cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
PELATIHAN TEKNIK PENINGKATAN KUALITAS TIDUR PADA KADER KESEHATAN DI DESA BANTARJAYA Hajar Nur Fathur Rohmah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13630

Abstract

ABSTRAKTidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia dimana kualitasnya dipengaruhi oleh faktor fisiologis, psikologis dan faktor lingkungan. Ibu hamil dengan kualitas tidur yang buruk berakibat pada gangguan fisik, gangguan psikologis (cepat marah, kehilangan memori, timbul halusinasi, ilusi) dan berdampak pula pada janinnya. Untuk mengatasi gangguan tidur tersebut dibutuhkan peran kader Kesehatan sebagai perpanjangan tangan tenaga Kesehatan dalam memberikan edukasi kepada ibu hamil terkait informasi dan keterampilan / teknik meningkatkan kualitas tidur yang efektif dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dilakukan pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Kesehatan tentang teknik untuk meningkatkan kualitas tidur ibu hamil dan bersedia untuk menyebarluaskannya kepada ibu hamil yang berada di wilayah Desa Bantarjaya. Melalui bimbingan kader ini diharapakan ibu hamil dapat memberdayakan diri mengatasi keluhan sulit tidur yang dialami. Dengan demikian keluhan ibu hamil dapat berkurang seiring dengan adanya perbaikan dari kualitas tidurnya yang dapat diupayakan dengan metode non farmakologi dimana metode tersebut tidak berbahaya bagi Kesehatan janin yang dikandung. Metode pelaksanaan adalah dengan memberikan pelatihan kepada kader kesehatan tentang macam-macam teknik/cara meningkatkan kualitas tidur ibu hamil. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pelatihan ini adalah pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan mengalami peningkatan. Kata Kunci : kualitas tidur; aroma terapi lavender; teknik relaksasi nafas dalam; masase ABSTRACTSleep is one of the basic human needs where the quality is influenced by physiological, psychological and environmental factors. Pregnant women with poor sleep quality result in physical disturbances, psychological disorders (irritability, memory loss, hallucinations, illusions) and also have an impact on their fetus. To overcome this sleep disorder, the role of health cadres is needed as an extension of health workers in providing education to pregnant women regarding information and skills/techniques to improve sleep quality that are effective and easy to apply in everyday life.  The purpose of this training is to increase the knowledge and skills of health cadres on how to improve the sleep quality of pregnant women and are willing to disseminate it to pregnant women who are in the Bantarjaya Village area. Through the guidance of these cadres, it is hoped that pregnant women can manifest their complaints about their difficulty sleeping. Thus the complaints of pregnant women can be reduced along with the improvement of the quality of sleep which can be pursued with non-pharmacological methods where these methods are not harmful to the health of the unborn fetus. The implementation method is to provide training to health cadres on various techniques/how to improve the quality of sleep for pregnant women. The results obtained from this training activity were that the knowledge and skills of health cadres had increased. Keywords: sleep quality; lavender aromatherapy; deep breathing relaxation techniques; massage
UPAYA PENURUNAN STUNTING MELALUI KELAS PASANGAN RAMAH ANAK (PARANA) DI DESA KEMBANG KERANG KECAMATAN AIKMEL LOMBOK TIMUR Cahaya Indah Lestari; Catur Esty Pamungkas; Siti Mardiyah W.D.; Rizkia Amilia; Ni Wayan Ari Adiputri; Risa Arieska; Evi Diliana Rospia; Indriyani Makmun; Aulia Amini; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Sophia Sarah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13683

