cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
PENINGKATAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN COVID-19 PADA MASYARAKAT KELURAHAN TUGU KECIL KECAMATAN PRABUMULIH TIMUR TAHUN 2021 Rosnani Rosnani; Jawiah Jawiah; Rumentalia Sulistini; Devi Mediarti; Wahyu Dwi Ari Wibowo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.12974

Abstract

ABSTRAKPandemi CoronaVirus Disease-2019 (COVID-19) menjadi masalah darurat kesehatan bagi seluruh dunia saat ini, di Sumatera Selatan, sampai dengan 21 April 2021 angka kejadian COVID-19 sebanyak 19.387 kasus, dengan angka kematian sebanyak 933 kasus, sedangkan pada peta sebaran resiko COVID-19 Kota Prabumulih, termasuk kedalam kota dengan tingkat penyebaran dengan resiko tinggi, akan tetapi minimnya pengatahuan masyarakat terhadap pencegahan COVID-19 menjadi masalah utama dari penyebaran dan peningkatan kasus, sehingga para masyarakat perlu diberikan edukasi kesehatan terkait pencegahan COVID-19 melalui prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kegiatan pendidikan kesehatan ini dilaksanakan pada Kecamatan Prabumulih Timur pada bulan Juni 2021 pada 40 warga Kecamatan Prabumulih Timur, dengan metode penyuluahan dengan cara cermah dan demonstrasi. Hasilnya terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan warga dari rata-rata 43.75 menjadi 83.25, dengan persentase sebelum mendapatkan edukasi, katagori pengetahuan kurang 95%, katagori sedang 5%, dan setelah mendapatkan edukasi menjadi   12.5% katagori sedang, dan 87.5% dalam katagori baik. Kesimpulannya kegiatan edukasi kesehatan dengan menggunakan media leaflet dan demonstarsi dapat meningkatkan pengetahuan warga terkait pencegahan COVID-19 dengan PHBS, dan dapat menjadi program dalam menekan angka penyebaran kasus COVID-19. Kata kunci: COVID-19; edukasi kesehatan; PHBS; komunitas.  ABSTRACTThe CoronaVirus Disease-2019 (COVID-19) pandemic is now a health emergency for the whole world; in South Sumatra, as of April 21 2021, the incidence of COVID-19 was 19,387 cases, with a death rate of 933 cases, while on the risk distribution map Prabumulih City's COVID-19, is included in a city with a high level of spread with a high risk. Still, the lack of public knowledge about preventing COVID-19 is the main problem with the increase in cases, so the community needs to be given health education regarding the prevention of COVID-19 through life behaviour clean and healthy (PHBS). This health education activity was carried out in East Prabumulih District in June 2021 to 40 residents of East Prabumulih District, using lectures and demonstration methods. The result was an increase in the average knowledge of residents from an average of 43.75 to 83.25, with the percentage before getting an education in the knowledge category being less than 95%, the moderate type was 5%, and after getting an education it was 12.5% in the moderate category, and 87.5% in the excellent category. In conclusion, health education activities using leaflets and demonstration media can increase residents' knowledge regarding the prevention of COVID-19 with PHBS and can be a program to reduce the spread of COVID-19 cases Keywords:  COVID-19; health education; PHBS; community. 
PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI BARANG EKONOMI UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN Ani Darliani; Erly Mauvizar; Wirda Wirda
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13545

