cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
REVITALISASI MANAJEMEN AGROEKOSISTEM PADI DI DESA BINAAN SUMBERJAMBE, JEMBER, MELALUI IMPLEMENTASI AGROECOSYTEM ANALYSIS (AESA) Agung Sih Kurnianto; Nanang Tri Haryadi; Nilasari Dewi; Nur Laila Magvira; Kunni Lailatus Sa’adah; Ananda Ariadi Wibowo; Reza Maulana; Wildan Asshidiqqi Arma; Larrisa Izza Madani; Ayu Lestari; Auralia Sakinah Lestari; Riki Firmansyah; Galang Prasetya; Suharto Suharto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17219

Abstract

ABSTRAKMasyarakat Desa Sumberjambe, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember sebagian besar merupakan petani komoditi pangan dan hortikultura dengan produksi tinggi. Namun, ancaman penggunaan metode konvensional menjadi ancaman keberlanjutan pertanian di Sumberjambe. AGROECOSYTEM ANALYSIS (AESA) merupakan metode yang dilatih kepada masyarakat untuk memahami pormasalahan serta pemecahan masalah yang ada pada sebuah komunitas pengelola agroekosistem. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah melakukan pelatihan pengelolaan OPT untuk mengatasi permasalahan serangan OPT pada Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Desa Sumberjambe, Kabupaten Jember melalui analisis agroekosistem (AESA). Kegiatan pengabdian dilakukan dengan beberapa tahapan. Pertama, dilakukan sosialisasi dan pelatihan identifikasi hama dan musuh alami. Kedua,  dilakukan pelatihan dan percontohan teknik monitoring lahan. Ketiga, dilakukan pelatihan dan pendampingan analisis agroekosistem berdasarkan hasil monitoring. Kelima, dilakukan pelatihan dan pendampingan pembuatan APH. Terakhir, dilakukan monitoring dan evaluasi.   Terjadi peningkatan yang signifikan dari sebelum dilakukannya pelatihan terhadap musuh alami, hama, dan sumber permasalahan yang ada di kawasan pertanian Sumberjambe. Melalui AESA, juga kemudian diketahui bahwa jamur entomopatogen Beauveria bassiana menjadi salah satu solusi baik untuk mengatasi permasalahan meledaknya hama wereng coklat. Terjadi peningkatan pengetahuan petani setelah proses sosialisasi (meningkat 60%), praktek AESA (meningkat 90%), dan juga pelatihan perbanyakan Beauveria bassiana (meningkat 70%). Kata kunci: AESA; Beauveria bassiana; entomopatogen; hama; dan musuh alami ABSTRACTIn the village of Sumberjambe, Sumberjambe District, Jember Regency, the majority of the population are engaged in the cultivation of food crops and horticulture, yielding high production. However, the threat posed by conventional farming methods is endangering the sustainability of agriculture in Sumberjambe. AGROECOSYSTEM ANALYSIS (AESA) is a method that has been imparted to the community to understand the issues and problem-solving within an agroecosystem management community. The objective of this community service activity is to provide training in integrated pest management to address the pest problems faced by the Farmers' Group Association (GAPOKTAN) in Sumberjambe Village, Jember Regency, through agroecosystem analysis (AESA). The community service activities were carried out in several stages. Firstly, there was the socialization and training on pest and natural enemy identification. Secondly, training and field demonstrations of land monitoring techniques were conducted. Thirdly, training and guidance on agroecosystem analysis based on monitoring results were provided. Fifth, training and guidance on the preparation of environmentally friendly pest control measures (APH) were given. Finally, monitoring and evaluation took place. There was a significant improvement observed before and after the training in the knowledge of natural enemies, pests, and the sources of problems in the Sumberjambe agricultural area. Through AESA, it was also discovered that the entomopathogenic fungus Beauveria bassiana is a viable solution to address the issue of brown planthopper infestation. There was an increase in farmers' knowledge after the socialization process (increased by 60%), the practice of AESA (increased by 90%), and also the training on the propagation of Beauveria bassiana (increased by 70%). Keywords: AESA; beauveria bassiana; entomopathogen; pest; and natural enemies
BERGIZI BERKAH (PEMBERDAYAAN GIZI BERBASIS SEKOLAH): SEBUAH PROGRAM PEER MODELLING, REWARD DAN REPEATED Zenderi Wardani; Novidiyanto Novidiyanto; Ade Devriany; Ori Pertami Enardi; Sutyawan Sutyawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.15140

