cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,203 Documents
ACTIVE CASE DETECTION MENURUNKAN KEJADIAN STUNTING DI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Ahmad Ghiffari; Gusmiatun Gusmiatun; Gumar Herudiansyah; Helwan Kasra; Sulton Nawawi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16232

Abstract

Abstrak: Stunting di Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan salah satu yang termasuk ke dalam lokasi fokus intervensi penurunan stunting menurut Bappenas. Remaja dapat berperan aktif dalam pencegahan stunting dengan menjadi peer educator, memberi edukasi dan informasi kepada masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini ialah untuk menurunkan kejadian stunting dengan pendekatan secara aktif mencari anak dengan stuntinglalu memberikan penanganan yang tepat sesuai penyebab yang mendasari kejadian stunting. Metode yang digunakan adalah mahasiswa dan tim PKM–KKN berkolaborasi dengan petugas Puskesmas dan mencari anak yang tidak melakukan cek bulanan di Posyandu di empat desa kecamatan Jejawi. Kegiatan pencarian aktif telah terlaksana dengan menemukan dua orang anak menderita stunting. Solusi yang diberikan berdasarkan penyebab dasar kejadian stunting. dan telah memberikan dampak. Pemberian makanan tambahan dan perbaikan sanitasi telah meningkatkan berat badan anak stunting sebesar 0,7 kilogram.. Faktor penghalang dalam kegiatan ini adalah belum berjalannya kegiatan home visite. Diharapkan kedepannya, Puskesmas dan Posyandu dapat bekerja sama untuk meningkatkan kewaspadaan di masyarakat terhadap gizi buruk pada anak dengan melakukan pemeriksaan dan penyuluhan mengenai stunting secara rutin, sehingga angka stunting bisa menurun di masa yang akan datang. Abstract: Stunting in Ogan Komering Ilir Regency is one of the focus locations for stunting reduction interventions, according to Bappenas. Adolescents can play an active role in preventing stunting by becoming peer educators and providing education and information to the public. The activity aims to reduce the incidence of stunting by actively finding children with stunting, taking find children with stunting, and taking thus to provide appropriate treatment based on the underlying causes. The method used was students and the PKM-KKN team collaborating with Puskesmas officers and looking for children who did not carry out monthly checks at the Posyandu in four villages in the Jejawi sub-district. Active search efforts have resulted in the discovery of two stunted children. The solutions provided are based on the underlying causes of stunting and have had an effect. Additional food and improved sanitation have increased stunted children's weight by 0.7 kilograms. The inhibiting factor in this activity was that the home visit was not yet running. In the future, Puskesmas and Posyandu can work together to increase public awareness of malnutrition in children by conducting regular checks and counseling on stunting so that the stunting rate can decrease. 
PENDAMPINGAN PROSES PRODUKSI HALAL DAN SERTIFIKASI HALAL UMKM BINAAN PT BARA TABANG Ana Noor Andriana; Gloria Jelita; Laura Viviana Ardiyansyah Iryanto; Wira Bharata; Muhammad Fadil Haryanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16972

