cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JCES (Journal of Character Education Society)
ISSN : 27153665     EISSN : 26143666     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Journal of Character Education Society (JCES) | ISSN 2614-3666, is one of the devotion journals managed by the Faculty of Teacher Training and Education of Muhammadiyah University of Mataram and published every January and July. The publication of JCES aims to disseminate conceptual thinking and ideas, especially the results of community service, including: (1) science, applied, social, economic, cultural, ICT development, and administrative services, (2) training and improvement of educational technology outcomes, agriculture, information and communication, and religion (3) Teaching and empowering community and community of students, youth and community institutions on an ongoing basis. All scope is realized to the community to form a society of character and uphold the values of education.
Arjuna Subject : -
Articles 524 Documents
THE AROMATHERAPY TUINA MASSAGE FOR TODDLER'S APPETITE STIMULATION Yanti, Sri; Wardah, Wardah; Emulyani, Emulyani; Fitriani, Iyang Maisi; Anwar, Yessi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i3.4638

Abstract

Abstrak: Pijat Tuina ini telah memberikan stimulus terhadap organ yang mempengaruhi penyerapan makanan dan nutrisi anak. Pijat tuina dengan aromaterpi adas (Smilaners) merupakan kombinasi massage dan akupresur menggunakan minyak aromaterapi yang mengandung adas. Penekanan titik-titik tertentu yang bermanfaat terhadap organ pencernaan bermanfaat besar terhadap penguatan fungsi organ. Ditambah dengan olesan minyak nutrimoist adas (Smilaners) pada titik tersebut terutama bagian punggung, dada dan perut serta kaki akan menambah penguatan terhadap fungsi organ. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu dengan metode penyuluhan, pelatihan dan pendampingan dalam praktik pijat Tuina pada anak. Hasil yang didapatkan menunjukan bahwa mampu menstimulasi nafsu makan pada anak di kelurahan Maharani. Upaya yang dilakukan agar dapat mencapai keberlanjutan dari Terapi Pijat Tuina ini yaitu monitoring dan evaluasi kegiatan serta pendampingan kepada ibu-ibu yang mempunyai balita di tempat mitra yaitu Masyarakat Kelurahan Maharani.Abstract:  Tuina massage has provided a stimulus to organs that affect the absorption of food and nutrition for children. Tuina massage with aromatherapy fennel (Smilaners) is a combination massage and acupressure using aromatherapy oils containing fennel. Emphasis on certain points that are beneficial to the digestive organs is of great benefit to the strengthening of organ function. Coupled with the spread of fennel nutrimoist oil (Smilaners) at this point, especially the back, chest and abdomen and legs will add to the strengthening of organ function. The method of implementing the activity is the method of counseling, training and mentoring in the practice of Tuina massage for children. The results obtained show that it is able to stimulate appetite in children in Maharani village. Efforts made in order to achieve the sustainability of Tuina Massage Therapy are monitoring and evaluation of activities as well as assistance to mothers who have toddlers in partner places, namely the Maharani Village Community.
MANUFACTURE OF BREATHABLE PILLOWS TO INCREASE COMFORT OF HEART FAILURE PATIENTS Inayah, Laili Yani; Febtrina, Rizka; Tama, Bella Nofia; Seviani, Lusi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i3.5092

Abstract

Abstrak: Upaya untuk meningkatkan kenyaman pasien Gagal Jantung adalah pengaturan posisi. Posisi merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam menjaga sirkulasi sistemik yang adekuat karena dapat mempengaruhi sistem hemodinamik pada pasien gagal jantung, salah satunya adalah dengan pembuatan inovasi bantal yang didesain dengan tinggi 45 derajat. Tujuan pembuatan bantal ini adalah untuk dapat digunakan oleh setiap orang yang merasakan ketidaknyamanan pada pasien yang mempunyai penyakit gagal jantung seperti saat sesak, kesulitan tidur, dan dalam jangka waktu yang panjang bantal ini dapat terus digunakan. Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini meliputi: analisis kebutuhan, persiapan alat dan bahan, pembuatan pola bantal, produksi bantal, finishing produk, pengujian produk dan evaluasi produk. Hasil pelaksanaan kegiatan didapatkan bahwa bahwa bantal dengan sudut 45° mampu mengatasi ketidaknyamanan pada pasien gagal jantung. Disarankan kepada seluruh pasien yang mempunyai penyakit gagal jantung agar dapat mengatur posisi dengan tepat agar dapat meningkatkan kenyamanan pada saat beristirahati.Abstract:  Effort to improve the comfort of patients with heart failure are positioning. Positioning is one of the factors that must be considered in maintaining adequate systrmic circulation because it can affect the hemodynamic system in Heart Failure patients, one which is the manufacture of pillow innovations that are designed with a height of 45 degress. The purpose of making this pillow is to be used by everyone who feels discomfort in patients who have heart failure such as shortness of breath, difficuly sleeping, and in the long term this pillow can continue to be used. Implementation methods in this activity include; needs analysis, preparation of tools abd materials, pillow pattern making, pillow production, product finishing, prodect testing and product evaluation. The result of activity found that a pillow with an angle of 45° was able to overcome discomfort in heart failure patients. It is recommended to all patients who have heart failure to able to adjust the position correctly in order to increase comfort at rest.
APPLICATION OF BIOGAS DIGESTER TECHNOLOGY UTILIZES ANIMAL WASTE Moh. Ahsan S. Mandra; Sunardi Sunardi; Andi Muhammad Taufik Ali
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i2.3247

