cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
PENINGKATAN PENGETAHUAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING (MP) ASI DALAM PENCEGAHAN GIZI BURUK PADA BALITA Yesvi Zulfiana; Nurul Fatmawati; Yopi Suryatim Pratiwi; Irni Setyawati; Siskha Maya Herlina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14912

Abstract

ABSTRAKMasa bayi sering dipandang sebagai masa yang membutuhkan peran orang tua untuk menyatukan tumbuh kembang anak. Dalam laporan RISKESDAS 2018 balita gizi kurang di Indonesia tercatat sebesar 17.7%  masih dibawah taret RJPMN yaitu 17%. Masalah tersebut muncul bukan hanya karena kekurangan pangan namun bisa dari faktor lain seperti pemberian MP-ASI yang tidak adekuat tidak sesuai dengan kebutuhan gizi yang ada diusianya dan penyapihan dini. Tidak banyak ibu yang mengetahui cara pemberian gizi seimbang melalui MP-ASI, sehingga berdampak pada masalah pemenuhan gizi pada balita yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI yang tepat untuk memberikan gizi yang tepat pada bayi. Metode: penyuluhan, diskusi, tanya jawab, serta pretest dan posttest. Hasil:terjadi peningkatan pengetahuan ibu balita yang memiliki pengetahuan baik sebesar 33,4% yaitu dari 41,6% meningkat menjadi 75%, Kesimpulan: terjadi peningkatan pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI (MPASI)yang tepat sebagai upaya pencegahan gizi buruk setelah diberikan penyuluhan Peserta yang hadir dengan antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ibu banyak bertanya, terutama bagaimana membuat MPASI. Kata kunci: gizi buruk; MP-ASI; bayi ABSTRACTInfancy is often seen as a period that requires the role of parents to unify the child's growth and development. In the 2018 RISKESDAS report, malnutrition in Indonesia was recorded at 17.7%, still below the RJPMN target of 17%. This problem arises not only because of food shortages but can also be caused by other factors such as inadequate complementary feeding, not in accordance with the nutritional needs of their age and early weaning. Not many mothers know how to provide balanced nutrition through MP-ASI, so that it has an impact on nutritional fulfillment problems in toddlers which can hinder children's growth and development. The purpose of this service is to increase mother's knowledge about giving proper MP-ASI to provide proper nutrition to babies. Methods: counseling, discussion, question and answer, and pretest and posttest. Result: there was an increase in the knowledge of mothers who had good knowledge of 33.4%, from 41.6% increased to 75%, Conclusion: there was an increase in mother's knowledge about appropriate complementary foods for ASI (MPASI) as an effort to prevent malnutrition after being given counseling The participants who attended enthusiastically took part in the activity. Mom asked a lot, especially how to make solids. Keywords: malnutrition; MP-ASI; babies
PENYULUHAN METODE ”CERDIK” SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN HIPERTENSI DI DESA WONOREJO RT 7 DAN 9 KECAMATAN SATUI Fahrini Yulidasari; Helma Salsabila; Ghina Aristawidya Sedar; Ghea Athirah Novrita Putri; Havefah Putery; Havira Alvin Zawary
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15214