Abstract

ABSTRAKKonsumsi sayur dan buah pada remaja dan anak-anak kurang dari rekomendasi yang dianjurkan karena salah satunya adalah neofobia terhadap kelompok bahan makanan tersebut. Anak sekolah dasar sebagai mitra pengabdian ini merupakan kelompok yang juga tidak terlepas dari masalah tersebut, padahal manfaat sayur dan buah bagi imunitas sangat penting terutama setelah masa pandemi . Tujuan gagasan program pengabdian ini adalah mengurangi  neofobia dan meningkatkan kesukaan terhadap sayur dan buah antara kelompok anak-anak sasaran. Metode pengabdian ini menggunakan strategi peer modeling, reward dan repeated. Tahapan peer-modeling dilakukan dengan cara mendongeng, repeat (paparan) dengan cara memberikan hidangan sayur dan buah, dan reward dengan cara memberikan hadiah. Tahapan tersebut dilakukan selama lima hari berturut-turut. Sasaran kegiatan adalah anak sekolah dasar usia 7-9 tahun di SD Negeri 21 Pangkalpinang sebanyak 17 orang dan SD Negeri 4 Pangkalan Baru sebanyak 21 orang. Tahapan peer modelling dengan cara mendongeng berhasil mengurangi neofobia sasaran di SDN 21 Pangkalpinang (52,9%), dibandingkan sasaran di SDN 04 Pangkalan Baru (55,0%). Tahapan repeated menempatkan sayur urap (75,7%) dan pisang (75,7%)  sebagai hidangan yang paling disukai. Peningkatan kesukaan akan hidangan terjadi dengan presentase anak yang mendapatkan reward sebesar 27,1%. Program pemberdayaan ini mempunyai potensi untuk direplikasi di lokasi berbeda dengan penyesuaian rentang waktu program dan integrasi dengan program kantin sekolah. Kata kunci: pemberdayaan gizi; konsumsi; sayur; buah. ABSTRACTConsumption of vegetables and fruit in adolescents and children is less than the recommended recommendations because one of them is neophobia towards these food groups. Elementary school children as service partners are a group that is also inseparable from this problem, even though the benefits of vegetables and fruit for immunity are significant, especially after the pandemic. This service program aimed to reduce neophobia and increase the target children's preference for vegetables and fruit. This dedication method uses peer modelling, reward and repeated strategies. The peer-modelling stage is carried out by storytelling, repeat (exposure) by giving vegetable and fruit dishes, and rewards by giving gifts. These stages were carried out for five consecutive days. The target of the activity is elementary school children aged 7-9 years at SD Negeri 21 Pangkalpinang with a total of 17 people and SD Negeri 4 Pangkalan Baru with 21 people. The peer modelling stage using storytelling reduced the neophobia of the target at SDN 21 Pangkalpinang (52.9%) compared to the target at SDN 04 Pangkalan Baru (55.0%). The repeated stages placed the urap vegetables (75.7%) and bananas (75.7%) as the preferred dishes. The preference for the dish increased with the percentage of children who received a reward of 27.1%. This empowerment program has the potential to be replicated in different locations by adjusting the program timeframe and integrating it with the school canteen program. Keywords: nutrition empowerment; consumption; vegetable; fruit.
MENINGKATKAN OMSET PENJUALAN UMKM DI DESA ALAI SELATAN KABUPATEN MUARA ENIM MELALUI PELATIHAN STRATEGI PENGEMBANGAN SDM Robi Setiawan; Fauziah Afriyani; Vhika Meiriasari; Mutiara Kemala Ratu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17275

