cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
Strategi ekspor produk obi belt ecoprint “Belaco” di pasar internasional melalui program MBKM Sekolah Ekspor Lacorre Vika Dwi Kurmalasari; Sulaiman Sulaiman; Sujiono Sujiono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30741

Abstract

Abstrak Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan strategi ekspor produk obi belt ecoprint Belaco di pasar internasional melalui program MBKM Sekolah Ekspor Lacorre. Latar belakang kegiatan adalah penerurunan nilai ekspor Indonesia dan rendahnya partisipasi UMKM dalam kegiatan ekspor akibat keterbatasan pemahaman pasar internasional. Mitra sasaran adalah UMKM Belaco dengan total 8 peserta yang telibat, terdiri dari 1 pemilik UMKM dan 7 mahasiswa pendamping. Metode pelaksanaan melipuyi pelatihan dan pendampingan, fokus pada pengembangan strategi ekspor dan branding produk. Kegiatan dilaksanakan selama dua bulan di Desa Cangkol, Mojolaban, Sukoharjo. Hasil kegiatan menunjukkan transformasi dalam kesiapan UMKM memasuki pasar internasional, meliputi pengembangan identitas merek dengan logo yang mencerminkan nilai keberlanjutan, perancangan kemasan ramah lingkungan (sliding box dan zipper lock), implementasi strategi digital branding melalui Instagram dan Tiktok, serta pemasaran produk melalui media sosial dan e-commerce. Program ini berhasil meningkatkan kesiapan UMKM dalam memasarkan produk obi belt ecoprint ke pasar internasional dengan pendekatan pemasaran terintegrasi yang menggabungkan strategi online dan offline. Kata kunci: ekspor; obi belt; branding; pemasaran. Abstract This community service aims to develop an export strategy for Belaco ecoprint obi belt product in the international market through the Lacorre Export School MBKM program. The background to the activity is the decline in the value of Indonesian export and the low participantion of MSMEs in export activities due to limited understanding of International markets. The target partner is Belaco MSMEs with a total of 8 participants involved, consisting of 1 MSME owner and 7 accompanying students. Implementation methods include training and mentoring, focusing on developing export strategies and product branding. Activities were carried out for two months in Cangkol Village, Mojolaban, Sukoharjo. The results of the activities show a transformation in the readiness of MSMEs to enter the international market, including developing a brand identify with logo the reflects suistainable values, designing environmentally friendly packaging (sliding box and zipper locks), implementing digital branding strategies via Instagram and TikTok, as well as product marketing via social media and e-commerce. This program has succeeded in increasing the readiness of MSMEs in marketing ecoprint obi belt products to international markets with an integrated marketing approach that combines online and offline strategies. Keywords: export; obi belt; branding; marketing
Pelatihan management by exception untuk peningkatan kapasitas manajerial pengobat tradisional Agus Munandar; Kadlina Kadlina; Reginda Sri Restuwangi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i1.32132

Abstract

AbstrakPengobatan tradisional telah berkembang pesat sebagai alternatif pengobatan modern, sehingga memerlukan peningkataan kemampuan pengelolaannya secara modern. Kapabilitas manajerial yang profesional menjadi hal yang penting bagi para pengobat tradisional untuk meningkatkan proses manajerial yang berkemajuan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membekali para pengobat tradisional tentang implementasi management by exception sebagai upaya untuk peningkatan kapasitas manajerial. Management by exception merupakan metode manajerial yang berfokus pada hal-hal yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Implementasi management by exception dapat meningkatkan kapabilitas pengobat tradisional untuk pengelolaan entitas bisnis secara profesional sehingga meningkatkan laba organisasi. Metode pelaksanaan pengabdian menggunakan pendekatan hands on training untuk memastikan para peserta dapat secara aktif mempelajari dan menerapkan konsep manajerial berbasis penyimpangan. Mitra kegiatan pengabdian adalah para pengobat tradisional yang berfokus pada pengobatan alternatif. Hasilnya, berdasarkan data post test, menunjukan bahwa para peserta mampu memahami dan menerapkan pendekatan manajerial management by exception dengan baik. Kata kunci: pelatihan; pengobatan tradisional; kapasitas manajerial; management by exception Abstract Traditional medicine has evolved significantly into modern alternative medicine, necessitating enhanced managerial capabilities to support this transformation. Strenghtening professional management skills is essential for traditional healers to improve their operational and strategic processes. This community service initiative aims to equip traditional healers with knowledge and practical skills in management by exception (MBE) as a means to enhance their managerial competence. MBE is a managerial approach that emphasizes addresing activities that deviate from predefined standards. The implementation of management by exception can strenghten the capabilities of traditional healers to manage their business entities professionally, thereby improving organizational efficiency and profitability. The program adopts a hands-on,  enabling participants to actively engage with and apply the principles of deviations-focused management. The partners involved in this community service activity are traditional healers specializing in alternative medicine. Post-test data indicate that participants successfully understood and applied the MBE approach in their managerial practices. Keywords: training; traditional medicine; managerial capacity; management by exception
Implementasi K-Means untuk segmentasi pelanggan dalam pengembangan aplikasi untuk toko ABC Andri Andri; Apriyanto Halim; Divoni Wesly; Marya A. Y. Sihombing
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30276

