cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
PENYULUHAN PELESTARIAN LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN TERHADAP TANAMAN HIDROPONIK DI LINGKUNGAN SEKOLAH Aulia Dewi Fatikasari; Primasari Cahya Wardhani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11280

Abstract

ABSTRAKPenghijauan di lingkungan sekolah merupakah salah satu kegiatan yang dapat dilakukan oleh siswa-siswi. Hidroponik dapat menjadi salah satu media pembelajaran berkonsep penghijauan di lingkungan sekolah. Salah satunya yaitu dapat diterapkan di SMA Nahdlatul Ulama 2 Gresik. Sekolah ini merupakan salah satu sekolah menengah atas yang berada di Kota Gresik sejak tahun 1989. Lingkungan sekolah ini ditumbuhi tanaman hanya di sekitar area lapangan. Berdasarkan hal tersebut, dapat dilihat bahwa penghijauan di lingkungan sekolah ini belum merata. Ada di beberapa lokasi yang tidak terdapat tanaman hijau disebabkan karena keterbatasan lahan. Salah satu upaya pelestarian lingkungan yang dapat diterapkan pada beberapa tempat yang tidak terdapat lahan luas di SMA Nahdlatul Ulama 2 Gresik yaitu dengan Hidroponik. Pengenalaan hidroponik kepada siswa-siswi serta bapak ibu guru SMA Nahdlatul Ulama 2 Gresik diharapkan dapat menjadi solusi penghijauan. Pengenalan hidroponik dapat dilakukan dengan adanya kegiatan penyuluhan dan dilanjutkan dengan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui variabel yang berpengaruh terhadap penerapan hidroponik sebagai media tanam di sekolah sehingga dapat meningkat pemahaman hidroponik. Metode yang digunakan untuk yaitu dengan melakukan survei secara random sampling dan hasil survei dilakukan uji t dan uji f menggunakan SPSS. Berdasarkan hasil analisis, maka kesimpulan yang didapatkan dari kegiatan ini yaitu karakteristik responden terbanyak yaitu perempuan dengan umur 16 tahun. Selain itu dari kegiatan ini variabel yang berpengaruh terhadap Hidroponik sebagai Media Penghijauan di Sekolah yaitu Pemahaman materi, ketersediaan lahan, dan biaya hidroponik. Kata kunci: hidroponik; penyuluhan; pemahaman materi; penghijauan; sekolah. ABSTRACTGreening in the school environment is one of the activities that can be done by students. Hydroponics can be one of the learning media with the green concept in the school environment. One of them is that it can be applied at SMA Nahdlatul Ulama 2 Gresik. This school is one of the senior high schools that has been in Gresik City since 1989. The school environment is overgrown with plants only around the field area. Based on this, it can be seen that the reforestation in the school environment is not evenly distributed. There are some locations where there are no green plants due to limited land. One of the environmental conservation efforts that can be applied to several places where there is no large area of land at SMA Nahdlatul Ulama 2 Gresik is Hydroponics. The introduction of hydroponics to students and teachers at SMA Nahdlatul Ulama 2 Gresik is expected to be a green solution. The introduction of hydroponics can be done with counseling activities and continued with research that aims to find out the variables that influence the application of hydroponics as a planting media in schools so that understanding of hydroponics can be increased. The method used is to conduct a random sampling survey and the results of the survey are carried out by the t test and f test using SPSS. Based on the results of the analysis, the conclusions obtained from this activity are the characteristics of the most respondents, namely women aged 16 years. In addition, from this activity the variables that affect Hydroponics as a Greening Media in Schools are understanding knowledge, land availability, and hydroponic costs. Keywords: hydroponics; counceling; understanding knowledge; greening; schools.
MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN MELALUI DIVERSIFIKASI OLAHAN JAMUR TIRAM DI KELURAHAN PONGANGAN GUNUNGPATI SEMARANG Dewi Handayani Untari Ningsih; Herny Februariyanti; Muji Sukur; Mardi Siswo Utomo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11425

