cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2025): January" : 11 Documents clear
Training financial administration bagi pekerja migran di Malaysia untuk menuju ekonomi yang berkelanjutan Brillian Rosy; Farij Ibadil Maula; Novi Trisnawati; Fitriana Rahmawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i1.29766

Abstract

Abstrak Pekerja migran Indonesia di Malaysia menghadapi tantangan literasi keuangan, yang mengakibatkan pengelolaan keuangan kurang optimal meski remitansi yang dikirim cukup besar. Hal ini memengaruhi stabilitas ekonomi mereka dan keluarga. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan pekerja migran melalui Training Financial Administration yang bekerja sama dengan Aliansi Organisasi Masyarakat Indonesia di Malaysia (AOMI Malaysia). Pelatihan ini diikuti oleh 25 peserta dengan metode pelaksanaan meliputi pretest, pelatihan tatap muka, posttest, dan pendampingan daring. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman keuangan peserta, terutama pada kemampuan pengelolaan aliran kas dan perencanaan investasi. Secara deskriptif kualitatif, 75% peserta menilai pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan mereka, sedangkan secara kuantitatif, hasil posttest menunjukkan peningkatan pemahaman rata-rata sebesar 30% dibandingkan pretest. Program ini diharapkan membantu pekerja migran mencapai kesejahteraan ekonomi yang lebih baik melalui pengelolaan finansial yang berkelanjutan. Kata kunci: administrasi finansial; pekerja migran; AOMI Malaysia Abstract Indonesian migrant workers in Malaysia face financial literacy challenges, which lead to suboptimal financial management despite substantial remittances sent home. This affects their economic stability and that of their families. This community service program aims to improve financial literacy among migrant workers through Financial Administration Training in collaboration with the Alliance of Indonesian Community Organizations in Malaysia (AOMI Malaysia). The training involved 25 participants and included methods such as pre-test, in-person training, post-test, and online mentoring. Results showed a significant increase in participants' financial understanding, particularly in cash flow management and investment planning. Qualitatively, 75% of participants found the training highly relevant to their needs, while quantitatively, post-test scores demonstrated an average improvement of 30% over pre-test results. This program aims to support migrant workers in achieving better economic well-being through sustainable financial management. Keywords: financial administration; migrant workers; AOMI Malaysia
Pengembangan aplikasi manajemen stok UMKM rumah makan lesehan Bu Yus Irvan Lewenusa; Farhan Afrial; Teny Handhayani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i1.28372

Abstract

AbstrakUsaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu usaha mikro yang memberdayakan industri rumahan. UMKM Indonesia memiliki kontribusi sebesar 15.8% terhadap rantai pasok produksi global di tingkat ASEAN. Rumah makan Lesehan Bu Yus merupakan rumah makan yang menjual berbagai jenis makanan. Penjualan rumah makan Lesehan Bu Yus di lakukan secara langsung di rumah makan maupun dengan menerima pesanan melalui platform online. Rumah makan ini mengalami kendala dalam pengelolaan stok bahan baku yang masih dilakukan secara manual, sehingga sering terjadi ketidakakuratan data stok. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk membatu meningkatkan dan mengembangkan UMKM khususnya rumah makan Lesehan Bu Yus yang berlokasi di Jl. Taman Krakatau No. 25 Kabupaten Serang Banten. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini meliputi beberapa tahap mengikuti Software Development Life Cycle (SDLC) Agile Scrumn yaitu analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengembangan sistem pengujian dan implementasi serta evaluasi. dengan memanfaatkan teknologi informasi mengembangkan sebuah aplikasi Inventory Management Stock (IMS) berbasis web yang dirancang khusus untuk membantu mengelola stok menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Safety Stock. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan stok bahan baku  dapat meningkatkan efisiensi operasional Rumah makan Lesehan Bu Yus, mengoptimalkan biaya pengadaan bahan baku, serta memberikan kontribusi positif dalam pengembangan UMKM melalui penerapan sistem manajemen stok berbasis web. Kata kunci: economic order quantity; inventory management; UMKM; pengabdian masyarakat; safety stock Abstract Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are one of the micro enterprises that empower home industries. Indonesian MSMEs contribute 15.8% to the global production supply chain at the ASEAN level. Lesehan Bu Yus restaurant is a restaurant that sells various types of food. The sales at Lesehan Bu Yus restaurant are conducted directly at the restaurant as well as by receiving orders through online platforms. This restaurant faces challenges in managing raw material stock, which is still done manually, leading to frequent inaccuracies in stock data. The objective of this Community Service (PKM) activity is to help improve and develop MSMEs, specifically the Lesehan Bu Yus restaurant located at Jl. Taman Krakatau No. 25, Serang Regency, Banten. The method used in this community service activity includes several stages following the Software Development Life Cycle (SDLC) Agile Scrum, namely requirement analysis, system design, system development, testing, implementation, and evaluation. by utilizing information technology to develop a web-based Inventory Management Stock (IMS) application specifically designed to help manage stock using the Economic Order Quantity (EOQ) and Safety Stock methods. The results of this activity show that the use of information technology in managing raw material stock can improve the operational efficiency of Rumah Makan Lesehan Bu Yus, optimize the procurement costs of raw materials, and provide a positive contribution to the development of SMEs through the implementation of a web-based stock management system. Keywords: economic order quantity; inventory management; MSMEs; community service; safety stock
Edukasi pencegahan diare dan pembuatan hand sanitizer di panti asuhan Ar-Risalah Banjarmasin Sazali, Ahmad; Supar, Evania Elianti; Fauzi, Yuniarti Erisha; Yolanda, Yolanda; Ahdyani, Risa; Wibowo, Joko Priyanto; Zamzani, Irfan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.27134

