cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Pengembangan potensi siswa SMK Pandawa Bali Global sebagai technopreneur muda dengan pendekatan Business Model Canvas (BMC) Jauzaa Maylia Suhendro; Ni Wayan Nanik Suaryani Taro Putri; Ni Putu Noviyanti Kusuma
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30825

Abstract

AbstrakEra Revolusi Industri 4.0 telah mendorong pentingnya penguatan kompetensi technopreneurship di kalangan generasi muda, khususnya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa SMK Pandawa Bali Global dalam menyusun model bisnis berbasis Business Model Canvas (BMC) sebagai alat bantu visual yang efektif dalam merancang dan mengembangkan ide usaha. Metode pelaksanaan terdiri dari tujuh tahapan, yakni Pre-test, pemaparan materi technopreneurship dan BMC, praktik penyusunan ide bisnis, presentasi ide bisnis kelompok, diskusi dan tanya jawab, Post-test, serta sesi penutupan. Kegiatan ini diikuti oleh 50 siswa dari berbagai jurusan dan dilaksanakan di Aula SMK Pandawa Bali Global. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman siswa, dengan rata-rata nilai Pre-test dan Post-test masing-masing meningkat sebesar 52 poin untuk kategori technopreneurship dan 60 poin untuk kategori BMC. Selain itu, seluruh kelompok peserta berhasil menyusun dan mempresentasikan model bisnis secara sistematis dan inovatif. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan pembelajaran visual dan aplikatif seperti BMC dapat menjadi strategi efektif dalam menanamkan mindset kewirausahaan yang kreatif, sistematis, dan adaptif di lingkungan pendidikan vokasi. Kata kunci: business model canvas; SMK; technopreneurship. Abstract The Fourth Industrial Revolution has emphasized the importance of strengthening technopreneurship competencies among the younger generation, particularly students in Vocational High Schools (SMK). This Community Service Program (PKM) aimed to enhance the understanding and skills of students at SMK Pandawa Bali Global in developing business models using the Business Model Canvas (BMC), a visual tool effective for designing and structuring entrepreneurial ideas. The program was implemented through seven stages: Pre-test, delivery of technopreneurship and BMC materials, business idea development practice, group business idea presentations, discussions and Q&A sessions, Post-test, and a closing session. The activity involved 50 students from various majors and was conducted in the main hall of SMK Pandawa Bali Global. Evaluation results demonstrated a significant improvement in student comprehension, with average Pre-test and Post-test scores increasing by 52 points in the technopreneurship category and 60 points in the BMC category. Furthermore, all student groups successfully developed and presented their business models in a structured and innovative manner. This program indicates that visual and applicative learning approaches such as BMC are effective strategies for instilling an entrepreneurial mindset that is creative, systematic, and adaptive within vocational education settings. Keywords: business model canvas; technopreneurship, vocational high school.
Penerapan edukasi keuangan dalam mencegah perilaku konsumtif dan pengenalan fintech berbasis inovasi digital bagi siswa Sekolah Menengah Atas Charlene Tan; Elizabeth Janice Effendy; Jason Tricahyo Suko
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30955

