cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Peningkatan kompetensi kewirausahaan melalui pelatihan keterampilan komunikasi bisnis dan presentasi bisnis (Bizconnect & Pitch Mastery) Shafiera Lazuarni; Try Wulandari; Rizki Dimas Maulana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30718

Abstract

AbstrakTransformasi digital telah membuka peluang besar bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk terjun ke dunia kewirausahaan. Namun, di Kota Palembang masih banyak mahasiswa yang memiliki ide bisnis kreatif tetapi kesulitan dalam mengkomunikasikannya secara professional. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan komunikasi bisnis dan presentasi melalui pelatihan “BizConnect & Pitch Mastery”. Kegiatan ini menyasar 124 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang telah atau berminat mengembangkan usaha. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari secara daring dan difokuskan pada tiga topik utama: public speaking, networking skill, dan business pitching, dengan metode interaktif, simulasi pitching, serta pendampingan oleh fasilitator. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi peserta, dengan rata-rata kenaikan sebesar 49%. Peningkatan tertinggi terjadi pada keterampilan penyusunan pitch deck (+61%) dan networking (67%), sementara aspek kepercayaan diri dalam presentasi meningkat sebesar +56%. Meski demikian, kemampuan mengatasi demam panggung masih menjadi tantangan tersendiri. Pelatihan ini terbukti efektif dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan kewirausahaan berbasis komunikasi, serta berpotensi menjadi model pelatihan yang dapat direplikasi di wilayah lain guna mendukung ekosistem wirausaha muda. Kata kunci: keterampilan komunikasi bisnis; pelatihan kewirausahaan; business pitching. Abstract Digital transformation has opened up great opportunities for the younger generation, especially students, to enter the world of entrepreneurship. However, in Palembang City there are still many students who have creative business ideas but have difficulty communicating them professionally. This community service aims to improve business communication and presentation skills through the “BizConnect & Pitch Mastery” training. This activity targets 124 students from various universities who have or are interested in developing a business. The training was carried out for two days online and focused on three main topics: public speaking, networking skills, and business pitching, with interactive methods, pitching simulations, and mentoring by facilitators. The evaluation results showed a significant increase in participant competence, with an average increase of 49%. The highest increase occurred in pitch deck preparation skills (+61%) and networking (67%), while the aspect of self-confidence in presentations increased by +56%. However, the ability to overcome stage fright is still a challenge. This training has proven effective in equipping students with communication-based entrepreneurial skills, and has the potential to become a training model that can be replicated in other regions to support the young entrepreneur ecosystem. Keywords: business communication skills; entrepreneurship training; business pitching.
Penerapan model inverted class sebagai upaya peningkatana kualitas pembelajaran matematika untuk mahasiswa baru di Jurusan Fisika Universitas Lampung Ayu Aprilia; Gurum Ahmad Pauzi; Amir Supriyanto; Ahmad Faruq Abdurrahman; Syafriadi Syafriadi; Pulung Karo-karo; Suprihatin Suprihatin; Posman Manurung
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30205

