cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KAMPUS DALAM BIDANG ENTERPRENEURSHIP MELALUI PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS TEKNOLOGI Mamat Mamat; Irna Trisnawati; Yuli Farida; Ari Antini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11693

Abstract

ABSTRAK Dewasa ini dunia kampus dituntut untuk menghasilkan lulusan yang ungul dalam dunia akademis dan juga diharapkan memiliki jiwa enterprener yang baik sehingga mereka bisa mengembangkan diri dalam meningkatkan kesejahteraannya. Tujuan Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK menghasilkan wirausahawan muda yang mandiri  berbasis teknologi melalui program yang terintegrasi dengan melibatkan dosen, narasumber, mahasiswa dan alumni.  Metode yang digunakan dalam PPK ini adalah pemberdayaan dan partsisipasi peserta dengan prinsip berkelanjutan dan transformasi kegiatan menuju pada perubahan ke arah jiwa enterpreneurship. Hasil kegiatan pelatihan dan pendampingan kewirausahaan terhadap 16 peserta (mahasiswa aktif sebanyak 12 dan alumni 4 orang) menunjukkan ada peningkatan pengetahuan bidang kewirausahaan rata rata sebelum pelatihan sebesar 41,3 % dan setelah pelatihan rata rata 67,18 %,  dengan rata rata selisih 29,18 %, disamping itu menghasilkan sebanyak 6 peserta telah memiliki usaha dan sudah berjalan, sementara 6 peserta masih merintis dan  4 orang lain lagi masih dalam proses pengambilan keputusan. Kesimpulan kegiatan PPK di Kampus meningkatkan pemahman kewirausahaan dan menghasilkan wirausahawan baru dan mengembangkan wirausaha pada mahasiwa dan alumni. Saran kegiatan perlu pelibatan berbagai sector. kata kunci: pemberdayaan; kewirausahaan; kampus; teknologi ABSTRACT Nowadays the campus world is required to produce excellent graduates in academia and are also expected to have a good entrepreneurial spirit of improving their health. The Entrepreneurship Development Program (PPK) aims at the Karawang Midwifery Study Program to produce young, technology-based independent entrepreneurs through an integrated program involving lecturers, resource persons, students and alums. The method used in this PPK is the empowerment and participation of participants with sustainable principles and the transformation of activities towards a change in the spirit of entrepreneurship. The results of entrepreneurship training and mentoring activities for 16 participants (12 active students and four alumni) show an average increase in knowledge in the field of entrepreneurship before training by 41.3%. After training, an average of 67.18%, with an average difference of 29. 18%; besides that, 6 participants already have a business and are running, while 6 participants are still pioneering, and four others are still in the decision-making process. Conclusion PPK activities in the Karawang Midwifery Study Program increase entrepreneur knowledge, produce new entrepreneurs and develop entrepreneurship for students and alums. Recommendations need to involve a variety of sectors. Keywords: empowerment; entrepreneurship; campus; technology
PELATIHAN BRANDING PRODUK DAN DIGITALISASI MARKETING PADA UMKM DESA PERANCAK, JEMBRANA - BALI I Gusti Agung Sasih Gayatri; I Made Ignityas Prima Astuti; Komang Sudarsana; Ni Luh Ketut Dewi Aryasari; Donna Meilia Indirawati; Helena Ni Gusti Ayu Putu Pusparini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.12143