Abstract

ABSTRAKUMKM merupakan salah satu unsur yang penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia karena sejarah mengatakan pada saat terjadi krisis dunia hanya UMKM yang tetap berdiri dengan kokoh dan tetap mengalami peningkatan. UMKM dapat dikatakan sebagai usaha produktif untuk dikembangkan guna mendukung perkembangan ekonomi Indonesia karena UMKM merupakan solusi dari penanggulangan kemiskinan. Desa Alai Selatan merupakan salah satu desa yang terletak di kabupaten Muara Enim dimana sebagian masyarakatnya menekuni kegiatan UMKM di bidang makanan dan minuman. Salah satu UMKM yang berkembang di desa ini yakni dengan menjual kerupuk singkong dan minuman susu kedelai dan yang menjadi mitra nya langsung yaitu masyarakat setempat. Akan tetapi, masyarakat di Desa Alai Selatan terutama yang terjun langsung dalam kegiatan UMKM masih kurang akan pemahaman mengenai UMKM itu sendiri, baik dari segi strategi, pemanfaatan peluang serta  pengolahan yang baik sehingga dapat meningkatkan omset penjualannya. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi mengenai pemahaman UMKM secara luas melalui pelatihan strategi pengembangan SDM. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pelatihan secara langsung yang dilakukan saat pemberian materi pengenalan untuk memberikan dasar pengetahuan materi juga disertai beberapa contoh UMKM yang berkembang dan memberikan arahan-arahan kepada para UMKM agar dapat memberikan gambaran yang lebih jelas kepada UMKM Desa Alai Selatan serta melakukan pembuatan logo dan merubah kemasan lama menjadi lebih inovatif. Hasil dari pengabdian masyarakat  ini masyarakat setempat lebih tau akan pentingnya gerakan dalam perubahan yang lebih inovatif dalam produk yang akan mereka jual sehingga dapat bersaing di dunia pasar. Kata kunci: pelatihan; strategi; pengembangan sumber daya manusia; desa alai selatan ABSTRACTMSMEs are an important element in driving Indonesia's economic growth because history shows that when a world crisis occurs, only MSMEs remain strong and continue to experience growth. MSMEs can be said to be productive businesses to be developed to support Indonesia's economic development because MSMEs are a solution to poverty alleviation. South Alai Village is one of the villages located in Muara Enim district where some of the people are involved in MSME activities in the food and beverage sector. One of the MSMEs that is developing in this village is selling cassava crackers and soy milk drinks and its direct partners are the local community. However, the people in South Alai Village, especially those who are directly involved in MSME activities, still lack an understanding of MSMEs themselves, both in terms of strategy, exploiting opportunities and good processing so that they can increase their sales turnover. This community service activity aims to educate about a broad understanding of MSMEs through training on HR development strategies. This community service activity uses direct training methods which are carried out when providing introductory material to provide a basic knowledge of the material, also accompanied by several examples of developing MSMEs and providing directions to MSMEs so that they can provide a clearer picture to the MSMEs of South Alai Village and make logo and changing the old packaging to be more innovative. As a result of this community service, the local community is more aware of the importance of movements for more innovative changes in the products they sell so they can compete in the world market. Keywords: strategy; human resource development; of south alai village
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGGUNAAN SISTEM E-VOTING PEMILIHAN PIMPINAN WILAYAH MUHAMMADIYAH KALIMANTAN TIMUR Hendra Saputra; Faldi Faldi; Sayekti Harits Suryawan; Praja Hadi Saputra; Ade Ismail Ramadhan Hamid; Muhammad Taufiq Sumadi; Mohammad Dziqie Aulia Alfarauqi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.15696

