cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
PELATIHAN PERSONAL BRANDING DAN DIGITAL LITERACY BAGI PELAKU UMKM DI KOTA KUPANG Merlyn Kurniawati; Yonas Ferdinand Riwu; Paulina Yuritha Amtiran; Yuri Sandra Fa’ah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14270

Abstract

ABSTRAKPara pelaku UMKM di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Namun sebagian besar UMKM yang tumbuh masih memasarkan produk secara tradisional, hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman pelaku UMKM terhadap teknologi digital dalam memasarkan produk dan jasanya. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa banyak UMKM di Kota Kupang menggunakan teknologi sederhana dalam pemasaran, yaitu didominasi dengan media Whatsapp dan Facebook. Adapun permasalahan lain dari para pelaku UMKM ini yaitu masih kesulitan dalam membangun citra usaha mereka untuk dikenal luas oleh masyarakat (konsumen). Berdasarkan permasalahan tersebut tim mengusul melalui program hibah PNBP berinisiatif untuk memberikan pelatihan terkait Personal Branding dan Digital Literacy. Manfaat kegiatan agar mitra pelaku UMKM begitu memahami akan pentingnya personal branding dan elemen- elemen dalam digital literacy sehingga produk dikenal luar di pasaran. Dalam kegiatan ini kami menggunakan metode edukasi langsung dan public assitance dengan melibatkan para pelaku UMKM yang baru memulai usaha yang dipandang sesuai dengan kebutuhan peserta PKM atau selanjutnya disebut mitra. Hasil dari pelatihan personal branding dan digital literacy mendapat tanggapan yang positif, dinilai dapat memberikan wawsan dan ilmu, dan memberikan inspirasi. Hampir semua pelaku usaha ingin mempraktekan bisnis online ini dalam pengambangan usahanya dan bagaimana mereka terus memperkenalkan pada konsumen terkait brand atau citra mereka. Kata kunci: personal branding; digital literacy; UMKM ABSTRACTMSME actors in the city of Kupang, East Nusa Tenggara, continue to increase every year. However, most of the MSMEs that have grown are still marketing their products in a traditional way; this is due to a lack of understanding by MSME actors about using digital technology to market their products and services. The identification results show that many MSMEs in Kupang City use simple technology in marketing, which is dominated by WhatsApp and Facebook media. The other problem for these MSME actors is that they still have difficulties building their business image to be widely known by the public (consumers). Based on these problems, the team proposed, through the PNBP grant program, to take the initiative to provide training related to personal branding and digital literacy. The benefits of this activity are that MSME partners really understand the importance of personal branding and elements of digital literacy so that their products are known outside the market. In this activity, we use direct education methods and public assistance by involving MSME actors who are just starting a business that is deemed appropriate to the needs of PKM participants, hereinafter referred to as partners. The results of personal branding and digital literacy training received positive responses and were considered to be able to provide insight, knowledge, and inspiration. Almost all business actors want to practice this online business in developing their businesses and how they continue to introduce consumers to their brand image. Keywords: personal branding; digital literacy; MSMEs
PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK DALAM UPAYA MERAWAT LINGKUNGAN DALAM PENCEGAHAN MALARIA DI KAMPUNG YOBOI PAPUA Ellen R. V. Purba; Frengky Apay; Frans Manangsang; Ester Rumaseb; Korinus Suweni; Sofietje Gentidatu; Suryani Suryani; I Ketut Swastika; Lilys Irianty Natalia Purba
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15178