Abstract

ABSTRAKDigitalisasiz marketingz sertaz brandingz produkz padaz setiapz kegiatanz yangz dilakukanz oleh UMKMz merupakanz halz yangz sangatz penting.z Pengalamanz ketikaz masaz pandemiz dapat dijadikanz tolakz ukurz dimanaz terjadiz peningkatanz kebutuhanz danz pemanfaatanz platformz e-learning, e-commerce,z literasiz digital,z permintaanz delivery,z danz kebutuhanz alat kesehatan/kebersihanz yangz dilakukanz secaraz daring.z Halz serupaz jugaz terjadiz padaz para pelakuz UMKMz diz Desaz Perancakz Kecamatanz Jembranaz Kabupatenz Jembrana.z Namun sayangnyaz terdapatz masalahz dimanaz sebagianz besarz dariz merekaz belumz memahami bagaimanaz caraz memasarkanz produknyaz secaraz online.z Sehinggaz tujuanz kegiatan pengabdianz kepadaz masyarakatz iniz adalahz memberikanz pengetahuan,z pemahamanz dan pelatihanz tentangz brandingz produkz danz digitalz marketingz bagiz pelakuz UMKMz diz Desa Perancakz Kecamatanz Jembranaz Kabupatenz Jembrana.z Metodez pelaksanaanz kegiatanz ini adalahz denganz memberikanz ceramahz penyuluhanz danz pelatihanz dimulaiz dariz pembuatan akunz mediaz sosialz e-commerce.z Denganz demikianz diharapkanz dapatz membantu meningkatkanz pemahaman,z pengetahuanz danz keterampilanz diz bidangz brandingz produkz dan digitalz marketing.z Hasilz kegiatanz pengabdianz kepadaz masyarakatz iniz adalahz paraz pelaku UMKMz mampuz menciptakanz merekz yangz sekiranyaz munculz dariz benakz merekaz sesuai produkz yangz dihasilkanz tanpaz melepaskanz kez ciriz khas-anz akanz wilayahz dimanaz mereka berasal.z Pesertaz UMKMz mampuz mengiterpretasikanz sebuahz namaz dalamz maknaz yang terwujudz dalamz produkz yangz disajikan. Kata kunci: branding produk; digitalisasi marketing; UMKM. ABSTRACTDigitalization of marketing and product branding in every activity carried out by MSMEs is very important. Experience during the pandemic can be used as a benchmark where there is an increase in the need for and utilization of e-learning platforms, e-commerce, digital literacy, delivery requests, and the need for medical/cleaning devices which are carried out online. The same thing happened to MSME actors in Perancak Village, Jembrana District, Jembrana Regency. But unfortunately there is a problem where most of them don't understand how to market their products online. So that the purpose of this community service activity is to provide knowledge, understanding and training on product branding and digital marketing for MSMEs in Perancak Village, Jembrana District, Jembrana Regency. The method of carrying out this activity is to provide counseling and training lectures starting from creating an e-commerce social media account. It is hoped that this will help improve understanding, knowledge and skills in the field of product branding and digital marketing. The result of this community service activity is that MSME actors are able to create brands that appear in their minds according to the products produced without giving up the characteristics of the region where they come from. MSME participants are able to interpret a name in the meaning embodied in the product presented. Keywords: product branding; marketing digitalization; MSMEs.
PENDAMPINGAN LABELLING UMKM LANTING DESA JETIS KECAMATAN LOANO KABUPATEN PURWOREJO Dyah Panuntun Utami; Roisu Eny Mudawaroch; Ajeng Risnawati Sasmita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11726

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pelaku usaha lanting desa Jetis Purworejo yang belum memiliki label sesuai dengan syarat yang ditentukan oleh peraturan pemerintah. Label sebagai identitas produk belum didesain dengan baik menyebabkan daya saing  lanting Jetis rendah. Pelaku usaha menjual secara curah dengan berat 5kg dan label hanya stiker atau kertas yang dimasukkan dalam kemasan, selanjutnya lanting dijual eceran oleh pedagang besar dengan merk baru. Akibatnya produsen lanting tidak bisa mempromosikan secara luas dan konsumen kesulitan mengenali produsen lanting Jetis. Permasalahan terjadi karena pelaku usaha belum memahami pentingnya label dan fokus pada strategi penjualan saja.Tujuan pengabdian masyarakat adalah memberikan pemahaman pelaku usaha lanting tentang labelling dan memberikan pendampingan pembuatan desain label produk lanting. Metode pengabdian masyarakt yang digunakan adalah penyuluhan dan pendampingan. Jumlah Mitra adalah 5 pelaku usaha yang merupakan anggota klaster keluarga Bapak Sodikun. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa Mitra mendapatkan tambahan wawasan dan pengetahuan tentang labelling, komponen yang harus ditulis dalam label, dan sangat antusias dengan adanya pendampingan desain label. Semua Mitra mendapatkan desain label yang baru dan 1 mitra mendapatkan desain kemasan baru yang marketable. Semua pelaku usaha mendapatkan pendampingan pengurusan legalitas usaha yang berguna untuk melengkapi komponen dalam labelling lanting. Mitra berharap ada pendampingan yang intensif agar wawasan dalam menjalankan usaha lebih baik dan bisa memperluas pasar. Kata kunci: labelling; lanting; UMKM ABSTRACTThis community service activity is motivated by the problem of lanting business actors in Jetis Purworejo village who do not yet have a label in accordance with the conditions determined by government regulations. The label as a product identity has not been designed properly, causing Jetis' lanting to have low competitiveness. Business actors sell in bulk with a weight of 5 kg and labels are only stickers or paper that are included in the packaging, then the lanting is sold at retail by wholesalers with new brands. As a result, lanting producers cannot promote widely and consumers have difficulty recognizing Jetis lanting producers. The problem occurs because business actors do not understand the importance of labels and focus on sales strategies only. The purpose of community service is to provide an understanding of lanting business actors about labeling and provide assistance in designing lanting product labels. The community service method used is counseling and mentoring. The number of partners is 5 business actors who are members of Mr. Sodikun's family cluster. The results of community service activities show that Partners gain additional insight and knowledge about labeling, the components that must be written in labels, and are very enthusiastic about label design assistance. All partners get a new label design and 1 partner gets a new marketable packaging design. All business actors get assistance in managing business legality which is useful to complete the components in lanting labeling. Partners hope that there will be intensive assistance so that they have better insight in running a business and expand the market. Keywords: labelling; lanting; SMEs
SOSIALISASI PEDIKULOSIS PADA ANAK DI YAYASAN SHOHIBUL AL-ISTIQOMAH, CILILITAN, JAKARTA TIMUR Muhammad Rizki Kurniawan; Intan Kurniawati Pramitaningrum; Septiani Septiani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11177

