cover
Contact Name
Mahsup
Contact Email
paedagoria.ummat@gmail.com
Phone
+6281805211294
Journal Mail Official
paedagoria.ummat@gmail.com
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Mataram Jln. KH. Ahmad Dahlan, No. 1, Pagesangan, Kota Mataram, 83127, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan
Core Subject : Education,
Theoretical studies, research and development of teaching materials, activities, models or learning media in the field of education include mathematics and natural sciences (physics, chemistry, biology, science, ICT, and its applications); (2) social science, history, geography, culture and economy; (3) language and literature, and (4) basic education; Research actions to increase motivation, activities, interests or learning outcomes in solving learning problems; Development or design of creativity, innovation, and technology based on software, online or e-learning; Development of curriculum, management, programs, and other education policies.
Articles 449 Documents
ANALYSIS OF STUDENTS RESPONSES TO ONLINE LEARNING USING UNIFIED THEORY OF ACCEPTANCE AND USE OF TECHNOLOGY MODEL Zaenab Jamaludin; Syaharuddin Syaharuddin; Ahmad Ahmad; Nur Indah Sari; Vera Mandailina; Dewi Pramita
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 12, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v12i1.3912

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggapan 239 siswa dan 847 mahasiswa terhadap proses pelaksanaan pembelajaran daring selama COVID-19 menggunakan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) model. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menganalisis hasil angket yang telah disebar secara online, dimana angket sebanyak 17 indikator/pertanyaan dengan skala Likert 4 option. Analisis data yang digunakan adalah uji regresi. Hasil analisa data menunjukkan bahwa tanggapan siswa dan mahasiswa dari segi kinerja, usaha, dan faktor sosial terhadap minat belajar secara daring sebesar 44,9% yang berarti sedang, sedangkan dari segi kondisi fasilitas dan minat terhadap upaya menerapkan pembelajaran daring sebesar 37% yang berarti rendah. Oleh sebab itu, melalui pembelajaran daring seharusnya guru ataupun dosen lebih efektif menggunakan e-learning yang memuat materi lebih komplek sebagai sarana dan sumber belajar yang optimal bagi siswa ataupun mahasiswa.Abstract:  This study aims to analyze students' responses to the process of implementing online learning during COVID-19 using the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) model. This research is a quantitative research by analyzing the results of polls that have been distributed online, where the questionnaire as many as 17 indicators / questions with a scale Likert 4 options. The data analysis used is a regression test. The results of the data analysis showed that the response of students and students in terms of performance, effort, and social factors to online learning interest by 44.9% which means moderate, while in terms of facilities and interest in efforts to implement online learning by 37% which means low. Therefore, through online learning, teachers or lecturers should be more effective in using e-learning that contains more complex materials as optimal means and learning resources for students.
USE OF THE GOOGLE CLASSROOM APP IN AN EFFORT TO IMPROVE STUDENT LEARNING OUTCOMES ON MATRIX SUBJECTS I Wayan Gede Wardika; I Putu Surya Adi Putra
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 12, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v12i1.3343