Abstract

Abstrak Literasi keuangan merupakan keterampilan yang esensial bagi siswa SMA untuk membentuk kebiasaan finansial yang sehat sejak dini. Rendahnya pemahaman tentang pengelolaan keuangan dapat menyebabkan keputusan finansial yang kurang bijak, sehingga diperlukan edukasi yang efektif dan interaktif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam mengelola keuangan pribadi. Metode pelaksanaan adalah edukatif dan partisipatif yang dikombinasikan dengan metode kuantitatif melalui pre-test dan post-test, serta permainan yang telah disiapkan untuk menguji pengetahuan siswa mengenai materi yang telah disampaikan. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari di SMA Kristen Mawar Sharon Surabaya dengan melibatkan siswa kelas 10 dan 11 yang berjumlah sekitar 100 siswa. Hari pertama berfokus pada edukasi keuangan dasar untuk mencegah perilaku konsumtif, melalui aktivitas seperti pemaparan konsep keuangan dan permainan edukatif “Keinginan dan Kebutuhan” serta “Katakan Tidak pada Perilaku Konsumtif.” Hari kedua difokuskan pada pengenalan teknologi finansial (fintech) dan inovasi digital, termasuk penggunaan dompet digital, sistem pembayaran non-tunai, serta pentingnya keamanan data dalam transaksi digital. Evaluasi program dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran finansial, perencanaan keuangan pribadi, dan pengetahuan awal terkait teknologi keuangan modern. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang dalam membentuk pola pikir finansial yang bijak, adaptif terhadap teknologi, dan bertanggung jawab di kalangan siswa SMA. Kata kunci: literasi keuangan; perilaku konsumtif; fintech; inovasi digital; siswa SMA Abstract Financial literacy is a crucial skill for high school students to develop healthy financial habits from an early age. A lack of financial knowledge can lead to poor financial decisions, emphasizing the need for effective and interactive education. This community engagement program aimed to enhance students’ understanding and practical skills in personal finance. The program applied an educational and participatory approach, supported by a quantitative method using pre-tests and post-tests, along with interactive games to assess knowledge retention. Conducted over two days at Mawar Sharon High School in Surabaya, the program involved approximately 100 students from grades 10 and 11. On the first day, students were introduced to basic financial concepts and engaged in activities to reduce consumptive behavior, including games such as “Wants vs. Needs” and “Say No to Consumptive Behavior.” The second day focused on financial technology and digital innovation, covering digital wallets, cashless payment systems, and the importance of data security in digital transactions. Evaluation results showed a significant improvement in students’ financial awareness, budgeting skills, and initial understanding of fintech. The program is expected to have a long-term positive impact in fostering financially responsible and tech-aware mindsets among high school students. Keywords: financial literacy; consumptive behavior; fintech; digital innovation; high school students
Edukasi tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU dan BUD obat di Posyandu Pisang Kelurahan Karangroto Kota Semarang Dwi Monika Ningrum; Hanif Khairudin Akhyar; Arina Manasikana; Dinda Mulia Setiani; M. Azrul Reza Affani; Pandisa Parawansa; Seftiyaningsih Duwi Saputri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30731

Abstract

Abstrak Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) adalah program pemerintah yang bertujuan memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat, terutama balita dan lansia. Bagi lansia, Posyandu berfungsi untuk pemeriksaan kesehatan rutin, penyuluhan tentang pola hidup sehat, dan pemberdayaan masyarakat lanjut usia. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, Posyandu berkontribusi besar dalam memperkuat sistem kesehatan, mendorong gaya hidup sehat, dan meningkatkan kualitas hidup balita serta lansia. Tujuan pengabdian ini adalah untuk membandingkan tingkat pengetahuan masyarakat tentang konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) dan BUD Obat (Baik, Utuh, dan Dalam batas kadaluarsa) di Posyandu Pisang, Kelurahan Karangroto, Semarang. Adapun metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu pemberian edukasi, pre test dan post test. Kegiatan pengabdian ini penting dilakukan mengingat edukasi terkait pengelolaan obat menjadi faktor kunci dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan efektif. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini  yaitu penyuluhan dengan membagikan leaflet, diikuti dengan diskusi dan tanya jawab bersama peserta, kemudian dilakukan pretest dan postes untuk mengetahui pengetahuan dari peserta mengenai DAGUSIBU dan BUD. Adapun kegiatan ini terdiri dari lansia dan ibu posyandu balita sebanyak 15 peserta yang aktif mengikuti kegiatan di Posyandu Pisang. Dari hasil edukasi yang sudah diberikan  mengenai DAGUSIBU dan BUD diperoleh hasil Uji olah data yaitu dengan nilai p<0,05 yaitu 0,002 yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara ingkat pengetahuam sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dan edukasi terkait DAGUSIBU dan BUD di Posyandu Pisang Kelurahan Karangroto Kota Semarang. Kata kunci: posyandu; lansia; kesehatan masyarakat; DAGUSIBU;BUD Abstract Integrated Service Post (Posyandu) is a government program that aims to provide health services to the community, especially toddlers and the elderly. For the elderly, Posyandu functions for routine health checks, counseling on healthy lifestyles, and empowering the elderly. By actively involving the community, Posyandu contributes greatly to strengthening the health system, encouraging a healthy lifestyle, and improving the quality of life of toddlers and the elderly. The purpose of this community service is to compare the level of community knowledge about the concept of DAGUSIBU (Get, Use, Store, Throw Away) and BUD Obat (Good, Intact, and Within Expiration Date) at Posyandu Pisang, Karangroto Village, Semarang. The methods used in this activity are providing education, pre-test and post-test. This community service activity is important to do considering that education related to drug management is a key factor in increasing public understanding of the safe and effective use of drugs. The methods used in this activity are counseling by distributing leaflets, followed by discussions and questions and answers with participants, then pre-tests and post-tests are conducted to determine the knowledge of participants about DAGUSIBU and BUD. This activity consists of 15 elderly and mothers of toddler posyandu who actively participate in activities at Posyandu Pisang. From the results of the education that has been given regarding DAGUSIBU and BUD, the results of the Data Processing Test were obtained with a value of p <0.05, namely 0.002, which states that there is a significant difference between the level of knowledge before and after being given counseling and education related to DAGUSIBU and BUD at Posyandu Pisang, Karangroto Village, Semarang City. Keywords: posyandu; elderly; public health; DAGUSIBU; BUDs
Strategi jitu menjadikan sambal tiram Tabalar mendunia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Ratna Kusuma; Samsurianto Samsurianto; Andrea Tri Rian Dani; Darnah Darnah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30598

