cover
Contact Name
Mahsup
Contact Email
paedagoria.ummat@gmail.com
Phone
+6281805211294
Journal Mail Official
paedagoria.ummat@gmail.com
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Mataram Jln. KH. Ahmad Dahlan, No. 1, Pagesangan, Kota Mataram, 83127, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan
Core Subject : Education,
Theoretical studies, research and development of teaching materials, activities, models or learning media in the field of education include mathematics and natural sciences (physics, chemistry, biology, science, ICT, and its applications); (2) social science, history, geography, culture and economy; (3) language and literature, and (4) basic education; Research actions to increase motivation, activities, interests or learning outcomes in solving learning problems; Development or design of creativity, innovation, and technology based on software, online or e-learning; Development of curriculum, management, programs, and other education policies.
Articles 448 Documents
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DOUBLE LOOP PROBLEM SOLVING(DLPS) TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 MATARAM TAHUN PELAJARAN 2015-2016 Mas’ad Mas’ad; Muhammad Nizaar; Agus Merdeka Putra
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 7, No 2 (2016): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v7i2.33

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan strategi Double Loop Problem Solving (DLPS) terhadap hasil belajar siswa. Metode DLPS adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan penekanan pada pencarian kausal (penyebab) utama dari timbulnya masalah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan populasi penelitian yaitu siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Mataram semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII1sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 21 orang dan kelas VIII3sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 24 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan metode tes obyektif berbentuk pilihan ganda yang diberikan sebelum  dan setelah rangkaian kegiatan pembelajaran dilakukan yang kemudian dilakukan uji normalitas, ujihomogenitas, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa nilai signifikan tes akhir dari kedua kelas lebih kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0,016 yang berarti bahwa diterima dan ditolak, artinya terdapat pengaruh metode pembelajaran DLPS terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Mataram Tahun Pelajaran 2015-2016.
ANALISIS KESIAPAN PEMBELAJARAN E-LEARNING SAAT PANDEMI COVID-19 DI SMK NEGERI 1 TAMBELANGAN Syamsul Jamal
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i2.2467

Abstract

Abstrak: Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Kesiapan Pembelajaran e-learning saat pandemic COVID-19 di SMK Negeri 1 Tambelangan dalam enam aspek kesiapan (kesiapan peserta didik, kesiapan guru, kesiapan infrastruktur, dukungan managemen, budaya sekolah, dan kecenderungan terhadap tatap muka). Model E-Learning Readiness yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Teddy & Swatman (2006) menggunakan enam faktor kesiapan. Enam faktor tersebut adalah kesiapan peserta didik, kesiapan guru, infrastruktur, dukungan managemen, budaya sekolah dan kecenderungan pembelajaran tatap muka. Faktor kesiapan peserta didik diperoleh nilai sebesar 3,8 dalam skala 5. Menurut tabel rentang nilai dan kategori (Aydin & Tasci 2005 : 2015) bahwa dengan nilai tersebut dinyatakan siap tetapi membutuhkan sedikit peningkatan. Faktor kesiapan guru, Faktor dukungan management serta faktor budaya sekolah diperoleh nilai sebesar 4,2. Menurut tabel rentang nilai dan kategori (Aydin & Tasci 2005 : 2015) bahwa dengan nilai tersebut siap penerapan e-learning dapat dilanjutkan. Hanya 1 faktor yang tidak siap dan perlu peningkatan adalah Faktor Kecenderungan pembelajaran e-learning dengan nilai ELR sebesar 3,3Abstract:  The purpose of this study was to find out how e-learning Learning Readiness during the COVID-19 pandemic at SMK Negeri 1 Tambelang in six aspects of readiness (student readiness, teacher readiness, infrastructure readiness, management support, school culture, and trends in face-to-face).The E-Learning Readiness model used in this study is the Teddy & Swatman Model (2006) using six readiness factors. The six factors are the readiness of students, teacher readiness, infrastructure, management support, school culture and the tendency of face-to-face learning. Student readiness factor obtained value of 3,8 on scale of 5. According to the table of ranges of values and categories (Aydin & Tasci 2005: 2015) that with these values is declared ready but requires a slight increase. Teacher readiness factors, management support factors and School Culture Factors score of 4.2. According to the table of ranges of values and categories (Aydin & Tasci 2005: 2015) that with these values ready for the application of e-learning can be continued. Only 1 factor that is not ready and needs improvement is the e-learning tendency factor with an ELR value of 3.3
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN POKOK BAHASAN TOKOH-TOKOH BPUPKI DAN PPKI SISWA KELAS VI SD DENGAN MENGGUNAKAN METODE MIND MAPPING Lalu Akhmad
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 10, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v10i1.914

