cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
WORKSHOP PENGGUNAAN APLIKASI CANVA SEBAGAI MEDIA PEMBUATAN BAHAN AJAR BAGI GURU SDN 1 BUKUR DAN SDN 2 BUKUR Imam Prayogo Pujiono; Firda Aulia Izzati; Diah Puspitaningrum
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.15959

Abstract

ABSTRAKPenggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar semakin penting karena dapat mempermudah materi tersampaikan kepada siswa misalnya dengan membuat bahan ajar yang interaktif. Salah satu aplikasi yang mudah digunakan untuk membuat bahan ajar adalah Canva. Meski mudah namun banyak guru yang belum bisa menggunakan Canva untuk membuat bahan ajar. Oleh karena itu, dibutuhkan workshop penggunaan Canva sebagai media pembuatan bahan ajar untuk meningkatkan kemampuan guru dalam membuat bahan ajar menggunakan Canva. Kegiatan ini diikuti oleh 12 guru yang berasal dari SDN 1 Bukur dan SDN 2 Bukur. Workshop dilakukan dengan metode presentasi dan praktik langsung menggunakan Canva. Pre-Test dan Post-Test diberikan kepada peserta (guru) workshop untuk mengetahui kemampuan awal dan akhir peserta terkait materi yang diberikan. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya kemampuan peserta dalam menggunakan Canva untuk membuat bahan ajar, Meningkatnya kemampuan peserta dapat dilihat dari hasil Kuesioner Pre-Test dan Post-Test dimana secara keseluruhan dari 6 pertanyaan yang diberikan rata-rata terjadi peningkatan sebanyak 6,83 peserta atau 56,94% peserta yang sebelumnya menjawab tidak bisa menggunakan sebuah fitur, menjadi menjawab bisa menggunakan sebuah fitur di Canva setelah mengikuti workshop. Adapun saran yang diberikan kepada peserta untuk terus berlatih menggunakan Canva dalam membuat bahan ajar. Kata kunci: bahan ajar; canva; guru; workshop. ABSTRACTThe use of technology in the teaching and learning process is increasingly important because it can make material easier to convey to students, for example by making interactive teaching materials. One application that is easy to use for creating teaching materials is Canva. Even though it's easy, many teachers cannot use Canva to make teaching materials. Therefore, a workshop on using Canva as a medium for making teaching materials is needed to improve teachers' abilities in making teaching materials using Canva. This activity was attended by 12 teachers from SDN 1 Bukur and SDN 2 Bukur. The workshop was carried out using the presentation method and hands-on practice using Canva. Pre-Test and Post-Test were given to workshop participants (teachers) to find out the participants' initial and final abilities regarding the material provided. The result of this activity is an increase in the participants' ability to use Canva to create teaching materials. The improvement in participants' ability can be seen from the answers to the Pre-Test and Post-Test Questionnaires where out of the 6 given questions, there was an average increase of 6.83 participants. It means that 56.94% of participants who previously answered that they could not use a feature, stated that they could use a feature in Canva after attending the workshop. As for the advice given to the participants to continue practicing using Canva in making teaching materials. Keywords: canva; teacher; teaching materials; workshops.
PELATIHAN SOFTWARE RHINOCEROS DAN MAXSURF UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI DESAIN 3D PENGRAJIN KAPAL TRADISIONAL DI PESISIR PEKALONGAN Aldias Bahatmaka; Ranu Iskandar; Rizki Setiadi; Deni Fajar Fitriyana; Imanu Danar Herunandi; Rizqi Fitri Naryanto; Hanif Hidayat; Abdurrahman Abdurrahman; Muhammad Yusuf Wibowo; Andi Abdullah Ghyferi; Rafif Dimas Pratama; Fiqri Fadillah Fahmi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17220

