cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
PKm sosialisasi peningkatan peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di Sekolah Dasar Ndetundora II Kabupaten Ende Aschari Senjahari Rawe; Berty Sadipun; Emilia Elisa Ja
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30797

Abstract

AbstrakPeningkatan kesehatan merupakan salah satu upaya pembangunan nasional untuk tercapainya kesadaran,kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pelaksanaan pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran,kemauan dan kemampuan hidup setiap orang agar memiliki PHBS di lingkungan keluarga, sekolah.Diperlukan upaya untuk mengedukasi anak-anak usia dini untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, salah satunya di lingkungan sekolah. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di lingkungan sekolah merupakan langkah untuk memberdayakan siswa, guru dan masyarakat lingkungan sekolah agar bisa dan mau melakukan perilaku hidup bersih dan sehat dalam menciptakan sekolah yang sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang PHBS pada siswa sekolah dasar di SD Ndetundora II Kecamatan Ende,Kabupaten Ende Flores NTT. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu berupa edukasi yang terdiri dari penyuluhan, pemutaran video, diskusi dan tanya jawab. Peserta kegiatan edukasi yaitu siswa kelas 1, 2, dan 3. Materi yang disampaikan adalah mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan, mengonsumsi jajanan sehat, menggunakan jamban bersih dan sehat, olahraga yang teratur, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok di lingkungan sekolah, membuang sampah pada tempatnya, dan melakukan kerja bakti bersama warga lingkungan sekolah untuk menciptakan lingkungan yang sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang PHBS dimana terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 57 %. Kegiatan edukasi PHBS di sekolah dapat dilanjutkan pada daerah lain sebagai upaya untuk menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat pada usia dini. Kata kunci: edukasi; pengabdian kepada masyarakat; perilaku hidup bersih dan sehat; penyuluhan. Abstract Health improvement is one of the national development efforts to achieve awareness, willingness and ability to live healthily for every resident in realizing the highest level of public health. The implementation of health development is directed at increasing awareness, willingness and ability to live each person to have PHBS in the family and school environment. Efforts are needed to educate early childhood to behave in a clean and healthy way of life, one of which is in the school environment. Clean and Healthy Living Behavior in the school environment is a step to empower students, teachers and the school community so that they can and want to carry out clean and healthy living behaviors in creating a healthy school. This community service activity aims to provide education about PHBS to elementary school students at SD Ndetundora II, Ende District, Ende Regency, Flores, NTT. The method of implementing the activity is in the form of education consisting of counseling, video screenings, discussions and questions and answers. Participants of the educational activity were students in grades 1, 2, and 3. The material presented was washing hands with soap before and after eating, consuming healthy snacks, using clean and healthy toilets, exercising regularly, eradicating mosquito larvae, not smoking in the school environment, disposing of garbage in its place, and doing community service with residents of the school environment to create a healthy environment. This community service activity succeeded in increasing the knowledge and understanding of participants about PHBS where there was an increase in knowledge of 57%. PHBS education activities in schools can be continued in other areas as an effort to foster clean and healthy living behavior at an early age.Keywords: education; community service; clean and healthy living behavior; counseling.
Penyuluhan hak konsumen dalam transaksi jual beli online pada ABST. Co Group Ahmad Widad Muntazhor; Melia Frastuti; Anuar Puadi; Risma Andini Setia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.31060

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengenai hak-hak konsumen dalam transaksi jual beli online. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan hukum kepada ABST.Co Group dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Materi yang disampaikan mencakup dasar hukum transaksi elektronik, prinsip itikad baik dalam pemenuhan hak konsumen, serta mekanisme penyelesaian sengketa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terhadap aspek hukum perlindungan konsumen, termasuk pentingnya transparansi, kejujuran, dan komunikasi responsif dalam transaksi online. Beberapa peserta mulai menerapkan prinsip itikad baik dengan menyusun deskripsi produk yang lebih akurat dan menyusun standar operasional sederhana. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif dalam pengabdian masyarakat dapat membentuk budaya usaha yang lebih profesional dan bertanggung jawab. Kata Kunci: pengabdian masyarakat; hak konsumen; transaksi online; UMKM; itikad baik AbstractThis community service activity aims to improve the understanding of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) regarding consumer rights in online sales transactions. The program was conducted through legal outreach to ABST.Co Group using lectures, discussions, and Q&A methods. The delivered materials included the legal basis of electronic transactions, the principle of good faith in fulfilling consumer rights, and dispute resolution mechanisms. The results indicate an increase in participants’ legal awareness, particularly regarding transparency, honesty, and responsive communication in online commerce. Some participants began applying good faith principles by providing more accurate product descriptions and drafting simple operational standards. This shows that educational approaches in community service can foster a more professional and responsible business culture. Keywords: community service; consumer rights; online transactions; MSMEs; good faith
Edukasi hiperurisemia bagi jemaat GKI Terate di Jakarta Barat Arlends Chris; Monica Djaja Saputera; Lina Lina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30436