Abstract

ABSTRAKData mengenai kejadian pedikulosis capitis masih kurang di Indonesia. Tercatat hasil survei penelitian sebelumnya yang dilakukan pada sebuah pesantren Muhammaddiyah di Surakarta ditemukan 72,1% terinfeksi pedikulosis. Faktor personal hygiene memiliki peranan yang besar terhadap kejadian pedikulosis capitis. Tujuan pengabdian masyarakat sosialisasi kepada anak-anak panti asuhan mengenai penyebab, cara penularan dan bahaya akibat pedikulosis serta cara penanganan pedikulosis. Pelaksanaan kegiatan di yayasan shohibul al-istiqomah di mulai dengan sosialisasi, pengisian kuisioner untuk mengetahui penyebab, cara penularan dan bahaya akibat pedikulosis serta cara penanganan pedikulosis.Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat setelah dilakukan sosialisai terkait pedikulosis hasilnya 80% anak-anak memiliki pemahaman dan 20% belum memiliki pemahaman. Terkait pengobatan pedikulosis sudah 50% anak-anak mengetahui dan 50% belum mengetahui pengobatan pedikulosis. Kata kunci: pedikulosis; sosialisasi; pengobatan ABSTRACTData regarding the incidence of pediculosis capitis is still lacking in Indonesia. It was noted that the results of a previous research survey conducted at a Muhammaddiyah Islamic boarding school in Surakarta found 72.1% infected with pediculosis. Personal hygiene factors have a major role in the incidence of pediculosis capitis. The purpose of community service is to socialize to orphanage children regarding the causes, modes of transmission and dangers due to pediculosis and how to handle pediculosis. The implementation of activities at the Shohibul al-istiqomah foundation began with socialization, filling out questionnaires to find out the causes, modes of transmission and dangers due to pediculosis and how to handle pediculosis. have no understanding. Regarding pediculosis treatment, 50% of children know about pediculosis treatment and 50% do not know about pediculosis treatment Keywords: pediculosis; socialization; treatment
WORKSHOP DIGITAL MARKETING MANAJEMEN HAJI DAN UMROH IAIN METRO Usep Saprudin; Tri Aristi Saputri; Sulistiyanto Sulistiyanto; Muhammad Nur Ikhsanto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11706

