cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
EDUKASI PELESTARIAN LINGKUNGAN HIJAU DI SEKOLAH DASAR KATOLIK WITIHAMA Chrisdayanti Antonia Kewa Florida Duan; Donna Isra Silaban
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16627

Abstract

ABSTRAKPelestarian Lingkungan serta penghijauan di lingkungan Sekolah tidak hanya sebatas menyediakan udara bersih dan memperindah tetapi juga sangat penting dalam rangka melatih peserta didik untuk peduli terhadap lingkungan alam sekitar. Hal ini sangat penting, karena akan mempengaruhi motivasi belajar dalam proses pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan:1)  Menumbuhkan karakter peduli dan cinta lingkungan di kalangan siswa/siswi  ; 2) Menambah pengetahuan secara umum tentang alam beserta fungsinya. kegiatan pengabdian ini menggunakan metode partisipatif warga sekolah serta dipraktikkan secara langsung oleh siswa/siswi Sekolahan Dasar Katolik Witihama dalam pelestarian lingkungan hijau. Program ini dilaksanakan di SDK Witihama, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur selama dua bulan dari bulan Mei 2023 hingga Juni 2023. Kegiatan pengabdian ini melibatkan Mahasiswi FISIP Universitas Katolik Widya Mandira Kupang serta siswa siswi dan para guru dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Hasil kegiatan ini memiliki dampak berupah perubahan pada lingkungan sekolah yang diakibatkan oleh suatu usaha dan/atau kegiatan. Kata kunci : edukasi; lingkungan hijau; sekolah dasar ABSTRACTEnvironmental preservation and greening in the school environment are not only limited to providing clean and beautifying air but are also very important in order to train students to care about the surrounding natural environment. This is very important, because it will affect the motivation to learn in the learning process. This service activity aims to: 1) Grow the character of caring and loving the environment among students; 2). Provide new understanding and experience to students regarding procedures for selecting plant seeds and sustainable maintenance; 3) Increase general knowledge about nature and its functions. This service activity uses the participatory method of school members and is practiced directly by Witihama Catholic Elementary School students in preserving a green environment. This program was carried out at SDK Witihama, Witihama District, East Flores Regency for two months from May 2023 to June 2023. This community service activity involved FISIP students at Widya Mandira Catholic University Kupang as well as students and teachers in protecting and preserving the environment. The results of this activity have an impact in the form of changes to the school environment caused by a business and/or activity. Keywords: education; green environment; elementary school.
SOSIALISASI PENGENALAN APP INVENTOR BERBASIS MOBILE PROGRAMMING Muhammad Faisal; Ida Ida; Muhammad Khaiyyir; Adnan Ahsan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17153