Abstract

ABSTRAKStunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kondisi gagal tumbuh pada anak balita disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama serta terjadinya infeksi berulang, dan kedua faktor penyebab ini dipengaruhi oleh pola asuh yang tidak memadai terutama dalam 1.000 HPK. Pentingnya orang tua memiliki pengetahuan terkait upaya pencegahan stunting. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan orang tua tentang menjadi orang tua idaman/orang tua hebat dan cinta dan penghargaan dalam keluarga, meningkatkan pengetahuan orang tua tentang MPASI serta pentingnya memberikan stimulasi dan bermain dengan anak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah, pemberian leaflet dan metode pre - post test dalam bentuk kuesioner. Pengabdian masyarakat ini bermitra dengan Bidan di Puskesmas Aikmel. Adapun yang menjadi sasaran dari kegiatan ini yaitu orang tua yang memiliki bayi dan balita di Desa Kembang Kerang, sejumlah 20 orang. Instrumen yang digunakan adalah power point, leaflet dan kuesioner. Berdasarkan hasil pretest dan posttest dari kegiatan yang dilakukan dapat dilihat terjadi peningkatan pengetahuan orang tua dari nilai pretest dalam kategori kurang sebesar 45 % (9 orang) meningkat menjadi sebagian besar kategori pengetahuan baik sebesar 75 % (15 orang) pada saat posttest. Hal ini menunjukkan bahwa para peserta dapat menerima edukasi yang diberikan dengan baik. Kata kunci: pendidikan kesehatan; parana; stunting ABSTRACTStunting in families is a condition of failure to thrive in children under five due to chronic malnutrition, especially in the first 1,000 days of life (HPK). The condition of failure to thrive in children under five is caused by a lack of nutritional intake for a long time and the occurrence of repeated infections, and these two causative factors are influenced by inadequate parenting, especially in 1,000 HPK. It is important for parents to have knowledge regarding stunting prevention efforts. The purpose of this community service activity is to increase parental knowledge about being ideal parents/great parents and love and respect in the family, increase parental knowledge about solids and the importance of providing stimulation and playing with children. The method used in this activity is the lecture method, giving leaflets and the pre-post test method in the form of a questionnaire. The subject of this community service is all parents in Kembang Kerang Village, East Lombok. The instruments used were power points, leaflets and questionnaires. Based on the results of the pretest and posttest of the activities carried out, it can be seen that there was an increase in parents' knowledge from the pretest score in the less category of 45% (9 people) increasing to the majority of good knowledge categories of 75% (15 people) during the posttest. This shows that the participants can receive the education provided properly. Keywords: health education; parana; stunting
PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI RT.04 DESA WONOREJO KABUPATEN TANAH BUMBU Anggun Wulandari; Dewi Kusuma Wardani; Diva Dhiya Ulhaq; Salsabila Salsabila; Risma Dwi Noviasari; Elsa Fahrina Hayati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13421

Abstract

ABSTRAKSampah adalah material sisa yang sudah tidak dapat dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang. Pada tahun 2019, Kabupaten Tanah Bumbu menyumbang 140 ton sampah per hari. Berdasarkan hasil diagnosa komunitas, sebanyak 45KK di RT.04 Desa Wonorejo mengelola sampah dengan metode pembakaran. Upaya yang dilakukan untuk menanggulangi permasalahan tersebut adalah dengan program pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan pembakaran sampah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meminimalisir permasalahan pembakaran sampah. Metode yang digunakan adalah dengan ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Instrumen kegiatan ini diantaranya adalah kuesioner pre dan post test. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa setelah dilaksanakannya kegiatan penyuluhan dan re-strukturasi kader, terjadi peningkatan pengetahuan warga dan didapatkan 10 Kader Peduli Lingkungan. Pada kegiatan pelatihan, Kader berhasil menghasilkan kerajinan yang terdapat di buku saku kader menggunakan sampah plastik rumah tangga. Selain itu, Kader beserta masyarakat RT.04 Desa Wonorejo juga berhasil membangun Tempat Pembuangan Sampah (TPS) berskala RT. Sesudah dilakukannya penyuluhan dan terbangunnya TPS, hanya 26,67% warga yang memanfaatkan TPS dan sebanyak 73,33% warga masih melakukan pembakaran sampah di rumah. Kata kunci: sampah; pembakaran sampah; pengolahan; pengetahuan ABSTRACTGarbage is leftover material that is no longer usable, unwanted or something that must be disposed of. In 2019, Tanah Bumbu Regency contributed 140 tons of waste per day. Based on the results of the community diagnosis, as many as 45 households in RT.04 Wonorejo Village manage waste using the burning method. Efforts made to overcome these problems are with community empowerment programs in the management of waste burning. The purpose of this activity is to minimize the problem of burning waste. The methods used are lectures, discussions, and demonstrations. The instruments for this activity include pre and post test questionnaires. The results of the service showed that after the counseling and cadre re-structuring activities were carried out, there was an increase in the knowledge of the residents and 10 Environmental Care Cadres were obtained. During the training activities, the cadres managed to produce crafts found in the cadres' pocket books using household plastic waste. In addition, Cadres and the community of RT.04 Wonorejo Village also succeeded in building a RT-scale Garbage Disposal Site (TPS). After counseling and the construction of TPS, only 26.67% of residents used TPS and 73.33% of residents still burned waste at home. Keywords: waste; garbage burning; management; knowledge
UPAYA MENCIPTAKAN KESEJAHTERAAN TUMBUH KEMBANG ANAK MELALUI PENDAMPINGAN ORANG TUA GUNA MENGHINDARI RISIKO TERJADINYA KEKERASAN PADA ANAK Yulianti Yulianti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13133

