cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
PELATIHAN PERCAKAPAN BAHASA INGGRIS BAGI PEDAGANG ASONGAN DI KAWASAN WISATA PANTAI SENGGIGI Ilham Ilham; Hijril Ismail; Irwandi Irwandi; Hidayati Hidayati; Rima Rahmania; Muhammad Hudri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.12198

Abstract

ABSTRAKPenjualan souvenir dan kerajinan yang bernilai tinggi seharusnya dapat dimanfaatkan oleh para pedagang asongan untuk memperoleh keutungan yang lebih baik. Kemampuan bahasa Inggris yang baik sangat penting bagi para pedagang asongan untuk bertransaksi dan memberikan penjelasan produk yang mereka jual. Tingkat kepercayaan para wisatawan akan lebih tinggi apabila para pedagang asongan mampu bertransaksi dan memberikan penjelasan saat menjual produk. Kendala bahasa yang dihadapai oleh para pedagang asongan belum  banyak mendapat perhatian dari pemerintah daerah maupun stakeholder. Kondisi tersebut menjadikan para pedagang asongan tidak maksimal memasarkan produk  mereka  kepada wisatwan mancanegara. Oleh karena itu  tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan kepada pedagang asongan di kawasan pantai Senggigi untuk meningkatkan kemampuan percakapan bahasa Inggris. Mitra dari pelatihan ini adalah pedagang asongan yang berjualan di kawasan wisata pantai Sengigi. Para pedagang asongan ini menjual berbagai souvenir, kaos dan pernak-pernik perhiasan. Metode dalam pelatihan dilakukan dengan menggunakan metode pelatihan menggunakan bahasa Inggris praktis dengan menggunakan bahasa Inggris ketika melakukan transaksi jual beli dengan pembeli . Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa kemampuan percakapan bahasa Inggris para pedagang asongan mengalami peningkatan  baik dari aspek kosakata, tata bahasa, pengucapan , kelancaran dan akurasi. Kata kunci: pedagang asongan; kawasan wisata; senggigi ABSTRACTSales of high-value souvenirs and crafts should give benefit for hawkers to get better profits. Good English skills are very important for hawkers to transact and provide explanations of the products they sell. The level of trust of tourists will be higher if the hawkers are able to transact and provide explanations when selling products. The language barrier faced by hawkers has not received much attention from local governments and stakeholders. This condition makes the hawkers do not optimally market their products to foreign tourists. Therefore the purpose of this activity is to provide training to hawkers in the Senggigi beach area to improve English conversation skills. The partners of this training are hawkers who sell in the Senggigi beach tourism area. These hawkers sell various souvenirs, t-shirts and jewelery trinkets. The training method is carried out using practical English training methods when making buying and selling transactions with buyers. The results of this empowerment activity show that the English conversation skills of the hawkers have increased both in terms of vocabulary, grammar, pronunciation, fluency and accuracy. Keywords: hawkers; tourism areas; senggigi
PEMANFAATAN IPTEKS BAGI MASYARAKAT: ESTOCK INVENTORY MANAGER PADA PRODUSEN KERUPUK KAMPUNG KERUPUK DUSUN TAMBAK BULAK KABUPATEN SIDOARJO Fauzatul Laily Nisa; Muhammad Ahmi Husein; Putra Perdana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.10674

