cover
Contact Name
Mahsup
Contact Email
paedagoria.ummat@gmail.com
Phone
+6281805211294
Journal Mail Official
paedagoria.ummat@gmail.com
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Mataram Jln. KH. Ahmad Dahlan, No. 1, Pagesangan, Kota Mataram, 83127, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan
Core Subject : Education,
Theoretical studies, research and development of teaching materials, activities, models or learning media in the field of education include mathematics and natural sciences (physics, chemistry, biology, science, ICT, and its applications); (2) social science, history, geography, culture and economy; (3) language and literature, and (4) basic education; Research actions to increase motivation, activities, interests or learning outcomes in solving learning problems; Development or design of creativity, innovation, and technology based on software, online or e-learning; Development of curriculum, management, programs, and other education policies.
Articles 448 Documents
IMPLEMENTASI METODE EPA (EKSPLORASI, PENGENALAN DAN APLIKASI KONSEP) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SCIENCE SISWA Hazzah, Nur Aulia; Nurmi, Nurmi; Adiansyah, Romi
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i1.17873

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa Implementasi Metode EPA (Eksplorasi, Pengenalan dan Aplikasi konsep) dalam Pembelajaran Biologi dapat Meningkatkan Keterampilan Proses Science Siwa di SMA Negeri 13 Bone. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Pre-Experimental Design dengan tipe One-shot Case Study Research  Design. Jumlah populasi terdiri dari 7 kelas dan pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian adalah kelas X MIPA 3 dengan jumlah siswa sebanyak 35 orang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini dengan menggunakan lembar observasi dan dokumentasi. Hasil analisis deskriptif dengan menggunakan lembar observasi untuk mengetahui aktivitas science siswa diperoleh nilai keterampilan proses science siswa meningkat. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata pada pertemuan akhir sebesar 76,37 berada pada kategori tinggi dengan interval 75-89. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS Versi 22.  Hal ini membuktikan bahwa ada peningkatan keterampilan proses science siswa dengan mengimplementasikan metode EPA (Eksplorasi, Pengenalan dan Aplikasi Konsep) dalam pembelajaran biologi di SMA Negeri 13 Bone.Abstrak. This study aims to prove that the implementation of the EPA Method (Exploration, Introduction and Application of concepts) in Biology Learning can Improve Shiva's Science Process Skills at SMA Negeri 13 Bone. The research used is quantitative research with the type of research Pre-Experimental Design with the type of One-shot Case Study Research Design. The total population consists of 7 classes and samples were taken using purposive sampling techniques. The research sample was class X MIPA 3 with a total of 35 students. The data collection technique used in this research was using observation and documentation sheets. The results of descriptive analysis using observation sheets to determine students' science activities showed that students' science process skill scores increased. This is proven by the average score at the final meeting of 76.37 in the high category with an interval of 75-89. This test was carried out using SPSS Version 22. This proves that there is an increase in students' science process skills by implementing the EPA method (Exploration, Introduction and Application of Concepts) in biology learning at SMA Negeri 13 Bone.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN BLANDED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEMANDIRIAN Fitriani, Farida; Sarilah, Salilah; Ridlo, M Rasyid
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i1.19858