Abstract

ABSTRAKSMA Ittihad adalah salah satu sekolah swasta yang berdiri sejak tahun 1983, beralamat di jalan G. Lokon No. 44, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90145. Minimnya pengetahuan siswa siswi mengenai penggunaan software khususnya bahasa pemrograman berbasis mobile programming.  Perlu adanya pemberian pemahaman dan gambaran terkait cara pembuatan aplikasi mobile tanpa menggunakan pengkodean program. Keunggulan App Inventor terletak pada kemudahan pemrograman, dimana pengguna tidak perlu memiliki pengetahuan pemrograman dasar, memahami kode, atau memiliki pengalaman di bidang IT, namun yang terpenting dalam membuat aplikasi menggunakan App Inventor adalah bagaimana programmer menggunakan logika seperti saat seseorang menyusun teka-teki. Pelatihan pengenalan App Inventor berbasis mobile programming menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan minat dan pengetahuan serta kemampuan Siswa siswi SMA Ittihad Makassar dalam membuat sebuah aplikasi tanpa menuliskan coding dari program tersebut. Tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan siswa dalam pembuatan aplikasi mobile tanpa menggunakan pengkodean. Pelatihan dilakukan dengan metode presentasi, demonstrasi, serta praktik langsung. Untuk mengukur pencapaian maka dilakukan pengisian kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil kuesioner menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta pelatihan terkait penggunaan app inventor. Mengalami peningkatan menjadi rata-rata sebesar 68,25% setelah diberi pelatihan. Kata kunci: app inventor; pelatihan; system usability scale. ABSTRACTSMA Ittihad is one of the private schools established since 1983, located at Jalan G. Lokon No. 44, Makassar District, Makassar City, South Sulawesi 90145. The lack of knowledge of students about the use of software, especially mobile programming-based programming languages.  It is necessary to provide understanding and overview related to how to make mobile applications without using program coding. The advantage of App Inventor lies in the ease of programming, where users do not need to have basic programming knowledge, understand code, or have experience in the IT field, but the most important thing in creating applications using App Inventor is how programmers use logic like when someone puts together a puzzle. Mobile programming-based App Inventor introduction training is one solution to increase the interest and knowledge and ability of Ittihad Makassar High School students in making an application without writing down the coding of the program. The purpose of this training is to increase students' knowledge in making mobile applications without using coding. Training is carried out by presentation, discussion, and direct practice. To measure achievement, questionnaires were filled out before and after training. The results of the questionnaire showed an increase in training participants' knowledge regarding the use of app inventors. Increased to an average of 68,25% after being given training. Key Word: app inventor; training; system usability scale.
PENGUATAN PEDAGANG SENTRA WISATA KULINER (SWK) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENJUALAN PADA PASCA PANDEMI COVID-19 Titis Puspitaningrum Dewi Kartika; Rr. Iramani; Wiwik Lestari; Reza Tianto; Mohammad Al Hafidz
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.15507

Abstract

ABSTRAKHingga saat ini, WHO belum mencabut status pandemi Covid-19, sehingga memberikan dampak ekonomi bagi Sentra Wisata Kuliner (SWK) di Penjaringan Sari. Penjualan pedagang SWK Penjaringan sari saat ini mengalami penurunan. Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dilakukan untuk mengidentifiksi masalah yang terjadi. Hasil FGD menunjukkan permasalahan yang dihadapi adalah adanya persamaan jenis menu makanan atau minuman yang dijual dan tidak ada proses aturan kegiatan yang ditetapkan oleh koordinator mengenai penjualan. Program pengabdian kepada masyarakat ini melaksanakan pendampingan dengan tujuan meningkatkan pemahaman etika bisnis kepada pedagang SWK Penjaringan Sari. Metode program pengabdian adalah ceramah dan diskusi kemudian dilanjukan dengan tanya jawab antara narasumber dan peserta. Hasil evaluasi terhadap pelaksanaan pendampingan menjelaskan bahwa terjadi peningkatan pemahaman pedagang pada materi etika bisnis. Hasil penilaian skor pre-test menunjukkan nilai 53,75, kemudian meningkat menjadi 70,60 untuk skor post-test. Hasil pengujian dengan menggunakan metode Wilcoxon Signed Rank juga menunjukkan nilai p-value sebesar 0.001. Hasil ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman pedagang terhadap etika bisnis pada saat sebelum pendampingan dengan setelah pendampingan. Perubahan atas peningkatan kegiatan juga dialami pedagang setelah pendampingan. Kata kunci: sentra wisata kuliner (SWK); etika bisnis; pendampingan. ABSTRACTUntil now, WHO has not revoked the Covid-19 pandemic status, thus providing an economic impact for the Culinary Tourism Center (SWK) in Penjaringan Sari. Sales of SWK Penjaringan sari traders are currently experiencing a decline. Focus Group Discussion (FGD) activities are carried out to identify problems that occur. The results of the FGD showed that the problem faced was that there were similarities in the types of food or drink menus being sold and there was no process for activity rules set by the coordinator regarding sales. This community service program carries out mentoring with the aim of increasing understanding of business ethics for SWK Penjaringan Sari traders. The service program method is lectures and discussions then followed by questions and answers between the resource person and the participants. The results of the evaluation of the implementation of mentoring explained that there was an increase in traders' understanding of business ethics material. The results of the pre-test score showed a value of 53.75, then increased to 70.60 for the post-test score. The test results using the Wilcoxon Signed Rank method also show a p-value of 0.001. These results indicate that there is an increase in traders' understanding of business ethics before mentoring and after mentoring. Changes in increased activity were also experienced by traders after mentoring. Keywords: the culinary tourism center (SWK); business ethics; mentoring.
PEMANFAATAN LIMBAH PRODUKSI ARANG KAYU MENJADI BRIKET ARANG SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEBERDAYAAN EKONOMI PEDESAAN Digdo Listyadi Setyawan; Nasrul Ilminnafik; Hary Sutjahjono; Intan Hardiatama; Misto Misto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16607

