cover
Contact Name
Mahsup
Contact Email
paedagoria.ummat@gmail.com
Phone
+6281805211294
Journal Mail Official
paedagoria.ummat@gmail.com
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Mataram Jln. KH. Ahmad Dahlan, No. 1, Pagesangan, Kota Mataram, 83127, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan
Core Subject : Education,
Theoretical studies, research and development of teaching materials, activities, models or learning media in the field of education include mathematics and natural sciences (physics, chemistry, biology, science, ICT, and its applications); (2) social science, history, geography, culture and economy; (3) language and literature, and (4) basic education; Research actions to increase motivation, activities, interests or learning outcomes in solving learning problems; Development or design of creativity, innovation, and technology based on software, online or e-learning; Development of curriculum, management, programs, and other education policies.
Articles 448 Documents
EVALUASI KINERJA GURU BAHASA INGGRIS GUNA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI MADRASAH ALIYAH Luthfiyah Masrukhan; Maemunah Sa'diyah; Ending Bahruddin; Citra Dewi; Rita Prima Bendriyanti
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 3 (2023): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i3.16184

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujun untuk membahas kinerja guru bahasa inggris guna meningkatkan mutu Pendidikan di MA Darunnajah 2 Cipining Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptiif. Model evaluasi yang digunakan adalah Formatif Sumatif Evaluation Model. Objek pada penelitian ini adalah MA Darunnajah 2 Cipining Bogor. Hasil penelitian menyatakan bahwa Evaluasi Kinerja Guru Bahasa Inggris Guna Meningkatkan Mutu Pendidikan di MA Darunnajah 2 Cipining Bogor yaitu: kinerja guru dalam belajar mengajar sudah baik karena guru selalu melakukan langkah-langkah yang harus dipersiapkan sebelum pelaksanaan pembelajaran, Mutu Pendidikan dalam pelajaran bahasa Inggris memiliki mutu yang baik dilihat dari pemahaman dan prestasi yang diraih peserta didik adapun kendalanya adalah belum adanya labroratorium bahasa bagi guru pengajar juga peserta didik namun demikian dapat memanfaatkan sarana prasarana yang ada seperti perpustakaan.Abstract:  This research purpose to discuss the performance of English teachers to improve the quality of education at MA Darunnajah 2 Cipining Bogor. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. The evaluation model used is the Formative Summative Evaluation Model. The object of this research is MA Darunnajah 2 Cipining Bogor. The results of the study stated that the Evaluation of the Performance of English Teachers to Improve the Quality of Education at MA Darunnajah 2 Cipining Bogor, namely: the teacher's performance in teaching and learning was good because the teacher always carried out the steps that had to be prepared before the implementation of learning, the Quality of Education in English lessons had a quality which is good in terms of understanding and achievements achieved by students. The obstacle is that a language laboratory for teaching teachers and students must be available. However, they can utilize existing infrastructure, such as libraries.
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN CONCEPT SENTENCE DAN QUANTUM TEACHINGDI TINJAU DARI HASIL BELAJAR BIOLOGI PADA SISWA SMA NEGERI 25 BONE Ayu Ashari; Erwing Erwing; Sitti Asmah
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i4.17635

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan model pembelajaran Concept Sentence dan Quantum Teaching di tinjau dari hasil belajar siswa. Dengan demikian penelitian ini digunakan karena siswa mengalami penurunan nilai yang diakibatkan dari pergaulan bebas, semangat belajar yang kurang kondusif dan kurang menyenangkan, sehingga peneliti berasumsi menggunakan kedua model pembelajaran tersebut sebagai penelitian. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi eksperimental bentuk Posttest-Only Control Design yang melibatkan kelas XI IPA 2 dengan penerapan model Concept Sentence dan kelas XI IPA 3 dengan penerapan model Quantum Teaching, jumlah sampel sebanyak 51 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah instrument tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda sejumlah 20 nomor dan untuk teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis infernsial. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari kedua kelas eksperimen tersebut melalui analisis data deskriptif diperoleh rata-rata hasil belajar siswa mengunakan model Concept Sentence yaitu 77,88 sedangkan rata-rata hasil belajar siswa dengan menerapkan model Quantum Teaching yaitu 81,92. Hasil analisis data inferensial menunjukkan bahwa taraf signifikasi yang diperoleh (0,044 < 0,05). Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbandingan yaitu model Quantum Teaching lebih baik dibanding model Concept Sentence ditinjau dari hasil belajar biologi siswa.Abstract:  This research aims to determine the comparison Concept Sentence and Quantum Teaching learning models in terms of student learning outcomes. Thus, this research was used because students experienced a decline in grades resulting from promiscuity, less conducive learning enthusiasm and less fun, so the researcher assumed to use these two learning models as research. The type of research used was Quasi-experimental in the form of Posttest-Only Control Design involving class XI IPA 2 with application of the Concept Sentence model and class The data collection technique used is a learning outcomes test instrument in the form of a multiple choice number of 20 numbers and the data analysis technique uses descriptive analysis and inferential analysis. Based on the research results obtained from the two experimental classes through descriptive data analysis, the average student learning outcome using the Concept Sentence model was 77.88, while the average student learning outcome using the Quantum Teaching model was 81.92. The results of inferential data analysis show that the level of significance obtained is (0.044 < 0.05). It can be concluded that there’s a comparison, namely that the Quantum Teaching model is better than the Concept Sentence model in terms of students' biology learning outcomes.
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI BERBASIS FLIPPED CLASSROOM PADA KLH UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN EKOLOGIS TERINTEGRASI NILAI-NILAI PANCASILA Nurasyah Dewi Napitupulu; Ryka Marina Walanda; Septiano Anggun Pratama
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i4.16711

