cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,203 Documents
MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI OPERASI BILANGAN BAGI GURU-GURU MELALUI PELATIHAN Yumiati Yumiati; Saleh Haji
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16696

Abstract

Abstrak: Sebagai salah satu penentu keberhasilan siswa dalam memahami operasi bilangan, guru harus memahami operasi bilangan dengan baik, sehingga tidak terjadi kesalahan konsep pada saat mengajar. Program pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman materi operasi bilangan guru-guru di Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah pelatihan. Materi yang diberikan dalam pelatihan terdiri dari akar pangkat 3, perkalian dan pembagian bilangan bulat. Peserta pelatihan adalah guru-guru SDN 20 dan SDN 60 sebanyak 25 orang. Evaluasi kegiatan PkM menggunakan tes dan pengisian angket. Tes untuk melihat keberhasilan kegiatan terhadap peningkatan pemahaman guru pada materi operasi bilangan. Angket untuk melihat respon guru terhadap kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru tentang akar pangkat 3, serta perkalian dan pembagian bilangan bulat. Peningkatan pemahaman guru terbesar pada materi akar pangkat 3 sebesar 0,8 berada pada kategori tinggi. Sementara itu, peningkatan pemahaman materi lainnya berada pada kategori sedang. Penilaian peserta terhadap pelaksanaan kegiatan PkM sangat baik, dengan skor di atas empat pada skala 5.Abstract: As one of the determinants of student success in understanding number operations, the teacher must understand number operations well so there are no conceptual errors when teaching. This community service program aims to strengthen the understanding of number operations material for teachers in Bengkulu City. The method used is training. The material provided in the training consists of square roots, multiplication, and division of integers. The training participants were 25 teachers at SDN 20 and SDN 60. Evaluation of community service activities using tests and filling out questionnaires. Test to see the activity's success in increasing the teacher's understanding of the number operations material. Questionnaire to see the teacher's response to the activity. The evaluation results showed an increase in teachers' understanding of cube roots and multiplication and division of integers. The greatest increase in teacher understanding of root material at the 3rd power of 0.8 is in the high category. Meanwhile, the increased understanding of other material is in the moderate category. Participants' evaluation of the implementation of community service activities was very good, with a score above four on a scale 5.
PENGEMBANGAN KAMPUNG IKAN MELALUI PENGOLAHAN IKAN BUNTAL MENJADI MAKANAN LEZAT YANG BERGIZI UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Sri Wahyuni; Nurul Fadhillah; Syahidah Rahmah; Arniati Arniati; Andi Arifwangsa Adiningrat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15000

Abstract

Abstrak: Tujuan dari kegiatan pengabdian ini untuk mengembangkan kampung ikan melalui pengolahan ikan buntal menjadi makanan lezat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan softskill dan hardskill kepada masyarakat. Adapun metode pelaksanaan pengabdian yaitu metode ceramah dan demontrasi dengan tahap mulai sosialisasi, persiapan, pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Mitra dalam pengabdian ini berjumlah dua mitra yaitu masyarakat pesisir berjumlah 5 orang dan masyarakat Pimpinan Muhammadiyah Cabang Galesong Utara berjumlah 20 orang. Hasil pengabdan menunjukan bahwa kegiatan pengabdian tersebut dilakukan pemberian materi pengabdian teori maupun praktek pengolahan ikan buntal. Ikan buntal dapat diolah menjadi produk kripik ikan dengan teknik yang tepat. Adanya kripik ikan buntal sebagai makanan lezat dan bergizi menjadi nilai jual produk sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Luaran yang diperoleh masyarakat berupa hard skill yaitu masyarakat dapat meningkatkan keterampilan teknik pemotongan, pengolahan, berwirausahaan, sampai strategi pemasaran dengan baik, sedangkan soft skill berupa kemampuan untuk berpikir out-of-the-box dan menghasilkan inovasi, pemahaman penggunaan bahan dalam pengolahan ikan buntal, manajemen SDM dalam Kerjasama tim dan tingkat produktivitas.Abstract: The purpose of this service activity is to develop fish villages through processing puffer fish into delicious food to improve people's welfare by providing soft skills and hard skills to the community. The method of implementing community service is the lecture and demonstration method with the stages starting from socialization, preparation, training, mentoring and evaluation. The partners in this service are two partners, namely the coastal community of 5 people and the community of Muhammadiyah Leaders of the North Galesong Branch, totaling 20 people. The results of the service show that the service activities are carried out by providing theoretical service materials and the practice of processing puffer fish. Pufferfish can be processed into fish chips with the right technique. The existence of puffer fish chips as delicious and nutritious food is a selling point of the product so that it can improve people's welfare. The outputs obtained by the community are in the form of hard skills, namely the community can improve skills in cutting techniques, processing, entrepreneurship, to marketing strategies properly, while soft skills are in the form of the ability to think out-of-the-box and generate innovation, understanding the use of materials in puffer fish processing, HR management in teamwork and productivity levels. 
PERANCANGAN REAKTOR DAN PELATIHAN PEMBUATAN ASAP CAIR SEBAGAI PENGAWET ALAMI DALAM PEMBUATAN BAKSO Cory Dian Alfarisi; Sunarno Sunarno; Anisa Mutamima; Ahmad Fadli; Silvia Reni Yenti; Wisrayetti Wisrayetti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17414