Abstract

ABSTRAKPandemi Covid-19 sangat berdampak pada perekonomian masayarakat, salah satunya yang terkena dampak adalah masyarakat di wilayah Pongangan Gunungpati. Adanya pemutusan hubungan kerja (PHK), banyaknya industri yang mati karena dampak pandemi menyebabkan pengangguran hal ini mempengaruhi perekonomian masyarakat. Wilayah Pongangan Gunungpati merupakan salah satu wilayah penghasil jamur tiram. Selama ini petani jamur tiram hanya menjual hasil panen dalam bentuk jamur segar. Jamur tiram segar tidak bisa bertahan lama dan cenderung cepat membusuk. Pelatihan diservisifikasi jamur tiram yang dilakukan di kelurahan Pongangan bertujuan memberikan pelatihan dan keterampilan kepada masyarakat untuk memanfaatkan bahan baku jamur tiram dan memberikan nilai jual lebih hasil panen jamur tiram di wilayah Pongangan. Selain itu pelatihan dan pendampingan  ini bertujuan juga memberikan keterampilan bagi warga yang terdampak PHK dari perusahaan, memulai untuk mencari pendapatan tambahan dengan pengolahan makanan berbahan dasar jamur tiram yang dapat diproduksi secara rumahan. Metode kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan cara memberikan materi dan praktek langsung diversifikasi produk olahan jamur tiram. Pengabdian juga dilakukan dengan pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan  desain label kemasan produk olahan jamur tiram. Kata kunci: kelurahan pongangan; diversifikasi; produk olahan; jamur tiram ABSTRACTThe Covid-19 pandemic has had a major impact on the community's economy, one of which has been affected is the community in the Pongangan Gunungpati area. There has been the termination of employment, and many industries have died due to the impact of the pandemic causing unemployment, which has affected the people's economy. Pongangan Gunungpati region is one of the oyster mushroom-producing areas. So far, oyster mushroom farmers only sell their produce in the form of fresh mushrooms. Fresh oyster mushrooms don't last long and tend to spoil quickly. The oyster mushroom servicing training conducted in the Pongangan sub-district aims to provide training and skills to the community to utilize oyster mushroom raw materials and provide more selling value for oyster mushroom harvests in the Pongangan area. In addition, this training and mentoring aims to also provide skills for residents affected by layoffs from companies, starting to earn additional income by processing oyster mushroom-based foods that can be produced at home. This service activity method provides material and direct practice of diversifying processed oyster mushroom products. Devotion is also carried out with training and assistance in making packaging label designs for processed oyster mushroom products. Keywords: pongangan village; oyster mushroom products; diversifikasi; oyster mushroom.
IN-HOUSE TRAINING PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN BAGI GURU SEKOLAH DASAR MELALUI PELATIHAN BASIC EDITING VIDEO Dani Arifudin; Hari Pangestu; Rizky Bagas Nur Hidayat; Salli Risqi Warida Suryadilaga
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11479

Abstract

ABSTRAKPerkembangan teknologi di bidang pendidikan menjadi peranan penting dalam implementasi media pendukung kegiatan belajar mengajar. Akan tetapi pada pelaksanaannya, kegiatan belajar mengajar di sekolah guru-guru masih memiliki kecenderungan bahwa siswa dibiasakan untuk mendengarkan apa yang diajarkan guru, kemudian mencatat menghafalkan nya di luar kepala. Sehingga menghasilkan sikap verbalistik. Oleh karena itu pemanfaatan media pembelajaran perlu diterapkan dengan tujuan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien serta jangkauan yang lebih luas, salah satunya yaitu melalui video pembelajaran. Untuk mendukung implementasi tersebut maka dibutuhkan pelatihan kepada guru-guru dalam proses pembuatannya. Metode pelaksanaan kegiatan ini dimulai dari analisis dan pemetaan, inisiasi pelaksanaan, pelatihan, pemberdayaan dan evaluasi. Kegiatan pelatihan dibagi menjadi tiga sesi sesuai dengan tahap pembuatan video pembelajaran, yaitu pra-produksi, produksi dan pasca produksi. Hasil dari pelatiahan ini yaitu guru-guri menghasilkan video pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran nya masing-masing, yang kemudian dapat digunakan sebagai media ajar dalam kegiatan belajar mengajar Melalui In-house training pembuatan video pembelajaran ini diharapkan guru-guru dapat menghasilkan konten video pembelajaran sehingga berdampak pada peningkatan kreatifitas guru dalam kegiatan belajar mengajar. Kata kunci: editing video; in-house training; video pembelajaran ABSTRACTThe development of technology in the field of education plays an important role in the implementation of media supporting teaching and learning activities. However, in practice, learning activities in teachers' schools still have a tendency that students are accustomed to listening to what the teacher teaches, then writing it down by heart. This results in a verbalistic attitude. Therefore, the use of learning media needs to be applied with more effective and efficient learning objectives and a wider reach, one of which is through learning videos. To support this implementation, training for teachers is needed in the manufacturing process. The method of implementing this activity starts from analysis and mapping, initiation of implementation, training, empowerment and evaluation. The activity is divided into three sessions according to the training stage for making learning videos, namely pre-production, production and post-production. The result of this training is that teachers produce learning videos according to their respective subjects, which can then be used as learning media in teaching and learning activities. increasing teacher creativity in teaching and learning activities. Keywords: in-house training; learning video; editing video
PENGENALAN DAN PELATIHAN DASAR BAHASA PEMROGRAMAN PYTHON PADA SISWA/I SMA NEGERI 3 MAKASSAR Saharuddin Saharuddin; Medy Wisnu Prihatmono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.10569