Abstract

ABSTRAKSampah merupakan sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang dapat berbentuk padat. Sampah adakalanya dibuang secara percuma. Pengolahan dan pemisahan sampah jika dikelola dengan baik akan menjadi nilai jual dan ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi keluarga. Tujuan  pengabdian ini  untuk meningkatkan dan mensejahterakan masyarakat. Pengabdian dilakukan di Dayah Diniyah Darussalam yang mempunyai  santri sejumlah 100 orang dan kepada  masayarakat sekitar Dayah di Gampong Meunasah Buloh, Aceh Barat sebagai penerima manfaat dari pelatihan ini.Penyampaian materi dilakukan dalam bentuk pengetahuan dan pelatihan tentang sampah rumah tangga. Metode yang digunakan merupakan metode presentasi, pendampingan dan simulasi pembuatan sampah organik sampai menjadi barang ekonomi. Jangkauan pengabdian ini tercapainya: Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Menjadi Barang Ekonomi Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Santri Dayah Diniyah Darussalam Dan Masyarakat Sekitar Di Gampong Meunasah Buloh, Aceh Barat, dengan jumlah peserta sebanyak 25 peserta yang terdiri dari laki laki dan perempuan. Manfaat secara langsung yang mereka dapatkan dari pelatihan ini, masyarakat dan santri dapat membuat pupuk cair sendiri dari sampah yang terbuang dan diurai menjadi barang ekonomi, sekaligus peningkatan pemahaman dan pengetahuan dalam memanfaatkan sampah organik dan sekaligus untuk menjaga lingkungan. Kata kunci: sampah organic; pengolahan sampah organic; barang ekonomi, ABSTRACTWaste is defined as the solid and liquid residue of human daily activities and/or natural processes. Waste is sometimes thrown away for nothing. Waste processing and separation, if managed properly, will be a selling point, and this can contribute to the improvement of the family economy. The purpose of this service is to improve the community and help it prosper. The service was carried out at Dayah Diniyah Darussalam, which has around 100 students, and for the community around Dayah in Gampong Meunasah Buloh, West Aceh as beneficiaries of this training. The materials will be delivered  in the form of knowledge transfer and training on household waste. These activities will apply a number of methods, including presentation, mentoring, and simulation, to transform organic waste until it becomes an economic good. The purposes of this service are: to deliver training on processing organic waste into economic goods and to improve the welfare of Dayah Diniyah Darussalam students and the surrounding community in Gampong Meunasah Buloh, West Aceh, with a total of 25 women and men participants. The direct benefits of this training are: the community and students will be able to produce their own liquid fertilizer from waste that has been decomposed into economic goods, they will also have a greater understanding and knowledge of utilizing organic waste while protecting the environment. Keywords: organic waste; organic waste processing; economic goods
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG ALAT KONTRASEPSI IUD (SPIRAL) PADA PASANGAN USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LABUAPI Baiq Nispiyani; Nita Ariyani Izzati; Baiq Astuti Kamariah; Suraedah Suraedah; Fitriawati Fitriawati; Rohayati Rohayati; Cahaya Indah Lestari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13667

Abstract

ABSTRAKKeluarga Berencana (KB) merupakan program pemerintah untuk mengatur laju pertambahan penduduk di Indonesia dengan menggunakan metode kontrasepsi. Kontrasepsi dibagi menjadi dua jenis, yaitu Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MJKP) dan Non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (Non MJKP). Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 20 orang. Metode kegiatan dalam pengabdian ini akan melibatkan mahasiswa kebidanan Universitas Muhammadiyah Mataram sebanyak 6 mahasiswa. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu: pembagian kuesioner pre test serta pemaparan materi, Tahap kedua yakni memberikan edukasi cara pemasangan alat kontrasepsi IUD (SPIRAL) dengan instrument leafleat. Tahap ketiga yakni tanya jawab dengan peserta pengabdian yakni pasangan usia subur (PUS) dalam hal ini ibu hamil dan ibu menyusui yang belum menggunakan alat kontrasepsi di Desa Labuapi. kesimpulan pengabdian yang dilakukan sebagai berikut hasil pretest dan posttest dari kegiatan yang dilakukan dapat dilihat terjadi peningkatan pengetahuan pasangan usia subur (PUS) dari nilai pretest dalam kategori kurang sebesar 45 % (9 orang) meningkat menjadi sebagian besar kategori pengetahuan baik sebesar 75 % (15 orang) pada saat posttest. Hal ini menunjukkan bahwa para peserta dapat menerima edukasi yang diberikan dengan baik. Kata kunci: pendidikan kesehatan; KB; PUS ABSTRACTFamily Planning (KB) is a government program to regulate the rate of population growth in Indonesia by using the contraceptive method. Contraception is divided into two types, namely Long Term Contraceptive Methods (MJKP) and Non Long Term Contraceptive Methods (Non MJKP). This dedication activity was attended by 20 people. The method of activity in this service will involve midwifery students at Muhammadiyah Mataram University as many as 6 students. The service is carried out in three stages, namely: distributing pre-test questionnaires and material presentation. The second stage is providing education on how to install the IUD contraceptive device (SPIRAL) with leafleat instruments. The third stage is question and answer with service participants namely couples of childbearing age (PUS) in this case pregnant women and nursing mothers who have not used contraception in Labuapi Village. the conclusion of the service carried out as follows is the results of the pretest and posttest of the activities carried out, it can be seen that there is an increase in the knowledge of couples of childbearing age (PUS) from the pretest value in the less category of 45% (9 people) increasing to the majority of good knowledge categories of 75% (15 people) at the posttest. This shows that the participants can receive the education provided properly. Keywords: health education; family planning; PUS
PELATIHAN MANAJEMEN PERDARAHAN PADA KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA BANGUNAN DI KELURAHAN LUBUK TANJUNG KOTA LUBUKLINGGAU Sapondra Wijaya; Wahyu Dwi Ari Wibowo; Roni Roni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13437