Abstract

ABSTRAKSampai saat ini hipertensi masih menjadi suatu masalah yang cukup besar. Prevalensi hipertensi di Indonesia berdasarkan Data Riskesdas tahun 2018 adalah 34,1%. Salah satu provinsi dengan prevalensi kejadian hipertensi tertinggi adalah Kalimantan Selatan sebesar 44,1%. Berdasarkan hasil diagnosa komunitas di Desa Wonorejo RT 7 & 9, didapatkan bahwa permasalahan yang ada adalah hipertensi, dengan jumlah penderita sebanyak 10 orang. Oleh sebab itu, dilakukan kegiatan intervensi berupa penyuluhan metode CERDIK dan pembentukan kader anti hipertensi dengan tujuan untuk pengendalian hipertensi guna menurunkan angka kejadian hipertensi. Kegiatan ini berlangsung secara offline dengan mematuhi protokol kesehatan. Rangkaian acara pada penyuluhan para responden diberi pre test untuk mengukur pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat mengenai hipertensi, lalu dilanjutkan dengan pemberian leaflet dan materi tentang hipertensi, setelah pemberian materi para responden diberikan post test untuk mengukur apakah ada peningkatan pengetahuan masyarakat. Setelah mendapatkan edukasi mengenai hipertensi semua responden dengan jumlah 10 orang memiliki pengetahuan yang baik terhadap penyakit hipertensi dengan persentase 100%. Pada akhir kegiatan penyuluhan diadakan pengukuran tekanan darah para responden oleh kader yang telah dipilih yang sebelumnya sudah diberi arahan dan pelatihan. Dengan diberikannya intervensi, responden yang semula belum mengetahui menjadi mengetahui dan memahami mengenai hipertensi. Kata kunci: CERDIK; hipertensi; penyuluhan. ABSTRACTUntil now, hypertension is still a big problem. The prevalence of hypertension in Indonesia based on the 2018 Riskesdas data is 34.1%. One of the provinces with the highest prevalence of hypertension is South Kalimantan at 44.1%. Based on the results of the community diagnosis in Wonorejo Village RT 7 & 9, it was found that the existing problem was hypertension, with 10 sufferers. Therefore, intervention activities were carried out in the form of counseling on the CERDIK method and forming anti-hypertensive cadres with the aim of controlling hypertension in order to reduce the incidence of hypertension. This activity takes place offline by complying with health protocols. The series of events at counseling the respondents were given a pre-test to measure knowledge, attitudes and community actions regarding hypertension, then continued with the distribution of leaflets and material about hypertension, after giving the material the respondents were given a post-test to measure whether there was an increase in public knowledge. After getting education about hypertension, all respondents with a total of 10 people had good knowledge of hypertension with a percentage of 100%. At the end of the counseling activity, the blood pressure measurement of the respondents was carried out by selected cadres who had previously been given direction and training. By giving the intervention, the respondents who did not know before became aware and understood about hypertension. Keywords: CERDIK; counseling; hypertension.
PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SD NEGERI KADILUWIH KECAMATAN SALAM Irham Nugroho; Khusnul Fatmawati; Amelia Hasna Fatikasari; Ajeng Novita Fitriana; Latif Febbi Yulianto; Nindita Dava Aulia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14202

Abstract

ABSTRAKImplementasi Profil Pelajar Pancasila di SD merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Masalah yang dihadapi adalah bagaimana cara memastikan pelajar benar-benar mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dari profil pelajar ke kehidupan sehari-hari. Hal ini merupakan tantangan bagi sekolah dasar untuk mengajarkan nilai-nilai Pancasila secara efektif serta memastikan para pelajar memahami dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Tujuan pengabdian ini berupaya menanamkan karakter siswa dengan memperkuat kemampuan dan potensi siswa dalam menilai baik dan buruk, menjunjung tinggi nilai-nilai yang baik, dan menghayatinya. Mekanisme yang akan diterapkan untuk kegiatan ini adalah model pemberdayaan masyarakat partisipatif, yakni Participatory Rural Appraisal (PRA). Metode PRA dipilih dikarenakan yang menghadapi masalah adalah mitra. Oleh karena itu, keterlibatan mitra dalam pemecahan masalah dan penyelesaiannya sangat diperlukan. Metode tersebut dibagi menjadi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa kemampuan guru mengenai proyek profil pelajar Pancasila telah meningkat dari 57% menjadi 77%. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan proyek profil pelajar Pancasila membuat para guru lebih mengetahui dan memahami materi tersebut. Selain itu, hasil kuesioner yang telah dibagikan kepada orang tua dalam kegiatan parenting menunjukkan bahwa tingkat kesepakatan mereka terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi, dengan hasil sebesar 97.33%. Hal ini menunjukkan bahwa ada dukungan dari orang tua terhadap kegiatan tersebut. Kata kunci: pendidikan karakter; pancasila; guru; peserta didik; pelatihan ABSTRACTImplementation of the Pancasila Student Profile in SD is an effort to improve the quality of education. The problem faced is how to ensure students really apply Pancasila values from student profiles to everyday life. This is a challenge for elementary schools to teach Pancasila values effectively and ensure students understand and apply them in their lives. The purpose of this service seeks to instill student character by strengthening students' abilities and potential in assessing good and bad, upholding good values, and living them. The mechanism that will be applied for this activity is a participatory community empowerment model, namely Participatory Rural Appraisal (PRA). The PRA method was chosen because the one facing the problem is the partner. Therefore, the involvement of partners in solving problems and solving them is very necessary. The method is divided into three stages, namely preparation, implementation, and report preparation. The results of the mentoring show that the teacher's ability regarding the Pancasila student profile project has increased from 57% to 77%. These results indicate that the Pancasila student profile project activities make the teachers know and understand the material better. In addition, the results of the questionnaires that were distributed to parents in parenting activities showed that their level of agreement with these activities was quite high, with a result of 97.33%. This shows that there is support from parents for these activities. Keywords: character education; pancasila; teachers; students; training
PEMANFAATAN LIMBAH PABRIK KELAPA SAWIT DI PT. PRATAMA KARYA NIAGA JAYA MENJADI PUPUK ORGANIK Suwandy Purba; Nelva Meyriani Ginting; Indra Budiman; Anita Rizky Lubis; Sary Gea
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15191