Abstract

ABSTRAKPelatihan dan pendampingan E-Voting Pemilihan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur adalah langkah penting untuk memastikan keberhasilan penggunaan teknologi dalam pemilihan. Namun, pelaksanaannya menghadapi kendala seperti infrastruktur teknologi yang kurang memadai dan kurangnya kesadaran dan motivasi untuk belajar dan menggunakan teknologi tersebut. Oleh karena itu, diperlukan strategi efektif untuk mengatasi kendala-kendala ini. Metode yang digunakan meliputi Tutorial, Praktek Simulasi, dan sesi tanya jawab. Tutorial memberikan penjelasan sistematis tentang penggunaan teknologi kepada pemilih dan petugas pemilihan. Praktek Simulasi memungkinkan peserta berlatih menggunakan E-Voting dalam lingkungan terkendali untuk memahami penggunaannya. Sesi tanya jawab memberikan kesempatan untuk pertanyaan, klarifikasi konsep, dan bimbingan lebih lanjut. Hasil yang diharapkan adalah pemilih dan petugas pemilihan dengan pemahaman yang jelas tentang penggunaan teknologi dalam pemilihan. Diperlukan peningkatan partisipasi dalam pelatihan dan pendampingan agar mereka lebih terbiasa dengan teknologi yang digunakan. Evaluasi berkala dilakukan untuk mengukur efektivitasnya, mengevaluasi pemahaman pemilih dan petugas, serta mengidentifikasi area perbaikan. Secara keseluruhan, pelatihan dan pendampingan E-Voting Pemilihan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur penting untuk memastikan efektivitas pemilihan. Dengan menggunakan metode yang tepat dan evaluasi rutin, kendala dapat diatasi dan keberhasilan penggunaan sistem E-Voting dapat dicapai. Kata kunci: e-voting; pelatihan dan pendampingan; pemilihan pimpinan wilayah muhammadiyah ABSTRACTTraining and mentoring are vital in successfully implementing the E-Voting system during the Muhammadiyah East Kalimantan Regional Leadership Election. However, challenges include inadequate technological infrastructure and a need for more awareness and motivation to learn and utilize the technology. Thus, effective strategies are necessary to overcome these obstacles. The program incorporates tutorials, simulation exercises, and question-and-answer sessions. Tutorials systematically explain the E-Voting system's usage to voters and election officials. Simulation exercises offer participants a controlled environment to practice operating the technology, enhancing their understanding of its functionality. Question-and-answer sessions provide opportunities for clarification, addressing concerns, and receiving further guidance. The ultimate objective is to ensure voters and election officials clearly understand the E-Voting system's application in the voting process. Increasing participation in training sessions is crucial for individuals to become familiar with the technology. Regular evaluations assess the program's effectiveness, measure the comprehension level of voters and election officials, and identify areas for improvement. Overall, the training and mentoring program for the E-Voting system in the Muhammadiyah East Kalimantan Regional Leadership Election is crucial for a successful voting process. Implementing suitable methods and conducting regular evaluations, challenges can be promptly addressed, leading to the effective utilization of the E-Voting system. Keywords: e-voting; training and assistance; selection of muhammadiyah regional leaders
SOSIALISASI ANTISIPASI SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN CABAI RAWIT Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; Rika Andriani Sukma Dewi; Mulyati Mulyati; Baharuddin Baharuddin; Sri Tejowulan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17150