Abstract

ABSTRAKKota Pekalongan terletak di pantai utara Jawa Tengah dimana wilayah pesisir utara ini terdapat potensi yang dapat dikembangkan menjadi aset yang berharga bagi bangsa yaitu para pembuat kapal tradisional. Dalam pelaksanaannya, baik tipe ataupun bentuk kapal yang dibangun, berdasarkan pengalaman kapal-kapal yang pernah dibuat sebelumnya, tanpa melalui perhitungan dan penggambaran terlebih dahulu, sehingga dalam beberapa kasus terhadap pesanan kapal yang berbeda bentuknya, maka pengrajin ini akan mengalami kesulitan. Minimnya pengetahuan tentang gambar teknik juga menyebabkan para pengrajin kapal tradisional tidak dapat menggambar lambung kapal mereka. Hal ini menyebabkan perlunya sosialisasi mengenai teknologi perkapalan kepada pengrajin kapal di Kota Pekalongan terutama dibidang rancang bangun (design) dan konstruksi kapal agar terdapat standar baku mengenai konstruksi kapal kayu yang sesuai dengan standar yang ada seperti Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Pelatihan dilakukan dengan metode presentasi, demonstrasi, serta praktik langsung. Untuk mengukur pencapaian maka dilakukan pretest dan posttest yang dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil kuesioner menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta pelatihan desain kapal. Sebelum dilakukan pelatihan, rata-rata pengetahuan peserta sebesar 26% dalam memahami desain kapal dan 33% dalam memahami analisa tahanan kapal, kemudian mengalami peningkatan menjadi rata-rata sebesar 76% untuk pemahaman desain kapal dan 77% untuk analisa tahanan kapal setelah diberi pelatihan. Kata kunci: desain; pengrajin; kapal kayu; karakteristik kapal ABSTRACTThe city of Pekalongan is located on the north coast of Central Java where there is potential for this northern coastal region to be developed into a valuable asset for the nation, namely traditional shipbuilders. In practice, both the type and shape of the ship built, based on the experience of ships that have been made before, without going through calculations and drawings beforehand, so that in some cases orders for ships with different shapes, these craftsmen will experience difficulties. The lack of knowledge about technical drawings also causes traditional shipbuilders to be unable to draw their hulls. This causes the need for socialization regarding shipping technology to ship craftsmen in Pekalongan City, especially in the field of ship design and construction so that there are standard standards regarding wooden ship construction in accordance with existing standards such as the Indonesian Classification Bureau (BKI). The training is carried out using presentation methods, demonstrations, and hands-on practice. To measure achievement, a questionnaire was filled out before and after the training. The results of the questionnaire showed an increase in the knowledge of ship design training participants. Before the training, the average knowledge of the participants was 26% in understanding ship design and 33% in understanding ship resistance analysis, then increased to an average of 76% for understanding ship design and 77% for ship resistance analysis after being given training. Keywords: design; craftsmen; wooden ships; ship characteristics
PELATIHAN PENGELOLAAN DAN PELAYANAN PONDOK WISATA UNTUK POKDARWIS DI KABUPATEN BANGLI Luh Made Dwi Wedayanthi; Pande Agus Adiwijaya; Putu Beny Pradnyana; I Komang Gde Trisna Purwantara; I Kadek Cahyadi Putra; Made Ayu Purnami
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14747