Abstract

ABSTRAKKondisi kesehatan anak saat ini   menentukan masa depan bangsa, sehingga  upaya peningkatan kualitas hidup anak perlu ditingkatkan secara optimal. Anak (0-18 tahun) berada pada tumbuh kembang yang sangat dipengaruhi oleh tiga kebutuhan dasar yaitu asuh, asih dan asah. Tidak semua anak dapat memperoleh kebutuhan dasarnya secara layak,    masih banyak anak mengalami perilaku yang tidak menyenangkan seperti tindak kekerasan dan penelantaran yang dilakukan oleh orang- orang terdekat. Dalam mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan sosialisasi dan pendampingan dengan memberikan pengetahuan kepada WUS. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada WUS untuk pentingnya menciptakan kesejahteraan tumbuh kembang anak usia sekolah. Metode pengabdian masyarakat dengan metode penyuluhan dan pendampingan WUS dalam meningkatkan pengetahuan untuk pentingnya menciptakan kesejahteraan tumbuh kembang anak usia sekolah. Hasi Pengabdian masyakat ini didapatkan bahwa tingkat pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan dan pendampingan pada WUS sebanyak 30 orang (80,47%) dan setelah diberikan penyuluhan dan pendampingan sebanyak 30 orang (91,66%), sehingga terdapatnya peningkatan yang signifikan sebanyak 30 orang (11,19%). Kata kunci: wanita usia subur; kekerasan anak ABSTRACTThe current health condition of children determines the future of the nation, so that efforts to improve the quality of life of children need to be optimally improved. Children (0-18 years) are in a growth and development period which is strongly influenced by three basic needs, namely nurturing, loving care and sharpening. Not all children can get their basic needs properly, many children still experience unpleasant behavior such as acts of violence and neglect by those closest to them In overcoming this problem, socialization and assistance can be carried out by providing knowledge to WUS. This community service is carried out with the aim of providing knowledge to WUS for the importance of creating well-being for the growth and development of school-age children. The community service method uses counseling and mentoring for WUS in increasing knowledge for the importance of creating well-being for the growth and development of school-age children. The results of this community service found that the level of knowledge before being given counseling and assistance to WUS was 30 people (80.47%) and after being given counseling and mentoring were 30 people (91.66%), so there was a significant increase of 30 people (11 ,19%). Keywords: women of reproductive age; child violence
PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA MELALUI KEGIATAN MEDONGENG KEONG MAS DI DESA KARANGREJO KECAMATAN KANDAT KABUPATEN KEDIRI Encil Puspitoningrum; Endang Waryanti; Moch. Muarifin; Sempu Dwi Sasongko; Andri Pitoyo; Subardi Agan; Sujarwoko Sujarwoko; Sardjono Sardjono; Marista Dwi Rahmayantis; Nur Lailiyah; Chelya Ilham Ramdani Putra; Tegar Wahyu Nugroho
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13629

