cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,306 Documents
PELAJAR SEHAT ANTI MEROKOK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA MEROKOK Sri Indra Kurnia; Feri Irawan; Titi Nurhasanah; Linda Soebroto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17592

Abstract

Abstrak: Masyarakat Indonesia memulai merokok untuk pertama kalinya yaitu pada usia 5 tahun. Kelompok usia dengan persentase tertinggi untuk memulai merokok pertama kali adalah usia 10-14 tahun yaitu sebesar 97,2% dari total penduduk Indonesia yang merokok. Dengan demikian, usia 10-14 tahun menjadi kelompok usia yang sangat rentan dan membutuhkan pendidikan kesehatan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mengenai bahaya merokok bagi pelajar di SMP Muhammadiyah 1 Gatak. Program pengabdian ini memberikan edukasi kepada peserta didik melalui kegiatan seminar dan demonstrasi oleh dokter spesialis paru-paru dari RSUD Dr. Moewardi selaku mitra dalam pengabian ini dan dosen dari Program Studi Kesehatan Masyarakat. Hasil dari program pengabdian ini yaitu meningkatnya pengetahuan mengenai bahaya merokok di kalangan pelajar khususnya di SMP Muhammadiyah 1 Gatak. Hasil Uji Paired Sample T-test menunjukan angka yang signifikan antara nilai pre-test dengan post-test dengan nilai signifikansi (p= 0,001 < 0,05), menunjukkan efektivitas kegiatan pengabdian yang dilakukan.Abstract: Indonesians started smoking for the first time at the age of 5 years. The age group with the highest percentage of first-time smokers is 10-14 years old at 97.2% of the total Indonesian population who smoke. Thus, the age of 10-14 years is a very vulnerable age group and requires health education. The purpose of this community service is to increase knowledge about the dangers of smoking for students at SMP Muhammadiyah 1 Gatak. This community service programme provides education to students through seminars and demonstrations by a lung specialist doctor from Dr. Moewardi Hospital as a partner in this community service and lecturers from the Public Health Study Programme. The result of this service programme is increased knowledge about the dangers of smoking among students, especially at SMP Muhammadiyah 1 Gatak. The results of the Paired Sample T-test test showed a significant number between the pre-test and post-test values with a significance value (p = 0.001 <0.05), indicating the effectiveness of the service activities carried out.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN IBU HAMIL DALAM MELAKUKAN TEKNIK MENGURANGI KECEMASAN PERSALINAN KALA 1 MELALUI PENYULUHAN Magdalena M. Tompunuh; Puspita Sukmawaty Rasyid; Selvi Mohamad; Fatmawati Ibrahim; Siti Choirul Dwi Astuti; Citra Puspita Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19277

Abstract

Abstrak: Ketakutan melahirkan membuat cemas selama persalinan. Kecemasan berlebih saat persalinan dapat menyebabkan nyeri, kerusakan atau kelainan bentuk tubuhnya seperti episiotomi, ruptur, jahitan, atau seksio sesarea. Salah satu peningkatan kecemasan disebabkan oleh kurangnya pengetahuan ibu tentang teknik mengurangi kecemasan dalam persalinan. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan ketrampilan ibu hamil dalam melakukan teknik untuk mengurangi kecemasan dalam persalinan kala I. Metode pelaksanaan melalui ceramah, tanya jawab, praktik dan evaluasi menggunakan kuesioner dengan jumlah 30 pertanyaan. Hasilnya 30 ibu hamil mengalami peningkatan pengetahuan dan ketrampilan tentang teknik mengurangi kecemasan dari 40% mempunyai ketrampilan cukup menjadi 100% mempunyai pengetahuan dan ketrampilan baik. Evaluasi dilakukan dengan kuesioner sebelum dan sesudah pendampingan. Luaran kegiatan ibu hamil yang mengikuti kegiatan tidak ada yang mengalami nyeri berat saat persalinan kala I.Abstract: Fear of birth makes anxiety during childbirth. Excessive anxiety during childbirth can cause pain, damage or abnormalities of body shape such as episiotomy, rupture, seams, or cesarean section. One of the increases in anxiety was due to a lack of mother's knowledge of techniques to reduce anxieties in childbirth. The purpose of this activity is to improve the skills of pregnant mothers in performing techniques to reduce anxiety in childbirth when I. The method of implementation through lectures, questions, practices and evaluations using a questionnaire with a total of 30 questions. Evaluation is done with a questionnaire before and after the accompanying. External activities of pregnant mothers who follow activities no one has experienced severe pain during childbirth time I.
PEMBERDAYAAN BUMDES MELALUI EDUKASI DIGITAL MARKETING DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN USAHA Bahtiar Herman; Haslindah Haslindah; Muh. Abduh Anwar; Aksal Mursalat; Mutmainnah Mutmainnah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17584