Abstract

AbstrakBakteri menjadi satu penyebab terjadinya infeksi. Organ saluran pencernaan merupakan bagian yang sering terinfeksi. Escherichia coli beberapa diantaranya berada pada saluran pencernaan, namun yang bersifat patogen dapat menyebabkan diare. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan terhadap pencegahan diare dan peningkatan ketrampilan pembuatan hand sanitizer bagi mitra di panti asuhan yayasan Ar-Risalah Banjarmasin. Metode yang diberikan berupa pendidikan kesehatan dengan rangkaian pemaparan materi mengenai bahaya dan pencegahan diare serta pelatihan pembuatan sedian gel hand sanitizer. Kegiatan ini diikuti orang warga panti asuhan Ar-Risalah sebanyak 15 orang pada 23 Maret 2024. Hasil kegiatan berupa tingkatan pengetahuan tentang bahaya dan pencegahan diare terdiri atas berpengetahuan yang baik sebanyak 6 orang (41%) dan berpengetahuan cukup sebanyak 6 orang (39%) serta berpengetahuan kurang sebanyak 3 orang (20%) pada peserta pengabdian masyarakat dan ketrampilan pembuatan sediaan hand sanitizer peserta mulai trampil. Produk sediaan gel hand sanitizer dapat dimanfaatkan dalam mencegah kasus diare dan mampu meningkatkan hidup sehat. Kata kunci: diare; hand sanitizer; panti asuhan Abstract Bacteria are one cause of infection. The organs of the digestive tract are the parts that are often infected. Some of Escherichia coli are located in the digestive tract, but those that are pathogenic can cause diarrhea. The purpose of community service activities is to increase knowledge about diarrhea prevention and improve hand sanitizer making skills for partners at the Ar-Risalah Banjarmasin foundation orphanage. The method provided was in the form of health education with a series of material presentations on the dangers and prevention of diarrhea as well as training in making hand sanitizer gel preparations. This activity was attended by 15 residents of the Ar-Risalah orphanage on March 23, 2024. The results of the activity in the form of a level of knowledge about the dangers and prevention of diarrhea consisted of 6 people (41%) who had good knowledge and 6 people (39%) who had sufficient knowledge and 3 people (20%) who had less knowledge in community service participants and the skills in making hand sanitizer preparations for participants began to be skilled. Hand sanitizer gel preparations can be used to prevent diarrhea cases and be able to improve healthy living. Keywords: diarrhea; hand sanitizer; orphanage
Pendampingan dan pelatihan fotografi sport pada Siswa SMKN 1 Garut Irsan Nurhadian; Achmad Wildan Kurniawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i1.29848

