cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JCES (Journal of Character Education Society)
ISSN : 27153665     EISSN : 26143666     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Journal of Character Education Society (JCES) | ISSN 2614-3666, is one of the devotion journals managed by the Faculty of Teacher Training and Education of Muhammadiyah University of Mataram and published every January and July. The publication of JCES aims to disseminate conceptual thinking and ideas, especially the results of community service, including: (1) science, applied, social, economic, cultural, ICT development, and administrative services, (2) training and improvement of educational technology outcomes, agriculture, information and communication, and religion (3) Teaching and empowering community and community of students, youth and community institutions on an ongoing basis. All scope is realized to the community to form a society of character and uphold the values of education.
Arjuna Subject : -
Articles 524 Documents
FOSTERING TRAUMA HEALING THERAPY WITH A LITERARY APPROACH TO STUDENTS AFFECTED BY THE LOMBOK EARTHQUAKE Ilham, Ilham; Habiburrahman, Habiburrahman; Arrahman, Rudi; Mus, Akhmad H.; Supratman, Supratman
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i3.4060

Abstract

Abstrak: Bencana alam berupa gempa bumi yang menimpa masyarakat Lombok NTB pada tanggal 29 Juli 2018 dengan kekuatan 6,8 SR kemudian disusul dengan gempa bumi pada tanggal 5 Agustus 2018 dengan kekuatan 7,0 SR. Desa Pohgading merupakan salah satu bagian dari daerah kabupaten Lombok Timur berdekatan dengan desa Batuyang Kecamatan Pringgabaya yang termasuk salah satu desa yang terdampak bencana alam berupa gempa bumi. Hal ini dibuktikan dengan adanya kegiatan psikososial support di Posko SMA Muhammadiyah Pohgading Kecamatan Pringgabaya pada tanggal 18 Oktober 2018 yang dilakukan oleh Tim Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Timur. Pada kegiatan tersebut, Tim memberikan berbagai macam permainan edukasi serta ada kegiatan membaca buku-buku cerita anak sekaligus pembagian hadiah bagi seluruh anak yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Rasa senang dan gembira terpancar dari raut wajah para adik-adik hari itu. Dalam hal ini tim pengabdian UMMAT kembali melakukan pemulihan trauma healing lewat cara-cara yang familiar di mata masyarakat dengan pendekatan sastra. Pendekatan sastra yang diberikan untuk mengungkapkan gejolak jiwa mereka dan mewakili ungkapan hati mereka lewat puisi yang diungkapkan sehingga titik jenuh dari trauma tersebut menjadi hilang. Hal ini sesuai dengan manfaat sastra dalam kehidupan yaitu memperkaya rohani penikmatnya.Abstract: Natural disasters in the form of an earthquake that struck the people of Lombok NTB on July 29, 2018 with a magnitude of 6.8 SR and then followed by an earthquake on August 5, 2018 with a magnitude of 7.0 SR. Pohgading Village is one part of the East Lombok regency area adjacent to Batuyang Village, Pringgabaya District, which is one of the villages affected by natural disasters in the form of earthquakes. This is evidenced by the existence of psychosocial support activities at the Muhammadiyah Pohgading High School Pringgabaya Subdistrict on October 18, 2018 conducted by the East Lombok Regency Library and Archives Service Team. In this activity, the Team provided various educational games and there were activities to read children's story books as well as the distribution of prizes to all children participating in the activity. Joy and joy emanated from the faces of the younger siblings that day. In this case, the UMMAT service team returned to trauma recovery through ways that were familiar to the public with a literary approach. Literary approach to express the turmoil of their souls and represent their heart's expressions through poetry that is expressed so that the saturation point of the trauma disappears. This is in accordance with the benefits of literature in life that is to enrich the spiritual audience.
SOCIALIZATION TO YOUTH ABOUT THE DEVELOPMENT OF INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY Situmorang, Masriani; Mulyana, Mulyana; Veggy, Veggy
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i3.4830