Abstract

Abstrak: Yayasan Al-Ikhwan yang berlokasi di Kelurahan Tangkerang Timur Pekanbaru merupakan sebuah yayasan yang secara aktif terlibat dalam proyek-proyek sosial, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, budaya, dan kesehatan masyarakat. Yayasan ini membawahi berbagai unit operasi, termasuk unit usaha bakso Al-Ikhwan, yang saat ini menghadapi keterbatasan kuantitas produksi dan area pemasaran karena masa simpan bakso yang singkat pada suhu ruang. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini, tim dosen Jurusan Teknik Kimia Universitas Riau bermitra dengan Yayasan Al-Anshar, khususnya unit usaha bakso Ikhwan yang dikolela oleh yayasan tersebut. Kegiatan ini berfokus pada pemberdayaan unit usaha dan berupaya mengatasi hambatan yang sedang dihadapi mitra dengan mengajarkan mitra bagaimana membuat asap cair dari tempurung kelapa, yang dapat digunakan sebagai pengawet alami dalam produksi bakso. Kegiatan ini meliputi beberapa tahap diantaranya; koordinasi dengan pihak terkait, desain dan pembuatan reaktor pirolisis, uji coba alat, edukasi tentang konsep asap cair, serta pelatihan mengenai penggunaan peralatan dan produksi asap cair. Kegiatan pengabdian ini memberikan pemahaman yang lebih baik kepada tim produksi tentang pilihan alami untuk produksi dan pengawetan bakso. Hasil positif yang diperoleh dari kegiatan ini diantaranya peningkatan pengetahuan mengenai asap cair sebagai pengawet alami dalam pembuatan bakso (75%), peningkatan keterampilan dalam pembuatan asap cair secara mandiri (62%), dan peningkatan kualitas (masa simpan) produk.Abstract: The Al-Ikhwan Foundation which is located in Tangkerang Timur Ward, Pekanbaru is an organization that actively involved in social, educational, economic empowerment, cultural, and public health projects. Under its purview, various business units operate, including the Al-Ikhwan meatball business, facing production and market limitations due to the short shelf life of meatballs at room temperature. This activity focuses on empowering the business unit and addressing the challenges faced by the partner by teaching them how to produce liquid smoke from coconut shells, which can be used as a natural preservative in meatball production. The involvement includes several phases; coordination with related parties, design and construction of the pyrolysis reactor, testing runs, education on liquid smoke concept, and instruction on how to use the equipment and produce liquid smoke. The project gives the production team better understanding of all-natural options for meatball production and preservation. Positive outcomes gained, include enhanced meatball production, longer shelf life, elevated quality, and food safety. Additionally, this project may be used as a model for other similar microenterprises, easing pressing manufacturing and marketing issues. Positive results obtained from this activity include an increased knowledge of liquid smoke as a natural preservative in meatball production (75%), improved skills in independently producing liquid smoke (62%), and an enhancement in product quality (shelf life).
PENINGKATAN KAPASITAS PETERNAK MELALUI RANCANG BANGUN SOSIAL EKONOMI RUMAHTANGGA Hendrikus Demon Tukan; Elisabeth Yulia Nugraha; Nautus Stivano Dalle; Wigbertus Gaut Utama; Oktofianus Purnama Ndau; Bernadius Mariano Djamin; Veronika Senau; Ambrosius Fandi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16775

