cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PELATIHAN PENGGUNAAN VIRTUAL MEETING UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR BAGI GURU Subarkah, Pungkas; Abdallah, Muhammad Marshal; Nur Hidayah, Septi Oktaviani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.4742

Abstract

Abstrak: Tujuan dari pelatihan penggunaan virtual meeting yaitu untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan  para  guru  menggunakan  media online atau daring dalam penggunaan virtual meeting. Kegiatan ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Wangon, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Kegiatan pelatihan ini guru yang mengikuti sejumlah 19 orang.   Metode pengabdian masyarakat yaitu metode workshop. Metode ini terdiri dari 3 tahap yaitu, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan ini adalah para guru atau peserta pelatihan dapat mengikuti pelatihan dengan baik, dengan menguasai materi selama pelatihan berlangsung dan peningkatan kemampuan guru dalam penggunaan virtual meeting bagi para guru rata-rata sebesar 24% selama mengikut kegiatan ini.Abstract:  The purpose of training on the use of virtual meetings is to increase the understanding and ability of teachers to use online or online media in the use of virtual meetings. This activity was carried out at Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Wangon, Wangon District, Banyumas Regency. This training activity was attended by 19 teachers. The community service method is the workshop method. The method consists of 3 stages, namely preparation, implementation and evaluation. The result of this activity is that teachers or training participants can follow the training well, by mastering the material during the training and increasing the teacher's ability to use virtual meetings for teachers an average of 24% while participating in this activity.
PEMANFAATAN PROGRAM KERJA RUANG KITA DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN COVID-19 PADA MASYARAKAT Adriansyah, Muhammad Ali; Rahmah, Dian Dwi Nur; Diana, Diana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.4869

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang diangkat dalam pengabdian ini adalah tidak adanya promosi kesehatan terkait Covid-19 dari tenaga kesehatan setempat melalui media elektronik maupun cetak sehingga kurangnya pengetahuan masyarakat terkait Covid-19 dan adaptasi kebiasaan baru (New Normal). Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat Masyarakat agar dapat mandiri menjaga hidup sehat. Program unggulan untuk Pengabdian kepada Masyarakat dilaksankan di  Masyarakat pada tanggal 8 Juli sampai dengan 18 Agustus 2020 adalah “Ruang Kita”, program edukasi kesehatan Covid-19 dan New Normal dengan media video dan poster yang disebarkan di sosial media dan ke masyarakat smasyarakat Masyarakat sebagai metode penyelesaian masalah. Langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah yaitu (1) edukasi terkait mencuci tangan yang benar, (2) edukasi jenis-jenis masker, cara penggunaan masker, dan adaptasi kebiasaan baru, dan (3) edukasi cara menjalin komunikasi positif dengan anak. Setelah video dan poster diperlihatkan, sebanyak 83,3% responden tahu cara mencuci tangan yang benar serta nilai rata-rata pengetahuan masyarakat sebesar 84 yang merupakan kategori baik. Abstract:  The problem raised in this service is the absence of health promotion related to Covid-19 from local health workers through electronic and print media so that there is a lack of public knowledge regarding Covid-19 and the adaptation of new habits (New Normal). This Community Service Program aims to help increase public knowledge so that they can independently maintain a healthy life. The flagship program for Community Service carried out in the Community on July 8 to August 18, 2020 is "Our Room", a Covid-19 and New Normal health education program with video media and posters distributed on social media and to the community The community as a solution method problem. The steps in solving the problem are (1) education related to proper hand washing, (2) education on types of masks, how to use masks, and adaptation of new habits, and (3) education on how to establish positive communication with children. After the videos and posters were shown, as many as 83.3% of respondents knew how to wash their hands properly and the average value of community knowledge was 84 which was a good category.
RUANG IBU SAYANG ANAK (RAISA) DALAM MENINGKATKAN CAKUPAN ASI EKSKLUSIF Pujiastuti, Nurul; Sutjiati, Endang; Retnowati, Lucia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 3 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i3.4484