Abstract

ABSTRAKMalaria masih menjadi permasalahan di wilayah Indonesia bagian timur yang berpotensi meningkatkan angka kematian pada bayi, ibu hamil dan masyarakat lainnya. Malaria secara tidak langsung berdampak pada produktivitas dan merugikan masyarakat secara ekonomi. Keadaan ini di perburuk oleh kondisi lingkungan tempat tinggal masyarakat di Wilayah Kampung Yoboi, Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura Papua yang tidak bersih dan kurangnnya pengolahan sampah yang dilakukan. Kondisi tersebut harus segara ditangani melalui pemberdayaan pemanfaatan sampah plastik dalam upaya merawat lingkungan dalam pencegahan malaria. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mengolah sampah plastik dalam upaya merawat lingkungan dalam pencegahan malaria. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Kampung Sereh Papua dengan metode pemberdayaan atau pelatihan pemanfaatan sampah plastik sehingga memiliki nilai guna sehingg dapat merawat lingkungan dan terhindar dari penyakit malaria. Kegiatan diikuti anak-anak yang berjumlah 28 orang berusia 4-7 tahun yang berada di Wilayah Kampung Yoboi, Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura Papua. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan melihat hasil pemanfaatan sampah plastik menjadi produk yang mempunyai nilai fungsional. Hasil pemberdayaan yang dilakukan dapat membantu mengurangi jumlah sampah plastik di Wilayah kampung Yoboi dan dapat menumbuhkan kreatifitas masyarakat dalam memanfaatkan sampah menjadi produk yang mempunyai nilai fungsional seperti seperti pot untuk tanaman, mainan untuk anak-anak yang terbuat dari plastik dan bunga hias yang terbuat dari plastik serta menjaga lingkungan dalam upaya pencegahan malaria. Kata kunci: sampah plastik; lingkungan; malaria. ABSTRACTMalaria is still a problem in eastern Indonesia which has the potential to increase mortality rates in infants, pregnant women and other communities. Malaria indirectly impacts productivity and harms society economically. This situation is exacerbated by the environmental conditions where people live in the Yoboi Village Area, Sentani Kota District, Jayapura Papua Regency which is not clean and the lack of waste processing carried out.  This condition must be immediately addressed through empowering the use of plastic waste in an effort to care for the environment in malaria prevention.  The purpose of this community service activity is to increase public awareness and ability to process plastic waste in an effort to care for the environment in malaria prevention.  The implementation of activities is carried out in Sereh Papua Village with empowerment methods or training on the use  of plastic waste so that it has use value so that it can care for the environment and avoid malaria. The activity was attended by 28 children  aged 4-7 years  who were in the Yoboi Village Area, Sentani Kota District, Jayapura Papua Regency.  Evaluation of activities is carried out by looking at the results of utilizing plastic waste into products that have functional value. The results of the empowerment carried out can help reduce the amount of plastic waste in the Yoboi village area and can foster community creativity in utilizing waste into products that have functional value such as pots for plants, toys for children made of plastic and decorative flowers made of plastic and protecting the environment in efforts to prevent malaria.eyword: plastic waste;  environment;  malaria
UPAYA PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PEMBERDAYAAN KADER STUNTING DI KELURAHAN BINAAN PCM PONTIANAK BARAT Selviana Selviana; Linda Suwarni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14099

