cover
Contact Name
Mahsup
Contact Email
paedagoria.ummat@gmail.com
Phone
+6281805211294
Journal Mail Official
paedagoria.ummat@gmail.com
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Mataram Jln. KH. Ahmad Dahlan, No. 1, Pagesangan, Kota Mataram, 83127, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan
Core Subject : Education,
Theoretical studies, research and development of teaching materials, activities, models or learning media in the field of education include mathematics and natural sciences (physics, chemistry, biology, science, ICT, and its applications); (2) social science, history, geography, culture and economy; (3) language and literature, and (4) basic education; Research actions to increase motivation, activities, interests or learning outcomes in solving learning problems; Development or design of creativity, innovation, and technology based on software, online or e-learning; Development of curriculum, management, programs, and other education policies.
Articles 448 Documents
ANALISIS PERKEMBANGAN DAN PELAKSANAAN KURIKULUM DI MIS ELSUSI MEDINA Anri Naldi; Neng Nurcahyati Sinulingga; Putri Handayani Lubis
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 3 (2023): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i3.16144

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perkembangan dan pelaksanaan kurikulum dengan pendekatan nilai-nilai keislaman di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Elsusi Meldina. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomologi. Teknik pengumpulan data dengan teknik pengamatan, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data, reduksi data, kategorisasi data, sintesisasi, menysusun hipotesis kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak berdiri tahun 1991 perkembanga kurikulum berdasarkan perubahan kurikulum pendidikan, sejak kurikulum 1984, kurikulum 1994, KBK, KTSP dan kurikulum 2013 dan merdeka belajar. Pelaksanaan kurikulum dilakukan dengan pendekatan nilai-nilai keislaman disesuaikan dengan program madrasah yang mengedapankan pendidikan agama Islam. pelaksanaan yang diterapkan adalah kurikulum 2013 dengan pendekatan nilai-nilai keislaman. Keunggulan yang dapat dilihat dari pelaksanaan ini adalah 1. Kemampuan afektif atau sikaf spritual yang menunjukkan nilai-nilai religius. 2. Kemampuan kognitif atau pengetahuan ilmu agama dan ilmu umum sebagai ciri khas madrasah. 3. Kemampuan psikomotorik atau keterampilan yang dikuasai siswa melalui kegiatan-pendidikan dan ekstrakurikuler. Maka dapat disimpulkan perkembangan dan pelaksanaan kurikulum yang sampai saat ini kurikulum 2013 dengan pendekatan merdeka belajar membawa Madrasah Ibtidaiyah Swasta Elsusi Meldina menjadi madrasah yang mampu mengimplentasikan kurikulum pendidikan sesuai dengan keinginan orang tua, masyarakat, bangsa dan Negara.Abstract: The purpose of this study is to analyze the development and implementation of the curriculum with an approach to Islamic values in the Elsusi Meldina Private Madrasah Ibtidaiyah.This type of research is qualitative research with a phenomological approach. Data collection techniques with observation, interview and document study techniques. Data analysis techniques, data reduction, data categorization, synthesis, compiling working hypotheses. The results showed that since its establishment in 1991 the development of the curriculum based on changes in the educational curriculum, since the 1984 curriculum, the 1994 curriculum, KBK, KTSP and the 2013 curriculum and independent learning. The implementation of the curriculum is carried out with an approach to Islamic values adapted to the madrasah program that precipitates Islamic religious education. The implementation applied is the 2013 curriculum with an approach to Islamic values. The advantages that can be seen from this implementation are 1. Affective or spiritual abilities that demonstrate religious values. 2. Cognitive ability or knowledge of religious science and general science as a characteristic of madrasah. 3. Psychomotor abilities or skills mastered by students through educational and extracurricular activities. So it can be concluded the development and implementation of the curriculum that until now the 2013 curriculum with an independent learning approach brought the Elsusi Meldina Private Ibtidaiyah Madrasah into a madrasah that is able to implement the educational curriculum in accordance with the wishes of parents, society, nation and State.
TANTANGAN GURU DALAM MENGAJAR IPA: STUDI KASUS GURU SEKOLAH DASAR Anggun Zuhaida; Yusi Riksa Yustiana
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 3 (2023): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i3.15571