Abstract

Abstrak Meningkatnya kebutuhan industri kreatif di bidang fotografi menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh generasi muda. Keahlian fotografi menjadi salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa SMKN guna menghadapi dunia kerja. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa DKV dalam teknik fotografi sport (panning dan freezing). Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah siswa/i jurusan DKV SMKN 1 Garut dengan jumlah peserta sebanyak 38 . metode pelaksanaan meliputi (1) observasi dan persiapan, (2) pemaparan materi, (3) praktik di lapangan, (4) evaluasi hasil kegiatan melaluo review foto. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan siswa, yang ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata nilai dari 60 (pre-test) menjadi 72 (post-test). Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator penguasaan teknik freezing. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kompetensi siswa DKV dan mendukung kebutuhan dokumentasi visual kegiatan sekolah. Kata kunci: fotografi sport;  teknik panning; teknik freezing; pelatihan; SMKN 1 Garut Abstract The increasing need for creative industries in the field of photography is one of the challenges faced by the younger generation. Photography skills are one of the skills that must be possessed by vocational high school students in order to face the world of work. The purpose of this activity is to improve the knowledge and skills of DKV students in sports photography techniques (panning and freezing). The target partners in this activity are students majoring in DKV at SMKN 1 Garut with a total of 38 participants. The implementation methods include (1) observation and preparation, (2) presentation of materials, (3) practice in the field, (4) evaluation of activity results through photo reviews. The results of the activity showed a significant increase in student understanding and skills, as indicated by an increase in the average score from 60 (pre-test) to 72 (post-test). The highest increase occurred in the indicator of mastery of freezing techniques. This activity provides a positive contribution in improving the competence of DKV students and supports the need for visual documentation of school activities. Keywords: sports photography; panning technique; freezing technique; training; SMKN 1 Garut.
Pemberdayaan masyarakat menuju desa bersih mandiri melalui pembuatan aplikasi bank sampah benelanlor Siska Aprilia Hardiyanti; Muhammad Hilmy; Khoirul Umam; Tri Maryono Rusadi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i1.30044

Abstract

Abstrak Permasalahan pengelolaan sampah anorganik di Desa Benelanlor, Banyuwangi, masih menjadi tantangan besar. Sampah yang tidak terkelola dengan baik menyebabkan pencemaran lingkungan, penumpukan di aliran sungai, serta polusi udara akibat bau yang mengganggu. Meskipun telah tersedia Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPS 3R), masyarakat setempat merasa terbebani dengan biaya operasional yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan solusi alternatif yang dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat. Program ini bertujuan membentuk Bank Sampah berbasis digital guna meningkatkan kesadaran masyarakat dan efisiensi pengelolaan sampah. Metode yang digunakan mencakup survei, FGD, pengembangan aplikasi Bank Sampah, sosialisasi, serta pelatihan kepada masyarakat dan pengelola. Mitra dalam kegiatan ini adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Subur Makmur Benelanlor, yang bertindak sebagai pengelola utama Bank Sampah. Program ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat, termasuk warga desa dan perangkat desa. Hasilnya, terbentuk sistem Bank Sampah digital yang mendorong masyarakat memilah sampah dan memperoleh manfaat ekonomi serta menciptakan solusi berkelanjutan bagi lingkungan. Kata kunci: bank sampah; desa benelanlor; pengelolaan sampah; BUMDES; TPS. Abstract The issue of inorganic waste management in Benelanlor Village, Banyuwangi, remains a significant challenge. Poor waste management causes environmental pollution, waste accumulation in river streams, and air pollution due to unpleasant odors. Although the Integrated Waste Disposal Site (TPS 3R) is available, the local community feels burdened by its high operational costs. Therefore, an alternative solution that can be independently implemented by the community is needed. This program aims to establish a digital-based Waste Bank to improve community awareness and the efficiency of waste management. The methods used include surveys, Focus Group Discussions (FGD), Waste Bank application development, socialization, and training for the community and managers. The partner in this activity is the Village-Owned Enterprise (BUMDes) Subur Makmur Benelanlor, which acts as the main manager of the Waste Bank. This program involves active community participation, including village residents and local officials. As a result, a digital Waste Bank system was established, encouraging the community to sort waste, gain economic benefits, and create sustainable environmental solutions. Keywords: waste bank; benelanlor village; waste management; BUMDES, TPS.
Sosialisasi pengurusan dokumen ekspor impor bagi pelaku UMKM di Kabupaten Belu Paulina Yuritha Amtiran; Yosefina K. I. D. D. Dhae; Jhimi Y. Maima; Vincentius R. R. Pati Baran; Ludvina Lima
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.27120

