cover
Contact Name
Mahsup
Contact Email
paedagoria.ummat@gmail.com
Phone
+6281805211294
Journal Mail Official
paedagoria.ummat@gmail.com
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Mataram Jln. KH. Ahmad Dahlan, No. 1, Pagesangan, Kota Mataram, 83127, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan
Core Subject : Education,
Theoretical studies, research and development of teaching materials, activities, models or learning media in the field of education include mathematics and natural sciences (physics, chemistry, biology, science, ICT, and its applications); (2) social science, history, geography, culture and economy; (3) language and literature, and (4) basic education; Research actions to increase motivation, activities, interests or learning outcomes in solving learning problems; Development or design of creativity, innovation, and technology based on software, online or e-learning; Development of curriculum, management, programs, and other education policies.
Articles 448 Documents
SMART CAMPUS INDONESIA BERDASARKAN SOCIETY 5.0 JEPANG DAN SMART EDUCATION KOREA Stefani Made Ayu; Gunawan Wiradharma; Khaerul Anam; Arina Rubyasih; Karina Pramita Ningrum
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i4.17066

Abstract

Abstrak: Penerapan smart campus diharapkan mampu menciptakan pendidikan yang kekinian dan mampu mengantarkan SDM menjadi manusia yang terdidik. Untuk menciptakan smart campus tersebut, diperlukan suatu model yang akan menjadi pedoman atau patokan bagi suatu perguruan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran pengembangan Smart Campus di Indonesia yang diketahui dari strategi smart education yang diterapkan di Korea dan society 5.0 yang diterapkan di Jepang melalui komparasi keterkaitan antara society 5.0 dengan Smart Education serta SDGs sebagai data tambahan dalam menyusun peran dan strategi perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara kepada narasumber yang pernah atau sedang studi di Jepang/Korea. Model smart campus di Jepang yang menerapkan Society 5.0 menekankan pada teknologi yang berujung pada kemandirian dalam belajar. Model smart campus di Korea Selatan menekankan pada teknologi yang berujung pada kemudahan dalam mengakses konten-konten pembelajaran. Sistem teknologi yang terintegrasi membuat proses perkuliahan menjadi nyaman, efektif, dan efesien. Perguruan tinggi di Indonesia mulai menerapkan sistem berbasis teknologi informasi dan komunikasi dalam lingkungan kampus karena didorong dari seluruh civitas akademik di perguruan tinggi yang mengharapkan kenyamanan sehingga pentingnya peranan teknologi.Pengembangan konsep smart campus perlu dilakukan dengan penyesuaian terhadap culture di Indonesia agar nantinya saat konsep tersebut diterapkan secara masif dapat berjalan dengan hasil yang sesuai dan dapat membantu mempermudah penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi.Abstract: The implementation of the smart campus, it is hoped that it will be able to create up-to-date education and be able to deliver human resources to become educated human beings. To create a smart campus, we need a model that will become a guideline or benchmark for a university. The aim of this research is to get an overview of Smart Campus development in Indonesia which is known from the smart education strategy implemented in Korea and society 5.0 implemented in Japan through a comparison of the relationship between society 5.0 and Smart Education and SDGs as additional data in formulating the role and strategy of higher education. This research uses a qualitative descriptive approach with a case study method. Data collection was carried out by conducting interviews with informants who had or are currently studying in Japan/Korea. The smart campus model in Japan that implements Society 5.0 emphasizes technology which leads to independence in learning. The smart campus model in South Korea emphasizes technology, resulting in easy access to learning content. An integrated technology system makes the lecture process comfortable, effective, and efficient. Universities in Indonesia are starting to implement information and communication technology-based systems in the campus environment because they are encouraged by the entire academic community in tertiary institutions who expect comfort, so the important role of technology is important. The development of the smart campus concept needs to be carried out with adjustments to the culture in Indonesia so that when the concept is implemented on a massive scale it can run with appropriate results and can help facilitate the implementation of education in higher education.
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MAKET SEBAGAI METODE PEMBELAJARAN ARSITEKTUR PADA KAJIAN FASAD DINAMIS Sita Yuliastuti Amijaya; Yordan Kristanto Dewangga
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i4.17048