Abstract

ABSTRAKKompetensi lulusan jurusan Manajemen Haji dan Umrah (MHU) IAIN Metro dituntut memiliki kemampuan mengelola organisasi dan usaha dibidang haji dan umrah. Salah satu kemampuan tersebut kaitan dengan promosi. Era digital menjadikan kegiatan promosi beralih ke dunia digital. Kemampuan mahasiswa MHU untuk membuat konten promosi digital belum terasah dengan maksimal, serta fitur Ads yang ada di media sosial belum banyak diketahui. Tujuan dari kegiatan ini untuk membekali mahasiswa terkait kemampuan dan wawasan khususnya perihal digital marketing di era digitalisasi. Metode kegiatan dilakukan dengan ceramah dan pendampingan praktik pembuatan desain dan konten promosi. Kegiatan terbagi menjadi 2 sesi, sesi 1 untuk pemaparan materi, dan sesi 2 untuk praktik membuat desain dan konten promosi. Peserta merupakan mahasiswa jurusan MHU IAIN Metro semester 3-4. Selesai kegiatan, para peserta menjadi lebih paham dan bisa menggunakan fitur Ads di setiap media sosial, serta bisa membuat desain dan konten yang helpful, fun serta eye catching agar yang melihat konten tersebut menjadi tertarik untuk lebih mendalami produk atau jasa yang dipromosikan. Setelah kegiatan, para peserta lebih memahami bagaimana cara membuat desain yang menarik untuk promosi, dan paham akan fitur dari Ads dimedia sosial. Kata kunci: ads; digitalisasi; media sosial; promosi ABSTRACTThe digitalization era, which has brought many conveniences, has caused promotional activities to shift the trend. Prior to the digitalization era, promotional activities relied on print media; now, they are being phased out in favor of digital media, primarily through the use of social media. In addition to distribution media, attractive content design is now a major concern. Attractive and eye-catching designs are commonly used to entice visitors. To better equip its students, IAIN Metro's department of Hajj and Umrah management hosted a workshop titled "creating MHU students as agents of change in the digitalization era 5.0". The goal of this activity is to provide students with skills and insights, particularly in the area of digital marketing in the digitalization era. The activity is carried out through lectures and mentoring in the creation of designs and promotional content. The activity is divided into two sessions: one for material presentation and one for practice creating designs and promotional content. Participants are MHU IAIN Metro semesters 3-4 students. Following the activity, participants were more aware of and could use the Ads feature on all social media platforms, as well as create designs and content that were helpful, fun, and eye-catching, so that those who saw the content were interested in learning more about the product or service being promoted. Keywords: ads; digitaliation; promote; social media
PENGOLAHAN DAN PENJERNIHAN AIR UNTUK PRODUKSI AIR MINUM DALAM KEMASAN MENGGUNAKAN MESIN FILTER UV Farida Pulansari; Endang Pudji Widjajati; Isna Nugraha; Ahmad Bayu Laksono; Adinda Laksmi Pratiwi; Apridio Faiz An Nabil
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.10627