Abstract

ABSTRAKPengabdian masyarakat merupakan kegitan rutin yang harus dijalankan oleh dosen untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan tinnggi. Untuk memenuhi hal tersebut Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Nusantara PGRI Kediri menjalin kerjasama dengan Pemerintah Desa Karangrejo Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri. Sasaran Pengabdian ini adalah anak-anak yang berusia 7 – 12 tahun yang masih belajar pada jenjang pendidikan dasar. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendukung salah satu program pemerintah yaitu mencetak siswa yang berkarakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Demi menumbuhkan karakter anak yang unggul, mereka diberikan dongeng Keong Mas yang juga merupakan cerita yang berkembang di wilayah Kediri. Dengan dongeng yang diberikan, anak-anak mampu mempelajari dan memperoleh hal baru yang positif sehingga secara berkala karakter mereka terbentuk. Pengabdian ini dilaksanakan dengan tiga tahapan yaitu tahapan awal yaitu perancanaan yang melibatkan anggota pengabdian. Dilanjutkan pada tahap kedua yaitu koordinasi dengan Pemerintah Desa Karangrejo mengenai pelaksanaan pengabdian dan tahap terakhir yaitu tahap pelaksanaan. Hasil pengabdian ini menunjukkan adanya minat dan antusias dari anak-anak peserta pengabdian. Pesan-pesan moral yang terdapat pada dongeng Keong Mas secara tersirat disampaikan dan dapat diterima dengan baik oleh peserta. Kata kunci: mendongeng; penguatan profil pelajar pancasila ABSTRACTCommunity service is a routine activity that must be carried out by lecturers to carry out the Tri Dharma of Higher Education. To fulfill this, the Indonesian Language and Literature Education Study Program, Nusantara PGRI Kediri University, established a collaboration with the Karangrejo Village Government, Kandat District, Kediri Regency. The target of this service is children aged 7-12 years who are still studying at the basic education level. This research was carried out with the aim of supporting one of the government's programs, namely to produce students with character according to the Pancasila Student Profile. For the sake of cultivating superior children's character, they are given the Keong Mas fairy tale which is also a story that developed in the Kediri region. With the fairy tales given, children are able to learn and acquire positive new things so that their characters are periodically formed. This service is carried out in three stages, namely the initial stage, namely planning which involves service members. Followed by the second stage, namely coordination with the Karangrejo Village Government regarding the implementation of community service and the final stage, namely the implementation stage. The results of this service show the interest and enthusiasm of the children participating in the service. The moral messages contained in the Keong Mas fairy tale are implicitly conveyed and well received by the participants. Keywords: storytelling; strengthening the profile of pancasila students.
PROGRAM KULIAH KERJA NYATA TEMATIK DALAM PERMBERDAYAAN MASYARAKAT STUNTING DIKELURAHAN DATARAN TINGGI, BINJAI, SUMATERA UTARA Ameilia Zuliyanti Siregar; Paulina N. Hutapea; Abdi Z.H. Barus; Sarah Mahesha; Angelica C. Silaen; Windy E. Siregar; Aimanda R. Nasution; Karissa Divya A.
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.12379

Abstract

ABSTRAKKuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu model pengabdian masyarakat melalui aktivitas mahasiswa dari Perguruan tinggi. KKN diarahkan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi masyarakat sesuai dengan potensi dan kebutuhan di lapangan. Stunting, salah satu masalah strategis yang dialami masyarakat di Sumatera Utara khususnya dikelurahan dataran tinggi, binjai, sumatera utara. Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan “Pencegahan Stunting” merupakan wujud implementasi tema Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT)  di Dataran Tinggi, Binjai Timur. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan September – Desember 2022, bertempat di Kelurahan Dataran Tinggi, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai. Program sosialisasi dan pelatihan pencegahan stunting dilaksanakan dengan mengadopsi pengetahuan “Isi Piringku” dan pentingnya minum susu yang menjelaskan makanan terdiri dari karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan air Mitra yang terlibat dalama program KKNT diantaranya adalah anak-anak, remaja, pemuda, ibu-ibu PKK, ibu-ibu Posyandu dan masyarakat sekita.  Selanjutnya, kegiatan sosialisasi pola asuh dan memenuhi kebutuhan gizi ibu dan anak pada ibu perlu ditingkatkan. Kemudian, pelatihan cuci tangan menggunakan sabun dengan menerapkan 7 langkah cara cuci tangan menggunakan sabun untuk membunuh mikroorganisme berjalan dengan lancar. Program “Paru Paru Dunia “ dengan menanam pohon buah-buahan, seperti manga, rambutan,  dan kelengkeng sebagai sumber oksigen dan bermanfaat untuk dikonsumsi masyarakat. Program KKNT diharapkan tetap dilaksanakan oleh Universitas Sumatera Utara sebagai wadah mahasiswa mengaktualisasikan pengetahuan, wawasan dan mendapat pengalaman untuk membantu mengatasi permasalahan dan berinteraksi di masyarakat.  Kata kunci: kuliah kerja nyata; sosialisasi; stunting ABSTRACTCommunity Services Programme (CSP) is a model of community service through student activities from tertiary institutions. KKN is directed at solving problems faced by the community in accordance with the potential and needs in the field. Stunting, one of the strategic problems experienced by people in North Sumatra, especially in the highlands village, Binjai, North Sumatra. The "Stunting Prevention" training and socialization activity is a form of implementing the Thematic Real Work Lecture (KKNT) theme in the Highlands, East Binjai. This activity was carried out in September - December 2022, taking place in the Highland Village, East Binjai District, Binjai City. The stunting prevention outreach and training program is carried out by adopting the knowledge of "Fill My Plate" and the importance of drinking milk which explains that food consists of carbohydrates, protein, vitamins, minerals, and air. Partners involved in the Thematic Real Work Lecture (KKNT) program include children schools, elementary schools, teenagers, youth, PKK mothers, Posyandu mothers and the surrounding community. Furthermore, parenting socialization activities and meeting the nutritional needs of mothers and children in mothers need to be increased. Then, training on hand washing with soap by applying the 7 steps on how to wash hands with soap to kill microorganisms runs smoothly. The “World Lungs” program by planting fruit trees, such as manga, rambutan and longan as a source of oxygen and is beneficial for people's consumption. It is hoped that the KKNT program will continue to be implemented by the University of North Sumatra as a forum for students to actualize knowledge, insights and gain experience to help solve problems and interact in society.  Keywords: real work lectures; socialization, stunting
PENGENALAN BERTANAM KAKTUS DAN SUKULEN BAGI ANAK-ANAK USIA DINI DI JEMBER Dyah Ayu Savitri; Noer Novijanto; Rufiani Nadzirah; Hasbi Mubarak Suud
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13792