Abstract

Abstrak: Kepemilikan sertifikasi halal diperuntukkan untuk segala usaha jenis olahan makanan halal, termasuk yang diproduksi oleh UMKM. Meskipun masih kategori UMKM, tetap harus berupaya mempelajari dan mengikuti standar halal yang berlaku di Indonesia sebagai upaya peningkatan persaingan bisnis dan standarisasi produk. Berdasarkan survei yang sudah dijalankan, didapati permasalahan yang dihadapi yaitu pelaku usaha Desa Hambau yang bergerak dibidang kuliner ialah belum memiliki legalitas sertifikat halal. Keterbatasan ilmu mengenai cara mendapatkan sertifikat halal merupakan salah satu kendala yang dihadapi oleh pelaku UMKM. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini ialah mendorong persiapan sertifikasi halal UMKM di Desa Hambau sehingga produk yang dihasilkan mampu bersaing dengan produk dari berbagai daerah. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini ialah survei, penyuluhan dan pendampingan. Hasil dari kegiatan ini pelaku UMKM dapat memahami bahan-bahan hingga proses produksi yang halal, label dan kemasan yang aman untuk produk pangan dengan hasil akhir 4 UMKM Desa Hambau binaan PT Bara Tabang telah mendapatkan sertifikasi Halal.Abstract: Ownership of halal certification is intended for all types of processed halal food businesses, including those produced by MSMEs. Even though it is still in the MSME category, it must still try to learn and follow the applicable halal standards in Indonesia as an effort to increase business competition and product standardization. Based on the survey that has been carried out, it was found that the problem faced was that Hambau Village business actors engaged in the culinary field did not yet have the legality of a halal certificate. Limited knowledge about how to obtain a halal certificate is one of the obstacles faced by MSME actors. The purpose of this community service activity is to encourage the preparation of MSME halal certification in Hambau Village so that the products produced are able to compete with products from various regions. The methods used in this activity are surveys, counseling and mentoring. The results of this activity MSME actors can understand the ingredients to halal production processes, labels and packaging that are safe for food products with the final result 4 MSME in Hambau Village assisted by PT Bara Tabang have received Halal certification. 
PELATIHAN TENAGA KESEHATAN TENTANG DIGITALISASI APLIKASI SENSOR TB UNTUK PEMANTAUAN PASIEN TUBERKULOSIS Maryani Setyowati; Arif Kurniadi; Yusthin M. Manglapay; Dwiferi Pebriyanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16181

Abstract

Abstrak: Kasus Tuberkulosis atau TB saat ini masih ditemukan terutama di Indonesia padahal target WHO untuk menurunkan insidens sebesar 80% pada tahun 2030. Sensor-TB merupakan nama untuk alat menggunakan aplikasi sensor dari tanda-tanda vital yang dimiliki oleh seseorang khususnya pada penderita TB positif. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan tentang penggunaan aplikasi sensor TB. Metode yang digunakan untuk kegiatan ini adalah sosialisasi dan pelatihan penggunaan Aplikasi Sensor TB untuk pemantauan Pasien Tuberkulosis. Adapun mitra yang terlibat adalah Pengelola Program TB Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Kepala Puskesmas, Programmer TB dan kader kesehatan Puskesmas Kartasura dan Puskesmas Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah sebanyak 13 Orang. Hasil yang dicapai menunjukkan bahwa Aplikasi Sensor-TB yang dibuat berupa bentuk gelang tangan telah dilakukan uji coba dengan menggunakan data pasien TB yang sesuai Puskesmas yang hadir, dan terjadi peningkatan pengetahuan tenaga kesehatan sebesar 100% dari sebelum dan sesudah pelatihan.Abstract: Cases of Tuberculosis or TB cases are currently still found mainly in Indonesia even though the WHO target is to reduce the incidence by 80% by 2030. The TB-Sensor is a tool that uses sensor applications of vital signs owned by a person, especially in people with positive TB. The purposethis activity is to improve the health workers knowledge about the use TB-sensor applications. . The method used for this activity is socialization and training on using Sensor TB Application for monitoring Tuberculosis Patients. The partners involved were the TB Program Manager of the Sukoharjo District Health Office, the Head of Puskesmas, the TB Programmer, and 13 health cadres of Puskesmas Kartasura and Puskesmas Bulu, Sukoharjo District, Central Java. The results show that the TB-Sensor Application made in the form of a hand bracelet has been tested using TB patient data according to the attending Puskesmas, and there is an increase in health workers' knowledge by 100% from before after training.
PELATIHAN MANAJEMEN KEWIRAUSAHAAN GUNA MENINGKATKAN KEMANDIRIAN EKONOMI SEBAGAI USAHA RANTING AISYIYAH MARELAN-I Linzzy Pratami Putri; Irma Christiana; Sri Endang Rahayu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17358

