cover
Contact Name
Mahsup
Contact Email
paedagoria.ummat@gmail.com
Phone
+6281805211294
Journal Mail Official
paedagoria.ummat@gmail.com
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Mataram Jln. KH. Ahmad Dahlan, No. 1, Pagesangan, Kota Mataram, 83127, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan
Core Subject : Education,
Theoretical studies, research and development of teaching materials, activities, models or learning media in the field of education include mathematics and natural sciences (physics, chemistry, biology, science, ICT, and its applications); (2) social science, history, geography, culture and economy; (3) language and literature, and (4) basic education; Research actions to increase motivation, activities, interests or learning outcomes in solving learning problems; Development or design of creativity, innovation, and technology based on software, online or e-learning; Development of curriculum, management, programs, and other education policies.
Articles 448 Documents
RESPONS SISWA TERHADAP KOMIK MATEMATIKA INTERAKTIF SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Verra Arischa Kustantina; Nuryadi Nuryadi; Nafida Hetty Marhaeni
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 13, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v13i1.8029

Abstract

Abstrak: Teknologi beperan penting dalam kemajuan pendidikan karena memudahkan pendidik dalam mengajarkan mata pelajaran abstrak yang sulit dipahami, seperti matematika. Matematika merupakan komponen utama dari kecerdasan daya pikir manusia dan revolusi ilmu pengetahuan. Dalam pembelajaran matematika jika tanpa disertai media pembelajaran yang menarik, maka siswa cenderung tidak memperhatikan penjelasan guru, pasif, cepat bosan, dan hanya mencatat materi yang disampaikan. Sehingga inovasi media pembelajaran perlu dikembangkan seperti komik matematika interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons siswa terkait penggunaan komik matematika dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif tentang tingkat kepuasan siswa dalam proses pembelajaran menggunakan komik matematika. Respons siswa dikumpulkan menggunakan angket dengan skala likert, kemudian dianalisis menggunakan teknik kategorisasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji coba komik matematika pada kelas skala kecil dan skala besar menunjukkan rata-rata sangat baik. Untuk itu, komik matematika dinyatakan praktis digunakan karena memperoleh respons positif dari siswa, yaitu sangat berguna dalam proses belajar, bentuknya sederhana, petunjuk penggunaan mudah untuk dipahami, video penjelasan dibuat menyenangkan, gambar dan alur cerita menarik. Dengan demikian, respons siswa kelas VIII di MTs Kalipucang terhadap komik matematika baik dan praktis digunakan.Abstract:  Technology plays an important role in improving the education since it ease the educators to teach the abstract subjects that are difficult to be understood, such as mathematics. Mathematics is a major component of human intelligence and scientific revolution. In learning mathematics, if it is not accompanied by interesting learning media, students tend not to pay attention to the teacher's explanations, are passive, get bored quickly, and only take notes on the material presented. Hence, the innovation in learning media need to be developed such as interactive math comics. This study aims to determine student responses related to the use of mathematical comics in learning mathematics. This research is a descriptive study about the level of student satisfaction in the learning process using math comics. Student responses were collected using a questionnaire with a Likert scale, then analyzed using data categorization techniques. The results showed that the test results of mathematical comics on small-scale and large-scale classes showed a very good average. For this reason, math comics are stated to be practical to use because they get a positive response from students, which are very useful in the learning process, the form is simple, the instructions for use are easy to understand, the explanation videos are made fun, the pictures and storyline are interesting. Thus, the responses of class VIII students at MTs Kalipucang to math comics were good and practical to use.
PENDIDIKAN KARAKTER: IMPLEMENTASI DAN KENDALANYA DI SEKOLAH MASTER Chandra Perwira Negara
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 13, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v13i1.7979