Abstract

Abstrak Matematika merupakan fondasi utama dalam penyelesaian berbagai masalah dalam bidang ilmu fisika. Namun, banyak mahasiswa mengalami kesulitan dalam mengusasai konsep-konsep dasar matematika sehingga menganggu prestasi akademik mahasiswa. Pengabdian ini bertujuan mengimplementasi metode inverted class untuk melihat bagaimana keberhasilannya dalam menyelesaikan permasalahan ini. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada minggu ke 3 dan 4 bulan Januari 2025. Kegiatan ini  dibagi menjadi menjadi tiga kegiatan yaitu persiapan kegiatan, pelaksanan kegiatan di kelas serta evaluasi keberhasilan dengan sasaran 55 mahasiswa baru Fisika Unila. Dalam masa persiapakan disusun modul interaktif, menarik dan modern. Lalu dilakukan test pemahaman awal konsep matematika dengan hasil 42,9%. Selanjutnya dilakukan 2 kali pembelajaran dengan inverted class. Pada tahap evaluasi diperoleh peningkatan pemahaman mahasiswa menjadi 60.5%. Dengan tambahan kesan positif terhadap pelaksanaan kegiatan dan modul yang diberikan. Pengabdian ini berhasil menunjukkan bahwa inverted class dapat menjadi solusi untuk mencarik pendekatan yang efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep sekaligus melatih kemandirian belajar mahasiswa.  Kata kunci: fisika; inverted class ; mahasiswa baru; pemahaman matematika AbstractHowever, many students struggle to grasp basic mathematical concepts, which negatively impacts their academic performance. This community service program aims to implement the Inverted Class method to evaluate its effectiveness in addressing this issue. The program activities were carried out in 3th dan 4th weeks of January 2025. This program was divided into three stages: preparation, classroom implementation, and evaluation of its success, involving 55 first-year physics students at Universitas Lampung. During the preparation phase, an interactive, engaging, and modern module was developed. An initial test was conducted to assess students' understanding of basic mathematical concepts, yielding an average score of 42.9%. The implementation phase involved two Inverted Class learning sessions. In the evaluation phase, the students' understanding improved significantly, with an average score increase to 60.5%. Additionally, students provided positive feedback on the learning process and the module used. This program successfully demonstrated that the Inverted Class method can serve as an effective approach to improving conceptual understanding while fostering students' independent learning skills. Keywords: inverted class; first-year students; physics; mathematical understanding; independence
Optimalisasi pemupukan: sosialisasi best management practice bagi petani binaan RSPO BUM Desa Berkah Mulya Jaya, Kabupaten Lamandau Ihda Andrey Yanuar Setiawan; Yulio Kristian Tinduh; Nur Ikhsan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30842

Abstract

Abstrak Perkebunan kelapa sawit merupakan sektor utama yang menopang perekonomian masyarakat Kabupaten Lamandau. Namun, pengelolaan yang kurang memperhatikan aspek keberlanjutan, terutama oleh petani mandiri, berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, seperti penurunan kesuburan tanah. Untuk menjawab tantangan tersebut, Badan Usaha Milik Desa Berkah Mulya Jaya, yang telah menjadi anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), memfasilitasi peningkatan kapasitas anggota petani baru melalui penerapan Best Management Practice (BMP). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh tim Politeknik Lamandau dengan tema sosialisasi pemupukan berkelanjutan berbasis RSPO. Kegiatan dilakukan dalam empat tahap, yaitu persiapan, identifikasi kebutuhan, penyampaian materi dan diskusi interaktif, serta evaluasi kegiatan. Materi berfokus pada prinsip pemupukan yang ramah lingkungan, efisien, dan sesuai dengan standar RSPO. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para petani binaan mengalami peningkatan pemahaman dan kesadaran terhadap praktik pemupukan yang berkelanjutan. Respons positif dari peserta dan pengurus BUM Desa menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dan membuka peluang kerja sama jangka panjang antara BUM Desa Berkah Mulya Jaya dan institusi pendidikan dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Kata kunci: Pemupukan; best management practice; RSPO; BUM Desa Berkah Mulya Jaya Abstract Oil palm plantations serve as a key economic driver for communities in Lamandau Regency. However, poor management practices, especially among independent farmers, have raised environmental concerns such as soil fertility decline. To address this, Badan Usaha Milik Desa Berkah Mulya Jaya, a registered member of the Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), facilitates the adoption of sustainable farming practices through the implementation of Best Management Practices (BMP). This community service activity, conducted by the Politeknik Lamandau team, focused on the dissemination of sustainable fertilization methods aligned with RSPO standards. The program was carried out in four stages: preparation, needs identification, knowledge delivery through presentations and interactive discussions, and evaluation. The material emphasized environmentally friendly fertilization techniques that are both efficient and practical for farmers. The results showed a significant improvement in farmers’ understanding and awareness of sustainable fertilization practices. Positive responses from participants and BUM Desa officials indicate that the activity had a tangible impact and holds potential for long-term collaboration between BUM Desa Berkah Mulya Jaya and academic institutions in promoting sustainable agriculture. Keywords: fertilization; best management practice; RSPO; BUM Desa Berkah Mulya Jaya
Emotional Demonstration (Emo-Demo) perilaku cuci tangan dalam upaya meningkatkan pengetahuan penjamah makanan di Desa Babatan Saudagar, Kecamatan Pemulutan Desri Maulina Sari; Ira Dewi Ramadhani; Sari Bema Ramdika; Fatmalina Febry; Indah Purnama Sari; Fatria Harwanto; Yuliarti Yuliarti; Indah Yuliana; Windi Indah Fajar Ningsih; Ditia Fitri Arinda; Anita Rahmiwati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30392