Abstract

ABSTRAKKampung kerupuk memiliki keunggulan daya saing lokasi yang dekat dengan tulang punggung logistik di Indonesia yaitu Surabaya. Berada ditengah dua kota besar menyebabkan pengiriman dapat dilakukan dengan cepat dan efisien. Namun produsen masih belum mampu memaksimalkan keunggulan ini untuk meningkatkan produksi dan penjualan mereka. Salah satu faktor penghambat adalah karena manajemen stock opname yang masih sederhana, sehingga pencatatan dan pengelolaan persediaan menjadi terbatas. Intesep kebijakan yang dirancang untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memperkenalkan produsen dengan digitalisasi pencatatan dan sistem penyimpanan yang terkoneksi. Dengan menggunakan estock inventory management, produsen dapat secara efisien melakukan pencatatan dengan lebih presisi dan real time. Dari program yang telah dilaksanakan ditemukan fakta bahwa, meskipun hampir keseluruhan produsen berkeberatan untuk mengadopsi digitalisasi ini, namun setelah diberikan sosialiasi, hampir semua produsen akan menggunakan estock inventory ini secara kontinyu. Beberapa produsen yang enggan mengadopsi sistem terkendala karena masalah teknis dan tidak serta merta menghilangkan niat untuk menggunakan sistem tersebut dimasa yang akan datang Kata kunci: estock inventory management; kampung kerupuk sidoarjo; aplikasi berbasis internet. ABSTRACTKampung Kerupuk has the advantage of being close to Surabaya, the logistics backbone in Indonesia. with logistical advantage in the middle of two big cities, shipping and forwarding can be done quickly and efficiently. Although they have logistical advantage, producers are still not able to maximize this advantage to increase their production and sales. One of the inhibiting factors is that the management of stock taking is still traditional and conservative, so that the record and management of inventory is limited. The policy concept designed to address this problem is to introduce manufacturers to the digitization of records and connected storage systems. By using stock inventory management, manufacturers can efficiently record with more precision and real time. From the programs that have been implemented, it is found that, although almost all producers object to adopting this digitalization, after being given socialization, almost all producers will use this stock inventory continuously. Some producers who are reluctant to adopt the system are constrained by technical problems and do not necessarily eliminate the intention to use the system in the future Keywords: estock inventory management; kampung kerupuk sidoarjo; internet-based application.
MENUMBUHKAN KREATIVITAS MASYARAKAT MELALUI PENGOLAHAN HASIL LOKAL BERUPA JAGUNG GUNA MENINGKATKAN PENDAPATAN DI DESA SOKOWATEN KECAMATAN BANYUURIP KABUPATEN PURWOREJO Nenden Nur Annisa; Titin Ekowati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11532

Abstract

ABSTRAKDesa Sokowaten merupakan Desa penghasil jagung di wilayah Banyuurip. Hasil lokal tersebut belum dimanfaatkan secara maksilam oleh masyarakat setempat, melainkan hanya dijual langsung kepada pembeli dalam bentuk jagung, tidak diolah menjadi makanan yang berinovasi seperti keripik jagung dll.seiring berkembangnya teknologi serta kebutuhan yang ada dipasaran, maka dengan berinovasi dan kreativitas mengolah makanan milenial dari bahan jagung menjadi peluang baru untuk para penjual jagung ataupun para pelaku usaha makanan di daerah Banyuurip khususnya Desa Sokowaten. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan kepada masyarakat desa mengenai pengolahan bahan baku jagung menjadi makanan mileniel yaitu keripik jagung. Metode pelaksanaan dilakukan dengan pelatihan yang dilakukan dalam beberapa tahapan seperti tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil yang diperolah dalam kegiatan pengabdian ini adalah pengolahan sumber daya manusia melalui pelatihan pemanfaatan bahan pangan jagung menjadi produk di Desa Sokowaten, Banyuurip, Purworejo. Kata Kunci: pelatihan; masyarakat; produk lokal; jagung ABSTRACTSokowaten Village is a corn producing village in the Banyuurip area. These local products have not been utilized optimally by the local community, but are only sold directly to buyers in the form of corn, not processed into innovative foods such as corn chips etc. As technology develops and the needs on the market, then by innovating and creatively processing millennial food from Corn material is a new opportunity for corn sellers or food business actors in the Banyuurip area, especially Sokowaten Village. The purpose of this service is to provide training to rural communities regarding processing corn raw materials into millennial food, namely corn chips. The implementation method is carried out by training which is carried out in several stages such as the stages of preparation, implementation and evaluation. The results obtained in this service activity are the processing of human resources through training on the use of corn into products in Sokowaten Village, Banyuurip, Purworejo Keywords: training; community; local products; corn
SOSIALISASI, EDUKASI ,CLEAN UP DAN PEMBENTUKAN BANK SAMPAH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH ANORGANIK DI WILAYAH KELURAHAN KOTARAJA Ariswan Usman Aje; Lely Suryani; Stefanus Notan Tupen; Murdaningsih Murdaningsih; Natalia Peni; Kristianus J. Tute
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11618

