cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
PENGARUH BOKASI KASGOT DAN UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KAILAN PADA TANAH GAMBUT Boby, Faskalis; Zulfita, Dwi; Rahmidiyani, Rahmidiyani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3852

Abstract

The Kailan plant (Brassica oleraceae) is a type of leaf vegetable which is a type of cabbage and is a relatively new plant. The use of peat soil as a plant growing medium is faced with several obstacles, including poor chemical properties, insufficiently available nutrients, and high soil acidity levels with a pH between 3-5. One effort to improve the chemical properties of peat soil is by applying casgot fertilizer and urea fertilizer. This research aims to obtain the best dose from the interaction of giving casgot and Urea on the growth and yield of kailan on peat soil. This research was carried out at a location located on Jl. Sepakat 2, Gg. Racana Pontianak Untan, Provinsi Kalimantan Barat. The research was carried out on  2 July 2023 - 23 September 2023. This research used a Completely Randomized Factorial Design (RAL), consisting of 2 factors. The first factor is casgot (k): kl ≈ 37.5 g/polybag, k2 ≈ 75 g/polybag, k3 ≈ 112.5g/polybag. The second factor is Urea fertilizer (u): nl ≈ 0.4 g/plant, u2 ≈ 0.8 g/plant and u3 ≈ 1.2 g/plant. The variables observed in this study included the number of leaves (strands), plant height (cm), leaf area (cm²), root volume (cm³), plant dry weight (g) and plant fresh weight (g). The results of the research showed that there was no interaction between giving casgot and urea fertilizer that was best for your growth and yield on peat soil, but the interaction between giving casgot and urea fertilizer which was effective for your growth and yield on peat soil was shown by the interaction of giving 6 tons of casgot. /ha is equivalent to 75g/polybag and urea fertilizer at a dose of 100kg/ha is equivalent to 0.4g/plant Keywords: Casgot, Kailan, Peat Soil, Urea INTISARITanaman Kailan (Brassica oleraceae) merupakan salah satu jenis sayuran daun yang termasuk jenis kubis-kubisan dan merupakan tanaman yang relatif baru.   Pemanfaatan tanah gambut sebagai media tumbuh tanaman dihadapkan pada beberapa kendala, diantaranya sifat kimia yang kurang baik, unsur hara yang kurang tersedia, serta tingkat kemasaman tanah yang tinggi dengan pH antara 3-5. Salah satu upaya untuk meningkatkan sifat kimia tanah gambut adalah dengan pemberian bokasi Kasgot dan pupuk Urea. Penelitian ini bertujuan mendapatkan dosis terbaik dari interaksi pemberian bokasi Kasgot dan Urea terhadap pertumbuhan dan hasil kailan pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jl. Sepakat 2, Gg. Racana Untan Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian dilaksanakan pada 2 juli 2023 - 23 September 2023. Penelitian ini menggunakan Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu Bokasi Kasgot (K) kl ≈ 37,5 g/polybag, k2 ≈ 75 g/polybag, k3 ≈ 112,5g/polybag. Faktor kedua yaitu pupuk Urea (U): nl ≈ 0,4 g/tanaman, u2 ≈ 0,8 g/tanaman dan u3 ≈ 1,2 g/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi jumlah daun (helai), tinggi tanaman (cm), luas daun (cm²), volume akar (cm³), berat kering tanaman (g) dan berat segar tanaman (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ditemukan interaksi pemberian bokasi Kasgot dan pupuk Urea yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kailan pada tanah gambut tetapi interaksi pemberian bokasi kasgot dan pupuk urea yang efektif untuk pertumbuhan dan hasil kailan pada tanah gambut ditunjukan dengan interaksi pemberian bokasi Kasgot dosis 6 ton/ha setara dengan 75g/polybag dan pupuk Urea dengan dosis 100kg/ha setara dengan 0,4g/tanaman Kata Kunci: Bokasi Kasgot, Gambut, Kailan, Urea.
KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHA KELOMPOK TANI CABAI MERAH DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN ANGGOTA KELOMPOK TANI DESA SIDODADI RAMUNIA, KECAMATAN BERINGIN, KABUPATEN DELI SERDANG Lubis, Wildani; Gurning, Riris Nadia Syafrilia; Intan, Dian Retno; Purba, Khairul Fahmi; Kabeakan, Nana Trisna Mei Br
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3880