Abstract

ABSTRAKPengabdian Kepada Masyarakat (PkM) merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Trihdarma Perguruan Tinggi yang wajib dilakukan oleh dosen, pengabdian kepada masyarakat yang dulakukan ini adalah memberikan pengetahuan tentang dasar bahasa pemrograman phyton. Mata pelajaran informatika mencakup lima materi yang bakal menunjang kompetensi siswa di era revolusi industri 4.0. Yakni, teknik komputer, jaringan komputer/internet, analisis data, dampak sosial informatika, dan programming. Mata pelajaran Informatika sesuai dengan kebutuhan masa depan anak bangsa. SMAN 3 Makassar adalah salah satu SLTA yang siap menerapkan mata pelajaran informatika sebagai mata pelajaran utama (wajib) yang akan diterapkan secara serentak  pada Tahun Pelajaran 2021/2022, dengan keterbatasan guru informatika (komputer) yang dimilki oleh SMAN 3 Makssar sehingga merasa perlu Siswa/I-nya untuk mendapatkan pembelajaran diluar dari pada jadwal belajar yang ada di sekolah. Pengabdian kepada masyarakat yang kami lakukan yaitu memberikan pelatihan dengan materi diantaranya adalah dasar bahasa pemrograman phyton, aplikasi google colab dan pemrosesan data dengan menggunakan bahasa python. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah, tanya jawab dan praktikum. Hasil dari pelatihan ini didapatkan bahwa para peserta pelatihan merasa kegiatan ini sangat bermanfaat dan dapat menambah pamahaman serta keterampilan mereka dalam hal menggunakan google colab dan pemahaman bahasa pemrograman terutama bahasa pemrograman Phyton. Kata kunci: PkM; SMAN 3 Makassar; bahasa pemrograman python; google colab ABSTRACTCommunity Service (PkM) is one form of the implementation of the Higher Education Trihdarma that must be carried out by lecturers, this community service is to provide knowledge about the basic python programming language. Informatics subjects include five materials that will support student competence in the era of the industrial revolution 4.0. Namely, computer engineering, computer network/internet, data analysis, social impact of informatics, and programming. Informatics subjects are in accordance with the future needs of the nation's children. SMAN 3 Makassar is one of the senior high schools that is ready to apply informatics subjects as the main (compulsory) subjects that will be applied simultaneously in the 2021/2022 academic year, with the limitations of informatics teachers (computers) owned by SMAN 3 Makssar so that they feel the need for students/ The first is to get learning outside of the existing study schedule at school. Our community service is providing training with materials including the basic python programming language, the Google Colab application and data processing using the Python language. The methods used in this training are lectures, questions and answers and practicum. The results of this training showed that the training participants felt that this activity was very useful and could increase their understanding and skills in using Google Colab and understanding programming languages, especially the Python programming language. Keywords: PkM; SMAN 3 Makassar; python programming language; google colab.
PENDAMPINGAN PENGOPERASIAN TIK UNTUK MENUNJANG PELAKSANAAN AKM DI SD NEGERI MARON Nabila Wahyuanna Azzunny; Lili Miranda Putri; Melinda Febriana; Muhimatul Aliyah; Adin Fauzi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11053