Abstract

ABSTRAKKelurahan Kotaraja kecamatan Ende Utara Kabupaten Ende merupakan lokasi kegiatan pengabdian ini. Kelurahan ini merupakan salah satu kelurahan di Kabupaten Ende yang sebagian besar wilayahnya adalah wilayah pesisir. Pada kelurahan ini juga terdapat situs sejarah rumah pengasingan Bungkarno. Wilayah pesisir rentan dengan permasalahan sampah, hal itu pun juga terjadi pada wilayah kelurahan Kotaraja Kecamatan Ende Utara Kabupaten Ende. Berdasarkan hasil observasi ditemukan bahwa masih banyak sampah yang dibuang ke laut khususnya sampah anorganik. Untuk mengatasi masalah tersebut tim pengabdian Universitas Flores bekerjasama dengan Organisasi Anak Cinta Lingkungan Kabupaten Ende melakukan kegiatan pengabdian diwilayah tersebut. Adapun kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat dalam mengatasi masalah sampah, mengelolah dan memanfaatkan menjadi barang yang bernilai ekonomis melalui kegiatan sosialisasi. Kegiatan lainya adalah membentuk Kepengurusan organisasi Bank Sampah Kelurahan Kotaraja Kecamatan Ende Utara Kabupaten Ende serta melakukan kegiatan Clean up sampah diwilayah pesisir kelurahan Kotaraja. Adapun hasil dari kegiatan tersebut adalah adanya peningkatan pemahaman masyarakat terkait dengan pengelolaan sampah yang diukur dengan hasil test dimana terdapat peningkatan sebesar 59,2%. Kegiatan ini pun berhasil membentuk organisasi Bank Sampah Kelurahan Kotaraja.   Kata kunci: kotaraja; cleanup; sosialisasi; bank sampah. ABSTRACTKotaraja Village, North Ende District, Ende Regency is the location of this service activity. This village is one of the villages in Ende Regency, most of which are coastal areas. In this village there is also a historical site of Bungkarno's exile house. Coastal areas are vulnerable to waste problems, this also occurs in the Kotaraja village area, North Ende District, Ende Regency. Based on observations, it was found that there is still a lot of garbage thrown into the sea, especially inorganic waste. To overcome this problem, the Flores University service team in collaboration with the Ende Regency Children's Love for the Environment Organization carried out service activities in the area. The service activities carried out are providing education and understanding to the community in overcoming the problem of waste, managing and utilizing it into goods of economic value through socialization activities. Other activities are to form the management organization of the Waste Bank in Kotaraja Village, North Ende District, Ende Regency and carry out clean up activities for waste in the coastal area of Kotaraja Village. The result of these activities is an increase in public understanding related to waste management as measured by test results where there is an increase of 59.2%. This activity also succeeded in forming the Kotaraja Village Garbage Bank organization Keywords: Kotaraja; cleanup; socialization; trashbank.
PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN FERMENTASI DALAM RANGKA PENYEDIAAN PAKAN DI KELOMPOK TERNAK DESA PUHSARANG, KECAMATAN SEMEN, KOTA KEDIRI Budi Utomo; Erna Yuniati; Ardina Tanjungsari; Adib Norma Respati; Nuraidya Fajariah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11396