Abstract

AbstrakPerdagangan lintas batas berada di perbatasan dua negara, dapat memberikan dampak bagi peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut, karena pembangunan kawasan perbatasan saat ini dilakukan dengan pendekatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah perbatasan dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan mereka. Hal ini menjadi peluang bagi UMKM di wilayah perbatasan untuk meningkatkan pendapatan mereka.  Hasil pengamatan menunjukkan masih banyak pelaku UMKM di wilayah perbatasan belum mengetahui mekanisme pengurusan dokumen ekspor impor agar dapat memasarkan produk mereka. Masalah lainnya adalah sebagian besar pelaku UMKM tidak membuat laporan keuangan sederhana.  Oleh karena itu tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan sosialisasi dan pendampingan kepada pelaku UMKM di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste. Manfaat dari kegiatan ini adalah agar pelaku UMKM dapat memahami mekanisme pengurusan dokumen ekspor impor dan dapat membuat laporan keuangan sederhana. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi dengan pelaku UMKM dan Pengelola PLBN Mota’ain. Hasil dari kegiatan pegabdian ini adalah para pelaku UMKM di daerah perbatasan mengetahui dan memahami proses pembuatan dokumen ekspor dan impor untuk meningkatkan pendapatan mereka dan pembuatan laporan keuangan sederhana. Kata Kunci : ekspor; impor; laporan keuangan; sosialisasi; UMKM AbstractCross-border trade on the border of two countries can have an impact on improving the economy of the people in the region, because the development of border areas is currently being carried out with a development approach and empowerment of people in border areas with the aim of increasing their income. This is an opportunity for MSMEs in border areas to increase their income. However, there is still a problem where MSMEs in border areas do not yet know the mechanism for managing export-import documents in order to market their products. The purpose of this activity is to provide socialization and assistance to MSME actors in the border areas of Indonesia and Republic Democratic Timor Leste. The methods used are preparation, implementation and reporting. The result of this community service activity is that MSME actors in the border areas know and understand the process of making export and import documents to increase their income. Keywords : export; financial statement; impor; MSME; socialization
Pelatihan management by exception untuk peningkatan kapasitas manajerial pengobat tradisional Agus Munandar; Kadlina Kadlina; Reginda Sri Restuwangi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i1.32132

Abstract

AbstrakPengobatan tradisional telah berkembang pesat sebagai alternatif pengobatan modern, sehingga memerlukan peningkataan kemampuan pengelolaannya secara modern. Kapabilitas manajerial yang profesional menjadi hal yang penting bagi para pengobat tradisional untuk meningkatkan proses manajerial yang berkemajuan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membekali para pengobat tradisional tentang implementasi management by exception sebagai upaya untuk peningkatan kapasitas manajerial. Management by exception merupakan metode manajerial yang berfokus pada hal-hal yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Implementasi management by exception dapat meningkatkan kapabilitas pengobat tradisional untuk pengelolaan entitas bisnis secara profesional sehingga meningkatkan laba organisasi. Metode pelaksanaan pengabdian menggunakan pendekatan hands on training untuk memastikan para peserta dapat secara aktif mempelajari dan menerapkan konsep manajerial berbasis penyimpangan. Mitra kegiatan pengabdian adalah para pengobat tradisional yang berfokus pada pengobatan alternatif. Hasilnya, berdasarkan data post test, menunjukan bahwa para peserta mampu memahami dan menerapkan pendekatan manajerial management by exception dengan baik. Kata kunci: pelatihan; pengobatan tradisional; kapasitas manajerial; management by exception Abstract Traditional medicine has evolved significantly into modern alternative medicine, necessitating enhanced managerial capabilities to support this transformation. Strenghtening professional management skills is essential for traditional healers to improve their operational and strategic processes. This community service initiative aims to equip traditional healers with knowledge and practical skills in management by exception (MBE) as a means to enhance their managerial competence. MBE is a managerial approach that emphasizes addresing activities that deviate from predefined standards. The implementation of management by exception can strenghten the capabilities of traditional healers to manage their business entities professionally, thereby improving organizational efficiency and profitability. The program adopts a hands-on,  enabling participants to actively engage with and apply the principles of deviations-focused management. The partners involved in this community service activity are traditional healers specializing in alternative medicine. Post-test data indicate that participants successfully understood and applied the MBE approach in their managerial practices. Keywords: training; traditional medicine; managerial capacity; management by exception
Edukasi pemanfaatan tanaman obat tradisional dalam rangka self-medication Shoma Rizkifani; Sri Wahdaningsih; Robby Najini; Meri Ropiqa; Alifa Rapaella Fadia Tito Putri; Ayu Aulia Uly Fahmi; Samuel Crishanzen Chang
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i1.28929