Abstract

ABSTRAKKasus kecelakaan kerja di bidang pembangunan menjadi jumlah terbanyak kasus kecelakaan kerja dengan perdarahan menjadi hal yang hampir pasti terjadi. Penanganan pre-hospital kasus perdarahan menjadi penting dikarenakan tenaga medis tidak selalu ada di lokasi kejadian. Pemberdayaan pekerja itu sendiri yang bisa dilakukan untuk menjadi penolong pertama pada sistem pre-hospital ini. Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perkerja bangunan dalam penatalaksanaan kasus perdarahan di fase pre-hospital. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode pendidikan dan pelatihan agar partisipan memiliki pengetahuan dan keterampilan melakukan pertolongan pada kasus perdaraahan. Tujuan lebih umumnya program ini adalah terbentuknya dasar Safe Community dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaksana dan pengguna. Hasil program ini menunjukan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan partisipan tentang penatalaksanaan korban perdarahan di fase pre-hospital di kelurahan Lubuk Tanjung Kota Lubuklinggau. Kata Kunci: perdarahan; pertolongan pertama; kecelakaan kerja ABSTRACTCases of work accidents in the construction sector are the largest number of work accident cases, with bleeding being an almost certain thing to happen. Pre-hospital management of bleeding cases is important because medical personnel is only sometimes at the scene. Empowering workers themselves can be done to become the first helpers in this pre-hospital system. This program's main objective is to increase construction workers' knowledge and skills in managing bleeding cases in the pre-hospital phase. This activity is carried out using education and training methods so that participants have the knowledge and skills to help in cases of bleeding. The more general aim of this program is to form a basic Safe Community by involving the community as executors and users. The result of this program is an increase in participants' knowledge and skills regarding managing bleeding victims in the pre-hospital phase.Kata Kunci: Perdarahan, Pertolongan Pertama, Kecelakaan Kerja. Keywords: bleeding; first aid; work accident
PEMBERDAYAAN TOKOH MASYARAKAT DALAM PENDAMPINGAN PENCEGAHAN PENYAKIT REUMATIK DEGENERATIF DI KAMPUNG PERENG DESA PANGAUBAN KECAMATAN PACET KABUPATEN BANDUNG Muhammad Iqbal; Dede Setiapriagung; Nuri Amalia; Yani Triyani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13166