Abstract

Limbah pertanian dan peternakan yang tidak diolah dengan baik akan menyebabkan pencemaran lingkungan. Desa Puhsarang mempunyai limbah pertanian belum dilaksanakan secara     optimal, sehingga tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi dan pelatihan terkait pakan fermentasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei 2022 di Dusun Nglangu, Desa Puhsarang, Kecamatan Semen, Kota Kediri, Jawa Timur. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah anggota Kelompok Ternak di Desa Puhsarang. Metode yang digunakan sosialisasi, pelatihan secara teori dan praktek, serta pendampingan dalam pembuatan pakan fermentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pakan ternak fermentasi sangat berguna untuk mengatasi pakan ternak utamanya pada musim kemarau, sedangkan pengolahan limbah kotoran ternak menjadi kompos sangat berguna untuk menyuburkan tanah. Kegiatan pelatihan berjalan secara baik dan bermanfaat untuk mewujudkan kemandirian pakan dengan memanfaatkan limbah pertanian potensi lokal. Kegiatan pendampingan masih diperlukan untuk keberlanjutan program. Pakan ternak fermentasi mempunyai nilai nutrisi lebih baik dan lebih disukai ternak sehingga dapat meningkatkan produksi ternak dari bertambahnya bobot badan ternak.
PELATIHAN PENGOLAHAN BUAH NANAS MENJADI SELAI NANAS SEBAGAI PELUANG BISNIS WARGA Iis Oktavia; M. Wahyu Alfarisi; M. Asyraf Rally; Dedy Handoko; Try Wulandari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.10586

Abstract

ABSTRAKKecamatan Lembak yang berada di Desa Tapus merupakan salah satu daerah yang berada di Kabupaten Muara Enim yang memiliki potensi sumber daya alam yang sangat bagus. Kecamatan Lembak menjadi tujuan utama (Placeholder1)untuk pelaksanakan KKN - Tematik Universitas IGM. Salah satu potensi alam yang dimiliki Desa Tapus adalah perkebunan nanas. Di Desa Tapus ini memiliki jenis tanah yang kering yang mengandung pasir dan mengandung kapur yang rendah, dengan begitu sangat cocok untuk dibuat perkebunan nanas. Dengan adanya hasil nanas ini, banyak warga sekitar yang menjadikan nanas sebagai salah satu mata pencarian mereka. Namun sayangnya, dengan banyak warga yang mempunyai perkebunan nanas ini menjadikan harga nanas menjadi sangat rendah dan tidak dapat dimanfaatkan dengan baik. Maka dengan diadakannya pelaksanakan KKN - Tematik Universitas IGM ini, kami sebagai mahasiswa bertujuan untuk memajukan UMKM yang ada di Desa Tapus ini dengan membantu warga sekitar bagaimana cara memanfaatkan hasil nanas dengan baik, yaitu menjadikan selai, meneliti bahan pokok yang berpotensi dapat berkembang, dan mengajarkan bagaimana menjual, mempromosikan, bahkan memproduksi hasil nanas agar dapat diperjual belikan dengan harga yang tinggi dengan kualitas yang baik. Maka dari itu, kami sebagai mahasiswa berharap dapat membantu UMKM yang ada di Desa Tapus menjadi berkembang lebih baik lagi. Kata kunci: UMKM; pemberdayaan; nanas ABSTRACTLembak Subdistrict, located in Tapus Village, is one of the areas in Muara Enim Regency which has very good natural resource potential. Lembak District is the main goal for implementing the IGM University Thematic KKN. One of the natural potentials of Tapus village is pineapple plantation. In Tapus Village, the type of dry soil that contains sand and contains low lime is very suitable for making pineapple plantations. With the results of this pineapple, many local residents who make pineapple as one of their livelihoods. But unfortunately, with many people who have pineapple plantations, the price of pineapple is very low and cannot be used properly. So with the implementation of the IGM University Thematic Community Service Program, we as students aim to advance MSMEs in Tapus Village by helping local residents how to make good use of pineapple products, namely making jam, researching staple ingredients that have the potential to grow, and teaching how to sell, promote, and even produce pineapple products so that they can be traded at high prices with good quality. Therefore, we as students hope to help SMEs in Tapus village to develop even better. Keywords: UMKM; empowerment; pineapple
PENINGKATAN KEMAMPUAN DATA ANALYTIC MELALUI PELATIHAN ASEAN DATA SCIENCE EXPLORERS MENGGUNAKAN SAP ANALYTIC CLOUD Estu Sinduningrum; Firman Noor Hasan; Ahmad Rizal Dzikrillah; Arien Bianingrum Rossianiz; Dimas Febriawan; Irawati Irawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.10734