Abstract

Abstrak: Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di desa Balongdowo dan desa Balonggabus Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo, dilakukan pada kader posyandu dengan membentuk ruang ibu sayang anak (RAISA) sebagai wadah dalam melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader posyandu sehingga menjadi kader posyandu yang ready, response, dan smart. Saat pembentukan RAISA, sekaligus dilakukan FGD (focus group discussion) di masing-masing desa untuk menggali pengalaman dan hambatan terkait perilaku menyusui eksklusif. Kegiatan FGD terdiri dari beberapa tahapan yaitu memberikan 14 pertanyaan seputar ASI eksklusif pada tiap kader posyandu, selanjutnya tiap kader posyandu menjawab semua pertanyaan secara bergantian, dan pemberian materi dari narasumber yaitu bidan Polindes yang ada di tiap desa. Dari hasil FGD diperoleh informasi bahwa hambatan perilaku menyusui terbesar adalah ibu bekerja sehingga bayi diberikan susu formula dengan alasan agar bayi tidak rewel dan mudah ditinggal bekerja, serta masih adanya budaya pemberian pisang yang dicampur nasi untuk bayi usia 2 minggu ke atas. Usulan pelatihan dari kader posyandu antara lain teknik memerah ASI, perawatan puting susu hamil, perawatan payudara nifas, cara memandikan bayi, cara menyendawakan bayi, berbagai macam posisi menyusui, pijat bayi untuk tumbuh kembang, senam nifas, dan senam hamil. Dari hasil FGD ini selanjutnya akan disusun modul sebagai panduan dalam memberikan pelatihan pada kader posyandu. Abstract:  Community Service Activities (PKM) in Balongdowo and Balonggabus Villages, Candi Subdistrict, Sidoarjo Regency, were carried out on posyandu cadres by forming mother-to-child room (RAISA) as forum for activities that can increase the knowledge and skills of Posyandu cadres so that they become ready, response, and smart posyandu cadres. During the formation of RAISA, a focus group discussion (FGD) was held in each village to explore experiences and obstacles related to exclusive breastfeeding. The FGD activity consisted of several stages, namely giving 14 questions about exclusive breastfeeding to each posyandu cadre, then each posyandu cadre answered all the questions in turn, and providing material from the resource person, namely the Polindes midwife in each village. From the results of the FGD, information was obtained that the biggest obstacle to breastfeeding behavior was that the mother worked so the baby was given formula milk on the grounds that the baby was not fussy and easy to leave to work, and there was still a culture of giving bananas mixed with rice to babies aged 2 weeks and over. The training proposals from posyandu cadres include milking techniques, care for pregnant nipples, postpartum breast care, how to bathe babies, how to burp a baby, various breastfeeding positions, massage for growth and development, postpartum exercise, and pregnancy exercises. From the results of this FGD, a module will be compiled as a guide in providing training to posyandu cadres.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN GURU SMP DALAM PENYUSUNAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN LIVEWORKSHEETS Iin Ariyanti; Muhammad Yunus
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.402 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5045