Abstract

ABSTRAKHasil survey masyarakat di kampung Pereng, Desa Pangauban Kecamatan Pacet Kabupaten  Bandung sekitar 70% terdiri dari orang tua yang sering mengeluhkan penyakit degeneratif terutama reumatik, namun jarang berobat ke puskesmas. Kegiatan pengabdian di daerah tersebut bertujuan memberikan solusi permasalahan dengan pendampingan tokoh masyarakat untuk mengenal cara hidup sehat islami sebagai salah satu pencegahan penyakit yang sering dikeluhkan warga. Metode yang dilakukan pada tahapan awal adalah penjaringan kesehatan warga untuk mengetahui jenis penyakit yang paling banyak ditemukan. Tahapan selanjutnya adalah melakukan pendampingan berupa dialog interaktif kepada para tokoh masyarakat sebagai corong kesehatan masyarakat, dan dilakukan pre dan post test untuk menilai pengetahuan tentang penyakit degeneratif. Kegiatan dilakukan di mesjid kampung Pereng, bulan Agustus–Oktober 2022. Hasil penjaringan kepada 135 orang, ditemukan warga berusia >61 tahun sebanyak 106 warga (79%), dan penyakit terbanyak yang ditemukan adalah jaringan otot dan sendi 32 orang (24%), kedua kasus hipertensi 24 orang (18%), hal ini sangat berhubungan dengan gaya dan pola hidup yang masih belum baik. Sebagai kesimpulan pendampingan yang dilakukan dapat menambah pengetahuan tentang pencegahan penyakit degeneratif kepada para tokoh masyarakat, yang terlihat dari adanya peningkatan skor pengisian post test setelah pendampingan dibandingkan pre test. Kata kunci: pemberdayaan; pencegahan penyakit degenerative; tokoh masyarakat. ABSTRACTThe results of a community survey in Pereng, Pangauban Village, Pacet District, Bandung Regency, around 70% consisted of parents who often complained of degenerative diseases, especially rheumatism, but rarely went to the puskesmas. Community service aim to provide solutions to problems by assisting community leaders to know the healthy Islamic way of life as one of the preventions of diseases often complained. The method used in the early stages was a citizen health screening to find the diseases most commonly found. The next stage is to assist community leaders as public health mouthpieces, according by interactive dialogue and to fill in the pre and post-tests to assess knowledge about degenerative diseases. The activity was carried out at the Pereng village mosque, August–October 2022.The screening results found 135 residents, 106 residents aged >61 years (79%), and most of the diseases found were muscle and joint tissue (rheumatism) in 32 people (24%), this is very related to lifestyle and lifestyle which is still not good. In conclusion, the assistance provided can increase knowledge about preventing degenerative diseases to community leaders, which can be seen from the increase in post-test filling scores after mentoring compared to the pre-test. Keywords: community leaders; empowerment; prevention of degenerative diseases
STRATEGI DIGITAL MARKETING UNTUK MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PRODUK GENTENG DESA KARANGLO KABUPATEN JOMBANG Ririn Febriyanti; Yuyun Cahya Ningsih; Renaldi Pamungkas
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13528

Abstract

ABSTRAKPemasaran digital adalah salah satu bentuk pemanfaatan teknologi informasi yang berkembang. Pemanfaatan teknologi informasi dalam pemasaran suatu produk dapat dikenal oleh konsumen dengan jangkauan lebih luas. Masalah yang dihadapi pengrajin genteng di Desa Karanglo yaitu dalam bidang pemasaran, yang mana pemasaran hanya terbatas secara tradisional sehingga jangkaunnya kurang luas. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu sosialisasi digital marketing dengan sasaran dari kegiatan ini adalah pengrajin genteng dan pihak BUMDES Karanglo. Prosedur yang digunakan yaitu tahap observasi, perencanaan, pelaksanaan dan penyusunan laporan. Adapun hasil pengabdian pada masyarakat sebagian masyarakat mengetahui bahwa perkembangan teknologi sangat membawa dampak yang sangat besar bagi usaha di khalayak luas. Dalam pengabdian ini tim pengabdi membantu dalam pembuatan akun e-commerce berupa pembuatan akun shopee yang akan diserahkan dan dikelola oleh BUMDES. Dengan adanya hal ini tim pengabdi memberikan inovasi baru di bidang pemasaran berupa pengolahan akun e-commerce aplikasi shopee yang bisa membantu memasarkan genteng dengan sasaran pasar yang lebih luas. Kata kunci: pemasaran; digital marketing; e-commerce ABSTRACTDigital marketing is a form of developing information technology utilization. Utilization of information technology in marketing a product can be recognized by consumers with a wider range. The problem faced by tile craftsmen in Karanglo Village is in the field of marketing, where marketing is only limited in the traditional way so that the reach is not wide. The method used in this service is digital marketing socialization with the target of this activity being tile craftsmen and Karanglo BUMDES. The procedures used are the stages of observation, planning, implementation and preparation of reports. As for the results of community service, some people know that technological developments have had a very large impact on businesses in a wide audience. In this service the service team assists in creating e-commerce accounts in the form of creating a shopee account which will be submitted and managed by BUMDES. With this in mind, the service team provides new innovations in the field of marketing in the form of processing e-commerce accounts, the Shopee application, which can help market roof tiles to a wider target market. Kata kunci: marketing, digital marketing; e-commerce
PELATIHAN PENGENALAN TANDA DINI DEMAM BERDARAH DENGUE PADA MASYARAKAT PESISIR DESA PABEAN UDIK INDRAMAYU Erna Harfiani; Sri Wahyuningsih; Hany Yusmaini; Meiskha Bahar; Fajriati Zulfa; Taufiq Fredrik Pasiak
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.12158