Abstract

ABSTRAKDi Dusun Gunung Giri, yang  terletak di Desa Wonosari, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso,  terdapat sejumlah UMKM pembuat arang kayu. Arang kayu  biasanya digolongkan menjadi tiga A, B dan C.  Harga arang kayu untuk golongan A  adalah Rp. 2.700 per kg, golongan B adalah Rp. 500 per kg , sedangkan untuk golongan C biasanya dibuang.  Sebetulnya produk arang golongan B dan C dapat diolah lebih lanjut menjadi bentuk briket sehingga  memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan dengan menggunkan metode penyuluhan dan  pelatihan kepada mitra yang berjmlah sekitar 15 orang pengrajin arang yang pada akhir program dilakukan evaluasi berupa kuisioner dan berkonsultasi berkelanjutan untuk pengambangan produk arang kayu yaitu menjadikan arang golongan B dan C menjadi briket arang. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan softskill SDM  pengrajin  sebesar lebih dari 80 % dan peningkatan nilai ekonomis dari pembuatan beriket arang sebesar 200 %. Kata kunci: briket; arang kayu; pelatihan; penyuluhan. ABSTRACTIn Gunung Giri Hamlet, which is located in Wonosari Village, Grujugan District, Bondowoso Regency, there are a number of SMEs producing wood charcoal. Wood charcoal is usually classified into three A, B and C. The price of wood charcoal for class A is Rp. 2,700 per kg, group B is Rp. 500 per kg, while for group C it is usually discarded. Actually, the products of group B and C charcoal can be further processed into briquettes so that they have a higher economic value. The Community Service Program (PKM) was carried out using counseling and training methods for approximately 15 partners who were charcoal craftsmen who at the end of the program were evaluated in the form of questionnaires and ongoing consultations for the development of wood charcoal products, namely turning class B and C charcoal into charcoal briquettes. The results of the community service activities show that there has been an increase in the soft skills of craftsmen's human resources by more than 80% and an increase in the economic value of making charcoal beriket by 200%. Keywords: briquettes; wood charcoal; training; counseling.
PENDAMPINGAN REMAJA DENGAN PENGUATAN WAWASAN TENTANG BAHAYA PERNIKAHAN DINI DI DESA KARANGRAHARJA Yulianti Yulianti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17237