Abstract

ABSTRAKStunting menjadi salah satu permasalahan yang terdapat di kelurahan Binaan PCM Pontianak Barat, yaitu kondisi tinggi badan seseorang  anak lebih pendek dibanding tinggi sesuai umur disebabkan malnutrisi kronik yang menggambarkan riwayat kurang gizi balita dalam jangka waktu lama. Kelurahan Pal Lima merupakan salah satu lokasi kasus intervensi stunting terintegrasi di Kota Pontianak. Data menunjukkan terdapat 85 balita stunting di Kelurahan Pal Lima. Kader stunting yang ada di kelurahan tersebut masih belum memiliki kapasitas yang optimal dalam pencegahan dan penanganan stunting. Tujuan kegiatan ini untuk mencegah stunting melalui pemberdayaan kader stunting di Kelurahan Binaan PCM Pontianak Barat. Metode yang digunakan adalah pendekatan pemberdayaan masyarakat dengan menggunakan metode Participatody Rural Appraisal (PRA), melalui kegiatan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan. Hasil kegiatan adalah terlaksanakanya lokakarya mini, peningkatan kapasitas kader stunting sebesar 31,35%, sosialisasi aplikasi BUSAKIE, pelatihan dan praktek pembuatan MP ASI, dan Pelatihan packing produk dan pemasaran online pada kelompok UKM. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat mengoptimalkan peran kader stunting dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di wilayah tersebut. Kata Kunci: pemberdayaan masyarakat; stunting; kelurahan binaan; kader ABSTRACTStunting is one of the problems found in the PCM West Pontianak sub-district, namely the condition of a child's height being shorter than height for age due to chronic malnutrition which describes a long-term history of undernourishment in toddlers. Pal Lima Village is one of the locations for integrated stunting intervention cases in Pontianak City. Data shows that there are 85 stunted toddlers in the Pal Lima Village. Stunting cadres in the district still do not have optimal capacity in preventing and treating stunting. The purpose of this activity is to prevent stunting through empowering stunting cadres in the PCM Pontianak Barat Foster Village. The method used is a community empowerment approach using the Participatory Rural Appraisal (PRA) method, through ongoing outreach, counseling, training and mentoring activities. The results of the activity were the implementation of a mini workshop, an increase in the capacity of stunting cadres by 31.35%, socialization of the BUSAKIE application, training and practice on making MP ASI, and training on product packing and online marketing for the SME group. It is hoped that this activity can optimize the role of stunting cadres in efforts to prevent and treat stunting in the region. Keywords: community empowerment; stunting; foster village; cadres
PELATIHAN PEMBUATAN KERIPIK BAYAM PADA IBU-IBU DI KELURAHAN LABALAWA, KOTA BAUBAU Jumiati Jumiati; Dyah Pramesthi Isyana Ardyanti; Kusrini Kusrini; Asma Nurahma; Elfa Elfa; Nirma Fitriyanti; Siti Elviani; Jamaludin Jamaludin; Muh. Ali Al-Azhari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14701

Abstract

ABSTRAKBayam merupakan tanaman yang biasa ditanam untuk dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau dengan kandungan nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh. Namun sayangnya, anak-anak masih kurang menyukai bayam yang diolah sebagai sayur. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan kepada ibu-ibu di Kelurahan Labalawa mengenai cara  mengolah bayam menjadi keripik sehingga dapat dinikmati anak-anak dan juga menjadi alternatif  income keluarga. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini terdiri dari tiga tahapan yakni persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pelaksanaan dilakukan dengan proses demonstrasi dan praktik langsung oleh peserta. Peserta kegiatan terdiri dari 25 orang yang merupakan ibu-ibu di Kelurahan Labalawa. Peserta terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan sebab hal ini menjadi pengetahuan baru dan pengalaman pertama mengolah bayam menjadi keripik. Kegiatan ini kemudian ditindaklanjuti oleh peserta dengan membuat keripik bayam untuk dijual di sekolah. Kata kunci: anak-anak; bayam; ekonomi; keripik; nutrisi.. ABSTRACTSpinach is a plant that is usually grown for consumption. It is because spinach has green leaves and classified as a green vegetable that contains many benefical nutritions for our body. But unfortunately, there are many children that still do not like spinach processed as a vegetable. By pointing at this problem, the researcher carry out activities that have a purpose to provide a training to mothers in Labalawa Village on how to process spinach into chips so that the spinach can be enjoyed by the children and also become an alternative income for the family in Labalawa Village. In this activity, the researcher used three stages which are preparation, implementation and evaluation. The implementation was carried out with a demonstration process and direct practice by the participants. This activity was consisted by 25 participants who are mothers in Labalawa Village. The mothers in Labalawa Village were enthusiast in participating in the activity because it was their first experience in processing spinach into chips. This acitivity then followed up by the participants by making spinach chips to be sold at school. Keywords: children, spinach; economy; chips; nutrition.
PENGEMBANGAN KREATIFITAS MELALUI PELATIHAN ECOPRINT UNTUK MENDORONG INDUSTRI KREATIF DI BENDUL MERISI WONOCOLO SURABAYA Lilis Nurhayati; Lasman Parulian Purba; Dela Putri Wibowo; Fransiska Amelia Imu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14781

