cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,006 Documents
Penerapan sistem informasi pembuatan surat keterangan waris berbasis web sebagai upaya meningkatkan pelayanan administrasi di Kelurahan Wergu Kulon Mohammad Maulana Afriza; Diana Laily Fithri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39683

Abstract

AbstrakPelayanan pembuatan Surat Keterangan Waris di Kelurahan Wergu Kulon, Kabupaten Kudus, sejauh ini masih bersifat manual sehingga proses pencatatan data kurang terstruktur, pencarian arsip lambat, dan rawan kesalahan penulisan. Program pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan menghadirkan Sistem Informasi berbasis web untuk pengelolaan SKW sebagai langkah peningkatan efektivitas dan keteraturan layanan administrasi Kelurahan. Kegiatan dilaksanakan di Kantor Kelurahan Wergu Kulon pada 12 Januari hingga 21 Februari 2026, dengan melibatkan 2 orang tim pelaksana serta 4 peserta dari pihak kelurahan yang terdiri atas Lurah, Sekretaris, Staf Administrasi, dan Perwakilan Warga sebagai penguji sistem. Metode pelaksanaan mencakup observasi proses manual, pengembangan sistem, demo kepada penyelia, pengujian Black Box Testing, dan penyerahan sistem. Sistem dilengkapi fitur login, dashboard user/admin, form pengajuan data pemohon/pewaris/ahli waris, pengelolaan arsip, pencarian data, dan cetak surat.. Hasil kegiatan menunjukkan semua 9 fitur utama berfungsi optimal (100% sukses pada Black Box Testing). Evaluasi bersama pihak kelurahan menunjukkan bahwa pegawai merasa puas dengan sistem yang diterapkan. Satu masukan yang diperoleh adalah penambahan fitur unggah file tanda tangan, yang kemudian ditindaklanjuti dengan perbaikan sistem sebelum diserahterimakan.. Sistem mengurangi pekerjaan berulang, mempercepat proses dari manual ke digital, mempermudah pemantauan status pengajuan oleh pemohon, serta meningkatkan kerapian pengelolaan data bagi petugas. Secara keseluruhan, pelayanan kini lebih efektif dan efisien. Kata kunci: kelurahan; pelayanan publik; pengabdian masyarakat; surat keterangan waris; sistem informasi. AbstractThe issuance of Inheritance Certificates (SKW) at Wergu Kulon Village Office, Kudus Regency, has been conducted manually, resulting in unstructured data recording, slow archive retrieval, and error-prone documentation. This community service program was carried out to introduce a web-based information system for SKW management as a means of enhancing the effectiveness and orderliness of village administrative services. The activity was conducted at Wergu Kulon Village Office from January 12 to February 21, 2026, involving 2 team members and 4 participants from the village office, consisting of the Village Head, Secretary, Administrative Staff, and Community Representative as system testers. Implementation methods included observation of manual processes, system development, demonstration to supervisors, Black Box Testing, and system handover. The system features login, user/admin dashboards, applicant/heir data submission forms, archive management, data search, and certificate printing. Results show that all 9 main features functioned optimally, achieving 100% success in Black Box Testing. Evaluation conducted with the village office showed a positive response, with staff expressing satisfaction with the implemented system. One feedback received was the addition of a signature file upload feature, which was subsequently addressed before the system was officially handed over. The system reduces repetitive tasks, accelerates the transition from manual to digital processes, facilitates application status monitoring for applicants, and improves data management for staff. Overall, administrative services are now more effective and efficient. Keywords: community service; information system; inheritance certificate; public service; village.
Upaya peningkatan pengetahuan siswa sebagai pencegahan gangguan masalah kesehatan jiwa di SMK Al-Furqon Driyorejo Yura Witsqa Firmansyah; Indra Maulana Widyanto; Chindy Maria Orizani; Firnanda Erindia; Dina Istiana; Sujeni Sujeni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39816