Abstract

ABSTRAKDesa Sukadana merupakan salah satu desa yang memiliki potensi pertanian yang besar. Sebagai salah satu desa penyangga di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, desa ini berpotensi menjadi desa pemasok kebutuhan pangan di kawasan tersebut. Desa yang berada di wilayah beriklim kering ini dapat memanfaatkan lahan pertanian untuk tanaman hortikultura salah satunya adalah tanaman cabai. Dalam pembudidayaan tanaman hortikultura cabai tidak luput dari adanya hambatan yaitu hama dan penyakit yang menyerang tanaman cabai. Sebagai langkah untuk mengantisipasi hal tersebut kegiatan pengabdian ini dilakukan di Desa Sukadana dengan Masyarakat sasaran yaitu kelompok Tani Patuh Bersama. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi antisipasi serangan hama dan penyakit yang menyerang tanaman cabai khususnya cabai rawit. Kegiatan ini dilakukan dengan metode diskusi dua arah dan sosialisasi dengan melibatkan anggota kelompok tani yang telah melakukan pembudidayaan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai beragam hama dan penyakit serta obat-obatan yang dapat mencegah hama dan penyakit pada tanaman cabai rawit yang diketahui melalui hasil pretest sebelum sosialisasi dan posttest setelah diadakannya sosialisasi. Kegiatan pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa memberikan manfaat yang besar pada anggota kelompok tani terutama dalam perawatan tanaman cabai. Kata kunci: budidaya; hortikultura; cabai rawit; hama penyakit. ABSTRACTSukadana Village is one of the villages that has great agricultural potential. As one of the buffer villages in the Mandalika Special Economic Zone (KEK), this village has the potential to become a village that supplies food needs in the area. This village, which is located in a dry climate area, can utilize agricultural land for horticultural crops, one of which is chili. In cultivating horticultural crops, chilies cannot escape obstacles, namely pests and diseases that attack chili plants. As a step to anticipate this, this community service activity was carried out in Sukadana Village with the target community, namely the Patuh Bersama Farmer Group. This activity aims to provide socialization in anticipation of attacks by pests and diseases that attack chili plants, especially cayenne pepper. This activity was carried out using a two-way discussion method and socialization by involving members of farmer groups who had already carried out cultivation. The results obtained from this activity are that it can increase public knowledge about various pests and diseases as well as drugs that can prevent pests and diseases in cayenne pepper which are known through the results of the pretest before socialization and posttest after the socialization. It can be concluded that this service activity provides great benefits to members of farmer groups, especially in caring for cayenne pepper plants. Keywords: harvest; horticulture; cayenne pepper; pest.
AKTIVITAS FISIK UNTUK MENGURANGI NYERI AKIBAT RHEUMATOID ARTHRITIS PADA MASYARAKAT MONTONG BUWUH DESA MENINTING BATULAYAR LOMBOK BARAT Ernawati Ernawati; Hapipah Hapipah; Istianah Istianah; BaiqHeni Rispawati; Heny Marlina Riskawaty
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.19445

Abstract

ABSTRAKRheumatoid Arthritis (RA) adalah penyakit autoimun progresif dengan imflamasi kronik yang menyerang sistem muskuloskletal namun dapat melibatkan organ dan sistem tubuh secara keseluruhan, yang ditandai dengan pembengkakan, nyeri sendi serta destruksi jaringan synovial yang disertai gangguan pergerakan. Nyeri dapat disebabkan oleh peradangan mulai dari membrane sendi yang membatasi kemudian berubah menjadi pembekakan atau efusi pada rauang sendi dan kerusakan pada tulang. Nyeri yang diakibatkan rheumatoid arthritis akan mengakibatkan perubahan gaya hidup, aktivitas istirahat, dan pekerjaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengurangi nyeri remathoid arthritis dengan kegiatan aktivitas fisik dan memberikan penyuluhan kesehatan tentang konsep rheumatoid arthritis meliputi pengertian, penyebab, tanda gejala, komplikasi, penatalaksaan dan bagaimana pencegahannya. Metode yang dilkukan dalam kegiatan ini adalah melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan terlebih dahulu pada penderita rheumatoid arthritis kemudian di lakukan kegiatan aktivitas fisik pada semua peserta. Sambutan dan semua peserta sangat antusias mengikuti kegiatan. Dengan kegiatan ini semua peserta kegiatan sebanyak 60 orang mengetahui dan memahami pengertian, penyebab, tanda gejala, komplikasi, penatalaksaan dan pencegahan penyakit remathoid arthritis dan menurunkan masalah nyeri yang sering di alami penderita remathoid arthritis Kata kunci: remathoid arthritis; penyuluhan kesehatan; aktivitas fisik ABSTRACTRheumatoid Arthritis (RA) is a progressive autoimmune disease with chronic inflammation that attacks the musculoskeletal system but can involve organs and body systems as a whole, which is characterized by swelling, joint pain and destruction of synovial tissue accompanied by movement disorders. Pain can be caused by inflammation starting from the joint membrane that limits it and then turning into swelling or effusion in the joint space and damage to the bones. Pain caused by rheumatoid arthritis will result in changes in lifestyle, rest activities and work. This community service activity aims to reduce rheumatoid arthritis pain through physical activity and provide health education about the concept of rheumatoid arthritis including the definition, causes, signs, symptoms, complications, management and how to prevent it. The method used in this activity is to carry out health education activities first for rheumatoid arthritis sufferers and then carry out physical activities for all participants. The welcome and all participants were very enthusiastic about participating in the activity. With this activity, all 60 activity participants know and understand the meaning, causes, signs, symptoms, complications, management and prevention of rheumatoid arthritis and reduce pain problems that are often experienced by rheumatoid arthritis sufferers. Key words: rheumatoid arthritis; health education; physical activity
SOSIALISASI DAN AKSI SOSIAL MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN DAN KELESTARIAN AIR SUNGAI A. Besse Dahliana; Jumardi Jumardi; Hujemiati Hujemiati; Rahmawati Tahir; Andi Murniati; Ningsih Purnama Sari; Syahrul Syahrul; Syarwan Syarwan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16238