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan peningkatan hasil belajar dalam pembelajaran Matriks melalui media Google Classroom di STMIK STIKOM Indonesia.  Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kurt Lewin. yang terdiri dari empat langkah, yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di kelas DC semester I Program Studi Teknik Informatika STMIK STIKOM Indonesia dengan banyaknya mahasiswa 44 orang. Pertimbangan pemilihan kampus ini sebagai tempat penelitian karena dari hasil wawancara dengan dosen pengampu mata kuliah menyatakan hasil belajar pokok bahasan Matriks masih kurang dan belum pernah diadakan penelitian yang serupa. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Google Classroom dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Hal ini ditunjukkan oleh perolehan hasil belajar mahasiswa dengan tes hasil belajar pada prasiklus nilai rata-rata mahasiswa 52,59 dengan ketuntasan belajar 40,91% dan daya serap sebesar 51,59%. Untuk Siklus I diperoleh nilai rata-rata 64,32, ketuntasan belajar 68,18% dan daya serap sebesar 64,32%. Sedangkan pada siklus II diperoleh nilai rata-rata 76,14, ketuntasan belajar 86,36% dan daya serap 76,14%. Peningkatan persentase nilai rata–rata mahasiswa, ketuntasan belajar, daya serap dari prasiklus ke siklus I berturut–turut 24,67%, 66,66%, dan 24,67%, dan persentase peningkatan rata-rata hasil belajar, ketuntasan belajar, dan daya serap mahasiswa dari siklus I ke siklus II berturut-turut sebesar 18,37%, 26,66%, dan 18,37%.Abstract:  This study aims to examine and describe the improvement of learning outcomes in Matrix learning through Google Classroom media at STMIK STIKOM Indonesia. The type of research carried out is classroom action research (PTK). ith the Kurt Lewin model which consists of four steps, namely: planning, acting, observing, reflecing. This research was conducted in the first semester DC class Informatics Engineering Study Program STMIK STIKOM Indonesia with 44 students. The consideration of choosing this campus as a research location was because because the results of interviews with lecturers who taught subjects stated that the learning outcomes of the Matrix subject were still lacking and similar research had never been conducted. Based on the research results, it can be concluded that learning using theapplication Google Classroom can improve student learning outcomes. This is indicated by The acquisition of student learning outcomes by means of a pre-cycle learning achievement test with an average value of 52.59 students with learning completeness of 40.91% and absorption capacity of 51.59%. For Cycle I, the average value was 64.32, learning completeness was 68.18% and absorption capacity was 64.32%. Whereas in the second cycle the average value was 76.14, learning completeness was 86.36% and absorption capacity was 76.14%. An increase in the percentage of students' mean scores, learning completeness, absorption from pre-cycle to cycle I respectively 24.67%, 66.66%, and 24.67%, and the percentage increase in average learning outcomes. learning completeness, and student absorption from cycle I to cycle II respectively at 18.37%, 26.66%, and 18.37%.
PROBLEMS OF ONLINE LEARNING DURING THE COVID-19 PANDEMIC IN GENERATION Z Erly Oviane Malelak; Joris Taneo; Delsylia Tresnawaty Ufi
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 12, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v12i1.4044

Abstract

Abstrak: Pandemi Covid-19 secara cepat membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan manusia termasuk pembelajaran yang dilakukan pada pendidikan formal di Perguruan Tinggi. Mahasiswa pada jenjang S1 adalah generasi Z yang identik dengan teknologi. Namun, berbagai fenomena menunjukkan bahwa mereka juga mengalami problematika dalam pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika pembelajaran daring di masa pendemi Covid-19 pada generasi Z. Pendekatan penelitian adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel penelitian sebanyak 70 mahasiswa yang ditetapkan menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket dan dianalisis dengan menggunakan persentasi dan dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan problematika pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 pada generasi Z meliputi: ketiadaan smartphone (1%), ketiadaan paket data (12%), berbagai permasalahan teknis (11%), tidak menguasai aplikasi (7%), sulit memahami materi (10%), kesulitan dalam mengerjakan tugas (16%), permasalahan waktu perkuliahan (9%), permasalahan terkait metode mengajar dosen (8%), ketidakseriusan dalam mengikuti kuliah (8%), dan mengalami kejenuhan mengikuti perkuliahan daring (18%).Abstract:  The Covid-19 pandemic quickly brought about changes in various aspects of human life including learning conducted in formal education in higher education. Students at undergraduate level are generation Z who are synonymous with technology. However, various phenomena show that they also experience problems in online learning. This study aims to find out the problem of online learning in the era of Covid-19 protesters in generation Z. Research approach is quantitative with descriptive methods. A sample of 70 students was determined using purposive sampling. The data was collected using questionnaires and analyzed using percentages and described. The results showed problems of online learning during the Covid-19 pandemic in generation Z including: the absence of smartphones (1%), the absence of data packages (12%), various technical problems (11%), not mastering the application (7%), difficulty understanding the material (10%), difficulty in doing tasks (16%), problems of lecture time (9%), problems related to teaching methods of lecturers (8%), seriousness in attending lectures (8%), and experiencing saturation following lectures online (18%).
ONLINE LEARNING ANALYSIS FROM THE PERSPECTIVE OF PRE-SERVICE BIOLOGY TEACHERS Maesaroh Maesaroh
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 12, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v12i1.3888