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan wawasan pengetahuan mengenai alternatif teknologi pembelajaran online berupa LKPD menggunakan liveworksheets kepada guru SMP serta mengembangkan kreativitas guru dalam menyusun materi. LKPD menggunakan liveworksheets  merupakan LKPD interaktif yang dapat disusun oleh guru  melalui situs https://www.liveworksheets.com.  Mitra yang juga merupakan sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah guru-guru SMPN 4 Sungai Tabuk, Kalimantan Selatan. Kegiatan pengabdian dibagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi yang termuat dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan.  Pelatihan berupa pengenalan liveworksheets dan contoh-contoh LKPD menggunakan liveworksheets serta mendemonstrasikan langkah-langkah dalam membuat LKPD menggunakan liveworksheets kepada guru-guru. Selanjutnya, tim pengabdian mendampingi guru dalam membuat LKPD menggunakan liveworksheets sesuai dengan materi yang akan diajarkan oleh guru kemudian guru diminta untuk menerapkannya pada pembelajaran daring. Di akhir, tim pengabdian melakukan evaluasi dari penerapan pembelajaran LKPD menggunakan liveworksheets berdasarkan kegiatan pelatihan dan pendampiangan dari pengalaman guru di lapangan. Hasil kegiatan ini secara keseluruhan telah tercapai yaitu  guru-guru SMPN 4 Sungai Tabuk mendapatkan manfaat sesuai dengan tujuan kegiatan Abstract:  The purpose of this activity is to provide insight into knowledge about alternative online learning technologies in the form of worksheets using liveworksheets to junior high school teachers and to develop teacher creativity in compiling teaching materials. LKPD using liveworksheets is an interactive worksheet that can be compiled by teachers through the https://www.liveworksheets.com site. Partners who are also the participants of this community service activity are the teachers of SMPN 4 Sungai Tabuk, South Kalimantan. This activity are divided into three stages, namely the preparation stage, implementation stage, and evaluation stage which are contained in training and mentoring activities. The training activity is in the form of introducing liveworksheets and examples of LKPD using live worksheets and demonstrating the steps in making LKPD using liveworksheets to teachers. Furthermore, the team helped the teacher in making LKPD using liveworksheets according to the material  that would be taught by the teacher and then the teacher is asked to apply it to online learning. At the end, the team evaluates the implementation of LKPD learning using live worksheets based on training and mentoring activities from the experience of teachers in the field. Overall, the results of this activity have been achieved which is the teachers of SMPN 4 Sungai Tabuk get benefit according to the objectives of the activity
OPTIMALISASI PENGGUNAAN GOOGLE CLASSROOM PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI MASA PANDEMI COVID 19 Marlina, Mira; Junedi, Beni; Nasrullah, Anton; Mustika, Helma
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 3 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i3.4323

Abstract

Abstrak: Penyebaran Covid-19 menjadi ancaman di setiap sektor kehidupan baik sektor ekonomi, sosial maupun pendidikan. Pada sektor pendidikan mengakibatkan pembelajaran yang biasanya dilakukan secara tatap muka beralih menjadi tatap maya atau daring/pembelajaran jarak jauh. Beberapa sekolah sudah siap untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh/daring namun banyak juga sekolah belum siap untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh/daring disebabkan karena belum terbiasa dan belum mengenal penggunaan platform pembelajaran. Maka perlu adanya sosialisasi dan workshop terkait penggunaan platform pembelajaran jarak jauh salah satunya dengan penggunaan google classroom. Google classroom dipilih karena penggunaannya cukup efisien, praktis dan dapat digunakan dengan cepat dan mudah. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan secara daring dengan cara penyampain materi kemudian dilanjutkan dengan workshop. Peserta kegiatan berjumlah 89 orang yang diikuti oleh guru dari berbagai daerah di Indonesia. Berdasarkan hasil angket mengenai keterlaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat diperoleh hasil respon peserta sebesar 80,30% untuk indikator manfaat kegiatan, 80,11% untuk konten/isi, 78,41% untuk umpan balik dan 77,27% untuk indikator penyampaian materi. Hal ini menunjukkan pembelajaran melalui platform google classroom dapat membantu peserta untuk menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh, serta menjawab kesulitan yang dialami peserta dalam penggunaan google classroom.  Abstract:  The spread of Covid-19 is a threat in every sector of life, be it the economic, social and educational sectors. In the education sector, learning that is usually carried out face-to-face has switched to face-to-face or online / distance learning. Some schools are ready to implement distance / online learning, but many schools are not ready to implement distance / online learning because they are not familiar with and are not familiar with the use of learning platforms. So there is a need for socialization and workshops related to the use of distance learning platforms, one of which is the use of google classroom. Google classroom was chosen because it is quite efficient, practical and can be used quickly and easily. This method of community service activities is carried out online by delivering material then followed by workshops. The number of participants in the activity was 89 people followed by teachers from various regions in Indonesia. Based on the results of a questionnaire regarding the implementation of community service activities, the results of participant responses were 80.30% for indicators of activity benefits, 80.11% for content, 78.41% for feedback and 77.27% for indicators of material delivery. This shows that learning through the google classroom platform can help participants to implement a distance learning system, as well as answer the difficulties experienced by participants in using google classroom.
EDUKASI PHBS BAGI SISWA/I PAUD MELALUI DESIMINASI TEKNOLOGI WASTAFEL PORTABEL DI KOTA LANGSA AS, Agus Putra; Baihaqi, Baihaqi; Fairus, Fairus; Latief, Abdul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.4942