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas model blanded learning terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia mahasiswa Poltekkes Mataram. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang menggunakan pendekatan quasi eksperimen dengan rancangan posttest only control grup design. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Teknologi Laboraturium Medis. Teknik sampling yang digunakan yaitu random sampling. Data diperoleh dari program studi D4 Teknologi Laboraturium Medis kelas A dan B. Data bersumber dari data primer yang bersasal dari nilai posttest, dan kuisioner dari kemandirian dan respon mahasiswa. Sedangkan data skunder diperoleh dari hasil observasi dan dokumentasi pada nilai awal. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pembelajaran dengan model blanded learning dapat terlaksana dengan persentase sebesar 98,63%. Keefektivan model pembelajaran blended learning menunjukan persentase sebesar 80%. Penerapan model blended learning juga efektif meningkatkan kemandirian belajar yang ditunjukan pada nilai sign 0,038 < 0,05 dan dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa, hal tersebut dapat dilihat pada nilai sign 0,001 < 0,05.Abstract:  The purpose of this study is to assess the efficacy of the blended learning model in enhancing the Indonesian language learning outcomes of Mataram Health Polytechnic students. The study employs a quantitative method utilizing a quasi-experimental approach with a posttest-only control group design. The study population comprises students from the Department of Medical Laboratory Technology, and a random sampling technique is used. Primary data is obtained from posttest scores and student questionnaires while secondary data is sourced from observations and documentation of initial values. The study results confirm that the blended learning model can be implemented with a success rate of 98.63% and an efficacy rate of 80%. Furthermore, the blended learning model enhances student independence as indicated by the significance value of 0.038 < 0.05, and it also improves student learning outcomes as demonstrated by the significance value of 0.001 < 0.05.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN GAMIFICATION BERBANTUAN QR CODE TERHADAP MOTIVASI BELAJAR Tamara, Monicha Dwi; FH, Yuliana
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i1.19447

Abstract

Abstrak: Salah satu faktor rendahnya motivasi belajar siswa adalah kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, karena model pembelajaran yang digunakan kurang variatif. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan dalam meningkatkan ketertarikan dan keterlibatan belajar siswa adalah melalui pembelajaran dengan memadukan unsur permainan, yakni melalui model pembelajaran gamification dengan bantuan QR code. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar efektivitas model pembelajaran gamification berbantuan QR Code dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Palembang dengan kelas XI IPS 3 sebagai sampelnya yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data motivssi belajar diperoleh dari angket yang diberikan sebelum dan setelah pembelajaran menggunakan model pembelajaran gamification. Dilakukan juga observasi guna menilai penerapan model pembelajaran gamification. Hasil uji hipotesis menggunakan paired sample t-test menunjukkan bahwa nilai  dengan  dan  sehingga  ditolak. Berdasarkan hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa model pembelajaran gamification berbantuan QR code efektif untuk diterapkan dalam rangka meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga penerapannya sangat disarankan. Abstract: One of the factors of low student learning motivation is the lack of active involvement of students in the learning process because the learning models used are less varied. One learning model that can be used to increase student interest and involvement in learning is through learning that combines game elements, namely through the learning model gamification with the help of QR code. This research aims to see how effective the learning model is gamification help QR Code in increasing student learning motivation. This research is an experimentalquantitative research with one group pretest-posttest designThe population in this research are all XI IPS students in SMA Negeri 2 Palembang with XI IPS 3 as the sample selected using a purposive sampling technique. Data on learning motivation are obtained from questionnaires given before and after learning using the gamification learning model. Observations are also carried out to assess the application of the gamification learning model. The result of hypothesis testing using the paired sample t-test shows that  with  and  hence is rejected. Based on this result, it can be concluded that the gamification learning model assisted by QR codes is effective to apply in order to increase students' learning motivation so its application is highly recommended.
LEARNING METHOD OF EMOTIONAL DEMONSTRATION FOR IMPROVING TEENAGERS’ SMOKING HAZARD INFORMATION LITERACY Arif, Ulfatu; Nurhayati, Sri; Ahsan, Md Hafizi
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i1.17464