Abstract

Abstrak: Dalam upaya menghadapi persaingan global dan memperluas pasar produk lokal, pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi penting. Jadi, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang digital marketing, kemampuan softskill dan hardskill anggota BUMDes, serta pertumbuhan pendapatan BUMDes melalui peningkatan efektivitas pemasaran produk lokal. Pengabdian ini fokus pada BUMDes "KARYA BERSAMA" Desa Lombo, yang mengalami kendala dalam pemasaran produk dan kurangnya pemahaman tentang digital marketing. Metodenya melibatkan sosialisasi, penyuluhan, dan pelatihan digital marketing, melibatkan 15 anggota BUMDes serta tim pengabdian. Evaluasi dilakukan melalui pemantauan, wawancara, analisis penjualan, dan post-test. Hasilnya, terjadi peningkatan pemahaman tentang digital marketing dari 45,75% menjadi 75,43%, sementara kemampuan softskill dan hardskill mengalami peningkatan lebih dari 60%. Peningkatan ekonomi diukur dengan pertumbuhan pendapatan BUMDes melalui penjualan produk yang lebih efektif.Abstract: In an effort to face global competition and expand the market for local products, empowering Village-Owned Enterprises (BUMDes) is important. Thus, the objective of this activity is to improve the understanding of digital marketing, softskill and hardskill capabilities of BUMDes members, as well as revenue growth of BUMDes through increasing the effectiveness of local product marketing. This service focused on BUMDes "KARYA BERSAMA" of Lombo Village, which experienced constraints in product marketing and lack of understanding on digital marketing. The method involved socialisation, counselling, and digital marketing training, involving 15 BUMDes members as well as the service team. Evaluation was conducted through monitoring, interviews, sales analysis, and post-test. As a result, there was an increase in understanding of digital marketing from 45.75% to 75.43%, while soft skills and hard skills improved by more than 60%. Economic improvement is measured by the growth of BUMDes' revenue through more effective product sales.
SOSIALISASI PENATAAN DESA DAN DESA ADAT DI DESA BOTI Ajis Salim Adang Djaha; I Putu Yoga Bumi Pradana; Maria M. Lino; Pius Bumi Kellen
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19225