Abstract

Abstrak: Mind mapping adalah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan secara harfiah yang akan memetakan pikiran. Mind Mapping menuntut anak kreatif dan efektif dalam proses pemetaan pikiran melalui warna dan gambar yang dituangkan dalam sebuah mind mapping. Pemetaan Pikiran (Mind Mapping) adalah salah satu dari strategi pembelajaran yang mengupayakan seorang peserta didik menggali ide-ide kreatif dan aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode mind mapping dapat meningkatkan hasil belajar PKn pada pokok bahasan Tokoh-tokoh BPUPKI dan PPKI siswa kelas VI SDN Surabaya dengan menggunakan metode Mind Mapping.Adapun Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian dilaksanakan di kelas VI SDN Surabaya. Adapun Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN Surabaya semester ganjil yang berjumlah 32 orang siswa.Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan Metode Mind Mapping dapat meningkatkan hasil belajar PKn pada materi Tokoh-tokoh BPUPKI dan PPKI Kelas VI SDN Surabaya. Hal tersebut  ditunjukan dengan hasil belajar siswa pada tahap Prasiklus , Siklus I, dan Siklus II mengalami kenaikan hasil belajar. Pada tahap prasiklus yaitu dari 32 siswa diperoleh data bahwa terdapat 21 siswa  atau 66% anak yang memperoleh nilai kurang dari KKM 75 dan 11 siswa  atau 34% anak yang nilainya lebih dari KKM 75 dengan nilai rata-rata sebesar 67.81,  Selanjutnya siklus I dari 32 siswa diperoleh data bahwa terdapat 15 atau 47% anak yang memperoleh nilai kurang dari KKM 75  dan 17 atau 53% anak yang nilainya lebih dari KKM 75 dengan nilai rata-rata sebesar 75.31, dan pada siklus II dari 32 siswa diperoleh data bahwa terdapat 6 siswa atau 19%  yang memperoleh nilai kurang dari KKM 75 atau tidak lulus dan 26 siswa atau 81% anak yang nilainya lebih dari KKM 75 dengan nilai rata-rata sebesar 80.15. Abstract:. Mind mapping is a creative, effective and literally way of recording that will map the mind. Mind Mapping requires creative and effective children in the process of mind mapping through color and images as outlined in a mind mapping. Mind Mapping is one of the learning strategies that seeks a student to explore creative ideas and be active in participating in learning activities. This study aims to determine the application of mind mapping methods can improve Civics learning outcomes on the subject of Figures BPUPKI and PPKI students of class VI SDN Surabaya using the Mind Mapping method. The research is classroom action research. The research was conducted in class VI of SDN Surabaya. The subjects of this study were students of class VI SDN Surabaya odd semester totaling 32 students. Based on the results of the study showed that the application of the Mind Mapping Method can improve Civics learning outcomes in the material of Class VI BPUPKI and PPKI Figures in Surabaya Elementary School. This is indicated by student learning outcomes at the Pre-cycle stage, Cycle I, and Cycle II experiencing an increase in learning outcomes. In the pre-cycle stage, 32 students obtained data that there were 21 students or 66% of children who obtained less scores than KKM 75 and 11 students or 34% of children whose grades were more than KKM 75 with an average value of 67.81, then cycle I of 32 students obtained data that there were 15 or 47% of children who obtained less scores from KKM 75 and 17 or 53% of children whose grades were more than KKM 75 with an average value of 75.31, and in cycle II data from 32 students obtained data that there were 6 students or 19% who received less scores than KKM 75 or did not pass and 26 students or 81% of children whose grades were more than 75 KKM with an average score of 80.15.
BERBAHASA: POTRET NASIONALISME GENERASI BANGSA Sri Maryani; Erwin Erwin
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 6, No 2 (2015): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v6i2.171