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penyuluhan bahaya merokok dengan metode Emo Demo pada anak usia remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian pre eksperimental One Group Pretest Postest Design dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 20 orang. Penelitian dilaksanakan di SMPN 3 Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat. Variabel yang akan diteliti meliputi pengetahuan dan sikap merokok yang diukur dengan menggunakan instrumen pengetahuan pretest dan posttest, lembar observasi perilaku, dan media penyuluhan dengan metode Emo Demo. Teknik analisi data menggunakan software statistic SPSS.  Hasil pengolahan data pengaruh penyuluhan bahaya rokok dengan menggunakan metode emo-demo terhadap pengetahuan didapatkan diketahui nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,000, maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan remaja setelah mendapatkan penyuluhan dengan metode emo demo lebih baik daripada sebelum mendapatkan penyuluhan emo-demo. Begitu juga pengaruh penyuluhan bahaya rokok menggunakan metode emo-demo terhadap perubahan sikap terhadap perilaku merokok didapatkan Asymp Sig (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sikap terhadap perilaku merokok setelah penyuluhan bahaya merokok dengan menggunakan metode emo-demo dengan sebelum. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penyuluhan dengan menggunakan metode emo-demo mengenai dampak bahaya merokok efektif meningkatkan sikap dan pengetahuan literasi informasi remaja tentang bahaya merokok. Abstract:  The objective of this study was to examine the effectivity of counseling with the Emo Demo method learning model on improving teenagers’ knowledge and attitude information literacy of smoking hazards. The study employseda quantitative research approach, specifically utilizing the One Group Pretest Posttest Design pre-experimental research design. The sample size for this study consists of 20 research subjects. The study was carried out at SMPN 3 Sindangkerta, located in the West Bandung Regency. The factors under investigation encompass smoking knowledge and attitudes, which will be assessed by pretest and posttest knowledge instruments, behavioral observation sheets, and counseling media utilizing the Emo Demo approach. This study focuses on the utilization of SPSS statistical software for data analysis approaches.  The findings from the analysis of data on the impact of counseling on the risks associated with cigarette use, utilizing the emo-demo approach, revealed a statistically significant (p < 0.001) improvement in adolescent knowledge following counseling with the emo-demo method. This suggests that the provision of emo-demo counseling leads to enhanced knowledge among adolescents regarding the dangers of cigarette use. Similarly, the impact of counseling on the hazards associated with cigarette smoking, employing the emo-demo approach to modify attitudes towards smoking behavior, yielded a statistically significant result (Asymp Sig, 2-tailed) of 0.000, which is less than the predetermined significance level of 0.05. This finding indicates that there are discernible disparities in attitudes towards smoking behavior before and after counseling on the dangers of smoking, utilizing the emo-demo method. Therefore, it can be inferred that the utilization of the emo-demo approach in counseling sessions is efficacious in enhancing the attitudes and understanding of teenagers’ information literacy of smoking hazards.
PERAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DALAM MENYONGSONG ERA SOCIETY 5.0 Riyadi, Andrian
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i1.19335

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan sekolah menengah kejuruan dalam menyongsong perkembangan era society 5.0 dari bidang pelaksanaan pendidikan dan pengajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan tinjauan pustaka (literature review). Data yang digunakan berupa data sekunder yang bersumber dari peninjauan sedikitnya 48 karya ilmiah yang memiliki tema dan bahasan yang sama dengan bahasan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa era society 5.0 merambah hingga ke dunia pendidikan, terutama pendidikan vokasi. Peran SMK sangat penting untuk menjadi agen perubahan dalam menyongsong era society 5.0. SMK memiliki peran untuk memfasilitasi siswa agar dapat meningkatkan kemampuan mereka, seperti kemampuan berpikir kritis, kreatif dan inovatif, kemampuan bekerja sama, memecahkan masalah kompleks, serta profesional dan bertanggung jawab. Teknologi yang digunakan menyesuaikan dengan yang ada di dunia kerja. Pendidik juga harus memiliki pengusaan teknologi yang baik serta memiliki kreativitas yang tinggi agar dapat menjadi pembimbing siswa dalam mendalami kompetensi yang mereka inginkan. Skema pembelajaran di SMK   berorientasi pada pengembangan keahlian tertentu yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dengan cara bekerja sama dengan industri untuk menyelenggarakan SMK Pusat Keunggulan.Abstract:  This research aims to determine the role of vocational school in welcoming the development of the era of society 5.0 in the field of implementing education and teaching. This research method used is qualitative descriptive analysis using a literature review approach. The data used is secondary data sourced from a review of at least 48 scientific papers that have the same themes and discussions as the topic of this research. The results of this research show that the era of society 5.0 has spread to the world of education, especially vocational education. The role of Vocational Schools is very important to become agents of change in welcoming the era of society 5.0. Vocational Schools have a role in facilitating students to improve their abilities, such as the ability to think critically, creatively and innovatively, the ability to work together, solve complex problems, as well as being professional and responsible. The technology used adapts to what exists in the world of work. Teachers must also have good mastery of technology and have high creativity in order to be able to guide students in exploring the competencies they desire. The learning scheme at Vocational Schools is oriented towards developing certain skills that suit the needs of the world of work by collaborating with industry to organize Vocational Schools Centers of Excellence.
ANALISIS TENTANG PENGHAYATAN NILAI-NILAI KEBHINEKATUNGGALIKAAN DAN PANCASILA YANG DITERAPKAN DI SEKOLAH DASAR Nafiah, Khofifatun; Safitri, Sani
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i1.20005