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kerjasama kawan menggunakan ASEAN Foundation dan SAP. Pada tanggal 12 Maret 2021 kegiatan yang dilaksanakan secara virtual ini menggunakan platform Meeting Room dan Virtual Classroom. Peserta berasal dari mahasiswa dari Fakultas Teknik Universitas Dr.Hamka (UHAMKA) Jakarta. Metode yang digunakan untuk menguji manfaat dari perangkat lunak SAP Analytics Cloud ini berupa pelatihan dengan melakukan teknik pengumpulan data populasi Fakultas Teknik Uhamka. Kuesioner yang diberikan kepada mahasiswa berhubungan dengan uji validasi dan kebenaran penyampaian materi pelatihan. Lalu kualitas pengumpulan data yang sesuai dengan realitas saat ini dengan menggunakan instrumen kuantitatif kualitas. Hasil evaluasi ini yaitu terdapat 40 mahasiswa yang bersedia mengikuti kompetisi SAP Analitycs Cloud. Dengan dilaksanakannya kegiatan pelatihan ini sebanyak 85,76% peserta training sudah menaruh pemahaman mengenai SAP Analytics Cloud untuk menjawab tantangan era Revolusi Industri 4.0 mengenai analisis data. Kata Kunci: analisis data; revolusi industri 4.0; SAP analytics cloud ABSTRACTThis community service activity was motivated by the collaboration of friends using the ASEAN Foundation and SAP. On March 12, 2021, this virtual activity will use the Meeting Room and Virtual Classroom platforms. Participants came from students from the Faculty of Engineering, Dr. Hamka University (UHAMKA) Jakarta. The method used to test the benefits of the SAP Analytics Cloud software is in the form of training by performing population data collection techniques, Faculty of Engineering, Uhamka. Questionnaires given to students relate to the validation test and the correctness of the delivery of training materials. Then the quality of data collection in accordance with current reality by using quality quantitative instruments. The results of this evaluation are that there are 40 students who are willing to take part in the SAP Analytics Cloud competition. With the implementation of this training activity, 85.76% of the training participants have an understanding of SAP Analytics Cloud to answer the challenges of the Industrial Revolution 4.0 era regarding data analysis. Keywords: data analysis; industrial revolution 4.0; SAP analytics cloud
PENINGKATAN PENGETAHUAN HIGIENE MULUT DAN TANGAN PADA MURID SD DAN MADRASAH DI DESA TEGAL MIJIN BONDOWOSO Siti Hamidah; Nafila Syahrani; Dwi Mutia Hassny; Widya Lestari; Risang Hadi Wasesa; Yudha Nurdian
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.10830