Abstract

Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) dari tahun ke tahun. Anggota Aisyiyah Ranting Marelan - I, 80% nya adalah Ibu rumah tangga yang tidak memiliki kesibukan lain yang dapat meningkatkan keahlian dan membantu perekonomian keluarga, Ranting Aisyiyah Marelan–I belum memiliki permasalahan terkait dengan kemandirian ekonomi diantaranya Mitra belum mengetahui secara keseluruhan terhadap kewiruasahaan, pemasaran dan pengelolaan keuangan. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan keterampilan secara hardskill dan softskill, yaitu pelatihan dibidang kewirausahaan, setelah pelatihan diharapkan anggota Aisyiyah mampu menghasilkan beberapa produk seperti salad buah, dan meningkatkan kualitas produk yang sudah ada sebelumnya agar memiliki nilai jual yang tinggi dan mengembangkan beberapa usaha baru yang lain dan memiliki sebuah usaha yakni Bina Usaha Ekonomi Keluarga Aisyiyah (BUEKA) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Metode pelaksanaan kegiatan PKPM ini dilakukan dengan pelatihan langsung yang terdiri dari beberapa kegiatan, yaitu: Metode pelaksanaan dalam bidang manajemen kewirausahaan, Metode pelaksanaan pemasaran produk. Mitra dalam kegiatan ini adalah anggota Ranting Aisyiyah yang berjumlah 40 orang dengan evaluasi menggunakan wawancara dan kuesioner yang menyatakan bahwa 95% peserta kegiatan memahami pelatihan yang diberikan dan Ranting Aisyiyah sudah memiliki logo sendiri untuk setiap produk yang dihasilkan.Abstract: Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) continue to contribute to gross domestic product (GDP) from year to year. Members of Aisyiyah Ranting Marelan - I, 80% of whom are housewives who do not have other activities that can improve their skills and help the family's economy. and financial management. The aim of this service is to provide skills in hard skills and soft skills, namely training in the field of entrepreneurship. After the training, it is hoped that Aisyiyah members will be able to produce several products such as fruit salad, and improve the quality of existing products so that they have high selling value and develop several other new businesses. and has a business, namely Aisyiyah Family Economic Business Development (BUEKA) and Micro, Small and Medium Enterprises (UMKM). The method for implementing PKPM activities is carried out through direct training which consists of several activities, namely: Implementation methods in the field of entrepreneurial management, Methods for implementing product marketing. The partners in this activity were members of Ranting Aisyiyah, totaling 40 people, with evaluation using interviews and questionnaires which stated that 95% of activity participants understood the training provided and Ranting Aisyiyah already had its own logo for each product produced.
PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA SEBAGAI ECO ENZYME Ratri Retno Utami; Diana Ross Arief; Andri Saputra; Pani Satwikanitya; Uma Fadzilia Arifin; Mario Sarisky Dwi Ellianto; Wahyu Ratnaningsih; Latifah Listyalina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15343