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk atau simbol penghayatan nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila sebagai identitas manusia Indonesia yang diterapkan di SD Negeri 55 Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode literatur dan obsevasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Negeri 55 Palembang sudah menerapkan nilai-nilai kebhinekatunggalikaan dan Pancasila dengan baik. Nilai-nilai kebhinekatunggalikaan terbukti dengan adanya gambar presiden dan lambang Pancasila, adanya penerapan 6S dan dengan adanya sikap saling menghargari terhadap perbedaan agama. Sedangkan nilai-nilai Pancasila dari lima sila terlihat dari kegiatan peserta didik di sekolah yaitu berdoa sebelum dan setelah belajar, menghormati dan menghargai teman maupun guru yang berbeda agama, tidak adanya deskriminasi dengan adanya poster antibullying, mentaati tata tertib dan adanya piket kelas.Abstract:  This research aims to analyze the form or symbol of appreciation of the values of Bhinneka Tunggal Ika and Pancasila as the identity of Indonesian people which is applied at SD Negeri 55 Palembang. This research is qualitative research using literature and observation methods. The data collection technique used was interviews. The results of the research show that SD Negeri 55 Palembang has implemented the values of diversity and Pancasila well. The values of diversity are proven by the presence of a picture of the president and the Pancasila symbol, the implementation of 6S and an attitude of mutual respect for religious differences. Meanwhile, the Pancasila values of the five principles can be seen from students' activities at school, namely praying before and after studying, respecting and appreciating friends and teachers of different religions, no discrimination with anti-bullying posters, obeying rules and class picketing.
STRATEGI PENGEMBANGAN SCHOOL BASED-ENTERPRISE DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LULUSAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Lutfia, Annisa; Yohana, Corry; Adha, Maulana Amirul
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i1.17671

Abstract

Abstrak: Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) didorong untuk mampu mengembangkan kompetensi kewirausahaan baik bagi peserta didik maupun lembaganya. Salah satu bentuk pengembangan kompetensi kewirausahaan tersebut adalah dengan membangun unit usaha sebagai sarana belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa strategi peningkatan usaha berbasis sekolah untuk meningkatkan kualitas lulusan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah Teknik triangulasi. Subjek dalam penelitian adalah Kepala SMK Cendekia Paseh Bandung, Wakasek dan Kepala Program. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas usaha berbasis sekolah sangat dipengaruhi oleh aspek (1) kepemimpinan, (2) sumber daya, dan (3) kurikulum. Kepala sekolah dituntut untuk membuat gagasan strategis tentang rencana dan program sekolah. Kurikulum yang dikembangkan harus sejalan dengan kebutuhan DUDIKA agar tercipta relevansi antara Pendidikan di SMK dengan kebutuhan DUDIKA. Sehingga untuk meningkatkan efektivitas usaha berbasis sekolah diperlukan kriteria kepemimpinan yang memiliki komitmen, kompetensi serta kreatif dalam mengelola sumber daya yang ada dan menciptakan inovasi-inovasi dalam program sekolah. Abstract:  Vocational high schools (SMK) are encouraged to be able to develop entrepreneurial competencies for both students and their institutions. One form of developing entrepreneurial competence is to build a business unit as a means of student learning. The purpose of this research is to analyze strategies for improving school-based businesses to improve the quality of graduates. This study uses a qualitative research model. The subjects in the study were the head of SMK Cendekia Paseh Bandung, the vice principal, and the head of the program. The results of this study concluded that the effectiveness of school-based enterprises is strongly influenced by aspects of (1) leadership, (2) resources, and (3) curriculum. Principals are required to make strategic decisions about school plans and programs. The developed curriculum must be in line with DUDIKA's needs in order to create relevance between education in SMK and DUDIKA's needs. So to increase the effectiveness of school-based businesses, leadership criteria are needed that are committed, competent, and creative in managing existing resources and creating innovations in school programs.
PENINGKATAN KREATIVITAS MAHASISWA MELALUI PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS ANIMASI TRAVEL MAP Seprina, Reka; Rukmana, Lisa; Meihan, Andre Mustofa
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i1.20125