Abstract

Abstrak: Pemberdayaan masyarakat melalui perguruan tinggi merupakan sebuah konsep peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui tiga tugas pokok akademika perguruan tinggi yaitu melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan untuk memberikan pemahaman tentang potensi sektor peternakan dan meningkatkan kompetensi masyarakat tentang budidaya ternak babi melalui pemodelan 4 pilar. Subjek penelitian berjumlah 60 orang, terdiri dari masyarakat dan kelompok tani yang berprofesi sebagai peternak babi. Setelah dilakukannya kegiatan 4 pilar, sistem evaluasi dilakukan melalui penyebaran kuesioner untuk mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan yakni pada saat sebelum dan setelah berlagsungnya kegiatan. Gambaran kegiatan 4 pilar dapat terkategorikan cukup berhasil karena tingkat pemahaman kelompok tani atas materi yang disampaikan sebesar 72,64 dan strategi pemodelan yang di rekomendasikan karena dianggap sebagai pilar utama yang akan dicapai budaya kewirausahaan dalam pemberdayaan sosial ekonomi rumahtangga masyarakat adalah pilar kedua, ketiga dan keempat.Abstract: Community empowerment through higher education is a concept of improving community welfare through three main tasks of higher education academics, namely through education, research and community service. The aim is to provide an understanding of the potential of the livestock sector and improve community competence on pig farming through 4-pillar modeling. The research subjects numbered 60 people, consisting of communities and farmer groups who work as pig farmers. After the implementation of the 4 pillar activities, the evaluation system is carried out through the distribution of questionnaires to determine the success rate of activities, namely before and after the activity. The description of the 4 pillars activities can be categorized quite successfully because the level of understanding of farmer groups on the material presented is 72.64 and the recommended modeling strategy because it is considered as the main pillar to be achieved entrepreneurial culture in socioeconomic empowerment of community households is the second, third and fourth pillars.
MEANINGFUL YOUTH PARTICIPATION SEBAGAI MODEL PENINGKATAN KAPASITAS REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DAN KESETARAAN GENDER Chahya Kharin Herbawani; Utami Wahyuningsih; Ria Maria Theresa; Alisya Isma Anindita; Dabira Syifa Khairani; Febilla Dwinanda Riyanti; Khairunnisa Hasan; Mikha Tiffani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15875

Abstract

Abstrak: Berbagai isu terkait kesehatan reproduksi masih menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan kepada remaja di Indonesia, termasuk tentang kesetaraan gender. Sulitnya akses informasi terkait isu tersebut membuat remaja menjadi takut dan tidak memiliki acuan untuk mengambil keputusan yang benar. Kondisi ini akan semakin parah jika keluarga tidak berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan remaja, termasuk pada remaja yang tinggal di Panti Asuhan Tanjung Barat. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah menerapkan Meaningful Youth Participatin (MYP) yang bermakna dalam mengidentifikasi, memahami, mengimplementasi dan mengevaluasi isu-isu terkait kesehatan reproduksi dan kesetaraan gender pada remaja di Panti Asuhan Tanjung Barat. Metode pelaksanaan dilakukan mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan dengan edukasi dan diskusi studi kasus, serta evaluasi dengan pre-test dan post-testdengan indikator keberhasilan terjadi peningkatkan hasil posttest menjadi 50% dari pretest. Peserta kegiatan ini ialah remaja berusia 7-18 tahun sejumlah 23 orang. Terdapat peningkatan persentase pengetahuan dari rerata skor dari 26,96 (dengan rentang skor 0-50) menjadi 58,70 (dengan rentang skor 30-90).Abstract: Various issues related to reproductive health are still taboo to be discussed with teenagers in Indonesia, including gender equality. The difficulty of accessing information makes adolescents fearful and do not have the legitimacy for to make the right decisions. This condition will worsen if the family does not play a role in the growth and development of adolescents, including adolescents living in the Tanjung Barat Orphanage. This community service aims to apply the Meaningful Youth Participation (MYP) in identifying, understanding, implementing and evaluating issues related to reproductive health and gender equality in adolescents at the Tanjung Barat Orphanage. The implementation method is carried out starting from planning, education, case studies, roleplay, and evaluation with indicators of success occurring to increase posttest results to 50% of pretest. The implementation method starts from planning, implementation and evaluation with pre-test and post-test methods. Participants in this activity were teenagers aged 7-18 years, with a total of 23 people. There was an increase in the percentage of participants from the average score of 26.96 (with a score range of 0-50) to 58.70 (with a score range of 30-90).
PEMBUATAN ALAT FILTER AIR SEDERHANA UNTUK PENYARINGAN KEBUTUHAN AIR PADA BUDIDAYA HIDROPONIK Rizka Ayu Yuniar; Risty Jayanti Yuniar; Andini Angelina Putri; Dwi Rosa Maharani; Reza Khoirunnisa; Syifa Allysa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17509