Abstract

Juli Tani farmer’s group in Sidodadi Ramunia Village, Beringin District, Deli Serdang Regancy was a responden in reseach of “Contribusi Income of Chili Farmer’s Group in Improving the Welfare of Farmer’s Group”. This research to determine the income contribution of chili processing bussines  in Sidodadi Ramunia Village, Beringin District, Deli Serdang Regancy for red chili into other product. The research was conducted for three month (May-July, 2022) with the conclusion that contribution of the red chili as 35,24 percent to income with the income obtained from the red chili processing farmer’s group (chili sauce) amount to IDR 6,827,655. Keyword : Contribution, Famer’s group, Income, Red chili. INTISARI Kelompok Tani ”Juli Tani” di Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang merupakan responden pada penilitian yang berjudul Kontribusi Pendapatan Usaha Kelompok Tani Cabai Merah dalam Peningkatan Kesejahteraan Anggota Kelompok Tani. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pendapatan usaha pengolah cabai yang merupakan sentra cabai merah dan pengolah cabai merah menjadi produk lainnya. Penelitian dilakukan selama tiga bulan (Mei – Juli 2022) dengan kesimpulan bahwa usaha pengolahan cabai merah memberikan kontribusi pendapatan sebesar 35,24 persen dengan pendapatan yang diperoleh dari usaha kelompok tani pengolah cabai merah (saos cabai) sebesar Rp 6.827.655,-. Kata kunci : Cabai merah, Kelompok tani, Kontribusi, Pendapatan
FLUKTUASI MUKA AIR DAN BEBERAPA SIFAT FISIKA- KIMIA TANAH PADA LAHAN GAMBUT BERKANAL DI KABUPATEN KUBU RAYA Triatmojo, Leo Pamungkas; Nusantara, Rossie Wiedya; Gusmayanti, Evi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3981

Abstract

Peat restoration through canal blocking construction have been done in Kubu Raya Regency since 2018. To determine the effectiveness of canal blocking, it is necessary to analyze the impact on the peatland. This study aims to analyze the groundwater level fluctuation and several soil physico-chemical properties on drained peatland in Kubu Raya Regency. The main concept of this study is to measure at the groundwater level fluctatution and severeal soil physico-chemical properties in two fields. The fields were drained peatland affected by canal blocking and cultivation activity (UT), and drained peatland with bushes vegetation without canal blocking (SB), which is both fields with it upstream and downstream side. The main parameters in this study were the depth of the groundwater level, soil moisture, bulk density, porosity, permeability rate, hydraulic coductivity, C-Organic and ash content. The supporting parameters in this study were the thickness and maturity of the peat, the dimensions of the canal, and the canal water level. The results of this study then analyzed statistically and descriptively. The results showed that UT field has more stable on its groundwater level fluctuation at the upstream side than the downstream side. Otherwise, the upstream and downstream on SB fields has the same characters on its groundwater level fluctuations. In case on soil moisture, there was a significant difference at soil moisture between the upstream and downstream of UT fields. Otherwise, soil moisture on SB field were not significantly different. Even there are differences in groundwater level characteristics on UT and SB fields, the T-test results show that the physico-chemical properties of both fields are not significantly different. In addition, the correlation test shows that the depth of the groundwater level on both areas is influenced by the depth of the channel water level which is also influenced by rainfall. Keywords: Canal blocking, groundwater level, peatland, soil physical properties, soil chemical properties INTISARIRestorasi gambut lewat sekat kanal telah diterapkan di Kabupaten Kubu Raya sejak 2018. Dalam melihat efektivitasnya, maka sangat penting untuk menganalisis dampak sekat kanal terhadap lahan gambut itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fluktuasi muka air dan beberapa sifat fisika-kima tanah pada lahan gambut berkanal di Kabupaten Kubu Raya. Konsep utama penelitian ini adalah untuk mengukur fluktuasi muka air dan sifat fisika-kimia tanah pada dua lahan. Lahan yang dimaksud diantaranya lahan gambut berkanal yang terpengaruh bangunan sekat dan aktivitas pertanian (UT), dan lahan gambut berkanal tanpa sekat yang bervegetasi semak belukar (SB), dimana kedua lahan ini masing-masing akan dilihat posisi hulu dan hilirnya. Parameter utama pada penelitian ini diantaranya kedalaman muka air tanah, kadar air tanah lapangan, bobot isi, porositas total, laju permeabilitas, konduktivitas hidrolik, C-organik, dan kadar abu. Parameter pendukung pada penelitian ini diantaranya ketebalan dan kematangan gambut, dimensi kanal, dan muka air saluran kanal. Hasil penelitian kemudian dianalisis secara statistik dan deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa fluktuasi muka air pada sisi hulu lahan UT lebih stabil jika dibandingkan dengan sisi hilirnya. Disisi lain, sisi hulu dan hilir lahan SB memiliki karakter fluktuasi muka air yang sama. Pada kadar air tanah lapangan, terdapat perbedaan secara signifikan pada sisi hulu dan hilir lahan UT, sedangkan sisi hulu dan hilir lahan SB tidak berbeda. Walaupun terdapat perbedaan pada fluktuasi muka air tanah lahan UT dan SB, hasil uji T menunjukkan bahwa sifat fisika-kimia kedua lahan ini tidak berbeda signifikan. Sebagai tambahan, uji korelasi menunjukkan bahwa kedalaman muka air tanah pada kedua lahan dipengaruhi oleh kedalaman muka air saluran yang juga dipengaruhi oleh curah hujan. Kata Kunci : Gambut, muka air tanah, sekat kanal, sifat fisika tanah, sifat kimia tanah
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH KELOMPOK TANI GEMAH RIPAH DALAM PENGOLAHAN PRODUK BAYAM BRAZIL DI KELURAHAN BAUSASRAN KOTA YOGYAKARTA Loi, Andi Julyanto; Sulistiya, Sulistiya; Hariadi, Untoro
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.4005