Abstract

Abstrak Pemerintah Indonesia mendorong akselerasi adopsi teknologi digital oleh UMKM agar tetap produktif. Toko ABC adalah salah satu UMKM yang bergerak dalam bidang distribusi suku cadang kendaraan bermotor. Tim PkM mengidentifikasi tiga masalah utama di toko ABC pada proses pembelian dan persediaan, dan lima masalah utama pada proses penjualan. Salah satu masalah utama pada proses penjualan adalah data pelanggan dan riwayat transaksi penjualan belum dimanfaatkan secara maksimal untuk melakukan segmentasi pelanggan. Tujuan dari kegiatan PkM ini adalah mengembangkan aplikasi melalui peningkatan fitur yang berfokus pada manajemen usaha inti toko. Aplikasi ini juga menerapkan K-Means untuk melakukan segmentasi pelanggan menggunakan model RFM. Analisis dan perancangan sistem menggunakan pendekatan design thinking yang terdiri dari 6 (enam) tahapan, dilanjutkan dengan konstruksi sistem, pengujian fungsionalitas, implementasi dan evaluasi aplikasi. Berdasarkan pengujian black-box dan pengujian kepuasan dengan nilai rata-rata sebesar 3.2 (interval Puas), maka PkM ini berhasil menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh mitra. Kata kunci: aplikasi; segmentasi; pelanggan; K-Means; RFM AbstractThe Indonesian government is promoting the acceleration of digital technology adoption by SMEs to maintain productivity. Store ABC is one of the SMEs engaged in the distribution of motor vehicle spare parts. The Community Service team identified three main issues at Store ABC in the purchasing and inventory processes, and five main issues in the sales process. One of the main issues in the sales process is that customer data and sales transaction history have not been maximally utilized for customer segmentation. The goal of this PkM activity is to develop an application through feature enhancement focused on the core business management of the store. This application also applies K-Means to perform customer segmentation using the RFM model. The system analysis and design use a design thinking approach consisting of six stages, followed by system construction, functionality testing, implementation, and application evaluation. Based on black-box testing and satisfaction testing with an average score of 3.2 (in the Satisfied interval), this PkM successfully addressed the issues faced by the partner. Keywords: application; segmentation; customer; K-Means; RFM
Pendampingan pengolahan pakan melalui teknologi Solid State Fermentation limbah kulit kopi di kelompok ternak sapi di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur Himmatul Khasanah; Desy Cahya Widianingrum; Nur Widodo; Roni Yulianto; Dwi Erwin Kusbianto; Listya Purnamasari; Eistifani Fajrin; Purnaning Dhian Isnaeni; Putrika Suryandari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30609