Abstract

ABSTRAKKasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Pabean Udik Kabupaten Indramayu masih tinggi. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang masih banyak menimbulkan kesakitan dan kematian. Sampai saat ini belum ada pengobatan penyebab, hanya pengobatan simptomatis dan suportif. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan tingkat pengetahuan tentang DBD dan tanaman obat pada masyarakat pesisir desa Pabean Udik Indramayu sebagai upaya pengendalian dan pencegahan DBD. Metode kegiatan berupa penyuluhan tentang DBD dan tanaman TOGA, pelatihan pemantauan jentik (JUMANTIK), dan pemberian beberapa jenis TOGA untuk ditanam di lingkungan rumah. Sebelum kegiatan dilakukan pretes dan setelah penyuluhan dilakukan posttest untuk mengetahui keberhasilan kegiatan. Lokasi penelitian di Desa Pabean Udik Kabupaten Indramayu pada bulan Oktober 2022 dengan peserta berjumlah 30 orang dan menggunakan media penyuluhan PowerPoint. Hasil pengabdian didapatkan bahwa karakteristik peserta sebagian besar responden berusia 36-45 tahun (33,3%), berpendidikan SD (40,7%). Terdapat peningkatan tingkat pengetahuan 10,19 (16.79 %), dimana nilai rata-rata setelah promosi kesehatan 70,89 sedangkan nilai rata-rata sebelum kesehatan promosi 60,70. Pelatihan ini akan dapat membantu tercapainya lingkungan yang sehat sehingga nyamuk tidak berkembang biak dan kejadian demam berdarah akan dapat berkurang. Kata kunci: DBD; pengetahuan; promosi kesehatan ABSTRACTDengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease that still causes a lot of morbidity and mortality. Until now, there has been no causative treatment, only symptomatic and supportive treatment. According to a report from the Indramayu District Health Office, DHF cases in Pabean Udik Village are still high. The purpose of this study was to determine the level of knowledge before and after health promotion. This study used an observational analytic design with a cross-sectional approach. The research location was in Pabean Udik Village, Indramayu Regency, in October 2022. Respondents were residents of Pabean Udik Village, Indramayu Regency, totaling 30 people. The dependent variable is the level of knowledge. The independent variable is health promotion using PowerPoint. Data collection using a questionnaire. Most of the respondents were aged 36-45 years (33.3%), had primary school education (40.7%), The average value after health promotion was (Mean = 70.89; SD = 1.805; p = 0.000) while the average value before health promotion (Mean = 60.70; SD = 1.708 ;  p = 0.000) answers to questions that increased sharply about first aid if were felt by DHF syndrome. Health promotion increases the level of knowledge of the residents of Pabean Udik Village, Indramayu Regency Keywords: DHF; knowledge; health promotion
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT UNTUK MENCEGAH PENULARAN SKABIES PADA SANTRI PONDOK PESANTREN AL-MUWAHHIDIN LELEDE Tuhfatul Ulya; Syaidatussalihah Syaidatussalihah; Musparlin Halid
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13825