Abstract

ABSTRAKAir merupakan salah satu sumber daya alam dengan jumlah yang tidak akan pernah habis. Air untuk keperluan minum merupakan kebutuhan vital yang tidak memiliki substitusi atau pengganti. Sumber mata air yang bersih dan melimpah pada Desa Kembangbelor sebelumnya telah dikelola dengan baik oleh pelayanan KPSPAM Kembangbelor, dimana selama ini desa hanya menjual air yang telah difiltrasi secara alami ke depo atau perusahaan yang membutuhkan. Permasalahan yang terjadi adalah belum adanya kegiatan pengelolaan air minum dalam kemasan atau air minum isi ulang yang dikelola pihak desa sendiri. Dengan memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK) atau air minum isi ulang, tentunya dapat menambah pendapatan desa. Maka tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu untuk menyelesaian masalah melalui diversifikasi hasil pengolahan dan penjernihan air bersih menjadi air minum kemasan melalui teknologi tepat guna alat penjernihan air, pengadaan alat filter air ozonasi dan sinar UV, pendampingan dan sosialisasi pengoperasian alat kerja, sehingga diharapkan dapat menambah pendapatan desa. Tahap yang dilakukan dalam memproduksi air minum dalam kemasan adalah dengan mengumpulkan air dari mata air ke dalam sebuah bak penampungan, kemudian air dari bak penampungan tersebut dimasukkan kedalam mesin penjernihan air. Selanjutnya dilakukan proses penyaringan sebanyak 3 tahap yakni proses prefilterisasi, filterisasi dengan karbon aktif, dan mikro filter, setelah air minum melalui proses penyaringan selanjutnya dilakukan proses disinfeksi, selanjutnya wadah kemasan air minum dicuci dan disanitasi, kemudian air minum tersebut diisi kedalam wadah kemasan dan dilanjutkan dengan proses pengepakan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu pengadaan teknologi mesin UV filter dan produk air minum dalam kemasan merek AMDK "Amerta". Kata kunci: air; pengolahan; penjernihan; AMDK; UV filter. ABSTRACTWater is one of the natural resources with an amount that will never run out. Water for drinking purposes is a vital need that has no substitute or replacement. Clean and abundant springs in Kembangbelor Village had previously been well managed by the Kembangbelor KPSPAM service, where so far the village only sold naturally filtered water to depots or companies that needed it. The problem that occurs is that there are no bottled water management activities or refill drinking water managed by the village itself. By producing bottled drinking water (AMDK) or refill drinking water, of course it can increase village income. So the purpose of this community service activity is to solve the problem through diversifying the results of processing and purifying clean water into bottled drinking water through appropriate technology for water purification equipment, procurement of ozonated water filters and UV light, assistance and socialization of the operation of work tools, so that it is hoped that this will increase village income. The stage in producing bottled drinking water is to collect water from a spring into a holding tank, then the water from the holding tank is fed into a water purification machine. Furthermore, a three-stage filtering process is carried out, namely the pre-filterization process, filterization with activated carbon, and micro-filter, after the drinking water has gone through the filtering process, then the disinfection process is carried out, then the drinking water packaging containers are washed and sanitized, then the drinking water is filled into packaged containers and continued with the packing process. The result of this community service activity is the procurement of UV filter machine technology and bottled drinking water products with the "Amerta" AMDK brand. Keywords: water; processing; purification; AMDK; UV filtere.
SOSIALISASI DALAM PEMILIHAN TEMPAT SAMPAH ORGANIK DI KELURAHAN WARUNGBOTO, KECAMATAN UMBULHARJO, YOGYAKARTA Ichtiarini Nurullita Santri; Indri Istiqomah; Wirawan Adikusuma
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11023

Abstract

ABSTRAKPerilaku pengelolaan sampah rumah tangga yaitu kegiatan yang dilakukan mulai dari dalam rumah hingga keluar rumah. Sampah di dalam rumah umumnya ditempatkan di belakang rumah atau dapur. Perilaku pengelolaan sampah yang tidak benar di dalam rumah seperti menggunakan tempat sampah organik tidak tertutup dapat mendatangkan vektor penyebab penyakit. Tujuan dilakukannya pengabdian ini yaitu untuk memberikan sosialisasi dalam pemilihan tempat sampah RT 31 RW 08 Warungboto, kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta. Pelaksanaan pengabdian dilakukan pada tanggal 18-24 April 2022 dengan metode pengumpulan data penentuan skala prioritas masalah pada masyarakat di RT 31 RW 08 dengan wawancara menggunakan lembar kuesioner. Hasil dari pengumpulan data dengan skala prioritas yaitu rendahnya pengetahuan masyarakat dalam pemilihan tempat sampah organik yang kurang tepat. Adapun hasil prioritas masalah yang diperoleh, dari 30 KK terdapat 21 KK yang kurang tepat dalam pemilihan tempat sampah organik. Berdasarkan hasil, masih banyaknya keluarga yang memilih tempat sampah tidak tertutup di Kecamatan Warungboto, sehingga masih membutuhkan transfer edukasi mengenai pentingnya pemilihan tempat sampah organik yang tepat. Kata kunci: sampah; pemilihan tempat sampah; sosialisasi ABSTRACTHousehold management behavior is carried out from inside to outside the house. Household waste is generally placed behind the house or kitchen. Waste management behavior that does not actually use an uncovered organic trash can will bring in disease-causing vectors. The purpose of this service is to provide socialization in the selection of trash bins in RT 31 RW 08 Warungboto, Umbulharjo District, Yogyakarta. The service was carried out on April 18 to 24, 2022, with the method of collecting data on the priority scale of problems in RT 31 RW 08 by interviewing using a questionnaire. The results of data collection with a priority scale are the low level of public knowledge in choosing inappropriate organic waste bins. The results of the priority problems obtained from 30 and 21 families are less precise in choosing organic waste bins. Based on the study's results, many families still choose open trash cans in Warungboto District, so it is still necessary to transfer education about the importance of choosing the right organic waste bins. Keywords: waste; trash selection; socialization.
ALIH INFORMASI TITIK KRITIS HALAL PADA SEDIAAN KOSMETIKA HERBAL Agriana Rosmalina Hidayati; Anggit Listyacahyani Sunarwidhi; Nisa Isneni Hanifa; Neneng Rachmalia Izzatul Mukhlishah; Mahacita Andanalusia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11741