Abstract

Abstrak: Sejak didirikan pada tahun 2000, sekolah Master telah banyak merekrut siswa dari kalangan anak jalanan. Anak jalanan diberi akses pendidikan gratis melalui pendidikan karakter di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa implementasi dan kendala pendidikan karakter di sekolah Master. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Disimpulkan bahwa implementasi Pendidikan karakter dapat diintegrasikan melalui mata pelajaran seperti agama dan kewarganegaraan, diintegrasikan melalui kegiatan ekstrakulikuler, menciptakan lingkungan sosial yang baik dan menekankan peran pihak sekolah sebagai suri teladan. Sementara itu kendala implementasi pendidikan karakter yaitu (1) Faktor internal yang berupa sarana dan prasarana kurang memadai, kurangnya buku pelajaran, anak jalanan yang sulit beradaptasi, kurangnya pengawasan terhadap anak jalanan di luar sekolah dan minimnya pengetahuan guru tentang anak jalanan. (2) Faktor eksternal yang berupa bantuan donatur dan bantuan pemerintah yang kurang memadai.Abstract:  Since its establishment in 2000, Master's school has recruited many students from among street children. They are given access to free education through character education in schools. This study aims to analyze the implementation and constraints of character education in Master's schools. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques include participatory observation, in-depth interviews and documentation studies. It was concluded that the implementation of character education could be integrated through subjects such as religion and citizenship, integrated through extracurricular activities, creating a good social environment and emphasizing the role of the school as role models. Meanwhile, that the obstacles to implementing character education are (1) Internal factors in the form of inadequate facilities and infrastructure, lack of textbooks, street children who are difficult to adapt, lack of supervision of street children outside school and lack of teacher knowledge about the street children. (2) External factors in the form of donor assistance and inadequate government assistance.
IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN GENERIK SAINS PADA MATERI SIFAT-SIFAT CAHAYA Badriyah Nur Laili; Maryani Maryani; Trapsilo Prihandono
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 13, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v13i1.8148

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan generik sains siswa SD pada materi sifat-sifat cahaya, mendeskripsikan retensi keterampilan generik sains siswa SD terhadap pengaruh Problem Based Learning pada materi sifat-sifat cahaya, dan mendeskripikan respon peserta didik terhadap penggunaan model Problem Based Learning pada materi sifat-sifat cahaya. Metode penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen, dengan jenis eksperimennya adalah Pra Eksperimen. Jumlah sampel sebanyak 25 siswa yang berasal dari kelas 4 SDN Sidodadi 06, Jember. Desain yang diguankan pada penelitian ini yaitu One Grub Pretest and Posttest dengan ditambahkan tes tunda yang berselang 30 hari setelah kegiatan posttest. Data yang terkumpul dalam penelitian ini adalah Pretest, Posttest, dan tes tunda keterampilan generik sains siswa, serta respon siswa terhadap implementasi model Problem Based Learning. Hasil dari penelitian ini yaitu untuk signifaikansi uji hipotesis Paired Sample T Test adalah 0,000, yang menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan pada implementasi model Problem Based Learning terhadap peningkatan keterampilan generik sains. Hasil uji tes tunda sebesar 61,8668 yang menunjukkan kategori retensi keterampilan generik sains siswa pada kategori tinggi. Hasil respon siswa terhadap implementasi persentase dapat diketahui bahwa skala sangat setuju yang mencapai 76,5% dan skala setuju yang menunjukkan 23,5% Problem Based Learning, yang menunjukkan respon positif dari siswa.Abstract:  This research aims to: analyze the effect of PBL on the generic science skills, describe the effect of PBL on the retention of generic science skills, and describe students responses to the use of the PBL model on the material light properties. This research method is experimental quantitative, with Pre-Experiment. Sample in this reasearch are 25 students from class 4 of SDN Sidodadi 06, Jember. Design in this study is One Grub Pretest and Posttest with addition delayed test which is 30 days after posttest activity. The data collection in this research are pretest, posttest and delayed of students’s generic science skills, and  questionnaire is used to analyze student responses to the implementation of the PBL model in learning. The results of this study are  the significance of the Paired Sample T Test is 0,000, it means there is a significant effect on the implementation of the PBL model on increasing science generic skills; the result of delay test is 61,8668, it means category of retention of students' generic science skills in the high category; and the result of responses are scale strongly agrees shows 76.5% and agrees scale which shows 23.5%, it means a positive response from students.
PROFIL LITERASI BIOTEKNOLOGI SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN IPA Ghozi Aminurrahman Afif; Supeno Supeno; Zainur Rasyid Ridlo
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 13, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v13i1.8047