Abstract

Abstrak Perkembangan media sosial memberikan dampak positif maupun negatif terhadap kesehatan mental remaja. Fenomena seperti doomscrolling, Fear of Missing Out (FOMO), dan tekanan sosial di media sosial dapat memicu kecemasan, stres, gangguan tidur, serta penurunan kepercayaan diri pada siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa sebagai upaya pencegahan gangguan masalah kesehatan jiwa di SMK Al-Furqon Driyorejo. Metode kegiatan dilakukan dengan ceramah melalui penyuluhan kesehatan menggunakan media presentasi, diskusi interaktif, serta evaluasi pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 15 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 3 siswa perempuan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi. Rerata nilai pre-test sebesar 88,00 meningkat menjadi 98,66 pada post-test dengan persentase kenaikan sebesar 12,11%. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme dan pemahaman yang lebih baik mengenai dampak penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental serta langkah-langkah pencegahannya. Kegiatan edukasi kesehatan jiwa ini efektif meningkatkan pengetahuan siswa terkait penggunaan media sosial secara sehat dan bijak sebagai upaya pencegahan gangguan kesehatan jiwa pada remaja. Kata kunci: kesehatan jiwa; remaja; media sosial; doomscrolling; FOMO. Abstract The rise of social media has both positive and negative effects on adolescents’ mental health. Phenomena such as doomscrolling, Fear of Missing Out (FOMO), and social pressure on social media can trigger anxiety, stress, sleep disorders, and a decline in self-confidence among students. This community service activity aims to enhance students’ knowledge as a preventive measure against mental health issues at SMK Al-Furqon Driyorejo. The activity was conducted through health education lectures using presentation materials, interactive discussions, and pre-test and post-test evaluations. There were 15 participants in the activity, consisting of 12 male students and 3 female students. The results of the activity showed an increase in students’ knowledge following the education session. The average pre-test score of 88.00 increased to 98.66 on the post-test, representing a 12.11% increase. Additionally, the students demonstrated enthusiasm and a better understanding of the impact of social media use on mental health as well as preventive measures. This mental health education activity effectively increased students’ knowledge regarding the healthy and wise use of social media as a preventive measure against mental health disorders in adolescents. Keywords: adolescents; doomscrolling; FOMO; mental health; social media
Penyuluhan zakat profesi (Zakat Gaji) pada pegawai koperasi mitra golden blossom Sumatera Desa Prambatan Kecamatan Abab Kabupaten Pali Saprida Saprida; Zuul Fitriani Umari; Ahmad Widad Muntazhor; Ayila Ayila
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39390

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian ini membahas tentang zakat gaji pada pegawai koperasi mitra GBS desa Prambatan Pali. Sosialisasi ini dilakukan karena adanya pertanyaan-pertanyaan pegawai koperasi perihal zakat gaji. Tujuan kegiatan sosialisasi ini memberikan pengetahuan tentang zakat gaji/profesi terhadap pegawai koperasi dengan harapan peserta sosialisasi bisa memahami akan adanya zakat gaji secara baik dan benar sesuai ketentuan syariat Islam. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa pegawai koperasi mitra GBS Pali memahami bahwa adanya zakat gaji bagi pegawai yang gajinya mencapai nisab zakat. Zakat profesi merupakan zakat yang wajib dikeluarkan dari penghasilan/gaji pekerjaan halal tiap bulan. Hukumnya wajib menurut ulama kontemporer, MUI Fatwa No. 3 No. 3 Tahun 2003 dan Baznas dengan syarat wajib zakat terpenuhi. Kata Kunci : penyuluhan; zakat profesi; nisab zakat; mustahiq zakat. AbstractThis community service activity discusses salary zakat for employees of the GBS partner cooperative in Prambatan Pali village. This outreach was conducted in response to questions from cooperative employees regarding salary zakat. The objective of this outreach is to provide knowledge about salary/professional zakat to cooperative employees with the hope that participants will understand the concept of salary zakat properly and correctly in accordance with Islamic law. The methods used in this outreach activity were lectures, discussions, and question-and-answer sessions. The results of this outreach indicate that employees of the GBS partner cooperative in Pali understand that salary zakat applies to employees whose salaries reach the zakat nisab threshold. Professional zakat is a mandatory zakat that must be paid from monthly income or wages earned through halal work. It is obligatory according to contemporary scholars, MUI Fatwa No. 3 of 2003, and Baznas, provided that the conditions for zakat are met. Keywords: outreach; professional zakat; zakat threshold; zakat recipients.
Pendampingan sistem informasi agenda surat untuk meningkatkan efektivitas proses administrasi pada kantor Kecamatan Kota Kudus Kejora Rizka Amanda; Muhammad Arifin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39650