Abstract

The purpose of this research was to identify how benefits of community empowerment obtained from the use of Brazilian Spinach carried out by Kelompok tani Gemah Ripah in Bausasran Village; This was a Qualitative research with descriptive analysis desain of study. Data was aqquired from 11-14 informants who were dominated the conditions. The research location was determined as purposively based on primary data criteria regarding Brazilian spinach by the Kelompok tani Gemah Ripah as Farmers Group in Bausasran Village, Danurejan District, Yogyakarta City. The informants are residents or communities involved in the group as Kelompok tani Gemah Ripah. The informants within were selected by Purposive Sampling and Snowball Sampling methods. As to generated the data was reducted using the Narrative-Descriptive Analyze Section; The research result shows that Kelompok tani Gemah Ripah is affordable to empower the community through processing Brazilian spinach products with relevant benefits in the form of strengthening community potential, breaks out the business opportunities, brings on a tourist attarction as agrotourism, careers opportunities and collaboration. Keywords: Community Empowerment; Kelompok Tani Gemah Ripah; Brazillian Spinach INTISARIPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui: “Manfaat pemberdayaan masyarakat yang diperoleh dari pemanfaatan bayam brazil yang dilakukan oleh Kelompok tani Gemah Ripah di Kelurahan Bausasran”. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Lokasi penelitian ditentukan secara Purposive berdasarkan kriteria data primer tentang bayam Brazil oleh Kelompok tani Gemah Ripah di Kelurahan Bausasran, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta. Informan merupakan warga atau masyarakat yang terlibat dalam Kelompok tani Gemah Ripah. Informan dipilih dengan metode Purposive Sampling dan Snowball Sampling diambil sebanyak 11-14 orang informan. Data analisis dengan cara Descriptive Naratif; Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok tani Gemah Ripah mampu memberdayaan masyarakat melalui pengolahan produk bayam brazil dengan manfaat yang relevan berupa kemapanan potensi, mandiri menciptakan peluang usaha, menciptakan destinasi wisata, menciptakan karir dan kerjasama. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Kelompok tani Gemah Ripah, Bayam Brazil
PENGARUH PUPUK CAIR MULTIFUNGSI TERHADAP KESUBURAN TANAH PADA BIBIT TANAMAN MANGGA (Mangifera indica ) HASIL SAMBUNG PUCUK Tarigan, Yeremia E.; Wasito, M.; Sajar, Suryani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3808