Abstract

Abstrak: Pembelajaran merupakan interaksi antara pendidik dan peserta didik dengan bantuan alat, media dan sumber belajar untuk mencapai tujuan belajar. Proses belajar umumnya terjadi secara tatap muka di ruangan kelas atau laboratorium. Pembelajaran daring telah dilaksanakan secara penuh selama semester genap tahun akademik 2020/2021 untuk mencegah penyebaran Covid-19. Penelitian ini menyajikan informasi berupa analisis pembelajran daring dari perspektif mahasiswa berupa proses pembelajaran, hambatan, kelebihan, serta peluang. Pembelajaran daring belum terlaksana dengan efektif dan efisien dari perspektif mahasiswa program studi Pendidikan biologi. Pembelajaran daring dinyatakan belum dapat dilaksanakan pada kegiatan praktikum dan pengembangan keterampilan kerja ilmiah. Pembelajaran terkendala pada kualitas infrastruktur, SDM, dan implementasi variasi strategi pembelajaran secara daring. Keunggulan pembelajaran daring menurut mahsiswa membantu menjadi pebelajar yang mandiri sehingga dapat mengenali kemampuan masing-masing dalam menguasi materi.Abstract: Learning is an interaction between educators and students with the help of tools, media and learning resources to achieve learning goals. In biology, he learning process generally occurs face-to-face in a classroom or laboratory. Online learning has been fully implemented during the even semester of the 2020/2021 academic year to prevent the spread of Covid-19. This study provides information in the form of online learning analysis from a student perspective in the form of learning processes, obstacles, strengths, and online learning opportunities. Online learning has not been carried out effectively and efficiently from the perspective of Biology Education study program students. Online learning is declared unable to be implemented in practicum activities and scientific work skills development. Learning is constrained by the quality of infrastructure, human resources, and the implementation of various online learning strategies. The advantages of online learning according to students are helping to become independent learners so they can recognize their respective abilities in mastering the material.
POLICY ANALYSIS OF IMPLEMENTATION OF MINIMUM COMPETENCY ASSESSMENT AS AN EFFORT TO IMPROVE READING LITERACY OF STUDENTS IN SCHOOLS Ma’mun Zahrudin; Shalahudin Ismail; Qiqi Yuliati Zakiah
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 12, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v12i1.3925

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan implementasi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) sebagai upaya peningkatan literasi membaca peserta didik di sekolah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian kualitatif dengan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan informasi hasil Asesmen Kompetensi Minimum, guru dapat menyusun strategi pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Hasil Asesmen Kompetensi Minimum dapat memberi gambaran kepada guru mengenai takaran yang tepat untuk setiap “teaching at the right level”. Strategi yang sesuai dengan kondisi murid, tugas atau pembelajaran yang diberikan juga sesuai dengan kondisi peserta didik. Dengan demikian antusiasme untuk belajar tetap terjaga. Rasa bosan karena tantangan atau tugas yang terlalu sederhana atau rasa putus asa karena tugas yang terlalu sulit, di luar jangkauan murid dapat dihindari.Abstract:  This study aims to analyze the implementation policies of the Minimum Competency Assessment (AKM) in improving the reading literacy efforts of students in schools. This type of research used in this research is a qualitative research model with a literature review. The results showed that using the information from the Minimum Competency Assessment results, teachers could develop effective and quality learning strategies. The results of the Minimum Competency Assessment can provide an overview to the teacher about the correct dose for each teaching at the right level. Strategies that are in accordance with the conditions of the students, assignments or learning given are also in accordance with the conditions of students. Thus the enthusiasm for learning is maintained. Boredom because of challenges or tasks that are too simple or feeling hopeless because of tasks that are too difficult, beyond the reach of students can be avoided.
AUTHENTIC ASSESSMENT IN LEARNING ORNAMENTAL VARIETY BASED ON COASTAL ECO-CULTURE DURING THE PANDEMIC COVID-19 Lukmono Adi; Triyanto Triyanto; Muh. Ibnan Syarif; Wahyu Lestari
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 12, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v12i1.3723