Abstract

Abstrak: Literasi bioteknologi merupakan salah satu bagian dari literasi sains yang dapat diartikan sebagai pengetahuan dan kecakapan ilmiah dalam bidang bioteknologi. Literasi bioteknologi menjadi penting bagi siswa karena literasi bioteknologi mencakup kecakapan terhadap isu-isu yang terkait sains. Penilaian literasi yang dikhususkan pada materi bioteknologi masih sangat minim dikarenakan materi bioteknologi termasuk materi yang baru. Selain itu, penilaian mengenai literasi selama ini hanya literasi sains dan tidak terfokus pada literasi bioteknologi. Oleh karena itu, diadakannya penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan memetakan kemampuan literasi bioteknologi sehingga guru dapat merancang pembelajaran bioteknologi yang baik serta mampu menyesuaikan dan melakukan upaya perbaikan dalam merancang kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa dalam materi bioteknologi. Instrumen penelitian yang digunakan berupa soal tes literasi bioteknologi yang telah disusun berdasarkan tujuh aspek literasi dan telah melalui proses validasi dan dinyatakan sah untuk digunakan. Subjek penelitian adalah siswa berusia 15-16 tahun yang telah mengikuti pembelajaran IPA pada materi bioteknologi pangan pada jenjang SMP kelas IX di semester genap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi bioteknologi siswa SMP berada pada kategori cukup dengan capaian rata-rata sebesar 55,1. Literasi bioteknologi terendah yang dikuasai oleh siswa adalah pada aspek memahami dan menginterpretasikan statistik dasar, menginterpretasi kesalahan, dan memahami kebutuhan untuk analisis statistik dengan capaian rata-rata skor sebesar 1,48 dari skor maksimal 4,00.Abstract: Biotechnology literacy is one part of scientific literacy, defined as scientific knowledge and skills in biotechnology. Biotechnology literacy is an essential skill for students because it includes proficiency in the latest science-related issues. Assessment of specific literacy in biotechnology materials is still minimal because biotechnology materials are new materials. In addition, the literacy assessment so far has only been limited to scientific literacy and has not focused on biotechnology literacy. Therefore, this research aims to measure and map biotechnology literacy skills so that teachers can design suitable biotechnology lessons and adapt and make improvement efforts in designing learning activities that follow students' abilities in biotechnology material. The research instrument used was in the form of biotechnology literacy test questions compiled based on seven aspects of literacy and had gone through a validation process and were declared valid for use. The research subjects were students aged 15-16 years who had participated in science learning on food biotechnology material at the 9th-grade junior high school level in the even semester. The results showed that the biotechnology literacy ability of junior high school students was in enough category, with an average achievement of 55.1. The lowest biotechnology literacy mastered by students is understanding and interpreting basic statistics, analyzing errors, and understanding the need for statistical analysis with an average score of 1.48 out of a maximum score of 4.00.
SURVEI KEPUASAN MAHASISWA AKADEMI FARMASI DWI FARMA BUKITTINGGI TERHADAP PELAKSANAAN UJIAN AKHIR SEMESTER ONLINE Mhd. Riza Marjoni; Indrie Ramdhani; Ainun Naim; Zulfisa Zulfisa
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 13, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v13i1.7936