Abstract

ABSTRAKKegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Kabupaten Bone merupakan salah satu program Mahasiswa Pecinta Alam Mattola Palallo STIP YAPI Bone. Kegiatan ini dilaksanakan pada 16 Juni 2023. Bertempat di Jalan Mangga dan Jalan Sukawati, Kelurahan Macege Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa STIP YAPI Bone, Dosen STIP YAPI Bone dan masyarakat Jalan Mangga dalam membersihkan Sungai dan jalan sekitarnya serta memungut sampah. Kegiatan pengabdian masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar, menginsipirasi individu atau kelompok lain untuk lebih peduli terhadap lingkungan yang ada baik pemerhati lingkungan ataupun kaum intetelektual dan dapat berjalan secara berkelangsungan dan berkesinambungan di masa yang akan datang sebagai wujud realisasi dari sosialisasi. Kata kunci : sosialisasi; aksi sosial; lingkungan; sungai ABSTRACTCommunity Service Activities (PKM) in Bone Regency is one of the Nature Lover Mattola Palallo STIP YAPI Bone Student programs. This activity was carried out on June 16, 2023. Located on Jalan Mangga and Jalan Sukawati, Macege Village, Bone Regency, South Sulawesi This activity was carried out in mutual cooperation by STIP YAPI Bone students, STIP YAPI Bone lecturers, and the people of Jalan Mangga in cleaning the river and surrounding roads and picking up rubbish. It is hoped that community service activities can provide benefits to the surrounding community, inspire other individuals or groups to care more about the environment, whether environmentalists or intellectuals, and run sustainably in the future as a form of socialization. Keywords: socialization; social action; environment; river
PERTANIAN ORGANIK: PERBANYAKAN PUPUK HAYATI RAMAH LINGKUNGAN DEMI UPAYA SWASEMBADA BERAS NASIONAL Abil Permana Putra; Lanang Suryo Wicaksono; Salsabila Syfa Putri Gunawan; Arief Bima Pramono Putra; Imelda Ayu Prahesti; Binti Qurratul Ainiyah; Dandy Reza Nugraha; Basuki Basuki
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17016