Abstract

Abstrak Permasalahan pakan menjadi salah satu kendala yang dialami oleh masyarakat peternak sapi potong di kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Sistem pengoleksian pakan cut and carry sulit dilakukan pada musim kemarau. Sebagian besar lahan pertanian di kabupaten Bondowoso merupakan lahan Perkebunan kopi. Limbah kulit kopi yang dihasilkan dari industry kopi di kabupaten Bondowoso masih kurang optimal. Kulit kopi memiliki kandungan nutrient yang masih potensial untuk dapat digunakan sebagai pakan ternak. Keberadaan antinutrisi dan rendahnya kecernaan menjadi faktor pembatas dalam pemanfaatannya sebagai pakan ternak. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peternak dalam menyediakan pakan ternak sapi potong yang bernilai gizi tinggi asal limbah kulit kopi melalui teknologi solid state fermentation. Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pakan komplit untuk ternak sapi potong, pelatihan pengolahan pakan asal kulit kopi, dan monitoring pemberian pakan pada ternak. Hasik kegiatan pengabdian menunjukan bahwa Masyarakat peternak sangat antusias mengikuti kegiatan baik sosialisasi, pelatihan maupun monitoring. Ternak sapi potong yang diberikan pakan komplit asal limbah kulit kopi melalui teknologi SSF selama 4 bulan juga memiliki pertambahan bobot badan yang lebih tinggi yaitu 144 kg dibandingkan ternak sapi yang hanya diberi limbah kulit kopi tanpa diolah yaitu 120 kg. Kata kunci: Bondowoso; sapi; pakan; fermentasi; kulit kopi Abstract The issue of feed availability is one of the major challenges faced by the beef cattle farming community in Bondowoso District, East Java. The cut-and-carry feed collection system becomes particularly difficult during the dry season. Most of the agricultural land in Bondowoso District is used for coffee plantations. However, the utilization of coffee husk waste produced by the local coffee industry remains suboptimal. Coffee husks contain nutrients that have the potential to be used as animal feed. Nevertheless, the presence of antinutritional factors and low digestibility limit their effectiveness as feed. This community service initiative aims to enhance farmers' skills in providing nutritionally rich beef cattle feed by utilizing coffee husk waste through solid-state fermentation technology. The program began with a socialization session on complete feed for beef cattle, followed by training on how to process feed from coffee husks, and concluded with monitoring the implementation of feed usage for livestock. The results of the service activities show that the farming community was highly enthusiastic about participating in all aspects of the program, including socialization, training, and monitoring. Beef cattle that were fed complete feed made from coffee husk waste processed using solid-state fermentation (SSF) technology for four months showed a higher body weight gain of 144 kg, compared to those fed unprocessed coffee husk waste, which gained only 120 kg. Keywords: Bondowoso; cattle; feed; fermentation; coffee husk.
Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Penjualan Buah Salak di Desa Girikerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta Liesta Verawati; Muhamad Syaeful Anwar; Jerolin Parabawa Aji; Hilman Zaenal Mutaqin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30616

Abstract

Abstrak Pemasaran digital melalui platform e-commerce dan media sosial telah menjadi strategi yang efektif dalam memperluas jangkauan pasar, khususnya bagi pelaku usaha. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakandi Desa Girikerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta yang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil salak pondoh. Meskipun memiliki potensi besar, para petani salak di wilayah ini masih menghadapi tantangan dalam pemasaran, terutama karena ketergantungan pada tengkulak dan minimnya pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani salak dalam memanfaatkan pemasaran digital melalui pelatihan pembuatan akun Shopee dan Instagram Shop. Metode kegiatan ini mencakup tahap pendahuluan (identifikasi masalah), pelaksanaan (pemaparan materi dan pelatihan praktis), serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta terhadap pemasaran digital. Disimpulkan bahwa pelatihan ini berkontribusi signifikan dalam meningkatkan daya saing produk salak dan membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Diperlukan pendampingan lanjutan dalam pengembangan konten, branding, dan manajemen usaha agar dampak program berkelanjutan. Kata kunci: pemasaran digital; social commerce; e-marketplace; buah salak Abstract Digital marketing through e-commerce platforms and social media has become an effective strategy for expanding market reach, particularly for business actors. This community engagement activity was conducted in Girikerto Village, Turi Sub-district, Sleman Regency, Yogyakarta, which is known as one of the main production centers of salak pondoh (a variety of snake fruit). Despite its great potential, salak farmers in this area continue to face marketing challenges, primarily due to dependence on middlemen and limited utilization of digital technology. This activity aimed to enhance the farmers’ understanding and skills in leveraging digital marketing through training on creating Shopee and Instagram Shop accounts. The method of implementation consisted of three stages: preliminary (problem identification), implementation (material presentation and hands-on training), and evaluation. The results indicated a notable improvement in participants’ knowledge and skills regarding digital marketing. It is concluded that this training significantly contributed to enhancing the competitiveness of salak products and opened up broader market opportunities. Further assistance is necessary in content development, branding, and business management to ensure the sustainability of the program’s impact. Keywords: digital marketing; social commerce; e-marketplace; snake fruit
Rumah Ibu Sadar Gizi (RUMI SAGI) dan intuitive parenting: sinergi strategis dalam pengasuhan responsif untuk balita bergizi Annita Nur Rizqia; Yuan Pariasi; Nanda Amalia; Mahani Datita Sitepu; Adi Nugroho; Nita Pujianti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30996