Abstract

ABSTRAKPerkawinan adalah penyatuan ikatan antara seorang pria dengan seorang wanita sedemikian rupa sehingga menjadi pasangan suami istri yang sah menurut agama dan Negara. Pernikahan tentunya memiliki syarat-syarat agama dan pemerintahan. Sedangkan untuk usia dewasa, idealnya pernikahan dilakukan pada usia 21 tahun. Namun tidak jarang terjadi perkawinan di bawah usia 21 tahun. Perkawinan remaja sering terjadi di bawah usia 21 tahun. Salah satu masalah sosial khususnya di kalangan anak muda adalah adanya pernikahan dini. Pernikahan dini lebih banyak terjadi di negara berkembang, salah satunya Indonesia. Demi mengatasi masalah pernikahan dini dengan ini dilakukan sosialisasi dan pendampingan remaja dengan penguatan wawasan tentang bahaya pernikahan dini di Desa Karangraharja. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan menggunakan metode sosialisasi melalui penyuluhan serta pendampingan dengan penguatan wawasan tentang bahaya pernikahan dini. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan bahwa didapatkan tingkat pengetahuan sebelum dan setelah di lakukan penyuluhan dan pendampingan pada remaja putri di dapatkan pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan dan pendampingan remaja putri sejumlah 30 orang (60%) kemudian setelah diberikan penyuluhan dan pendampingan remaja putri sejumlah 30 orang (77.86%), sehingga diperoleh adanya peningkatan pengetahuan remaja putri sejumlah 30 orang (17.86%) tentang bahaya pernikahan dini di Desa Karangraharja. Kata kunci: remaja; pernikahan dini; pendampingan ABSTRACTMarriage is a union of bonds between a man and a woman in such a way that they become husband and wife who are legally married according to religion and state. Marriage certainly has religious and government requirements. As for adulthood, ideally marriage is done at the age of 21 years. However, it is not uncommon for marriages to occur under the age of 21. Teenage marriages often occur under the age of 21. One of the social problems, especially among young people, is early marriage. Early marriage is more common in developing countries, one of which is Indonesia. In order to overcome the problem of early marriage, socialization and mentoring of adolescents is carried out by strengthening insights about the dangers of early marriage in Karangraharja Village. The community service method is carried out using the socialization method through counseling and mentoring by strengthening insight about the dangers of early marriage. The results of the community service that has been done show that the level of knowledge before and after counseling and mentoring for young women is obtained before counseling and mentoring for young women is 30 people (60%) then after counseling and mentoring for young women is 30 people (77.86%), so that there was an increase in the knowledge of 30 young women (17.86%) about the dangers of early marriage in Karangraharja Village. Keywords: youth; early marriage; assistance
PENDAMPINGAN KADER DALAM PENGGUNAAN BUKU KIA UNTUK MENDETEKSI TANDA BAHAYA KEHAMILAN PADA IBU HAMIL Musmundiroh Musmundiroh
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16506

Abstract

ABSTRAKKesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan salah satu prioritas utama pembangunan kesehatan di Indonesia. Program ini bertanggung jawab terhadap pelayanan kesehatan ibu hamil, bersalin, dan neonatal. Salah satu tujuan program ini menurunkan kematian dan kejadian sakit pada ibu dan anak melalui peningkatan mutu pelayanan dan menjaga kesejahteraan pelayanan kesehatan ibu dan prenatal di tingkat dasar. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pendampingan kader dalam penggunaan buku KIA. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Karangraharja Kecamatan Cikarang Utara. Peserta pelatihan ini pendampingan Kader dalam penggunaan buku KIA sebanyak 30 kader. Pada kegiatan ini dilakukan pendampingan kader untuk menyampaikan kembali materi dan melatih ibu kader tentang cara melakukan pengecekkan buku KIA. Metode pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan pre dan post tentang penggunaan buku KIA untuk mendeteksi tanda bahaya kehamilan pada ibu hamil, dilanjutkan pelatihan skrining buku KIA dengan menggunakan kuesioner. Hasil pengabdian masyarakat ini bahwa tingkat pendampingan kader sebelum diberikan penyuluhan dan pelatihan sebagian besar kurang yaitu sebanyak 55% sedangkan setelah diberikan pendampingan, penyuluhan dan pelatihan 87%. Setelah diberikan pendampingan semua kader mampu memahami penggunaan dan pencatatan buku KIA serta banyak sekali informasi kesehatan yang ada di dalam buku KIA. Kata kunci: pendampingan; buku KIA; tanda bahaya kehamilan ABSTRACTMother and child health is one of the top priority health development in Indonesia.This program is responsible for maternity health care, The delivery, and neonatal.One purpose of this program is to lower death and illness in mothers and children through increased quality of service and main tain the health care of mothers and prenatals at a basic level. The purpose of this community devotion to increase assistance cadres in the use of the services.The event was held in the village in cikarang karangraharja north.The training participants assistance cadres in the use of as many as 30 cadres mch book.The work is done assistance cadres to convey back material and train the cadres pengecekkan mch book on how to do. This community's method of devotion is pre and post counseling on the use of our books to detect signs of the danger of pregnancy in pregnant mothers, continued screening of our books using questionnaires. The result of this community devotion that the level of supporting cadres before being given extension and training is mostly less is as much as 55% whereas after being given support, expansion and training 87 %.After being given the assistance of all cadres able to understand the use and registration of the book Kia as well as a lot of health information that is in the book KIA Keywords: counselling; book KIA; tocsin pregnancy.
COACHING CLINIC KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA UNTUK MEMBANGUN OPTIMISME DAN ADAPTABILITAS DI ERA DISRUPSI Dewi Anggraini; Indra Prapto Nugroho; Rachmawati Rachmawati; Mariana Mariana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16912