Abstract

ABSTRAKProgram pemberdayaan masyarakat di lingkungan Bendul Merisi Wonocolo Surabaya berupa pelatihan ecoprint pada media kain dapat mendorong industri kreatif fashion. Kreatifitas masyarakat  dapat ditingkatkan dengan program pelatihan ecoprint dengan memanfaatkan potensi lingkungan alam berupa tumbuhan dan pohon di sekitar rumah. Ecoprint merupakan sustainable fashion yang menghasilkan ciptaan produk-produk kain yang kreatif dan unggul yang ramah lingkungan di Indonesia. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah pemberdayaan masyarakat untuk mendorong industri kreatif fashion  bagi warga di lingkungan Bendul Merisi Wonocolo Surabaya. Mereka dapat meningkatkan kreatifitas melalui pelatihan ecoprint di media kain terutama kain katun.  Kontribusi Abdimas ini dapat memberdayakan dan meningkatkan pendapatan warga Bendul Merisi. Metode berupa pelatihan dan pendampingan ecoprint di atas media kain dengan bahan pewarna alam. Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan warga tentang nilai ekonomi berupa  kain ecoprint yang bernilai seni tinggi. Terbentuknya peluang bisnis produk ecoprint yang masih jarang ditemukan dapat memperkaya potensi unggulan kecamatan Wonocolo. Luaran kegiatan ini adalah berkembangnya kreatifitas warga dalam membuat produk ecoprint di media kain ditandai dengan meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan dan terbentuknya peluang usaha ecoprint. Selanjutnya dapat menjadikan komunitas ecoprint Bendul Merisi sebagai wadah untuk pembelajaran teknik ecoprint sebagai pusat berbagi ilmu dan kreatifitas. Kata kunci : industri kreatif; fashion; kreatifitas; pelatihan ecoprint. ABSTRACTThe community empowerment program in the Bendul Merisi Wonocolo Surabaya environment in the form of ecoprint training on cloth media can encourage the fashion creative industry. Community creativity can be increased by ecoprint training programs by utilizing the potential of the natural environment in the form of plants and trees around the house. Ecoprint is a sustainable fashion that creates creative and superior fabric products that are environmentally friendly in Indonesia. The purpose of this Abdimas activity is community empowerment to encourage the fashion creative industry for residents in the Bendul Merisi Wonocolo neighborhood, Surabaya. They can increase their creativity through ecoprint training on fabric media, especially cotton fabrics. Abdimas' contribution can empower and increase the income of Bendul Merisi residents. The method is in the form of ecoprint training and mentoring on fabric media with natural dyes. This activity can increase the knowledge and skills of residents about high economic value in the form of ecoprint fabrics with high artistic value. The creation of business opportunities for ecoprint products that are rarely found can enrich the superior potential of the Wonocolo sub-district. The output of this activity is the development of the creativity of the residents in making ecoprint products on cloth media marked by increased knowledge and skills and the formation of ecoprint business opportunities. Furthermore, you can make the Bendul Merisi ecoprint community a place for learning ecoprint techniques as a center for sharing knowledge and creativity. Keywords: creative industry; fashion; creativity; ecoprint training.
PEMANFAATAN LAHAN NON PRODUKTIF MENJADI LAHAN BERNILAI EKONOMIS DENGAN BUDIDAYA IKAN LELE DI PERUM SURYA INTI PERMATA JUANDA SIDOARJO David Andrian; Lilis Nurhayati; Maria Oktaviani Jehanus; Fransiska Amelia Imu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15291