Abstract

ABSTRAKPupuk Hayati merupakan inokulan berbahan aktif organisme hidup yang berfungsi untuk menfiksasi hara tertentu atau memfasilitasi tersedianya hara dalam tanah bagi tanaman. Progam Mahasiswa Berdesa (PROMAHADESA) ini dilakukan di Desa Pecoro Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember. Beberapa masalah pokok yang menjadi masalah di Desa Pecoro Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember yaitu produktivitas padi yang rendah ±3,7 ton/ha, tanah bersifat masam serta penggunaan pupuk urea berlebih, oleh sebab itu penggunaan inovasi pupuk hayati diharapkan mampu memberikan solusi terbaik terhadap permasalahan. Metode yang digunakan adalah Model Community Development (MCD), Persuasif, Edukatif. Hasil dari kegiatan berupa sosialisasi pemanfaatan pupuk hayati serta pelatihan dan pembuatan pupuk hayati. Melalui Pelatihan dan Pembuatan Pupuk Hayati para petani memiliki pengetahuan dan wawasan yang lebih banyak terkait pertanian organik terutama pada manfaat pupuk hayati dengan menggunakan bakteri-bakteri baik bagi lingkungan. Kata kunci: pupuk organic; pupuk hayati; ramah lingkungan; swasembada beras ABSTRACTBiological Fertilizers are inoculants made from active living organisms that function to bind certain nutrients or facilitate the availability of nutrients in the soil for plants. The Village Student Program (PROMAHADESA) was carried out in Pecoro Village, Rambipuji District, and Jember Regency. Some of the main problems that are a problem in Pecoro Village, Rambipuji District, and Jember Regency are low rice productivity of 3.7 tons/ha, acidic soil, and excessive use of urea fertilizer; therefore, the use of biofertilizer innovations is expected to be able to provide the best solution to the problem. The methods used are Model Community Development (MCD), Persuasive, and educational. The results of the activity are in the form of Socialization of the Utilization of Biological Fertilizers as well as Training and manufacturing of Biological Fertilizers. Through training and the production of biological fertilizers, farmers gain more knowledge and insight regarding organic farming, especially the benefits of biological fertilizers using good bacteria for the environment. Keywords: organic fertilizers; biological fertilizers; environmentally friendly; rice self-sufficiency
REVITALISASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA DI MADRASAH ALIYAH (MA) HIDAYATULLAH MATARAM Ridwan Ridwan; Rohana Rohana; Hirma Susilawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16817

Abstract

ABSTRAKSalah satu keterampilan yang harus dimiliki di abad 21 ialah keterampilan literasi. Penyediaan bahan bacaan melalui perpustakaan merupakan upaya yang dapat dilakukan sekolah untuk meningkatkan minat literasi siswa. Kegiatan revitalisasi perpustakaan dilaksanakan di Madrasah Aliyah (MA) Hidayatullah Mataram. Fungsi awal perpustakaan digunakan untuk menyimpan koleksi, dan juga digunakan untuk aula pertemuan/rapat. Kondisi yang tidak terawat membuat siswa enggan berkunjung ke perpustakaan. Tujuan yang akan dicapai dalam kegiatan ini ialah mengfungsikan perpustakaan dan meningkatkan minat baca siswa. Metode yang digunakan adalah ceramah, pelatihan dan penerapan sistem. Pengabdian dilakukan dengan tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Hasil pengabdian ini: 1) Revitalisasi perpustakaan, dilakukan dengan mendekorasi ulang perpustakaan, menyortir koleksi, mengklasifikasikan dan melabeli buku, dan membuat buku kunjungan perpustakaan. Berdasarkan klasifikasi, terdapat 426 buku bacaan siswa, 27 ensiklopedia, 318 buku pengetahuan umum, 89 buku guru, dan 614 buku pelajaran KTSP dan kurikulum 2013; 2) Minat baca meningkat dengan rata-rata jumlah siswa yang menginjungi perpustakaan setiap harinya ialah 35 siswa; 3) Perpustakaan difungsikan sebagai tempat alternatif pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa revitalisasi perpustakaan dapat meningkatkan minat baca siswa dan perpustakaan berfungsi sebagaimana mestinya. Dari hasil kegiatan ini pasti ada kelebihan dan kekurangannya, untuk itu bisa dilakukan perbaikan lebih lanjut bagi peneliti selanjutnya baik di perpustakaan yang sama maupun perpustakaan yang lain. Kata kunci: revitalisasi perpustakaan; perpustakaan sekolah; minat baca. ABSTRACTOne of the skills that must be possessed in the 21st century is literacy skills. Providing reading materials through the library is an effort that schools can make to increase students' interest in literacy. Library revitalization activities were carried out at Madrasah Aliyah (MA) Hidayatullah Mataram. The initial function of the library was used to store collections and was also used as a meeting hall. Conditions that are not maintained make students reluctant to visit the library. The goal to be achieved in this activity is to function the library and increase students' interest in reading. The methods used are lectures, training and system implementation. The service is carried out in three stages, namely planning, implementation, and reporting. The results of this service: 1) Library revitalization, carried out by redecorating the library, sorting collections, classifying and labeling books, and making library visit books. Based on the classification, there are 426 student reading books, 27 encyclopedias, 318 general knowledge books, 89 teacher books, and 614 KTSP textbooks and the 2013 curriculum; 2) Interest in reading has increased with an average number of students visiting the library each day of 35 students; 3) The library functions as an alternative place of learning. Thus, it can be concluded that library revitalization can increase students' interest in reading and the library functions  as it should. Keywords: revitalization of libraries; school libraries; interest in reading.
GERAKAN CEGAH STUNTING SEJAK DINI (GENCAT SENI) GUNA MENURUNKAN ANGKA STUNTING. Cahaya Indah Lestari; Catur Esty Pamungkas; Siti Mardiyah WD; Rizkia Amilia; Ni Wayan Ari Adiputri; Risa Arieska; Evi Diliana Rospia; Indriyani Makmun; Aulia Amini; Dwi Kartika Cahyaningtyas
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16328