Abstract

Abstrak: Desa Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mempunyai bank sampah Sidomulyo Maju yang dibangun dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah serta meningkatkan nilai perekonomian masyarakat. Permasalahan yang dihadapi masyarakat desa setempat adalah limbah organik dari rumah tangga yang belum dikelola dengan optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan di Desa Sidomulyo tersebut dengan mengolah limbah organik menjadi eco enzyme. Metode kegiatan ini adalah dengan melakukan ceramah, diskusi, pelatihan, pendampingan, dan monitoring pengolahan eco enzyme oleh 2 instruktur dan 6 asisten instruktur kepada 30 orang peserta (anggota bank sampah dan masyarakat Desa Sidomulyo). Kegiatan ini menghasilkan masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan mampu melakukan pengolahan eco enzyme. Masyarakat diharapkan menerapkan pengelolaan limbah organik menjadi eco enzyme yang dapat meningkatkan nilai tambah limbah dan pendapatan. Antusiasme dan keaktifan peserta juga ditunjukkan oleh kinerja peserta selama pelatihan dan hasil produk yang dihasilkan serta proses tanya-jawab (diskusi) yang aktif selama pelatihan. Hasil evaluasi diketahui bahwa terjadi peningkatan nilai keterserapan materi yang disampaikan dari 47,78 (tes awal) menjadi 94,17 (tes akhir).Abstract: Sidomulyo Village, Bambanglipuro, Bantul, Special Region of Yogyakarta, has a Sidomulyo Maju waste bank which was built with the aim of increasing public awareness about waste management and increasing the community's economic value. The problem faced by the local village community is organic waste from households that has not been managed optimally. This community service activity aims to overcome the problems in Sidomulyo Village by processing organic waste into eco enzyme. The method of this activity is to conduct lectures, discussions, training, mentoring, and monitoring of eco enzyme by two trainers and six assistant trainers to 30 participants (waste bank members and Sidomulyo Village community). This activity produces people with the knowledge and skills capable of processing eco enzymes. The community is expected to apply organic waste management to become eco enzymes which can increase the added value of waste and income. The enthusiasm and activeness of the participants was also shown by the performance of the participants during the training and the results of the products produced as well as the active question and answer (discussion) process during the training. The evaluation results showed that there was an increase in the absorption value of the material presented from 47.78 (pretest) to 94.17 (posttest).
ASISTENSI SURAT PEMBERITAHUAN TAHUNAN WAJIB PAJAK PRIBADI OLEH MAHASISWA Rispa Eliza; Hanna Meria Pasaribu; Hikmatus Shoumi; Nesti Apriliyanti; Weni Junita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15557

Abstract

Abstrak: Direktorat Jenderal Pajak dan STIE Tuah Negeri bekerjasama melalui relawan pajak untuk memaksimalkan praktek lapangan terkait perpajakan oleh mahasiswa dengan masalah umum yang biasa terjadi dari wajib pajak adalah kurang mengerti mengenai cara mengisi SPT mereka. Alasan pemberian bantuan ini adalah untuk membantu KPP Pratama melayani warga dalam merinci formulir penilaian tahunannya. Pelayanan bantuan SPT tahunan yang diberikan Relawan Pajak kepada Wajib Pajak Orang Pribadi melalui e-filing merupakan metode pengabdian yang digunakan. Selama melakukan asistensi tim relawan pajak melakukan asistensi pelaporan SPT Tahunan kepada Wajib Pajak Pribadi yang terdaftar di KPP Pratama, sehingga dapat diketahui 1407 SPT yang dilaporkan oleh kelompok 2. Ini merupakan jumlah wajib pajak terbanyak yang dilakukan oleh kelompok 2 pada tahun 2023. Berdasarkan hasil evaluasi yang diperoleh dari KPP Pratama, program pengabdian kepada tim relawan pajak STIE Tuah Negeri dinilai sangat baik dan sangat membantu. Tingkat pelaporan SPT Tahunan wajib pajak Dumai yang meningkat setiap minggunya menjadi salah satu bukti keberhasilan program ini. Di antara kegiatan tax volunteer adalah proyek pengabdian masyarakat yang membantu e-filing SPT Tahunan untuk Wajib Pajak Pribadi.Abstract: The Directorate General of Taxes and STIE Tuah Negeri work together through tax volunteers to maximize field practice related to taxation by students with a common problem that usually occurs from taxpayers is a lack of understanding about how to fill out their SPT. The reason for providing this assistance is to help KPP Pratama serve residents in detailing their annual assessment form. The annual SPT assistance service provided by Tax Volunteers to Individual Taxpayers through e-filing is the service method used. During the assistance, the volunteer tax team assisted in reporting the Annual SPT to Personal Taxpayers registered at the KPP Pratama, so that 1,407 SPTs were reported by group 2. This is the largest number of taxpayers made by group 2 in 2023. Based on the results evaluation obtained from KPP Pratama, the service program for the tax volunteer team at STIE Tuah Negeri was considered very good and very helpful. The reporting rate of the Dumai taxpayer's Annual SPT reporting rate which increases every week is one proof of the success of this program. Among the tax volunteer activities is a community service project that assists in e-filing of the Annual Tax Return for Personal Taxpayers.
PELATIHAN BUDIDAYA TANAMAN HIDROPONIK MENINGKATAN KEMAMPUAN TENAGA KERJA SESUAI SKKNI Mulono Apriyanto; Marlina Marlina; Rifni Novitasari; Akbar Alfa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17170