Abstract

Abstrak: Pelaksanaan Pengabdian Kegiatan Masyarakat (PKM) berlokasi di Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur dengan fokus utama kebun hidroponik milik warga setempat. Warga berpartisipasi aktif melakukan instalasi dan sosialisasi filter air. Terdapat suatu permasalahan pada budidaya hidroponik yaitu pengeluaran anggaran yang besar pada air karena menggunakan air PDAM. Setelah studi lapangan, ditemukan sumber air tanah yang tidak dimanfaatkan warga setempat karena kondisi air yang keruh dan pH nya tidak sesuai. Tujuan kegiatan ini adalah mengoptimalisasi sumber mata air tersebut dengan membuat sebuat alat filter air yang dapat memenuhi kebutuhan air pada kebun hidroponik, sehingga air yang digunakan sesuai dengan standar yang dibutuhkan. Alat filter dibuat dengan metode pemisahan bertahap, media filter yang digunakan berbeda pada setiap pipa. Hasil pH menunjukkan adanya perubahan ketika air melewati Filter 1 (Pasir Silika), Filter 2 (Batu Zeolit) dan Filter 3 (Karbon Aktif) berturut-turut menunjukkan 2,47; 3,19; 5,8. Hal menunjukkan bahwa pH air memenuhi syarat untuk memenuhi kebutuhan air pada hidroponik.Abstract: The program was located in Graha Indah Village, North Balikpapan Sub-district, Balikpapan City, East Borneo with the main focus on hydroponic gardens owned by local residents. Residents actively participate in installing and socialization of water filters. There is a problem in hydroponic cultivation, which is the high cost on water because it uses PDAM water. Following the field study, it was found that the groundwater source was not utilized by the local residents due to the murky water and inappropriate pH. The purpose of this program is to optimize the groundwater source by making a water filter that can satisfy the water needs in the hydroponic garden, so that the water used is in line with the required standards. The filter device is made with a gradual separation method, the filter media used is different in each pipe. The pH results show a change when water passes through Filter 1 (Silica Sand), Filter 2 (Zeolite) and Filter 3 (Activated Carbon) showing 2.47; 3.19; 5.8 respectively. This shows that the pH of the water is suitable to fulfill the water demand in hydroponics.
PELATIHAN PENGEMBANGAN MATERI READING SKILLS UNTUK GURU SD DI KAMPUNG INGGRIS KABUPATEN AGAM Tara Mustikaning Palupi; Ilza Mayuni; Ahmad Yazid Noval
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16877

Abstract

Abstrak: Rendahnya literasi masyarakat Indonesia menyita perhatian publik karena berimplikasi kepada tantangan kualitas pendidikan dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi persaingan global. Salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Agam Sumatera Barat untuk menghadapi tantangan global adalah dengan membangun Kampung Inggris di lima Nagari (Kelurahan) pada tahun 2022. Pilot project ini dibangun di Nagari yang memiliki potensi wisata dalam rangka menyiapkan masyarakat yang mandiri dan berdaya saing, sekaligus mendukung program pariwisata daerah. Pelatihan ini merupakan salah satu wujud dari program kemitraan tahun kedua antara Pemerintah Kabupaten Agam dan Universitas Negeri Jakarta. Secara khusus pelatihan ini bertujuan untuk membekali guru dalam menyusun materi ajar membaca teks-teks berbahasa Inggris. Program diikuti oleh 20 guru Sekolah Dasar di sekitar Kampung Inggris selama tiga hari penuh secara tatap muka, pada 16 – 18 Juni 2023, dan melibatkan tiga dosen dan tiga mahasiswa. Dengan kemampuan membaca dan mengembangkan materi diharapkan akan membantu guru mendukung program Kampung Inggris sekaligus menyiapkan siswa SD menjadi warga belajar yang mampu berinteraksi dalam Bahasa Inggris dalam kegiatan sehari-hari. Hasil angket dan refleksi akhir program menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan guru dalam meningkatkan kemampuannya mengembangkan materi reading skills untuk pembelajaran siswa SD.Abstract: The low literacy of the Indonesian people has attracted public attention because it has implications for challenges to the quality of education and people's ability to face global competition. One of the efforts of the West Sumatra Agam Regency Government to face global challenges is to build English Villages in five Nagari (Kelurahan) in 2022. This pilot project was built in Nagari which has tourism potential in order to prepare an independent and competitive community, while at the same time supporting the regional tourism. This training is part of the second year partnership program between the Government of Agam Regency and Jakarta State University. Specifically, this training aims to equip teachers in compiling teaching materials for reading English texts. The program was attended by 20 elementary school teachers around English Villages for three full days face-to-face, from 16-18 June 2023, and involved three lecturers and three students. With the ability to read and develop material, it is hoped that it will help teachers support the English Village program as well as prepare elementary school students to become learning citizens who are able to interact in English in their daily activities. The results of the questionnaire and the program's final reflection showed that this activity was very useful and in accordance with the needs of teachers in improving their ability to develop reading skills material for elementary school students' learning.
PELATIHAN PENYUSUNAN MODUL AJAR BERDIFERENSIASI UNTUK MENINGKATKAN KESIAPAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Hamidah Suryani Lukman; Ana Setiani; Nur Agustiani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17478