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untukmengedukasi perilaku hidup bersih dan sehat bagi siswa/i PAUD melalui desiminasi teknologi wastafel portabel dalam rangka meminimalisir penyebaran wabah covid 19 di kota Langsa. Metode yang digunakan adalah melalui pendekatan edukatif dan transfer technology berupa penyediaan wastafel portabel kepada 4 lembaga  pendidikan anak usia dini di kecamatan Langsa Kota melalui beberapa tahapan kegiatan yakni koordinasi, sosialisasi, perakitan alat, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Hasil lembar evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa 87 siswa/i ( 88,5%) sangat memahami tata cara mencuci tangan dengan baik, 23 siswa/i (11,5%) memahami cara mencuci tangan dengan baik. Hasil pendampingan memperlihatkan bahwa 95 siswa/i (90% ) sangat mampu menggunakan wastafel portabel dengan baik dan 15 siswa/i (10%) mampu menggunakan wastafel portabel itu. Disimpulkan bahwa desiminasi teknologi melalui wastafel portabel mampu mengedukasi  perilaku hidup bersih dan sehat bagi siswa/i lembaga  pendidikan anak usia dini. Abstract: The Community Service (PKM) aims to educate clean and healthy living behavior for early childhood students through the dissemination of portable sink technology in order to minimize the spread of the COVID-19 outbreak in the city of Langsa. The method used is through an educative approach and transfer of technology in the form of providing portable sinks to 4 early childhood education boards in Langsa Kota sub-district through several stages of activities, namely coordination, socialization, assemblying of tools, mentoring, monitoring and evaluation. The results of the evaluation sheet carried out showed that 87 students (88.5%) really understood the procedures for washing hands well, 23 students (11.5%) understood how to wash their hands well. The results of the mentoring showed that 95 students (90%) were very able to use the portable sink well and 15 students (10%) were able to use the portable wastefel. It was concluded that dissemination of technology through portable sinks was able to educate clean and healthy living behavior for early childhood education boards.
PERBAIKAN PENGELOLAAN TERNAK JANGKRIK GUNA MENINGKATKAN HASIL PRODUKSI DAN PENJUALAN Paduloh, Paduloh; Zulkarnaen, Iskandar; Rosihan, Rifda Ilahy; Muhendra, Rifki
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.4838

Abstract

Abstrak: Jangkrik merupakan pakan hewan peliharaan yang memiliki potensi pengembangan yang cukup baik mengingat permintaan yang tinggi, namun dalam proses peternakan banyak kendala yang dihadapi peternak, mulai dari banyaknya hama sampai dengan kendala harga jual jangkrik yang bergantung kepada tengkulak. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu peternak jangkrik meningkatkan hasil peternakan dan memberikan pelatihan mengenai pemasaran produk. Metoda pengabdian masyarakat yang digunakan dibagi dua yaitu tahap persiapan dan tahap implementasi, dimana pada tahap tersebut dilakukan sosialisasi, memberikan pelatihan budidaya jangkrik, pelatihan pemasaran jangkrik, pelatihan proses budidaya, monitoring hasil pelatihan dan melakukan evaluasi terhadap hasil pelatihan. Hasil pengabdian masyarakat ini ditunjukan dengan adanya peningkatan kemampuan masyarakat dalam pengelolaan peternakan jangkrik, ini ditandai dengan peningkatan hasil produksi yang semula 20 – 35 Kg menjadi 32 – 50 Kg.Abstract:  Crickets are pet food that has good development potential considering the high demand. Still, in the breeding process, farmers face many obstacles, ranging from the number of pests to the selling price of crickets that depend on middlemen. This community service aims to help cricket farmers increase livestock yields and provide training on product marketing. The community service method used is divided into two, namely the preparation stage and the implementation stage, where socialization is carried out, providing cricket cultivation training, cricket marketing training, cultivation process training, monitoring training results, and evaluating the results of the training. The results of this community service are shown by an increase in the ability of the community to manage cricket farms; this is marked by an increase in production results from 20-35 Kg to 32-50 Kg.
PELATIHAN DISEMINASI PENDIDIKAN KARAKTER ANTI KORUPSI BAGI PENGURUS ORGANISASI INTRA KAMPUS Mufarizuddin, Mufarizuddin; Pebriana, Putri Hana; Sumianto, Sumianto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 3 (2021): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i3.4329