Abstract

Keheterogenan dalam kehidupan berbangsa adalah suatu keniscayaan yang harus diterima sebagai realitaskekayaan budaya dan suku bangsa, serta mesti terpelihara dan terjaga oleh segenap masyarakat penggunanya.Olehkarena itu, bahasa mesti dipahami sebagai salah satu kekayaan nasional yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.Setidaknya terdapat 700 bahasa daerah yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Dengan demikian, maka bahasabahasadaerah tersebut menjadi ciri dan indentitas bagi para penuturnya. Selain bahasa-bahasa daerah tersebut,kita juga mengenal bahasa Indonesia yang berkedudukan sebagai bahasa Nasional dan bahasa Negara,sebagaimana yang tertuang dalam butir ke- 3 ikrar sumpah pemuda dan tercantum di dalam pasal 36 BAB XV UUD1945. Selain itu, kita juga dihadapkan dengan hadirnya bahasa-bahasa Asing sebagai bagian dari perkembanganarus globalisasi yang luar biasa dahsyatnya. Kondisi ini menjadi embrio terjadinya kontak bahasa yang berujungpada konsistensi dan kecenderungan berbahasa (sikap bahasa) yang berbeda-beda. Berangkat dari landasansebagaimana dideskripsikan di atas, maka dalam tulisan ini akan disajikan berbagai fenomenafaktual mengenaiekistentesibahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dan bahasa Negara yang tercermin dalam berbagai aktifitassosial. Beberapa hal yang akan disajikan terkait kedudukan bahasa Indonesia yang dimaksud, diantaranya: (1)Kecenderungan perilaku berbahasa;(2) pembelajaran bahasa Indonesia; dan (3) hasil Ujian Akhir Nasional (UAN);antara kualitas berbahasa danbukti nasionalisme. Secara substansial tulisan ini bertujuan untuk merefleksi realitasdan kemampuan berbahasa masyarakat Indonesia pada umumnya, guna menakar kualitas nasionalisme generasibangsa. Dengan demikian, tulisan ini diharapkan dapat menjadi ilustrasi bagi para pembaca untuk ikut berkontribusi;(a) mengapresiasi penggunaan bahasa sesuai dengan konteksnya, dan (b) mendorong berbagai pihak terkait untukberupaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi belajar Bahasa Indonesia.
STUDI KELAYAKAN ISI BUKU TEKS PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI SMA PADA MATERI FLORA DAN FAUNA Syafril Syafril; Sugeng Utaya; I. Komang Astina; Budi Handoyo
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 3 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i3.2643