Abstract

Mango (Mangifera indica) is one species of the mango family that is widely spread in Indonesia. In addition to its sweet and refreshing taste, mangoes also have good properties for health. Mango plants can live at temperatures between 24-27 °C, with rainfall between 750-2500 mm per year, in areas with dry seasons for 3 months. The research was conducted on Jl Madura, Kelurahan Pahlawan, Binjai City, North Sumatra Province, from January to March 2023. This study used the Non-Factorial Group Randomized Design (RAK) experimental method with 4 levels of treatment (0 ml/liter water, 2 ml/liter water, 4 ml/liter water, and 6 ml/liter water) so that there were 16 experimental units. Each experimental unit consists of 3 sample plants, bringing the total plant to 48 experimental units. Observation variables in this study include plant height, number of leaves, leaf area, number of branches, trunk diameter, and branch length. Keywords : Mango Plant, Multi-functional liquid fertilizer INTISARI            Mangga (Mangifera indica) merupakan salah satu spesies dari famili buah mangga yang banyak tersebar di wilayah Indonesia. Selain rasanya yang manis dan menyegarkan, buah mangga juga memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan. Tanaman mangga dapat hidup pada temperatur antara 24-27°C, dengan curah hujan antara 750-2500 mm per tahun, didaerah dengan musim kering selama 3 bulan. Penelitian dilakukan di Jl  Madura, Kelurahan Pahlawan, Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara, Pada Bulan Januari  sampai dengan Maret 2023. Penelitian ini menggunakan metode percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan 4 taraf perlakuan (0 ml/liter air, 2 ml/liter air, 4 ml/liter air, dan 6 ml/liter air) sehingga terdapat 16 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 3 tanaman sampel, sehingga total keseluruhan  tanaman 48 unit percobaan. Variabel pengamatan pada penelitian ini meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah cabang, diameter batang, dan panjang cabang. Kata Kunci : Tanaman Mangga, Pupuk cair multi fungsi
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN SEMANGKA DAN KACANG HIJAU DI DESA SAYANG SEDAYU KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS Mudim, Mudim; Riduansyah, Riduansyah; Manurung, Rinto
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3994

Abstract

The lack of information regarding land potential, suitability of land use and land management actions has resulted in less than optimal agricultural productivity in Sayang Sedayu Village. The research aims to identify land characteristics, determine land suitability at the sub-class level and determine the limiting factors that influence land suitability, and provide suggestions for improving land quality based on land suitability class data. The research was carried out from May to August 2022. The results showed that the research area had 6 land map units and there were 2 types of soil, namely Typic Sulfaquent and Typic Fluvaquent. The actual land suitability classification for watermelon plants has the criteria S3-wa,nr,xs at SPL 1, 2, 4 and 5 and N-rc,xs at SPL 3 and 6. The actual land suitability classification for mung bean plants has the S3-wa criteria ,nr,xs at SPL 1, 4 and 5. S3-wa,nr,na,xs at SPL 2, and N-xs at SPL 3 and 6. With the toughest limiting factors, namely rainfall, humidity, effective depth, base saturation (KB), soil pH and sulfidic depth. The potential land suitability classification for watermelon plants is S2-wa at SPL 1, 2, 4 and 5 and S2-wa,rc,xs at SPL 3 and 6. Meanwhile for mung bean plants, the potential land suitability class is S2-t,wa at SPL 1, 2, 4 and 5 and S2-t,wa,xs at SPL 3 and 6. Keywords: Land Suitability, Watermelon, Mung Beans, Sayang Sedayu INTISARIMinimnya informasi mengenai potensi lahan, kesesuaian penggunaan lahan dan tindakan pengelolaan lahan menyebabkan kurang maksimalnya produktivitas pertanian di Desa Sayang Sedayu. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi karakterisitk lahan, menentukan kesesuaian lahan pada tingkat sub kelas dan mengetahui faktor-faktor pembatas yang berpengaruh terhadap kesesuaian lahan, dan memberikan saran perbaikan kualitas lahan berdasarkan data kelas kesesuaian lahan. Penelitian dilakukan mulai dari bulan Mei sampai Agustus 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada daerah penelitian memiliki 6 satuan peta lahan dan terdapat 2 jenis tanah yaitu Typic Sulfaquent dan Typic Fluvaquent. Klasifikasi kesesuaian lahan aktual untuk tanaman semangka memiliki kriteria S3-wa,nr,xs pada SPL 1, 2, 4 dan 5 dan N-rc,xs pada SPL 3 dan 6. Klasifikasi kesesuaian lahan aktual untuk tanaman kacang hijau memiliki kriteria S3-wa,nr,xs pada SPL 1, 4 dan 5.  S3-wa,nr,na,xs pada SPL 2, serta N-xs pada SPL 3 dan 6. Dengan faktor pembatas terberat yaitu curah hujan, kelembaban, kedalaman efektif, kejenuhan basa (KB), pH tanah dan kedalaman sulfidik. Klasifikasi kesesuaian lahan potensial untuk tanaman semangka S2-wa pada SPL 1, 2, 4 dan 5 serta S2-wa,rc,xs pada SPL 3 dan 6. Sedangkan untuk tanaman kacang hijau memiliki kelas lesesuaian lahan potensial S2-t,wa pada SPL 1, 2, 4 dan 5 serta S2-t,wa,xs pada SPL 3 dan 6.  Kata kunci: Kesesuaian Lahan, Semangka, Kacang Hijau, Sayang Sedayu
EFEKTIFITAS PUPUK NPK LAPIS NANO KITOSAN TERHADAP PELEPASAN UNSUR HARA NITROGEN PADA TANAMAN SAWI PAKCOY Soekamto, Muhammad Bagus Bima; Purwadi, Purwadi; Mindari, Wanti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3771