Abstract

ABSTRAKPara pelaku wirausaha di Abad ke-21 dihadapkan pada era disrupsi, dimana terjadi perpindahan cara membeli dan apa yang dibeli oleh masyarakat atau konsumen. Bentuk usaha yang sifatnya konvensional cepat atau lambat akan ditinggalkan oleh konsumen. Perkembangan usaha bergeser ke arah inovasi dan teknologi. Hal ini tentu saja menuntut para pelaku usaha untuk mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Ini merupakan sebuah tantangan, sehingga mereka juga perlu menanamkan sikap optimisme. Maka, kegiatan coaching clinic ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan mengenai peluang usaha dan teknologi yang digunakan dalam dunia usaha di era disrupsi, selain itu, mahasiswa juga memiliki pribadi yang selalu optimis dan mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan, karena mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang menjadi motor penggerak kewirausahaan.  Kegiatan ini dihadiri 65 peserta yang merupakan mahasiswa Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya. Berdasarkan hasil evaluasi dari kegiatan ini, pada umumnya peserta menanggapi dengan positif, dimana mereka mampu merancang konsep kewirausahaan dan mendapatkan gambaran mengenai peluang usaha di era disrupsi. Kata kunci: coaching clinic; optimisme; adaptabilitas; era disrupsi. ABSTRACTEntrepreneurs in the 21st century face a period of disruption characterized by a shift in how the public or consumers buy and what they buy. Consumers will abandon traditional business practices sooner or later. Innovation and technology increasingly drive business development. It necessitates that business actors can adapt to the occurring changes. Given the difficulty of the situation, they must also instill an optimistic outlook. This coaching clinic activity aims to provide students with knowledge and skills regarding business opportunities and the technology used in the business world during disruption. In addition, students always have optimistic personalities and can adapt to change, as they are one group that drives entrepreneurship. Sixty-five students from the Psychology Study Programme, Faculty of Medicine, Sriwijaya University, attended this event. Based on the evaluation of this activity, participants responded favorably, as they were able to develop entrepreneurial concepts and gain an overview of business opportunities in the era of disruption. Keywords: coaching clinic; optimism; flexibility; era of disruption.
PELATIHAN PEMBENTUKAN DAN PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA BERBASIS WISATA BUDAYA PADA DESA MANTAR Ibrahim Ibrahim; Mas’ad Mas’ad; Mintasrihardi Mintasrihardi; Agus Herianto; Sintayana Muhardini; Mahsup Mahsup; Sri Rejeki; Siti Hasanah; Abdul Wahab; Zainuddin Zainuddin; Mardiyah Hayati; Asma Azizah; Burhanuddin Burhanuddin; M. Saleh; M. Sobry; Akhmad Syafruddin; Muhammad Salahuddin; Erwansyah Erwansyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17404