Abstract

ABSTRAKIkan lele dikenal memiliki rasa yang sangat gurih dan renyah jika digoreng kering. Kandungan gizinya juga cukupu tinggi, seperti diantaranya adalah kandungan energi, protein, lemak, kalsium, fosfor zat besi dan tiamin, tidak heran jika lele ini juga direkomendasikan sebagai protein yang baik bagi anak-anak. Cara perawatan ikan lele pun terbilang cukup mudah dan membutuhkan biaya yang terjangkau, tidak hanya itu banyak peternak lele juga yang menyatakan bahwa budidaya lele cenderung cepat, karena ikan ikan ini hanya membutuhkan sekitar kurang lebih 3 bulan saja dari bibit hingga siap panen. Budidaya ikan lele juga tidak memerlukan lokasi yang sulit. Tim pengabdian akan memanfaatkan lahan non produktif yang ada disekitar rumah warga. Nantinya tim pengabdian akan melakukan sosialisasi kepada warga tentang bagaimana pentingnya memulai usaha dari lingkungan sekitar, salah satunya adalah dengan memanfaatkan lahan non produktif menjadi lahan produktif budidaya lele. Tidak hanya itu tim pengabdian juga akan memberikan pelatihan secara langsung tentang bagaimana melakukan budidaya lele, mulai dari persiapan area/ lahan budidaya, kemudian persiapan bibit lele, sistem pakanan ikan lele, hingga perawatan lele hingga lele siap dipanen. Warga Perum Surya Inti Permata Juanda merasa sangat antusias karena telah memperoleh edukasi untuk memanfaatkan lahan non produkti menjadi lahan yang memiliki nilai ekonomis.                                                                                                          Kata kunci: budidaya; lele; lahan non produktif ABSTRACTCatfish   is known to have a very savory and crunchy taste when fried dry. Its nutritional content is also quite high, such as the content of energy, protein, fat, calcium, phosphorus, iron and thiamine. It is not surprising that this catfish is also recommended as a good protein for children. How to care for catfish is quite easy and requires an affordable cost, not only that, many catfish breeders also state that catfish cultivation tends to be fast, because these fish only need about 3 months from seed to ready for harvest. Cultivating catfish also does not require difficult locations. The service team will utilize non-productive land around residents' homes. Later the service team will conduct outreach to residents about the importance of starting a business from the surrounding environment, one of which is by utilizing non-productive land to become productive land for catfish cultivation. Not only that, the service team will also provide direct training on how to carry out catfish farming, starting from preparing the cultivation area/land, then preparing catfish seeds, catfish feeding systems, to catfish care until the catfish are ready to be harvested. Residents of Perum Surya Inti Permata Juanda are very enthusiastic because they have received education to utilize non-productive land into land that has economic value. Keywords: cultivation; catfish; non-productive land
PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN TENTANG DAMPAK KECEMASAN MENJELANG PERSALINAN Siskha Maya Herlina; Yadul Ulya; Yesvi Zufiana; Regina Pricilia Yunika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15175