Abstract

ABSTRAKKesadaran akan peran pentingnya pariwisata ini mendorong penggiat wisata dan pemerintah untuk mengembangkan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) sebagai Upaya pemberdayaan masyarakat dalam memajukan sector pariwisata. Pokdarwis merupakan kelompok masyarakat yang sadar akan potensi pariwisata dan berperan aktif dalam pengemabngan kepariwisataan di daerah. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah memberikan suatu pelatihan pengelolaan pondok wisata, dengan tujuan memberikan edukasi yang benar mengenai tata cara pengelolaan dan pelayanan yang benar bagi pengelola pondok wisata. Pelatihan ini melibatkan Dosen ITP Markandeya Bali, Dinas Pariwisata, dan Budaya kabupaten Bangli, serta tokoh pariwisata. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari dengan materi mencakup dasar-dasar pengelolaan pondok wisata. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa Pokdarwis Kabupaten Bangli memiliki peran penting dalam mengembangkan pariwisata. Pokdarwis di Bangli aktif dalam memeprkenalkan, mempromosikan, dan menjada potensi pariwisata. Dalam pelatihan pengelolaan pondok wisata, oara peserta menunjukkan antusiasme dan ketertarikan untuk meningkatkan pengelolaan dan pelayanan ponok wisata yang mereka Kelola. Pelatihan ini menjadi sarana komunikasi dan kerjasama antara pengelola pondok wisata di kabupaten Bangli. Pelatihan ini direkomendasikan untuk diadakan secara rutin setiap tahunnya dengan memeprhatikan peningkatan standar pengelolaan dan pelayanan. Kata kunci: pondok wisata; pengelolaan; pelayanan; pokdarwis. ABSTRACTAwareness of the important role of tourism has prompted tourism enthusiasts and the government to develop Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) as an effort to empower the community in advancing the tourism sector. Pokdarwis is a community group that is aware of the tourism potential and actively participates in the development of tourism in the region. This Community Engagement (PKM) program aims to provide training on the management of homestays, with the purpose of providing proper education on the management and proper service procedures for homestay operators. The training involves ITP Markandeya Bali lecturers, the Department of Tourism and Culture of Bangli Regency, and tourism figures. The training is conducted for two days and covers the basics of homestay management. The results of this training indicate that Pokdarwis of Bangli Regency plays a crucial role in tourism development. Pokdarwis in Bangli is actively involved in introducing, promoting, and preserving tourism potential. During the homestay management training, the participants showed enthusiasm and interest in improving the management and services of the homestays they operate. The training serves as a means of communication and collaboration among homestay operators in Bangli Regency. It is recommended to conduct this training regularly every year, taking into account the improvement of management and service standards Keywords: homestay; management; service; pokdarwis.
PENINGKATKAN PEMASARAN DAN IDENTITAS PRODUK KERUPUK DESA JUMPUTREJO MELALUI PEMBUATAN LOGO DAN KEMASAN Ahmad Gilang Permata; Poppy Febriana; Ainur Rochmaniah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16788

Abstract

ABSTRAKLogo memiliki peran penting dalam pemasaran maupun identitas pada suatu produk yang berguna untuk membedakan antara produk satu dengan yang lainnya. Selain logo sebagai identitas produk, kemasan juga difungsikan sebagai daya tarik agar konsumen membeli produk yang dipasarkan, akan tetapi disisi lain banyak pelaku usaha yang mengabaikan pentingnya kedua hal tersebut untuk meningkatkan daya jual produk dagangnya. Oleh karena itu, dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan di Desa Jumputrejo Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo ini menyasar para pelaku Usaha Dagang (UD) yang bergerak dibidang produk makanan, yaitu kerupuk. Pelaksanaa PKM ini dilakukan dengan metode pelatihan serta dengan teknik pengamatan melalui studi pustaka dan observasi lapangan. Selanjutnya observasi dengan melakukan pengamatan pada produk. Hasilnya setelah logo dan kemasan dibuat dan dipasarkan terdapat peningkatan penjualan kerupuk dibuktikan dengan kesimpulan naiknya grafik. Manfaat dari kegiatan (PKM) ini supaya para pemilik Usaha Dagang di Desa Jumputrejo dapat mengembangkan lagi produknya agar tidak kalah bersaing dengan produk luar lainya sehingga dapat meningkatkan nilai perekonomian untuk semua orang yang terlibat didalamya. Kata kunci: logo; kemasan; usaha dagang; kerupuk. ABSTRACTLogos have an important role in marketing as well as identity on a product that is useful for differentiating one product from another. In addition to the logo as a product identity, packaging also functions as an attraction so that consumers buy the products being marketed, but on the other hand many business actors ignore the importance of these two things to increase the selling power of their trade products. Therefore, in this Community Service (PKM) activity which was carried out in Jumputrejo Village, Sukodono District, Sidoarjo Regency, the target was Trading Business actors (UD) engaged in food products, namely crackers. The implementation of PKM is carried out using training methods and observation techniques through literature studies and field observations. Further observations by observing the product. As a result, after the logo and packaging were made and marketed, there was an increase in sales of crackers, as evidenced by the conclusion of an increase in the graph. The benefit of this activity (PKM) is that the owners of Trading Businesses in Jumputrejo Village can further develop their products so that they are not unable to compete with other foreign products so as to increase economic value for everyone involved in it. Keywords: logo; packaging ; trading business; crackers.
PENERAPAN TERAPI RENDAM KAKI DENGAN AIR HANGAT (HIDROTERAPI) UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN PREEKLAMPSIA RINGAN DI RUMAH SAKIT UMUMASRI PURWAKARTA Yuli Erlina; Yumi Dian Lestari; Delapani Delapani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17253