Abstract

Abstrak: Mata kuliah Advanced Environmental System merupakan mata kuliah pilihan yang menawarkan kompetensi lanjutan bagi mahasiswa untuk mempelajari topik tertentu dan penelitian yang lebih mendalam di bidang Ilmu Bangunan. Metode pembelajaran sebelum pandemi covid lebih banyak dilakukan melalui praktik/workshop. Kajian Fasad Dinamis merupakan salah satu topik mata kuliah yang menarik untuk dikaji dalam metode praktik dibandingkan dengan metode lainnya. Workshop Fasad Dinamis dirancang untuk durasi dua minggu. Metode pengumpulan data menggunakan data dokumen pembelajaran dan metode angket. Instrumen pengumpulan data berupa lembar kuisioner dan analisis data menggunakan teknik analisis deskrisptif kualitatif. Penelitian metode pembelajaran ini bertujuan untuk (1) mengetahui keefektifan penggunaan model maket melalui kegiatan workshop dengan topik Dynamic Facade, serta (2) mengetahui keefektifan metode workshop dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap topik pembelajaran. Penelitian menunjukkan bahwa desain kegiatan kuliah praktik atau workshop memudahkan mahasiswa dalam memahami topik Fasad Dinamis. Mahasiswa lebih memahami materi pembelajaran melalui kegiatan workshop ini. Pembelajaran dapat lebih kreatif, menarik, dan interaktif dengan menerapkan metode simulasi.Abstract:  The Advanced Environmental System course is an elective course that offers advanced competencies for students to study certain topics and more in-depth research in the field of Building Science. The learning method before the covid pandemic was mostly done through practice/workshops. The Study of Dynamic Facades is an interesting subject topic to study in practical methods compared to other methods. The Dynamic Facades Workshop is designed for a duration of two weeks. The data collection method uses learning document data and the questionnaire method. Data collection tools in the form of questionnaires and data analysis using descriptive qualitative analysis techniques. This learning method research aims (1) to determine the effectiveness of using mock-ups through workshop activities on the topic of Dynamic Facade, as well as (2) to determine the effectiveness of the workshop methods in increasing student understanding of learning topics. Research shows that the design of practical lectures or workshops makes it easier for students to understand the topic of Dynamic Facades. The students have better understanding in the learning material through this workshop activity. Learning can be more creative, interesting, and interactive by applying the simulation method.
ANDRAGOGY-BASED APPROACH LEARNING IMPLEMENTATION IN OPEN HIGH SCHOOL Ecep Cacam; Sri Nurhayati; Ansori Ansori; Gumpanat Boriboon; Shomedran Shomedran
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 14, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v14i4.16650

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian untuk mengkaji implementasi pendekatan pembelajaran berbasis andragogi di SMA Terbuka di Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran andragogi di SMA Terbuka memerlukan perencanaan yang matang, persiapan mental siswa, penguatan dan motivasi, serta proses pengkondisian. Namun, kesulitan seperti instruksi yang berpusat pada guru dan partisipasi siswa yang minimal tetap ada. Selain itu, penelitian ini menekankan pentingnya strategi pengajaran yang efektif, evaluasi berkelanjutan, dan upaya untuk meningkatkan hasil belajar. Temuan ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang tantangan dan solusi potensial untuk menerapkan andragogi dalam pengaturan pendidikan non-tradisional, sehingga memberikan praktisi pendidikan dan pembuat kebijakan wawasan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di lembaga serupa.Abstract:  The purpose of the study was to examine the implementation of andragogy-based learning approaches in Open High School in Bandung Regency. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data collection used includes interviews, observations, and documentation studies. The data analysis used is a triangulation technique. The findings indicate that the implementation of andragogy learning in the Open High School requires meticulous planning, mental preparation of students, reinforcement and motivation, and a conditioning process. However, difficulties such as teacher-centered instruction and minimal student participation persist. Additionally, the study emphasizes the significance of effective teaching strategies, ongoing evaluation, and efforts to enhance learning outcomes. These findings contribute to a better comprehension of the challenges and potential solutions to implementing andragogy in non-traditional educational settings, thereby providing educational practitioners and policymakers with insights to improve the quality of education in similar institutions.
PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN BERBASIS PLATFORM SASTRA SIBER DI INDONESIA: SELERA INDUSTRI ATAU KEBUTUHAN SENI? Fahmy, Zulfa; Pristiwati, Rahayu; Subyantoro, Subyantoro
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i1.19731