Abstract

Abstrak: Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan sosialisasi terkait penataan desa menjadi desa adat sesuai Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa pada masyarakat Desa Boti yang masih memiliki tradisi yang kuat. Tetapi desa tersebut sampai saat ini belum juga diproses dan ditetapkan menjadi desa adat. Hal ini disebabkan karena pemerintah desa dan masyarakat desa Boti belum juga melakukan musyawarah karena belum mengetahui dan memahami benar tentang desa dan desa adat, terutama mengenai kelebihan dan kekurangan desa dan desa adat, dan bisa jadi masih ada faktor lain sebagai penyebabnya. Sosialisasi ini diberikan kepada 30 peserta yang berasal dari unsur pemerintah desa, perwakilan 12 suku masyarakat adat, perwakilan Sonaf Boti dan tokoh masyarakat Desa Boti. Hasil sosialisasi 100% peserta menyatakan bahwa pengabdian tersebut sangat bermanfaat dan merasa memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk pembentukan Desa Adat Boti. 78% peserta melanjutkan ke tahap pendampingan peralihan desa ke desa adat dan 83% peserta berharap Desa Boti dapat menjadi desa binaan Universitas Nusa Cendana. Proses pembentukan desa adat membutuhkan waktu dan pengetahuan yang cukup, sehingga ke depan peserta dapat diberikan waktu lebih panjang untuk berdiskusi terkait pemenuhan syarat-syarat peralihan dari desa ke desa adat.Abstract: This community service aims to provide socialization regarding restructuring villages into traditional villages by Law Number 6 of 2014 concerning Villages to the Boti Village community, which still has strong traditions. However, this village still needs to be processed and designated as a traditional village. The village government and the Boti village community have not yet deliberated. After all, they still need to learn and understand appropriately about villages and traditional villages, especially regarding the advantages and disadvantages of traditional villages and villages. There are other factors as the cause. This socialization was given to 30 participants from elements of the village government, representatives of 12 indigenous tribes, representatives of Sonaf Boti, and community leaders in Boti Village. As a result of the socialization, 100% of participants stated that the service was beneficial and felt they had the knowledge and awareness to form the Boti Traditional Village. 78% of participants continued to assist the transition of villages to traditional villages, and 83% of participants hoped that Boti Village could become a village supported by Nusa Cendana University. Establishing a traditional village requires sufficient time and knowledge so that in the future, participants can be given more time to discuss fulfilling the conditions for transitioning from village to traditional village.
EMBENTUKAN KADER REMAJA SEHAT JIWA DI SMPN GUNA PENCEGAHAN MASALAH KESEHATAN JIWA PADA REMAJA Ramaita Ramaita; Aulia Asman; Reska Handayani; Bunga Permata Wenny; Anggra Trisna Ajani; Milya Novera; Sri Burhani Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19528

Abstract

Abstrak: Gangguan kesehatan jiwa adalah penyebab utama kecacatan pada generasi muda diseluruh dunia. Prevalensi permasalahan kesehatan jiwa dikalangan remaja meningkat seiring bertambahnya usia. Masa transisi perubahan remaja yang membingungkan, membuat remaja terpapar dengan berbagai stressor. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan keterampilan deteksi dini masalah kesehatan jiwa remaja dan keterampilan manajemen stress remaja kepada kader remaja sehat jiwa di sekolah menengah pertama negeri (SMPN) 4 VII Koto Sungai Sariak Padang Pariaman guna pencegahan masalah kesehatan jiwa pada remaja. Sasaran utama adalah siswa SMPN 4 VII Koto Sungai Sariak berjumlah 30 orang. Metode kegiatan dengan memberikan pelatihan tentang deteksi dini masalah kesehatan jiwa menggunakan intrumen pelaporan mandiri kesehatan remaja IDASS-Y dan workshop manajemen stress pada remaja. Evaluasi kegiatan menggunakan kuisioner pre dan post-test terkait keterampilan siswa dalam melakukan deteksi dini masalah kesehatan jiwa remaja dan manajemen stress. Setelah pelatihan sebagian besar keterampilan kader remaja sehat jiwa mengalami peningkatan. Keterampilan deteksi dini masalah kesehatan jiwa remaja meningkat menjadi 73,3%, Keterampilan teknik nafas dalam meningkat menjadi 100%, keterampilan teknik distrasi meningkat menjadi 86,7%, keterampilan teknik hypnosis 5 jari meningkat menjadi 93,3%, dan keterampilan teknik spiritual meningkat menjadi 83,3%. Kesimpulan: kader remaja sehat jiwa yang telah dibentuk memiliki keterampilan dalam kategori baik.Abstract: Mental health disorders are the main cause of disability in young people throughout the world. The prevalence of mental health problems among adolescents increases with age. The transition period of adolescent change is confusing, exposing teenagers to various stressors. This activity aims to provide training in early detection skills for adolescent mental health problems and adolescent stress management skills to mentally healthy adolescent cadres at state junior high school (SMPN) 4 VII Koto Sungai Sariak Padang Pariaman in order to prevent mental health problems in adolescents. The main target is 30 students of SMPN 4 VII Koto Sungai Sariak. The activity method is to provide training on early detection of mental health problems using the IDASS-Y adolescent health self-reporting instrument and stress management workshops for adolescents. Evaluation of activities using pre and post-test questionnaires regarding students' skills in early detection of adolescent mental health problems and stress management. After training, most of the skills of mentally healthy youth cadres have improved. Early detection skills for adolescent mental health problems increased to 73.3%, deep breathing technique skills increased to 100%, distraction technique skills increased to 86.7%, 5 finger hypnosis technique skills increased to 93.3%, and spiritual technique skills increased to 83.3%. Conclusion: the mentally healthy youth cadre that has been formed has skills in the good category.
PENINGKATAN KAPASITAS PEREMPUAN DALAM KELUARGA DI SEKOLAH NON-FORMAL SRIKANDIKU Putu Sukma Megaputri; Made Bayu Oka Widiarta; Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Ni Made Karlina Sumiari Tangkas; Ni Luh Made Krisna Dwipayanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17794