Abstract

ABSTRAKMasa anak usia dini merupakan masa keemasan untuk mengajarkan dan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sehingga nantinya dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari. Anak yang sudah terbiasa hidup sehat diharapkan bisa menjadi pelopor hidup sehat bagi lingkungan sekitarnya. Rendahnya kesadaran dan minimnya pengetahuan mengenai personal hygiene pada anak usia dini membuat mereka masih membutuhkan bimbingan serta contoh dari orang dewasa yang lebih mengerti untuk melakukan personal hygiene. Memberikan edukasi mengenai personal hygiene terutama menyikat gigi dan mencuci tangan dapat mencegah berbagai penyakit seperti diare, cacingan, ISPA, dan penyakit lainnya. Menyikat gigi dengan baik dan benar dapat mencegah karies gigi atau gigi berlubang. Begitu pun dengan mencuci tangan dengan prosedur yang tepat dapat mencegah berbagai bakteri penyebab penyakit masuk ke dalam tubuh. Beberapa hal yang menjadi latar belakang diadakannya penyuluhan adalah seperti contohnya anak-anak yang makan tanpa mencuci tangannya terlebih dahulu serta beberapa anak yang bercerita bahwa dirinya enggan menyikat gigi pada malam hari karena alasan mengantuk dan malas. Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan di SD serta Madrasah Desa Tegal Mijin, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak mengenai pentingnya personal hygiene berupa menyikat gigi yang baik dan benar serta mencuci tangan secara tepat dengan 6 langkah, menggunakan sabun dan air mengalir. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah dan demonstrasi menggunakan alat peraga dan media edukatif. Hasil dari kegiatan ini yaitu siswa SD dan madrasah semakin memahami dan mampu mempraktekkan cara menyikat gigi dan lidah serta 6 langkah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir yang baik dan benar. Kata kunci: higiene; menyikat gigi; mencuci tangan; penyuluhan kesehatan. ABSTRACTEarly childhood is a golden age for teaching and getting used to clean and healthy living behaviors (PHBS) so that later they can be applied in daily life. Children who are used to living healthy are expected to be pioneers of healthy living for their surroundings. Low awareness and lack of knowledge about personal hygiene in young children means that they still need guidance and examples from adults who understand more about personal hygiene. This is related to the phenomenon that occurs in children in Tegal Mijin Village who often eat without washing their hands first and some children are reluctant to brush their teeth at night for reasons of sleepiness and laziness. Therefore, providing education about personal hygiene, especially brushing teeth and washing hands can prevent various diseases such as diarrhea, intestinal worms, ARI, and other diseases. Brushing your teeth properly and correctly can prevent dental caries or cavities. Likewise, washing hands with the right procedure can prevent various disease-causing bacteria from entering the body. This counseling activity was carried out at SD and Madrasah Tegal Mijin Village, Grujugan District, Bondowoso Regency with the aim of increasing children's knowledge about the importance of personal hygiene in the form of brushing teeth properly and correctly and washing hands properly with 6 steps, using soap and running water. The method used in this activity is health counseling with lecture and demonstration methods using visual aids and educational media. The results of this activity were that elementary school and madrasah students increasingly understood and were able to practice how to brush their teeth and tongue as well as the 6 steps of washing hands with soap and running water which is good and right. Keywords: personal hygiene; brushing teeth; washing hands; health education.
SOSIALISASI PEMANFAATAN IKAN BANDENG DI KAMPUNG SALOK LAY MENJADI OLAHAN BANDENG PRESTO Meidi Arisalwadi; Fadli Robiandi; Andhi Sanjaya Putra; Jesika Br Ginting; Muhammad Syahrul Saputra; Regita Cahya Chairunnisa; Baginta Veron Taringan; Fredderik Yodianto; Ikhsan Anugrah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11793