Abstract

AbstrakData pada tahun 2023 menunjukkan 11% penduduk Amerika mengalami hiperurisemia dan angka ini meningkat setiap tahunnya. Kejadian hiperurisemia di Asia Tenggara dan Pasifik lebih tinggi dari Amerika karena adanya faktor genetik yang tidak dapat dimodifikasi. Keadaan ini dapat berkembang menjadi artritis gout dan berkaitan dengan resiko terjadinya penyakit kardiovaskuler. Survei tahun 2023, jemaat GKI Terate, sebanyak 52,9% memiliki riwayat hipertensi. Berdasarkan data tersebut, 55,6% obesitas dan 66,7% masuk kategori obesitas sentral yang berkontribusi pada gangguan metabolik. Hal ini dapat menyebabkan resiko terjadinya hiperurisemia. Tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan deteksi dini hiperurisemia pada jemaat di GKI Terate, Jakarta Barat. Metode yang digunakan adalah memberikan edukasi serta pemeriksaan kadar asam urat. Mitra pada kegiatan ini adalah jemaat GKI Terate, Jakarta Barat sebanyak 19 orang. Evaluasi kegiatan diukur melalui kuesioner umpan balik kegiatan PKM. Hasil pengetahuan menunjukkan nilai rerata test awal sebesar 83,16 dan nilai test akhir sebesar 86,32. Terdapat peningkatan pengetahuan hiperurisemia sebesar 3,8%. Hasil deteksi dini kadar asam urat terhadap 10 orang responden didapatkan sebanyak 6 orang (60%) mengalami hiperurisemia. Data hasil umpan balik evaluasi kegiatan PKM didapatkan lebih dari 80% responden menyatakan kegiatan PKM berjalan dengan baik. Secara keseluruhan, pengetahuan jemaat GKI Terate mengenai topik hiperurisemia tergolong dalam kategori baik. Upaya pemantauan dan evaluasi tindak lanjut dalam bentuk edukasi secara rutin perlu dilakukan. Hal ini dapat berguna untuk meningkatkan tindakan upaya promotif dan preventif untuk mengendalikan kejadian hiperurisemia agar tidak berlanjut menjadi artritis gout dan resiko penyakit penyerta lainnya. Kata kunci: hiperurisemia; edukasi; pengabdian kepada masyarakat. AbstractData from 2023 indicated that 11% of the American population has hyperuricemia, which is increasing yearly. The incidence of hyperuricemia is higher in Southeast Asia and the Pacific compared to America, mainly due to genetic factors that are unmodified. This condition can lead to gouty arthritis and is associated with an increased risk of cardiovascular disease. In a 2023 survey conducted among the congregation at GKI Terate, it was found that 52.9% had a history of hypertension. Additionally, 55.6% of the respondents were classified as obese, and 66.7% were identified as having central obesity, both of which contribute to metabolic disorders. These conditions can elevate the risk of producing hyperuricemia. This PKM aims to enhance awareness and promote early hyperuricemia detection within the GKI Terate congregation in West Jakarta. The method used is to provide education and check uric acid levels. The partners in this activity are the GKI Terate congregation, West Jakarta, which has 19 people. Evaluation of the activity was measured through a PKM activity feedback questionnaire. The knowledge results showed an average pre-test of 83.16 and a post-test of 86.32. There was an increase in knowledge of hyperuricemia by 3.8%. The results of early detection of uric acid levels in 10 respondents showed that six people (60%) had hyperuricemia. Data from the PKM activity evaluation feedback showed that more than 80% of respondents stated that the PKM activity ran well. Overall, the knowledge of the GKI Terate congregation regarding hyperuricemia is categorized as good. Efforts to monitor and evaluate follow-up in routine education need to be carried out. This result can help increase promotive and preventive measures to control the incidence of hyperuricemia so that it does not progress to gouty arthritis and the risk of other comorbid diseases. Keywords: hyperuricemia; education; community service.
Pemberdayaan kelompok nelayan tamparang dalam meningkatkan ekonomi lokal di Desa Topejawa Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar Hasriyanti Hasriyanti; Abdul Malik; Erman Syarif; Rahma Musyawarah; Ernawati S. Kaseng
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30542