Abstract

Abstrak: Peningkatan inovasi data dan korespondensi telah mengubah cara orang berkomunikasi dengan orang lain. Web berubah menjadi ruang canggih lain yang membuat ruang sosial. Tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran web memberikan banyak kemudahan bagi para kliennya. Berbagai akses ke data dan pengalihan dari mana saja di dunia dapat dilihat melalui web. Web memasuki batas elemen kehidupan, waktu, dan ruang klien, yang dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Motivasi di balik administrasi wilayah lokal ini adalah untuk mempengaruhi kehidupan individu dengan lebih baik. Strategi yang digunakan dalam latihan augmentasi dilakukan dengan empat macam, lebih spesifiknya: teknik sapaan, percakapan, tanya jawab dan survei. Perubahan inovasi dari yang mudah menjadi mutakhir dapat dikatakan sebagai jenis modernisasi yang biasanya juga akan diikuti oleh modernisasi (pemikiran). Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini cukup berdampak positif bagi remaja khususnya yang ada di panti Asuhan Rizki Ilahi. Kegiatan pengabdian masyarakat yang sudah dilakukan berjalan sangat baik dimana selama kegiatan ini berlangsung, terjadi perubahan perilaku berfikir pada remaja yang ada di panti asuhan Rizki Ilahi terkait pemanfaatan sistem informasi dan komunikasi. Abstract:  The development of information and communication technology has changed the way individuals interact with other individuals. The internet is becoming a new digital space that creates a cultural space. It is inevitable that the existence of the internet provides a lot of convenience to its users. Various access to information and entertainment from various parts of the world can be searched via the internet. The internet penetrates the boundaries of the dimensions of the user's life, time and space, which can be accessed by anyone, anytime, anywhere. The purpose of this community service is to have a better impact on people's lives. The method used in extension activities is carried out in four types, namely: lecture method, discussion, question and answer and questionnaire. Changes in technology from simple to advanced can be said to be a form of modernization which usually will also be followed by the modernization of ideas (ideas). The results of this community service activity had quite a positive impact on adolescents, especially those at the Rizki Ilahi orphanage. Community service activities that have been carried out have gone very well where during this activity, there has been a change in thinking behavior among teenagers in the Rizki Ilahi orphanage regarding the use of information and communication systems.
PROVIDING EXCITED LEARNING FOR CHILDREN THROUGH GUIDED-LEARNING DURING COVID-19 PANDEMIC Sintawati, Sintawati; Suryani, Rike Erna; Arifin, Zainal; Prasetiyo, Wibowo Heru
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i3.4437

Abstract

Abstrak: Kehadiran Virus Covid-19 membuat perubahan besar di berbagai bidang kehidupan masyarakat. Dalam konteks pendidikan, proses pembelajaran dilaksanakan secara online atau dalam jaringan dengan bantuan aplikasi online. Hal tersebut menuntut orang tua dan guru dapat berkolaborasi untuk membimbing serta mendampingi anak-anak dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Sayangnya, pelaksanaan pembelajar daring para orang tua mengalami hambatan ketika membimbing anak-anak dalam belajar. Artikel ini menggambarkan bentuk pengabdian masyarakat dalam bentuk kegiatan KKN-Dik yang dilakukan di Desa Gombang Kecamatan Sawit Kabupaten Boyolali Jawa Tengah. Bentuk pengabdian yang dilakukan yaitu menghadirkan pendampingan pembelajaran masa pandemi bagi anak-anak yang dilaksanakan melalui bimbingan belajar. Melalui pelaksanaan kegiatan bimbingan belajar ini diharapkan dapat membantu serta mengembangkan pengetahuan anak-anak dan membimbing mereka dalam melaksanakan proses pembelajaran secara daring. Selain itu, pengabdian ini bertujuan menjadi wadah untuk menerapkan pendidikan karakter pada anak melalui kegiatan Baca Tulis Al-Quran (BTA).Abstract:  The presence of the Covid-19 Virus has made major changes in various areas of people’s lives. In the context of education, the learning process is carried out online or in a network with the help of online applications. This requires parents and teachers to collaborate to guide and assist children in implementing online learning. Unfortunately, the implementation of online learners for parents has encountered obstacles when guiding their children in learning. This article describes the form of community service in the form of KKN-Dik activities carried out in Gombang Village, Sawit District, Boyolali Regency, Central Java. The form of service carried out is to present pandemic learning assistance for children carried out through the implementation of this tutoring activity, it is hoped that it can help and develop children’s knowledge and guide them in carriying out the learning process online. In addition, this service aims to be a forum for implementing character education in children through BTA activities.
TRAINING OF COVID-19 VOLUNTEER Irisanna Tambunan; Angga Satria Pratama; Tri Nur Jayanti; Anri Anri; Sri Ayu Arianti
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i1.3741