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripisikan kelayakan isi buku teks mata pelajaran geografi Kelas XI SMA/MA pada Materi Flora dan Fauna. Berdasarkan  survey  lapangan  diketahui salah satu buku yang banyak digunakan adalah  Buku geografi yang disusun oleh K. Wardiyatmoko penerbit Erlangga tahun 2013. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan analisis format instrumen penilaian buku teks pelajaran Geografi SMA/MA yang ditetapkan oleh BSNP (2013). Dalam instrumen tersebut, peneliti menghitung nilai tiap butir instrumen menggunakan teknik rating scale yang kemudian dijumlahkan untuk melihat nilai keseluruhan butir. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa buku yang dianalisis termasuk dalam kriteria layak dengan perolehan nilai 7 atau 58,33% pada sub aspek cakupan materi, skor 33,33% atau tidak layak pada sub aspek akurasi materi, skor 37,5% atau cukup layak pada sub aspek kemutakhiran, skor 37,5% atau cukup layak pada sub aspek kandungan wawasan nilai spiritual, sosial, kinestetis, dan produktifitas, serta skor 75% atau layak pada sub aspek mengembangkan wawasan kebhinekaan dan memperkokoh NKRI. Secara keseluruhan, skor rata—rata yakni 48,5% atau cukup layak. Jadi, Buku Teks Geografi untuk Kelas XI SMA  dan  MA  yang  disusun  oleh  K. Wardiyatmoko  penerbit Erlangga tahun 2013 cukup layak dan harus direvisi untuk digunakan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran geografi di SMA/MA  kelas  XI.Abstract:  This study aims to describe the appropriateness of the contents of textbooks in geography subjects in Class XI SMA / MA on Flora and Fauna Materials. Based on the field survey, it is known that one of the most widely used books is the Geography Book compiled by K. Wardiyatmoko, the publisher of Erlangga in 2013. The data processing technique in this study uses the analysis of the instrument format for assessing textbooks for SMA / MA Geography textbooks determined by BSNP (2013). In the instrument, the researcher calculates the value of each item of the instrument using a rating scale technique which is then summed to see the value of the whole item. Based on the results of the study, that the books analyzed are included in the criteria of feasible with the acquisition of a value of 7 or 58.33% in the sub-aspects of material coverage, a score of 33.33% or not feasible in the sub-aspects of material accuracy, a score of 37.5% or quite feasible on the latest sub-aspects, a score of 37.5% or quite feasible in the sub-aspects of the content of spiritual, social, kinesthetic, and productivity values, and a score of 75% or feasible in the sub-aspects of developing insight into diversity and strengthening the Unitary Republic of Indonesia. Overall, the average score is 48.5% or reasonably good. So, the Geography Textbook for Class XI of SMA and MA compiled by K Wardiyatmoko, the publisher of Erlangga in 2013, is quite feasible and must be revised to be used as a learning resource in learning geography in SMA / MA grade XI
Analisis Kemampuan Berpikir Reflektif Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Materi Persegi Bagi SiswaKelas VIII SMP Kristen 02 Salatiga Tahun Ajaran 2017/2018 Christiana Kartika Dian; Kriswandani Kriswandani; Novisita Ratu
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 9, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v9i1.245

Abstract

Abstrak: Berpikir reflektif merupakan kegiatan yang  membuat siswa berusaha menghubungkan pengetahuan yang diperolehnya untuk menyelesaikan permasalahan baru yang berkaitan dengan pengetahuan lamanya. Berpikir reflektif meliputi tiga fase/ tingkat yaitu reacting (berpikir reflektif untuk aksi),  comparing (berpikir reflektif untuk evaluasi) dan contemplating (berpikir reflektif untuk inkuiri kritis). Untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir reflektif siswa, maka dilakukan penelitian dengan jenis deskriptif  kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 3 siswi kelas VIII SMP Kristen 02 Salatiga yang dipilih secara purposive sampling pada materi bangun datar segi empat dengan kemampuan awal yang berbeda. Dari hasil analisis, siswa berkemampuan awal tinggi dapat dikatakan reflektif, kemampuan awal sedang  dikatakan cukup reflektif, dan kemampuan awal rendah dikatakan kurang reflektif.Abstract: Reflective thinking is an activity that keeps students trying to connect their acquired knowledge to solve new problems related to their old knowledge. Reflective thinking involves three phases / levels of reacting (thinking reflectively for action), comparing (reflective thinking for evaluation) and contemplating (reflective thinking for critical inquiry). To know the level of reflective thinking ability of students, then conducted research with descriptive qualitative type. The subjects of this study were 3 VIII grade students of SMP Kristen 02 Salatiga who were chosen by purposive sampling on the rectangular building material with different initial capability. From the results of the analysis, high initial students can be said to be reflective, the initial ability is said to be quite reflective, and low initial ability is said to be less reflective.
PEMETAAN KESESUAIAN LAHAN PERUNTUKKAN DAERAH PELABUHAN DENGAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI WILAYAH PESISIR SELATAN KABUPATEN LOMBOK TIMUR Sukuryadi Sukuryadi
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 7, No 2 (2016): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v7i2.24