Abstract

ABSTRAKPreeklamsia merupakan salah satu penyebab kematian maternal terbesar. Preeklampsia adalah komplikasi persalinan maupun kehamilan yang kita tandai karena meningkatnya tekanan darah proteinuria serta adanya penumpukan cairan didalam jaringan, sehingga kadang membuat seseorang menjadi koma. salah satu cara yang dapat menurunkan tekanan darah yaitu menggunakan terapi non farmakologi yaitu merendam kaki air hangat untuk menurunkan tekanan darah. Air hangat banyak memiliki manfaat bagi tubuh, khususnya dalam memperlancar peredaran darah. Tujuan: Mengetahui asuhan Keperawatan pada pasien yang mengalami preeklamsia dengan masalah hipertensi. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan pemeriksaan fisik. Hasil analisis menunjukkan terdapat beberapa diagnosis yaitu nyeri akut dan ansietas serta tekanan darah yang tinggi yaitu 200/160 mmHg. Salah satu intervensi yang dapat diberikan untuk menurunkan tekanan darah serta ansietas dan nyeri yaitu merendam kaki menggunakan air hangat. Kesimpulan: berdasarkan hasil evaluasi pada studi kasus yang dilakukan terapi nonfarmakalogi merendam kaki menggunakan air hangat dapat menurunkan tekanan darah pada ibu preklampsia karena menggunakan air hangat akan menyebabkan pelebaran pembuluh darah yang dapat meningkatkan sirkulasi darah, sehingga efektif menurunkan tekanan darah ibu hamil dan di dapatkan hasil terjadi perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan perendaman kaki menggunakan air hangat dimana tekanan darah pasien menurun. Kata kunci: rendam kaki; air hangat; preklamsia ABSTRACTPreeclampsia is one of the biggest causes of maternal death. Preeclampsia is a complication of labor and pregnancy that is characterizedbyincreased BP, proteinuria and the accumulation of fluid in the tissues, so that sometimes a person goes into a coma. One way that can reduce blood pressureisusing non-pharmacological therapy, namely soaking the feet in warmwater tolower blood pressure. Warm water has many benefits for the body, especiallyinimproving blood circulation. Objective: To know nursing care in patients withpreeclampsia with hypertension problems. The method used is a case studywithdata collection techniques through observation, interviews and physical examination. The results of the analysis showed that there were several diagnoses, namely acute pain and anxiety and high blood pressure, namely 200/160 mmHg. One of the interventions that can be given to reduce blood pressure as well asanxiety and pain is soaking the feet using warm water. Conclusion: based ontheevaluation results in case studies conducted by non-pharmacological therapy, soaking the feet using warm water can reduce blood pressure in preeclampsiamothers because using warm water will cause dilation of blood vessels whichcanimprove blood circulation, so it is effective in lowering blood pressure in pregnant women and the results are obtained. there was a difference in blood pressurebefore and after soaking the feet using warm water where the patient's pressuredecreased. Keywords: foot soak; warm water; preeclampsi
TINGKAT PENGETAHUAN DAN STATUS KARIES WARGA MUHAMMADIYAH KARANGTENGAH, IMOGIRI, BANTUL, YOGYAKARTA Dyah Triswari; Dwi Aji Nugroho; Nia Wijayanti; Dheya Shafarah Salwa; Aisyah Salsabila
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16229