Abstract

Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, masalah yang dihadapi masyarakat di Desa Massamaturu Kabupaten Takalar adalah kurangnya informasi tentang pemanfaatan limbah ternak dan penerapan teknologi pengolahan limbah ternak menjadi energi terbarukan. Sehingga tujuan pemberdayaan masyarakat ini adalah untuk: 1) meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan limbah ternak, 2) mengkaji pemanfaatan teknologi biogas sebagai penerapan teknologi pengolahan limbah ternak menjadi energi terbarukan, dan 3) mengkaji kondisi masyarakat setelah kegiatan PKM dilaksanakan. Metode pengumpulan data selama pelaksanaan yaitu melakukan wawancara langsung pada kelompok masyarakat penerima manfaat. Analisis data penelitian menggunakan metode  deskriptif kualitatif. Kesimpulan yang diperoleh dari pemberdayaan ini  adalah program biogas skala rumah tangga dengan kapasitas digester 2 m3 sangat berguna untuk dimanfaatkan masyarakat, terutama bagi kelompok peternak. Terdapat tiga manfaat utamanya, antara lain: (1) Masyarakat mendapatkan bahan bakar alternatif pengganti LPG yaitu Biogas, (2) Masyarakat dapat memanfaatkan luaran olahan biogas menjadi pupuk organik untuk pertanian, (3) Masyarakat teredukasi melalui program ini karena limbah kotoran ternak dapat dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu penerapan teknologi biogas dapat menghasilkan pupuk organik padat dan cair guna kesuburan tanaman akibat meningkatnya unsur hara tanah dari pemberian pupuk organik tersebut, sehingga dapat meningkatkan pendapat masyarakat karena biaya pembelian pupuk tidak diperlukan lagi.Based on the results of the needs analysis, the problem faced by the community in Massamaturu Village, Takalar Regency is the lack of information on the use of livestock waste and the application of technology for processing livestock waste into renewable energy. So that the objectives of this community empowerment are to 1) increase public knowledge about the use of livestock waste, 2) study the use of biogas technology as an application of technology for processing livestock waste into renewable energy, and 3) assess the condition of the community after PKM activities are carried out. The method of collecting data during the implementation was conducting direct interviews with the beneficiary community groups. Analysis of research data using qualitative descriptive methods. The conclusion obtained from this empowerment is that the household-scale biogas program with a digester capacity of 2 m3 is very useful for the community, especially for farmer groups. There are three main benefits, including: (1) The community gets an alternative fuel to replace LPG, namely Biogas, (2) The community can use the output of processed biogas to become organic fertilizer for agriculture, (3) The community is educated through this program because livestock manure can be used for the benefit of the community's economy and environmental preservation. Also, the application of biogas technology can produce solid and liquid organic fertilizers for plant fertility due to the increase in soil nutrients from the application of organic fertilizers, so that it can increase public opinion because the cost of purchasing fertilizers is no longer needed.
UTILIZATION OF NIPAH (Nypah fruticants Wurmb) AS FOOD INGREDIENT FOR IMPROVING THE LOCAL ECONOMY OF VILLAGES’s COMMUNITY Destiana Destiana; Siti Puji Lestariningsih; Jagad Aditya Dewantara
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i2.4354