Abstract

ABSTRAKAsesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan asesmen yang mengukur kemampuan minimal yang dibutuhkan siswa untuk dapat belajar dan merupakan bentuk penyederhanaan dari Ujian Nasional yang begitu kompleks. AKM ini dirancang untuk mengukur capaian kognitif peserta didik yang meliputi literasi dan numerasi. Pelaksanaan pengabdian bertema teknologi pendidikan ini bertujuan untuk memberi pendampingan TIK kepada siswa peserta AKM di SD Negeri Maron. Sebelum pelaksaan program, koordinasi dilakukan dengan kepala sekolah dan wali kelas terkait dengan data diri siswa yang mengikuti program persiapan AKM, yang meliputi pendampingan TIK. Dikarenakan media TIK tidak sebanding dengan siswa yang ada, maka program ini dilaksanakan selama 2 hari dengan dibagi menjadi beberapa sesi per harinya. Kendala yang dialami selama pendampingan TIK dan simulasi AKM adalah beberapa laptop yang bermasalah dan siswa yang masih awam dalam mengoperasikan media TIK tersebut. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan secara pribadi dalam mengoperasikannya. Setelah adanya pendampingan TIK dan simulasi AKM, siswa mampu mengoperasikan TIK untuk menunjang pengerjaan AKM. Kata kunci: AKM; pendampingan; TIK ABSTRACTThe Minimum Competency Assessment (AKM) is an assessment that measures the minimum skills required by students to be able to learn. It is a simplification of the complex National Examination. AKM is designed to measure the students’ cognitive achievement, namely literacy and numeracy. This community service, focusing on educational technology, aims to assist students in supporting the implementation of AKM at SD Negeri Maron. Before implementing this program, coordination was carried out with the school principal and the homeroom teacher regarding the personal data of students who participated in the preparation of AKM, which includes ICT assistance. Since the number of ICT tools is not comparable to the number of students, this program was implemented in two days, consisting of several sessions per day. The obstacles during the ICT assistance included technical problems and unfamiliarity of the students with ICT. As a result, personal assistance was strongly needed. After receiving assistance, the students are able to operate ICT to complete AKM. Keywords: AKM; assistance; ICT
EDUKASI CAPITAL MARKET PADA GEN Z Sri Andriani; Muhammad Nur Fietroh; Serli Oktapiani; Hartini Hartini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11647

Abstract

ABSTRAKTerjadi peningkatan jumlah investor pasar modal setiap tahunnya, namun masih tidak sebanding dengan jumlah populasi masyarakat Indonesia. Rendahnya jumlah investor di pasar modal menandakan bahwa tingkat literasi masyarakat masih cukup rendah. Gen Z selaku generasi muda merupakan asset masa depan yang perlu diberikan pemahaman tentang pentingnya investasi terutama di pasar modal. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan dalam bentuk workshop dengan 3 tahapan yaitu tahap sosialisasi, pelaksanaan workshop dan evaluasi. Hasil dari pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan dan minat investasi di pasar modal pada generasi Z. Selain itu kegiatan ini melakukan kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Indonesian Stock Exchange (IDX) cabang NTB mampu menarik minat peserta dengan difasilitasi pembuatan account saham secara gratis. Selain itu, 40%  peserta workshop tertarik untuk membuat account saham melalui Galeri Investasi FEB UTS untuk bisa trading saham di pasar modal. Kata kunci: pasar modal; investor; saham; gen Z ABSTRACTThere is an increase in the number of capital market investors every year, but it is still not proportional to the total population of the Indonesian people. The low number of investors in the capital market indicates that the level of public literacy is still quite low. Gen Z as the younger generation is a future asset that needs to be given an understanding of the importance of investing, especially in the capital market. The method of implementing the service is carried out in the form of a workshop with 3 stages, namely the socialization stage, the implementation of the workshop and the evaluation. The result of this service is an increase in knowledge and interest in investing in the capital market in generation Z. In addition, this activity in collaboration with the Financial Services Authority (OJK) and the Indonesian Stock Exchange (IDX) NTB branch is able to attract participants' interest by facilitating the creation of stock accounts online. free. In addition, 40% of workshop participants are interested in creating a stock account through the FEB UTS Investment Gallery to be able to trade shares in the capital market. Keywords: capital market; investors; stocks; gen Z
PELATIHAN GAMIFICATION BERBASIS GAME-BASED VIRTUAL LEARNING ENVIRONMENT SEBAGAI PENUNJANG IMMERSIVE LEARNING Alfyananda Kurnia Putra; Hadi Soekamto; Heni Masruroh; Budi Handoyo; Imam Arifa’illah Syaiful Huda; Permita Luana Diyah Syaibana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.12084