Abstract

Abstrak Kasus Diare selalu menjadi sepuluh besar penyakit yang selalu muncul di tiap puskesmas. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya hygiene dari penjamah makanan. Beberapa studi menyebutkan bahwa penjamah makanan beranggapan tangan yang bersih adalah yang tidak terlihat kotor saja. Pemikiran seperti ini menjadi kekhawatiran pemerintah atas kondisi kesehatan masyarakat. Padahal kuman-kuman tak terlihat yang ada ditangan masih bisa menempel disana. Untuk memperbaiki anggapan yang keliru tentang tangan yang bersih hanya dari kasat mata, maka perlu dilakukan edukasi dengan konsep Emo-Demo agar masyarakat menjadi lebih paham tentang pentingnya cuci tangan pakai sabun (CTPS). Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran penjamah makanan dalam menerapkan kebiasaan CTPS. Metode PKM yang diterapkan berupa penyuluhan dan emo-demo disertai dengan evalusai melalui pre-test dan post-test.  Sasarannya ibu rumah tangga di Desa Babatan Saudagar, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. Hasil PKM ini menunjukkan bahwa pengetahuan tentang CTPS sebelum dan setelah penyuluhan terdapat peningkatan. konsep emo-demo juga membuat responden lebih memahami tentang pentingnya CTPS meskipun tangan terlihat bersih. Praktik baik dan pengetahuan yang meningkat diharapkan menjadi solusi untuk mengurangi kasus diare pada tingkat rumah tangga dan Indonesia pada umumnya. Kata kunci: Emo Demo; cuci tangan; pengetahuan; penjamah makanan. Abstract Diarrhea cases are always in the top ten diseases that always appear in every health center. One of the causes is the lack of hygiene of food handlers. Several studies have stated that food handlers assume that clean hands are those that do not look dirty. This kind of thinking is a concern for the government regarding the health conditions of the community. In fact, invisible germs on the hands can still stick there. To correct the mistaken assumption that hands are clean only from the naked eye, it is necessary to conduct education with the Emo-Demo concept so that the community becomes more aware of the importance of washing hands with soap (CTPS). The purpose of this community service program (PKM) is to increase the knowledge and awareness of food handlers in implementing CTPS habits. The PKM method applied is in the form of counseling and emo-demo accompanied by evaluation through pre-test and post-test. The target is housewives in Babatan Saudagar Village, Pemulutan District, Ogan Ilir Regency. The results of this PKM show that knowledge about CTPS before and after counseling has increased. The emo-demo concept also makes respondents more aware of the importance of CTPS even though hands look clean. Good practices and increased knowledge are expected to be a solution to reduce diarrhea cases at the household level and generally in Indonesia. Keywords: Emo-Demo; handwash; knowledge; food handler.
Upaya meningkatkan pendapatan asli daerah melalui pajak bumi dan bangunan di Kecamatan Sukomanunggal Kota Surabaya Nurul Puspitasari; Wiwin Priana Primandhana; Sishadiyati Sishadiyati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.29516