Abstract

Abstrak: Peningkatan derajat kesehatan ibu merupakan salah satu target dari sustainable development goals. Sebagian besar perempuan memiliki peran ganda dan selalu menjadi ujung tombak dalam sebuah keluarga. Kesehatan ibu merupakan kesehatan sebuah keluarga. Pendidikan mengenai gender, kesehatan dan kapasitas ekonomi menjadi salah satu tujuan dari pengabdian ini dengan membentuk kelas nonformal. Metode pengabdian yang dilakukan dimulai dari identifikasi masalah, identifikasi kebutuhan masyarakat selanjutnya pelaksanaan kegiatan dengan membentuk 2 kelas masing-masing peserta di tiap kelas sebanyak 20 orang. Kemudian membagi pelatihan ini menjadi 5 modul besar. Peserta sebelumnya diberikan pretest untuk mengukur pengetahuan awal selanjutnya diakhir kegiatan seluruh kelas dan modul peserta diberikan Kembali posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan perempuan baik dalam kesetaraan gender, kesehatan dan kapasitas ekonomi. Hasilnya bahwa terdapat 5 modul besar yang diberikan dan pengetahuan Perempuan sebagian besar meningkat dari sebelum dan sesudah adanya kelas Srikandiku secara berturut-turut pengetahuan gender (78% dari 64%), kespro dan KB (85% dari 73%), deteksi dini kanker serviks dan payudara (90% dari 85%), stimulasi tumbuh kembang (82% dari 76%) terakhir adalah peningkatan kapasitas ekonomi (80% dari 69%). Simpulannya bahwa pengabdian ini dapat membantu ibu meningkatkan kapasitasnya baik dari segi peran gender, kesehatan dan kapasitas ekonomi.Abstract: Improving maternal health is one of the targets of sustainable development goals. Most women have multiple roles and are always the spearhead in a family. Maternal health is the health of a family. Education regarding gender, health and economic capacity is one of the goals of this service by forming non-formal classes. The service method used starts from identifying problems, identifying community needs, then implementing activities by forming 2 classes with 20 participants in each class. Then divide this training into 5 large modules. Participants were previously given a pretest to measure their initial knowledge, then at the end of the whole class and module activities participants were given a posttest again to measure the increase in women's knowledge in terms of gender equality, health and economic capacity. The result was that there were 5 major modules provided and women's knowledge mostly increased from before and after the Srikandiku class, respectively gender knowledge (78% from 64%), reproductive health and family planning (85% from 73%), early detection of cervical cancer and breast (90% of 85%), stimulation of growth and development (82% of 76%) and finally increasing economic capacity (80% of 69%). The conclusion is that this service can help mothers increase their capacity both in terms of gender roles, health and economic capacity.
PENERAPAN IPTEK PADA RANCANGAN HIDROPONIK UNTUK TANAMAN CABAI MERAH BERBANTU SISTEM KONTROL IoT Habib Satria; Moranain Mungkin; Suswati Suswati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17781