Abstract

AbstrakMasalah gizi pada balita masih menjadi tantangan serius di Desa Sungai Pinang Lama, terutama akibat kurangnya pengetahuan ibu terkait pola asuh dan pemenuhan gizi yang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu dalam pengasuhan balita serta pengolahan makanan bergizi. Program ini menggunakan pendekatan intuitive parenting, yaitu pola pengasuhan yang menekankan sensitivitas orang tua dalam mengenali dan merespons kebutuhan anak, khususnya saat pemberian makan. Sasaran kegiatan mencakup 15 orang ibu serta dibantu 5 orang kader yang berasal dari RT 01, 02, 03, dan 04 di Desa Sungai Pinang Lama. Kegiatan yang dilakukan meliputi pembentukan kader RUMI SAGI, penyuluhan materi edukasi, dan demonstrasi memasak. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada kegiatan pembentukan kader RUMI SAGI, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap kader sebelum dan sesudah penyuluhan (nilai signifikansi uji Wilcoxon masing-masing 0,180 dan 0,257; p > 0,05). Sebaliknya, pada kegiatan penyuluhan edukasi, terdapat perbedaan yang signifikan baik pada pengetahuan maupun sikap peserta (nilai signifikansi masing-masing 0,03 dan 0,005; p < 0,05). Pada kegiatan demonstrasi memasak, tidak terdapat perubahan signifikan pada pengetahuan kader (p = 0,273) tetapi terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta (p = 0,013). Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis praktik langsung dapat mendorong perubahan positif dalam pola asuh dan konsumsi gizi anak di tingkat keluarga. Kata kunci: gizi buruk; intuitive parenting; demonstrasi memasak; edukasi ibu. AbstractMalnutrition in toddlers remains a serious challenge in Sungai Pinang Lama Village, primarily due to mothers’ limited knowledge regarding proper parenting and nutritional fulfillment. This community service activity aimed to enhance mothers' understanding and skills in childcare and nutritious food preparation. The program adopted an intuitive parenting approach, emphasizing parental sensitivity in recognizing and responding to children's needs, particularly during feeding. The target group consisted of 15 mothers, assisted by 5 community health volunteers (kaders) from RT 01, 02, 03, and 04 in Sungai Pinang Lama Village. The activities included the establishment of RUMI SAGI cadres, educational counseling, and cooking demonstrations. Evaluation was conducted using pre- and post-tests to measure changes in knowledge and attitudes. The results showed no significant difference in knowledge and attitudes among the RUMI SAGI cadres before and after the counseling session (Wilcoxon significance values of 0.180 and 0.257, respectively; p > 0.05). Conversely, significant improvements were observed in the knowledge and attitudes of participants following the educational counseling (significance values of 0.03 and 0.005, respectively; p < 0.05). In the cooking demonstration activity, no significant change was found in the cadres' knowledge (p = 0.273), but participants demonstrated a significant increase in knowledge (p = 0.013). These findings indicate that educational approaches based on hands-on practice can promote positive changes in parenting practices and children's nutritional intake at the household level. Keywords: malnutrition; intuitive parenting; cooking demonstration; maternal education.
Edukasi pemanfaatan tanaman obat tradisional dalam rangka self-medication Shoma Rizkifani; Sri Wahdaningsih; Robby Najini; Meri Ropiqa; Alifa Rapaella Fadia Tito Putri; Ayu Aulia Uly Fahmi; Samuel Crishanzen Chang
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i1.28929