Abstract

ABSTRAKKeberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Mantar sudah terbentuk, namun masih memiliki kendala dalam pelaksanaan program. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memotivasi melalui pelatihan pembentukan dan pengembangan badan usaha milik desa berbasis wisata budaya pada Desa Mantar.  Metode yang digunakan adalah sosialisasi berupa penyampaian materi dan tanya jawab. Hasil  Pengabdian kepada Masyarakat ini diketahui bahwa melalui pelatihan pembentukan dan pengembangan BUMDes sudah berjalan lancar dan memiliki dampak positif terutama peningkatan SDM dan sarana pengembangan dalam mengembangkan potensi desa. hasil Kedepan diperlukan program lanjutan yang bersifar aksi nyata dan sumber pendanaan yang mampu membantu BUMDes dapat berjalan dan mengembangkan program secara berkelanjutan.  Kata kunci: pelatihan; pembentukan; pengembangan; dan BUMDes ABSTRACTThe existence of Village-Owned Enterprises (BUMDes) in Mantar Village has been formed, but still has problems in implementing the program. The purpose of this activity is to motivate through training the formation and development of cultural tourism-based village-owned enterprises in Mantar Village. The method used is socialization in the form of delivery of material and questions and answers. The results of this Community Service show that through training the formation and development of BUMDes has been running smoothly and has a positive impact, especially increasing human resources and development facilities in developing village potential. In the future, a follow-up program is needed that is real action and a source of funding that is able to help BUMDes run and develop programs in a sustainable manner. Keywords: training; formation; development; and BUMDes
SOSIALISASI SECURITY AWARENESS DAN PERLINDUNGAN DATA PRIBADI DI MEDIA SOSIAL PADA SMK MAARIF NU 1 CILONGOK Siti Alvi Sholikhatin; Prayoga Pribadi; Anisa Pratiwi; Dafa Arta Anggara
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16024

Abstract

ABSTRAKMenjaga keamanan data pribadi merupakan kebutuhan penting, terutama ketika berkomunikasi melalui media sosial di dunia maya. Kesadaran untuk menumbuhkan pentingnya menjaga keamanan data pribadi selain untuk melindungi privasi, juga karena semakin maraknya tingkat kejahatan berbasis online yang terjadi di Indonesia. Terutama selama pandemi yang mana aktivitas daring meningkat tajam, yang mengakibatkan tingkat kejahatan siber pun meningkat. Sosialisasi demi meningkatkan kesadaran akan keamanan data pribadi terutama dalam menggunakan media sosial diadakan di SMK Maarif NU 1 Cilongok Kabupaten Banyumas, yang dihadiri oleh para guru pembina PMR. Tujuan sosialisasi ini yaitu agar pada guru semakin memahami dan mawas diri untuk tidak memberikan celah sedikitpun terhadap pelanggaran privasi dan data pribadi. Hasil dari sosialisasi yaitu para guru mengimplementasikan cara-cara dalam menjaga keamanan data pribadi antara lain dengan: rajin mengubah password media sosial minimal sebulan sekali, selalu memastikan sudah logout dari aplikasi terutama WhatsApp web, tidak menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal, serta tidak menggunakan wifi  terutama yang gratis di sembarang tempat. Tindak lanjut dari sosialisasi ini yaitu akan diadakan sosialisasi lanjutan kepada siswa-siswa di SMK Maarif NU 1 Cilongok. Kata kunci: security awareness; keamanan; data pribadi; pengabdian masyarakat ABSTRACTMaintaining the security of personal data is an important requirement, especially when communicating via social media in cyberspace. Awareness of  the importance of maintaining the security of personal data in addition to protecting privacy, is also due to the increasing level of online-based crimes that are occurring in Indonesia. Especially during a pandemic where online activity increased sharply, which resulted in an increase in cybercrime rates. Socialization to increase awareness of personal data security, especially in using social media, was held at SMK Maarif NU 1 Cilongok, Banyumas Regency, which was attended by PMR supervisor teachers. The purpose of this socialization is for teachers to understand more and be self-aware so as not to give the slightest gap to violations of privacy and personal data. The result of the socialization is that teachers implement ways to maintain personal data security, including: diligently changing social media passwords at least once a month, always making sure to log out of applications, especially WhatsApp web, not receiving calls from unknown numbers, and not using wi-fi especially free in any place. As a follow-up to this socialization, there will be a follow-up socialization for students at SMK Maarif NU 1 Cilongok. Keywords: security awareness; security; personal data; community service
PEMBERDAYAAN PETUGAS KESEHATAN TERKAIT PELAKSANAAN SISTEM PENYIMPANAN BERKAS REKAM MEDIS PASIEN Rea Ariyanti; Nita Dwi Nur Aini; Moh Maulana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16372