Abstract

Abstrak: Dalam memberantas korupsi di Indonesia tidak cukup hanya dengan melakukan suatu tindakan respresif, namun yang lebih mendasar lagi adalah melakukan tindakan preventif atau pencegahan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan melalui preventif ini adalah dengan menumbuhkan kepedulian untuk melawan berbagai tindakan korupsi, dan sekaligus juga mendidik generasi muda dengan menanamkan nilai- nilai etika dan moral yang diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat. Tujuan kegiatan adalah dengan adanya pendidikan karakter antikorupsi diharapkan munculnya rasa tanggung jawab untuk memberantas koruspi dan memberikan contoh pada masyarakat luas. Tim pengabdian masyarakat ini melakukan beberapa metode yaitu ceramah, tanya jawab dan simulasi dengan pemutran film tentang karakter anti korupsi dan selanjutnya diberikan pre-test yang digunakan untuk melihat pengetahuan mahasiswa terhadap karakter anti korupsi, metode ceramah, metode tanya jawab dan metode simulasi hal ini dilakukan agar Pengurus HIMA memahami pendidikan Antikorupsi dengan baik. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini yaitu memberikan pemahaman kepada mahasiswa khususnya pengurus HIMA PGSD tentang pendidikan anti korupsi, termasuk pemahaman, aturan dan implementasi pendidikan anti korupsi di Perguruan Tinggi.  Abstract:  In eradicating corruption in Indonesia, it is not enough just to take a respectful action, but even more fundamental is to take preventive or preventive actions. One of the efforts that can be made through this prevention is to raise awareness to fight various acts of corruption, and at the same time educate the younger generation by instilling ethical and moral values that are necessary in social life. The aim of the activity is that with anti-corruption character education, it is hoped that a sense of responsibility will emerge to eradicate corruption and provide an example to the wider community. This community service team carried out several methods, namely lectures, questions and answers and simulations with film screenings about anti-corruption characters and then given a pre-test which was used to see student knowledge of anti-corruption characters, lecture methods, question and answer methods and simulation methods. so that the HIMA Management understands Anti-corruption education well. The results achieved in this activity were to provide understanding to students, especially PGSD HIMA administrators about anti-corruption education, including understanding, rules and implementation of anti-corruption education in tertiary institutions.
PEMBERDAYAAN WARGA BINAAN LEMBAGA PEMASYARAKAT PEREMPUAN KELAS IIA PEKANBARU MELALUI PEMBUATAN CAIRAN PEMBERSIH Tomi Erfando; Riky Novarizal
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.69 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5034