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang tingkat kepuasan mahasiswa terhadap aplikasi ujian semester online sebagai pengganti ujian berbasis paper base test. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, dimana data diperoleh dengan cara menyebarkan kuisoner kepada mahasiswa dan hasil kuisoner dianalisis berdasarkan 5 kategori yaitu: Informatifveness, Information Format, Timeliness, Easy of Use, dan Reliability. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mahasiswa merasa puas dengan penggunaan aplikasi ujian akhir semester secara online dengan prosentase 62,64 %. Nilai ini diperoleh dari nilai rata-rata dari penggabungan 5 kategori yang digunakan, sehingga  pelaksanaan ujian akhir semester secara online dapat menggantikan system paper base test di Akademi Farmasi Dwi Farma Bukittinggi.Abstract:  This study aims to determine the level of student satisfaction with the online semester exam application to replace the paper-based test. This research is a quantitative descriptive study, where data is obtained by distributing questionnaires to students. and the results of the questionnaire were analyzed based on 5 categories, namely: Informativeness, Information Format, Timeliness, Easy of Use, and Reliability. The results of this study indicate that students are satisfied with the use of the online final semester exam application with a percentage of 62.64%. This value is obtained from the average value of the combination of the 5 categories used, so that the online final semester exam can replace the paper base test system at the Dwi Farma Academy of Pharmacy
MODEL PEMBELAJARAN AL-QUR’AN BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS KATEGORI DISLEKSIA DI SD IT ABATA LOMBOK Eka Fitriani; Abdul Haris; Moh Nur Hakim
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 13, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v13i1.7975

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu (1) untuk memahami model pembelajaran Al-Qur’an bagi anak disleksia di  SD IT Abata Lombok; (2) untuk mendeskripsikan kemampuan anak disleksia dalam mempelajari Al-Qur’an di SD IT Abata Lombok. Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan jenis penelitian yaitu penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di SD IT Abata Lombok dengan alamat di Kota Mataram–NTB. Informan dalam penelitian adalah kepala. Adapun subjek penelitian terdiri dari guru Al-Qur’an, orang tua dan siswa. Pengumpulan data dalam penelitian yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yaitu (1) penerapan model pembelajaran Al-Qur’an bagi anak disleksia dengan menggunakan pendekatan direct metode, repeatation dan kasih sayang yang tulus. Metode pembelajaran yang digunakan yaitu Metode UMMI dan media yang digunakan dengan flash card serta sistem evaluasi terdiri dari evaluasi harian, kenaikan jilid dan evaluasi akhir. Dengan demikian ada peningkatan pemahaman anak disleksia SD IT Abata dalam pembelajaran Al-Qur’an; (2) kemampuan anak disleksia dalam mempelajari Al-Qur’an di SD IT Abata Lombok sudah mencapai jilid I dan jilid IV. Sedangkan dalam hafalan Al-Qur’an anak disleksia di SD IT Abata sudah mencapai juz 30.Abstract:  The purpose of this study is (1) to understand the qur'anic learning model for dyslexic children in Abata Lombok IT Elementary School; (2) to describe the ability of dyslexic children in learning the Qur'an at Abata Lombok IT Elementary School. Research methods are used with qualitative approaches. While the type of research is descriptive research. The research site was conducted at Abata Lombok IT Elementary School with an address in Mataram–NTB City. The informant in the study is the head. The subject of the study consists of Qur'anic teachers, parents and students. Data collection in research is by observation, interview and documentation. Data analysis used is data reduction, presentation of data and withdrawal of conclusions. The results of the study are (1) the application of the Qur'anic learning model for dyslexic children using a direct method approach, repeatation and sincere affection. The learning method used is the UMMI method and the media used with flash cards and evaluation systems consisting of daily evaluation, volume increase and final evaluation. Thus there is an increase in the understanding of dyslexic children of Abata IT Elementary School in the learning of the Qur'an; (2) The ability of dyslexic children in learning the Qur'an at SD IT Abata Lombok has reached volume I and volume IV. While in memorization of the Qur'an the dyslexic child in SD IT Abata has reached juz 30.
KEMANDIRIAN SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN DARING DENGAN MENGGUNAKAN GOOGLE CLASSROOM DI SMAN 7 TANGERANG TRY APRIANI ATIEKA; Irma Budiana
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 13, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v13i1.8028