Abstract

Abstrak: Desa Sungai Kupah merupakan desa dengan potensi kawasan hutan mangrove seluas 133 hektar. Vegetasi yang paling banyak ditemukan dalam hutan mangrove di desa tersebut yaitu buah nipah. Namun, buah nipah belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sedangkan kandungan buah nipah potensial dikembangkan sebagai olahan pangan. Oleh karena itu, pelatihan pengolahan buah nipah menjadi permen jelly ditujukan untuk ibu rumah tangga dan anggota karang taruna Desa Sungai Kupah sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini yaitu meningkatkan pengetahuan masyarakat dan keterampilan dalam pengolahan buah nipah sebagai permen jelly sehingga membuka peluang usaha baru untuk masyarakat. Tahapan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan, pembuatan permen jelly, serta diskusi dan evaluasi. Permen jelly dari buah nipah memiliki tekstur yang lebih kenyal dibandingkan permen jelly dari lidah buaya yang merupakan produk khas Kalimantan Barat. Kelebihan dari pemanfaatan buah nipah sebagai permen jelly yaitu bahan baku yang murah dan mudah didapatkan, alat dan cara pengolahan yang sederhana, menguntungkan, dan memiliki peluang pasar. Pembentukan dan pendampingan kelompok usaha olahan pangan dari buah nipah perlu dilaksanakan sebagai tindak lanjut kegiatan pelatihan sehingga terwujud usaha yang terarah, terstuktur, dan berkesinambungan. Peningkatan hardskill peserta berupa kemampuan pengolahan [ermen jelly mencapai 80 % sedangkan peningkatan softskill berupa menajemen waktu dan peluang mencapai 40%. Abstract: Sungai Kupah village is a village with potential mangrove forest area as 133 hectares. The most abundant vegetation in the mangrove forest of this village is nipa fruit. However, nipa fruit has not been utilized optimally by the villagers while nipa fruit content is potential to be developed for processed food.  Therefore, training of nipa fruit processing into jelly candy for housewives and youth organization members of Sungai Kupah village had been done as community service.  The aim of this activity was to increase community knowledge and skill in nipa fruit processing into jelly candy so that opens up new business opportunities for the community.  The stages in this activity included: counseling, jelly candy processing, discussing and evaluating.  Jelly candy of nipa fruit was chewier than aloe vera jelly candy which is West Kalimantan specialty product. The advantages of nipa fruit utilization for jelly candy were: raw materials were cheap and easy to obtain, simple processing tools and methods, profitable and had market opportunities.  Establishment and assistance of nipa fruit processed food business group are necessary as follow-up to training activities so that a directed, structured and sustainable business can be created. The increase of the participants hardskill in the form of jelly candy processing ability reached 80 %, while the increase of softskill in the form of time and opportunity management reached 40%.
PSYCHOSOCIAL SUPPORT IN INCREASING COVID-19 AND MENTAL HEALTH IN THE ELDERLY Rizki Muliani; Tri Nur Jayanti; Inggrid Dirgahayu; Irfan Safarudin; Anri Anri
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i1.3445