Abstract

Abstrak Tiram merupakan sumber daya hayati laut dengan potensi ekonomi tinggi yang dapat dikembangkan menjadi produk olahan seperti sambal tiram. Desa Tabalar Muara di Kalimantan Timur memiliki potensi besar untuk mengembangkan produk ini, namun terbentur oleh keterbatasan pemahaman tentang pemasaran digital, lemahnya branding, dan jangkauan pasar yang terbatas. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan program sosialisasi pemasaran digital dengan tujuan meningkatkan daya saing produk sambal tiram melalui pemanfaatan media sosial. Program ini dilaksanakan dalam tiga tahapan: persiapan, sosialisasi, dan pelaksanaan. Pada tahap persiapan, dilakukan survei untuk menggali kondisi usaha masyarakat. Sosialisasi memberikan pemahaman tentang pemasaran digital, branding, dan desain kemasan produk. Pelaksanaan melibatkan praktik langsung pembuatan konten promosi dan pengelolaan media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta, terutama anggota PKK, lebih memahami pentingnya pemasaran digital dan semakin percaya diri dalam memasarkan produk mereka. Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing sambal tiram Tabalar Muara di pasar lokal dan nasional serta mendorong pengembangan usaha mikro berbasis sumber daya lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan. Kata kunci: tiram; Tabalar Muara; ekonomi desa; digitalisasi Abstract Oysters are marine resources with high economic value, and they can be developed into processed products like oyster sambal. Tabalar Muara Village in East Kalimantan has significant potential for developing this product but faces challenges in marketing, particularly in digital marketing and branding. This program aims to improve the competitiveness of oyster sambal through digital marketing, specifically via social media, to expand market reach. The program was carried out in three stages: preparation, socialization, and implementation. In the preparation stage, surveys were conducted to identify marketing barriers. The socialization stage focused on educating participants about digital marketing strategies, packaging design, and branding. In the implementation stage, participants were guided to create promotional content for social media. The results showed an increase in participants’ understanding, particularly among PKK members, of the importance of digital marketing. This program is expected to promote sustainable local product development and improve the welfare of the village community. Keywords: oysters; Tabalar Muara; village economy; digitalization
Outing class perpustakaan: strategi inovasi menumbuhkan minat baca dan sosial-emosional anak usia dini Kusnadi Kusnadi; Sri Wahyuni; Mai Mudaiyahtul Latifah; Yanti Yanti; Aguslam Aguslam; Muhammad Ridwan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30807