Abstract

ABSTRAKBerkembangnya perkebunan kelapa sawit diikuti dengan tumbuhnya pabrik kelapa sawit untuk produksi CPO dan turunan lainnya. Pabrik kelapa sawit menghasilkan limbah setelah produksi CPO. Limbah yang dihasilkan pabrik kelapa sawit, baik limbah padat maupun cair, mengandung senyawa makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman. PT Pratama Karya Jaya Niaga merupakan pabrik kelapa sawit di Batubara, yang menghasilkan limbah, kotor dan mengganggu aktivitas pabrik serta menimbulkan polusi dan bau yang tidak sedap.Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada pekerja di pabrik kelapa sawit untuk memanfaatkan limbah pabriknya menjadi pupuk organik melalui proses fermentasi atau Pengomposan. Metode kegiatan ini adalah survei, sosialisasi, pelatihan pembuatan composting. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah limbah pabrik kelapa sawit memiliki kadar Hara makro yang spesifik. Dengan pencampuran akan memberikan kualitas pupuk organik yang bagus. Pemanfaatan limbah pabrik kelapa sawit yang terakumulasi manfaatnya bagi tanaman yang akan berdampak positif bagi pekebun dan petani kelapa sawit serta lahan pertanian menjadi sehat kembali dan dapat meningkatkan hasil pertanian baik secara kualitas maupun kuantitas. Kata kunci: limbah pabrik kelapa sawit; pupuk organik; pengomposan ABSTRACTThe development of oil palm plantations is followed by the growth of palm oil mills for the production of CPO and other derivatives. Palm oil mills produce waste after CPO production. The waste produced by palm oil mills, both solid and liquid waste, contains macro and micro compounds needed by plants. PT Pratama Karya Jaya Niaga is a palm oil mill in Batubara, which produces waste, dirty and disrupts factory activities and causes pollution and unpleasant odors. The purpose of this service activity is to provide knowledge and skills to workers at the palm oil mill to utilize their factory waste into organic fertilizer through a fermentation or composting process. The methods of this activity are survey, socialization, training in composting. The result of this community service is that palm oil mill waste has specific macro nutrient levels. Mixing will provide good quality organic fertilizer. Utilization of accumulated palm oil mill waste benefits plants which will have a positive impact on oil palm planters and farmers and agricultural land becomes healthy again and can increase agricultural yields both in quality and quantity. Keywords: palm oil mill waste; organic fertilizer; composting
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN SAINS INOVATIF BERBASIS BOKAS (BOTOL DAN KARDUS BEKAS) BAGI GURU PAUD AS-SHOLIHAH BANYUMULEK TAHUN 2023 Islahudin Islahudin; Haifaturrahmah Haifaturrahmah; Hamzah Hamzah; Anas Setiawan; Hidayat Hidayat
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14563