Abstract

ABSTRAKPada dasarnya semua wanita akan mengalami kecemasan pada proses persalinan yang bisa dikarenakan rasa nyeri persalinan. Sejak zaman dahulu kecemasan terhadap persalinan sudah menjadi pokok pembicaraan di antara wanita. Perasaan kecemasan dan sikap seorang wanita dalam melahirkan sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya perbedaan struktur sosial, budaya, agama, kesiapan ibu dalam menghadapi persalinan, pengalaman masa lalu, pendampingan keluarga, dan lingkungan. Kecemasan adalah perasaan takut yang tidak jelas dan tidak didukung oleh situasi. Individu yang merasa cemas akan merasa tidak nyaman atau takut, namun tidak mengetahui alasan kondisi tersebut terjadi. Kecemasan tidak memiliki stimulus yang jelas yang dapat diidentifikasi. Tujuan dilakukannya edukasi pada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang dampak kecemasan menjelang persalinan dan cara penanganannya. Metode pelaksanaanya yang dilakukan melalui kegiatan penyuluhan kepada masyarakat terutama ibu hamil tentang dampak kecemasan menjelang persalinan. Kegiatan ini melibatkan ibu hamil trimester III di Lingkungan Dasan Kolo. Dengan  peserta berjumlah 24 orang. Hasil peningkatan yang diperoleh adalah sebanyak 25% Ibu hamil memahami tentang dampak kecemasan menjelang persalinan dan cara pencegahan serta penanganannya Kata kunci: peningkatan pengetahuan; dampak kecemasan; ibu hamil trimester III ABSTRACTBasically all women will experience anxiety in the delivery process which can be due to labor pain. Since ancient times anxiety over childbirth has been a topic of conversation among women. Feelings of anxiety and attitudes of a woman in childbirth vary widely and are influenced by many factors, including differences in social structure, culture, religion, mother's readiness in facing childbirth, past experiences, family assistance, and the environment. Anxiety is a feeling of fear that is unclear and unsupported by the situation. Individuals who feel anxious will feel uncomfortable or afraid, but do not know why this condition occurs. Anxiety has no clear identifiable stimulus. The purpose of educating the public is to increase pregnant women's knowledge about the impact of anxiety before childbirth and how to handle it. The method of implementation is through outreach activities to the public, especially pregnant women, about the impact of anxiety before childbirth. This activity involves third trimester pregnant women in the Dasan Kolo environment. With 24 participants. The results obtained were that 25% of pregnant women understood the impact of anxiety before childbirth and how to prevent and treat it Keywords: increase in knowage; impact of anxiety; third trimester pregnant women
PRODUKSI BANANA SNACK DENGAN MESIN PERAJANG OTOMATIS DI KABUPATEN BANYUWANGI Trias Ayu Laksanawati; Nuraini Lusi; Riza Rahimi Bachtiar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15192