Abstract

AbstrakRendahnya minat baca pada anak usia dini dan pentingnya literasi di usia dini, yang berdampak pada perkembangan kognitif anak dan menuntut inovasi dalam metode pembelajaran agar lebih menarik dan efektif. Metode outing class ke perpustakaan merupakan metode pendekatan inovatif dalam pembelajaran anak usia dini untuk menumbuhkan minat baca dan membangun budaya literasi sejak dini. Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan literasi, menumbuhkan minat baca dan sosial-emosional di usia dini. Mitra dalam kegiatan ini yaitu PAUD Yaa Bunayya Palaran, Samarinda, Kaltim dengan jumlah guru 6 orang dan murid 40 orang. Kegiatan ini terdiri dari latihan dan praktik senam pagi, sosialisasi pengenalan perpustakaan, metode praktik dongeng untuk siswa mendengarkan cerita, praktik membaca bersama, serta latihan dan praktik mewarnai. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan observasi dan survei. Hasil observasi menunjukkan bahwa anak-anak sangat antusias dan terlibat aktif dalam setiap kegiatan. Sedangkan hasil survei yang dicapai ketika kunjungan ke perpustakaan membuat anak-anak merasa senang adalah dinyatakan 15% anak-anak cukup senang dan 85% anak-anak merasakan sangat senang. Dan keinginan berkunjung ke perpustakaan lagi, ada 20% anak-anak cukup ingin kembali dan 80% anak-anak sangat ingin kembali berkunjung. Kesimpulannya, outing class ke perpustakaan terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran yang memperkuat fondasi literasi anak usia dini, sekaligus menciptakan suasana belajar yang inspiratif, interaktif, dan menyenangkan. Kata kunci: keluar kelas; pengabdian; perpustakaan. AbstractThe low interest in reading in early childhood and the importance of literacy at an early age, which has an impact on children's cognitive development and demands innovation in learning methods to be more interesting and effective. The outing class method to the library is an innovative approach method in early childhood learning to foster interest in reading and build a literacy culture from an early age. The purpose of this activity is to provide literacy, and foster reading and social-emotional interest at an early age. The partners in this activity are PAUD Yaa Bunayya Palaran, Samarinda, East Kalimantan with 6 teachers and 40 students. This activity consists of morning exercises and exercises, socialization of library introductions, fairy tale methods for students to listen to stories, reading practices together, and coloring exercises and practices. Evaluation of activities is carried out by observation and survey.  The results of the observation showed that the children were very enthusiastic and actively involved in every activity. Meanwhile, the results of the survey achieved when visiting the library made children feel happy were stated that 15% of children were quite happy and 85% of children felt very happy. And the desire to visit the library again, there are 20% of children who just want to go back and 80% of children really want to go back to visit. In conclusion, outing classes to the library have proven to be effective as a learning strategy that strengthens the foundation of early childhood literacy, while creating an inspiring, interactive, and fun learning atmosphere. Keywords: outing class; devotion; library.
Penyuluhan informasi penyakit hipertensi sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kualitas hidup pasien Meki Pranata; Abdur Rosyid; Siti Rochajati; Risma Novita Tejania Siami; Destiana Fitri; Faizun Niamah; Nabila Alizya Putri; Sechatunnuri Sifa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30871

Abstract

Abstrak Hipertensi juga merupakan salah satu penyakit tidak menular yang termasuk dalam penyakit sindrom metabolik dan menjadi permasalahan kesehatan yang ditandai dengan tidak normalnya tekanan sistolik dan diastolik sehingga dapat menyebabkan meningkatnya resiko penyakit kardiovaskular seperti stroke dan jantung koroner. Meningkatnya penyakit hipertensi perlu di lakukan promosi kesehatan. Promosi kesehatan bisa dilaksanakan melalui leaflet agar pengetahuan dan kualitas hidup pasien bisa menjadi lebih baik. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien mengenai penyakit hipertensi dan meningkatkan kualitas hidup pasien hipertensi. Metode yang di gunakan dalam pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan penyuluhan secara langsung kepada pasien di Puskesmas Ngesrep, Kota Semarang secara interaktif agar materi yang disampaikan secara langsung dapat diterima dengan baik oleh pasien. Instrumen kegiatan meliputi kuesioner pengetahuan pretest, posttest dan kuesioner kepuasan. Hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan microsoft excel dan uji statistik paired T-test. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pasien merasa sangat puas dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh pengabdi. Perolehan tingkat pengetahuan pasien menunjukkan adanya peningkatan dimana hasil statistik menunjukkan p<0,05.  Kata kunci: hipertensi; penyuluhan; leaflet. Abstract Hypertension is also one of the non-communicable diseases included in metabolic syndrome and is a health problem characterized by abnormal systolic and diastolic pressure so that it can increase the risk of cardiovascular diseases such as stroke and coronary heart disease. The increase in hypertension requires health promotion. Health promotion can be carried out through leaflets so that patients' knowledge and quality of life can be better. This service aims to increase patient knowledge about hypertension and improve the quality of life of hypertension patients. The method used in community service is to provide direct counseling to patients at the Ngesrep Health Center, Semarang City interactively so that the material delivered directly can be well received by patients. The activity instruments include a pretest, posttest and satisfaction questionnaire. The results obtained were analyzed using Microsoft Excel and paired T-test statistical tests. The results of this activity show that patients are very satisfied with the activities carried out by the service. The acquisition of patient knowledge levels shows an increase where the statistical results show p <0.05. Keywords: hypertension; counseling; leaflet.
Bebas bullying, bebas bahagia: ciptakan sekolah impian kita Hajerah Hajerah; Rika Kurnia. R; Ahmad Syawaluddin; Syamsuardi Syamsuardi; Nur Alim Amri; Fadhilah Afifah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.31446