Abstract

ABSTRAKPrioritas permasalahan yang dihadapi mitra yaitu guru PAUD As Sholihah Banyumulek belum bisa merancang media pembelajaran berbasis botol dan kardus bekas (BOKAS). Tujuan pengabdian ini yaitu 1) memberikan pelatihan bagi guru PAUD As Sholihah Banyumulek dalam merancang media pembelajaran sains inovatif berbasis botol dan kardus bekas (BOKAS); 2) memberikan pendampingan bagi guru PAUD As Sholihah Banyumulek dalam implementasi dalam pembelajaran menggunakan media pembelajaran sains inovatif berbasis BOKAS. Metode yang digunakan terdiri dari 3 langkah yaitu 1) Tahap persiapan, melakukan komunikasi awal dengan mitra, 2) Tahap pelaksanaan, berupa kegiatan sosialisasi dan implementasi pengabdian masyarakat, dan 3) Monitoring dan evaluasi untuk membantu mengatasi permasalahan yang ada pada kelompok mitra dengan memberikan masukan dan saran pada setiap kesulitan dalam membuat media pembelajaran sains inovatif berbasis BOKAS dan implementasinya dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil sosialisasi dan implementasi pengabdian kepada masyarakat tersebut dapat disimpulkan yaitu 1) sebesar 90% guru PAUD As Sholihah Banyumulek mampu merancang media pembelajaran inovatif berbasis BOKAS sesuai dengan topik pembelajaran yang sedang diajarkan; 2) sebesar 90% guru PAUD As Sholihah Banyumulek mampu menerapkan metode pembelajaran sains inovatif menggunakan media pembelajaran sains berbasis Botol dan Kardus Bekas (BOKAS) dalam pembelajaran di kelas. Kata kunci: media pembelajaran; sains; inovatif; BOKAS. ABSTRACTThe priority problem faced by the partner is the teacher of PAUD As-Sholihah Banyumulek can not design media learning based on the used bottle and cardboard box (BOKAS). The objectives of this service are 1) to provide training for PAUD As Sholihah Banyumulek teachers in designing innovative science learning media based on used bottles and cardboard (BOKAS); 2) to provide assistance for PAUD As Sholihah Banyumulek teachers in implementing learning using innovative science learning media based on BOKAS. The method used consists of 3 steps, namely 1) The preparation stage, conducting initial communication with the partners; 2) The implementation stage, in the form of socialization and implementation of community service; and 3) Monitoring and evaluation to help overcome existing problems in the partner group by providing input and suggestions on any shortcomings in making innovative science learning media based on BOKAS and its implementation in learning. Based on the results of the socialization and implementation of community service, it can be concluded that 1) 90% of PAUD As Sholihah Banyumulek teachers are able to design innovative learning media based on BOKAS according to the learning topic being taught; 2) 90% of PAUD As Sholihah Banyumulek teachers are able to apply innovative science learning methods using science learning media based on Used Bottles and Cardboard (BOKAS) in classroom learning. Keywords: learning media; science; innovative; BOKAS.
PEMBUATAN SISTEM INFORMASI INVENTARISASI TANAMAN BERBASIS QR-CODE DALAM PEMBELAJARAN IPA Ismi Aryanti Khusnul Khatimah; Bayu Widiyanto; Sutita Taowato; Afida Nurul Sabilla
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15152