Abstract

Dental and oral health knowledge is still lacking so there are still many dental and oral diseases that are suffered by the community. Lack of knowledge about this causes poor oral hygiene status and caries status. Educational activities about dental and oral health as well as simple dental health care are beneficial for increasing dental and oral health care and awareness in the community. A social service is a form of community service that aims to increase knowledge of the importance of dental and oral health to residents. This activity uses counselling techniques, and dental health care services, and ends with DHE (Dental Health Education). DHE is to provide an understanding that contains directions on procedures for maintaining healthy teeth and mouth. Counselling was carried out at the Nurul Islam Mosque in Karangtengah Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) starting with a pre-test and post-test on knowledge of systemic diseases and their relation to oral health. The results showed that there was an amplification of the residents' knowledge, namely an increase of 7.7% as seen from the results of the post-test. The dental and mouth examination was attended by 97 members of Muhammadiyah Karangtengah consisting of 18 children, 40 adults and 39 elderly. Dental examination and treatment followed by DHE as a form of education given after treatment.
PENERAPAN SISTEM ORGANIK TANAMAN HORTIKULTURA DENGAN MEMANFAATKAN PEKARANGAN DI KELOMPOK TANI DAN PKK DESA NDETUNDORA III, KECAMATAN ENDE, KABUPATEN ENDE Kristono Yohanes Fowo; Josina Irene Hutubessy; Mardiah Sarah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17162

Abstract

ABSTRAKPemberdayaan masyarakat merupakan program yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Program ini dapat dilakukan oleh perguruan tinggi melalui kegiatan KKN. Kegiatan KKN ini mengantat tema teknologi dan inovasi, dengan tema ini para akdemisi (baik Dosen maupun Mahasiswa) bersama masyarakat melihat dan mengali permasalahan serta bersama-sama mencari solusi atau pemecahannya. Pendampingan melalui kegiatan KKN bertujuan untuk : 1) Memberikan transfer teknologi dan inovasi pertanian dengan memfaatkan pekarangan sietem organic, 2) memberikan transfer ilmu tentang pelatihan pembuatan pupuk padat dan cair. kegiatan KKN Mandiri dilakukan di Desa Ndetundora III Kecamatan Ende. Metode yang digunakan adalah Partisipasi Rural Appraisal (PRA) yaitu keterlibatan secara aktif semua pihak yang terlibat dalam kegiatan dengan tahapan kegiatan Survei Langsung ke Lapangan untuk melihat dan mencatat kondisi yang di alami oleh masyarakat atau kelompok tani serta melakukan diskusi dan merancang program guna mendapatkan solusi bagi keberlanjutan usaha pertanian di desa dan wawancara dilakukan secara informal dengan melakukan kunjungan ke rumah atau lahan petani di Desa Ndetundora III. Sehingga dari hasil ini para petani dan ibu-ibu PKK diberikan pendampingan dan pelatihan pemanfaatan pekarangan rumah, pembuatan pupuk organik padat dan cair dengan memanfaatkan limbah rumah tangga. Hasil Pree Test Dan Post Test memperlihatkan peningkatan pemahaman dan kemampuan para petani dan ibu-ibu PKK dalam memenfaatkan pekarangan dan limbah pertanian sebagai pupuk kompos  52 %   dan peningkatan pengetahuan terhadap pupuk organic cair 58,09 %. Kata kunci: pekarangan; hortikultura; pupuk organik                                                                                                 ABSTRACTCommunity empowerment is a program that is very beneficial for the community. This program can be carried out by universities through KKN activities. This KKN activity takes the theme of technology and innovation, with this theme the academics (both lecturers and students) together with the community see and explore problems and jointly find solutions or solutions. Assistance through KKN activities aims to: 1) Provide transfer of technology and agricultural innovation by utilizing organic system yards, 2) provide transfer of knowledge about training in making solid and liquid fertilizers. Independent KKN activities are carried out in Ndetundora III Village, Ende District. The method used is Rural Appraisal Participation (PRA), namely the active involvement of all parties involved in activities with the stages of Direct Survey activities to see and record the conditions experienced by the community or farmer groups and hold discussions and design programs to obtain solutions for sustainability of agricultural businesses in the village and interviews were conducted informally by visiting the houses or fields of farmers in Ndetundora III Village. So that from these results the farmers and PKK mothers were provided with assistance and training in the utilization of their yards, the manufacture of solid and liquid organic fertilizers by utilizing household waste. The results of the Pree Test and Post Test showed an increase in understanding and ability of farmers and PKK mothers in utilizing yards and agricultural waste as compost 52% and an increase in knowledge of liquid organic fertilizer 58.09%. Keywords: yard; horticulture; organic fertilizer
PENGEMBANGAN PEMASARAN PRODUK MELALUI STRATEGI BRANDING BAGI UMKM DESA MRANGGONLAWANG KABUPATEN PROBOLINGGO Adinda Yumna Nisrina; Marseto Marseto; Fauzatul Laily Nisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16516