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara kepulauan dengan potensi kelautan yang sangat besar, termasuk sumber daya perikanan dan ekosistem laut yang kaya. Kabupaten Takalar, khususnya Desa Topejawa, merupakan wilayah pesisir yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional. Namun, masyarakat nelayan di desa ini masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan alat tangkap, rendahnya akses pasar, serta minimnya kapasitas organisasi dan ekonomi rumah tangga. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Nelayan Tamparang melalui pendekatan partisipatif, berfokus pada aspek organisasi, rumah tangga, pendidikan dan ekonomi. Metode kegiatan yang digunakan melibatkan observasi lapangan, dokumentasi, diskusi kelompok, pelatihan, dan pendampingan berbasis kebutuhan lokal. Program ini melibatkan 42 anggota kelompok nelayan sebagai subjek utama kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemberdayaan yang menyeluruh meliputi aspek organisasi, rumah tangga, pendidikan, dan perekonomian memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian komunitas nelayan. Dalam aspek organisasi, penguatan struktur kelembagaan, literasi organisasi, dan kepemimpinan lokal mendorong kolaborasi dan tata kelola yang lebih baik. Pada aspek rumah tangga, keterlibatan perempuan dalam kegiatan ekonomi serta peningkatan kemampuan manajemen keluarga terbukti memperkuat ketahanan keluarga nelayan. Di sisi pendidikan, peningkatan kesadaran orang tua serta penyediaan sarana belajar mendukung peran keluarga dalam menunjang pendidikan anak. Sementara itu, pada aspek perekonomian, edukasi tentang pengolahan hasil tangkapan, diversifikasi produk, dan kelestarian laut mendorong peningkatan nilai tambah dan keberlanjutan usaha nelayan. Secara keseluruhan, pendekatan terpadu ini memperkuat potensi lokal dan membangun fondasi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan. Kata Kunci: pemberdayaan masyarakat; kelompok nelayan; Desa Topejawa; Kabupaten Takalar. Abstract Indonesia, as an archipelagic country, holds immense marine potential, including rich fisheries resources and diverse marine ecosystems. Takalar Regency, particularly Topejawa Village, is a coastal area where most residents rely on traditional fishing for their livelihoods. However, the local fishing community faces numerous challenges such as limited fishing gear, restricted market access, and low organizational and household economic capacity. This Community Service Program (PkM) aims to empower the Tamparang Fishermen Group through a participatory approach focusing on organizational, household, and economic aspects. The methods used include field observation, documentation, group discussions, training, and mentoring tailored to local needs. A total of 42 fishermen participated as the main subjects of this program. The results show that empowerment in the organizational aspect improved group capacity through open forums, organizational literacy training, and the strengthening of leadership and internal communication. At the household level, the program encouraged the active role of fishermen’s wives in family economics through training on seafood processing and household management, and supported children's education through awareness sessions and the provision of basic learning materials. In the economic aspect, activities were directed at improving production efficiency, processing fish into value-added products, and providing education on sustainable marine resource management. All activities were carried out using a participatory model to foster long-term community independence. This program demonstrates that a community-based approach can be an effective strategy to improve the well-being and capacity of coastal fishing communities. Keywords: community empowerment; fishermen; coastal economy; topejawa; participatory approach.
Bimbingan teknis pemanfaatan tool AI untuk membuat karya tulis pencak silat perguruan tapak suci Rahmad Al Rian; Ajeng Safitri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30293