Abstract

AbstrakSelf-medication atau pengobatan mandiri merupakan praktik umum di kalangan pelajar, namun pemanfaatan obat tradisional masih terbatas akibat kurangnya edukasi terkait manfaat dan penggunaannya. Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas dan pengetahuan tradisional yang melimpah, yang berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber obat tradisional. Meskipun regulasi terkait obat tradisional di Indonesia sudah baik, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanan penggunaannya dalam pengobatan mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMK Kesehatan mengenai manfaat, jenis, dan penggunaan tanaman obat tradisional dalam praktik self-medication. Metode yang digunakan meliputi pre-test, edukasi melalui presentasi, video, flyer, diskusi, dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa. Hasil pre-test menunjukkan distribusi nilai dengan skor tertinggi 90 dan terendah 50, sedangkan hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan dengan skor tertinggi mencapai 100. Rata-rata skor pre-test adalah 70,4 dan rata-rata skor post-test meningkat menjadi 96,8; mencerminkan peningkatan pengetahuan sebesar 27,4%. Evaluasi kegiatan menunjukkan kepuasan tinggi dari peserta terkait metode penyampaian dan relevansi materi. Hasil menunjukkan bahwa edukasi tentang tanaman obat tradisional efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa dan diharapkan dapat mendorong praktik self-medication yang bijak dan bertanggung jawab di kalangan siswa SMK Kesehatan. Kata kunci: pengobatan mandiri; obat tradisional; edukasi; pelajar; SMK AbstractSelf-medication is a common practice among students, but the utilization of traditional medicine is still limited due to lack of education regarding its benefits and uses. Indonesia has an abundance of biodiversity and traditional knowledge, which has great potential to be developed as a source of traditional medicine. Although regulations related to traditional medicine in Indonesia are good, further research is needed to ensure the effectiveness and safety of its use in self-medication. This study aims to improve the knowledge of vocational health students regarding the benefits, types, and uses of traditional medicinal plants in self-medication practices. The methods used include pre-test, education through presentations, videos, flyers, discussions, and post-test to measure the improvement of students' understanding. The pre-test results showed a distribution of values with the highest score of 90 and the lowest score of 50, while the post-test results showed significant improvement with the highest score reaching 100. The average pre-test score was 70.4 and the average post-test score increased to 96.8, reflecting a 27.4% increase in knowledge. Evaluation of the activity showed high satisfaction from participants regarding the delivery method and relevance of the material. The results show that education about traditional medicinal plants is effective in improving students' knowledge and is expected to encourage wise and responsible self-medication practices among vocational health students. Keywords: self-medication; traditional medicine; education; students; vocational schools
Sosialisasi Sistem Penyaluran dan Perhitungan Zakat Harta Pada Mahasiswa Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf FEBI UIN Raden Fatah Palembang Saprida Saprida; Zuul Fitriani Umari; Fatimah Azzahrah; Linda Lestary
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30753