Abstract

ABSTRAKBranding produk dapat dikatakan sebagai salah satu upaya guna memikat calon pembali atau konsumen UMKM untuk menentukan keputusan dalam membeli produk UMKM. Terdapat banyak pelaku UMKM Desa Mranggonlawang yang kurang mengerti terkait branding dan menciptakan branding untuk produk mereka sendiri. Dari hasil observasi tim pengabdian, hampir semua pelaku UMKM yang berada di Desa Mranggonlawang belum memahami pentingnya peran dan manfaat branding produk khusunya sebagai ciri khas produk UMKM untuk dapat bersaing di pasar global. Banyak pelaku UMKM Desa Mranggonlawang yang kurang memahami akan inovasi produk yang dapat mengembangkan produk mereka. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapakan tim pengabian dapat memberi motivasi dan pengetahuan kepada para pelaku UMKM di Desa Mranggonlawang. Pengabdian ini bertujuan untuk memberi sosialisasi kepada para pelaku UMKM Desa Mranggonlawang mengenai branding mulai dari pembuatan desain logo dan foto produk yang nantinya dapat berdampak pada meningkatknya penjualan dan juga sebagi media promosi digital kepada konsumen. Dalam menjalankan kegiatan pengabdian ini, tim pengabdian bersinergi dengan akademisi dan beberapa lembaga yang berkecimpung dalam bidang perekonomian. Pengabdian ini menggunakan metode diskusi dan praktik branding digital. Banyak pelaku UMKM Desa Mranggonlawang yang terbantu atas adanya kegiatan pengabdian mengenai branding produk UMKM, mulai dari pembuatan desain logo usaha, foto produk hingga pembuatan katalog usaha yang berdampak pada bertambahnya value produk dan volume penjualan produk UMKM Desa Mranggonlawang. Kata kunci: UMKM; branding produk; logo usaha ABSTRACTBranding  The product can be said as one of the efforts to attract potential buyers or MSME consumers to make decisions in buying MSME products. There are many MSME actors in Mranggonlawang Village who do not understand thisbranding and createbranding for their own product. From the observations of the community service team, almost all MSME actors in Mranggonlawang Village do not understand the importance of their roles and benefitsbranding products especially as a characteristic of MSME products to be able to compete in the global market. Many MSME actors in Mranggonlawang Village do not understand product innovation that can develop their products. Through this community service activity, it is hoped that the community service team can provide motivation and knowledge to MSME actors in Mranggonlawang Village. This service aims to provide socialization to MSME actors in Mranggonlawang Village regardingbranding starting from making logo designs and product photos which can later have an impact on increasing sales and also as a digital promotional media to consumers. In carrying out this service activity, the service team synergizes with academics and several institutions involved in the economy. This service uses discussion and practice methodsbranding digital. Many MSME actors in Mranggonlawang Village have been helped by the community service activitiesbranding MSME products, starting from making business logo designs, product photos to making business catalogs which have an impact on increasing product value and sales volume of MSME products in Mranggonlawang Village.. Keywords: MSMEs; product branding; business logo
PELATIHAN MENABUNG SEJAK DINI UNTUK MASA DEPAN DI DESA ALAI SELATAN KABUPATEN MUARA ENIM Mei Sari; Fauziah Afriyani; Vhika Meiriasari; Mutiara Kemala Ratu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17141