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kesadaran ekologis terintegrasi nilai-nilai Pancasila (kesadaran eko-sila) mahasiswa, melalui pembelajaran berdiferensiasi berbasis flipped classroom (FC) pada perkuliahan Kajian Lingkungan Hidup (KLH). Metode penelitian menggunakan quasi experiment dengan jumlah kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing 35 orang. Pengelompokan pada kelas eksperimen berdiferensiasi didasarkan pada karakteristik mahasiswa yang terdiri atas self-efficacy dan self-motivation. Data kesadaran eko-sila  diperoleh melalui angket Skala Kesadaran Eko-Sila dan diuji peningkatannya dengan Uji N-Gain Ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan skor N-gain kesadaran eko-sila mahasiswa dengan self-eficacy rendah memperoleh skor N-gain = 0,3 dan pada self- eficacy tinggi = 0,5 dengan kategori sedang. Skor N-gain kesadaran eko-sila mahasiswa pada self-motivation rendah adalah 0,6 dan pada self-motivation tinggi sebesar 0,5, dengan kategori sedang. Hasil uji N-Gain menunjukkan bahwa peningkatan kesadaran eko-sila sebesar 48,40%.  Disimpulkan bahwa peningkatan kesadaran eko-sila sebanding dengan self-eficacy dan berbanding terbalik dengan self-motivation mahasiswa. Kesadaran eko-sila dapat ditingkatkan dengan pembelajaran berdiferensiasi berbasis flipped classroom pada perkuliahan KLH. Disarankan pentingnya pengembangan  pembelajaran berdiferensiasi dalam era digital pada perkuliahan lainnya yang dapat menanamkan nilai-nilai Pancasila secara berkelanjutanAbstract:  The purpose of this study is to determine the increase in integrated ecological awareness of students' Pancasila values (eco-sila awareness), through differentiated learning based on flipped classroom (FC) in Environmental Studies (KLH) lectures. The research method used quasi experiments with the number of experimental groups and control groups of 35 people each. The grouping in differentiated experimental classes is based on student characteristics consisting of self-efficacy and self-motivation. Eco-sila awareness data were obtained through the Eco-Sila Awareness Scale questionnaire and tested for improvement with the Normalized N-Gain Test. The results showed that the N-gain score of eco-moral awareness of students with low self-efficiency obtained an N-gain score = 0.3 and on high self-efficiency = 0.5 with the medium category. The N-gain score of students' eco-moral awareness on low self-motivation is 0.6 and on high self-motivation is 0.5, with the medium category. The results of the N-Gain test showed that the increase in eco-sila awareness was 48.40%.  It was concluded that increasing eco-sila awareness is proportional to self-efficiency and inversely proportional to students' self-motivation. Eco-sila awareness can be increased by flipped classroom-based differentiated learning in KLH lectures. It is suggested the importance of developing differentiated learning in the digital era in other lectures that can instill the values of Pancasila in a sustainable manner
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: PENINGKATAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DALAM BERBAGAI PEMBELAJARAN Atika Nur Sabrina; Sugiman Sugiman; Mohammad Asikin; Isti Hidayah; Bambang Eko Susilo
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i4.17380

