 50 responden dalam Pengabdian masyarakat ini adalah siswa-siswi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan siswa-siswi di siswa-siswi tentang penggunaan antibiotik yang tepat dan bahaya resistensi antibiotik. Adapun Kesimpulan kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan tentang penggunaan antibiotik yang bijak melalui istilah komunikatis DAGUSIBU dengan peningkatan sebesar 62%.Abstract: Improper use of antibiotic drugs can increase bacterial resistance. Factors influencing a patient's adherence to antibiotics are forgetting, busyness, and lack of knowledge. The Global Antimicrobial Surveillance System (GLASS) organized by the World Health Organization (WHO) states that the distribution of antibiotic resistance reaches 500,000 people from 22 countries in the world (Christian Lindmeier, 2018). This community service aims to see how the level of knowledge of students of SMA N 4 Tegal about the proper use of antibiotics to prevent the spread of antibiotic resistance by using the term DAGUSIBU communicative. This community service is a description community service, with a cross sectional approach method, using an instrument in the form of a questionnaire. A total of 50 respondents in this community service are students. The results obtained from this service activity are increasing the knowledge of students in students about the appropriate use of antibiotics and the dangers of antibiotic resistance. The conclusion of this activity is an increase in knowledge about the wise use of antibiotics through the Communicative term Counseling on the Correct Use of Drugs with an increase of 62%.
PELATIHAN KADER KESEHATAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DALAM MANAJEMEN PERAWATAN MANDIRI GAGAL JANTUNG Beti Kristinawati; Nove Wiand Dwi Wijayanti; Nyofan Wahyu Mardana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17067

Abstract

Abstrak: Kemandirian dalam perawatan menjadi hal yang sangat penting bagi pasien dengan gagal jantung guna mencegah kekambuhan dan kebutuhan untuk rawat inap ulang. Meningkatkan kemampuan manajemen perawatan mandiri bagi penderita gagal jantung dapat dicapai melalui edukasi yang diberikan oleh kader kesehatan. Memberikan pelatihan kepada kader bertujuan untuk mewujudkan kemandirian kader ketika melakukan peran dan fungsinya dalam membentuk kesehatan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan manajemen perawatan mandiri pada pasien gagal jantung melalui pendekatan edukasi kepada 23 kader kesehatan kelurahan Sambi. Metode yang diterapkan adalah pemberian pendidikan kesehatan melalui berbagai cara, seperti ceramah, sesi tanya jawab, diskusi, simulasi, dan re-demonstrasi. Metode ini juga berfungsi sebagai evaluasi akhir terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh kader kesehatan. Instrumen yang digunakan yaitu dengan kuesioner yang diberikan pada saat pretest dan postest melalui google from. Hasil yang didapatkan adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan kader terkait manajemen perawatan mandiri penderita gagal jantungsebesar 35% (Pengetahuan) dan 34,1% (Keterampilan). Maka, dapat disimpulkan bahwa memberikan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam manajemen perawatan.Abstract: Self-care is needed for heart failure patients to prevent relapse and re-hospitalization. Self-care management of heart failure sufferers is the ability to manage themselves and can be improved through education provided by health cadres. Providing training to cadres aims to realize the independence of cadres when carrying out their roles and functions in shaping public health. The objective of this study is to enhance the understanding and proficiency of health cadres in the self-care management of patients with heart failure. The employed approach entails the dissemination of health education using various instructional techniques such as lectures, interactive question and answer sessions, group discussions, practical simulations, and subsequent re-demonstrations. These methods serve as an effective means of evaluating the proficiency of health cadres. The results obtained are increased knowledge of cadres regarding self-care management of heart failure patients.