Abstract

Abstrak: RW 01 Rancanumpang merupakan area komunitas dengan jumlah usia lansia (24,2%) terbanyak kedua setelah usia dewasa (41,8%). Posbindu sebagai tempat pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau oleh lansia telah di non aktifkan sejak Maret 2020 sebagai upaya meminimalkan penyebaran COVID-19. Hal ini menyebabkan munculnya masalah psikososial bagi lansia karena tidak adanya akses untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara periodik. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk mengaktifkan kembali Posbindu dan memberikan dukungan psikososial agar dapat mengoptimalkan kesehatan lansia. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi penyuluhan tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB); penjelasan dan simulasi pelaksanaan Posbindu menggunakan protokol pencegahan penularan COVID-19; dan demonstrasi teknik penanganan masalah psikososial. Kegiatan ini melibatkan lansia dan kader sebagai sasaran kegiatan dan tim EFT sebagai trainer dan fasilitator saat demonstrasi penanganan masalah psikososial. Hasil dari kegiatan ini yaitu terlaksananya rangkaian kegiatan yang dihadiri oleh para lansia dan kader sesuai dengan perencanaan, adanya peningkatan pengetahuan lansia tentang AKB, peningkatan kemampuan kader dalam melaksanakan Posbindu menggunakan protokol kesehatan, dan peningkatan kemampuan lansia untuk mempraktikkan Emotional Freedom Technique (EFT) dalam penanganan masalah psikososial serta penurunan masalah psikososial setelah diberikannya EFT pada lansia. Diharapkan kader dapat memberikan dukungan psikosial pada lansia sehingga lansia mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan di era new normal.Abstract:  RW 01 Rancanumpang is a community area with the second-highest number of elderly (24.2%) after adulthood (41.8%). Posbindu as a place of health services that are easily accessible to the elderly has been deactivated since March 2020 as an effort to minimize the spread of COVID-19. This situation causes concern and the emergence of psychosocial problems for the elderly because they do not have access to periodic medical examinations. Therefore, the objective of implementing activities in the form of reactivating Posbindu and providing psychosocial support is expected to help optimize the health status of the elderly in RW 01 Rancanumpang. The implementation of this activity uses several methods, namely counseling on New Habit Adaptation (AKB); explanation and simulation of the implementation of Posbindu using a protocol for preventing transmission of COVID-19, and; demonstration of psychosocial problem management techniques in the elderly. This activity involves the elderly community and cadres as the target of the activity and the EFT team as trainers and facilitators during demonstrations of handling psychosocial problems. The result of this activity is the implementation of a series of activities attended by the elderly and cadres according to the plan. There is an increase in the knowledge of the elderly about IMR, an increase in the ability of cadres in implementing Posbindu using health protocols, and an increase in the ability of the elderly to practice Emotional Freedom Technique (EFT) in handling psychosocial problems and a decrease in psychosocial problems after EFT is given to the elderly. The conclusion is that there is an increase in the knowledge of the elderly after being given counseling on AKB, cadres can apply health protocols in the implementation of posbindu and the elderly experience a decrease in psychosocial problems after being given EFT. It is hoped that cadres can provide psychosocial support to the elderly so that the elderly can adapt to various changes in the new normal era.
LAND USE AS A HEALTH EDUCATION EFFORT FOR ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Nizaar, Muhammad; Afandi, Ahmad; Mandala, Halus; Darmurtika, Linda Ayu; Khosiah, Khosiah
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i3.5071

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan pengabdian untuk memanfaatkan dengan optimal lahan yang ada disekolah khususnya di SDN 2 Jembatan Kembar, Lombok Barat. Seperti yang kita ketahui bahwa sekolah merupakan salah satu lembaga formal untuk para siswa melakukan proses pembelajaran dibawah pengawasan guru. Proses belajar tidak hanya dilakukan oleh siswa didalam kelas, namun siswa juga dapat belajar ditaman sekolah (outdoor). Sekolah harus dapat memanfaatkan dengan optimal lahan yang ada sebagai sumber belajar siswa, khususnya berkaitan dengan tanaman. lahan yang ada dapat ditanami dengan berbagai jenis tanaman yang berfungsi sebagai sayur maupun obat, dan hal ini merupakan salah satu proses pembelajaran sebagai edukasi kesehatan bagi siswa sekolah dasar.Abstract: The purpose of the devotional activities is to make optimal use of the land in schools, especially at SDN 2 Jembatan Kembar, West Lombok. As we know that the school is one of the formal institutions for students to conduct the learning process under the supervision of teachers. The learning process is not only done by students in the classroom, but students can also learn in the school park (outdoor). Schools should be able to make optimal use of existing land as a source of learning for students, especially about plants. Existing land can be planted with various types of plants that serve as vegetables and medicines, and this is one of the learning processes as health education for elementary school students.
INCREASING SKILLS OF ADOLESCENT WOMEN TO PROCESS PAPAYA-BASED FOOD THROUGH THE CONCEPT OF FOOD DIVERSIFICATION Sujana, I Wayan; Malik, Ernawati; Suandwi, Ni Ketut Mita; Rosa, Karmilawati; Putri, Andi Riskiana
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i3.5107