Abstract

Abstrak: Gangguan hama dan penyakit menjadi kendala utama dalam budidaya tanaman cabai. Penyakit yang sering ditemui yaitu penyakit kuning dan penyakit keriting daun yang disebabkan virus. Berdasarkan masalah dilapangan di temukan bahwa tingginya persentase serangan virus, hama dan penyakit pada tanaman cabai. Kemudian juga menanam sayuran seperti cabai memerlukan lahan yang luas yang seharusnya dapat di minimalisir menggunakan teknologi modern. Oleh karena itu, tujuan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini mengenalkan teknologi pertanian modern dengan sistem smart hidroponik berbasis IoT kepada mitra PKM yaitu masyarakat petani Desa Narigunung II dengan responden 25 orang petani. Metode yang dilakukan dengan memberikan pengetahuan iptek kepada petani cabai khususnya petani daerah kabupaten karo agar dapat beralih pada tanaman hydroponik. Hasil yang diperoleh yaitu teknologi ini dapat meningkatkan kesehatan tanaman melalui keterpenuhan nutrisi sesuai fase pertumbuhan dengan akurasi yang tinggi. Keuntungan lain dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan peningkatan hasil panen. Inovasi ini akan mempermudah para petani dalam mengontrol secara otomatis terhadap tanaman cabai hidroponik.Abstract: Pests and diseases are the main obstacles in chili cultivation. Diseases that are often encountered are yellow disease and leaf curl disease which are caused by viruses. Based on problems in the field, it was found that there was a high percentage of virus, pest and disease attacks on chili plants. Then also planting vegetables such as chilies requires a large area of land which should be minimized using modern technology. Therefore, the aim of the Community Partnership Program (PKM) is to introduce modern agricultural technology with an IoT-based smart hydroponic system to PKM partners, namely the farming community of Narigunung II Village with 25 farmer respondents. The method used is to provide science and technology knowledge to chili farmers, especially farmers in the Karo district, so they can switch to hydroponic plants. The results obtained are that this technology can improve plant health through nutritional fulfillment according to the growth phase with high accuracy. Other benefits include increasing plant resistance to pests and increasing crop yields. This innovation will make it easier for farmers to automatically control hydroponic chili plants.
PEMANFAATAN QUIZZIZ DAN TESTMOZ SEBAGAI ALAT PENILAIAN PEMBELAJARAN Ivan Ashif Ardhana; Umy Zahroh
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19175

Abstract

Abstrak: Penilaian merupakan bagian tidak terpisahkan dari proses pembelajaran yang bertujuan mengevaluasi keseluruhan aspek meliputi guru, siswa, model pembelajaran, dan media pembelajaran yang digunakan. Pandemi Covid-19 memunculkan dan memopulerkan kembali berbagai platform penilaian berbasis kuis atau tes dengan beragam fitur yang memudahkan pendidik sekaligus meningkatkan minat siswa. Dua dari sekian media penilaian online yang menarik digunakan adalah Quizziz dan Testmoz. Guru perlu dikenalkan dengan media penilaian online agar proses penilaian pembelajaran dapat menarik minat dan motivasi siswa, terutama guru di sekolah dengan akses internet terbatas. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan hardskill guru dalam mendesain penilaian pembelajaran berbasis online menggunakan Quizziz dan Testmoz. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh guru di SMA/MA Terpadu Al-Anwar Durenan Trenggalek sebanyak 32 orang. Metode yang digunakan adalah dengan ceramah pemaparan materi, praktik penggunaan platform, dan pretes-posttest tentang persepsi digital guru. Hasil pretest menunjukkan skor 3,80 dan posttest sebesar 4,25 yang berarti terjadi peningkatan sebesar 11,84%. Hal ini menunjukkan terjadi peningkatan persepsi digital guru tentang penggunaan media penilaian pembelajaran berbasis online. Sebagian besar guru menjadi lebih tertantang dan memiliki keinginan untuk mempelajari platform-platform pembelajaran online lainnya.Abstract: Assessment is an integral part of the learning process that aims to evaluate the overall aspect of teachers, students, learning models, and the learning media used. The Covid-19 pandemic has emerged and re-populated a variety of quiz or test-based assessment platforms with various features that facilitate educators while increasing student interest. Two of the most interesting online rating media used are Quizziz and Testmoz. Teachers need to be introduced to online evaluation media so that the learning evaluation process can attract the interest and motivation of students, especially teachers in schools with limited internet access. The purpose of this community dedication activity is to improve the hardskill of teachers in designing online learning assessments using Quizziz and Testmoz. The target of this activity is the entire teacher at the Integrated Al-Anwar Durenan Trenggalek High School/MA of 32 people. The method used was with material exhibition lectures, platform use practices, and pretest-posttests on teacher digital perception. The pretest result showed a score of 3.80 and posttest of 4.25 which meant an increase of 11.84%. This suggests an increase in teacher's digital perceptions of using online-based learning evaluation media. Most teachers are becoming more challenged and have a desire to learn other online learning platforms.
MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA MANDIRI BAGI REMAJA KOST PUTRI FAIZATUL ULYA MELALUI MODEL ANGGADIREDJA DAN DJAJAMIHARDJA Siti Reuni Inayati; Rini Endang Prasetyowati; Hilmiyatun Hilmiyatun
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19418