Abstract

AbstrakMitra pengabdian adalah Pimpinan Wilayah XXV Tapak Suci Provinsi Riau dimana Tapak Suci memberikan peluang besar untuk seluruh anggotnya yang berada pada tingkatan pendekar dan kader untuk mewariskan pengetahuan dan melakukan riset dengan tujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan keilmuan yang bermanfaat untuk perguruan tinggi dan masyarakat. Peluang tersebut semakin terbuka lebar dengan berkembangnya berbagai tool AI yang mampu membantu memudahkan proses pembuatan karya tulis tersebut. Namun peluang tersebut masih kecil untuk diraih karena kurangnya edukasi kepada anggota Tapak Suci dalam memanfaatkan AI untuk menghasilkan karya tulis ideal yang bermanfaat untuk perguruan dan masyarakat. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, para anggota Tapak Suci membutuhkan bimbingan teknis penggunaan tool AI untuk mampu menghasilkan karya tulis yangn layak dibaca dan bermanfaat untuk perguruan dan masyarakat. Tool AI yang digunakan adalah deepseek dan chatGPT dengan menggunakan Microsoft word sebagai aplikasi untuk membuat karya tulis. Bimbingan teknis ini diikuti oleh utusan dari 12 Pimpinan Daerah Tapak Suci yang berada dibawah yuridiksi Pimpinan Wilayah XXV Tapak Suci Provinsi Riau. Hasil kegiatan yang diharapkan berupa produk karya tulis yang dikembangkan melalui aplikasi AI yang diajarkan melalui bimbingan teknis. Kata kunci: tapak suci; AI; karya tulis; deepseek; chatgpt AbstractThe partner is the Regional Leadership XXV of Tapak Suci Riau Province, where Tapak Suci provides great opportunities for all its members who are at the pendekar and kader levels to pass on knowledge and conduct research with the aim of developing knowledge and science that is useful for universities and society. This opportunity is increasingly wide open with the development of various AI tools that can help facilitate the process of creating these written works. However, this opportunity is still small to achieve due to the lack of education for Tapak Suci members in utilizing AI to produce ideal written works that are useful for universities and society. To solve this problem, Tapak Suci members need technical guidance on the use of AI tools to be able to produce written works that are worth reading and useful for universities and society. The AI tools used are deepseek and chatGPT using Microsoft Word as an application to create written works. This technical guidance was attended by delegates from 12 Area Leaderships of Tapak Suci under the jurisdiction of the Regional Leadership XXV of Tapak Suci, Riau Province. The expected results of the activity are in the form of written work products developed through AI applications that are taught through technical guidance. Keywords: tapak suci; AI; karya tulis; deepseek; chatgpt
Pembuatan biogas dari jerami padi dan kotoran sapi di Desa Sumber Jeruk Kecamatan Kalisat Ditta Kharisma Yolanda Putri; Boy Arief Fachri; Zuhriah Mumtazah; Istiqomah Rahmawati; Ansori Ansori; Ratri Sekaringgalih; Merymistika Yufrani Afred; Ocita Galuh Permatasari; Anak Agung Nabilla Azzahrah; Hilda Huril Ainia; Nayyara Aida Buana; Nirina Indi Naraismanti; Putri Ayu Salsabila; Gavinda Tsubutul Akmal; Muhammad Nabil Suryagama; Ilyas Arya Pratama; Dwi Intan Noer Aini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30268

Abstract

AbstrakKrisis energi akibat kelangkaan minyak mentah telah menyebabkan kenaikan harga bahan bakar minyak dan gas secara signifikan. Untuk menanggulangi dampak tersebut, pemerintah memberikan subsidi LPG kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, realisasinya masih kurang efektif karena tidak tepat sasaran, sehingga menyebabkan keterbatasan ketersediaan LPG bersubsidi. Di sisi lain, limbah biomassa seperti jerami padi dan kotoran sapi yang melimpah di wilayah pedesaan belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi besar sebagai sumber energi terbarukan.Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Desa Sumber Jeruk, Kabupaten Jember, dengan tujuan memberikan solusi pemanfaatan limbah biomassa menjadi energi alternatif berupa biogas, sekaligus sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap LPG. Metode yang digunakan dalam produksi biogas adalah fermentasi fed-batch dengan penambahan EM4 sebagai aktivator mikroorganisme.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kombinasi jerami padi dan kotoran sapi mampu menghasilkan biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Selain membantu mengurangi limbah organik, inovasi ini juga berkontribusi dalam mendukung ketahanan energi di tingkat rumah tangga. Pengolahan limbah biomassa menjadi biogas merupakan solusi tepat guna yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam menghadapi keterbatasan energi fosil. Kata kunci: biogas; LPG; limbah jerami padi; kotoran sapi; fermentasi fed-batch. AbstractThe energy crisis due to the scarcity of crude oil has caused a significant increase in the price of fuel oil and gas. To overcome this impact, the government provides LPG subsidies to people with low incomes. However, its realization is still ineffective because it is not on target, resulting in limited availability of subsidized LPG. On the other hand, biomass waste such as rice straw and cow dung which are abundant in rural areas have not been optimally utilized, even though they have great potential as renewable energy sources. This community service activity was carried out in Sumber Jeruk Village, Jember Regency, with the aim of providing a solution for utilizing biomass waste into alternative energy in the form of biogas, as well as an effort to reduce dependence on LPG. The method used in biogas production is fed-batch fermentation with the addition of EM4 as a microorganism activator. The results of the activity show that the combination of rice straw and cow dung is able to produce biogas that can be used as an alternative fuel. In addition to helping reduce organic waste, this innovation also contributes to supporting energy security at the household level. Processing biomass waste into biogas is an appropriate solution that is environmentally friendly and sustainable in overcoming the shortage of fossil fuel energy. Keywords: biogas; LPG; rice straw waste; cow manure; fed-batch fermentation
Pembentukan pojok herbal dan produk herbal (teh dan sirup) untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Desa Bengkaung, Kecamatan Batulayar, NTB Aty Widyawaruyanti; Suciati Suciati; Tri Widiandani; Agriana Rosmalina Hidayati; Achmad Fuad Hafid; Djoko Agus Purwanto; Neny Purwitasari; Riesta Primaharinastiti; Sukardiman Sukardiman; Retno Widyowati; Devanus Lahardo; Hilkatul Ilmi; Maylisa Natalia Corry; Firman Wicaksana; Narendrani Sasmitaning Edhi; Muhammad Amir Hasan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30199