Abstract

AbstrakPeningkatan pendapatan asli daerah dapat dilihat dari kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak tepat waktu. Badan Pendapatan Daerah Kota Surabaya mengonfirmasi bahwa banyak wajib pajak yang tidak patuh terhadap kewajibannya dalam membayar pajak hingga menunggak selama bertahun-tahun. Tujuan dilakukan pengabdian ini untuk menciptakan upaya yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Surabaya yang diakibatkan dari ketidakpatuhan wajib pajak terhadap pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi kegiatan verifikasi lapangan berupa kunjungan secara langsung ke lokasi objek pajak dan wajib pajak yang berada di Kecamatan Sukomanunggal Kota Surabaya. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa terdapat penambahan masa wajib pajak pada saat dilakukan layanan pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) dengan realisasi prosentase pembayaran PBB selama satu tahun mencapai 89,13 persen dan menemukan beberapa kasus yang menjadi penyebab wajib pajak tidak membayar seperti objek pajak sudah menjadi fasilitas umum, objek pajak tidak ditemukan, hingga terjadi double NOP (Nomor Objek Pajak) dalam satu lokasi objek pajak. Kata kunci: pendapatan asli daerah; pajak bumi dan bangunan; wajib pajak. AbstractThe increase in local revenue can be seen from taxpayer compliance in paying taxes on time. The Surabaya City Regional Revenue Agency confirmed that many taxpayers do not comply with their obligations in paying taxes and are in arrears for years. The purpose of this service is to create efforts that can increase the Regional Original Income of the City of Surabaya resulting from taxpayers’ non-compliance with PBB (Land and Building Tax) payments. The method used in this service includes field verification activities in the form of direct visits to the locations of tax objects and taxpayers in Sukomanunggal District, surabaya City. The results of this service show that there is an increase in the taxpayer period when the PBB payment service (Land and Building Tax) is carried out with the realization of the PBB payment percentage for one year reaching 89.13 percent and several cases were found that were the cause of taxpayers not paying as tax objects. Has become a public facility, the tax object cannot be found, so there is a double NOP (Tax Object Number) in one tax object location. Keywords: locally-generated revenue; land and building tax; taxpayer.
Praktek pembuatan herbarium tumbuhan obat sebagai media pembelajaran, edukasi etnobotani dan konservasi sejak dini Hasria Alang; Anggraini Putri Utami; Ninda Novita; Dwi Febrianti Ningsih; Saparina Saparina; Rayana Meta Sari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30591