Abstract

AbstrakSelf-medication atau pengobatan mandiri merupakan praktik umum di kalangan pelajar, namun pemanfaatan obat tradisional masih terbatas akibat kurangnya edukasi terkait manfaat dan penggunaannya. Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas dan pengetahuan tradisional yang melimpah, yang berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber obat tradisional. Meskipun regulasi terkait obat tradisional di Indonesia sudah baik, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanan penggunaannya dalam pengobatan mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMK Kesehatan mengenai manfaat, jenis, dan penggunaan tanaman obat tradisional dalam praktik self-medication. Metode yang digunakan meliputi pre-test, edukasi melalui presentasi, video, flyer, diskusi, dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa. Hasil pre-test menunjukkan distribusi nilai dengan skor tertinggi 90 dan terendah 50, sedangkan hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan dengan skor tertinggi mencapai 100. Rata-rata skor pre-test adalah 70,4 dan rata-rata skor post-test meningkat menjadi 96,8; mencerminkan peningkatan pengetahuan sebesar 27,4%. Evaluasi kegiatan menunjukkan kepuasan tinggi dari peserta terkait metode penyampaian dan relevansi materi. Hasil menunjukkan bahwa edukasi tentang tanaman obat tradisional efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa dan diharapkan dapat mendorong praktik self-medication yang bijak dan bertanggung jawab di kalangan siswa SMK Kesehatan. Kata kunci: pengobatan mandiri; obat tradisional; edukasi; pelajar; SMK AbstractSelf-medication is a common practice among students, but the utilization of traditional medicine is still limited due to lack of education regarding its benefits and uses. Indonesia has an abundance of biodiversity and traditional knowledge, which has great potential to be developed as a source of traditional medicine. Although regulations related to traditional medicine in Indonesia are good, further research is needed to ensure the effectiveness and safety of its use in self-medication. This study aims to improve the knowledge of vocational health students regarding the benefits, types, and uses of traditional medicinal plants in self-medication practices. The methods used include pre-test, education through presentations, videos, flyers, discussions, and post-test to measure the improvement of students' understanding. The pre-test results showed a distribution of values with the highest score of 90 and the lowest score of 50, while the post-test results showed significant improvement with the highest score reaching 100. The average pre-test score was 70.4 and the average post-test score increased to 96.8, reflecting a 27.4% increase in knowledge. Evaluation of the activity showed high satisfaction from participants regarding the delivery method and relevance of the material. The results show that education about traditional medicinal plants is effective in improving students' knowledge and is expected to encourage wise and responsible self-medication practices among vocational health students. Keywords: self-medication; traditional medicine; education; students; vocational schools
Bimbingan teknis pewarna alami dari tanaman obat bersama tim penggerak PKK Desa Kait-kait Eva Agustina; Rahmah Muliati; Nur Yohaniz Miskiah; Muhammad Syamsuddin Atuf; Agus Ansyari; Nofia Hardarani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i1.26914