Abstract

Slow Release Fertilizer (controlled release fertilizer) is a type of fertilizer with the release of nutrients that can be adjusted to the needs of a plant. Fertilizer that is coated with a semi-permeable material will not dissolve easily in water so that the fertilizer that has been coated is not easily washed off or evaporated. One of the semipermeable materials is chitosan, chitosan is later added to coat a nutrient which will be applied to the soil to absorb and keep the nutrients available and not wasted into the environment. Purpose of this study was to determine the effectiveness of chitosan-coated NPK fertilizer on nitrogen release and interactions with mustard greens. Method used Chitosan-coated NPK fertilizer was given according to the dosage set for each treatment and the results showed that the release of nitrogen elements from chitosan-coated urea fertilizer into the soil proved that nutrients were released more slowly, and conclusions obtained from research There is a real interaction in the treatment of chitosan against Nitrogen in plants. The suggestion from the researcher is based on the need to analyze other parameters to support the completeness of the research on the use of chitosan.Key-words: Chitosan, Slowrelease, PlantINTISARIRendahnya kandungan unsur N dapat menghambat pertumbuhan suatu tanaman dan menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, jumlah anakan atau percabangan menjadi sedikit. Oleh sebab itu maka diperlukan penambahan bahan yang dapat mengontrol pelepasan nitrogen pada pupuk sebagai upaya meningkatkan ketersediaan Nitrogen bagi tanaman. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 05 Desember 2022 hingga tanggal 20 Maret 2023 bertempat di Lahan Green House Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap 2 faktorial. Faktorial pertama yaitu grade NPK dan factorial kedua dosis penggunaan kitosan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kitosan mampu memperlambat proses pelepasan unsur hara pada tanah, berdasarkan hasil sidik ragam terdapat interaksi nyata pada Grade pupuk NPK 20 – 16 – 16 dengan kombinasi kitosan 0,2 gram memberikan hasil yang nyata pada melambatnya unsur hara Nitrogen dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Kata kunci: Kitosan, Pelepasan, Nitrogen
KARAKTER MORFOLOGI DAN HASIL JAGUNG MANIS DENGAN PENGURANGAN PUPUK N, P, K DAN TAKARAN PUPUK HAYATI PADA LAHAN GAMBUT Zulfita, Dwi; Hariyanti, Agus; Budi, Setia; Rahmidiyani, Rahmidiyani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3864