Abstract

Abstrak: Rukun Warga (RW) 14 Bumi Harapan merupakan salah satu bagian wilayah di Kecamatan Cibiru Hilir yang berdekatan dengan pasar induk Gede Bage sebagai zona rawan penyebaran COVID-19, berisiko penularan dari blok lain yang telah terdapat kasus terkonfirmasi COVID-19. Tim Relawan Covid-19 tingkat RW belum pernah dibentuk sehingga  pemahaman dan keterampilan masyarakat menghadapi temuan kasus COVID-19 kurang adekuat. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan terkait COVID-19 menyebabkan kepanikan masyarakat, sehingga pelatihan relawan COVID-19 sebagai langkah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menyikapi temuan kasus COVID-19 sehingga masyarakat siap siaga. Kegiatan ini melibatkan perangkat RW, RT, tokoh masyarakat, kader secara sukarela bersiapsiaga dalam menghadapi COVID-19. Pelatihan dilakukan selama 3 jam dengan metode ceramah, demonstrasi, diskusi; pembentukan dan pelatihan relawan tanggap COVID-19; evaluasi dan monitoring pelaksanaan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dan peran tim relawan di masyarakat. Media powerpoint, video, modul pelatihan digunakan untuk memudahkan sasaran menerima informasi. Evaluasi dilakukan saat pelatihan dan 1 bulan setelah pelatihan untuk mengetahui keberhasilan dan memantau keberlangsungan program setelah pelatihan selesai diberikan. Hasil kegiatan ini yaitu terlaksananya pelatihan yang dihadiri oleh 17 peserta. Seluruh peserta dapat mengikuti acara sampai selesai dengan kondusif dan dapat menerima materi dengan baik berdasarkan hasil pengisian kuesioner saat post test sebagian besar berpengetahuan baik.Abstract: Rukun Warga (RW) 14 Bumi Harapan is a part of the area in Cibiru Hilir District which is close to the Gede Bage main market as a zone prone to the spread of COVID-19., RW 14 is in the BB Bumi Harapan block that is at risk of experiencing COVID-19 transmission from other blocks where there have been confirmed cases of COVID-19. The Bandung District Health Office previously sent a task force team to handle COVID-19 at the start of the COVID-19 pandemic. However, the departure of the task force team did not leave the understanding and skills of the local community in dealing with the findings of the COVID-19 case while the COVID-19 pandemic is still continuing to this day. The limited knowledge and skills of the community related to COVID-19 caused panic in the local community. Therefore, training for COVID-19 volunteers at the RW is deemed necessary as a step to increase knowledge and skills in responding to the findings of the COVID-19 case so that the public is prepared to be alert when a COVID-19 case is found. This activity involves RW units, community leaders, cadres, and local communities who voluntarily prepare to face COVID-19. The training was held for 3 hours using lectures, demonstrations, and discussion / question and answer methods; formation and training of COVID-19 response volunteers; evaluating and monitoring the implementation of the COVID-19 prevention health protocol and the role of volunteer teams in the community. Powerpoint media, videos, and training modules are used to make it easier for targets to receive the information provided. Evaluation is carried out immediately after training and 1 month after training to determine the success of the training and to monitor the continuity of the program after the training has been completed. The result of this activity was the implementation of the training which was attended by 16 participants well. All participants can participate in the event until it ends in a conducive way. All participants were also able to receive the material well based on the results of filling out the questionnaire during the post-test which the average score was 80. This activity also received a positive response based on the participants' responses during the activity. Keywords: Health education, skills improvement, orphanages.
UNDERSTANDING THE USE OF GOOGLE CLASSROOM FOR TEACHERS DURING THE PANDEMIC COVID-19 Deri Susanti; Nurul Fitri Yany
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i2.4261