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini menerapkan metode Project Based Learning) pada mata kuliah Pengantar Sejarah Indonesia, dan meningkatkan kreativitas mahasiswa. Metode penelitian menggunakan Classroom Action Research. Subjek penelitian melibatkan mahasiswa yang mengambil mata kuliah Pengantar Sejarah Indonesia. Penelitian ini dirancang dalam 3 (tiga) siklus yang mana pada tiap siklus terbagi menjadi empat kegiatan, yaitu: Perencanaan, Pelaksanaan Tindakan, Observasi dan Evaluasi, serta Analisis dan Refleksi. Hasil penelitian membuktikan Pembelajaran Sejarah Berbasis Animasi Travel Maps Filmora Terintegrasi Project Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan kreativitas mahasiswa. Pada siklus I skor rata- rata kreativitas mahasiswa yakni 75,5. Pada siklus yang kedua skor rata-rata kreativitas mahasiswa yakni 79,9. Skor rata-rata tingkat kreativitas mahasiswa mengalami peningkatan yang signifikan pada siklus ke-III yakni 101,6. Skor rata-rata kreativitas mahasiswa ini masuk dalam kategori “tinggi”, dan melebihi target yang diberikan yakni rerata lebih dari 80. Sehingga penelitian tindakan kelas setelah dilaksanakan Siklus-III dapat dikatakan “berhasil”. Abstract: The aim of this research is to implement Project-Based Learning method in the Introduction to Indonesian History course. The goal is to enhance students' creativity. The research methodology employed is classroom action research. The study involved students who took the Introduction to Indonesian History course. It was designed in three cycles, each consisting of four activities: Planning, Action Implementation, Observation and Evaluation, and Analysis and Reflection. The results demonstrate that History Learning Based on Animation Travel Maps Filmora Integrated Project Based Learning is an effective method for enhancing student creativity. In the first cycle, students' average creativity score was 75.5. In the second cycle, it increased to 79.9. The third cycle saw a significant increase in the average creativity score to 101.6, which is categorized as 'high' and exceeds the target of an average score of 80. Therefore, the class action research after Cycle-III can be considered successful.
A BIBLIOMETRIC ANALYSIS OF RESEARCH TRENDS ON CONTEXTUAL LEARNING IN SCIENCE EDUCATION Hasanah, Ika; Anwar, Sjaeful; Musthapa, Iqbal
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 3 (2024): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i3.22999