Abstract

Abstrak Pembelajaran IPA di SD merupakan bagian dari gerbang awal dalam memperkenalkan sains untuk siswa tingkat dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi latar belakang Pendidikan dan pengalaman mengajar guru yang mengajar IPA di Sekolah Dasar (SD), serta strategi, tantangan dan cara mengatasi dalam membelajarkan IPA di SD. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan dengan melakukan wawancara dan observasi pembelajaran pada dua guru SD di wilayah Kab. Bandung Barat dan Kota Bandung. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tantangan dalam mengajar IPA di SD diantaranya adalah: kurangnya sarana prasarana, kurangnya kesempatan guru dalam mengikuti kegiatan untuk pengembangan profesionalismenya, keterbatasan bahan ajar, keterbatasan pengembangan strategi mengajar, serta rendahnya kemampuan inkuiri siswa. Beberapa alternatif untuk menghadapi tantangan tersebut diantaranya adalah guru aktif mengikuti pelatihan, workshop, dan seminar sehingga tetap dapat mengikuti perkembangan pembelajaran. Selain itu, direkomendasikan bagi para pemangku kebijakan untuk berperan aktif dalam mengoptimalkan pemenuhan sarana prasarana pembelajaran dan menyelenggarakan pengembangan profesionalisme guru secara masif dan menyeluruh.Abstract: Science education in elementary school is part of the introduction of science to elementary level students. The purpose of this study is to identify the educational background and teaching experience of elementary school science teachers, as well as the strategies, challenges, and means of overcoming them. This research is phenomenological case study research with a descriptive approach. Two elementary school instructors in Kab. Bandung Barat and Kota Bandung participated in interviews and learning observations as part of the research. A lack of infrastructure, a lack of opportunities for teachers to participate in activities for professional development, a lack of teaching materials, a lack of teaching strategy development, and low student inquiry abilities were identified as obstacles to teaching science in elementary schools. Teachers who actively participate in training, workshops, and seminars in order to stay apprised of learning developments are among the alternatives available for addressing these challenges. In addition, it is suggested that policymakers play an active role in optimizing the fulfillment of learning infrastructure and instituting massive and comprehensive teacher professionalism development.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI SARANA INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI Neng Nurcahyati Neng; Amsal Qori Dalimunthe; Faldo Mahesa
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 3 (2023): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i3.16102

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk  mendeskripsikan terkait pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang dihubungkan melalui pengembangan internalisasi nilai-nilai pendidikan antikorupsi pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan  menggunakan pendekatan studi pustaka, yang sumber utamanya terdiri dari buku serta laporan hasil penelitian. Adapun analis data dalam penelitian ini menggunakan analisis isi (content analysis) yang diproses dalam tiga tahapan, yakni reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu 1) Pendidikan agama Islam di sekolah difungsikan sebagai sarana penanaman ilmu agama yang diaplikasikan oleh para pendidik kepada siswanya guna membentuk akhlakul karimah para siswa, 2) konsep pendidikan antikorupsi dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam pada dasarnya mengajarkan para siswa untuk meningkatkan pemahaman ajaran agama di dalamnya serta menghubungkan semua mata pelajaran dengan nilai-nilai antikorupsi, pembelajaran dengan keteladanan, dan guru harus dapat menjadi teladan, menginformasikan kepada siswa tentang bahaya korupsi, 3) Internalisasi nilai-nilai antikorupsi melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam tentunya telah sejalan dengan lembaga KPK yang pada dasarnya telah mengembangkan sembilan nilai antikorupsi untuk ditanamkan kepada setiap masyarakat maupun para peserta didik yang diantaranya yaitu:(a) Jujur, (b)  Disiplin, (c) Tanggung jawab, (d) Adil, (e) Berani, (f) Peduli, (g) Kerja Keras, (h) Kesederhanaan, (i) Mandiri.Abstract: This study aims to describe learning related to Islamic Religious Education which is connected through the development of internalization of anti-corruption educational values in students. This study uses a qualitative method using a literature study approach, the main source of which consists of books and research reports. The data analysts in this study used content analysis which was processed in three stages, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study are 1) Islamic religious education in schools functions as a means of inculcating religious knowledge which is applied by educators to their students in order to shape the students' morality, 2) the concept of anti-corruption education in learning Islamic religious education basically teaches students to improve understanding of religious teachings in it and connecting all subjects with anti-corruption values, learning by example, and teachers must be able to be role models, inform students about the dangers of corruption, 3) Internalization of anti-corruption values through learning Islamic Religious Education is certainly in line with KPK institution which basically has developed nine anti-corruption values to be instilled in every community and students which include: (a) Honest, (b) Discipline, (c) Responsibility, (d) Fair, (e) Courageous, ( f) Caring, (g) Hard Work, (h) Simplicity, (i) Independent.
KAJIAN LITERATURE : E-LEARNING SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL PESERTA DIDIK Danu Sugiarto; Chusnul Chotimah; Imam Junaris
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 3 (2023): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i3.15795