Abstract

Abstrak: Pandemi Covid-19 yang sedang terjadi di seluruh dunia, sangat berdampak bagi kehidupan manusia termasuk Indonesia. Pandemi ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan setiap orang didunia, tetapi juga berpengaruh terhadap sektor ekonomi, sosial, agama, bahkan pendidikan. Pada sektor pendidikan kegiatan belajar mengajar dituntut untuk lebih memanfaatkan teknologi yang ada karena harus menjaga jarak satu sama lain (social distancing) dimasa pandemi ini. Untuk media pembelajaran perlu didesain lebih kreatif dan inovatif sehingga dapat menarik minat belajar dan bisa melaksanakan kegiatan belajar di manapun dan kapanpun. Pengabdian tentang pelatihan penggunaan Google Classroom di masa pandemi perlu dilakukan untuk melatih para guru-guru agar kegiatan belajar mengajar menjadi lebih produktif. Sasaran pada pengabdian kepada masyarakat ini pesertanya adalah guru SD Negeri 149 Palembang. Metode pembelajaran yang dilakukan yaitu metode ceramah, demontrasi dan praktek secara langsung face to face. Hasil yang didapat dari kegiatan pelatihan penggunaan Google Classroom ini yaitu dapat menambah pemahaman bagi guru-guru tentang teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk maksimal kegiatan belajar daring mengajar dimasa pandemi covid-19 saat ini.Abstract: The Covid-19 pandemic that is happening all over the world, has had a major impact on human life, including Indonesia. This pandemic greatly affects the health of everyone in the world, but also affects the economic, social, religious, and even education sectors. In the education sector, teaching and learning activities are required to make better use of existing technology because they have to keep a distance from each other (social distancing) during this pandemic. For learning media, it needs to be designed to be more creative and innovative so that it can attract interest in learning and be able to carry out learning activities anywhere and anytime. Community service regarding training on the use of Google Classroom during a pandemic needs to be done to train teachers to make teaching and learning activities more productive. The participants of this community service are teachers of SD Negeri 149 Palembang. The learning method used is the lecture method, demonstration and direct practice face to face. The results obtained from training activities using Google Classroom are able to increase understanding for teachers about technology that can be used to maximize teaching online learning activities during the current Covid-19 pandemic.
BROS AND VIRAL MARKETING TRAINING FOR HOUSEHOLDS Nining Suryani; Windi Baskoro Prihandoyo; Raden Sudarwo; Khaerul Anam; Hulaifi Hulaifi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i1.3770