Abstract

ABSTRAKPerkembangan teknologi menuntut guru dalam menghadirkan proses pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Media pembelajaran yang terintegrasi dengan teknologi dapat menjadi daya tarik bagi siswa dalam meningkatkan kompetensi abad 21. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan Gamification berbasis Game Based Virtual Learning Environment  (VLE) terhadap kemampuan Guru dalam memahami basic gamification element. Metode kegiatan berupa pelatihan dengan menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur kompetensi Guru dalam memahami basic gamification element. Tahapan pelaksanaan dilakukan dengan empat tahap yang terdiri dari: : 1) tahap assessment, 2) tahap persiapan, dan 3) tahap implementasi program dan 4) tahap evaluasi program. Subjek penelitian adalah Guru terutama Guru Geografi. Analisis data menggunakan Uji paired sample test dengan nilai N-Gain Score. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa Guru dapat meningkatkan kemampuan dalam memahami basic gamification element melalui praktik. Kata kunci: gamification; game-based virtual learning environment; geoedu workshop. ABSTRACTTechnological developments require teachers to present innovative and creative learning processes. Learning media integrated with technology can be an attraction for students in improving 21st-century competence. This service aims to determine the effect of Gamification training based on Game Based Virtual Learning Environment on the teacher's ability to understand basic gamification elements. The activity method is training using a pretest and posttest to measure teacher competency in understanding basic gamification elements. The implementation stage is carried out in four stages consisting of 1) the assessment stage, 2) the preparation stage, 3) the program implementation stage, and 4) the program evaluation stage. The research subjects were teachers, especially geography teachers. Data analysis used a paired sample test with an N-Gain Score. The training results show that teachers can improve their understanding of basic gamification elements through practice. Keywords: gamification; game-based virtual learning environment; geoedu workshop.
PENDAMPINGAN DAN PELATIHAN TENTANG CARA PENANGANAN KESULITAN BELAJAR SISWA PADA GURU SDN 4 BAJUR KOTA MATARAM I Nyoman Karma; Khairun Nisa; Arif Widodo; Lalu Wira Zain Amrullah; Muhammad Syazali
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11659