Abstract

Abstrak: Pembelajaran ragam hias berbasis eko-budaya pesisiran pada saat ini masih sangat jarang dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses penilaian pembelajaran ragam hias berbasis eko-budaya pesisiran siswa kelas VII SMP dalam masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data melalui teknik triangulasi. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Perlunya penilaian berbasis digital mengingat penilaian manual memiliki berbagai kelemahan terkait dengan analisis data yang dinilai kurang efektif. Kemampuan literasi penilaian yang dibutuhkan guru saat ini sangat berbeda  disesuaikan dengan situasi pandemi Covid-19. Artikel ini akan membahas tentang sistem penilaian otentik  dalam pembelajaran seni rupa pada materi ragam hias berbasis eko-budaya pesisiran yang menggambarkan kemampuan siswa secara lebih menyeluruh mulai dari aspek pengetahuan, keterampilan, dan pengembangan karakter. Berkaitan dengan keterampilan, kemampuan, dan persepsi yang dibutuhkan guru dalam lingkungan digital, dan akan menunjukkan pentingnya mengadaptasi berbagai teknologi untuk tujuan penilaian ini.  Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa penilaian otentik pada pembelajaran ragam hias berbasis eko-budaya pesisiran berimplikasi positif guna membangun kapasitas kreatif dan kesadaran budaya pada diri siswa.Abstract:  Learning decorative varieties based on coastal eco-culture at this time is still very rarely implemented. This study aims to describe the assessment process of decorative learning based on coastal eco-culture of grade VII junior high school students during the Covid-19 pandemic. This study uses qualitative methods. Data collection through observation, interview, and documentation. Data transfer techniques through triangulation techniques. Data analysis through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The need for digital-based assessments considering manual assessments have a variety of drawbacks related to data analysis that is considered less effective. The assessment literacy skills needed by teachers today are very different according to the situation of the Covid-19 pandemic. This article will discuss about the authentic assessment system in fine arts learning on decorative materials based on coastal eco-culture that describes students' abilities more thoroughly ranging from aspects of knowledge, skills, and character development. It relates to the skills, abilities, and perceptions teachers need in a digital environment, and will demonstrate the importance of adapting various technologies for the purposes of this assessment.  Furthermore, it can be concluded that authentic assessment on the learning of decorative varieties based on coastal eco-culture has positive implications in order to build creative capacity and cultural awareness in students.
STUDY IN THE LABORATORY: THE EFFECT ON STUDENT LEARNING OUTCOMES Fenny Mustika Piliang; Insar Damopolii
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 12, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v12i1.4235

Abstract

Abstrak: Laboratorium adalah menjadi tempat siswa untuk melakukan eksperimen. Banyak modifikasi laboratorium seperti mengubahnya menjadi laboratorium virtual atau berbasis komputer. Namun nyatanya ada temuan yang mengungkap bahwa tidak ada perbedaan laboratorium virtual dengan laboratorium tradisional. Tetapi, siswa yang tidak belajar berbasis kegiatan laboratorium menunjukkan hasil belajar yang lebih rendah. Riset ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis laboratorium dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Desain eksperimen menggunakan pre-test post-test dilakukan terhadap 48 siswa sebagai grup eksperimen. Grup pengontrol sebanyak 48 siswa. Sampel siswa diambil menggunakan teknik cluster sampling. Data dikumpul dengan tes pilihan ganda. Analisis data temuan memakai uji t sampel bebas. Hasil riset mengungkap bahwa hasil belajar siswa meninggi di grup eksperimen. Hasil belajar siswa di grup kontrol lebih rendah dari grup eksperimen. Disimpulkan dalam temuan ini bahwa pembelajaran berbasis laboratorium dapat meninggikan hasil belajar siswa. Walaupun pencapaian belajar siswa dalam kelas tanpa pembelajaran laboratorium meningkat, tetapi tidak lebih baik dari siswa yang belajar berbasis laboratorium. Riset ini merekomendasikan bahwa pembelajaran laboratorium menjadi kegiatan pembelajaran yang bias digunakan untuk memperbaiki hasil belajar siswa. Abstract: A laboratory is a place for students to do experiments—many laboratory modifications include turning them into virtual or computer-based laboratories. But some researcher findings reveal that there is no difference between virtual laboratories and traditional laboratories. However, students who do not learn under student laboratory activities show lower learning outcomes. This study aims to determine the effect of laboratory-based learning on improving student learning outcomes. The experimental design used pre-test post-test was conducted on 48 students as an experimental group. The 48 learners consist entirely of the control condition. The samples were taken by using a technique of cluster sampling. Multiple-choice exams were also used to obtain data. The independent t-test was used for calculating data findings. The study found that in the experimental group, student learning outcomes increased. Student learning performances in the control group were lower than in the experimental group. It is concluded in these findings that laboratory-based learning can improve student learning outcomes. Although student learning outcomes in classes without laboratory learning have increased, it is not better than students who learn laboratory-based. This research recommends that laboratory learning be a learning activity that can empower the learner's learning outcomes.
INQUENCING-BASED LEARNING POTENTIAL TO PRACTICE METACOGNITIVE SKILLS Andik Andriyanto; Jan Hendriek Nunaki; Insar Damopolii
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 12, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v12i1.3890