Abstract

Abstrak Herbarium adalah awetan yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran sekaligus membantu dalam mengenalkan jenis suatu tumbuhan. Melalui herbarium, fungsi tumbuhan juga dapat diketahui. Dengan mengetahui fungsi tumbuhan, maka akan dapat membuat seseorang atau masyarakat menjadi peduli terhadap jenis tumbuhan, yang akhirnyan akan berujung pada upaya konservasi dari tumbuhan tersebut. Hasil observasi oleh tim PkM ditemukan bahwa beberapa permasalahan di SD Muhammadiyah 1 Pontianak, yaitu proses pembelajaran masih bersifat menoton karena kurangnya alat peraga atau media pembelajaran. Selain itu, pengetahuan siswa-siswa mengenai herabrium, manfaat dan teknik herbarium belum ada. Hal tersebut menjadi alasan PkM ini dilakukan. Tujuan PkM ini yaitu mengenalkan kepada siswa tentang herbarium dan potensi herbarium dari tanaman yang ada di sekitar, sehingga siswa dapat lebih menjaga keberadaan tumbuhan di sekitar, yang akhiranya akan berujung pada upaya konservasi. Selain itu, tujuan kegiatan PkM ini juga yaitu melatih siswa mengenali bagian-bagian tanaman sebagai proses pembelajaran nyata pada mata Pelajaran IPA. Dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, maka metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu ceramah, diskusi dan paraktek. Hasil PkM menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan pengetahuan siswa mengenai herbarium yang terlihat dari perbandingan hasil posttest dan pretest, yaitu dari 20% menjadi 95%. Siswa juga telah mampu membuat herbarium dan mengetahui manfaat dari beberapa jenis tumbuhan yang ada disekitar. Kata kunci: etnobotani; herbarium; konservasi; media pembelajaran; SD Muhammadiyah 1 Abstract Herbarium is a preservation that can be used as a learning medium as well as helping to introduce a type of plant. Through herbarium, the function of plants can also be known. By knowing the function of plants, it will be able to make someone or society care about the type of plant, which will eventually lead to conservation efforts of the plant. The results of observations by the PkM team found that several problems in SD Muhammadiyah 1 Pontianak, namely the learning process is still monotonous due to the lack of teaching aids or learning media. In addition, students' knowledge of herbarium, benefits and herbarium techniques is not yet available. This is the reason this PkM was carried out. The purpose of this PkM is to introduce students to herbarium and the potential of herbarium from plants around them, so that students can better protect the existence of plants around them, which will ultimately lead to conservation efforts. In addition, the purpose of this PkM activity is also to train students to recognize plant parts as a real learning process in Science subjects. In solving these problems, the methods used in this activity are lectures, discussions and practices. The results of the PkM show that there has been an increase in students' knowledge about herbariums as seen from the comparison of posttest and pretest results, namely from 20% to 95%. Students have also been able to make herbariums and know the benefits of several types of plants around them. Keywords: conservation; ethnobotany; herbarium; learning media; SD Muhammadiyah 1
Sosialisasi usahatani hidroponik dalam mendukung ketahanan pangan di Desa Cijambu Endah Djuwendah; Ulya Rahmah; Eti Suminartika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30265

Abstract

AbstrakKetahanan pangan merupakan isu strategis yang penting untuk diatasi, terutama dalam menghadapi keterbatasan lahan dan perubahan iklim. Salah satu solusi yang diusulkan adalah melalui penerapan sistem hidroponik sebagai alternatif dalam budidaya tanaman yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam budidaya tanaman secara hidroponik. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) RW 08 Desa Cijambu. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan partisipatif melalui observasi, wawancara, penyuluhan, dan pelatihan langsung. Kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai prinsip dasar dan manfaat hidroponik, dilanjutkan dengan pelatihan praktik langsung dalam penyusunan sistem hidroponik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 88% serta peningkatan minat untuk menerapkan teknik hidroponik sebesar 83%. Selain itu, antusiasme masyarakat dalam mengimplementasikan hidroponik secara mandiri di rumah juga meningkat, yang berpotensi mendukung ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dan membuka peluang usaha baru. Kata kunci: usahatani; hidroponik; ketahanan pangan; Kelompok Wanita Tani (KWT); Desa Cijambu Abstract Food security is a critical strategic issue that needs to be addressed, especially in the face of land limitations and climate change. One proposed solution is the implementation of hydroponic systems as an alternative for more efficient and environmentally friendly farming. This community service activity aims to improve the understanding and skills of the local community in hydroponic farming practices. The target partner for this activity is the Women Farmers Group (KWT) of RW 08, Cijambu Village. The method used is participatory empowerment through observation, interviews, counseling, and hands-on training. The activity began with counseling on the basic principles and benefits of hydroponics, followed by hands-on training in setting up hydroponic systems. The results show an improvement in participants' understanding of hydroponic concepts, as well as the successful cultivation of pakcoy vegetables using the hydroponic system. Furthermore, the enthusiasm of the community to implement hydroponics independently at home has also increased, which has the potential to support food security at the household level and open new business opportunities. Keywords: farming; hydroponics; food security; Women Farmers Group (KWT); Cijambu Village
Optimalisasi kapasitas produksi rengginang melalui implementasi mesin tepat guna pencetak rengginang Susanti Dwi Ilhami; Findi Citra Kusumasari; Damayanti Damayanti; Daniel Alfa Puryono; Teguh Setiadi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30744