Abstract

ABSTRAKKlinik Moderna merupakan satu diantara klinik rawat inap pratama yang terdapat di Kabupaten malang yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara perorangan, dimana rata-rata kunjungan pasien di klinik moderna berkisar 50 pasien per hari. Setiap fasilitas pelayanan kesehatan termasuk klinik wajib menyelenggarakan rekam medis. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam unit rekam medis adalah pengelolaan sistem penyimpanan berkas rekam medis. Belum terlaksananya sistem penyimpanan rekam medis di klinik Moderna yang sesuai SOP yang telah ditetapkan menyebabkan masih banyaknya berkas rekam medis yang tertumpuk di ruang penyimpanan yang berakibat pada terjadinya kerusakan fisik pada berkas rekam medis seperti map yang terlipat, robek, dan lain sebagainya. Selain itu, penyediaan berkas rekam medis juga akan menjadi lebih lama karena petugas harus mencari berkas rekam medis terlebih dahulu akibat rekam medis tidak disimpan secara baik di ruang penyimpanan rekam medis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada petugas kesehatan terkait pentingnya pengelolaan sistem penyimpanan dan retensi berkas rekam medis sesuai dengan SOP yang berlaku. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 3 kali dengan metode sosialisasi dan diskusi interaktif mengenai pelaksanaan sistem penyimpanan rekam medis yang dilakukan kepada petugas kesehatan. Dari hasil evaluasi, diketahui bahwa pengetahuan petugas kesehatan antara sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi meningkat sebesar 70%, dimana sebelum diberikan edukasi, rerata nilai pretest sebesar 56.00 dan setelah diberikan edukasi rerata nilai postest menjadi 95.00. Kegiatan ini perlu dilakukan sebagai upaya meningkatkan kemampuan petugas kesehatan dalam melakukan identifikasi penyebab tidak terlaksananya sistem penyimpanan sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan. Kata kunci: klinik; rekam medis; sistem penyimpanan ABSTRACTThe Moderna Clinic is one of the primary inpatient clinics in Malang Regency which provides individual health services, where the average patient visit at the Moderna clinic is around 50 patients per day. Every health care facility, including clinics, is required to maintain medical records. One of the activities carried out in the medical record unit is the management of the medical record file storage system. The medical record storage system at the Moderna clinic has not been implemented according to the SOP that has been set, causing many medical record files to pile up in the storage room which results in physical damage to medical record files such as folded, torn folders, and so on. In addition, the provision of medical record files will also take longer because officers must first search for medical record files due to medical records not being stored properly in the medical record storage room. This service activity aims to provide education to health workers regarding the importance of managing the medical record file storage and retention system in accordance with applicable SOPs. This activity was carried out 3 times with the socialization method and interactive discussion regarding the implementation of the medical record storage system for health workers. From the evaluation results, it is known that the knowledge of health workers between before and after being given socialization increased by 70%, where before being given education, the average pretest score was 56.00 and after being given education the average posttest score was 95.00. This activity needs to be carried out as an effort to improve the ability of health workers to identify the causes of not implementing the storage system in accordance with predetermined SOPs. Keywords: clinics; medical records; filling