Abstract

Abstrak: Kemampuan representasi matematis adalah kemampuan yang penting, karena itu banyak pembelajaran yang berusaha untuk meningkatkan kemampuan representasi matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan hal-hal apa saja yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan representasi matematis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Systematic Literature Review. Pencarian di jurnal terakreditasi nasional dan jurnal terindeks Scopus pada tahun 2016-2022 kemudian diseleksi secara bertahap dan sistematis menjadi 15 jurnal yang relevan dengan topik peningkatan kemampuan representasi matematis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan representasi matematis dapat ditingkatkan melalui berbagai model, strategi, dan pendekatan di mana dalam pembelajaran harus dapat membuat siswa aktif, guru hanya berperan sebagai fasilitator, siswa belajar secara berkelompok, siswa mengkonstruksi pengetahuannya dan menemukan sendiri konsep matematika, serta guru membuat materi matematika berdasarkan hal-hal yang ada dalam kehidupan nyata. Berdasarkan artikel jurnal yang diteliti, penggunaan beberapa representasi juga memengaruhi peningkatan representasi matematis itu sendiri. Menggunakan beberapa representasi akan memunculkan hubungan antar representasi sehingga siswa pemahaman matematika siswa semakin baik. Kemampuan guru dalam penggunaan beberapa representasi juga menjadi hal yang penting agar guru dapat secara optimal mendukung siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Penggunaan media pembelajaran juga menunjang peningkatan kemampuan representasi matematis siswa..Abstract:  This study aims to identify and describe what things can be used to improve mathematical representation skills. The method used in this research is the Systematic Literature Review method. Search in nationally accredited journals and Scopus indexed journals in 2016-2022 then selected gradually and systematically into 15 journals relevant to the topic of increasing mathematical representation skills. The results of this study indicate that the ability of mathematical representation can be improved through various models, strategies, and approaches in which learning must be able to make students active, the teacher only acts as a facilitator, students study in groups, students construct their knowledge and find their own mathematical concepts, and the teacher makes mathematical material based on things that exist in real life. Based on the journals studied, the use of multiple representations also affects the increase in the mathematical representation itself. Using multiple representations will bring up the relationship between representations so that students' understanding of mathematics is getting better. The ability of teachers to use multiple representations is also important so that teachers can optimally support students in solving mathematical problems. The use of learning media also supports the improvement of students' mathematical representation abilities.
OUTCOME-BASED EDUCATION PADA KURIKULUM MERDEKA: LINIERITAS PEMBELAJARAN DENGAN ASESMEN UNTUK MENCAPAI TUJUAN PEMBELAJARAN Badriah Badriah; Babang Robandi
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i4.16042

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengekplorasi linieritas pembelajaran dengan asesmen untuk mencapai tujuan pembelajaran pada sekolah yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Secara lebih spesifik, penelitian ini menggali bagaimana Outcome-Based Education dilaksanakan pada tataran praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran melalui pembelajaran yang berpusat pada murid. Penelitian ini menggunakan studi kasus yang berpayung pada metode penelitian kualitatif. Penelitian ini melibatkan dua sekolah pengguna Kurikulum Merdeka dan 18 orang guru  dari Komite Pembelajaran. Data diperoleh dari dokumen rencana pembelajaran, observasi pembelajaran, dan wawancara semi-struktur. Data dari dokumen modul ajar, observasi, dan wawancara diinterpretasikan dengan cara analisis deskriptif-naratif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Outcome-Based Education tidak muncul pada ranah implementasi pembelajaran terlihat dari dokumen rencana pembelajaran dan pada pelaksanaan pembelajaran. Ketidaklinieran ditemukan pada: 1) capaian pembelajaran dengan tujuan pembelajaran, 2) tujuan pembelajaran dengan rencana pembelajaran, 3) rencana pembelajaran dengan asesmen, dan 4) tujuan pembelajaran dengan kriteria ketercapaian pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar guru meningkatkan kemahiran dalam merancang pembelajaran yang linier dengan asesmen sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran.  Abstract:  This study aims to identify and explore the linearity of learning with assessment to achieve learning objectives in schools implementing the Merdeka Curriculum. More specifically, this study investigates how Outcome-Based Education is implemented in practical terms to achieve learning objectives through student-centered learning. This research utilizes a case study approach grounded in qualitative research methods. It involves two schools that use the Merdeka Curriculum and 18 teachers from the Learning Committee. Data is obtained from lesson plan documents, classroom observations, and semi-structure interviews. PeneData from teaching module documents, observations, and interviews are interpreted through descriptive-narrative analysis. The results of this research indicate that Outcome-Based Education does not appear in the realm of learning implementation, as seen in lesson plan documents and during teaching. Non-linearity is found in: 1) learning outcomes with learning objectives, 2) learning objectives with lesson plans, 3) lesson plans with assessments, and 4) learning objectives with criteria for achievement. Based on the research findings, it is recommended that teachers enhance their skills in designing linear learning with assessments to effectively achieve learning objectives.
MEMBANGUN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PENDIDIKAN ANTIKORUPSI DI SEKOLAH DASAR Elsi Oktarina
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i4.16806