Abstract

Increasing sweet corn production can be done through fertilizing N, P, K and applying various doses of biological fertilizer. This research was conducted on farmers' land in Rasau Jaya 2 Village, Kubu Rara Regency. The research was carried out on 14 August - 27 October 2023. The research aims to obtain the best interaction between doses of N, P, K fertilizer and biological fertilizer on the growth and yield of sweet corn on peat land. The research used a factorial randomized block design consisting of 2 factors. The first factor is the dose of N, P, K (A) fertilizer with 3 levels, namely: a1 (300 kg Urea/ha, 150 kg SP-36/ha, 100 kg KCl/ha), a2 (225 kg Urea/ha, 112 .5 kg SP-36/ha, 75 kg KCl/ha) and a3 (150 kg Urea/ha, 75 kg SP-36/ha, 50 kg KCl/ha). The second factor is the dosage of biological fertilizer (P) with 3 levels, namely: p1 (45 kg/ha), p2 (60 kg/ha) and p3 (75 kg/ha). The research results showed an interaction between N, P, K fertilizer at 75% of the recommended dose (225 kg Urea/ha, 112.5 kg SP-36/ha, 75 kg KCl/ha) and biological fertilizer at a dose of 60 kg/ha which showed Morphological characters and yields of sweet corn are best on peat soil. Keyword: Biological Fertilizer, Sweet Corn, N, P, K Fertilizer, Peat.INTISARIPeningkatan produksi jagung manis dapat dilakukan melalui pemupukan N, P, K dan pemberian berbagai takaran pupuk hayati. Penelitian ini dilakukan di lahan petani di Desa Rasau Jaya 2 Kabupaten Kubu Rara.  Penelitian dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus - 27 Oktober 2023. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan interaksi terbaik antara dosis pupuk N, P, K dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada lahan gambut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial  yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah takaran pupuk N, P, K (A) dengan 3 aras yaitu: a1 (300 kg Urea/ha, 150 kg SP-36/ha, 100 kg KCl/ha), a2 (225 kg Urea/ha, 112,5 kg SP-36/ha, 75 kg KCl/ha) dan a3 (150 kg Urea/ha, 75 kg SP-36/ha, 50 kg KCl/ha). Faktor kedua adalah takaran pupuk hayati (P) dengan 3 aras yaitu: p1 (45 kg/ha), p2 (60 kg/ha) dan p3 (75 kg/ha). Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara pupuk N, P, K dengan 75% dari takaran anjuran (225 kg Urea/ha, 112,5 kg SP-36/ha, 75 kg KCl/ha) dan pupuk hayati dosis 60 kg/ha yang menunjukkan karakter morfologi dan hasil jagung manis yang terbaik pada tanah gambut.Kata Kunci: Pupuk Hayati, Jagung manis, Pupuk N, P, K, Gambut.
PERBANDINGAN KELAYAKAN USAHA SAPI PERAH SAAT DAN PASCA WABAH PENYAKIT MULUT DAN KUKU Pinaduta, Titus Edi; Maria, Maria
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3726

Abstract

Dairy farmers in Banyuanyar Village suffered losses due to an outbreak of Foot and Mouth Disease (FMD). Dairy cows experienced a decrease in milk production, which resulted in low farmer income during the FMD outbreak. This study aimed to determine: (1) total costs incurred by dairy cattle business during and after FMD outbreak, (2) dairy cattle business income during and after FMD outbreak, (3) dairy cattle business income during and after FMD outbreak, and (4) comparison of dairy cattle business feasibility during and after FMD outbreak. Purposive sampling technique was used. The data analysis technique used BEP and R/C ratio. The results of this study obtained no difference from the t test of total costs during and after FMD. While income decreased drastically during FMD because the amount of milk production decreased by 230%. The R/C Ratio value during FMD is 0.59 or not feasible while post FMD is 2.02 or feasible to run. Price and Production BEP values during FMD were below breakeven or unprofitable (Rp.12,186,-/liter, 1,787 liters). While post FMD has a value of BEP Price and Production above the break-even point or profitable (Rp.3,744,-/liter, 1,695 liters). Keywords: dairy cattle business, business feasibility, foot and mouth disease INTISARI Peternak sapi perah di Desa Banyuanyar mengalami kerugian akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Sapi perah mengalami penurunan produksi susu sehingga berdampak pada rendahnya pendapatan peternak saat wabah PMK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) total biaya yang dikeluarkan usaha ternak sapi perah saat dan pasca wabah PMK, (2) penerimaan usaha ternak sapi perah saat dan pasca wabah PMK, (3) pendapatan usaha ternak sapi perah saat dan pasca wabah PMK, dan (4) perbandingan kelayakan usaha ternak sapi perah saat dan pasca wabah PMK. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Responden yang digunakan sejumlah 32. Teknik analisis data menggunakan BEP dan R/C Rasio. Hasil penelitian ini diperoleh tidak ada perbedaan dari pengujian t biaya total saat dan pasca PMK. Sedangkan pendapatan terjadi penurunan yang drastis saat PMK karena jumlah produksi susu menurun mencapai 230 %. Nilai R/C Rasio saat PMK adalah 0,59 atau tidak layak sedangkan pasca PMK 2,02 atau layak untuk dijalakan. Nilai BEP Harga dan Produksi saat PMK beradal dibawah titik impas atau tidak menguntungkan (Rp.12.186,-/liter, 1.787 liter). Sedangkan pasca PMK memiliki nilai BEP Harga dan Produksi diatas titik impas atau menguntunkan (Rp.3.744,-/liter, 1.695 liter). Kata Kunci: usaha ternak sapi perah, kelayakan usaha, penyakit mulut dan kuku
ANALISIS EFISIENSI PADI GOGO DI KECAMATAN WOLASI KABUPATEN KONAWE SELATAN Nurmaya, Nurmaya; Harianti, Harianti; Hasriati, Hasriati; Rosmalah, Sitti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4014