Abstract

ABSTRAKSaat ini produk halal telah mampu menjadi primadona yang digunakan beberapa negara untuk meningkatkan devisa, tidak terkecuali di Indonesia. Kosmetika sebagai produk dalam memelihara kecantikan semakin berkembang seiring dengan perkembangan bioteknologi. LPPOM MUI mengungkapkan ada dua titik kritis yang perlu diperhatikan dalam kehalalan produk kosmetik yaitu bahan yang digunakan dan tembus air. Kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk webinar dan workshop mengenai titik kritis halal pada sediaan kosmetika herbal dilakukan untuk membantu mahasiswa memperoleh informasi dan keterampilan terkait kosmetik halal secara mendalam. Dalam kegiatan webinar, diketahui terjadi peningkatan pengetahuan antara sebelum dan setelah dilakukannya paparan materi (p-value < 0.005). Peserta dengan nilai terbaik selanjutnya mengikuti workshop pembuatan gel anti-acne dengan bahan herbal. Melalui kegiatan pengabdian ini, dapat disimpulkan     bahwa penerapan titik kritis halal pada kosmetik herbal dan formulasi kosmetik herbal halal dapat diimplementasikan untuk pengembangan produk halal di kemudian hari. Kata kunci: edukasi; titik kritis halal; kosmetika herbal; mahasiswa. ABSTRACTHalal products have become the prominance that are used in several countries to increase foreign exchange, including Indonesia. Cosmetic continues to grow along with the development of biotechnology. LPPOM MUI revealed that there are two critical points that need to be considered in the halalness of cosmetic products, such as the materials used and water permeability. Webinar and workshop on halal critical points in herbal cosmetic preparations as community service activity were conducted to help students gain in-depth information and skills related to halal cosmetics. It is known that there is an increase in knowledge between before and after the webinar activity (p-value < 0.005). Participants with the best scores then took part in a workshop on making anti-acne gel with herbal ingredients. Through this service activity, it can be concluded that the application of halal critical points in herbal cosmetics and halal herbal cosmetic formulations can be implemented for the development of halal products in the future. Keywords: education; halal critical point; herbal cosmetics; students.
PELATIHAN PENANGANAN ANAK DEMAM FASE PRE HOSPITAL DI KELURAHAN MARGA RAHAYU KOTA LUBUKLINGGAU Jhon Feri; Sapondra Wijaya; Wella Juartika; Wahyu Dwi Ari Wibowo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.10632

Abstract

ABSTRAKDemam merupakan kondisi yang sering dijumpai pada anak-anak dengan prevalensi sebesar 30% dari total kunjungan ke dokter. Permasalahannya tidak semua orang tua mengetahui cara penanganan dan pengambilan keputusan perawatan anak yang dibutuhkan saat kondisi demam, membuat orang tua menjadi cemas, dan memungkinkan membuat keputusan yang salah untuk mengatasi demam pada anak. Kegiatan pelatihanan penanganan anak demam fase Pre Hospital dilaksanakan pada 30 warga Kelurahan Marga Rahayu, Kota Lubuklinggau, pada bulan November tahun 2021, dengan metode demonstrasi dan praktik yang bertujuan agar para partisipan memiliki pengetahuan dan keterampilan melakukan penanganan kasus anak demam di rumah. Hasilnya terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan dan skil orang tua sebelum pelatihan sebesar 48.27 dan sesudah mengikuti pelatihan meningkat menjadi 78.67, kesimpulannya pelatihan penanganan anak demam fase pre hospital efektif dalam meningkatkan pengatahuan orang tua dalam penanganan anak demam fase pre hospital. Kata Kunci: anak demam; pertolongan pertama; pre-hospital ABSTRACTFever is a condition often found in children, with a prevalence of 30% of total visits to the doctor. The problem is that not all parents know how to handle and make decisions about child care when they have a fever. These Program Training activities were carried out for 30 residents of Marga Rahayu District, Lubuklinggau City, in November 2021, with demonstration and practice methods aimed at making the participants have the knowledge and skills to handle cases of children with fever at home. The result is an increase in parents' knowledge and skills before (48.27) and after attending the training become 78.67. This Program Training activities effectively increase parental knowledge and skills in handling children with prehospital fever. Keywords: child fever; first aid; pre-hospital..
INOVASI COKELAT COUVERTURE DENGAN PENAMBAHAN DAUN KELOR DAN PEMANIS ALAMI STEVIA BESERTA BRANDING KEMASAN DI RUMAH COKELAT BODAG, MADIUN Alfi Nur Rochmah; Fitriyah Zulfa; Dininurilmi Putri Suleman; R. Baskara Katri Anandito; Rizky Brisha Nuary; Lativa Lisya Maghfira
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11635