Abstract

ABSTRAKBerkebun merupakan kegiatan yang dapat dilakukan oleh berbagai kalangan, mulai dari pemuda, orang tua bahkan anak-anak. Pengenalan kegiatan berkebun dapat dijadikan salah satu upaya mendidik karakter peduli lingkungan pada anak-anak usia dini. Kaktus dan sukulen tergolong dalam tanaman hias yang umum digunakan untuk melengkapi hiasan baik didalam maupun di luar ruangan. Sifatnya yang mudah untuk dibudidaya serta memilki nilai estetika menjadikan kaktus dan sukulen digemari untuk ditanam masyarakat. Program pengabdian ini dilakukan dengan cara memperkenalkan siswa PAUD Surenesia Jember Jawa Timur untuk menanam tanaman kaktus dan sukulen didalam pot. Kegiatan ini bertujuan untuk: 1) Memperkenalkan tanaman kaktus dan sukulen kepada anak-anak usia dini, 2) Memperkenalkan media tanam untuk budidaya kaktus dan sukulen dan 3) Memperkenalkan cara menanam kaktus dan sukulen menggunakan pot. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui tiga tahap, yakni sosialisasi, praktek dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah 20 siswa PAUD Surenesia, Jember, Jawa Timur. Berdasarkan hasil evaluasi Pre-Test dan Post Test, terjadi peningkatan kemampuan peserta untuk menanam kaktus dan sukulen didalam pot. Adanya kegiatan ini diharapkan dapat menjadi stimulus untuk menanamkan karakter peduli dan cinta lingkungan pada anak-anak usia dini. Kata kunci: anak; kaktus; lingkungan; sukulen ABSTRACTGardening is an activity that can be carried out by various groups, ranging from youth, parents and even children. The introduction of gardening activities can be used as an effort to educate the character of caring for the environment in early childhood. Cactus and succulents are classified as ornamental plants that is easy to cultivate and has aesthetic value makes cacti and succulents popular for community planting. This service program is carried out by introducing students to plant cactus and succulent plants in pots. This activity aims to: 1) Introduce cactus and succulent plants to young children, 2) Introduce growing media for cactus and succulent cultivation and 3) Introduce how to plant cacti and succulents using pots. The implementation of this activity was carried out through three stages, namely socialization, practice and evaluation. The target of the activity was 20 students of PAUD Surenesia, East Java. Based on the results of the Pre-Test and Post Test evaluations, there was an increase in the participants' ability to plant cacti and succulents in pots. The existence of this activity is expected to be a stimulus to instill the character of caring and loving the environment in early childhood. Keywords: child; cactus; environment; succulent
PENINGKATAN KUALITAS PRODUK GANDOS DI UKM NUR WAHID, SURAKARTA MELALUI PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) DAN DIGITAL MARKETING Dian Rachmawanti Affandi; Prakoso Adi; Yenny Febriana Ramadhan Abdi; Rizka Mulyani; Rahmania Nur Afiah; Khusnul Khotimah; Anis Asmediana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13351