Abstract

Abstrak:  Program pengembangan kewirausahaan akhir-akhir ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah pusat maupun juga pemerintah daerah. Hal ini dikarenakan fokus pemerintah didalam menghadapi era modernisasi global adalah penyiapan lapangan kerja serta peningkatan keterampilan sumberdaya manusia baik hardskill maupun softskill dalam rangka mewujudkan Indonesia yang berdaulat dibidang ekonomi dan UMKM. Pemberdayaan masyarakat pada dasarnya adalah kegiatan terencana dan kolektif guna meningkatkan taraf hidup masyarakat, yang dilakukan melalui program yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan masyarakat. Tujuan pengabdian masyarakat berupaya untuk menumbuhkan kreativitas serta berinovasi guna menciptakan produk berbahan dasar pepaya yang memiliki nilai tambah secara ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yakni petani pepaya khususnya. Meningkatkan nilai ekonomi pangan lokal dapat dicapai melalui aksi Diversifikasi pangan. Metode Pelaksanaan dimulai dari melakukan pengamatan awal lokasi kemudian melakukan sosialisasi dan melakukan pelatihan dengan mengajarkan masyarakat cara membuat Abon Pepaya. Hasil dari Pengabdian ini adalah masyarakat selama ini belum memahami buah pepaya dapat menghasilkan produk yang mempunyai nilai ekonomis lebih baik jika dibandingkan dengan hanya mengkonsumsi buah pepaya misalnya es buah atau dijadikan sayur. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini masyarakat khususnya remaja perempuan serta ibu-ibu memiliki motivasi untuk berinovasi membuat produk baru yang memiliki nilai ekonomis lebih baik serta tahan lama untuk dapat dijual agar dapat membantu perekonomian keluarga. Abstract: The entrepreneurship development program has recently become a special concern for the central government as well as local governments. This is because the government's focus in facing the era of global modernization is the preparation of employment opportunities and improving the skills of human resources, both hard skills and soft skills in order to realize a sovereign Indonesia in the field of economy and MSMEs. Community empowerment is basically a planned and collective activity to improve people's living standards, which is carried out through programs designed to improve community abilities. The purpose of community service seeks to foster creativity and innovate in order to create papaya-based products that have added economic value to improve welfare community, namely papaya farmers in particular. Increasing the economic value of local food can be achieved through the action of food diversification. The implementation method starts from conducting initial observations of the location then conducting socialization and training by teaching the community how to make Papaya Shredded. The result of this service is that people have not understood that papaya fruit can produce products that have better economic value when compared to only consuming papaya fruit, such as fruit ice or as vegetables. With this community service activity, especially teenage girls and mothers have the motivation to innovate to make new products that have better economic value and are durable to be sold in order to help the family economy.
IMPROVING EARLY CHILDHOOD EDUCATION TEACHER SKILL USING VIRTUAL LEARNING DURING THE COVID-19 PANDEMIC Novitawati Novitawati; Chresty Anggreani
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i3.5170

Abstract

Abstrak: Saat ini, dunia dihadapkan pada pandemic Covid-19, yang memaksa perubahan pembelajaran tatap muka ke pembelajaran daring. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu guru-guru PAUD memiliki pengetahuan, dan keterampilan dalam mengggunakan Google Classroom dan Google Slide sebagai media pembelajaran di masa pandemic Covid-19. Pelaksanaan PkM dilakukan melalui bimbingan teknis yang terdiri dari: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, dan 3) evaluasi, dengan diikuti sebanyak 164 orang guru PAUD. Hasil pelaksanaan pengbadian kepada masyarakat ini yaitu adanya peningkatan keterampilan guru PAUD dalam menggunakanGoogle Classroom dan Google Slide sebagai media pembelajaran virtual yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Diperoleh kepuasan peserta sebesar 100% peerta puas dengan adanya kegiatan bimbingan teknis ini. Dengan demikian, kegiatan pengabdian kepada masyarakat bimbingan teknis penggunaan media pembelajaran berbasis ICT memberikan manfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru PAUD untuk menciptakan pembelajaran anak usia yang kreatif dan inovatif.Abstract:  Right now, the world is faced with the Covid-19 Pandemic, which is forcing a shift from face-to-face learning to virtual learning. The purpose of this community service activity is that PAUD teachers have the knowledge and skills in using Google Classroom and Google Slides as learning media during the Covid-19 Pandemic. The implementation of PKM is carried out through technical guidance which consists of 1) planning, 2) implementation, 3) evaluation, with 164 PAUD teachers participating. The result of the implementation is an increase in the skills of early childhood teachers in using Google Classroom and Google Slides as virtual learning that is by the characteristics of early childhood. Participants were 100% satisfied with this technical guidance activity. Thus, community service activities for technical guidance on the use of ICT-based learning media provide benefits to increase the knowledge and skills of PAUD teachers to create creative and innovative learning for young children.
EARLY DETECTION AND STIMULATION OF CHILDREN'S DEVELOPMENT Ketut Suryani; Maria Tarisia Rini; Dheni Koerniawan; Rezki Dewi Utami
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i3.5569