Abstract

Abstrak: Penerapan pembelajaran kontekstual telah menjadi tren dominan dalam pendidikan di berbagai negara. Metode pembelajaran ini telah berkembang dengan beragam pendekatan yang menekankan kerjasama lintas disiplin, domain, dan wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi signifikan bagi peneliti dan pendidik dalam Pendidikan Sains dengan melakukan analisis bibliometrik global tentang pembelajaran kontekstual, menggunakan karakteristik publikasi sebagai dasar. Penelitian ini menggunakan metode analisis bibliometrik dengan mengambil database Scopus dan berhasil mengumpulkan 782 artikel yang diterbitkan dari tahun 2010 hingga 2022. Analisis bibliometrik yang dilakukan menggunakan alat seperti VOSviewer dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bialocerkowski, A. dan Olson R., adalah penulis yang paling banyak dikutip dalam penelitian tentang pembelajaran kontekstual dalam Pendidikan Sains. Artikel yang paling banyak dikutip adalah "Interprofessional Education in Allied Health: A Systematic Review". Berdasarkan peta kolaborasi antar negara, Amerika Serikat tampaknya menjadi pusat kolaborasi paling signifikan dalam penelitian tentang pembelajaran kontekstual dalam Pendidikan Sains. Selain itu, jurnal "Journal of Research in Science Teaching" terlihat menonjol dalam publikasi Pembelajaran Kontekstual dalam Pendidikan Sains, berdasarkan jumlah kutipan dan kuartil (Q1). Studi bibliometrik ini juga menemukan korelasi antara kata kunci yang digunakan oleh penulis, antara lain "Pendidikan Profesional", "Pendidikan Sains", "Pendidikan", "Konteks", dan "Pembelajaran Kontekstual". Temuan-temuan ini menyoroti pentingnya penelitian multidisiplin dan interdisiplin dalam memahami pembelajaran kontekstual dalam konteks pendidikan dan mengadvokasi untuk memasukkan konteks geografis yang lebih luas dalam penelitian tentang pembelajaran kontekstual.Abstract:  Implementing contextual learning has become a dominant trend in education across various countries. This learning method has evolved with diverse approaches emphasizing collaboration across disciplines, domains, and regions. This research aims to contribute significantly to researchers and educators in Science Education by conducting a global bibliometric analysis of contextual learning, using publication characteristics as the basis. This research uses bibliometric analysis method by taking the Scopus database and successfully collecting 782 articles published from 2010 to 2022. Bibliometric analysis is conducted using tools such as VOSviewer and Microsoft Excel. The analysis results show that Bialocerkowski, A. and Olson, R., is the most cited author in research on contextual learning in Science Education. The most cited article is "Interprofessional Education in Allied Health: A Systematic Review". Based on the map of collaboration between countries, the United States appears to be the most significant center for collaboration in research on contextual learning in Science Education. Furthermore, the journal "Journal of Research in Science Teaching" stands out in the publication of Contextual Learning in Science Education, based on the number of citations and quartile (Q1). This bibliometric study also found a correlation between the keywords used by authors, including "Professional Education," "Science Education," "Education," "Context," and "Contextual Learning". These findings highlight the importance of multidisciplinary and interdisciplinary research in understanding contextual learning in the educational context and advocating for including broader geographic contexts in research on contextual learning.
HARMONI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KURIKULUM MERDEKA Fitroh, Ismaul; Rosidi, Moh. Imron
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i2.22230

Abstract

Abstrak: Tujuan penulisan artikel untuk mengkaji nilai-nilai Pancasila yang terdapat dalam Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah, misalnya buku dan artikel dari jurnal yang terbit pada tahun 2014 hingga 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Kurikulum Merdeka terdapat program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang terdiri dari beberapa kegiatan yakni (1) Pertukaran pelajar; (2) Magang/praktik kerja; (3) Asistensi mengajar di satuan Pendidikan; (4) Penelitian/riset; (5) Proyek kemanusian, (6) Kegiatan wirausaha; (7) Studi/proyek independent. (8) Membangun desa/kuliah kerja nyata tematik. Banyaknya kegiatan yang ada dalam MBKM tenyata memuat nilai-nilai Pancasila diantaranya adalah: (1) Landasan Filosofis Pancasila; (2) Pembentukan Karakter; (3) Penguatan Identitas Kebangsaan; (4) Pendidikan Demokratis; (5) Mengatasi Tantangan Sosial.Abstract: The purpose of writing an article is to examine the values of Pancasila contained in the Independent Curriculum. This research uses a qualitative method with a literature study approach. Data is obtained from various scientific sources, such as books and articles from journals published from 2014 to 2023. The results showed that in the Independent Curriculum there is the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program which consists of several activities, namely: (1) Student exchange; (2) Internship/work practice; (3) Teaching assistance in educational units; (4) Research; (5) Humanitarian projects, (6) Entrepreneurial activities; (7) Independent study/project. (8) Build villages/thematic community service program. The number of activities in MBKM actually contains the values of Pancasila including: (1) Philosophical Foundation of Pancasila; (2) Character Building; (3) Strengthening National Identity; (4) Democratic Education; (5) Overcoming Social Challenges.