Abstract

ABSTRAKSalah satu bukti pesatnya perkembangan teknologi digital, yaitu adanya QR-Code yang sangat bermanfaat, salah satunya bagi dunia pendidikan, yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPA yaitu pembuatan sistem informasi inventarisasi tanaman berbasis QR-Code untuk mengatasi kesulitan dalam mengidentifikasi berbagai jenis tanaman. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah; 1. Membuat QR-Code dan database inventarisasi tanaman; 2. Mengetahui respon peserta didik terkait pembuatan QR-Code dan database inventarisasi tanaman. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Annuban Wang Mai Sasanasart School yang terletak di Satun, Thailand Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh 3 guru dan 17 peserta didik. Pengabdian ini dilakukan dengan metode penelitian terapan, langkah kegiatannya yaitu pendataan jenis tanaman, pembuatan QR-Code, pemasangan QR-Code, dan pembagian angket kuesioner. Didapatkan respon bahwa 57,1% siswa mengetahui tujuan pemberian QR-Code, merasa mudah dalam menggunakan QR-Code dan mengenal jenis tanaman, dan 42,9% sedikit mengetahui tujuan pemberian QR-Code, merasa sedikit mudah dalam menggunakan dan mengenal jenis tanaman, 85,7% siswa memahami manfaat pemasangan QR-Code, dapat memberikan informasi klasifikasi tanaman, memberikan motivasi belajar dan 14,3% siswa menjawab sedikit bisa, 71,4% menjawab bisa menggunakan QR-Code dan 28,6% sedikit bisa, 57,1% merasa mudah menggunakan QR-Code dan 42,9% sedikit mudah, seluruh siswa menjawab QR-Code memberikan pengalaman baru dan dapat menyediakan informasi lebih banyak terkait tanaman. Kata kunci: identifikasi tanaman; QR-Code; pembelajaran IPA.   ABSTRACTOne evidence of the rapid development of digital technology, namely the existence of a QR-Code which is very useful, one of which is for the world of education, which can be used in science learning, namely the creation of a QR-Code-based plant inventory information system to overcome difficulties in identifying various types of plants. The purpose of this service activity is; 1. Create a QR-Code and plant inventory database; 2. Knowing the responses of students regarding the creation of QR-Code and plant inventory databases. This dedication activity was carried out at the Annuban Wang Mai Sasanasart School which is located in Satun, Southern Thailand. This activity was attended by 3 teachers and 17 students. This service is carried out using applied research methods, the activity steps are collecting data on plant species, making QR-Code, installing QR-Code, and distributing questionnaires. The response was that 57.1% of students knew the purpose of giving the QR-Code, found it easy to use the QR-Code and recognize the types of plants, and 42.9% knew little about the purpose of giving the QR-Code, felt it was a little easy to use and recognize the types of plants, 85.7% of students understand the benefits of installing the QR-Code, can provide information on plant classification, provide motivation to learn and 14.3% of students answer a little can, 71.4% answer can use the QR-Code and 28.6% can a little, 57 .1% found it easy to use the QR-Code and 42.9% found it easy, all students answered that the QR-Code provided a new experience and could provide more information about plants. Keywords:  plant identification; QR-Code; science learning.
PENDAMPINGAN BELAJAR APLIKASI EXCEL DENGAN STAF ADMINISTRASI NAGARI KUMANIS PASCA COVID 2019 Khairunnisa Khairunnisa; Septriani Septriani; Hafizah Hanim
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15204

Abstract

ABSTRAKNagari Kumanis adalah nagari yang berada di kecamatan Sumpur Kudus, ujung paling utara Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Kebanyakan staf administrasinya masih belum terlalu paham bagaimana penggunaan aplikasi excel. Terutama dalam pembuatan surat tugas dan surat perintah perjalanan dinas. Pada kegiatan ini, dilakukanlah pendampingan kepada staf administrasi nagari Kumanis untuk membuat surat tugas dan surat perintah perjalanan dinas yang sistematis. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pendampingan. Dalam Pendampingan ini dilakukan dengan mencontohkan di depan terlebih dahulu baru peserta mengerjakan dengan tetap berintekrasi dengan narasumber. Kegiatan ini dilakukan pasca Covid 2019 secara offline pada pertengahan tahun 2022 di Labor Komputer UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa 75% peserta yang kemampuannya dalam penggunanaan rumus excel kurang baik sebelum pendampingan dan menjadi lebih baik dalam penggunaan rumus excel setelah dilakukan pendampingan yaitu dari 75% peserta yang kemampuannya minim berkurang menjadi 10% peserta. Para peserta juga menganggap pendampingan ini meningkatkan kemampuan mereka dalam pengoperasian aplikasi excel. Kata kunci: aplikasi; excel; staf administrasi; covid 2019. ABSTRACTNagari Kumanis is a nagari located in Sumpur Kudus sub-district, the far north of Sijunjung Regency, West Sumatra. Most administrative staff still don't understand how to use the Excel application. Especially in the preparation of assignment letters and official travel orders. In this activity, assistance was provided to the administrative staff of the Kumanis village to systematically carry out assignment letters and official travel orders. The implementation method used is tutoring. In this tutorial, it is carried out by giving an example in front of the participants first, then the participants work on it while interacting with the resource persons. This activity was carried out offline after Covid 2019 at UIN Mahmud Yunus Batusangkar Computer Laboratories. Based on the pre- and post-test results, it can be concluded that many participants had poor skills before tutoring and improved after tutoring. Participants also thought that this assistance would improve their ability to operate the Excel application. Keywords: applications; excel; administrative staf; covid 2019.
EDUKASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK YANG BENAR DAN PELATIHAN PEMBUATAN JAJANAN SEHAT UNTUK MENCEGAH STUNTING PADA ANAK Helni Helni; Luthfiyah Mega Srikandi Dimar; Rofidatul Husna; Jundy Eko Wahyudi; Khalish Arsy Al Khairy Siregar; Paula Mariana Kustiawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15408