Abstract

Abstrak: Ketersediaan lahan yang kecil, pengeluaran yang rendah dan kemampuan pembiayaan, merupakan faktor khas bagi petani muda, sehingga bertanam sayur secara hidroponik merupakan sebuah solusi. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja dalam mengembangkan pertanian melalui hidroponik sayuran sederhana memiliki kompetensi pembudidaya hidroponik sayuran. Metode pelaksanaan yaitu pelatihan, praktek dan uji kompetensi sesuai SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) dengan mitra Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Kota Batam sebanyak 30 orang. Pelatihan dilakukan didalam kelas, praktek langsung ke kebun hidroponik. Untuk uji kompetensi menggunakan materi uji kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi. Hasil yang dicapai yaitu peserta memiliki kompetensi mengoperasikan dan merawat peralatan tangan, mengenal tanaman, produk dan perlakuannya, mengenal organisme penganggu tanaman dan musuh alami, memilih bahan-bahan kimia dan biologi, menerapkan ketentuan keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan di tempat kerja, menanam bahan tanam, menyediakan prasarana pesemaian tanaman, memanen hasil tanaman, melakukan penanganan pasca panen, memelihara sistem hidroponik, memonitor sistem hidroponik, dan memasang sistem hidroponik. Guna mengetahui perubahan pengetahuan memakai metode test tulis dan lisan dari hasil kegiatan dapat disimpulkan terjadi peningkatan kemampuan tenaga kerja muda dalam Bertani hiidroponik sayuran sebesar 40%.Abstract: Small land availability, low expenditure and financing ability are typical factors for young farmers, so growing vegetables hydroponically is a solution. The purpose of service activities is to improve the ability of the workforce in developing agriculture through simple vegetable hydroponics to have the competence of vegetable hydroponic cultivators. The implementation method is training, practice and competency tests according to SKKNI (Indonesian National Work Competency Standards) with 30 partners of the Batam City Government Manpower Office. Training is carried out in the classroom, direct practice to the hydroponic garden. For competency tests using competency test materials from Professional Certification Bodies. The results achieved are that participants have the competence to operate and care for hand tools, know plants, products and their treatment, know plant disturbing organisms and natural enemies, choose chemicals and biology, apply safety, occupational health and environmental provisions in the workplace, plant planting material, provide plant seedling infrastructure, harvest crop products, carry out post-harvest handling, maintain hydroponic systems, monitor the hydroponic system, and install the hydroponic system. In order to determine the change in knowledge using written and oral test methods from the results of activities, it can be concluded that there is an increase in the ability of young workers in vegetable hydrodroponic farming by 40%.
Sosialisasi Dampak Stunting dan Upaya Pencegahannya dengan Mengonsumsi Gulai Sari Buah Kelapa Sawit dan Lele Budiyanto Budiyanto; Ulfah Anis; Fitri Yuwita; Arina Fatharani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16472