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap kesenjangan penggunaan karya sastra di platform sastra siber (Wattpad, Fizzo, dan NovelToon) pada pembelajaran sastra Indonesia. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas cerpen siswa dan implikasi penggunaan platform sastra siber terhadap pembelajaran sastra di Indonesia. Penggunaan platform sastra siber diakui efektif dalam mengajarkan dan mengenalkan sastra kepada siswa. Namun, pembelajaran sastra dengan platform sastra siber berdampak pada kualitas cerpen ang dihasilkan siswa. Masalah utama penelitian ini adalah bagaimana kualitas lingkungan sastra platform sastra siber, bagaimana dampak platform sastra siber terhadap karakteristik cerpen siswa, dan bagaimana implikasi penggunaan platform sastra siber terhadap selera sastra siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dianalisis secara kualitatif dengan (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) verifikasi. Data diperoleh melalui studi pustaka terhadap penelitian dan sumber yang berkaitakn dengan pembelajaran sastra dan platform sastra siber. Hasil penelitian menunjukan bahwa lingkungan sastra siber tidak mendukung lingkungan sastra yang adiluhung. Hal ini berdampak pada karakteristik cerpen siswa yang serupa dengan karakteristik sastra populer. Maka dari itu, penggunaan platform sastra siber dalam pembelajaran sastra dapat berimplikasi terhadap selera, kualitas, dan arah perkembangan sastra Indonesia secara luas. Abstract: The aim of this research is to reveal the gap in the use of literary works on cyber literary platforms (Wattpad, Fizzo, and NovelToon) in Indonesian literature learning. Apart from that, this research aims to determine the quality of students' short stories and the implications of using cyber literary platforms for literature learning in Indonesia. The use of cyberliterature platforms is recognized as effective in teaching and introducing literature to students. However, learning literature using the cyberliterature platform has an impact on the quality of the short stories produced by students. The main problem of this research is the quality of the literary environment of the cyber literature platform, what is the impact of the cyber literature platform on the characteristics of students' short stories, and what are the implications of using the cyber literature platform on students' literary tastes. This study used the descriptive-qualitative method. Data were analyzed qualitatively with (1) data reduction, (2) data presentation, and (3) verification. Data was obtained through a literature study of research and sources related to literary learning and cyber-literary platforms. The research results show that the cyberliterary environment does not support a noble literary environment. This has an impact on the characteristics of students' short stories, which are similar to the characteristics of popular literature. Therefore, the use of cyberliterary platforms in literature learning can have implications for the taste, quality, and direction of the development of Indonesian literature at large.
STUDENTS’ PERCEPTION OF USING TED TALKS VIDEOS IN INDONESIAN EFL CONTEXT Sabrina, Titania Nur; Sadikin, Irma Savitri
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i1.17790

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mengeksplorasi persepsi siswa dalam menggunakan video TED Talks dalam konteks EFL Indonesia untuk memecahkan berbagai masalah belajar bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran (mixed-method study). Kuesioner tertutup dan wawancara mendalam digunakan untuk mengumpulkan data. Penelitian ini menyebarkan 15 kuesioner tertutup dan 21 pertanyaan untuk sesi wawancara. Pesertanya adalah 16 mahasiswa program Pendidikan Bahasa Inggris tahun ajaran 2019 di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta Barat, Indonesia. Hasil belajar disajikan dalam tiga indikator: (1) persepsi siswa terhadap proses pembelajaran melalui TED Talks; (2) manfaat mahasiswa terhadap TED Talks; (3) tantangan siswa dalam belajar bahasa Inggris melalui TED Talks. Berdasarkan temuan penelitian, persepsi siswa terhadap penggunaan video TED Talks pada mata kuliah EL mendapat respon positif. Siswa menilai TED Talks merupakan media yang efektif untuk membangkitkan minat, kegembiraan, dan motivasi siswa. Namun demikian, penelitian berskala besar dengan banyak partisipan di berbagai tingkatan diperlukan untuk mengeksplorasi persepsi siswa dalam memanfaatkan TED Talks sebagai materi pendidikan untuk studi lebih lanjut.Abstract:  This study explores students' perceptions of using TED Talks videos in the Indonesian EFL context to solving numerous English study issues. This research applied a mixed-method study. Closed-ended questionnaires and in-depth interviews were used to collect the data. This research distributed 15 close-ended questionnaires and 21 questions for the interview session. The participants were 16 students from English Language Education program in the academic year 2019 at a private university in West Jakarta, Indonesia. The result of study presented into three indicators: (1) students’ perception toward the process of learning through TED Talks; (2) the student’s benefit toward TED Talks; (3) students’ challenges in learning English through TED Talks. Based on research findings, students’ perception of using TED Talks videos in the EL course gained a positive response. Students perceived that TED Talks is an effective medium to gain students’ interest, excitement, and motivation. However, large-scale research with numerous participants at various levels is required to explore students’ perceptions utilizing TED Talks as educational material for further study.
PEMAHAMAN GURU TERHADAP IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR Butsi Prihastari, Ema; Widyaningrum, Ratna
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i1.20220