Abstract

ABSTRAKEdukasi masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang benar dan pelatihan pembuatan jajanan sehat merupakan dua hal yang penting untuk mencegah stunting pada anak. Stunting adalah kondisi kesehatan yang disebabkan oleh malnutrisi kronis dan merupakan masalah kesehatan yang sangat serius di negara-negara berkembang. Salah satu penyebab utama stunting adalah penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Antibiotik yang digunakan secara tidak tepat dapat menyebabkan resistensi antibiotik dan menurunkan efektivitas obat dalam mengatasi infeksi. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan edukasi masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang benar. Metode kegiatan melalui penyuluhan tentang penggunaan antibiotik, pelatihan pembuatan cemilah sehat, pemberian kuesioner pretest dan posttest, pemberian pamflet dan prototipe cemilan sehat bagi peserta. Secara keseluruhan, peningkatan edukasi masyarakat dalam penggunaan antibiotik yang benar dan pelatihan pembuatan jajanan sehat adalah langkah yang efektif dalam mencegah stunting pada anak. Kedua upaya ini dapat membantu meningkatkan kesehatan dan gizi anak, serta mencegah berkembangnya masalah kesehatan yang lebih serius di masa depan. Kata kunci: antibiotik; resistensi antibiotik; stunting; penyuluhan; pelatihan ABSTRACTTwo essential variables in avoiding childhood stunting are public education on the proper use of antibiotics and training in the preparation of healthy snacks. Stunting is a medical disorder induced by persistent malnutrition that is a major public health issue in underdeveloped nations. Antibiotic usage is one of the leading causes of stunting. Inappropriate antibiotic use can lead to antibiotic resistance and reduce antibiotic effectiveness in treating infections. As a result, it is vital to educate the public about antibiotic usage. Antibiotic advice, training in the production of healthy snacks, presentation of pretest and posttest questionnaires, and distribution of brochures and prototypes of healthy snacks to participants are all part of the activity. Overall, increasing public education on antibiotic safety and training in the preparation of nutritional snacks are good methods to reducing childhood stunting. These two measures can help enhance children's health and nutrition while also avoiding the emergence of more serious health issues in the future. Keywords: antibiotics; stunting; counseling; training
MENUMBUHKAN GERAKAN WIRAUSAHA MAHASISWA MELALUI KEGIATAN BAZAR RAMADHAN 1444 H Felicia Chandra K; Fitri Asih; Lulu Fauziah; Ahmad Fajar Sidik; Shazna Al-Assyah Putri; Rohim Kurniwan Elang Saputra; Zidni Ilman Nafi'a; Rizqy Imam Saputra; Sukma Galih Badriana; Amroni Amroni; Rifqi Fahrudin; Dewi Laily Purnamasari; Marsani Asfi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15011