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini mengetahui kemandirian belajar siswa pada pembelajaran daring dengan menggunakan google classroom sebagai dampak dari COVID-19. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan penyebaran angket kemandirian siswa. Penelitian ini menggunakan angket kemandirian belajar siswa yang hasilnya diperoleh bahwa siswa memiliki kemandirian belajar yang tinggi, cukup dan rendah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMAN 7 Tangerang yang belajar secara daring selama 1 semester akibat adanya pandemi covid-19. Jumlah sampel sebanyak 272 siswa yang belajar dengan keseluruhan dijadikan sebagai sampel. Indikator kemandirian siswa yaitu percaya diri, disiplin, inisiatif dan tanggungjawab. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa 95% siswa memiliki rasa percaya diri yang cukup, 44% siswa memiliki disiplin yang baik, 79% siswa memiliki tanggung jawab yang baik, serta 30% siswa memiliki inisiatif yang baik.Abstract:  The purpose of this research are to find out how teachers can develop independent characters during courageous learning by google classroom as a result of COVID-19. The type of research is quantitative with the distribution of student independence questionnaires. This study describes learning independence according to several samples that have high and low learning independence. The population in this study were all students of SMAN 7 Tangerang who studied bravely for 1 semester due to the covid-19 pandemic. The number of students as many as 272 students with a total used as a sample. This study aims to see the independence of studied students by measuring the independence of students' independence, namely independent, disciplined, independent, and independent. Based on the research, it is known that 95% of students tend to have sufficient self-confidence, 44% of students have good discipline, 79% of students have good responsibility, and 30% of students have good initiative.
A CALL FOR THE 21st CENTURY LEARNING: EMBEDDING CHARACTER EDUCATION IN THE ENGLISH WORKHEETS Syahdan Syahdan; Fariza Azkiya Ali
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 13, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v13i1.8035

Abstract

Abstrak: Pembelajaran abad 21 terintegrasi pada delapan aspek yang berorientasi pada penggunaaan teknologi informasi dan komunikasi, keahlian inovasi pembelajaran dan faktor-faktor pendukung seperti penerapan nilai sosial-budaya yang menjadi bagian dari pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan nilai pendidikan karakater pada butir-butir soal lembar kerja siswa (LKS) Bahasa Inggris yang digunakan oleh siswa di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Al-Birru Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain pengembangan 3D Borg and Gall. Hasil penelitian ini memaparkan tiga tahapan pengembangan yang terdiri dari Define, Design, dan Develop.  Pada tahapan Define peneliti menemukan guru belum memodifikasi butir soal pada LKS yang sesuai dengan nilai-nilai pendidikan karakter. Pada tahap kedua (Design), peneliti mendesain 70 butir pertanyaan pada 5 materi berbeda Pada tahap ini, dua orang ahli memberikan penilaian dan masukan tentang instruksi soal, penggunaan pilihan kata dan tata bahasa yang perlu direvisi. Pada tahap Development peneliti melakukan dua kali uji coba pada butir soal yang dikembangkan dan memperoleh hasil 35 butir pertanyaan dinyatakan valid. Selanjutnya peneliti melakukan test analysis menggunakan ANATES 4.09 dan memperoleh hasil 21 butir soal dinyatakan layak untuk digunakan dari total 35 butir soal yang diuji pada pilot study, dengan nilai koefisien 0,95. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada tiga langkah pengembangan yang dilakukan yakni Define, Design dan Development dengan melibatkan dua orang ahli yang memberikan penilaian langkah pengembangan yang dilakukan sehingga butir-butir soal yang dikembangkan telah sesuai dengan pendidikan karakter dan layak untuk digunakan di SMP IT Al-Birru Pekanbaru.Abstract: The 21st century learning integrates eight frameworks orientating to the use of Information and Communication Technology (ICT), Learning and Innovation Skills, and other support systems, including the implementation of socio-cultural values of Education Character. This study aimed at embedding values of Education Character on test items of English worksheets (LKS) used by students at Islamic Junior High School (SMP IT) Al-Birru Pekanbaru. This study employed Borg and Gall 3D development design. The results of this study showed three phases of development namely Define, Design, and Develop. At the Define phase, the researchers found that the teacher did not modify the questions on the LKS referring to the values of character education. In Design phase, the researchers designed 70 questions on 5 different materials. At this stage, two experts assessed and suggested to revise the instructions, the use of diction and grammar. At the Development phase, the researchers conducted two times pilot study on the items. At this stage, the researchers found that 35 questions were valid. Furthermore, the researchers conducted a test analysis using ANATES 4.09 and obtained the results that 21 out of the 35 items were reliable to be used, with a coefficient value of 0.95. From these results, it can be concluded that there are three development steps carried out namely Define, Design and Development involving two experts providing an assessment of the development steps taken so that the questions developed are in accordance with character education and are reliable for use in SMP IT Al-Birru Pekanbaru.  
RESPON PESERTA DIDIK TERHADAP FEEDBACK TERTULIS MELALUI GOOGLE CLASSROOM DALAM PEMBELAJARAN ONLINE Suhartono Suhartono
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 13, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v13i1.8052