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pemahaman guru sekolah dasar terhadap implementasi kurikulum merdeka, 2) hambatan implementasi kurikulum merdeka, 3) faktor pendukung implementasi kurikulum merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui penelitian deskriptif eksploratif. Subjek penelitian dipilih secara purposive sampling yaitu kepala sekolah, guru kelas 1, dan kelas 4 yang sudah menrapkan Kurikulum Merdeka sejumlah 40 guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket, wawancara, dan observasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Teknik analisis data menggunakan model interaktif meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pemahaman guru terhadap implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar Kec. Karangpandan, Kabupaten Karanganyar yaitu 15% memiliki pemahaman yang masih rendah, 77,5% dalam kategori sedang, dan 7,5% dalam kategori tinggi. 2) Kendala dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar antara lain terkait dengan pendanaan, keterbatasan sarana dan prasarana sekolah, buku siswa yang belum terdistribusi secara merata, keterbatasan IT serta masih terbatasnya diklat. 3) Faktor pendukung implementasi kurikulum merdeka antara lain: guru; sarana dan prasarana; kerja sama antara siswa, sekolah, masyarakat, dan orang tua; dan pemanfaatan berbagai sumber belajar. Abstract: The research aims to determine 1) elementary schools teachers' understanding of the implementation of the independent curriculum, 2) barriers to implementing the independent curriculum, and 3) supporting factors for implementing the independent curriculum. This research is exploratory descriptive research with a qualitative approach. The research subjects were selected using purposive sampling, namely principals, and 1st and 4th grade teachers who had implemented the Independent Curriculum, a total of 40 teachers. The data collection techniques used were questionnaires, interviews, and observation. Validity of data using triangulation of sources and techniques. Data analysis using an interactive model includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that: 1) Teachers' understanding of the implementation of the independent curriculum in elementary schools in Karangpandan, Karanganyar Central Java, namely 15% have low understanding, 77.5% are in the medium category, and 7.5% are in the high category. 2) Obstacles in implementing the independent curriculum in elementary schools include, funding, limited school facilities, student books that have not been distributed evenly, limited technology and training. 3) Supporting factors for implementing the independent curriculum include: teachers; facilities and infrastructure; cooperation between students, schools, communities and parents; and utilization of various learning resources.
EKSPLORASI KEDAMAIAN POSITIF SISWA Septian, Muhammad Rezza; Supriatna, Mamat; Nurihsan, Juntika; Budiman, Nandang; Suherman, Maya Masyita
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i1.19844