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian  masyarakat  dilakukan dalam  rangka  memperingati  bulan ramadhan 1444 H dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa (HIMA) yang berada dalam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Catur Insan Cendekia. Himpunan mahasiswa seperti HIMABIS, HIMAKU dan HIMAJEMEN membentuk kepanitian gabungan untuk pelaksanaan bazar ramadhan 1444 H.  Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui kegiatan bazar. Peserta yang membuka stand bazar terdiri dari kelompok-kelompok mahasiswa yang sedang dan mencoba membangun jiwa kewirausahaannya.Pelaksanaan kegiatan diawali  dengan perencanaan  kegiatan,  pencarian sponsorship  kegiatan,  pelaksanaan  bazar  serta evaluasi  hasil  kegiatan. Tujuan pelaksanaan adalah selain menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa, juga merupakan salah satu program Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Catur Insan Cendekia.Kegiatan pengabdian dilakukan melalui pemberdayaan mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis melalui kegiatan pemasaran produk-produk kewirausahaan mahasiswa melalui kegiatan bazar ramadhan dengan kelompok wirausaha mahasiswa 20 kelompok  yang ada di fakultas ekonomi dan bisnis. Kata kunci: bazar; wirausaha; mahasiswa; ramadhan. ABSTRACTCommunity service activities are carried out in commemoration of the month of Ramadan 1444 H carried out by the Student Association (HIMA) which is in the Faculty of Economics and Business, University of Catur Insan Cendekia. Student associations such as HIMABIS, HIMAKU and HIMAJEMEN formed a joint committee to carry out the Ramadhan 1444 H bazaar. The method of implementing activities is through bazaar activities. The participants who opened the bazaar stand consisted of groups of students who were currently trying to build their entrepreneurial spirit. The implementation of the activity began with planning the activity, seeking sponsorship for the activity, holding the bazaar and evaluating the results of the activity. The aim of the implementation is that in addition to cultivating the entrepreneurial spirit of students, it is also one of the programs of the Faculty of Economics and Business, Catur Insan Cendekia University. Community service activities are carried out through empowering students of the economics and business faculties through marketing activities for student entrepreneurship products through Ramadan bazaar activities with 20 student entrepreneur groups groups in the faculty of economics and business. Keywords: bazzar;enterpreuneur; student; ramadhan.
IMPLEMENTASI PROGRAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI MELALUI SISTEM HIDROPONIK TANAMAN HORTIKULTURA DI DESA MANGKUNG Kholik Hidayatullah; M. Rizki; Novi Ariska; Ilham Isabana; Permata Sari P.; Hakmal Arip; Nuraeni Nuraeni; Elza Ulfani; M. Zuhair H.; Baiq Aprilia S.; Widiawati Widiawati; Widiatul Parida; Lalu Arifin A. B.
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15215

Abstract

ABSTRAKDesa Mangkung memiliki lahan pekarangan yang cukup luas, namun belum dikelola dengan baik oleh masyarakat. Padahal, lahan pekarangan bisa dijadikan sebagai Kawasan Rumah Pangan Lestari yang dapat menunjang kebutuhan pangan dan meingkatkan pendapatan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan, pemahaman, serta informasi kepada masyarakat Desa Mangkung tentang pengelolaan lahan pekarangan melalui budidaya tanaman hortikultura dengan sistem hidroponik. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu observasi, sosialisasi, dan pelaksanaan kegiatan. Jenis tanaman yang dibudidaya yaitu selada (Lactuca sativa), pakcoy (Brassica rapa), dan kangkung (Ipomea aquatic Forsk) dengan media tanam berupa rockwool dan pupuk kompos organik yang dibuat dengan memanfaatkan limbah kotoran ternak sapi masyarakat setempat. Kegiatan ini mendapatkan respon yang baik serta dukungan dari masyarakat setempat. Kegiatan ini diharapkan menjadi alternatif yang baik bagi masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan yang tidak dimaksimalkan dengan optimal. Selain itu, kedepannya masyarakat dapat secara mandiri memenuhi kebutuhan pangan berupa sayur-sayuran serta mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga menuju masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera. Kata kunci: hortikultura; rumah pangan lestari; sistem hidroponik ABSTRACTMangkung Village has a very large parkland but has not been optimized very well by the local community. Instead, the land can be used as a home for food, which can support food needs and increase the community’s income. This activity aimed to give the community knowledge and understanding about how to utilize parkland land by cultivating horticultural plants with hydroponic sistems. This activity was done in three steps: observation, socialization, and implementation. The hydroponic sistem used uses three types of crops cultivated namely selada (Lactuca sativa), pakcoy (Brassica rapa), and kangkung (Ipomea aquatic Forsk) with the medium of rockwool and organic composite fertilizer made using local cattle livestock waste. This activity has received a good response and support from the local community. It would be a good alternative for the community in exploiting the land that is not maximized optimally. In addition, the community can supply food (vegetables) independently and can increase household income toward a self-sufficient, healthy, and prosperous society. Keywords: horticulture; sustainable food house; hydroponic sistem