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mengkaji potensi PBI untuk melatih keterampilan metakognitif siswa SMA. Sebanyak 63 siswa SMA menjadi sample dalam penelitian eksperimen ini. 30 siswa berada pada kelas eksperimen. 33 siswa berada di kelas control. Siswa diukur metakognitifnya menggunakan tes uraian berjumlah sembilan item. Data perbedaan metakognitif siswa dihitung menggunakan Mann-Whitney tes. Hasil analisis diperoleh bahwa metakognitif siswa di awal ada sama (sig. > 0.05). Hasil analisis metakognitif akhir mengungkap bahwa metakognitif siswa kelas eksperimen dan control adalah berbeda (sig.<0.05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan keterampilan metakognitif siswa disebabkan oleh perbedaan pembelajaran yang digunakan. Siswa terlatih lebih baik metakognitifnya dengan pembelajaran inkuiri dibanding siswa di bukan pembelajaran inkuiri. Riset ini merekomendasikan bahwa guru dapat menggunakan pembelajaran inkuiri untuk memperbaiki keterampilan metakognitif siswanya.Abstract:  The aimed of this article was to explore the potential of IBL to train high school students' metacognitive skills. A total of 63 high school students were sampled in this experimental study. Thirty students were in the experimental group, and thirty-three students were in the control group. Students were measured metacognitive using an essay test totaling nine items. Data on students' metacognitive differences were calculated using the Mann-Whitney assess. The finding of the analysis showed that the students' metacognitive values at the beginning were equal (sig.>0.05). The final metacognitive analysis results revealed that the students metacognitive of the experimental and control classes were different (sig.<0.05). This study concluded that differences in students' metacognitive skills were caused by differences in the learning used. Students with trained inquiry learning have better metacognitive skills than students in non-inquiry learning. This research recommends that teachers use inquiry learning to improve their students' metacognitive skills.
MATH LEARNING MEDIA APPLICATION USING MACROMEDIA FLASH PROFESSIONAL Raden Wirawan; Andi Nurul Faizah; Andi Suharbi
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 12, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v12i1.3931