Abstract

Abstrak: Kewirausahaan tidak hanya mencakup bakat intelektual dan kemampuan produksi produk, tetapi juga sikap proaktif dalam mengatasi hambatan dan mengambil risiko yang diperhitungkan untuk mengubahnya menjadi kemungkinan dan peluang. Model Anggadiredja dan Djajamihardja adalah alat yang digunakan untuk menilai kesiapan individu untuk berwirausaha di industri tertentu. Ini berfungsi sebagai model untuk mengidentifikasi potensi kewirausahaan. Agar remaja Kost Putri Faizatul Ulya diharapkan mampu memberikan inspirasi, ilmu, dan pengenalan kewirausahaan secara mandiri sejak dini, maka tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan softskill dan hardskill mitra sehingga dapat mengetahui potensi ciri-ciri wirausaha yang ada pada diri mitra sehingga nantinya mampu menumbuhkan jiwa wirausaha yang mandiri. Pendekatan kegiatan pengabdian ini memanfaatkan tanya jawab, pelatihan, dan contoh audiovisual. Teknik pelatihan digunakan untuk memberikan informasi luas tentang kewirausahaan. Presentasi menggunakan audiovisual yang menyoroti kehidupan para pebisnis sukses sebagai inspirasi untuk mendorong pola pikir kewirausahaan. Kost Putri Faizatul Ulya yang berlokasi di Darul Hijrah, Desa Anjani, Kecamatan Suralaga, menjadi mitra program ini. Saat ini terdapat 21 orang remaja putri di sana. Para remaja putri Kost Faizatul Ulya akan diberikan sarana dan bimbingan yang mereka perlukan untuk mengembangkan semangat wirausaha mandiri dan kreatif yang dapat memulai perusahaan yang menguntungkan dan meningkatkan pendapatan mereka. Tes yang dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan digunakan untuk menilainya. Berdasarkan penilaian, potensi kewirausahaan peserta mengalami peningkatan yang ditunjukkan dengan kenaikan rata-rata skor dari pretest ke post-test sebesar 0,29%.Abstract: Entrepreneurship is not only limited to academic intelligence and skills in producing products but also a dynamic spirit in capturing challenges and risks and then turning them into opportunities and potential. The Anggadiredja and Djajamihardja (1991) model as a model for recognizing entrepreneurial potential is used to find out whether a person is ready or not to become self-employed in a certain type of business. The aim of this service activity is to So the aim of this service activity is to improve partners' soft skills and hard skills so that they can find out the potential entrepreneurial characteristics that exist in partners so that they will be able to develop an independent entrepreneurial spirit. This service activity method uses training, providing examples via audio visuals, as well as questions and answers. Training methods are used to convey general entrepreneurship knowledge. Audio-visual presentations about profiles of successful and successful entrepreneurs as motivation to foster an entrepreneurial spirit. The partner in this program is the Faizatul Ulya Girls Boarding School Youth which is located in Darul Hijrah, Anjani Village, Suralaga District, which is currently inhabited by 21 people, most of whom are female students and female students. With provision and counseling, the young women of Kost Faizatul Ulya will be instilled with the spirit of young entrepreneurs who are independent and also innovative to build productive businesses to increase their income. This training was evaluated using pre-test and post-test. Based on the evaluation, there was an increase in entrepreneurial potential who took part in the training with an increase in the average score from pretest to post-test of 0.29%. 
MENSTIMULASI MINAT DAN INOVASI SISWA SMK DI BIDANG TEKNOLOGI PERKERETAAPIAN MELALUI STUDI LAPANGAN Dara Aulia Feryando; Dhina Setyo Oktaria; Agustinus Prasetyo Edy Wibowo; Santi Triwijaya; Fathurrozi Winjaya; Ainun Fikria
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19444