Abstract

ABSTRAKBeberepa komoditas perkebunan di Kabupaten Madiun yaitu kakao, kopi, tebu dan porang. Produksi kakao kering di wilayah Madiun mencapai 526 ton. Hal ini menjadikan Madiun sebagai salah satu daerah penghasil komoditas kakao di Jawa Timur. Masyarakat setempat terutama dengan rumah tinggal dekat dengan wilayah perkebunan kakao memiliki keinginan secara moral untuk bisa mengembangkan kakao khususnya Desa Bodag, Kare. Tim pengabdian UNS telah bersepakat dengan mitra yaitu Rumah Cokelat Bodag untuk menyelenggarakan program;1) Sosialisasi dan   pelatihan   potensi pengembangan cokelat couverture dengan penambahan daun kelor dan daun stevia; 2) brand kemasan cokelat couverture. Tujuan pengabdian  ini adalah pengembangan teknologi pengolahan cokelat couveture  dengan penambahan daun kelor dan pemanis daun  stevia menjadi salah satu produk unggulan mitra Rumah Cokelat Bodag, Kabupaten Madiun. Adapun kegiatan pengabdian berupa pelatihan pangan fungsional, pelatihan pembuatan cokelat couverture dengan penambahan daun kelor dan pemanis stevia serta monitoring-evaluasi.  Hasil kegiatan sosialisasi menunjukkan peningkatan kepahaman mitra akan materi pelatihan khususnya tentang potensi pangan fungsional dan pengaplikasiannya pada cokelat couverture. Kegiatan pelatihan pengembangan teknologi pengolahan cokelat couveture  dengan penambahan daun kelor dan pemanis daun  stevia dimulai dari penyangraian, pengupasan kulit tanduk, pemastaan, proses ball mill, proses conching, tempering, molding, pengemasan.  Tim pengabdian mengajarkan cara mengemas yang benar dan sesuai regulasi pemerintah.  Kata kunci: cokelat; couverture; kelor; stevia; brand ABSTRACTSeveral plantation commodities in Madiun Regency, namely cocoa, coffee, sugarcane and porang. Dry cocoa production in the Madiun area reaches 526 tons. This makes Madiun one of the cocoa producing regions in East Java. The local community, especially those living close to cocoa plantation areas, have a moral desire to be able to develop cocoa, especially Bodag Village, Kare. The UNS team has agreed with partners, namely Rumah Coklat Bodag to organize the program; 1) Socialization and training on the potential for developing couverture chocolate with the addition of moringa and stevia leaves; 2) brand couverture chocolate packaging. The purpose of this service is to develop couveture chocolate processing technology with the addition of moringa leaves and stevia leaf sweetener to become one of the superior products of the partners of the Bodag Chocolate House, Madiun Regency. The service activities are in the form of functional food training, training in making couverture chocolate with the addition of moringa leaves and stevia sweetener as well as monitoring-evaluation. The results of the socialization activity showed an increase in partners' understanding of the training material, especially about the potential of functional food and its application to couverture chocolate. Training activities for the development of couveture chocolate processing technology with the addition of Moringa leaves and stevia leaf sweeteners start from roasting, stripping the horn skin, pasting, ball mill process, conching, tempering, molding, packaging. The service team teaches how to pack properly and according to government regulations. Keywords: chocolate; couverture; moringa; stevi ; brand

Page 96 of 272 | Total Record : 2711