Abstract

ABSTRAKPenanganan siswa berkesulitan belajar bagi guru Sekolah Dasar merupakan salah satu tugas dan tanggungjawabnya dalam proses pembelajaran dan layanan bimbingan dan konseling di Sekolah. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keketerampilan peserta dalam penanganan siswa berkesulitan belajar. Untuk mencapai tujuan tersebut, tim melakukan kegiatan sebagai berikut: 1) Kegitan pengabdian ini dilaksanakan secara tatap muka (offline) dengan protokol kesehatan yang ketat; 2) Pelaksanaan kegiatannya dibagi dalam tiga tahapan sebagai berikut: a) kegiatan awal, b) kegiatan inti, dan c) kegiatan akhir. Masing-masing sesi kegiatan dipandu dan didampingi oleh anggota tim sebagai nara sumber; 3) Metode pelaksanaan yang digunakan,  yaitu: metode ceramah (presentasi), diskusi-Tanya jawab, pelatihan (praktek dan simulasi), dan metode tes; dan 4) Metode analisis data hasil pelatihan dan pendampingan digunakan analisis deskriptif. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian kepada masyarat dengan jumlah peserta 11 (sebelas) orang guru berupa hasil tes awal (pretest) dan hasil tes akhir (postt-test). Adapun hasil tes awal yang dimaksud adalah sebagai berikut: 1) hasil tes awal kegiatan pengabdian pada masyarakat menunjukkan bahwa 3 orang (27.27 %) mencapai hasil dalam kategori baik, 8 orang (72.73 %) mencapai hasil dalam kategori cukup baik, dan rata capaian tergolong cukup baik; 2) hasil tes akhir kegiatan pengabdian pada masyarakat menunjukkan bahwa 5 orang (45.45 %) mencapai hasil dalam kategori baik, 6 orang (54.55 %) mencapai hasil dalam kategori sangat baik, dan rata capaian tergolong sangat baik; 3) Rata-rata peningkatan hasil pendampingan dan pelatihan diagnosa siswa berkesulitan belajar adalah 22.97 %. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan dan pelatihan efktif untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam penanganan siswa berkesulitan belajar. Kata kunci: kesulitan belajar; pengetahuan guru; sekolah dasar ABSTRACTHandling students with learning difficulties in elementary school teachers is one of their duties and responsibilities in the learning process as guidance and counseling services in schools. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge and skills of participants in handling students with learning difficulties. To achieve this goal, the team carried out the following activities: 1) This service activity was carried out face-to-face (offline) with strict health protocols; 2) The implementation of the activities are divided into three stages as follows: a) initial activities, b) core activities, and c) final activities. Each activity session is guided and accompanied by team members as resource persons; 3) The implementation methods used are: lecture method (presentation), discussion-question and answer, training (practice and simulation), and test method; and 4) The method of data analysis of the results of the training and mentoring used descriptive analysis. The results obtained from community service activities with the number of participants 11 (eleven) teachers in the form of the results of the initial test (pretest) and the results of the final test (post-test). The results of the initial test in question are as follows: 1) the results of the initial test of community service activities show that 3 people (27.27%) achieved results in the good category, 8 people (72.73%) achieved results in the fairly good category, and the average achievement was classified as pretty good; 2) the results of the final test of community service activities showed that 5 people (45.45%) achieved results in the good category, 6 people (54.55%) achieved results in the very good category, and the average achievement was classified as very good; 3) The average increase in the results of assistance and training in diagnosing students with learning disabilities is 22.97%. This shows that mentoring and training activities are effective in improving teachers' knowledge and skills in handling students with learning difficulties. Keywords: difficulty learning; teacher knowledge; primary school
EDUKASI STOP BABS (BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN) DAN CTPS (CUCI TANGAN PAKAI SABUN) Nining Ade Ningsih; Muhammad Rifai; Kasmawati Tahir; Surya Syarifuddin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.10463

Abstract

ABSTRAKSTOP BABS (Stop Buang Air Besar Sembarangan) dan  CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) merupakan bagian dari 5 pilar STBM. Buang air besar sembarangan merupakan ancaman serius bagi kesehatan dan martabat sanitasi.  Mencuci tangan dapat menghindarkan dari penyakit menular dan sekitar 80% dari seluruh kasus penyakit menular juga dapat ditularkan melalui sentuhan tangan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait STBM khususnya STOP BABS dan membiasakan masyarakat untuk CTPS. Metode pelaksanaan adalah pembagian kuesioner pre- dan post-test, penyuluhan dengan media poster, praktik melalui games puzzle, serta evaluasi kegiatan dengan menggunakan uji t Berpasangan. Masyarakat yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 30 orang. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah terdapat perbedaan pengetahuan yang siginifikan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dan praktik tentang STOP BABS dan CTPS, p=0,000<0,05. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah tujuan tercapai dengan meningkatnya pemahaman masyarakat tentang konsep STBM khususnya STOP BABS dan CTPS. Diharapkan kegiatan ini dapat pula  berdampak positif pada perilaku masyarakat. Kata kunci: edukasi; STOP BABS; CTPS. ABSTRACTSTOP BABS (Stop Open Defecation) and CTPS (Wash Hands with Soap) are part of the 5 pillars of STBM. Defecation is a serious threat to health and sanitation. Hand washing can prevent infection diseases about 80% of all cases of infectious disease can also be transmitted through the touch of the hands. The purpose of this activity is to increase public knowledge related to STBM, especially STOP open defecation and prepare the community to washing hands with soap. The method of implementation is the distribution of pre- and post- test questionnaires; counceling with media posters, practice through puzzle games, and evaluation of activities using Paired t-test. There were 30 people who participated in this activity. The result of this activity is that there is a significant difference in knowledge before and after being given counseling and practice about STOP BABS and CTPS, p=0,000<0,05. The conclusion of this activity is that the goal is achieved by increasing public understanding of the concept of STBM, especially STOP BABS and CTPS. It is hoped that this activity can also have a positive impact on community behavior. Keywords: education; STOP BABS; CTPS.
PELATIHAN PENGELOLAAN WEBSITE DAN MEDIA SOSIAL BPMP YOGYAKARTA Erma Susanti; Edhy Sutanta; Renna Yanwastika Ariyana; Eko Nur Cahyo; Rahayu Khasanah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11642