Abstract

ABSTRAKUKM Nur Wahid adalah produsen makanan lokal/tradisional sejak tahun 2010 yang  berlokasi di Kelurahan Banyuanyar, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, fasilitas produksi yang digunakan UKM Nur Wahid cenderung belum memenuhi standar GMP atau dapat dikatakan belum layak dan cenderung rawan menimbulkan permasalahan keamanan pangan. Ketidaklayakan kondisi tempat produksi serta fasilitas peralatan yang sudah mulai usang dan berkarat mengakibatkan pengurusan P-IRT dari UKM Nur Wahid menjadi terhambat hingga saat ini, sehingga produk gandos dari UKM ini belum memiliki P-IRT. Permasalahan lain yang menjadi kendala adalah SOP proses produksi produk Gandos. UKM Nur Wahid belum memiliki SOP proses pembuatan gandos, sehingga menyebabkan mutu dari gandos yang diproduksi belum memiliki standar yang terukur. Selain itu, UKM Nur Wahid dalam melakukan kegiatan pemasaran masih mengandalkan metode konvensional, hal ini juga menjadi permasalahan yang dapat menghambat berkembangnya usaha kue Gandos ini.  Sebagai upaya dalam menyelesaikan masalah yang terjadi pada UKM Nur Wahid, maka Tim Pengabdian UNS bersinergi dengan UKM Nur Wahid untuk menyelenggarakan program (1) Pelatihan GMP untuk persiapan pengurusan sertifikat P-IRT, (2) Pendampingan penyusunan SOP produksi gandos, (3) Pelatihan Pemasaran produk menggunakan metode digital marketing. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas produksi Gandos di UKM Nur Wahid. Kata kunci: gandos; implementasi; kue tradisional; pemasaran digital. ABSTRACTUKM Nur Wahid is a local/traditional food producer since 2010 which is located in Banyuanyar Village, Surakarta City, Central Java. Based on the results of observations that have been made, the production facilities used by UKM Nur Wahid tend not to meet GMP standards or can be said to be inadequate and prone to causing food safety problems. The inadequacy of the conditions of the production site and equipment facilities that were already worn out and corroded had resulted in the processing of P-IRT from UKM Nur Wahid being hampered until now, so that gandos products from this UKM did not yet have a P-IRT. Another problem that becomes an obstacle is the SOP for the production process of Gandos products. UKM Nur Wahid does not yet have an SOP for the process of making gandos, so that the quality of the gandos produced does not yet have measurable standards. In addition, Nur Wahid's UKM in carrying out marketing activities still relies on conventional methods, this is also a problem that can hinder the development of this Gandos cake business. As an effort to solve the problems that occurred in Nur Wahid's UKM, the UNS Service Team worked together with Nur Wahid's UKM to organize programs (1) GMP training in preparation for obtaining P-IRT certificates, (2) Assistance in preparing gandos production SOPs, (3) Training Product marketing uses digital marketing methods. The purpose of this activity is to improve the quality of Gandos production at UKM Nur Wahid. Keywords: gandos; implementation; traditional cake; digital marketing.
WORKSHOP PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN BERMAKNA DI SD MUHAMMADIYAH 2 SIDOARJO Septi Budi Sartika; Fitri Mur Fatimah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13249