Abstract

ABSTRAKObugame merupakan industri kecil makanan ringan dari hasil pertanian yang inovatif di Banyuwangi. Salah satu komoditas yang diolah adalah pisang menjadi keripik pisang dengan nama produk Banana Snack. Keunikan produk tersbut yaitu dari segi bentuk keripik pisangnya berongga, berbentuk wafel, unik, dan menarik sehingga menjadi visual identity dari produk. Obugame masih menggunakan alat perajang manual yang digunakan untuk memproduksi keripik pisang. Kekurangan dari alat tersebut yaitu irisan pisang yang dihasilkan belum seragam dan membutukan waktu yang lama. Seiring dengan minat konsumen yang semakin meningkat, maka diperlukan alat perajang pisang otomatis agar proses produksi berjalan lebih cepat, menghasilkan rajangan keripik dengan ukuran dan bentuk seragam serta efisiensi tenaga kerja. Tujuan dari kegiatan ini yaitu penerapan mesin perajang otomatis dengan pisau vertical horizontal untuk memperoduksi keripik pisang agar diperoleh ukuran dan bentuk yang seragam. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah identifikasi kebutuhan mitra, perancangan dan pembuatan mesin perajang otomatis, pelatihan serta pendampingan. Peserta kegiatan ini adalah pekerja mitra di lokasi produksi Obugame yang ada di Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi. Tahap kegiatan pengabdian meliputi observasi ke lapangan, penentuan kebutuhan mitra, perancangan dan pembuatan mesin perajang otomatis oleh tim Politeknik Negeri Banyuwangi, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi hasil kegiatan. Hasil dari kegiatan yaitu dihasilkan rancangan mesin perajang otomatis dengan prinsip pisau vertical dan horizontal, mitra Obugame seluruhanya dapat menggunakan mesin perajang pisang otomatis, bentuk dan ukuran rajangan keripik pisang dapat seragam dengan berntuk wafel, serta kerusakan perajangan pisang menjadi <10%. Kata kunci: keripik pisang; obugame; perajang otomatis; wafel. ABSTRACTObugame is a small industry of snacks from innovative agricultural products in Banyuwangi. One of the commodities processed is bananas into banana chips with the product name Banana Snack. The uniqueness of the product is in terms of the shape of the banana chips which are hollow, waffle-shaped, unique and attractive so that they become the visual identity of the product. Obugame still uses the manual chopper used to produce banana chips. The drawback of this tool is that the resulting banana slices are not uniform and take a long time. Along with increasing consumer interest, an automatic banana chopper is needed so that the production process runs faster, produces chopped chips with uniform size and shape as well as labor efficiency. The purpose of this activity is application of an automatic chopper machine with vertical horizontal blades to produce banana chips in order to obtain uniform sizes and shapes.The methods used in this activity are identification of partners' needs, designing and manufacturing of automatic chopper machines, training and mentoring. Participants in this activity are partner workers at the Obugame production site in Purwoharjo District, Banyuwangi Regency. The service activity phase includes field observations, determining partner needs, designing and manufacturing automatic chopper machines by the Banyuwangi State Polytechnic team, training, mentoring, and evaluating the results of activities. The results of the activity resulted in the design of an automatic chopper machine with vertical and horizontal knife principles, all Obugame partners could use an automatic banana chopper machine, the shape and size of chopped banana chips could be uniform in the shape of a waffle, and the damage to the banana chopper could be <10%. Keywords: banana chips; obugame; automatic chopper; waffle.
EDUKASI BIJAK MENGGUNAKAN ANTIBIOTIK PADA MASYARAKAT DI PASAR BAMBU BUNJERUK Cyntiya Rahmawati; Baiq Leny Nopitasari; Baiq Nurbaety; Baiq Lenysia Puspita Anjani; Safwan Safwan; Anna Pradiningsih; Nur Furqani; Iche Rahma Saputri; Ida Ayu Tiara Dita; Indah Rahmawati; Indri Natasari; Intan Sahira; Isti Aulia Febrianti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14588

Abstract

ABSTRAKSwamedikasi oleh masyarakat seringkali pada obat keras, termasuk antibiotik yang seharusnya didapatkan dengan resep dokter. Berdasarkan hasil riset di Indonesia menyatakan bahwa proporsi masyarakat yang menyimpan obat keras tanpa resep cukup tinggi, di antaranya termasuk antibiotik. Penggunaan antibiotik tanpa resep dokter dapat menyebabkan masalah kesehatan, yaitu tujuan pengobatan tidak tercapai bahkan terjadi resistensi bakteri. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada masyarakat di Pasar Bambu Bunjeruk menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat masih kurang tentang penggunaan antibiotik. Sehingga perlu dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk edukasi Bijak menggunakan antibiotik pada masyarakat di Pasar Bambu Bunjeruk dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penggunaan antibiotik yang benar. Metode yang digunakan adalah metode interaktif melalui CBIA (Cara Belajar Insan Aktif), yang dilakukan dengan ceramah dan memberikan brosur BIJAK menggunakan antibiotik. Sebelum dan sesudah edukasi, peserta diminta untuk mengisi kuesioner pengetahuan dan sikap terkait penggunaan antibiotik. Didapatkan hasil bahwa terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang Bijak menggunakan antibiotik dari pengetahuan kurang menjadi pengetahuan baik. Selain itu, terjadi peningkatan sikap masyarakat tentang Bijak menggunakan antibiotik dari sikap cukup menjadi sikap baik. Kata kunci: edukasi; antibiotik; bijak; peningkatan pengetahuan; pasar bambu bunjeruk ABSTRACTSelf-medication by the community is often on strong drugs, including antibiotics that should be obtained with a doctor's prescription. Based on the results of research in Indonesia, it is stated that the proportion of people who store strong drugs without a prescription is quite high, including antibiotics. The use of antibiotics without a doctor's prescription can cause health problems, namely, the goal of treatment is not achieved and even bacterial resistance occurs. Based on the results of observations made on the community at the Bunjeruk Bamboo Market, shows that the level of public knowledge is still lacking about the use of antibiotics. So it is necessary to carry out community service activities in the form of education on the wise use of antibiotics in the community at the Bunjeruk Bamboo Market to increase people's knowledge and attitudes toward the correct use of drugs. The method used is an interactive method through CBIA (Active Human Learning Method), which is carried out with lectures and giving BIJAK brochures using antibiotics. Before and after education, participants were asked to fill out a knowledge and attitude questionnaire regarding the use of antibiotics. The results showed that there was an increase in public knowledge about the wise use of antibiotics from less knowledge to good knowledge. In addition, there has been an increase in people's attitudes about the wise use of antibiotics from a moderate attitude to a good attitude. Keywords: education; antibiotics; wisdom; increase in knowledge; bunjeruk bamboo market
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN EFEKTIFITAS PRODUKSI BAGI ANGGOTA IKATAN PENGUSAHA AISYIYAH DESA PORONG Metatia Intan Mauliana; Nuril Lutvi A.
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15139