Abstract

Abstrak Desa Bengkaung adalah desa yang terletak di kecamatan Batu Layar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.  Banyak potensi pada desa Bengkaung yang masih bisa dikembangkan diantaranya adalah sumber daya alam yang berlimpah. Namun, pemanfaatan sumber daya alam ini belum maksimal, yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dan  pengolahannya. Maka dilakukan pengabdian masyarakat yang berlangsung 2 tahap yaitu seminar terkait pojok herbal dan pelatihan pembuatan teh dan sirup dengan bahan kayu manis, kunyit, temu lawak, asam jawa, kapulaga untuk sediaan sirup serta bangle pada sediaan teh herbal yang berfungsi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan  pada 25 Oktober 2024 dengan mitra terdiri dari  anggota IAI  kota Mataram dan kader PKK desa Bengkaung. Adapun materi pelatihan diberikan dengan metode ceramah dan metode praktik. Evaluasi dilakukan dengan cara pemberian pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara kuantitatif. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, diperoleh nilai rata-rata sebesar 60,94 dan 79.37, yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra terhadap materi penyuluhan yang diberikan. Teh daun salam dan JKP-Bangle dievaluasi dengan pengukuran kadar antioksidan dengan DPPH dan FRAP assay. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar antioksidan the daun salam dan JKP-Bangle dengan FRAP assay memperoleh kadar tertinggi tertinggi nilai masing-masing sebesar 1359.84±13.47 mg GAE/g berat kering dan 396.73±16.79 mg GAE/g berat kering. Aktivitas antioksidan yang tinggi ini mengindikasikan potensi manfaat kesehatan dalam menangkal stres oksidatif yang berhubungan dengan penyakit neurodegeneratif, kardiovaskular, dan diabetes. Kata kunci: Desa Bengkaung; pojok herbal; tanaman obat; antioksidan. Abstract Bengkaung Village is a village located in Batu Layar sub-district, West Lombok, West Nusa Tenggara.  There is a lot of potential in Bengkaung Village that can still be developed, including abundant natural resources. However, the utilization of these natural resources has not been maximized, this is caused by a lack of public knowledge regarding their benefits and processing. So community service was carried out which took place in 2 stages, namely seminars related to the herbal corner and training in making tea and syrup using cinnamon, turmeric, ginger, tamarind, cardamom for syrup and bangle preparations, as well as bangles for herbal tea preparations which function to improve health. public. This activity was carried out on 24-26 October 2024 with partners consisting of IAI members from Mataram city and PKK cadres from Bengkaung village. The training material is provided using the lecture method and the Experimental Learning method (direct implementation learning). Evaluation is carried out by giving a pre-test and post-test, then analyzed quantitatively. Based on the results of the pre-test and post-test, an average score of 60.94 and 79.37 was obtained, which indicates an increase in partners' knowledge of the extension material providedrn how to make innovative products from mangosteen fruit so that they can be produced commercially. Thus, in the long term it is expected to increase the income of the Songgon Village residents. Antioxidant levels of bay leaf tea and JKP-Bangle were evaluated using DPPH and FRAP assays. Analysis results showed that the highest antioxidant levels measured by the FRAP assay were 1359.84±13.47 mg GAE/g dry weight for bay leaf tea and 396.73±16.79 mg GAE/g dry weight for JKP-Bangle. This high antioxidant activity indicates potential health benefits in combating oxidative stress associated with neurodegenerative, cardiovascular, and diabetes-related diseases. Keywords: Songgon Village; herbal corner; medicinal plants; antioxidants.
Perencanaan drainase kelurahan Sukamulya Ratih Baniva; Fathoni Usman; Henggar Risa Destania; Ghina Amalia; Ockta Firmansyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30354