Abstract

ABSTRAKKegiatan abdimas ini dilatarbelakangi adanya kekhawatiran guru tentang materi pembelajaran yang disampaikan kepada peserta didik hanya bersifat akademik, belum sampai pada memaknai konsep materi. Tujuan kegiatan abdimas ini ialah memberikan materi salah satu model pembelajaran yang kontekstual dan bermakna, yaitu model pembelajaran pemaknaan. Kegiatan ini diikuti oleh 20 guru SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo dengan latar belakang guru kelas dan guru mata pelajaran. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi 3 yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan sebagai berikut: 1) pada tahap perencanaan telah terlaksana dengan baik, mulai penyusunan materi dan kisi-kisi soal pretest dan posttest, 2) pada tahap pelaksanaan telah terlaksana dengan baik, mulai pemberian pretest, materi, pendampingan, dan posttest dimana mengalami peningkatan pemahaman guru dengan kategori rendah dari 56,68 menjadi 66,84, dan 3) pada tahap evaluasi telah dilakukan refleksi dan rencana tindak lanjut yaitu akan melakukan revisi perangkat dan instrumen setelah direview dan mengimplementasikan di kelas masing-masing untuk mencatat kendala-kendala yang dihadapi untuk perbaikan perangkat dan instrumen. Kegiatan abdimas ini bisa dilanjutkan dengan pendampingan implementasi model pembelajaran pemaknaan di kelas. Kata kunci: guru; kontekstual dan bermakna; kompetensi; SD; workshop ABSTRACTThis community service activity was motivated by the teacher's concern about the learning material presented to students only academically, not yet understanding the concept of the material. The purpose of this community service activity is to provide material for one of the contextual and meaningful learning models, namely the meaning learning model. This activity was attended by 20 teachers of SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo with the background of classroom teachers and subject teachers. The method of implementing the activities includes 3, namely planning, implementation, and evaluation. The results of the activities are as follows: 1) at the planning stage it has been carried out well, starting with the preparation of materials and grids of pretest and posttest questions, 2) at the implementation stage it has been carried out well, starting with the provision of pretest, material, mentoring, and posttest which has increased understanding of teachers in the low category from 56.68 to 66.84, and 3) at the evaluation stage, reflection and follow-up plans have been carried out, namely revising tools and instruments after being reviewed and implementing them in their respective classes to note the obstacles faced for repair of devices and instruments. This community service activity can be continued with assistance in implementing the meaning learning model in the classroom. Keywords: teacher; contextual and meaningful; competency; primary school; workshop
PEMBERDAYAAN IBU PKK MELALUI PENYULUHAN PENGOLAHAN BANDENG SEBAGAI PRODUK BERDAYA JUAL EKONOMIS DI DESA LEMBAR, LOMBOK BARAT Setyaning Pawestri; Miftahul Rizkia M.; Tina Sonia; Ni Luh Vidya Wulandhari; Yogi Saputra; Evi Ariani Sutomo; Arrum Fitrianingsih; Safira Safira; Rujiatul Azmi; Qotrin Mujahidah; Winda Yuli Alfina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13740

Abstract

ABSTRAKBudidaya bandeng menjadi salah satu penopang ekonomi di Desa Lembar, Lombok Barat. Meskipun demikian, harga panen bandeng yang cenderung murah di pasaran belum mampu mendorong masyarakat ke level sejahtera. Menyelaraskan dengan upaya peningkatan ekonomi lewat pariwisata Pantai Serpik yang terletak di Desa Lembar dan meniliki potensi pengembangan olahan bandeng serta banyaknya ibu-ibu rumahtangga non produktif di Desa Lembar maka dilakukan penyuluhan pengolahan produk bandeng. Lewat penyuluhan ini, peserta penyuluhan mendapatkan ilmu terkait pengembangan produk bandeng, prospek bisnis olahan bandeng, pengemasan dan pelabelan, serta pengurusan SPP-IRT. Diharapkan dengan adanya penyuluhan ini, maka akan tumbuh bisnis pengolahan bandeng di Desa Lembar yang bisa membantu meningkatkan kondisi ekonomi. Selain itu, dapat menjadi komplementer pengembangan pariwisata yang dapat digunakan sebagai oleh-oleh. Kata kunci: pengolahan bandeng; Desa Lembar; wirausaha bandeng; pengembangan produk ABSTRACTMilkfish cultivation is one of the pillars of the economy in Lembar Village, West Lombok. However, the price of harvested milkfish in the market is quite cheap, hence; has not been able to improve the community living condition to a prosperous level. Aligning with efforts to increase the economy through Serpik Beach tourism which is located in Lembar Village and the potential for the development of processed milkfish products as well as a large number of non-productive housewives in Lembar Village, socialization on milkfish product processing was carried out. Through this socialization, the participants gain knowledge related to milkfish product development, business prospects for milkfish products, packaging and labeling, and SPP-IRT. It is hoped that with this socialization, a milkfish processing business will grow in Lembar Village which can help improve economic conditions. In addition, it can be a complement to tourism development which can be used as souvenirs. Keywords: milkfish processing; Lembar Village; milkfish entrepreneurs; product development