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian ini berlatar belakang pengelolaan agenda surat di Kantor Kecamatan Kota Kudus yang masih dikerjakan secara manual, sehingga kurang efektif dalam pencatatan, pencarian data, dan penyusunan laporan. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan januari sampai februari dengan tujuan meningkatkan efisiensi pengelolaan surat dengan menerapkan sistem informasi berbasis web. Kegiatan ini melibatkan 2 pengguna inti sistem pada bagian Layanan Umum. Metode yang dipakai mencakup observasi, dokumentasi, penerapan sistem, dan pendampingan dengan pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem dapat memudahkan pencatatan dan pengelolaan data surat, serta mempercepat pembuatan laporan. Secara kualitatif, kemampuan karyawan dalam memanfaatkan sistem berkembang. Sementara dari segi kuantitatif terdapat efisiensi waktu dalam pengolahan informasi. Pelaksanaan sistem ini memberikan kontribusi positif dalam mendukung proses administrasi yang lebih efisien dan terencana. Kata kunci: administrasi; agenda surat; pendampingan; sistem informasi; web. AbstractThis community service project was initiated in response to the fact that document management at the Kudus City Subdistrict Office is still handled manually, resulting in inefficiencies in record-keeping, data retrieval, and report generation. The project was carried out from January to February at the Kudus City Subdistrict Office with the aim of improving the efficiency of document management by implementing a web-based information system. This activity involved two core users of the system in the General Services department. The methods used included observation, documentation, system implementation, and mentoring using a participatory approach. The results of the project indicate that the system can streamline the recording and management of correspondence data and expedite report generation. Qualitatively, employees’ ability to utilize the system has improved. Quantitatively, there has been a significant time savings in information processing. The implementation of this system has made a positive contribution to supporting more efficient and well-organized administrative processes. Keywords: administration; correspondence; assistance; information systems; web.
Edukasi dan skrining kesehatan fisik dan mental Titin Dewi Sartika Silaban; Srimiyati Srimiyati; Veronika Yosefpa Windayani; Aprida Manurung; M. Amelia Putri Habsari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39024

Abstract

AbstrakMasa remaja merupakan periode penting yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan fisik dan mental. Berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan di Paroki St. Maria Bunda Penolong Abadi Prabumulih, masih diperlukan peningkatan pengetahuan remaja mengenai kesehatan mental, perilaku hidup sehat, pencegahan penyalahgunaan NAPZA, serta deteksi dini masalah kesehatan melalui skrining sederhana. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan sebagai upaya edukasi dan skrining kesehatan fisik dan mental pada remaja. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan fisik dan mental serta melakukan deteksi dini status kesehatan melalui skrining. Metode yang digunakan berupa edukasi melalui ceramah, diskusi, tanya jawab, pemutaran video, dan demonstrasi menggunakan media PowerPoint (PPT) serta phantom SADARI. Skrining kesehatan dilakukan melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk menentukan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), serta praktik Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada peserta putri. Kegiatan diikuti oleh 56 remaja yang terdiri dari 30 laki-laki (53,8%) dan 26 perempuan (46,2%). Hasil skrining menunjukkan sebagian besar peserta memiliki status gizi normal sebanyak 31 orang (55,4%), sedangkan 17 orang (30,3%) underweight, 6 orang (10,7%) overweight, dan 2 orang (3,6%) obesitas. Hasil edukasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai kesehatan fisik dan mental, pencegahan NAPZA, serta pengetahuan dan keterampilan peserta putri dalam melakukan SADARI. Disimpulkan bahwa edukasi dan skrining kesehatan fisik dan mental dapat meningkatkan pengetahuan remaja serta membantu deteksi dini kondisi kesehatan, sehingga dapat mendukung penerapan perilaku hidup sehat pada remaja di Paroki St. Maria Bunda Penolong Abadi Prabumulih. Kata kunci: kesehatan fisik; kesehatan mental; pengetahuan; remaja AbstractAdolescence is a critical period during which young people are vulnerable to various physical and mental health issues. Based on the results of a needs assessment at St. Mary, Mother of Perpetual Help Parish in Prabumulih, there remains a need to improve adolescents’ knowledge of mental health, healthy lifestyles, the prevention of substance abuse, and the early detection of health problems through simple screenings. Therefore, this community service activity was conducted as an effort to educate and screen adolescents for physical and mental health. The objective of this activity is to improve adolescents’ knowledge of physical and mental health and to conduct early detection of health status through screening. The methods used included education through lectures, discussions, Q&A sessions, video screenings, and demonstrations using PowerPoint (PPT) presentations and the SADARI phantom. Health screening was conducted by measuring body weight and height to determine nutritional status based on Body Mass Index (BMI), as well as a (SADARI) on female participants. The activity was attended by 56 adolescents comprising 30 males (53.8%) and 26 females (46.2%). The screening results showed that the majority of participants had a normal nutritional status, totaling 31 people (55.4%), while 17 people (30.3%) were underweight, 6 people (10.7%) were overweight, and 2 people (3.6%) were obese. The results of the educational program showed an increase in participants’ understanding of physical and mental health and drug prevention, as well as an improvement in the female participants’ knowledge and skills in performing SADARI. It was concluded that education and physical and mental health screenings can enhance adolescents’ knowledge and aid in the early detection of health conditions, thereby supporting the adoption of healthy lifestyle behaviors among adolescents in the St. Mary, Mother of Perpetual Help Parish in Prabumulih. Keywords: physical health; mental health; knowledge; adolescents
Pelatihan implementasi chatbot artificial intelligence dalam perancangan asesmen berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) bagi Guru SMKN 6 dan SMKN 7 Padang Merita Yanita; Rahmiati Rahmiati; Indra Saputra; Febri Silvia; Aisya Shabrina; Nadiratul Khaira
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39022