Abstract

Abstrak Adanya berbagai pembangunan di wilayah Kelurahan Sukamulya dan jumlah penduduk yang meningkat pada saat musim penghujan mengakibatkan sering terjadi masalah drainase seperti limpasan dan genangan dipermukaan jalan yang diakibatkan karna hanya ada drainase alami di kelurahan Sukamulya Kecamatan Sematang Borang Kota Palembang. Dalam mengatasi limpasan dan genangan yang terjadi di kelurahan Sukamulya Kecamatan Sematang Borang Kota Palembang perlu dilakukan perencanaan drainase yang disertai perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sehingga pelaksanaan PkM ini bertujuan untuk memberikan bantuan perencanaan drainase di kelurahan Sukamulya dengan melibatkan lurah Sukamulya, ketua RT.017 dan 5 warga RT.017. Tahapan PkM yang dilakukan yaitu survei lokasi, perencanaan drainase, penyusunan RAB yang disesuaikan dengan gambar desain drainase dan perhitungan menggunakan analisis harga satuan pekerjaan (AHSP) setempat dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan lurah. Hasil dari PkM menunjukkan hasil rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada perencanaan drainase kelurahan Sukamulya dengan panjang saluran 100 m yaitu sebesar Rp. 129.996.800. Perhitungan biaya ini dapat dijadikan dasar dalam membangun saluran drainase di kelurahan Sukamulya kedepanya nanti. Kesimpulan dari PkM ini adalah diharapkan dengan adanya hasil perhitungan dapat membantu masyarat kelurahan Sukamulya dan lurah dalam membangun drainase kedepannya dan dana ini dapat dianggarkan atau diajukan kepada pemerintah setempat. Kata kunci: perencanaan drainase; Rencana Anggaran Biaya (RAB); Sukamulya. AbstractThe existence of various developments in the Sukamulya Urban Village area and the increasing population during the rainy season results in frequent drainage problems such as runoff and puddles on the road surface caused because there is only natural drainage in Sukamulya Village, Sematang Borang Subdistrict, Palembang City. In overcoming runoff and inundation that occurs in Sukamulya village, Sematang Borang sub-district, Palembang city, it is necessary to carry out drainage planning accompanied by the calculation of the Budget Plan (RAB) so that the implementation of this PkM aims to provide drainage planning assistance in Sukamulya village by involving the Sukamulya village head, the head of RT.017 and 5 RT.017 residents. The PkM stages carried out are location surveys, drainage planning, preparation of RAB adjusted to the drainage design drawings and calculations using local work unit price analysis (AHSP) and socializing to the community and village head. The results of the PkM  show the results of the recapitulation of the Budget Plan Cost (RAB) in the drainage planning of Sukamulya village with a channel length of 100 m, which amounted to Rp. 129,996,800. This cost calculation can be used as a basis for building drainage channels in Sukamulya village in the future. The conclusion of this PkM is that it is hoped that the results of the calculation can help the Sukamulya village community and the village head in building drainage in the future and these funds can be budgeted or submitted to the local government. Keywords: drainage planning; cost budget plan; Sukamulya.
Transformasi evaluasi pembelajaran berbasis AI: Pelatihan Chatbot AI bagi Pendidik SMPN 9 Payakumbuh Indra Saputra; Hayatunnufus Hayatunnufus; Siska Miga Dewi; Elviza Yeni Putri; Melda Mahniza; Reflianto Reflianto; Feriantano Sundang Pranata
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30792