Abstract

Kegiatan sosialisasi pengabdian ini membahas tentang sistem penyaluran dan perhitungan zakat harta mulai dari pengertian zakat harta, syarat zakat harta, mustahiq zakat, sistem penyaluran zakat harta, perhitungan zakat harta dan hikmah zakat harta pada mahasiswa prodi manajemen zakat dan wakaf di FEBI Uin Raden Fatah Palembang. Sosialisasi ini dilakukan karena adanya pertanyaan-pertanyaan mahasiswa prodi manajemen zakat dan wakaf di FEBI UIN Palembang terkait sistem penyaluran dan perhitungan zakat harta. Tujuan kegiatan sosialisasi ini memberikan pemahaman tentang zakat harta terhadap mahasiswa-mahasiswi prodi zakat dan wakaf dengan harapan peserta sosialisasi bisa memahami akan sistem penyaluran dan perhitungan zakat harta yang baik dan benar sesuai ketentuan syariat Islam. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa mahasiswa memahami bahwa zakat harta adalah zakat yang wajib ditunaikan atas kepemilikan harta dengan ketentuan-ketentuan khusus terkait dengan jenis harta, batas nominalnya (nishab), dan kadar zakatnya. Salah satu pendistribusian yang baik adalah adanya keadilan yang sama diantara semua golongan yang telah Allah tetapkan sebagai penerima zakat, juga keadilan bagi setiap golongan si penerima zakat. Zakat harta merupakan zakat atas harta kekayaan. Meliputi hasil perniagaan atau perdagangan, pertambangan, pertanian, hasil laut dan hasil ternak, harta temuan, emas dan perak serta hasil kerja (profesi). Masing-masing jenis mempunyai perhitungan yang berbeda-beda. Perhitungan zakat harta dilakukan dengan beberapa langkah utama yaitu menentukan nisab, memastikan haul, menghitung total harta bersih dan menentukan persentase zakat.
Peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi pelaku UMKM di Desa Lembak Budi Setiawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30427

Abstract

Abstrak Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian, namun banyak pelaku usaha menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan, termasuk pencatatan transaksi, pengelolaan modal, serta pemahaman terhadap akses pembiayaan. Kurangnya literasi keuangan dapat menghambat pertumbuhan usaha dan keberlanjutan bisnis. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan bagi pelaku UMKM di Desa Lembak, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan guna mendukung pengelolaan usaha yang lebih baik dan berkelanjutan. Kegiatan ini melibatkan 40 pelaku UMKM yang terdiri dari berbagai sektor usaha, seperti perdagangan, kuliner, dan kerajinan kain songket dan tenun. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi tentang literasi keuangan, pelatihan interaktif, serta pendampingan langsung dalam penyusunan laporan keuangan sederhana dan strategi perencanaan keuangan usaha. Materi yang disampaikan mencakup dasar-dasar manajemen keuangan, teknik pencatatan keuangan berbasis digital, serta akses permodalan dari lembaga keuangan formal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap informasi dasar keuangan mencakup numerasi, inflasi dan divesrifikasi risiko. Dengan adanya program ini, diharapkan pelaku UMKM di Desa Lembak dapat mengembangkan usaha secara lebih berkelanjutan dan meningkatkan daya saing di pasar, sekaligus berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) nomor 8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Kata kunci: literasi keuangan; inklusi keuangan; UMKM Desa; keuangan UMKM; SDG8 Abstract Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in the local economy. However, many business owners face challenges in financial management, including transaction recording, capital management, and understanding access to financing. A lack of financial literacy can hinder business growth and sustainability. This community service program aims to enhance financial literacy among MSME actors in Lembak Village, Ogan Ilir Regency, South Sumatra Province, to support better and more sustainable business management. This initiative involves 40 MSME participants from various business sectors, including trade, culinary, and traditional Songket and Tenun weaving crafts. The implementation methods include socialization on financial literacy, interactive training, and direct assistance in preparing simple financial reports and business financial planning strategies. The materials delivered cover the basics of financial management, digital-based financial recording techniques, and access to capital from formal financial institutions. The results of the activities indicate an increase in participants' understanding of basic financial information, including numeracy, inflation, and risk diversification. Through this program, it is expected that MSME actors in Lembak Village can develop their businesses more sustainably and enhance their competitiveness in the market while also contributing to the achievement of Sustainable Development Goal (SDG) No. 8: Decent Work and Economic Growth. Keywords: financial literacy; financial inclusion; rural MSMEs; SME finance; SDG8
Gerakan sekolah bersih dan sehat: pendampingan pengolahan sampah plastik menjadi paving blok hijau Ngurah Mahendra Dinatha; Made Dewi Sariyani; Bernadethe Ines Sede Pajo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30898