Abstract

Abstrak: Masih banyaknya sekolah yang belum memahami urgensi kurikulum Merdeka mengakibatkan rendahnya kesiapan sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum Merdeka. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian pada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan bagi guru SD di Sukabumi dalam menyusun modul ajar berdiferensiasi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik sebagai upaya meningkatkan kesiapan sekolah dalam implementasi kurikulum Merdeka jalur mandiri. Metode pendekatan untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi seminar, workshop, dan pendampingan. Mitra yang terlibat adalah KKG Kecamatan Kadudampit, dengan total peserta 112 orang. Hasil evaluasi kegiatan ini tergolong efektif dengan pencapaian sebesar 91%. Berdasarkan hasil tugas penyusunan modul ajar yang dikumpulkan, sekitar 75% peserta sudah memahami komponen modul ajar pada kurikulum Merdeka, namun masih kesulitan melakukan asesmen awal dan mendiferensiasikan pembelajaran di perencanaannya. Selain itu, respon guru dalam kegiatan pendampingan menunjukkan bahwa kegiatan ini bermanfaat bagi guru sebagai persiapan dalam mengimplementasikan kurikulum Merdeka di tahun ajaran baru. Kegiatan pendampingan ini juga memberikan pengalaman langsung kepada guru dalam memanfaatkan platform Merdeka mengajar dan mengadaptasi modul ajar untuk disesuaikan dengan kebutuhan di setiap satuan Pendidikan.Abstract: There are still many schools that do not understand the urgency of the Merdeka curriculum, resulting in low school readiness in implementing it. Therefore, this community service activity aims to provide assistance to elementary school teachers in Sukabumi in developing differentiated teaching modules that suit the needs of students as an effort to increase school readiness in implementing the Independent Pathway curriculum. The approach method for implementing community service activities includes seminars, workshops and mentoring. The partners involved were the KKG of Kadudampit District, with a total of 112 participants. The evaluation results of this activity were classified as effective with an achievement of 91%. Based on the collected results of the teaching module preparation tasks, around 75% of participants already understand the components of the teaching modules in the Merdeka curriculum, but still have difficulty carrying out initial assessments and differentiating learning in their planning. Apart from that, the teacher's response to mentoring activities shows that this activity is useful for teachers as preparation for implementing the Merdeka curriculum in the new school year. This mentoring activity also provides teachers with direct experience in utilizing the Platform Merdeka Mengajar and adapting teaching modules to suit the needs of each educational unit. 
WORKSHOP PEMBUATAN GAME EDUKASI MENGGUNAKAN WORDWALL, QUIZIZZ, DAN KAHOOT! UNTUK MEWUJUDKAN GURU MUHAMMADIYAH MELEK DIGITAL Binti Anisaul Khasanah; Nurmitasari Nurmitasari; Robia Astuti; Nurul Arifah Istiqomah; Wahyu Purnama Adi Darma; Wiwin Purnama Sari; Dwi Imam Saputra; Robby Kurniawan Syahputra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16633