Abstract

Abstrak Kebutuhan akan rengginang sebagai oleh-oleh khas daerah Rembang meningkat pesar seiring dengan peningkatan jumlah wisatawan local maupun domestic yang berkunjung ke Rembang. Peningkatan kebutuhan ini tidak diimbangi dengan kemampuan produksi dari para UMKM Rengginang khususnya dari Pasar Banggi Kabupaten Rembang. Hal ini menyebabkan banyak stok kurang. Solusi dari permasalahan yang ada dengan melakukan pembuatan teknologi tepat guna berupa mesin cetak rengginang. Kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi rengginang sehingga mampu memenuhi kebutuhan konsumen. Tahapan kegiatan pengabdian mencakup perencanaan, kegiatan pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Melalui kegiatan pengabdian yang telah dilakukan UMKM Rengginang Desa Pasar Banggi telah mampu memenuhi kebutuhan konsumen secara optimal baik dari segi waktu dan volume produk rengginang. Kata Kunci: rengginang; pasar banggi; mesin cetak rengginang; teknologi; kapasitas Abstract The need for rengginang as a typical souvenir from Rembang has increased rapidly along with the increasing number of local and domestic tourists visiting Rembang. This increase in demand is not balanced with the production capacity of Rengginang MSMEs, especially from Pasar Banggi, Rembang Regency. This causes a lot of shortages. The solution to the existing problem is to create appropriate technology in the form of a rengginang printing machine. The community service activities that have been carried out aim to increase the production capacity of rengginang so that they can meet consumer needs. The stages of community service activities include planning, implementation activities, and evaluation of activities. Through the community service activities that have been carried out, Rengginang MSMEs in Pasar Banggi Village have been able to meet consumer needs optimally both in terms of time and volume of rengginang products. Keywords: rengginang; banggi market; rengginang printing machine; technology; capacity
Digitalisasi buku ajar melalui pelatihan menulis buku ajar dengan pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran di perguruan tinggi Dani Arifudin; M. Syaiful Amin; Deuis Nur Astrida; Ali Nur Ikhsan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.31204

Abstract

AbstrakProgram pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pelatihan penulisan buku ajar bagi dosen di perguruan tinggi Purwokerto melalui digitalisasi dan pemanfaatan teknologi. Mitra dalam program ini adalah Zahira Media Publisher, yang telah beberapa kali mengadakan pelatihan, namun masih menghadapi kendala rendahnya tingkat penyelesaian dan penerbitan buku ajar oleh peserta. Solusi yang ditawarkan mencakup penerapan teknologi dalam penulisan, digitalisasi, dan distribusi buku ajar. Dosen akan diberikan pelatihan dalam penggunaan perangkat lunak pengolah kata, manajemen referensi, desain tata letak, serta publikasi digital melalui platform seperti Google Play Books dan repository universitas. Selain itu, sistem pendampingan online dan integrasi dengan Learning Management System (LMS) akan diterapkan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 30 dosen, dengan hasil 3 naskah buku ajar berhasil diterbitkan dalam bentuk digital maupun cetak, dan 25 naskah lainnya telah mencapai tahap akhir penyelesaian. Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan menulis akademik dan literasi digital peserta. Program ini terbukti efektif dalam mendukung penguatan bahan ajar di perguruan tinggi serta memperluas akses mahasiswa terhadap buku ajar berkualitas dalam format digital. Kata kunci:. buku ajar; pelatihan menulis; teknologi pendidikan; penerbitan buku. AbstractThis community service program aims to improve the effectiveness of open book writing training for lecturers at Purwokerto universities through digitalization and utilization of technology. The partner in this program is Zahira Media Publisher, which has held several trainings, but still faces the problem of low levels of completion and publication of open books by participants. The solutions offered include the application of technology in writing, digitizing, and distributing open books. Lecturers will be given training on the use of word processing software, reference management, layout design, and digital publication through platforms such as Google Play Books and university repositories. In addition, an online mentoring system and integration with the Learning Management System (LMS) will be implemented to ensure the continuity and effectiveness of the program. This training activity was attended by 30 lecturers, with the results of 3 textbook manuscripts being successfully published in digital and printed form, and 25 other manuscripts having reached the final stage of completion. The evaluation showed a significant increase in the participants' academic writing skills and digital literacy. This program has proven effective in supporting the strengthening of teaching materials in universities and expanding student access to quality textbooks in digital format. Keywords: textbooks; writing training; educational technology; book publishing.
Bimbingan teknis pewarna alami dari tanaman obat bersama tim penggerak PKK Desa Kait-kait Eva Agustina; Rahmah Muliati; Nur Yohaniz Miskiah; Muhammad Syamsuddin Atuf; Agus Ansyari; Nofia Hardarani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i1.26914