Abstract

Abstrak: Kebutuhan akan cairan pembersihan meningkat pasca Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA menjadi salah satu kluster penyebaran Covid19. Namun, lapas memiliki keterbatasaan anggaran dan keterampilan menyebabkan kebutuhan tersebut belum tercukupi. Sehingga, menjadi penting untuk memberikan pelatihan pembuatan cairan pembersih yaitu sabun cuci tangan dan sabun cuci piring di lapas untuk menekan penyebaran Covid19 sekaligus memberikan keterampilan untuk pembekalan warga binaan. Kegiatan dibagi menjadi 3 tahap yaitu persiapan dan koordinasi antara Universitas Islam Riau dan Lapas, pelaksanaan berupa seminar dan workshop 1 hari, dan evalusi serta tindak lanjut. Mitra dalam pengabdian ini adalah lapas perempuan kelas IIA Pekanbaru diikuti sebanyak 15 orang warga binaan. Pelaksanaan kegiatan ini mendapat respon positif dari para peserta karena mendapat pengetahuan dan menambah keterampilan dalam proses pembuatan cairan pembersih. Umpan balik kegiatan melalui wawancara terhadap seluruh peserta. Seluruh peserta yang diwawancara menyatakan sangat puas sebanyak 11 orang dengan kegiatan ini dan sesuai dengan target yang direncanakan.Abstract: The need for cleaning fluids increased after the Class IIA Women's Correctional Institution (Lapas) became one of the clusters for the spread of Covid19. However, prisons have limited budget and skills, so that these needs have not been met. Thus, it is important to provide training in the manufacture of cleaning liquids, namely hand soap and dish soap in prisons to suppress the spread of Covid-19 while providing skills for debriefing inmates. This activity is divided into 3 stages, namely preparation and coordination between the Islamic University of Riau and prisons, implementation in the form of a 1-day workshop, and evaluation and follow-up. Partners in this service are women's prison class IIA Pekanbaru followed by 15 inmates. The implementation of this activity received a positive response from the participants because they gained knowledge and added skills in the process of making cleaning fluids. Activity feedback through interviews with all participants. All participants interviewed stated that they were very satisfied as many as 11 people with this activity and according to the planned target.
PEMBANGUNAN KOMPETENSI LITERASI DIGITAL SEKTOR PENDIDIKAN DI MASA PANDEMI COVID-19 MELALUI #RTIKABDIMAS Cahyana, Rinda; Setiawan, Ridwan; Aulawi, Hilmi; Santoso, Bambang Tri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.837 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.4969

Abstract

Abstrak: Kebijakan pemerintah terkait pembelajaran daring untuk pencegahan penyebaran Covid-19 menjadi masalah bagi lembaga pendidikan di Garut yang belum menerapkan sistem pembelajaran daring, di mana tenaga pendidik dan peserta didiknya belum memiliki kompetensi literasi digital yang memadai. Pengabdian ini bertujuan untuk membangun kompetensi literasi digital sektor pendidikan. Sasaran mitra kegiatannya adalah lembaga pendidikan formal dan non formal di kabupaten Garut. Tiga puluh sembilan tim dari empat kelas paralel mata kuliah Relawan TIK melaksanakan kegiatan pelayanan berupa sosialisasi dan workshop secara luring dan daring di bawah bimbingan 4 orang dosen dan asistennya. Laporan akhir tim #RTIKAbdimas mengungkapkan kinerja relawan TIK yang berhasil menerapkan 54 teknologi informasi di lingkungan mitra, menyebarkan 62 konten digital terkait literasi digital, dan meningkatkan rata-rata pengetahuan literasi digital mitra sekitar 17,26 poin dari skor awal 60 poin. Sekitar 80% mitra kegiatannya adalah lembaga pendidikan formal, dan 20% adalah lembaga pendidikan non formal.Abstract:  Government policies related to online learning to prevent the spread of Covid-19 are a problem for educational institutions in Garut that have not implemented an online learning system, where educators and students do not yet have adequate digital literacy competencies. This service aims to build digital literacy competencies in the education sector. The target partners of its activities are formal and non-formal educational institutions in the Garut district. Thirty-nine teams from four parallel classes of ICT Volunteer courses carry out service activities in the form of socialization and workshops offline and online under the guidance of 4 lecturers and their assistants. The final report of the #RTIKAbdimas team revealed the performance of ICT volunteers who successfully implemented 54 information technologies in partner environments, disseminated 62 digital content related to digital literacy, and increased the average digital literacy knowledge of partners 17.26 points from an initial score of 60 points. About 80% of its activity partners are formal education institutions, and 20% are non-formal education institutions.

Page 34 of 309 | Total Record : 3084