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan respon peserta didik terhadap feedback tertulis yang diberikan oleh guru melalui Google classroom. Data berupa respon siswa dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data yang terkumpul dideskripsikan secara kuantitatif. Sekitar 95 peserta didik yang sedang mengikuti pembelajaran online terlibat dalam penelitian ini secara suka rela. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 93,68% peserta didik setuju bahwa feedback tertulis yang diberikan oleh guru dapat membantu mereka untuk memahami materi pelajaran. Selain itu, sebesar 94,74% peserta didik setuju bahwa feedback tertulis yang diberikan oleh guru mampu memotivasi mereka untuk mempelajari materi pelajaran. Terlebih, 95,78% peserta didik juga setuju bahwa Google classroom dapat membantu mereka untuk mendapatkan feedback dari guru lebih mudah selama pembelajaran online.  Abstract:  This was a quantitative descriptive research that was aimed to describe the responses’ of students on teacher’s written feedbacks through Google classroom. Data were collected using questionnaire then, they were described quantitatively. About 95 students who studied online participated in this study voluntary. The result of this study showed that the students gave positive responses on teacher’s feedback using Google classroom during learning process. It was found that 93.68% of students agreed that the teacher’s written feedbacks were able to help them to understand the lesson material. In addition, 94.74% of students agreed that the teacher’s written feedback were able to motivate them to learn the lesson. Furthermore, 95.78% of students also agreed that Google classroom was able to help them to get feedback from teacher during online learning easier. 
ANALISIS PENGGUNAAN APLIKASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB BAGI MAHASISWA Miftahussa'adiah Miftahussa'adiah
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 13, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v13i1.8024

Abstract

Abstrak: Aplikasi media pembelajaran berbasis web merupakan suatu media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran menggunakan software berbasis web yang didalamnya memuat tentang pembelajaran yaitu judul, tujuan, materi, dan evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan aplikasi media pembelajaran berbasis web dan kendala yang di alami mahasiswa dalam menggunakan aplikasi media pembelajaran berbasis web. Penelitian ini dilakukan di Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Palembang dengan objek penelitian mahasiswa semester 4 yang mengambil matakuliah aplikasi media pembelajaran berbasis web. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket atau kuesioner. Alat pengumpul data yaitu lembar kuesioner dan analisis data menggunakan teknik analisis deskrisptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi media pembelajaran berbasis web sudah digunakan oleh mahasiswa pendidikan biologi UIN Raden Fatah Palembang, dimana media pembelajaran ini berdampak pada pembelajaran mahasiswa yang lebih efektif, efisien, menimbulkan sikap demokratis, serta dapat memotivasi mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran. Adapun kendala yang dihadapi mahasiswa dalam penggunaannya adalah jaringan internet yang tidak stabilAbstract:  Web-based learning application is a media that is used in learning activities using web-based software which contains about learning, namely titles, objectives, materials, and evaluations. This research aims to determine the use of web-based learning media applications and the obstacles experienced by students in using web-based learning media applications. This research was conducted at the Biology Education Study Program, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Raden Fatah Palembang with the object of research being 4th semester students who took web-based learning media application courses. The research method used is descriptive with a quantitative approach. Data were collected using a questionnaire. Data collection tools are questionnaire sheets and data analysis using quantitative descriptive analysis techniques. The results showed that the application of web-based learning media had been used by biology education students at UIN Raden Fatah Palembang, where this learning media had an impact on student learning that was more effective, efficient, created a democratic attitude, and could motivate students in learning activities. The obstacle faced by students in using it is an unstable internet network.