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat “Pelatihan pembuatan bros dan viral marketing” adalah untuk transfer keterampilan pembuatan bros dan viral marketing kepada masyarakat dusun Mertak Wareng, desa Beber, kecamatan Batukliang, kabupaten Lombok Tengah. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui intervensi dan pelatihan. Kelompok sasaran kegiatan pengabdian kepada  masyarakat ini adalah ibu-ibu rumah tangga dusun Mertak Wareng, desa Beber, kecamatan Batukliang, kabupaten Lombok Tengah. Manfaat kegiatan ini adalah 1) memberikan keterampilan pembuatan bros mutiara, 2) memberikan keterampilan cara pengambilan foto produk, dan 3) meningkatkan pengetahuan viral marketing. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta pelatihan sudah mampu membuat beberapa bros mutiara, mengambil foto produk dengan peralatan sederhana, dan melakukan kegiatan viral marketing. Namun, untuk pembuatan bros dan viral marketing perlu diadakan pelatihan lebih lanjut untuk meningkatkan keterampilan membuat bros dengan berbagai varian dan meningkatkan pemasaran. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat “Pelatihan pembuatan bros dan viral marketing” di dusun Mertak Wareng, desa Beber, kecamatan Batukliang, kabupaten Lombok Tengah berjalan dengan baik dan mendapatkan respon positif dari peserta dan Kadis Dikbud Kabupaten Lombok Tengah.Abstract: The purpose of the community service activity "Brooch making training and viral marketing" is to transfer brooch making and viral marketing skills to the people of Mertak Wareng hamlet, Beber village, Batukliang sub-district, Central Lombok district. The method of implementing activities is carried out through intervention and training. The target group for this community service activity is housewives in Mertak Wareng hamlet, Beber village, Batukliang sub-district, Central Lombok district. The benefits of this activity are 1) providing pearl brooch making skills, 2) providing skills on how to take product photos, and 3) increasing viral marketing knowledge. The evaluation results showed that the training participants were able to make several pearl brooches, take product photos with simple equipment, and carry out viral marketing activities. However, for brooch making and viral marketing, further training is needed to improve skills in making brooches with various variants and improve marketing. Overall, the community service activity "Brooch making training and viral marketing" in Mertak Wareng hamlet, Beber village, Batukliang sub-district, Central Lombok district went well and received positive responses from participants and the Head of the Education and Culture Office of Central Lombok Regency.
INCREASING THE CAPACITY OF COMMUNITY TO FACE NON-NATURAL DISASTERS (COOPERATION BETWEEN PUBLIC ADMINISTRATION STUDY OF UMMAT AND NTB MDMC) Hidayat, Rahmad; Mustamin, Mustamin; Rachman, M.Taufik
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i3.4478

Abstract

Abstrak: Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah telah memberikan berbagai perubahan kearah peningkatan kesejahteraan kepada masyarakat melalui pelayanan yang baik, serta kinerja yang maksimal secara langsung dan transparan kepada daerah, termasuk pelaksanaan UU tentang kebencanaan. Sudah sebulan berlalu sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan wabah virus corona baru sebagai sebuah pandemik yang masuk kategori bencana non alam. Untuk itu, pemerintah daerah sampai pemerintah desa bisa bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk kampus untuk ikut terlibat dalam penanganann wabah ini. Pendampingan bertujuan memberikan pemahaman terkait bencana, bencana non alam khususnya wabah virus corona dan peran pemerintah pada saat terjadi bencana. Metode yang digunakan dimana masyarakat di desa masih cenderung tidak peduli dengan yang namanya wabah diberikan pengetahuan dan pemahaman. Di lanjutkan dengan saran dan kesempatan untuk diskusi, konsultasi kepada masyarakat dan pemerintah desa dan tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda. Hasil kegiatan ini diperoleh adanya peningkatan pemahaman pada perwakilan masyarakat menjadi lebih percaya dan siap mengikuti anjuran pemerintah.Pendampingan ini masih pada tahap awal, dan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan kerjasama dari berbagai pihak.Abstract:  Law Number 23 of 2014 concerning Regional Government has provided various changes towards improving welfare for the community through good services, as well as maximum performance directly and transparently to the regions, including the implementation of the Law on Disasters. It has been a month since the World Health Organization (WHO) declared the novel coronavirus outbreak as a pandemic that is categorized as a non-natural disaster. For this reason, local governments to village governments can cooperate with various parties including campuses to get involved in handling this outbreak. Assistance aims to provide understanding related to disasters, non-natural disasters, especially the corona virus outbreak and the role of the government in times of disasters. The method used where people in the village still tend to not care about the plague, given the knowledge and understanding. Followed by suggestions and opportunities for discussion, consultation with the community and village government and community leaders, traditional leaders and youth leaders. The result of this activity is that there is an increase in understanding that community representatives become more confident and ready to follow government recommendations. This assistance is still at an early stage, and needs to be carried out continuously with cooperation from various parties.
COUNSELING MENOPAUSE: HEALTHY AND HAPPY IN APPROACHING AGE 50 YEARS Ivanna Beru Brahmana; SN Nurul Makiyah
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i2.4152