Abstract

ABSTRAKKulit merupakan organ tubuh manusia yang sangat penting, jika tidak dijaga kesehatannya akan menyebabkan timbulnya penyakit seperti skabies. Skabies banyak ditemukan di tempat yang kurang terjaga kebersihannya dan populasi padat seperti pondok pesantren. Pondok Pesantren hingga saat ini masih memiliki masalah terkait sanitasi dan hiegine, hal ini menyebabkan mudah terjadi penularan penyakit antar santri. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sangat diperlukan di Pondok Pesantren untuk membantu kebersihan dan mencegah terjadinya penularan penyakit. Pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan para santri dalam menerapkan PHBS. Jumlah santri yang terlibat dalam kegiatan adalah 100 orang santri putri tingkat tsanawiyah di Pondok Pesantren Al-Muwahhidin, Lelede. Tahapan kegiatan ini terdiri dari persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi menggunakan pre- dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman santri sebelum dan sesudah diedukasi. Hasil persentase rata-rata skor pengetahuan sebelum dilaksanakan edukasi adalah 66%, setelah diedukasi melalui kegiatan penyuluhan, tanya jawab sekaligus diskusi, dan peningkatan pemahaman melalui leaflet terdapat kenaikan persentase rata-rata pengetahuan sebesar 25,56% menjadi 91,56%. Kesimpulan yang diperoleh yaitu edukasi mengenai PHBS untuk mencegah penularan penyakit kulit skabies dapat meningkatkan pengetahuan santri di Pondok Pesantren Al-Muwahhidin, Lelede. Hal ini terlihat dari meningkatnya persentase pengetahuan peserta antara sebelum dan setelah edukasi diberikan. Kata kunci: penyakit menular ; PHBS; pondok pesantren; skabies ABSTRACTThe skin is a very important organ of the human body, if it is not maintained it will cause diseases, such as scabies. Scabies is often found in places that are less clean and densely populated, such as Islamic boarding schools. Islamic boarding schools still have problems related to sanitation and hygiene, this causes easy disease transmission between students. Clean and Healthy Living Behavior (known as PHBS) is needed at Islamic boarding schools to help clean and prevent disease transmission. This activity is expected to increase the knowledge of the students in implementing PHBS. The number of students involved in the activity was 100 female students at the tsanawiyah level at Al-Muwahhidin Islamic Boarding School, Lelede. The stages of this activity consist of preparation, implementation, and evaluation using pre- and post-tests to measure students' understanding before and after education. The average score of knowledge before education was carried out was 66%, after education through counseling, discussion and increasing understanding through leaflets there was an increase in the average score of 25.56% to 91.56%. In conclusion, education about PHBS to prevent transmission of scabies can increase the knowledge of students at the Al-Muwahhidin Lelede Islamic Boarding School, as evidenced by the increase in the percentage of participants' knowledge between before and after the education was given. Keywords: infectious diseases ; Islamic boarding school; PHBS; scabies
PENINGKATAN PEMAHAMAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO SYARIAH PADA PENGURUS MASJID DAN ANGGOTA IKADI KOTA PELAMBANG Muhammad Farhan; Media Kusumawardani; Achmad Soediro; Patmawati Patmawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13639