Abstract

Abstrak: Desa Tapak Gedung merupakan salah satu desa yang memiliki kasus stunting di kabupaten Kepahiang, Bengkulu. Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu 1) memberikan pengetahuan terkait stunting, faktor penyebab stunting, dampak stunting, dan upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting 2) memberikan pengetahuan terkait produk pangan yang mengandung zat gizi untuk mencegah stunting. Metode yang dilakukan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi kepada 25 orang mitra yang terdir dari remaja putri, ibu hamil, ibu menyusui, ibu menyusui yang memiliki anak beresiko stunting, kader posyandu, dan ibu-ibu PKK desa Tapak Gedeung. Kegiatan pengabdian dilanjutkan dengan evaluasi untuk mengukur pengetahuan mitra mengenai materi sosialiasi tersebut dengan mengisi kuisioner sebelum dan setelah materi sosialisasi disampaikan Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan mitra terkait stunting dan upaya yang dilakukan untuk mencegah stunting dengan mengonsumsi gulai sari buah kelapa sawit dan lele. Peningkatan pengetahuan tersebut ditunjukkan dengan hasil evaluasi yang meningkat sebesar 29% dibandingkan sebelum disampaikannya materi sosialisasi.Abstract: Tapak Gedung Village is one of the villages that has stunting cases in Kepahiang district, Bengkulu. The objectives of this community service activity are 1) providing knowledge related to stunting, the causes of stunting, the impact of stunting, and efforts that can be taken to prevent stunting, and 2) providing knowledge related to food products that contain nutrients to prevent stunting. The method used in this community service activity was outreach to 25 target audiences: young women, pregnant women, breastfeeding mothers, nursing mothers with children at risk of stunting, posyandu cadres, and PKK mothers in Tapak Gedeung village. The service activity is followed by an evaluation to measure the target audience's knowledge of the socialization material. This community service activity results in an increase in the target audience's knowledge regarding stunting and efforts made to prevent stunting by consuming palm oil and catfish juice. The increase in knowledge is shown by the evaluation results, which increased by 29% compared to before the socialization material was delivered.
PENINGKATAN KETERAMPILAN KELUARGA DALAM DETEKSI DINI DIMENSIA DI KOTA MATARAM Agus Supinganto; Aswati Aswati; Endy bebasari Ardhana Putri; Aini Aini; Baiq Wida Widaswara; Ni Ketut Metri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.15431

Abstract

Abstrak: Menurunnya kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari pada lanjut usia karena hilangnya kapasitas intelektual pada kognitif dan kepribadian, menurunnya daya ingat, berpikir, serta berperilaku. Pemeriksaan neurologi di Posyandu Lansia belum pernah dilakukan karena terbatasnya tenaga kesehatan. Berdasarkan analisis situasi, permasalahan yang dihadapi mitra yaitu keluarga dan lanjut usia belum tahu gangguan kognitif dan kepribadian pada lanjut usia, sehingga beresiko terjadi gangguan aktifitas sehari-hari pada lanjut usia. Pengabdian ini bertujuan untuk (1) Memberikan pengetahuan kepada keluarga dan lanjut usia mengenai Dimensia; dan (2) Meningkatkan keterampilan keluarga dan lanjut usia dalam deteksi dini Dimensia melalui senam otak dan menggambar. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini berupa penyuluhan dan pendampingan oleh tim pengabdian dengan materi berupa (1) Pengenalan Dimensia; (2) Pengenalan senam otak; dan (3) Pengenalan peran keluarga pada penderita Dimensia. Mitra pengabdian ini yaitu keluarga dan lanjut usia di Lingkungan Majeluk Kelurahan Pejanggik Kota Mataram. Jumlah peserta sebanyak 35 Kepala Keluarga dan lanjut usia dengan evaluasi berupa pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan 5.68 dan peningkatan keterampilan keluarga dan lanjut usia sejumlah 36.24 tentang deteksi dini Dimensia, sehinga keluarga mampu melakukan deteksi dini Dimensia serta meningkatkan peran serta keluarga dalam perawatan dan kemandirian lanjut usia.Abstract: Loss of intellectual capacity in the elderly in cognitive and personality, decreased memory, thinking, behaving, and the ability to carry out daily activities. Neurological examination at the Elderly Posyandu has never been carried out due to the limited number of health workers. Based on the situation analysis, the problems faced by partners, namely families and the elderly, do not know cognitive and personality disorders in the elderly, so the risk of disruption of daily activities in the elderly. This service aims to (1) provide knowledge to families and seniors about dementia; and (2) Improving family and elderly skills in early detection of dementia through brain exercises and drawing. The method used in this service is in the form of counseling and assistance by the service team with material in the form of (1) Introduction to Dementia; (2) Introduction to brain gymnastics; and (3) Introduction of the role of the family in people with dementia. The service partners are families and seniors in the Majeluk Environment, Pejanggik Village, Mataram City. The number of participants was 35 heads of families and seniors with pre-test and post-test evaluations. The results of the activity show that there is an increase in knowledge of 5.68 and an increase in family and elderly skills in the number of 36.24 regarding early detection of dementia, so that families are able to carry out early detection of dementia and increase family participation in the care and independence of the elderly.
PENDAMPINGAN PENGGUNAAN ALAT PERAGA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR Rahmi Hayati; Yessi Kartika; Rahmi Wahyuni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17107