Abstract

Abstrak: Literasi digital merupakan hal yang penting untuk dikuasai oleh peserta didik di era digitalisasi. Penggunaan e-learning dalam proses pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan literasi digital peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan e learning dalam meningkatkan literasi digital peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Sumber data diperoleh dari buku, jurnal, dan karya ilmiah lainnya yang sesuai dengan tema penelitian. Analisis data yang digunakan analisis kualitatif berupa kondensasi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e learning  dapat digunakan untuk meningkatkan literasi digital peserta didik, khususnya pada elemen information literacy  dan kemampuan berpikir kritis peserta didik.Abstract:  digitalization era. The use of e-learning in the learning process is expected to increase students' digital literacy. This study aims to determine the use of e-learning in increasing students' digital literacy. This research is a qualitative research with a literature study approach. Sources of data were obtained from books, journals and other scientific works in accordance with the research theme. Data analysis used qualitative analysis in the form of data condensation, data presentation, and conclusions. The results of the study show that e-learning can be used to improve students' digital literacy, especially in the elements of information literacy and students' critical thinking skills.
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS METODE PENEMUAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN BELAJAR MAHASISWA Mahsup Mahsup; Eka Fitriani; Ibrahim Ibrahim
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i4.19391

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan e-modul berbasis metode penemuan untuk meningkatkan pemahaman belajar mahasiswa berdasarkan kategori valid, praktis, dan efektif. Metode pengembangan dengan terdiri dari analisis, design, develop, evaluate dan implementasi. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini yaitu data pemahaman mahasiswa dan angket. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan memvalidasi data e-modul dan menganalisis data respon dosen dan mahasiswa. Hasil penelitian bahwa e-modul berbasis pendekatan penemuan yang dikembangkan dinyatakan valid dengan skor rata-rata 88,5, praktis dengan skor rata-rata 72,3 dan efektif dengan skor rata-rata 78% sehingga modul yang dikembangkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa.Abstract:  The purpose of this study is to develop e-modules based on discovery methods to improve students' learning understanding based on valid, practical, and effective categories. The development method consists of analysis, design, develop, evaluate and implementation. The data collected in this study are student understanding data and questionnaires. The data analysis technique used in this study is by validating e-module data and analyzing lecturer and student response data. The results of the study that the e-module based on the discovery approach developed were declared valid with an average score of 88.5, practical with an average score of 72.3 and effective with an average score of 78% so that the developed module could increase student understanding.
EFEKTIVITAS PENERAPAN PEMBELAJARAN STATISTIKA BERBANTUAN APLIKASI SPSS TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA Kadek Suryati; Evi Dwi Krisna
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i4.17133