Abstract

AbstrakDesa Kait-kait, Kecamatan Bati-bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, memiliki potensi besar dalam bidang pertanian berkat kesuburan tanahnya, di mana 44% penduduknya berprofesi sebagai petani. Meskipun demikian, masyarakat belum memanfaatkan tanaman sekitar yang berkhasiat obat seperti jahe, kunyit, daun kelor dan lain-lain secara optimal. Permasalahan ini berkaitan dengan kurangnya pengetahuan tentang manfaat dan kegunaan tanaman tersebut, yang berpotensi menjadi alternatif pengobatan dan pewarna alami. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman obat. Kegiatan ini juga bagian dari program kerja Tim KKN-MBKM Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat tahun 2024 di Desa Kait-kait yang sekaligus bertujuan untuk merekognisi mata kuliah Budidaya Tanaman Rempah dan Obat. Mitra sasaran adalah 25 anggota PKK Desa Kait-kait. Metode pelaksanaan meliputi bimbingan teknis yang dilakukan pada 18 Agustus 2024, di mana peserta diajarkan tentang teknik budidaya tanaman obat dan pemanfaatannya sebagai pewarna alami. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang manfaat tanaman obat, serta antusiasme untuk mengaplikasikan ilmu yang didapatkan. Beberapa peserta mulai menanam tanaman obat di pekarangan mereka dan menunjukkan ketertarikan dalam penggunaan tanaman obat sebagai pewarna alami. Kegiatan ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kualitas kesehatan serta kesejahteraan di Desa Kait-kait. Kata kunci: desa kait-kait; keterampilan masyarakat; pewarna alami; tanaman obat AbstractKait-kait Village, Bati-bati District, Tanah Laut Regency, South Kalimantan, possesses significant agricultural potential due to its fertile soil, where 44% of the population work as farmers. However, the community has not optimally utilized local medicinal plants such as ginger, turmeric, and moringa. This issue is related to a lack of knowledge about the benefits and uses of these plants, which have the potential to be alternatives for medicine and natural dyes. This community service activity aimed to enhance the knowledge and skills of the community in utilizing medicinal plants. It was part of the work program of the KKN-MBKM Team from the Faculty of Agriculture of Lambung Mangkurat University in 2024, which also aimed to recognize the course on Cultivation of Spice and Medicinal Plants. The target participants were 25 members of the PKK of Kait-kait Village. The implementation method includeds a technical guidance session held on August 18, 2024, where participants were educated on cultivation techniques for medicinal plants and their application as natural natural dyes. The results indicated an increased understanding among participants about the benefits of medicinal plants, along with enthusiasm to apply the knowledge gained. Some participants started planting medicinal plants in their yards and expressed interest in using these plants as natural coloring agents. This activity was expected to empower the community and improve health and well-being in Kait-kait Village. Keywords: community skills; kait-kait village; medicinal plants; natural dyes
Pemberdayaan UMKM Sinar Berkah melalui penguatan produk unggulan pendukung Desa Wisata Cerdas Desa Munding M. Burhan Rubai Wijaya; Astrilia Damayanti; Widi Widayat; Adhetya Kurniawan; Moh. Rizal Ar Rasyid; Taufan Satya Wiguna; Fadlurrohman Fadlurrohman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.26731

Abstract

AbstrakKegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menguatkan produk unggulan UMKM” Sinar Berkah” Pendukung Desa Wisata Cerdas Desa Munding melalui pemberdayaan potensi produk UMKM di Desa Wisata wisata cerdas Munding sebagai daya Tarik objek wisata alam Curug Tirto Wening di Kawasan Desa Munding Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang. Dalam pelaksanaan pengabdian ini, Tim pelaksana menggunakan tiga metode yaitu metode wawancara, observasi dan analisis SWOT. Perkembangan wisata alam tirto wening yang cepat perlu didukung produk-produk unggulan UMKM sebagai daya tarik pengunjung wisata, dimana masyarakat Desa Munding  menyajikan produk unggulan UMKM “Sinar Berkah”, seperti sayur-sayuran, daun bawang (onclang) dan berbagai produk unggulan makanan khas Desa yaitu  Kripik  OncLang,  Jamu Gendong Kopi  KopLak, Lonto  DimcLang,  Aneka  Jajan  Pasar, Aneka kerajinan Rotan, Kran bunga papan dan yang masih daLam pengembangan untuk menuju Desa Wisata Cerdas. Kata kunci: UMKM; produk unggulan; desa wisata cerdas; Curug Tirtowening. AbstractThis Community Service Activity (PKM) aims to strengthen the superior MSME product "Sinar Berkah" Supporting the Munding Village Smart Tourism Village by empowering the potential of MSME products in the Munding Smart Tourism Village as an attraction for the natural tourist attraction Tirto Wening Waterfall in the Munding Village Area, Bergas District Semarang Regency. In carrying out this service, the implementing team used three methods, namely interview methods, observation and SWOT analysis. The rapid development of Tirto Wening natural tourism needs to be supported by superior MSME products as an attraction for tourist visitors, where the people of Munding Village present superior MSME products "Sinar Berkah", such as vegetables, spring onions (onclang) and various superior products of typical village food. namely OncLang Chips, KopLak Coffee Carrying Herbal Medicine, Lonto DimcLang, Various Market Snacks, Various Rattan crafts, Kran flower boards and those which are still under development to become Smart Tourism Village. Keywords: MSME; superior product; smart tourism village; Tirto Wening Waterfall

Page 1 of 2 | Total Record : 11