Abstract

AbstrakPerkembangan pendidikan abad ke-21 menuntut guru memiliki kemampuan merancang asesmen yang mampu mengukur Higher Order Thinking Skills (HOTS) serta memanfaatkan teknologi pembelajaran secara efektif. Namun, hasil observasi di SMKN 6 Padang dan SMKN 7 Padang menunjukkan bahwa asesmen yang diterapkan masih cenderung konvensional dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), khususnya chatbot, dalam proses asesmen masih terbatas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan mengimplementasikan asesmen berbasis HOTS melalui pemanfaatan ChatGPT. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan praktis, simulasi penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, dan tindak lanjut. Pelatihan difokuskan pada perancangan asesmen HOTS, digitalisasi sumber belajar, serta pemanfaatan ChatGPT dan aplikasi pendukung untuk penyusunan, pelaksanaan, dan analisis asesmen. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menghasilkan modul ajar digital, e-modul, serta perangkat asesmen dan evaluasi berbasis HOTS yang terintegrasi dengan AI. Hasil evaluasi juga menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang ditandai dengan kenaikan rata-rata skor dari 75,4 pada pre-test menjadi 87,2 pada post-test atau meningkat sebesar 15,65%. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan efektif dalam meningkatkan pemahaman guru terkait HOTS dan pemanfaatan AI dalam asesmen pembelajaran. Meskipun masih diperlukan penguatan pada aspek desain dan pengayaan konten, kegiatan ini telah memberikan dasar yang kuat bagi guru dalam mengembangkan asesmen yang lebih efektif, efisien, dan relevan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Kegiatan PKM ini direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui pendampingan berkelanjutan guna memastikan keberlanjutan implementasi di sekolah mitra. Kata Kunci: artificial intelligence; asesmen HOTS; chatGPT; guru SMK; pengabdian kepada masyarakat. AbstractThe development of 21st-century education requires teachers not only to master subject matter but also to possess the ability to design assessments that effectively measure Higher Order Thinking Skills (HOTS) and to utilize educational technology efficiently. However, preliminary observations at SMKN 6 Padang and SMKN 7 Padang indicate that the assessments currently implemented remain largely conventional and have not yet optimally measured students’ HOTS. In addition, the utilization of Artificial Intelligence (AI)-based technologies, particularly chatbots, in assessment and learning evaluation processes is still very limited. This Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat / PKM) aimed to enhance teachers’ competencies in designing and implementing HOTS-based assessments through the utilization of AI technology, specifically ChatGPT. The program was implemented through several stages, including socialization, practical training, technology implementation simulation, intensive mentoring, evaluation, and follow-up activities. The training focused on designing HOTS-based assessments, digitalizing learning resources, and utilizing ChatGPT along with supporting applications for assessment development, implementation, and analysis. The results indicate that teachers were able to produce learning products in the form of digital teaching modules, e-modules, and HOTS-based assessment and evaluation instruments by utilizing ChatGPT. Furthermore, there was an improvement in teachers’ understanding and skills in integrating AI technology into the assessment process. Although further enhancement is still required in terms of design quality and content enrichment, this program has provided a strong foundation for teachers to develop assessments that are more effective, efficient, and aligned with the demands of 21st-century learning. Therefore, it is recommended that this PKM activity be continued through sustained mentoring to ensure the long-term implementation at partner schools. Keywords: artificial intelligence; ChatGPT; community service; HOTS assessment; vocational school teachers. 
Penguatan literasi digital berbasis kearifan lokal untuk membangun etika bermedia pada siswa SMK Negeri 1 Mas Ubud Anak Agung Gede Adi Mega Putra; Dewa Ayu Eka Ratna Dewi; Desak Putu Nitya Dewi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39073