Abstract

Abstrak: Salah satu kompetensi guru Muhammadiyah berkemajuan adalah kompetensi professional yakni menguasai teknologi dan meningkatkan kualitas daya saing pendidikan Muhammadiyah. Tujuan pengabdian ini adalah mewujudkan guru muhammadiyah melek digital melalui kegiatan workshop pembuatan game edukasi menggunakan wordwall, Quizizz, dan Kahoot!. Metode pengabdian meliputi 1) tahap persiapan yaitu untuk berkoordinasi dengan mitra dan merancang buku panduan; 2)tahap pelaksanaan meliputi kegiatan penyuluhan, workshop dan praktek membuat game edukasi dan kuis dengan Wordwall, Quizizz, dan Kahoot!; dan 3) tahap evaluasi yaitu untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru muhammadiyah dalam membuat game edukasi dalam pembelajaran. Instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi adalah mlembar pengamatan aktivitas peserta PKM. Mitra pengabdian adalah guru SD Muhammadiyah di PCM Sukoharjo dengan jumlah 20 Peserta. Hasil pengabdian adalah 1) Buku panduan tutorial pembuatan Game Edukasi Menggunakan Wordwall, Quizizz, dan Kahoot!; 2) Peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta pengabdian yang terlihat lembar aktivitas peserta Pengabdian terdapat 80% peserta mampu membuat game edukasi menggunakan Wordwall, Quizizz, dan Kahoot!.Abstract: One of the competences of Muhammadiyah teachers who are progressing is professional competence, namely mastering technology and improving the quality of the competitiveness of Muhammadiyah education. The purpose of this service is to make Muhammadiyah teachers digitally literate through workshops on making educational games using wordwalls, Quizizz, and Kahoot!. The dedication method includes 1) the preparatory stage, namely to coordinate with partners and design a guidebook; 2) the implementation phase includes counseling activities, workshops and practice on making educational games and quizzes with Wordwall, Quizizz, and Kahoot!; and 3) the evaluation stage is to find out the increase in the knowledge and skills of Muhammadiyah teachers in making educational games in learning. The instrument used to evaluate is an observation sheet of PKM participants' activities. The service partners are SD Muhammadiyah teachers at PCM Sukoharjo with a total of 20 participants. The results of the dedication are 1) A tutorial guidebook for making Educational Games Using Wordwall, Quizizz, and Kahoot!; 2) Increased knowledge and skills of service participants as seen in the activity sheet of service participants, 80% of participants are able to make educational games using Wordwall, Quizizz, and Kahoot!.
PEMANFAATAN LIMBAH DAUN DAN KOTORAN HEWAN SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN PUPUK ORGANIK Wensislaus Arman Ndau; Robertus Hudin; Paulus Every Sudirman; Maria Salestina Ngoni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15785

Abstract

Abstrak: Pupuk organik merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia. Dengan pemanfaatan limbah daun maupun kotoran hewan tentu bisa menghasilkan pupuk organik yang efektif dalam menjaga keberlanjutan pertanian dan juga ramah lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat dalam pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan bahan-bahan organik seperti sisa sayuran maupun kotoran hewan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pelatihan dan penyuluhan kepada mitra sebanyak 30 orang dengan rincian 10 orang adalah aparat desa dan 20 orang lainya merupakan petani di desa Golo Paleng kecamatan Lamba Leda kabupaten Manggarai Timur. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan pupuk organik dalam pertanian berkelanjutan dan memperkenalkan mereka pada teknik pembuatan pupuk organik yang sederhana namun efektif. Kegiatan pengabdian ini membawa hasil yang posistif bagi masyarakat desa Golo Paleng. Beberapa masyarakat menyatakan bahwa kegiatan ini bermanfaat bagi mereka sebagai bekal pengetahuan dalam bidang pertanian. Dari 30 orang peserta kegiatan, presentase keberhasilannya yaitu 77%. Sebanyak 23 orang petani yang mengikuti kegiatan ini sudah menerapkan pembuatan pupuk organik dan mengaplikasikan pada budidaya tanaman sayuran.Abstract: Organic fertilizers are one alternative to reduce the use of chemical fertilizers. With the use of leaf waste and animal manure, it can certainly produce organic fertilizers that are effective in maintaining agricultural sustainability and are also environmentally friendly. This activity aims to provide training to the community in making organic fertilizer by utilizing organic materials such as vegetable residues and animal manure. The implementation method is carried out through training and counseling to partners as many as 30 people with details of 10 people are village officials and 20 other people are farmers in Golo Paleng village, Lamba Leda district, East Manggarai regency. The purpose of this activity is to raise people's awareness about the importance of using organic fertilizers in sustainable agriculture and introduce them to simple but effective organic fertilizer manufacturing techniques. This service activity brought positive results for the people of Golo Paleng village. Some communities claim that this activity is useful for them as a provision of knowledge in agriculture. Of the 30 participants in the activity, the percentage of success was 77%. A total of 23 farmers who participated in this activity have applied the manufacture of organic fertilizer and applied it to the cultivation of vegetable crops.