Abstract

Undang-undang nomor 24 tahun 1992 mengamanatkan bahwasemua kegiatan pembangunan, baik itu dilakukan oleh Pemerintah, Swasta maupun Masyarakat, seyogyanya sesuai dengan Tata Ruang Wilayah yang telah ditetapkan. Selain untuk mencapai efisiensi  dan efektivitas pemanfaatan ruang dalam pelaksanaan pembangunan, rencana tata ruang digunakan pula sebagai landasan koordinasi dalam mengurangi konflik ruang dan optimasi pencapaian tujuan. Penyediaan data dan informasi laut yang komprehensif, akurat dan benar, serta dapat ditemukan dengancepat dan mudah khususunya bagi pembangunan Kelautan Nasional secara umum merupakan hal yang paling mendesak diperlukan. Sehingga kemajuan pembangunan Pusat dan daerah dapat berjalan sinkron dan berkesinambungan. Dalam perkembangannya, wilayah pesisir cenderung berkembang dengan pesat. Namun jika potensi sumberdaya tersebut tidak dikelola dan dimanfaatkan dengan optimal,maka akan berdampak terhadap kerusakan lingkungan, misalnya abrasi pantai, penebangan hutan bakau, rusaknya terumbu karang, serta tercemarnya badan perairan sekitar wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kesesuaian lahan peruntukkan daerah pelabuhan melalui aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) yang didasari pada hasil survey dan pemetaan di wilayah pesisir selatan LombokTimur. Hasil penelitian ini diharapkan potensi wilayah pesisir dapat dikembangkan untuk daerah pelabuhan sehingga hasilnya dapat diintegrasikan dengan penelitian sebelumnya sebagai data base perencanaan tata ruang wilayah pesisir bagi pemerintah setempat
ANALISIS MINAT BELAJAR KIMIA SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA Nelius Harefa; Gayus Sadarman Tafonao; Samsul Hidar
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i2.2347

Abstract

Abstrak: Minat belajar mempengaruhi aspek kognitif, afektif, psikomotorik, dan keterampilan proses sains siswa. Salah satu aspek penting yang berhubungan erat dengan minat yakni hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat belajar kimia siswa melalui pembelajaran berbasis multimedia. Sampel penelitian yakni siswa kelas X SMA 1 Cawang Baru, Jakarta sebanyak 34 orang yang dipilih dengan purposive sampling technique pada materi struktur atom. Metode pengumpulan data dengan pemberian angket minat belajar sebanyak 20 pernyataan, dimana masing-masing pernyataan diberi 5 opsi jawaban yang disusun mengacu skala Linkert. Hasil analisis dan interpretasi data menunjukkan bahwa 80% siswa berminat terhadap pembelajaran kimia, 13,33% sangat berminat, dan 6,67% cukup berminat. Data uji one sample t-test pada signifikansi  = 0,05 yakni thitung (1,964) > ttabel (1,687), menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pemanfaatan multimedia terhadap minat belajar kimia siswa. Berdasarkan hasil analisis dan interpretasi data, disimpulkan bahwa pemanfaatan multimedia berpengaruh signifikan terhadap minat belajar kimia siswa pada kategori berminat sebesar 80%, sangat berminat 13,33%, dan cukup berminat 6,67%. Abstract:  Students’ interests affects the cognitive, affective, psychomotor, and science process skills of students. One important aspect that is closely related to students’ interests is students’ learning outcomes. This study aims to analyze students' interest in chemistry through multimedia-based learning. The sample of the research is class X students of SMA 1 Cawang Baru, Jakarta, as many as 34 students was selected by purposive sampling technique on atomic structure material. The analysis and interpretation of the data show that 80% of students are interested in chemistry, 13.33% are very interested, and 6.67% are quite interested. The one sample t-test analysis on the significance  = 0.05 was tcount (1.964) > ttable (1.687), indicating that there was a significant influence of the use of multimedia on students' interest in chemistry. Based on the analysis and interpretation of the data, it was concluded that the use of multimedia significantly influenced students' interest in chemistry in the interest category by 80%, very interested in 13.33%, and quite interested in 6.67%.
KEMAMPUAN MENGKONSTRUKSIKAN TEKS NEGOSIASI DENGAN MEMPERHATIKAN ISI STRUKTUR DAN KEBAHASAAN PADA SISWA KELAS X Suryani Suryani; Titin Untari; Nurmiwati Nurmiwati
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 9, No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v9i2.827