Abstract

Abstrak Bullying merupakan permasalahan serius di lingkungan sekolah yang dapat berdampak pada kesehatan mental, sosial, dan akademik anak. Fenomena ini memerlukan perhatian khusus untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai bullying serta mendorong implementasi kebijakan anti-bullying di sekolah. Mitra dalam kegiatan ini adalah salah satu sekolah dasar di Kota Makassar dengan melibatkan siswa kelas 4-6, guru, dan tenaga kependidikan. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi edukasi, workshop interaktif, serta pendampingan dalam penyusunan kebijakan anti-bullying. Sebanyak 30 siswa, 18 guru, dan 5 tenaga kependidikan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, dengan skor rata-rata pre-test siswa sebesar 58 meningkat menjadi 84 setelah kegiatan. Peningkatan juga terlihat pada guru dan tenaga kependidikan dengan kenaikan masing-masing sebesar 35,4% dan 37,1%. Program ini telah menciptakan perubahan nyata dalam sikap dan perilaku terhadap bullying, serta menegaskan pentingnya pendekatan berbasis komunitas dalam membangun lingkungan belajar yang bebas dari perundungan. Hasil pengabdian ini dapat menjadi model bagi sekolah lain dalam menerapkan kebijakan anti-bullying secara efektif. Kata kunci: bullying; inklusif; kebijakan; pendidikan; sekolah dasar Abstract Bullying is a serious issue in the school environment that can affect children's mental, social, and academic well-being. This phenomenon requires special attention to create a safe and inclusive learning environment. This community engagement program aims to raise awareness and understanding of bullying and promote the implementation of anti-bullying policies in schools. The partner in this activity is an elementary school in Makassar City, involving students in grades 4-6, teachers, and educational staff. The methods used in this program include education, interactive workshops, and assistance in developing anti-bullying policies. A total of 30 students, 18 teachers, and 5 educational staff participated in this activity. The results showed a significant increase in understanding, with the students' average pre-test score of 58 rising to 84 after the program. Improvements were also observed among teachers and educational staff, with increases of 35.4% and 37.1%, respectively. This program has successfully fostered tangible changes in attitudes and behaviors toward bullying, highlighting the importance of a community-based approach in creating a bullying-free learning environment. The findings of this program can serve as a model for other schools in effectively implementing anti-bullying policies.  Keywords: anti-bullying; education; inclusive; policy; primary school
Diseminasi pembuatan edible coating untuk memperpanjang umur simpan stroberi Inggit Kresna Maharsih; Stephanie Kezia Widjaja; Puspita Rahayu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30351