Abstract

Abstrak: Sejak tahun 2021, ujian nasional sebagai syarat kelulusan bagi para siswa tingkat akhir telah ditiadakan. Sebagai gantinya, siswa wajib mengikuti ujian yang diadakan oleh satuan pendidikan. Di beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), ujian sekolah adalah berupa proyek akhir. Siswa diminta untuk membuat alat yang bermanfaat untuk mengatasi masalah di lingkungan sekitarnya. Dalam pengabdian masyarakat ini, edukasi tentang teknologi perkeretaapian dilakukan untuk menarik menumbuhkan minat dan inovasi para siswa SMK di bidang teknologi perkeretaapian. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memacu inovasi para siswa dalam pengerjaan proyek akhir.Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat mengetahui beberapa teknologi perkeretaapian dan berinisiatif untuk membuat alat yang dapat bermanfaat di lingkungan perkeretaapian sebagai proyek akhirnya. Kegiatan edukasi dilakukan kepada 24 siswa SMK Subulul Huda dengan metode pemberian materi ceramah di kelas dan studi lapangan . Metode evaluasi untuk mengukur tingkat keberhasilan kegiatan yaitu yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu menggunakan metode tanya-jawab dan umpan- balik. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa persentase tingkat keberhasilan pada sesi materi di kelas adalah 80% dan pada sesi lapangan adalah 90%. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah terselenggara dengan baik.Abstract: Since 2021, the national exam as a graduation requirement for final year students has been abolished. Instead, students are required to take exams held by the education unit. In several Vocational High Schools (SMK), the school exam is in the form of a final project. Students are asked to make useful tools to overcome problems in the surrounding environment. In this community service, education about railways is carried out to foster interest and innovation among vocational school students in the field of railway technology. Through this activity, students are expected to be able to understand several railway technologies and take the initiative to make tools that can be useful in the railway environment as their final project. Educational activities were carried out for 24 students of Subulul Huda Vocational School using lecture methods in class and field studies. The evaluation method used in this activity is the question-answer and feedback method. The evaluation results show that the success rate in class material sessions is 80% and in field sessions is 90%. These results indicate that the activities have been carried out well.Since 2021, the national exam as a graduation requirement for final year students has been abolished. Instead, students are required to take exams held by the education unit. In several Vocational High Schools (SMK), the school exam is in the form of a final project. Students are asked to create useful tools to overcome problems in the surrounding environment. In this community service, education about railway technology was carried out to attract students' interest in the railway sector. Apart from that, it was hoped that this activity could spur students' innovation in working on their final projects. Educational activities were carried out by providing material in class and field study. The two evaluation methods used in this activity were the question-and-answer method and feedback. The evaluation results showed that the percentage success rate in class material sessions was 80% and in field sessions was 90%. These results indicate that community service activities have been carried out well.