Abstract

Abstrak: Penelitin ini bertujuan untuk mengeksplorasi kedamaian positif (positive peace) siswa SMP Yayasan Atikan Sunda Bandung. Ruang lingkup penelitian ini mencakup kedamaian positif (positive peace) yang mencakup peacebuilding, peacemaking dan peacekeeping. Metode penelitian yang digunakan deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian ini terdiri dari 340 siswa SMP Yayasan Atikan Sunda Bandung. Pengumpulan data menggunakan instrument kedamaian positif. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian ini pertama, profil kedamaian positif (positive peace) siswa SMP Yayasan Atikan Sunda berada pada kategori tinggi. Kedua, gambaran profil aspek kedamaian positif ialah dua diantara tiga aspek kedamaian positif berada pada kategori tinggi antara lain aspek peacekeeping, disusul aspek peacebuilding, sedangkan aspek peacemaking berada pada kategori sedang. Ketiga, berdasarkan hasil wawancara dengan guru di SMP Yayasan Atikan Sunda menunjukkan bahwa pendekatan yang dilakukan guru mata pelajaran terutama rumpun ilmu sosial dan muatan lokal memiliki dampak pada kedamaian positif (positive peace) siswa dengan pelbagai pendekatan pembelajaran seperti dialog, komunikasi, dan role play. Adapun dalam muatan lokal yang berbasis kebudayaan sunda terdapat nilai-nilai kedamaian yang disemai dalam kegiatan pencak silat dan permainan tradisional.Abstract:  Purpose of the research to explore the positive benefits of students at the Yayasan Atikan Sunda Junior High School in Bandung. The scope of this research includes positive peace which includes peacebuilding, peacemaking, and peacekeeping. The research method used is descriptive with a quantitative approach. The sample of this study consisted of 340 students of SMP Yayasan Atikan Sunda, Bandung. Data collection uses positive goodness instruments. Data analysis used descriptive statistics. The results of this study first, the positive profile (positive peace) students of SMP Yayasan Atikan Sunda is in the high category. Second, the good profile picture between the two positive aspects is in the category, including the peace aspect, while the peace aspect is in the category. Third, based on the results of interviews with teachers at Yayasan Atikan Sunda, it shows that the approach taken by subject teachers, especially social science groups and local content, has a positive impact on students with various learning approaches such as dialogue, communication, and role play. As for local content based on Sundanese culture, there are life values that are sown in pencak silat activities and traditional games
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING Pilawinata, I Gede Heri; Putrayasa, I Dewa Kadek; Suryadi, I Putu Agus; Sukerta Yasa, I Nyoman; Sukaesi, Sukaesi; Sari, Nursina
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i1.17821

Abstract

Abstrak: Pemahaman terkait materi perkalian dan pembagian pecahan adalah konsep materi yang sulit bagi siswa kelas IV SDN 3 CEMAGI. Hal ini di tunjukkan dari rendahnya hasil capaian belajar yang rata-rata dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika melalui penerapan model  pembelajaran Project Based Learning (PjBL) pada siswa kelas IV SDN  3 Cemagi. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas menggunakan desain Kemmis dan Mc Taggart yang memiliki empat tahapan (a) Persiapan, (b) Pelaksanaan, (c) Observasi, dan (d) Refleksi dengan subjek dalam penelitian siswa kelas IV SDN 3 Cemagi yang berjumlah 30 orang siswa dengan dua siklus. Data diperoleh dengan menggunakan instrumen lembar soal yang dianalisis melalui statistic deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil N gain pada siklus I memperoleh skor sebesar 0.29 yang termasuk dalam kategori rendah. sedangkan pada siklus II memperoleh N Gain dengan skor sebesar 0.77 yang masuk pada kategori tinggi. Maka dari itu indikator keberhasilan sudah terpenuhi karena perolehan hasil belajar perkalian dan pembagian pecahan siswa telah mencapai peningkatan yang signifikan dengan begitu penerapan model PJBLdapat meningkatkan pemahaman konsep matematika siswaAbstract:  Understanding the material regarding multiplication and division of fractions is a difficult material concept for fourth grade students at SDN 3 CEMAGI. This is demonstrated by the low learning outcomes which on average are below the Minimum Completeness Criteria (KKM). Therefore, this research aims to increase understanding of mathematical concepts through variations in the application of learning models, namely Project Based Learning (PjBL) in class IV students at SDN 3 Cemagi. The type of research carried out is Classroom Action Research using the Kemmis and Mc Taggart design which has four stages (a) Preparation, (b) Implementation, (c) Observation, and (d) Reflection with subjects in the research of class IV students at SDN 3 Cemagi totaling 22 students with two cycles. Data was obtained using test techniques which were analyzed through descriptive statistics. The research results showed that the N gain results in cycle I obtained a score of 0.3862 which was included in the low category. while in cycle II obtained N Gain with a score of 0.7963 which is in the high category. Therefore, the indicators of success have been met because students' learning outcomes of multiplication and division of fractions have achieved a significant increase, so the application of the PJBL model can improve students' understanding of mathematical concepts. 
MENINGKATKAN PEMAHAMAN AGAMA DAN BUDI PEKERTI MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN STUDI KASUS PADA SISWA SEKOLAH MINGGU BUDDHA Walyono, Walyono
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i1.20001