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara membangun pendidikan karakter melalui pendidikan antikorupsi di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif model interaktif yang merupakan suatu metode yang bertujuan untuk menggambarkan bagaimana keadaan dan fenomena yang terjadi sebenarnya, kemudian di deskripsikan. penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menemukan bahwa membangun pendidikan karakter melalui pendidikan antikorupsi di sekolah dasar masih kurang optimal, karena waktu pembelajaran yang kurang dan pemahaman pengetahuan yang sedikit pada saat proses pembelajaran. Membangun pendidikan karakter melalui pendidikan antikorupsi di sekolah dasar memiliki tujuan utama dalam menciptakan generasi yang memiliki karakter dan moral yang baik sejak dini sesuai norma yang berlaku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif yang digunakan untuk meneliti objek yang alamiah. Hasil dari penelitian ini mendeskripsikan bahwa masih kurang optimal, karena waktu pembelajaran yang kurang dan pemahaman pengetahuan yang sedikit pada saat proses pembelajaran.Abstract:  The purpose of this study was to find out how to build character education through anti corruption education in elementary schools. This research is a descriptive qualitative method, an interactive model, which is a method that aims to describe the actual conditions and phenomena that occur, then describe them. descriptive research with a qualitative approach. This research is a descriptive research with a qualitative approach. This study found that building character education through anti corruption education in elentary schools is still not optimal, due to insufficient learning time and little understanding of knowledge in the learning process. Building character education through anti corruption education in elementary schools has the main goal of creating a generation that has good character and morals from an early age according to prevailing norms. The method used in this study is descriptive qulitative which is used to research natural objects, because the learning time is lacking and the understanding of knowledge is little during the learning process.
ANALISIS PERSEPEKTIF GURU DALAM MENGEMBANGKAN SELF ESTEEM SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SD Khoirun Nisa Hasibuan; Novidayanti M; Fatkhul Ilma
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i4.16933

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan bentuk persepsi guru terhadap peran mereka dalam mengembangkan self esteem siswa pada pembelajaran matematika, (2) menjelaskan strategi yang digunakan guru dalam mengembangkan self esteem siswa pada pembelajaran matematika, (3) menjelaskan tantangan yang dihadapi guru dalam membentuk self esteem siswa pada pembelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan dengan melakukan wawancara dan observasi pembelajaran pada empat guru SD di wilayah Kec. Medan Marelan. Analisis dengan model Miles & Huberman yang digunakan yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Guru di SD Swasta Mandiri memahami peran penting mereka dalam mengembangkan self esteem siswa dalam pembelajaran matematika (2) Penggunaan strategi pembelajaran kooperatif dan pendekatan berbasis proyek dianggap sebagai sarana efektif untuk mengembangkan self esteem (3) Guru juga menghadapi tantangan, seperti ketakutan siswa terhadap matematika dan kurangnya dukungan dari lingkungan di luar sekolah.Abstract: This study aims to (1) explain the form of teacher perception of their role in developing student self-esteem in mathematics learning, (2) explain the strategies used by teachers in developing student self-esteem in mathematics learning, (3) explain the challenges faced by teachers in shaping student self-esteem in mathematics learning. This research is a case study research with a qualitative descriptive approach. The study was conducted by conducting interviews and learning observations on four elementary school teachers in the Medan Marelan District. Analysis with the Miles & Huberman model used, namely: data reduction, data presentation, and conclusions. The results showed: (1) Teachers in SD Swasta Mandiri understand their important role in developing students' self-esteem in mathematics learning (2) The use of cooperative learning strategies and project-based approaches is considered an effective means to develop self-esteem (3) Teachers also face challenges, such as students' fear of mathematics and lack of support from environments outside of school.
LITERASI NUMERASI SISWA PADA PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) BERBANTUAN SOAL HOTS Riski Meilindawati; Wardono Wardono; Kristina Wijayanti
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i4.17601