Abstract

AbstrakDesa Kait-kait, Kecamatan Bati-bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, memiliki potensi besar dalam bidang pertanian berkat kesuburan tanahnya, di mana 44% penduduknya berprofesi sebagai petani. Meskipun demikian, masyarakat belum memanfaatkan tanaman sekitar yang berkhasiat obat seperti jahe, kunyit, daun kelor dan lain-lain secara optimal. Permasalahan ini berkaitan dengan kurangnya pengetahuan tentang manfaat dan kegunaan tanaman tersebut, yang berpotensi menjadi alternatif pengobatan dan pewarna alami. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman obat. Kegiatan ini juga bagian dari program kerja Tim KKN-MBKM Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat tahun 2024 di Desa Kait-kait yang sekaligus bertujuan untuk merekognisi mata kuliah Budidaya Tanaman Rempah dan Obat. Mitra sasaran adalah 25 anggota PKK Desa Kait-kait. Metode pelaksanaan meliputi bimbingan teknis yang dilakukan pada 18 Agustus 2024, di mana peserta diajarkan tentang teknik budidaya tanaman obat dan pemanfaatannya sebagai pewarna alami. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang manfaat tanaman obat, serta antusiasme untuk mengaplikasikan ilmu yang didapatkan. Beberapa peserta mulai menanam tanaman obat di pekarangan mereka dan menunjukkan ketertarikan dalam penggunaan tanaman obat sebagai pewarna alami. Kegiatan ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kualitas kesehatan serta kesejahteraan di Desa Kait-kait. Kata kunci: desa kait-kait; keterampilan masyarakat; pewarna alami; tanaman obat AbstractKait-kait Village, Bati-bati District, Tanah Laut Regency, South Kalimantan, possesses significant agricultural potential due to its fertile soil, where 44% of the population work as farmers. However, the community has not optimally utilized local medicinal plants such as ginger, turmeric, and moringa. This issue is related to a lack of knowledge about the benefits and uses of these plants, which have the potential to be alternatives for medicine and natural dyes. This community service activity aimed to enhance the knowledge and skills of the community in utilizing medicinal plants. It was part of the work program of the KKN-MBKM Team from the Faculty of Agriculture of Lambung Mangkurat University in 2024, which also aimed to recognize the course on Cultivation of Spice and Medicinal Plants. The target participants were 25 members of the PKK of Kait-kait Village. The implementation method includeds a technical guidance session held on August 18, 2024, where participants were educated on cultivation techniques for medicinal plants and their application as natural natural dyes. The results indicated an increased understanding among participants about the benefits of medicinal plants, along with enthusiasm to apply the knowledge gained. Some participants started planting medicinal plants in their yards and expressed interest in using these plants as natural coloring agents. This activity was expected to empower the community and improve health and well-being in Kait-kait Village. Keywords: community skills; kait-kait village; medicinal plants; natural dyes