Abstract

Abstrak: Alat peraga adalah suatu objek atau benda yang digunakan untuk membantu dalam proses penyampaian informasi, pembelajaran, atau demonstrasi suatu konsep atau konsep-konsep tertentu. Alat Peraga yang dalam kegiatan ini yaitu kantong Bilangan dan Satuan Panjang. Jumlah siswa yang terlibat 15 orang siswa. Metode kegiatan yang digunakan Pra Persiapan, Persiapan, Pelaksanaan, Penutup. Dalam pelatihan yang digunakan dengan beberapa tahapan yaitu: (1) metode ceramah dengan memberikan penjelasan mengenai manfaat Alat peraga; (2) metode tanya jawab, peserta melakukan sesi bertanya mengenai literasi matematika; (3) metode simulasi, peserta mencari dan mempraktikan cara menggunakan alat peraga; dan (4) metode mandiri, peserta membuat dan mendiskusikan hasil penulisan. Pengabdian masyarakat mengenai alat peraga matematika memiliki berbagai tujuan Beberapa tujuan utama dari pengabdian masyarakat ini adalah: Meningkatkan Pemahaman Matematika: Meningkatkan Minat dan Motivasi; Meningkatkan Keterampilan Problem Solving; Mendukung Pembelajaran Aktif dan Partisipatif; Membantu Pengajar dalam Mendemonstrasikan Konsep; dan meningkatkan Literasi Matematika. Respon peserta didik pada siklus I, yakni: yang menjawab sangat senang 82,6% dan senang 14,6% dan yang menjawab kurang senang 2,66% dan tidak senang 0%. Respon peserta didik pada siklus II, yakni: yang menjawab sangat senang 82% dan senang 14,6% dan kurang senag 2,66% dan tidak senang 0%. Hal ini menunjukkan bahwa respon peserta didik sudah sangat baik pada proses pembelajaran yang dilaksanaan guru. Selain itu, peserta didik juga termotivasi pada saat belajar dengan menggunakan Alat peraga.Abstract: A visual aid is an object or object that is used to assist in the process of conveying information, learning, or demonstrating a particular concept or concepts. The visual aids in this activity are Number and Length Unit bags. The number of students involved was 15 students. The activity methods used are Pre-Preparation, Preparation, Implementation, Closing. The training used several stages, namely: (1) lecture method by providing an explanation of the benefits of teaching aids; (2) question and answer method, participants conduct a question session regarding mathematical literacy; (3) simulation method, participants find and practice how to use teaching aids; and (4) independent method, participants create and discuss writing results. Community service regarding mathematics teaching aids has various objectives. Some of the main objectives of this community service are: Increasing Mathematical Understanding: Increasing Interest and Motivation; Improving Problem Solving Skills; Supporting Active and Participatory Learning; Assists Teachers in Demonstrating Concepts; and improving Mathematical Literacy. Student responses in cycle I were: 82.6% answered very happy and 14.6% happy and 2.66% answered less happy and 0% unhappy. Student responses in cycle II were: 82% answered very happy and 14.6% happy and 2.66% less happy and 0% unhappy. This shows that the students' response was very good to the learning process carried out by the teacher. Apart from that, students are also motivated when learning by using teaching aids.