Abstract

Abstrak: Pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi telah memberikan dampak kemajuan terhadap dunia pendidikan, salah satu contoh dengan memanfaatkan teknologi komputer sebagai alat bantu pembelajaran yaitu berupa aplikasi pembelajaran berbasis macromedia. Tujuan dari penelitian ini untuk merancang aplikasi pembelajaran matematika berbasis macromedia flash profesional 8 dan mengimplementasikan media pembelajaran matematika pada Kelas X SMK Negeri 5 Bulukumba. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan multimedia dengan visual modeling menggunakan macromedia flash profesional 8 . Adapun populasi sebanyak 30 orang dan sampelnya sebanyak 16 orang dengan instrumen penelitian berupa observasi lapangan, wawancara, angket dan studi pustaka. Analisis data yang digunakan yaitu analisis kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya media pembelajaran matematika ini mampu meningkatkan minat belajar  Siswa lebih mudah memahami pelajaran sehingga mempermudah proses belajar mengajar. Hal ini dapat dilihat dari persentasi hasil belajar dari sebelum dan sesudah pengaplikasian media pembelajaran dilakukan, yaitu sebelum diaplikasikan persentasenya adalah yang memilih Tidak Setuju (TS) sebanyak 43,75% dan yang memilih Cukup Setuju (CS) sebanyak 56,25% sedangkan sesudah diaplikasikan, persentasenya adalah yang memiliki Cukup Setuju (CS) yaitu sebanyak 31,25% dan yang memilih Setuju (S) sebanyak 68,75%.Abstract:  The use of technology information and communication has an impact on the advancement of the world of education, one of which is the use of computer technology as a learning aid, namely macromedia-based learning applications. The purpose of this study was to design a professional mathematics learning application based on macromedia flash 8 and to implement mathematics learning media in class X students of SMK Negeri 5 Bulukumba. The research method used is a method multimedia development with visual modeling using professional macromedia flash 8. Population of 30 people and a sample of 16 people with research instruments in the form of field observations, interviews, questionnaires and literature study. The data analysis used is quantitative analysis. The results of this study indicate that the existence of this mathematics learning media is able to increase students' interest in learning more easily in understanding the lesson so that it can expedite the learning process. This can be seen from the percentage of learning outcomes before and after the application of learning media was carried out, namely before the application the percentage was 43.75% who chose Disagree (TS) and 56.25% who chose Enough Agree (CS) when applied. The percentage who chose Agree Enough (CS) was 31.25% and those who chose Agree (S) were 68.75%.
VIDEO: EVALUATION MEDIA OF DANCE PRACTISE LEARNING IN THE ERA OF COVID-19 PANDEMIC Larasati Huri Saputri; Wahyu Lestari
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 12, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v12i1.3743

Abstract

Abstrak: Penelitian membahas penggunaan media video dalam evaluasi pembelajaran praktik tari di era pandemi COVID-19. Praktik tari merupakan bagian dari aspek keterampilan dalam proses pembelajaran tari. Tujuan penelitian mengidentifikasi kendala evaluasi pembelajaran praktik tari yang biasanya dilaksanakan secara tatap muka. Metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan studi dokumen. Analisis data menggunakan teknik trianggulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunakan video dalam evaluasi praktik tari  sangat tepat digunakan pada era pandemi COVID-19. Video mempunyai kelebihan bagi guru dan peserta didik yaitu:1) Tidak perlu ada tatap muka, 2) bisa diatur durasinya, 3) bisa diulang-ulang proses perekamannya, 4) bisa dinilai secara detail, 5) bisa dilakukan pengeditan, 6) Alat pengambilan gambar mudah dan sudah dimiliki peserta didik, 7) bisa dilakukan pengambilan gambar dengan berbeda tempat, dan 8) tidak dibatasi oleh waktu.  Evaluasi pembelajaran praktik tari melalui video sangat membantu guru dan peserta didik di era pandemi. Penggunaan video sangat disarankan dalam proses evaluasi praktik tari bagi guru seni.Abstract:  The study discusses the use of video media in evaluating dance practice learning in the era of the COVID-19 pandemic. Dance practice is part of the skills aspect of the dance learning process. The aim of the study was to identify constraints in evaluating dance practice learning which is usually carried out face-to-face. Qualitative research methods with data collection techniques in the form of observation, interviews and document study. The data analysis used triangulation technique. The results show that the use of video in the evaluation of dance practices is very appropriate for the era of the COVID-19 pandemic. Video has advantages for teachers and students, namely: 1) No need to face to face, 2) the duration can be adjusted, 3) the recording process can be repeated, 4) can be assessed in detail, 5) can be edited, 6) Retrieval tools pictures are easy and already owned by students, 7) can take pictures in different places, and 8) are not limited by time. Evaluation of learning dance practice through videos is very helpful for teachers and students in the pandemic era. The use of video is highly recommended in the process of evaluating dance practice for art teachers.