Abstract

AbstrakPermasalahan sampah plastik merupakan isu lingkungan global yang mendesak, termasuk di Indonesia. Sebagai lembaga pendidikan, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang peduli terhadap lingkungan. Namun, pengelolaan sampah plastik di lingkungan sekolah sering kali belum berjalan secara optimal. Di SMP Citra Bakti, volume sampah plastik tergolong tinggi karena lokasinya yang strategis serta keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah yang tersedia. Oleh karena itu, inovasi pengolahan sampah plastik menjadi paving block ramah lingkungan (paving blok hijau) menjadi solusi yang relevan. Inovasi ini tidak hanya membantu mengatasi permasalahan sampah plastik, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukatif bagi siswa untuk memahami pentingnya daur ulang dan pelestarian lingkungan. Program "Gerakan Sekolah Bersih: Pendampingan Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Paving Blok Hijau" merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk: 1) Meningkatkan kesadaran dan pemahaman warga sekolah tentang pentingnya pengelolaan sampah plastik; 2) Meningkatkan keterampilan warga sekolah dalam mengolah sampah plastik menjadi paving blok; 3) Mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan asri melalui pemanfaatan paving blok dari sampah plastik; 4) Mendorong kemandirian sekolah dalam pengelolaan sampah plastik secara berkelanjutan. Pengabdian ini dilaksanakan di SMP Citra Bakti dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang siswa, 4 guru, dan 2 staf pegawai. Metode pelaksanaan menggunakan pendampingan terstruktur yang dilakukan dengan memberikan bimbingan secara sistematis dan berkelanjutan sesuai tahapan kegiatan. Pendampingan ini mencakup perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi untuk memastikan setiap peserta memahami dan mampu mengimplementasikan materi secara optimal. Pendampingan Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Paving Blok Hijau secara keseluruhan telah mencapai hasil signifikan di berbagai tahapan, mulai dari persiapan yang matang hingga pelaksanaan yang efektif dalam pengelolaan sampah plastik, produksi paving blok berkualitas, peningkatan lingkungan sekolah, pembelajaran siswa, serta evaluasi berkelanjutan yang memastikan dampak positif dan menjadi contoh praktik baik. Nilai rata-rata sebelum program adalah 31%, sedangkan setelah program meningkat menjadi 79%, dengan kenaikan rata-rata sebesar 48% hal ini menunjukkan bahwa program ini berjalan sangat baik dan berdampak langsung pada masyarakat sekolah.   Kata kunci: pengolahan sampah plastik; paving blok hijau; sekolah bersih sehat; pendidikan lingkungan. AbstractPlastic waste is a pressing global environmental issue, including in Indonesia. As an educational institution, schools play a strategic role in shaping a young generation that is environmentally conscious. However, the management of plastic waste in school environments is often suboptimal. At Citra Bakti Junior High School, the volume of plastic waste is relatively high due to its strategic location and limited available waste management facilities. Therefore, the innovation of processing plastic waste into environmentally friendly paving blocks (green paving blocks) presents a relevant solution. This innovation not only helps address the problem of plastic waste but also serves as an educational tool for students to understand the importance of recycling and environmental preservation. The program titled “Clean School Movement: Mentorship for Processing Plastic Waste into Green Paving Blocks” is a community service initiative aimed at: 1) Increasing awareness and understanding among the school community about the importance of plastic waste management; 2) Improving the skills of the school community in converting plastic waste into paving blocks; 3) Creating a clean, healthy, and green school environment through the use of paving blocks made from plastic waste; 4) Encouraging school self-reliance in sustainable plastic waste management. This community service was carried out at SMP Citra Bakti with a total of 50 student participants, 4 teachers, and 2 staff members. The implementation method used structured mentorship, carried out through systematic and continuous guidance according to each phase of the activity. This mentorship included planning, execution, and evaluation to ensure every participant understands and is able to apply the material effectively. The mentorship for processing plastic waste into green paving blocks has shown significant results at various stages from thorough preparation and effective implementation to the production of quality paving blocks, improvement of the school environment, enhanced student learning, and ongoing evaluation that ensures positive impact and serves as a model of best practice. The average score before the program was 31%, which increased to 79% after the program, reflecting an average improvement of 48%. This indicates that the program was highly effective and had a direct positive impact on the school community. Keywords: plastic waste processing; green paving blocks; clean and healthy school; environmental education