Abstract

Abstrak: Menopause merupakan keadaan tidak keluarnya darah menstruasi pada seorang wanita sekitar usia 50 tahun, setidaknya selama setahun berturut-turut. Kondisi menopause merupakan hal alamiah, yang akan dialami setiap wanita pada usia tersebut. Keluhan meopause beraneka ragam, mulai dari yang sederhana hingga yang mengganggu aktifitas sehari-hari. Hal ini menimbulkan kegalauan bagi wanita usia jelita (jelang lima puluh tahun). Tujuan kegiatan ini memberikan penyuluhan tentang pengetahuan dan sikap terhadap menopause pada wanita usia sekitar 50 tahun. Metode pelaksanaan kegiatan melalui penyuluhan tentang menopause dan diskusi berupa tanya jawab dari peserta pengabdian.  Pretest dan postest dilakukan pada kegiatan ini untuk mengetahui seberapa besar pemahaman peserta tentang menopause sebelum penyuluhan dan seberapa besar peningkatan pemahaman mereka setelah pemaparan materi. Antusiasme peserta terlihat pada sesi tanya jawab dilanjutkan diskusi. Penyuluhan dihadiri oleh 17 ibu-ibu usia sekitar 50 tahun dengan rerata hasil pretest sebesar 63,24± 11,17 dan posttest sebesar 93,53 ± 4,93. Kesimpulan: Penyuluhan tentang menopause menambah wawasan peserta pengabdian dan penyuluhan memberikan manfaat dengan peningkatan pemahaman peserta pengabdian terhadap materi yang dipaparkan.Abstract: Menopause is a state of no menstrual blood discharge in a woman around the age of 50 years, at least for a year in a row. The condition of menopause is a natural thing experienced by every woman. There are various complaints of menopause, ranging from simple ones to those that interfere with daily activities. This raises confusion for beautiful women (ahead of fifty years). Objective: This research provide education about knowledge and attitudes towards menopause in women around 50 years old. Method: used form counselling of menopause the community service participants. Pre-test and post-test aim to find out how much the participants understood the menopause before counselling and understanding had increased after the presentation of the material. The enthusiasm of the participants was seen in the question and answer session followed by discussion. Results: The counselling was attended by 17 mothers around 50 years of age with a mean pre-test of 63.24 ± 11.17 and post-test of 93.53 ± 4.93. Conclusion: Counselling about menopause adds to the knowledge of service participants, and counselling provides benefits by increasing the participants' understanding of the material presented.
EFFORTS TO IMPROVE HEALTH ECONOMY THROUGH HEALTH EDUCATION AND SKILLS IMPROVEMENT IN ORPHANAGE Sri Mulyati Rahayu; Meda Yuliani; Eki Pratidina; Agus Miraj Darajat; Asep Roni
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i1.3401