Abstract

ABSTRAKStunting merupakan salah satu permasalahan gizi pada anak secara global. Sekitar 161 juta anak balita di dunia mengalami Stunting yang mana setengah dari jumlah balita Stunting tinggal di wilayah Asia. Berdasarkan data dari UNICEF, Indonesia menempati posisi keempat dengan populasi anak terbesar di dunia yaitu sebanyak 80 juta jiwa Laporan Survei Status Gizi Indonesia Tahun 2021 juga menunjukkan bahwa Prevalensi Stunting di Indonesia sebesar 24,4%. Angka ini masih di atas ambang batas yang ditetapkan oleh WHO  yaitu sebesar 20%. Target penurunan Stunting tahun 2024 adalah sebesar 14%, artinya menurunkan prevalensi Stunting sebesar 10% dalam 3 tahun. Tujuan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan pengetahun remaja tentang Gerakan cegah Stunting sejak dini di SMA Negeri 1 Aikmel Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. Metode kegiatan pengabdian ini berupa penyuluhan terhadap remaja putri di SMA Negeri 1 Aikmel yang berjumlah 30 orang. Kegiatan ini  terdiri dari tiga tahap, yaitu pembagian kuesioner pre test, pemaparan materi tentang gerakan cegah Stunting sejak dini dan tanya jawab. Berdasarkan hasil kegiatan didapatkan sebagian besar remaja paham dengan penyuluhan yang diberikan, sehingga bisa disimpulkan bahwa pengabdian gerakan cegah Stunting sejak dini dapat meningkatkan pengetahuan remaja putri terkait Stunting serta gizi pada remaja Kata kunci: pendidikan kesehatan; stunting; remaja putri ABSTRACTStunting is one of the most common nutritional problems in children globally. Around 161 million children under five in the world experience stunting, of which half live in the Asian region. Based on data from UNICEF, Indonesia is in fourth place with the largest child population in the world, namely 80 million people. The 2021 Indonesian Nutrition Status Survey Report also shows that the prevalence of stunting in Indonesia is 24.4%. This figure is still above the threshold set by the WHO, namely 20%. The target for reducing stunting in 2024 is 14%, meaning reducing the prevalence of stunting by 10% in 3 years. The aim of this service is to increase teenagers' knowledge about the movement to prevent stunting from an early age at SMA Negeri 1 Aikmel, East Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. The method of this service activity is in the form of counseling for 30 young women at SMA Negeri 1 Aikmel. This activity consists of three stages, namely the distribution of pre-test questionnaires, the presentation of material about early stunting prevention movements, and questions and answers. Based on the results of the activity, it was found that the majority of teenagers understood the counseling provided, so it can be concluded that dedication to the stunting prevention movement from an early age can increase the knowledge of young women regarding stunting and nutrition in teenagers.Keywords: health education; stunting; teenage girl