Abstract

ABSTRAKPengelolaan data dan informasi publik oleh lembaga pemerintah sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berbasis internet dapat memberikan informasi tanpa terbatas ruang dan waktu. Berbagai layanan publik dapat diakses oleh masyarakat melalui website maupun sosial media. Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Yogyakarta (BPMP) sebagai salah satu entitas publik hadir di tengah masyarakat untuk memberikan layanan informasi pendidikan melalui website dan sosial media. Peningkatan layanan publik yang berkualitas menjadi salah satu prioritas penting untuk menjaga performa layanan yang semakin baik. BPMP Yogyakarta melalui fungsi PMPSI (Pemetaan Mutu dan Pengelolaan Sistem Informasi) bermitra dengan IST AKPRIND menyelenggarakan pelatihan untuk aparatur pengelola website dan sosial media pada selasa 11 Oktober 2022 di Ruang Rapat 2 BPMP DIY. Kegiatan Bimtek Pengelolaan Data dan Informasi dengan tema Pengelolaan Website dan Sosial Media tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi aparatur dalam pengelolaan informasi publik. Materi pelatihan tentang pengelolaan website pemerintah, dan pengelolaan media sosial diikuti dengan praktek langsung oleh 25 peserta. Hasil pelatihan secara umum menunjukkan bahwa peserta puas terhadap hasil pelatihan dan pelatihan sudah sesuai dengan harapan peserta. Adanya kerjasama antara BPMP dengan dosen dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan kapasitas lembaga pemerintah, khususnya BPMP dalam memberikan keberlanjutan layanan informasi yang valid pada masyarakat. Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu peningkatan kemampuan dari  pengelola website dan sosial media BPMP dalam menyediakan konten yang lebih menarik dan terupdate untuk masyarakat. Kata kunci: pelatihan; pengelolaan website; pengelolaan sosial media; BPMP; TIK ABSTRACTThe data and information public management is essential for public services. Internet-based Information and Communication Technology (ICT) can provide information without being limited by space and time. The public can access services through websites and social media. Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) is a public community that provides educational information through websites and social media. Improving the quality of public services is one of the priorities to maintain better service performance. BPMP with PMPSI (Pemetaan Mutu dan Pengelolaan Sistem Informasi) function in collaboration with the IST AKPRIND held training for website and social media management officials on Tuesday, 11 October 2022, in Meeting Room 2 BPMP DIY. The Bimtek of Data and Information Management with the theme of Website and Social Media Management aims to improve the competence of the apparatus in managing public information. The training materials consist of managing the website and social media followed by hands-on practice by the 25 participants. The results generally show that the participants are satisfied with the training results, and the training is in line with the expectations of the participants. The collaboration between BPMP and lecturers in this public service activity can increase the capacity of government institutions, especially BPMP, to provide sustainable and valid information services to society. The result of this community service is an increase in the ability of the BPMP website and social media managers to provide more attractive and updated content for the community. Keywords: training; website management; social media management; BPMP; ICT

Page 97 of 272 | Total Record : 2711