Abstract

AbstrakStroberi segar merupakan salah satu komoditas buah di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Biasanya, petani stroberi menjual stroberi segar kepada konsumen. Namun, singkatnya masa simpan stroberi menyebabkan petani membuang stroberi yang tidak laku. Hal ini dikarenakan jika menyimpan stroberi di dalam freezer, maka akan mengubah sifat fisik buah. Berdasarkan hal tersebut, maka dilaksanakan diseminasi pembuatan dan aplikasi edible coating untuk memperpanjang umur simpan stroberi di Kelompok Tani Stroberi Desa Tulungrejo. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada anggota kelompok tani tentang metode yang dapat memperpanjang umur simpan stroberi tanpa merusak teksturnya. Diseminasi ini dilaksanakan berdasarkan metode Community-based research, dimana anggota Kelompok Tani Stroberi terlibat langsung dari awal hingga akhir kegiatan. Tahap pengabdian ini meliputi diskusi dengan ketua kelompok untuk memilah masalah, tinjau lapangan, uji coba pembuatan dan performa edible coating, pelatihan pembuatan edible coating, dan evaluasi kegiatan. Awal sebelum diseminasi, sebanyak 53% anggota kelompok tani tidak mengetahui edible coating dan manfaatnya terhadap umur simpan stroberi. Setelah kegiatan diseminasi berlangsung, sebanyak 76% anggota mengetahui edible coating, dan 94% mengetahui cara pembuatan edible coating untuk memperpanjang umur simpan stroberi. Kata kunci: community-based research; edible coating; kitosan; stroberi; umur simpan. AbstractStrawberries are fruit commodity in Desa Tulungrejo, Bumiaji District, Batu City. Usually, strawberry farmers sell fresh strawberries to consumers. However, the short shelf life of strawberries causes farmers to discard unsold strawberries. If strawberries are kept in the freezer in order to prolong their shelf life, it will change the physical properties of the fruit. Due to this phenomenon, dissemination was carried out on the preparation and application of edible coating to extend the shelf life of strawberries in the Kelompok Tani Stroberi in Desa Tulungrejo. The purpose of this disssemination is to provide the members of Kelompok Tani with knowledge about a method that can prolong the shelf life of strawberries without compromising their texture. This dissemination was based on the Community-based Research method, where members of the Kelompok Tani Stroberi were directly involved from the beginning to the end of the activity. This community service includes discussions with the group leader to sort out problems, field inspections, trials on preparation and performance of edible coating, dissemination on making edible coatings, and evaluation of activities. Before dissemination, members of farmer group did not know about edible coating and its benefits on the shelf life of strawberries, with percentages of 53% of members. After the dissemination activity, 76% of members knew about edible coating, and 94% ones knew how to make edible coating to extend the shelf life of strawberries. Keywords: community-based research; chitosan; edible coating; shelf-life; strawberry.
Workshop pembuatan media pembelajaran berbasis Augmented Reality bagi guru Ruqiah Ganda Putri Panjaitan; Yuliati Indrayani; Kiki Prio Utomo; Ayong Hiendro; M. Irfani Hendri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30197

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi dan informasi dalam bidang pendidikan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pengembangan media pembelajaran. Berkaitan dengan perkembangan teknologi dan media pembelajaran, media pembelajaran yang dapat dikembangkan yaitu media pembelajaran Augmented Reality. Media pembelajaran berbasis Augmented Reality adalah media pembelajaran yang menggabung dunia maya dan dunia nyata dalam bentuk dua dimensi atau tiga dimensi pada waktu yang bersamaan. Penggunaan media pembelajaran berbasis Augmented Reality dapat menjadikan proses pembelajaran lebih efektif, menarik, dan bermakna. Dalam pengembangan media pembelajaran berbasis Augmented Reality memerlukan kemampuan dan keterampilan guru dalam menggunakan teknologi yang dapat dibentuk melalui kegiatan workshop. Tujuan dari pelaksanaan workshop ini yaitu untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman bagi guru terkait pengembangan media pembelajaran berbasis Augmented Reality. Metode yang digunakan yaitu perencanaan awal kegiatan, sosialisasi, penyampaian materi, sesi diskusi, dan pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis Augmented Reality yang didampingi oleh tim pelaksana. Melalui workshop ini guru mampu membuat media pembelajaran berbasis Augmented Reality yang inovatif dan menarik. Kata kunci: teknologi; media pembelajaran; Augmented Reality; workshop.  Abstract The development of technology and information in the field of education can improve the quality of learning through the development of learning media. In connection with the development of technology and learning media, the learning media that can be developed is Augmented Reality learning media. Augmented Reality-based learning media is learning media that combines the virtual world and the real world in two-dimensional or three-dimensional form at the same time. The use of Augmented Reality-based learning media can make the learning process more effective, interesting and meaningful. Developing Augmented Reality-based learning media requires teachers' abilities and skills in using technology which can be formed through workshops. The aim of holding this workshop is to provide knowledge and experience for teachers regarding the development of Augmented Reality-based learning media. The methods used are initial planning of activities, socialization, delivery of material, discussion sessions, and training in creating Augmented Reality-based learning media accompanied by the implementing team. Through this workshop, teachers are able to create innovative and interesting Augmented Reality-based learning media. Keywords: technology; learning media; Augmented Reality; workshop.
Pelatihan kewirausahaan berbasis digital marketing bagi siswa SMKN 1 Tabanan Made Irma Dwiputranti; I Gusti Agung Prabandari Tri Putri; I Gede Juliana Eka Putra; I Gede Irfan Kusuma Putra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30839