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penerapan pembelajaran statistika berbantuan aplikasi SPSS terhadap peningkatan hasil belajar siswa dan untuk mengetahui respon siswa tentang penerapan pembelajaran statistika berbantuan SPSS. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas sebanyak dua putaran yang diawali dengan pra-siklus, siklus I dan siklus ke II. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di Kelas D semester II Program Studi Teknik Informatika kampus Intitut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI), dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, catatan lapangan, dokumentasi, metode angket respon dan tes hasil belajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa rata-rata hasil belajar mahasiswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II, yaitu siklus I (71,48) dan siklus II (81,76) dan peroleh angket respon pembelajaran statistika untuk indikator kesenagan mahasiswa sebesar 81%, Konsentrasi mahasiswa 84%, keterlibatan atau rasa ingin tahu mahasiswa sebesar 90%, dan minat mahasiswa sebesar 74%. Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan pembelajaran statistika berbantuan aplikasi SPSS efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa dan respon atau tanggapan yang positif mahasiswa berikan terhadap pembelajaran statistika berbantuan aplikasi SPSS.Abstract: The purpose of this study was to determine the effectiveness of the application of SPSS application-assisted statistics learning to improve student learning outcomes and to determine student responses about the application of SPSS-assisted statistical learning. The research design used was two rounds of classroom action research starting with a pre-cycle, cycle I and cycle II. Each cycle consists of four stages, namely planning, action, observation and reflection. This research was conducted in Class D semester II of the Informatics Engineering Study Program in campus Intitut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI), with the number of samples is 25 people. Methods of data collection were carried out through observation, field notes, documentation, response questionnaire methods and learning achievement tests. From the results of the analysis, it was found that the average student learning outcomes had increased from cycle I to cycle II, namely cycle I (71.48) and cycle II (81.76) and the statistics learning response questionnaire for the student enjoyment indicator was 81%. Student concentration was 84%, student involvement or curiosity was 90%, and student interest was 74%. The conclusion of this research is that the application of statistics learning assisted by the SPSS application is effectively used to improve student learning outcomes and students give positive responses to statistics learning assisted by the SPSS application
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ROTATING TRIO EXCHANGE DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI TERHADAP KEMAMPUAN METAKOGNITIF DAN HASIL BELAJAR SISWA SMA NEGERI 13 BONE Nia Febrianti; Sri Wahyuni; Muliana Muliana
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i4.17633

Abstract

Abstrak: Pembelajaran dengan metode diskusi kelompok belum membantu siswa untuk memiliki kemampuan pemecahan masalah dan rasa ingin tahu sehingga kemampuan mengontrol pengetahuan kognitifnya kurang maksimal. Oleh karena itu, peneliti menghadirkan model pembelajaran RTE. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menggambarkan pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Rotating Trio Exchange (RTE) dalam pembelajaran biologi terhadap kemampuan metakognitif siswa SMA Negeri 13 Bone, (2) membuktikan pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Rotating Trio Exchange (RTE) dalam pembelajaran biologi terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri 13 Bone.  Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Pre-Experimental Design. Instrumen penelitian menggunakan lembar angket MAI, Tes hasil belajar dan dokumentasi. Sampel penelitian yaitu kelas XI MIPA 4 berjumlah 34 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statatistik deskriptif dan inferensial. Adapun hasil penelitian yaitu: (1) Rata-rata keseluruhan indikator kemampuan metakognitif siswa berada pada kategori baik dengan skor 78,42, (2) Nilai rata-rata pre-test siswa sebesar 49 sedangkan nilai rata-rata post-test siswa sebesar 85 dengan hasil uji t didapatkan signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 sehingga ada pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran terhadap hasil belajar siswa.Abstract:  Learning using group discussion method hasn’t helped students have problem solving abilities and curiosity so their ability to control cognitive knowledge is less than optimal. Therefore, researchers present the RTE learning model. This study aims to: (1) describe effect of applying Rotating Trio Exchange (RTE) cooperative learning model in biology learning on the metacognitive abilities students of SMA Negeri 13 Bone, (2) prove the effect of applying Rotating Trio Exchange (RTE) cooperative learning model in learning biology on student learning outcomes SMA Negeri 13 Bone. The research used quantitative research with the type research Pre-Experimental Design. The research instrument used a questionnaire sheet MAI, learning achievement tests and documentation. The research sample class XI MIPA 4 of 34 students. Sampling was using purposive sampling technique. The data analysis technique used is descriptive and inferential statistical analysis techniques. The research results is: (1) The overall average students' metacognitive ability indicators was in the good category with a score 78.42, (2) The average score students' pre-test was 49 while the average value of students' post-test 85 with the results t test obtained a significance of 0.000 <0.05 so that there’s a significant influence application of the learning model on student learning outcomes.
PANDANGAN GURU SEJARAH DALAM MENGEMBANGKAN PEMBELAJARAN SEJARAH UNTUK GENERASI Z Labibatussolihah Labibatussolihah; Nour Muhammad Adriani
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i4.16654