Abstract

Abstrak: Tumbuh kembang anak menjadi pemenuhan kebutuhan anak yang penting karena dapat membentuk kemampuan anak dalam rentang kehidupannya. Perkembangan anak dapat menjadi optimal jika dilakukan dengan stimulus yang tepat. Stimulus yang sesuai dengan masa anak antara lain dengan mengajak anak bermain. Dunia anak merupakan dunia bermain, melalui bermain anak akan belajar berbagai hal, sebagai bekal bagi kehidupan anak. Tujuan pendampingan stimulasi perkembangan dengan pendekatan bermain adalah untuk mengoptimalkan perkembangan anak. Kegiatan ini dilakukan kepada anak yang mengalami keterlambatan perkembangan sesuai dengan hasil skrining perkembangan anak sebelumnya. Hasil kegiatan anak yang awalnya sulit untuk berinteraksi dengan teman sebayanya mulai mau berinteraksi. Pengetahuan ibu tentang stimulasi 10 dari 12 ibu tidak mengetahui bahwa bermain merupakan bentuk stimulasi perkembanga. Abstract:  Child development is an important fulfillment of children's needs because it can shape children's abilities in their life span. Child development can be optimal if done with the right stimulus. Stimulus in accordance with childhood, among others, by inviting children to play. The world of children is a play, through playing children will learn various things, as provisions for children's lives. The goal of developmental stimulation assistance with a play approach is to optimize children's development. This activity is carried out for children whose development is not appropriate for their age in accordance with the results of previous child development screening. The result is that children who initially find it difficult to interact with their peers begin to want to interact. Mother's knowledge of stimulation 10 out of 12 mothers did not know that play was a form of developmental stimulation.
INTRODUCTION OF DELPHI MATH SOFTWARE AS A PROBLEM MAKING TOOL FOR TEACHERS AND STUDENTS OF PROSPECTIVE MATH TEACHERS Ratni Purwasih; Vera Mandailina; Habib Ratu Perwira Negara; Suvriadi Panggabean; Rippi Maya; Syaharuddin Syaharuddin; Malik Ibrahim
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 4 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i4.5334

Abstract

Abstrak: Kemampuan guru dan mahasiswa sebagai calon guru dalam membuat dan menyusun soal matematika merupakan indikator penting dalam menentukan keberhasilan siswa dalam mencapai titik maksimal dalam belajarnya. Karena intrumen evaluasi yang baik mampu menciptakan lulusan yang mampu berpikir kritis. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan software Delphi Math kepada guru dan mahasiswa sebagai upaya untuk melatih mereka dalam membuat soal-soal matematika dibidang teori bilangan, aljabar, geometri, statistika dan kombinatorika. Kegiatan dilaksanakan selama dua tahapan yakni sosialisasi atau pengenalan Delphi Math via Zoom dan pendampingan peserta via WA group. Sebanyak 135 peserta yang terdiri dari dosen, guru, dan mahasiswa telah berhasil mengikuti kegiatan ini dengan baik. Hasil evaluasi menggunakan angket skala Liker 5 opsi menghasilkan bahwa sebanyak 80,52% para peserta memahami manfaat Delphi Math, melakukan simulasi penyelesaian soal, dan membuat soal matematika dengan baik. Di masa mendatang, tim Abdimas berharap Delphi Math mampu dijadikan salah satu alternatif media pembelajaran matematika di kelas serta akan terus dikembangkan menjadi software yang handal di bidang matematika. Abstract:  The ability of teachers and students as prospective teachers in making and compiling math problems is an important indicator in determining the success of students in reaching the maximum point in their learning. Because a good evaluation instrument is able to create graduates who are able to think critically. This activity aims to introduce Delphi Math software to teachers and students as an effort to train them in making math problems in the field of number theory, algebra, geometry, statistics and combinatorics. The activity was carried out for two stages, namely the socialization or introduction of Delphi Math via Zoom and the mentoring of participants via WA group. A total of 135 participants consisting of lecturers, teachers, and students have successfully participated in this activity. The evaluation results using a 5-option Liker scale questionnaire resulted in that 80.52% of the participants understood the benefits of Delphi Math, simulated problem solving, and made math problems well. In the future, Abdimas team hopes Delphi Math can be used as an alternative medium of mathematics learning in the classroom and will continue to be developed into a reliable software in the field of mathematics.