Abstract

ABSTRAKMenabung merupakan salah satu cara pengelolaan keuangan dengan cara menyisihkan uang saku yang dimiliki untuk disimpan. Adanya kesadaran menabung bagi anak-anak adalah sangat penting dipupuk sejak dini karena sebagai pembelajaran yang paling utama untuk menabung, desa Alai Selatan memiliki anak-anak yang juga masih kurang minat menabung dikarenakan kurangnya gerakan menabung sejak dini baik dari pihak lembaga ataupun orang tuanya. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membangun kesadaran anak-anak Desa Alai Selatan akan pentingnya menabung sejak dini, meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang manfaat menabung, meningkatkan kemauan anak-anak untuk giat dan semangat menabung dengan cara pembuatan celengan yang unik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode Pemaparan secara lansung pada anak-anak Desa Alai Selatan, serta melakukan pembuatan celengan menggunakan botol bekas. Hasil dari pengabdian Masyarakat ini anak-anak menjadi tau akan pentingnya dari menabung, manfaat menabung dan anak-anak juga menpunyai jiwa yang kreatif dengan adanya hasil dari mereka membuat tabungan menggunakan botol bekas yang diolah menjadi barang yang berguna. Anak-anak diharapkan tetap konsisten menabung walaupun Program Kerja ini selesai dijalankan dan mempunyai jiwa-jiwa kreatif dalam diri mereka sejak dini. Kata kunci: menabung sejak dini; kesadaran; desa alai selatan ABSTRACTSaving is one way of managing finances by setting aside the pocket money you have for savings. It is very important to foster an awareness of saving for children from an early age because as the most important lesson for saving, South Alai village has children who also still lack interest in saving due to the lack of movement to save from an early age either from the institution or their parents. This community service activity aims to raise awareness of the children of South Alai Village about the importance of saving from an early age, increase children's knowledge about the benefits of saving, increase children's willingness to be active and enthusiastic about saving by making unique piggy banks. This community service activity uses the method of direct exposure to the children of South Alai Village, as well as making piggy banks using used bottles. As a result of this community service, children become aware of the importance of saving, the benefits of saving and children also have a creative spirit with the results of them making savings using used bottles which are processed into useful items. Children are expected to remain consistent in saving even after this Work Program is completed and to have creative spirits within them from an early age. keywords: saving early; awareness; alai selatan village
UPAYA PENINGKATAN OMSET SALE ROLL NAZARIO SEBAGAI PRODUK UNGGULAN DAERAH CIKALONGKULON KABUPATEN CIANJUR Halimah Halimah; Erwan Setiawan; Asep Saepulah; Jaenudin Darwati; Aisah Aisah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.15468

Abstract

ABSTRAKSale Roll Nazario merupakan salah satu produk unggulan kecamatan Cikalongkulon karena memiliki keunikan tersendiri. Meskipun sudah 10 tahun produksi, produk Sale Roll Nazario belum mampu menembus pasar nasional. Kondisi tersebut disebabkan oleh 1) belum terpenuhinya persyaratan edar nasional, 2) kemasan yang tidak menarik, 3) proses pembuatan sale masih bergantung pada cuaca, 4) baru membuat 1 varian, 5) sistem pemasaran yang masih konvensional. PKM ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengedukasi salah satu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berdomisili di Cikalongkulon Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat melalui kegiatan penyuluhan menggunakan prosedur: 1) identifikasi masalah, 2) perencanaan program, 3) implementasi program, dan monitoring program. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat telah diedukasi tentang 1) pemenuhan persyaratan edar nasional. Di antaranya cara memiliki PIRT, memiliki sertifikat Halal, dan informasi kadaluarsa, 2) cara membuat kemasan yang menarik, 3) membuat berbagai varian, 5) mengubah sistem pemasaran konvensional menjadi digital. Kata Kunci: omset; peningkatan; penyuluhan; UMKM; ABSTRACTSale Roll Nazario is one of the superior products of the Cikalongkulon sub-district because it has its own uniqueness. Even though it has been in production for 10 years, the Sale Roll Nazario product has not been able to penetrate the national market. This condition was caused by 1) the national distribution requirements had not been met, 2) the packaging was unattractive, 3) the sales process was still dependent on the weather, 4) only 1 variant had been made, 5) the marketing system was still conventional. This PKM was carried out with the aim of educating one of the Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) domiciled in Cikalongkulon, Cianjur Regency, West Java Province through counseling activities using the following procedures: 1) problem identification, 2) program planning, 3) program implementation, and program monitoring. The results of the service show that the community has been educated about 1) fulfilling national distribution requirements. Among them are how to have a PIRT, have a Halal certificate, and expire information, 2) how to make attractive packaging, 3) make various variants, 5) change the conventional marketing system to digital Key words: education; increasing; turnover; MSME