Abstract

Abstrak: Implementasi Kurikulum Merdeka sebagai terobosan terbaru dalam menjawab tantangan abad ke-21 perlu melihat kebutuhan dan kondisi di lapangan berdasarkan apa yang dihadapi guru dan diinginkan oleh siswa dengan karakternya tersendiri. Studi ini bertujuan menganalisis pandangan, pengalaman dan tantangan yang dihadapi oleh guru-guru dalam mengajar mata pelajaran sejarah dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Melalui metode wawancara dengan pendekatan deskriptif kualitatif kepada delapan informan, termasuk guru senior dan junior, beberapa temuan penting dihasilkan pada empat aspek pembelajaran: kurikulum, materi pembelajaran, sumber belajar, dan media pembelajaran. Di antara temuan itu antara lain (1) guru memandang kurkulum secara objektif sebagai alat indoktrinasi pemerintah dalam arti positif maupun negatif serta cenderung mengkaitkan muatannya kearah nilai-nilai nasionalisme atau religi; (2) wawasan dan kebiasaan mengajar guru memiliki pengaruh dalam cara mereka mengkontekstualisasikan materi sejarah; (3) materi-materi sejarah yang kontroversial paling disukai oleh siswa dan dianggap penting untuk membuat mereka lebih bijak dalam memahami peristiwa sejarah; dan (4) buku teks masih menjadi sumber utama dalam pembelajaran sejarah, tetapi generasi guru muda lebih terbuka pada akomodasi sumber alternatif.Abstract:  The implementation of the Merdeka Curriculum as the latest breakthrough in addressing the challenges of the 21st century needs to take into account the needs and conditions in the field based on what teachers face and what students desire, each with their own character. This study aims to analyze the views, experiences, and challenges faced by history teachers within the framework of the Merdeka Curriculum. Through qualitative descriptive interview methods with eight informants, including senior and junior teachers, several important findings emerged in four aspects of learning: curriculum, learning materials, learning resources, and teaching media. Among these findings are: (1) Teachers perceive the curriculum objectively as a tool for government indoctrination in both positive and negative senses, tending to associate its content with nationalistic or religious values. (2) Teachers' insights and teaching habits have an influence on how they contextualize historical materials. (3) Controversial historical materials are preferred by students and are considered important in making them wiser in understanding historical events. (4) Textbooks still remain the primary source of historical learning, but younger generations of teachers are more open to accommodating alternative sources.
HISTORICAL BASED LEARNING: INOVASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS ANDRAGOGI Ismaul Fitroh; Joni Apriyanto; Resmiyati Yunus; Tonny Iskandar Mondong
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i4.17459