Abstract

Abstrak Perkembangan media digital yang semakin intensif di kalangan remaja belum selalu diimbangi oleh kemampuan menggunakan media secara aman, etis, dan bertanggung jawab. Kondisi ini juga ditemukan pada mitra, yaitu SMK Negeri 1 Mas Ubud, yang menghadapi persoalan penggunaan media sosial yang kurang bijak, termasuk komentar negatif, paparan konten berisiko, dan rendahnya kehati-hatian dalam bermedia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat literasi digital siswa melalui pendekatan berbasis kearifan lokal Bali, khususnya nilai Tat Twam Asi dan Catur Paramitha. Sasaran kegiatan adalah 52 siswa kelas X dan XI dari berbagai jurusan yang direkomendasikan sekolah karena dinilai membutuhkan penguatan literasi digital dalam penggunaan media sosial secara aman dan bertanggung jawab. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi dan identifikasi kebutuhan mitra, penyusunan materi dan instrumen evaluasi, pelatihan partisipatif melalui ceramah, diskusi, dan role playing, serta evaluasi menggunakan observasi dan kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyampaian materi dinilai mudah dipahami, relevan, dan bermanfaat oleh mayoritas peserta. Penilaian manfaat program juga didominasi skor tinggi, terutama pada aspek penggunaan media digital secara aman, pemahaman etika bermedia sosial, penerapan kearifan lokal, dan kewaspadaan terhadap hoaks, iklan judi, dan perundungan siber. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi positif terhadap penguatan pemahaman, kesadaran etis, dan kewaspadaan digital siswa. Kata kunci: pengabdian; literasi digital; etika bermedia sosial; kearifan lokal bali. Abstract The intensive development of digital media among adolescents has not consistently been matched by the ability to use these platforms safely, ethically, and responsibly. This issue was identified at the partner institution, SMK Negeri 1 Mas Ubud, which faces challenges such as unwise social media usage, including negative commenting, exposure to high-risk content, and a lack of caution in digital interactions. This community service activity aims to strengthen students' digital literacy through an approach based on Balinese local wisdom, specifically the values of Tat Twam Asi and Catur Paramitha. The participants were 52 students from grades X and XI across different majors, recommended by the school as students who would benefit from stronger digital literacy support, particularly in using social media safely and responsibly. The implementation methods included socialization and identification of partner needs, preparation of materials and evaluation instruments, participatory training through lectures, discussions, and role-playing, and evaluation using observation and questionnaires. The results indicate that the delivery of the material was perceived as easy to understand, relevant, and highly beneficial by the majority of participants. The program's utility assessment was dominated by high scores, particularly in the aspects of safe digital media usage, understanding social media ethics, the application of local wisdom, and vigilance against hoaxes, online gambling advertisements, and cyberbullying. Overall, this activity has contributed positively to enhancing students' understanding, ethical awareness, and digital vigilance. Keywords: community service; digital literacy; social media ethics; balinese local wisdom.
Optimalisasi pengetahuan melalui demonstrasi stimulasi dini tumbuh kembang anak usia 0-72 bulan Dian Asih Ning Utami; Endah Sri Wulandari; Ulul Azmi Zuhaira
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39312