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan mengkonstruksikan teks negosiasi dengan memperhatikan isi struktur dan kebahasaan pada siswa kelas X. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian adalah siswa sebanyak 33 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu metode observasi, metode tugas, dan metode dokumentasi. Tehnik analisis data menggunakan rumus penilaian acuan patokan (PAP). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kemampuan mengkonstrusikan teks negosiasi dengan memperhatikan isi struktur dan kebahasaan pada siswa tergolong normal, hal ini dikarenakan antara lain kurang persiapan siswa dan guru dalam mengikuti proses belajar mengajar yang digunakan, siswa yang kurang aktif dalam menerima pelajaran. Kemampuan mengkonstruksikan teks negosiasi dengan memperhatikan isi struktur dan kebahasaan oleh siswa yakni (1) Kemampuan induvidual yang terdiri dari (a) kategori tinggi sebanyak 14 siswa atau 42%, (b) kategori sedang sebanyak 19 siswa atau 58%, (c) kategori rendah sebanyak 0 siswa atau 0%; dan (2) IPK sebesar 65,72 pada kategori Normal. Abstract: This study aims to describe the ability to construct negotiating texts by paying attention to the structure and language content of class X students. The type of research used is descriptive quantitative research with 33 research subjects as the subject. The method of data collection in this study is the observation method, task method, and documentation method. Data analysis techniques use the benchmark reference assessment formula (PAP). Based on the results of the study, it was found that the ability to construct negotiating text by paying attention to the contents of the structure and language in students is normal, this is because, among others, students and teachers lack preparation in the teaching and learning process used, students who are less active in receiving lessons. The ability to construct negotiating texts by paying attention to the contents of the structure and language by students namely (1) Individual abilities consisting of (a) high categories as many as 14 students or 42%, (b) moderate categories as many as 19 students or 58%, (c) low categories 0 students or 0%; and (2) GPA of 65.72 in the Normal category.
Pengembangan Selang Logika Sebagai Media Pembelajaran Pada Materi Logika Matematika Habibi Ratu Perwira Negara; Farah Heniati Santosa; Samsul Bahri
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 8, No 1 (2017): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v8i1.161

Abstract

Abstrak: Penelitian pengembangan ini bertujuan mengahasilkan produk berupa media pembelajaran dan LKS pada materi logika Matematika submateri pernyataan majemuk. Pengembangan ini mengadopsi perngembangan 4D (Define, Design Develop, dan Disseminate) yang dikembangkan oleh S. Thiagarajan, Dorothy S. Semmel, dan Melvyn I. Semmel. Hasil validasi oleh 2 ahli terhadap media pembelajaran selang logika diperoleh rata-rata sebesar 3.833 atau dalam kategori “cukup valid”. Sedangkan hasil validasi terhadap LKS  diperoleh sebesar 3.649 atau dalam kategori “cukup valid”. Pada uji coba terbatas, rata-rata respon siswa terhadap media pembelajaran selang logika sebesar 79% atau dalam kategori “Baik”, sedangkan rata-rata respon siswa terhadap LKS sebesar 76% atau dalam kategori “Baik”. Selanjutnya hasil uji coba lapangan diperoleh rata-rata respon siswa terhadap media pembelajaran selang logika sebesar 83% atau dalam kategori “Sangat Baik”, sedangkan terhadap LKS, rata-rata respon siswa sebesar 79% atau dalam ketegori “Baik”. Sehingga kualiatas hasil pengembangan media pembelajan selang logika adalah “Sangat Baik” dan kualiatas LKS pada meteri logika adalah “Baik”.Abstract:  This development research aims to produce products in the form of learning media and LKS on the subject of mathematic logic sub content compound statements. This development adopts the development of 4D (Define, Design, Develop, and Disseminate) developed by S. Thiagarajan, Dorothy S. Semmel, and Melvyn I. Semmel. Validation results by two experts on learning media logic hose obtained an average of 3,833 or in the category of "quite valid". While the result of validation to LKS obtained equal to 3,649 or in category "enough valid". In the limited trial, the average student response to learning media logic hole is 79% or in the "Good" category, while the average student response to LKS is 76% or in the "Good" category. Furthermore, the result of field experiment obtained average student response to learning media of logic hose equal to 83% or in category "Very Good", where was to LKS, average student response equal to 79% or in category "Good". So, the quality of the development of logic hose learning media was "Very Good" and the quality of LKS on logic subject was "Good".

Page 10 of 45 | Total Record : 448