Abstract

Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terdapat keterbatasan dalam literasi pembelajaran kewirausahaan, serta pemanfaatan teknologi yang belum optimal dalam proses pembelajaran. untuk memberikan pelatihan kewirausahaan digital kepada siswa SMKN 1 Tabanan. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengembangkan kemampuan kewirausahaan siswa melalui pendekatan berbasis digital dengan menggunakan sosial media. Dalam pelaksanaannya, pelatihan ini menggunakan Business Model Canvas (BMC) sebagai alat strategis guna membantu siswa merancang model bisnis yang terintegrasi dengan pemasaran digital. Pelatihan kewirausahaan digital  ini dilakukan di SMKN 1 Tabanan Bali, jumlah siswa yang terlibat adalah sebanyak 70 orang. Pelatihan membantu siswa dalam merancang, mengembangkan, dan menyempurnakan model bisnis. Pelatihan akan dilaksanakan secara praktis dengan siswa terlibat dalam proyek simulatif untuk meningkatkan keterampilan teknis mereka. Solusi yang diusulkan untuk meningkatkan keterampilan penyusunan laporan bisnis siswa SMK N 1 Tabanan mencakup praktek langsung,analisis data, dan simulasi kasus nyata. Sesi praktek akan memberikan panduan langkah demi langkah dalam menyusun laporan. Melalui pelatihan ini, siswa SMKN 1 Tabanan tidak hanya belajar teori, tetapi juga menerapkan keterampilan praktis dalam merancang bisnis digital. Dengan pendekatan BMC dan strategi pemasaran digital, mereka mendapatkan gambaran komprehensif tentang bagaimana memulai dan mengembangkan bisnis secara efisien di era digital. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah menghasilkan 10 buah konten promosi digital dan 10 buah laporan BMC dari berbagai produk seperti makanan tradisional, arak Bali, kopi,buah segar dan fashion yang berhasil dipresentasikan bersama konten promosi digital. Keberhasilan ini mencerminkan efektivitas pelatihan dan pendampingan yang telah diberikan. Kata Kunci: kewirausahaan; bisnis model canvas; sosial media promosi. AbstractThis community service program is motivated by the fact that there are still limitations in entrepreneurial learning literacy, as well as the use of technology that is not optimal in the learning process. to provide digital entrepreneurship training to students of SMKN 1 Tabanan. The purpose of this training is to develop students' entrepreneurial skills through a digital-based approach using social media. In its implementation, this training uses Business Model Canvas (BMC) as a strategic tool to help students design a business model integrated with digital marketing. This digital entrepreneurship training was conducted at SMKN 1 Tabanan Bali, the number of students involved was 70 people. The training assists students in designing, developing and refining business models. The training will be implemented practically with students engaging in simulative projects to improve their technical skills. The proposed solution to improve the business report preparation skills of SMK N 1 Tabanan students includes hands-on practice, data analysis, and real case simulation. The practical sessions will provide step-by-step guidance in preparing the report. Through this training, SMKN 1 Tabanan students not only learn theory, but also apply practical skills in designing a digital business. With the BMC approach and digital marketing strategy, they get a comprehensive overview of how to start and manage a digital business. The result of this PKM activity is to produce 10 pieces of digital promotional content and 10 BMC reports from various products such as traditional food, Balinese arak, coffee, fresh fruit and fashion which are successfully presented along with digital promotional content. This success reflects the effectiveness of the training and mentoring that has been provided. Keywords : entrepreneurship; business model canvas; social media promotion.