Abstract

Abstrak Deteksi diniipenyimpangan tumbuhikembang anakipada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan di Indonesia masih terkendala oleh rendahnya literasi kesehatan orang tua. Hal ini berakibat pada diagnosis yang terlambat dan efektivitas intervensi yang menurun. Untuk mengatasi tantangan tersebut, intervensi melalui edukasi kesehatan dengan metode demonstrasi secara langsung diterapkan guna mentransformasi pengetahuan menjadi keterampilan praktis. Pendekatan ini memungkinkan orang tua untuk aktif melakukan stimulasi tumbuh kembang balita secara mandiri, sehingga potensi keterlambatan perkembangan dapat diminimalisir melalui penanganan sejak dini. Kegiatan ini bertujuan untuk optimalisasi pengetahuan orangtua melalui edukasi stimulasi dini tumbuhikembang balita dengan demonstrasi secara langsung menggunakan KuesioneriPra SkriningiPerkembangan atau KPSP dan diikuti oleh sejumlah 15 orang yang merupakan orangtua bayi, balita, dan anak usiaiprasekolah. Optimalisasi pengetahuan dinilai dengan memberikan pertanyaan yang diukur dua kali yaitu pre-test sebelum edukasiidan post-test setelahiedukasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan sebelum diberikan edukasi (57.66%) meningkat menjadi (84%) setelah di berikan edukasi dengan demonstrasi secara langsung. Metode ini efektif karena menggabungkan penjelasan lisan dengan tindakan nyata sehingga meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dan meningkatkan pemahaman keterampilan, sehingga orang tua bisa melakukan stimulasi dini tumbuh kembang dengan bantuan KPSP sesuai dengan usia anak di rumah untuk deteksi penyimpangan secara dini. Kata kunci: demonstrasi; pengetahuan; perkembangan; skrining. Abstract Early detection of child growth and development deviations during the first 1000 days of life in Indonesia is still hampered by low parental health literacy. This results in late diagnosis and decreased intervention effectiveness. To overcome these challenges, interventions through health education with direct demonstration methods are implemented to transform knowledge into practical skills. This approach allows parents to actively stimulate their toddlers' growth and development independently, thereby minimizing the potential for developmental delays through early intervention. This activity aims to optimize parental knowledge through education on early developmental stimulation of toddlers with direct demonstrations using the Pre-Screening Development Questionnaire or KPSP and was attended by 15 people who are parents of infants, toddlers, and preschoolers. Optimization of knowledge was assessed by providing questions that were measured twice: a pre-test before education and a post-test after education. The results of the activity showed an increaseiin knowledge beforeieducation (57.66%) increasing to (84%) afterieducation with direct demonstration. This method is effective because it combines verbal explanations with real actions, thereby increasing active community participation and improving understanding of skills, so that parents can carry out early growth and development stimulation with the help of KPSP accordingito the child's age at home foriearly detection ofideviations. Keywords: demonstration; knowledge; development; screening.
Pelatihan digital marketing dalam meningkatkan minat berwirausaha siswa SMKN 1 Gianyar D. A. Gladysia Sistadanta Kurnia Dewi Sutedja; Made Irma Dwiputranti; I Gusti Agung Prabandari Tri Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.38293