Abstract

ABSTRAKLembaga keuangan mikro syariah cukup berkembang di Indonesia. Lembaga keuangan syariah dapat membantu masyarakat untuk menyelesaikan masalah ekonomi yang mendorong program pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan. Lembaga keuangan mikro syariah perkembangannya dapat dibantu melalui masjid. Masjid yang merupakan tempat ibadah umat muslim, berpotensi untuk mendorong program pemerintah melalui salah satu bentuk lembaga keuangan mikro syariah yaitu BMT (Baitul Maal Wat Tamwil). Masjid memiliki aset yang cukup dari masyarakat dan dapat dikelola secara produktif untuk kepentingan dan kebutuhan masyarakat khususnya masyarakat di sekitar masjid. Pelaksanakan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai Lembaga Keuangan Mikro Syariah. Peserta pada kegiatan pengabdian adalah pengurus Masjid Mu’allimin dan anggota IKADI (Ikatan Da’I Indonesia) Kota Palembang. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah peserta dapat memahami lebih jelas mengenai materi optimalisasi dan pendayagunaan dana masjid dan manfaat Lembaga Keuangan Mikro Syariah bagi masyarakat. Harapan kedapan dari kegiatan pengabdian peningkatan pemahaman Lembaga keuangan mikro syariah yaitu masjid dapat berperan pada bidang ekonomi untuk kesejahteran umat. Kata kunci: lembaga keuangan mikro syariah; BMT; masjid; IKADI ABSTRACTIslamic microfinance institutions are quite developed in Indonesia. Islamic financial institutions can help people to solve economic problems that encourage government programs to reduce poverty. Islamic microfinance institutions can be assisted in their development through mosques. The mosque, which is a place of worship for Muslims, has the potential to encourage government programs through a form of sharia microfinance institution, namely BMT (Baitul Maal Wat Tamwil). The mosque has sufficient assets from the community and can be managed productively for the interests and needs of the community, especially the community around the mosque. The implementation of this service aims to increase participants' understanding of Islamic Microfinance Institutions. Participants in the service activities were the administrators of the Mu'allimin Mosque and members of IKADI (Indonesian Da'I Association) Palembang City. The result of this service activity is that participants can understand more clearly about the material for optimizing and utilizing mosque funds and the benefits of Islamic Microfinance Institutions for the community. It is hoped that in the future the service activities will increase the understanding of Islamic microfinance institutions, namely that mosques can play a role in the economic sector for the welfare of the people. Keywords: islamic microfinance institutions; BMT (Baitul Maal Wat Tamwil); mosque
PELATIHAN PENGOLAHAN RUMPUT LAUT UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Fajria Sari Sakaria; Rahmawati Nur Annisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13255

Abstract

ABSTRAKCOVID-19 merupakan salah satu ancaman bagi masyarakat terutama pada masalah ekonomi, untuk mencegah hal tersebut masyarakat perlu menghasilkan pendapatan tambahan. Pola mata pencaharian di Desa Raja sangat terkait dengan sumberdaya laut. Untuk meningkatkan nilai tambah, maka dilakukan pengembangan usaha budidaya rumput laut. Mengingat semakin pentingnya kegiatan ekonomi kreatif terutama pada usaha mikro, maka perlu adanya penerapan ipteks pada ibu-ibu kelompok majelis taklim  dalam membuat produk berbahan dasar rumput laut.  Metode Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu Majelis Taklim dan pengolah jajanan tradisional dengan total peserta sebanyak 20 orang. Untuk memotivasi dan meningkatkan wawasan serta keterampilan mereka maka dilakukan kegiatan dengan tahapan sebagai berikut: (1) Tahap persiapan, meliputi: survey tempat, jumlah peserta, mempersiapkan bahan dan alat untuk pelatihan, tahap pelaksanaan kegiatan; (2) Tahap pelaksanaan kegiatan dengan metode penyuluhan dan pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dengan penyuluhan menyebabkan adanya pengetahuan baru dan meningkatkan kesadaran peserta akan manfaat rumput laut terhadap Kesehatan bila digunakan dalam makanan. Selain itu bertambahnya pengetahuan dan minat untuk menggunakan media online. Kegiatan pelatihan pembuatan manisan rumput laut telah tercapai dan berhasil, yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu kelompok majelis taklim  dalam mengolah produk olahan berbahan dasar rumput laut. Kata kunci: rumput laut; manisan; covid-19; desa raja ABSTRACTCOVID-19 is a threat to society, especially on economic issues, to prevent this, community needs to generate additional income. Livelihood patterns in Raja Village are closely related to marine resources. To increase the added value, the development of seaweed cultivation is carried out. Given the increasing importance of creative economic activities, especially in micro businesses, it is necessary to apply science and technology to women of seaweed fishermen groups in making seaweed-based products. This activity involves the mothers of Majelis Taklim group and traditional snack processors with a total of 20 participants. To motivate and improve their insights and skills, activities are carried out with the following stages: (1) Preparatory stages, including: site surveys, number of participants, preparing materials and tools for training, stages of implementation of activities; (2) Stage of implementation of activities with extension and training methods. The results of the activity showed that counseling led to new knowledge and increased participants' awareness of the health benefits of seaweed when used in food. In addition, increasing knowledge and interest in using online media. Training activities on making seaweed sweets have been achieved and succeeded, namely increasing the knowledge and skills of mothers of the Majelis Taklim group in processing processed products made from seaweed. Keywords: seaweed; sweets; covid-19; raja village