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan media pembelajaran digunakan kegiatan belajar mengajar di sekolah minggu Buddha di Kec. Sumowono Kab. Semarang. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitaitf dengan pendekatan studi kasus, sampel diambil menggunakan metode purposive sampling serta metode yang digunakan adalah observasi dan wawancara yang berguna untuk mendapatkan data yang mendalam tentang pemanfaatan media belajar. Hasi yang diperoleh adalah para guru belum memanfaatkan media pembelajaran secara maksimal dan menyebabkan siswa cenderung bosan.  Siswa lebih banyak mendengarkan ceramah oleh guru pada saat pembelajaran dilaksanakan. Kendala yang ditemui adalah umur siswa yang beragam menyebabkan guru kesulitan dalam menentukan materi sementara waktu terbatas. Sarana-parasarana pembelajaran yang tersedia adalalah laptop, sounds dan buku-buku dari peneribit sehingga masih diperlukan analisisi lanjutan agar dapat dimaksimalkanAbstract:  This study aims to determine the application of learning media used for teaching and learning activities in Buddhist Sunday schools in Sumowono District, Semarang Regency; the research conducted was quality research with a case study approach, samples were taken using purposive sampling methods, and the methods used were observations and interviews that were useful for obtaining in-depth data on the use of learning media. The result is that teachers need to utilize learning media optimally, which causes students to tend to get bored. Students listen more to lectures by teachers when learning is carried out. The obstacle encountered is the diverse age of students, causing teachers to have difficulty determining the material while time is limited. The learning facilities available are laptops, sounds, and books from the author, so further analysis is still needed to maximize it.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SMART BOX UNTUK ANAK TUNA GRAHITA Cahyaningtyas, Tiara Intan; Maruti, Endang Sri; Rulviana, Vivi; Rahmawati, Rizka
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i1.17770

Abstract

Abstrak: Media pembelajaran yang mampu menunjang pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah masih sangat kurang. penelitian ini dengan tujuan menghasilkan media pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus berupa media Smart Box dan mengetahui kelayakannya agar dapat digunakan oleh anak berkebutuhan khusus terutama anak yang masuk kategori tuna grahita dalam belajar materi Bahasa Indonesia dan IPA dengan lebih efektif dan menarik. Metode penelitian yang dipilih adalah pengembangan dengan menggunakan model ADDIE dengan lima tahapan Analysis, Design, Development, Implementasi, Evaluasi dengan jenis penelitian research & development (RnD) dengan instrument penelitian lembar observasi, lembar wawancara, lembar angket ahli media dan materi, dan angket kuisioner untuk siswa. Hasil uji validitas ahli media menunjukan presentase sebesar 83% dengan kategori sangat layak dan validitas ahli materi dengan presentase sebesar 79% dengan kategori layak. Daya tarik media dapat dilihat dari angket uji coba yang di jawab oleh siswa dengan hasil presentase sebesar 88% dengan kategori sangat layak. Keefektifan media dalam menunjang pembelajaran dapat dilihat dari hasil rata-rata pretest sebesar 58 setelah menggunakan media didapat hasil posttest sebesar 86. Dapat disimpulkan bahwa media smart box dikatakan layak, menarik dan efektif digunakan oleh siswa tuna grahita.Abstract: There is still a lack of learning media that is able to support learning for children with special needs at school. Therefore, this research was carried out with the aim of producing learning media for children with special needs in the form of Smart Box media and knowing its feasibility so that it can be used by children with special needs, especially children who fall into the mentally retarded category in learning Indonesian language and science material more effectively and attractively. The type of research used is development using the ADDIE model with five stages of Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation with research & development (RnD) types with observation sheet research instruments, interview sheets, media and material expert questionnaire sheets, and questionnaire questionnaires for students. The results of the media expert validity test showed a percentage of 83% in the very feasible category and the validity of the material expert with a percentage of 79% in the feasible category. The effectiveness and attractiveness of the media can be seen from the trial questionnaire which was answered by students with a percentage of 88% in the very decent category. The effectiveness of the media in supporting learning can be seen from the pretest results of 64% after using the media the posttest results obtained by 87%. It can be concluded that smart box media is said to be feasible, interesting and effective for use by students with intellectual disabilities.