Abstract

Abstrak: Tujuan penulisan artikel ini yakni untuk membuat inovasi model pembelajaran sejarah pada mata kuliah Sejarah Indonesia Masa Hindu dan Buddha sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada lima prinsip andragogi yakni (1) adanya identifikasi kebutuhan; (2) materi yang menarik, (3) berbasis masalah, (4) memanfaatkan sumber belajar, (5) belajar yang bermakna. Lima prinsip andragogi bisa memunculkan inovasi dalam pembelajaran yakni disebut dengan model Historical Based Learning. Dalam model Historical Based Learning ada tujuh langkah dalam pembelajarannya yakni; (1) menentukan materi, (2) membentuk kelompok, (3) heuristic, (4) kritik, (5) interpretasi, (6) historiografi, (7) evaluasi.Abstract: The purpose of writing this article is to create an innovative historical learning model in the course of Indonesian History of the Hindu and Buddhist Period so that learning objectives can be achieved. The method used in this research is descriptive qualitative method. Data were obtained from interviews, observations and documentation. The results showed that there are five principles of andragogy, namely (1) identification of needs; (2) interesting material, (3) problem-based, (4) utilizing learning resources, (5) meaningful learning. The five principles of andragogy can lead to innovation in learning, which is called the Historical Based Learning model. In the Historical Based Learning model there are seven steps in learning, namely; (1) determining the material, (2) forming groups, (3) heuristic, (4) criticism, (5) interpretation, (6) historiography, (7) evaluation.
MODEL PENGEMBANGAN KARIR TENAGA KEPENDIDIKAN (Studi di SMP Al Hikam Garut) Sehan Rifky; Tamsik Udin; Kristin Warningsih; Masduki Duryat; Hasan Rahmat; Juniari Tri Trisno
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i4.17293

Abstract

Abstrak: Tenaga kependidikan seringkali dipandang sebelah mata karena dianggap pekerjaannya yang hanya sebatas hal administratif serta teknis, sehingga tidak perlu adanya pengembangan karir untuk tenaga kependidikan. Maka dari itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi pengembangan karir tenaga kependidikan di SMP Al Hikam Garut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan Teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara, sumber data dari kepala sekolah, ketua Yayasan dan tenaga kependidikan SMP Al Hikam Garut. Hasil penelitian yang didapatkan bahwasannya diketahui implementasi pengembangan karir tenaga kependidikan di SMP Al Hikam Garut yakni kepala sekolah memfasilitasi keinginan serta minat para tenaga kependidikan untuk memilih pelatihan/lokakarya yang ingin diikuti, serta diberikan hak yang sama dalam melanjutkan Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. karena Pendidikan akan berbanding lurus dengan karir yang akan didapatkan. Kepala sekolah senantiasa memberikan tanggungjawab dan Amanah kepada para tenaga kependidikan untuk memegang sebuah kegiatan besar, dampaknya para tenaga kependidikan bisa mengenali potensi diri. Tenaga kependidikan juga didelegasikan dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh dinas atau lembaga lain, sehingga tenaga kependidikan bisa mendapatkan jejaring lebih luas, ini akan membuka peluang berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam melaksanakan tugas yang diberikan. Begitu besar peran tenaga kependidikan disekolah sehingga pengembangan karir bagi tenaga kependidikan sangatlah penting untuk diperhatikan dan dilaksanakan semaksimal mungkin.Abstract:  Education staff are often looked down upon because their work is only limited to administrative and technical matters, so there is no need for career development for education staff. Therefore, the aim of this research is to find out how to implement the career development of educational staff at Al Hikam Middle School, Garut. This research uses a descriptive qualitative method with data collection techniques in the form of observation and interviews, data sources from the school principal, chairman of the Foundation and educational staff at Al Hikam Middle School, Garut. The results of the research obtained show that the implementation of career development for education staff at Al Hikam Middle School in Garut is that the principal facilitates the desires and interests of education staff to choose the training/workshops they wish to take part in, as well as being given the same rights in continuing their education to a higher level. because education will be directly proportional to the career you will get. The school principal always gives responsibility and mandate to the education staff to carry out major activities, the impact of which is that the education staff can recognize their own potential. Educational staff are also delegated to activities organized by other agencies or institutions, so that educational staff can gain a wider network, this will open opportunities to share experiences and best practices in carrying out their assigned tasks. The role of educational staff in schools is so great that career development for educational staff is very important to pay attention to and implement as fully as possible.