Abstract

Abstrak: Literasi numerasi berkaitan dengan kemampuan mengaplikasikan pengetahuan dasar yang dimiliki, prinsip serta proses matematika ke dalam permasalahan dalam kehidupan sehari – hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana literasi numeras siswa pada pendekatan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) berbantuan soal HOTS. Metode penelitian menggunakan Systematic Literature Review. Pengumpulan data dilakukan melalui pengumpulan dan peninjauan terhadap seluruh artikel yang memiliki keterkaitan dengan kajian penelitian yang diterbitkan periode tahun 2020-2023 dari database Google Scholar. Temuan dalam penelitian mengindikasikan bahwa bahwa penggunaan media pembelajaran menggunakan pendekatan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) berbantuan soal HOTS dapat meningkatkan literasi numerasi siswa.Abstract:  Numerical literacy is related to the ability to apply basic knowledge, principles, and processes of mathematics to problems in everyday life. The purpose of this research is to examine how students' numerical literacy in the Indonesian Realistic Mathematics (PMRI) approach is assisted with HOTS questions. The research method uses systematic literature reviews. Data collection was carried out by collecting and reviewing all articles related to research studies published for the 2020–2023 period from the Google Scholar database. The findings in the study indicate that the use of learning media using the Indonesian Realistic Mathematics (PMRI) approach assisted by HOTS questions can improve students' numeracy literacy.
NILAI-NILAI KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI KECAKAPAN HIDUP GENERAL PADA JENJANG SEKOLAH DASAR Muhammad Hasan
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i4.16571

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi nilai-nilai kewirausahaan sebagai kecakapan hidup general pada jenjang sekolah dasar. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yang kemudian dijabarkan dengan metode deskriptif. Informan dalam penelitian ini ialah guru dan kepala sekolah SDN 09 Kepulauan Selayar di Selayar. Informan dalam penelitian ini ditentukan dengan beberapa kriteria yang meliputi (1) berprofesi sebagai guru dan kepala sekolah dan (2) bertugas di jenjang sekolah dasar. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik kualitatif coding. Hasil penelitian menemukan bahwa guru dan kepala sekolah di SDN 09 Kepulauan Selayar sudah mengetahui dan memahami nilai-nilai kewirausahaan sebagai kecakapan hidup general, namun belum menanamkan nilai-nilai kewirausahaan sebagai kecakapan hidup general.Abstract:  This research aims to determine the implementation of entrepreneurial values as general life skills at the elementary school level. This research was carried out using a qualitative approach, which was then explained using descriptive methods. The informants in this research were the teachers and principal of SDN 09 Selayar Islands in Selayar. Informants in this study were determined using several criteria, which included (1) working as teachers and school principals and (2) serving at the elementary school level. The data analysis technique used is qualitative coding. The research results found that teachers and principals at SDN 09 Selayar Islands already know and understand entrepreneurial values as general life skills but have not yet instilled entrepreneurial values as general life skills.
EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUGMENTED REALITY TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SD KELAS V Laila Zulfa; Diana Ermawati; Lovika Ardana Reswari
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i4.17448

Abstract

Abstrak: Rendahnya pemahaman konsep matematika siswa kelas V SD N 3 Adiwarno disebabkan oleh pemanfaatan media pembelajaran yang tidak maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan pemahaman konsep matematika siswa kelas V SDN 3 Adiwarno setelah penggunaan media pembelajaran berbasis Augmented Reality. Penelitian ini menggunakan metode Pre Experimental dengan pendekatan kuantitatif desain One Group Pretest Posttest Design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 25 siswa kelas V dengan pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, tes, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yaitu uji N-Gain pada hasil pretest dan posttest. Hasil rata-rata skor setiap indikator pemahaman konsep terendah sebesar 0,25 dan tertinggi 0,72 . Hasil analisis data dengan bantuan software SPSS versi 26 diperoleh rata-rata 0,44 yang menunjukkan kategori sedang artinya cukup efektif. Hal ini dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis Augmented Reality efektif dalam pemahaman konsep matematika siswaSD kelas V.Abstract: The purpose of this study was to analyze the increase in understanding of mathematical concepts in fifth grade students at SDN 3 Adiwarno after using Augmented Reality-based learning media. This study used the Pre-Experimental method with a quantitative approach to the One Group Pretest Posttest Design. The sample used in this study amounted to 25 students of class V by taking samples using a saturated sample technique. Data collection techniques using interviews, tests, and documentation. This study uses data analysis techniques, namely the N-Gain test on the results of the pretest and posttest. The lowest average score for each indicator of understanding the concept is 0.25 and the highest is 0.72. The results of data analysis with the help of SPSS version 26 software obtained an average of 0.44 which indicates the moderate category means it is quite effective. It can be concluded that learning media based on Augmented Reality is effective in understanding the mathematical concepts of fifth grade elementary school students