Abstract

Abstrak: Yayasan Ramda Bhakti Pertiwi merupakan Yayasan yang bergerak dalam bidang sosial dan Pendidikan. Panti Asuhan Babussalam terdiri perempuan dan laki-laki dengan rata-rata usia 11-20 tahun. Pada kondisi pandemi Covid-19 ini belum ada sosialiasi edukasi tentang adaptasi kebiasaan baru (AKB) pada penghuni panti, selain itu masalah yang ada di panti juga tentang kesehatan reproduksi, PHBS, dan penggunaan obat yang dikonsumsi saat sakit tanpa resep dokter. Tujuannya adalah untuk meningkatkan ekonomi kesehatan melalui edukasi kesehatan dan peningkatan keterampilan. Metode yang digunakan dengan pre test dan post test design untuk mengukur keberhasilan edukasi yang diberikan dan melihat hasil masker yang dikerjakan oleh santri putri yang ada di panti, setelah diberikan keterampilan membuat masker. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi tentangAKB, Kesehatan Resproduksi, PHBS, dan cermat dalam mengkonsumsi obat saat sakit. Sedangkan hasil dari pembuatan masker dari 25 santriwati seluruhnya dapat membuat 2-3 masker/perorang, namun belum bisa sampai dipasarkan hasilnya, karena masih perlu latihan dalam membuat dan memodifikasi masker.Kesimpulan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi tentang AKB, kesehatan reproduksi, PHBS, dan cermat dalam mengkonsumsi obat, serta adanya penambahan keterampilan dalam membuat masker. Diharapkan pihak panti untuk selalu mengingatkan tentang edukasi yang telah diberikan dan terus mendukung kegiatan peningkatan keterampilan.Abstract: Ramda Bhakti Pertiwi Foundation is a foundation that is engaged in social and education. The Babussalam orphanage consists of women and men with an average age of 11-20 years. In the conditions of the Covid-19 pandemic, there has been no education dissemination on the adaptation of new habits (IMR) to the residents of the institution, besides that the problems in the institution are also about reproductive health, PHBS, and the use of drugs consumed when sick without a doctor's prescription. The aim is to improve the health economy through health education and skills enhancement. The method used was the pre-test and post-test design to measure the success of the education given and to see the results of the masks that were done by female students at the orphanage, after being given the skills to make masks. The results of community service showed an increase in knowledge after being given education about AKB, Resproductive Health, PHBS, and being careful in consuming drugs when sick. While the results of making masks from 25 students can make 2-3 masks / per person, but the results cannot be marketed yet, because they still need practice in making and modifying masks. The conclusion is that there is an increase in knowledge after being given education about IMR, reproductive health, PHBS, and being careful in consuming drugs, as well as the addition of skills in making masks. It is hoped that the orphanage will always remind about the education that has been given and continue to support skills improvement activities.
EMPOWERMENT OF HOUSEHOLD MOTHERS IN MAJAPAHIT VILLAGE THROUGH CREATIVITY IMPROVEMENT FOR INCREASING INCOME FOR FAMILY Ridzal, Nining Asniar; Hasan, Waode Adriani; Erna, Waode; Rahayu, Siti
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i3.5013

Abstract

Abstrak: Dalam kehidupan nyata perempuan seringkali kurang mampu berperan aktif dalam perekonomian keluarga, akibatnya perempuan hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga dan bergantung pada penghasilan suami. Kaum perempuan yang memiliki kemampuan mandiri di bidang ekonomi adalah salah satu indikator meningkatnya kesejahteraan. Ketika perempuan mengenyam pendidikan, memiliki hak milik, dan kebebasan untuk bekerja baik diluar maupun di dalam rumah serta mandiri. Tujuan pengabdian masyarakat mengajak para ibu rumah tangga yang memiliki banyak waktu tidak produktif di Kelurahan Majapahit untuk berkreasi guna menciptakan produk yang bernilai ekonomis. Sehingga diharapkan suatu saat nanti masyarakat bisa menjadi pengusaha sukses. Metode Pelaksanaan dengan memberikan pengetahuan dan materi. Hasil dari Pengabdian ini adalah kegiatan ini dapat memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan tentang peluang usaha bagi ibu-ibu rumah tangga, dengan modal kecil dan menggunakan peralatan yang sudah ada, sehingga dapat menambah pendapatan keluarga. Selain itu, ibu-ibu rumah tangga sudah memiliki keinginan untuk berwirausaha.Abstract: In real life women are often less able to play an active role in the family economy, as a result women only work as housewives and depend on their husbands' income. Women who have the ability to be independent in the economic field is one indicator of increasing welfare. When women receive education, have property rights, and the freedom to work both outside and inside the home and be independent. The purpose of community service is to invite housewives who have a lot of unproductive time in Majapahit Village to be creative in order to create products that have economic value. So hopefully one day people can become successful entrepreneurs. Implementation method by providing knowledge and materials. The result of this service is that this activity can provide additional knowledge and insight about business opportunities for housewives, with small capital and using existing equipment, so that they can increase family income. In addition, housewives already have the desire to become entrepreneurs.