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi digital menuntut pelaku usaha, termasuk calon wirausahawan muda, untuk memiliki kompetensi dalam pemasaran digital guna menghadapi persaingan bisnis modern. Namun, siswa Jurusan Bisnis Digital SMKN 1 Gianyar masih memiliki keterbatasan pemahaman mengenai konsep digital marketing, mekanisme kerja marketplace, dan strategi pemasaran melalui media digital. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam bidang pemasaran digital melalui pemberian pemahaman tentang digital marketing, platform marketplace, serta strategi promosi digital. Mitra sasaran kegiatan adalah 20 siswa Jurusan Bisnis Digital SMKN 1 Gianyar yang berlokasi di Jalan Mulawarman, Abianbase, Gianyar. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi masalah, analisis kebutuhan, pelaksanaan pelatihan melalui penyampaian materi, serta evaluasi melalui sesi tanya jawab interaktif untuk mengukur pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai konsep digital marketing, pemanfaatan marketplace dalam kegiatan bisnis, serta strategi pemasaran melalui media digital. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung, yang mencerminkan meningkatnya kesiapan mereka dalam menerapkan pemasaran digital untuk mendukung kegiatan wirausaha di era digital Kata kunci: bisnis digital; digital marketing; kewirausahaan; marketplace. Abstract The development of digital technology requires business actors, including aspiring young entrepreneurs, to have competency in digital marketing to face modern business competition. However, students of the Digital Business Department of SMKN 1 Gianyar still have limited understanding of the concept of digital marketing, marketplace working mechanisms, and marketing strategies through digital media. This Community Service activity aims to improve students' knowledge and skills in the field of digital marketing by providing an understanding of digital marketing, marketplace platforms, and digital promotion strategies. The target partners of the activity are 20 students of the Digital Business Department of SMKN 1 Gianyar located on Jalan Mulawarman, Abianbase, Gianyar. The implementation method of the activity includes problem identification, needs analysis, implementation of training through material delivery, and evaluation through an interactive question and answer session to measure participant understanding. The results of the activity show an increase in student understanding of the concept of digital marketing, the use of marketplaces in business activities, and marketing strategies through digital media. In addition, participants showed enthusiasm and active participation throughout the activity, which reflects their increasing readiness to implement digital marketing to support entrepreneurial activities in the digital era. Keywords: entrepreneurship; digital business; digital marketing; marketplace.
Imlementasi sistem informasi pengaduan masyarakat berbasis web pada satuan polisi pamong praja Kabupaten Kudus Khilal Arlisna Rahmadani; Yudie Irawan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39685

Abstract

Abstrak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kudus masih mengelola pengaduan masyarakat secara konvensional melalui WhatsApp yang kemudian dicatat kembali ke dalam buku agenda dan Microsoft Excel. Kondisi tersebut menyebabkan proses pengelolaan pengaduan menjadi kurang efisien, berisiko kehilangan data, serta menyulitkan pemantauan status laporan secara real-time. Pelaksanaan program pengabdian tersebut difokuskan pada penerapan Sistem Informasi Pengaduan Masyarakat (SIPADU) berbasis web sebagai solusi digital dalam pengelolaan pengaduan masyarakat. Mitra sasaran kegiatan adalah Satpol PP Kabupaten Kudus, khususnya pada bagian pengelolaan dan penanganan pengaduan masyarakat, dengan melibatkan 2 peserta yang terdiri atas 1 penyelia dan 1 operator pengelola pengaduan. Metode kegiatan meliputi observasi, wawancara, pengembangan sistem menggunakan metode Waterfall, implementasi aplikasi, pendampingan penggunaan sistem, dan tahap pengujian menggunakan Black-Box Testing. SIPADU dirancang menggunakan framework Laravel serta database MySQL dengan fitur penyampaian pengaduan, pemantauan status laporan, tindak lanjut aduan, serta rekapitulasi data dalam format Excel. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa SIPADU mampu mendukung pengelolaan aduan secara efektif, sistematis, serta transparan guna mengoptimalkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Satpol PP Kabupaten Kudus. Kata kunci: sistem informasi; pengaduan masyarkat; website; waterfall; pelayanan publik. Abstract The Public Order Enforcement Agency (Satpol PP) of Kudus Regency still manages public complaints conventionally through WhatsApp, which are subsequently recorded in logbooks and Microsoft Excel. This condition results in inefficient complaint management processes, a higher risk of data loss, and difficulties in monitoring complaint statuses in real time. This community service program focused on implementing a web-based Public Complaint Information System (SIPADU) as a digital solution for managing public complaints. The target partner of this activity was the Public Order Enforcement Agency (Satpol PP) of Kudus Regency, particularly the unit responsible for complaint management and handling, involving two participants consisting of one supervisor and one complaint management operator. The methods employed included observation, interviews, system development using the Waterfall method, system implementation, user assistance, and testing through Black-Box Testing. SIPADU was developed using the Laravel framework and MySQL database, providing features for complaint submission, complaint status monitoring, complaint follow-up management, and report recapitulation in Excel format. The results indicate that SIPADU is capable of supporting complaint management in a more effective, systematic, and transparent manner, thereby enhancing the quality of public services within the Public Order Enforcement Agency of Kudus Regency. Keywords: information systems; public complaints; website; waterfall; public services.