Abstract

ABSTRAKIkan bandeng merupakan jenis ikan yang sangat digemari oleh masyarakat karena mempunyai kandungan gizi yang baik yakni kandungan protein tinggi. Ikan bandeng di Kampung Salok Lay sangat melimpah namun belum dilakukan pengolahan yang maksimal untuk meningkatkan nilai jualnya. Selain itu, kelompok tambak di Kampung Salok Lay kesulitan dalam menjual hasil panennya karena ukuran ikan yang di minta oleh pembeli dalam jumlah yang banyak tidak sama rata. Hal ini, disebabkan juga oleh minimnya bibit dengan kualitas bagus dan harga pakan yang tinggi. Ikan Bandeng hasil panen lebih banyak di jual ke pasar tradisional dengan harga relative murah sehingga sering kali mengakibatkan kerugian kepada para kelompok tambak ikan. Perlu dilakukan alternative pengolahan ikan bandeng, yaitu menjadi ikan bandeng presto. Dan membuat desain kemasan produk ikan bandeng agar mempunyai nilai jual yang cukup tinggi. Metode yang diterapkan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini adalah memberikan sosialisasi dan pelatihan cara pengolahan ikan bandeng presto. Dari kegiatan ini masyarakat Salok Lay RT 09 sangat antusias mengikuti kegiatan ini terbukti dengan tingkat kehadiran masyarakat sejumlah 10 orang, yang merupakan pemilik tambak ikan bandeng. Kata kunci : ikan bandeng; tambak; presto ABSTRACTMilkfish is a type of fish that is very popular with the community because it has good nutritional content, namely high protein content. Milkfish in Kampung Salok Lay is abundant but has not been processed optimally to increase its selling value. In addition, the pond group in Kampung Salok Lay has difficulty selling their harvests because the size of fish demanded by buyers in large quantities is not the same. This is also due to the lack of good quality seeds and high feed prices. As a result, most harvested milkfish are sold to traditional markets at relatively low prices, which often results in losses for fish pond groups. Therefore, it is necessary to do alternative processing of milkfish to become presto milkfish. And make a packaging design for milkfish products, so they have a reasonably high selling value. The method applied to this community service activity (PkM) is to provide socialization and training on processing presto milkfish. The people of Salok Lay RT 09 were enthusiastic about participating in this activity, as evidenced by the presence of 10 who are owners of milkfish ponds. Keywords: milkfish; pond; presto
PELATIHAN MANAJEMEN KEUANGAN PRODUKSI PIZKUKER UNTUK PENGEMBANGAN KECAKAPAN HIDUP ANAK PA BAITUR ROHMAN AL-AMANAH Rahaju Rahaju; Udik Yudiono; Tatik Retno Murniasih; Esa P.B.G.G. Patridina; Nur Farida; Siti Halimatus Sakdiyah; Vivi Suwanti; Rahutami Rahutami; Djoko Adi Susilo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11616

Abstract

ABSTRAKPendidikan di Panti Asuhan Baitur Rohmah Al-Amanah diarahkan pada pengembangan jiwa kewirausahaan agar kelak anak asuh dapat hidup secara mandiri dan menjadi pelopor pemberdayaan masyarakat. Hal ini dilakukan melalui rintisan usaha produksi pizza dan kue kering. Akan tetapi, usaha ini belum disertai dengan pengetahuan dan keterampilan cara mengelola keuangan, sehingga usaha pizza dan kue kering belum terlalu berkembang. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ditujukan pada pemberian pengetahuan dan keterampilan manajemen keuangan. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan manajemen keuangan. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan metode penugasan, observasi, dan wawancara. Hasil kegiatan pelatihan dan pendampingan meningkatkan 80% pengetahuan dan keterampilan mitra dalam manajemen keuangan berupa keterampilan mitra dalam menentukan harga pokok, menentukan harga jual yang layak, serta menentukan laba dan rugi. Seluruh kegiatan pengabdian berjalan sesuai dengan rencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat dilanjutkan pada pembuatan label atau merek pizza dan kue kering, manajemen pemasaran, dan pengurusan P-IRT. Kata kunci: manajemen keuangan; pizkuker; panti asuhan. ABSTRACTEducation at Baitur Rohmah Al-Amanah orphanage is directed at developing an entrepreneur spirit so in the future, the foster children can live independently and become pioneers of community empowerment. This is done through a pioneering pizza and pastry production business. However, this business has not been accompanied by knowledge and skills on how to manage finances, so the pizza and pastry business has not been very well developed. Therefore, this community service activities are aimed at providing financial management knowledge and skills. The method used is financial management training and assistance. Evaluation of activities is carried out by the method of assignment, observation, and interviews. The results of training and mentoring activities increase 80% of partners' knowledge and skills in financial management are in the form of the partner skills in determining cost of goods, determining a reasonable selling price, and determining profit and loss. All service activities went according to plan. This community service activity is expected to be continued in making pizza and pastry labels or brands, marketing management, and managing P-IRT. Keywords: financial management; pizkuker; orphanage..

Page 98 of 272 | Total Record : 2711