Abstract

ABSTRAKProgram ini diberikan untuk meningkatkan SDM anggota Ikatan Pengusaha Aisyiyah Sidoarjo (IPAS) khususnya wilayah desa Porong dalam bidang pengembangan ketrampilan kewirausahaan. Adapun permasalahan yang ditemukan terkait dengan mitra adalah permasalahan pada aspek keterbatasan literasi mengenai proses pengelolaan aktivitas produksi dan pengembangan usaha. Oleh karena itu, program ini bertujuan untuk mengoptimalkan literasi anggota dibidang teknik pemasaran, branding, diversifikasi produk, dan peningkatan efektivitas produksi. Metode Pelaksanaan dimulai dari (1) sosialisasi teknik pemasaran dan penguatan branding, (2) pelatihan pengolahan produk kreatif berdasar potensi desa, (3) pendampingan pembuatan alat tepat guna sederhana yang mampu meningkatkan efisiensi produksi. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan alat pengumpulan data berupa angket, pedoman wawancara dan dokumentasi. Hasil dari pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan menunjukkan antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini dan memperoleh respons positif dalam menumbuhkan semangat serta motivasi peserta untuk memperbaiki dan mengembangkan usaha mandiri yang selama ini telah dirintis. Berdasarkan hasil angket yang disebarkan juga menunjukkan nilai rata-rata sebesar 90,64 % pada aspek peningkatan literasi, motivasi dan kesesuaian topik kebutuhan. Kata kunci: kewirausahaan; diversifikasi; efektivitas produksi; aisyiyah. ABSTRACTThis program is given to improve human resources for members of the Aisyiyah Sidoarjo Entrepreneurs Association (IPAS) in the field of developing entrepreneurial skills. The problems found are related to aspects of limited literacy regarding the process of managing production activities and business development. Therefore, this program aims to optimize member literacy in marketing techniques, branding, and product diversification, and increase production effectiveness. The implementation method starts with (1) socialization of marketing techniques and strengthening branding, (2) training on creative product processing based on village potential, and (3) assistance in making simple, effective tools that can increase production efficiency. Data processing was carried out descriptively by using data collection tools in the form of questionnaires, interview guidelines, and documentation. The results of the implementation of the activities that have been carried out show the enthusiasm of the participants in participating in this activity and obtaining a positive response in fostering enthusiasm and motivation of the participants to improve and develop the independent business that has been initiated so far. Based on the results of the questionnaire that was distributed, it also showed an average value of 90,64% in the aspects of increasing literacy, motivation, and suitability of topic needs. Keywords: entrepreneurship; diversification; production effectiveness; aisyiyah.