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam proses evaluasi pembelajaran. Namun, di lapangan masih banyak guru yang belum memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai dalam memanfaatkan teknologi ini secara optimal. Kondisi ini juga ditemukan di SMPN 9 Payakumbuh, di mana sebagian besar guru masih menggunakan metode evaluasi konvensional yang kurang fleksibel, memakan waktu, dan belum mencerminkan kemampuan siswa secara akurat. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam melakukan evaluasi pembelajaran berbasis AI, khususnya melalui pemanfaatan Chatbot AI seperti ChatGPT. Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada 24 Agustus 2024 di SMPN 9 Payakumbuh, diikuti oleh 31 guru dari berbagai mata pelajaran. Metode pelatihan meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung. Materi difokuskan pada penggunaan ChatGPT untuk menyusun soal, menganalisis jawaban siswa, memberikan umpan balik otomatis, serta merancang evaluasi berbasis interaksi percakapan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menyusun instrumen evaluasi digital berbasis ChatGPT dan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap penggunaan AI dalam pembelajaran. Disarankan agar pelatihan ini dilanjutkan secara berkala dan disertai dengan pendampingan untuk mendukung implementasi berkelanjutan di kelas. Kata kunci: Chatbot AI; evaluasi pembelajaran; ChatGPT; kompetensi guru; pelatihan. The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) has introduced new opportunities in the field of education, particularly in the area of learning assessment. However, many teachers, including those at SMPN 9 Payakumbuh, still rely on conventional evaluation methods that tend to be time-consuming, inflexible, and less accurate in reflecting students' competencies. This Community Partnership Program (PKM) was implemented to enhance teachers’ competencies in AI-based assessment by utilizing chatbot technology, specifically ChatGPT. The training was conducted on August 24, 2024, involving 31 teachers from various subject areas. The training methods included lectures, discussions, demonstrations, and hands-on practice. The content focused on the use of ChatGPT to design assessment questions, analyze student responses, provide automated feedback, and develop interactive, conversation-based evaluations. The results indicated that participants were able to develop AI-based digital assessment instruments and demonstrated high enthusiasm for integrating AI into teaching practices. It is recommended that similar training be conducted regularly and supported with mentoring to ensure sustainable implementation in classrooms. Keywords: Chatbot AI; learning assessment; ChatGPT; teacher competence; professional training.
Peningkatan literasi tentang insekta melalui edukasi serangga berdayaguna di SDN Kubang Riski Andrian Jasmi; Nabila A’izzatul Fikriyyah; Samsul Mu’arif; Kamilatun Nafsiyah; Dui Julianti; Azmi Ihsanul Umam; Siti Yulyatunnikmah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30620

Abstract

Abstrak Serangga merupakan kelompok hewan yang sangat penting dalam ekosistem, namun pengetahuan masyarakat tentang peran mereka masih rendah. Kegiatan edukasi tentang serangga berdayaguna di SDN Kubang bertujuan untuk meningkatkan literasi siswa mengenai pentingnya serangga dalam ekosistem. Kegiatan ini melibatkan 54 siswa kelas 6 dan dilaksanakan pada 7 Maret 2025. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi, evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa, dengan persentase jawaban benar pada post-test mencapai 96% untuk pertanyaan dasar tentang serangga, dibandingkan dengan 72% pada pre-test. Kegiatan ini juga berhasil menumbuhkan antusiasme siswa melalui interaksi langsung. Edukasi ini tidak hanya memberikan pengetahuan tentang jenis-jenis dan manfaat serangga, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan perlunya konservasi serangga. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam upaya pelestarian lingkungan. Kata kunci: serangga; edukasi; literasi; sekolah dasar AbstractInsects are a crucial group of animals in ecosystems; however, public knowledge about their roles remains low. The educational activity on beneficial insects at SDN Kubang aimed to enhance students' literacy regarding the importance of insects in the ecosystem. This activity involved 54 sixth-grade students and took place on March 7, 2025. The methods used included lectures and discussions, with evaluations conducted through pre-tests and post-tests to measure students' understanding. The results showed a significant improvement in students' comprehension, with the percentage of correct answers in the post-test reaching 96% for basic questions about insects, compared to 72% in the pre-test. The activity also successfully fostered student enthusiasm through direct interaction. This education not only provided knowledge about the types and benefits of insects but also raised awareness of the need for insect conservation. It is hoped that this initiative can serve as a starting point for environmental preservation efforts. Keywords: insects; education; literacy; elementary school