Abstract

The production of lowland rice and swidden rice nationally continues to increase, but productivity is not constant. Based on data from BPS (2022), overall rice production and harvested area in Southeast Sulawesi province experienced a decline in growth in 2021 of around 127.52 ha compared to 2022 of around 118.26 ha. For productivity there was negative growth. This condition is caused by several problems faced in these two types of rice farming. Lowland rice farming is facing the problem of decreasing rice field land caused by land conversion into residential and industrial land. The practice of cultivating upland rice in South Konawe Regency is carried out simply and traditionally, especially in the Wolasi District area. The cultivation pattern applied is organic-based farming. This system is very good to maintain because the products produced are free from chemicals and impacts on the environment can be avoided. However, judging from the productivity achieved, it is still very low. This phenomenon needs to be known and studied more deeply, especially the technical aspects of cultivating upland rice farmers. Based on the phenomena faced by researchers, this research aims to analyze the technical efficiency of upland rice farming in Wolasi District, South Konawe Regency. Technical efficiency is calculated using the DEA (Data Envelopment Analysis) program. The average efficiency of upland rice farming in Wolasi District reaches 65%. A total of 27 respondents 71.05%) were in the efficient category with an average efficiency value of 65%. However, productivity is still low due to the efficient scale achieved at the IRS stage, where the use of production factors can still be increased. Meanwhile, 11 respondents (28.95%) were technically inefficient Keywords: Efficiency, Upland Rice, Farming IntisariProduksi padi sawah maupun padi ladang secara nasional mengalami perkembangan yang terus meningkat, namun produktivitas tidak konstan.  Berdasarkan data dari BPS (2022) secara keseluruhan produksi padi dan luas panen provinsi Sulawesi Tenggara mengalami penurunan pertumbuhan pada tahun 2021 sekitar 127,52 ha dibandingkan tahun 2022 sekitar 118,26 ha.   Untuk produktivitas terjadi pertumbuhan negatif.  Kondisi ini disebabkan oleh beberapa masalah yang dihadapi pada kedua jenis usahatani padi ini.  Pada  usahatani padi sawah menghadapi masalah berkurangnya lahan persawahan yang disebabkan oleh alih fungsi lahan menjadi lahan pemukiman dan industri.   Praktik budidaya padi gogo di Kabupaten Konawe Selatan dilakukan secara sederhana dan tradisional, khususnya di daerah Kecamatan Wolasi.  Pola budidaya yang diterapkan yaitu pertanian berbasis organik. Sistem ini sangat baik untuk dipertahankan karena  produk yang dihasilkan bebas dari zat kimia dan dampak terhadap lingkungan dapat dihindari.  Namun dilihat dari produktivitas yang dicapai masih sangat rendah.  Fenomena ini perlu diketahui dan dikaji lebih dalam khususnya aspek teknis budidaya petani padi gogo.Berdasarkan fenomena yang dihadapi peneliti, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi teknis usahatani padi gogo di Kecamatan Wolasi Kabupaten Konawe Selatan.  Efisiensi teknis dihitung dengan menggunakan program DEA (Data Envelopment Analysis).  Rata-rata efisiensi usahatani padi gogo di Kecamatan Wolasi mencapai 65 %.  Sebanyak 27 responden 71,05 %) berada pada kategori efisien dengan nilai rata-rata efisiensi sebesar 65 %.  Namun segi produktivitas masih rendah karena skala efisien yang dicapai pada tahap IRS, dimana penggunaan faktor produksi masih dapat ditingkatkan.  Sedangkan sebanyak 11 responden (28,95 %) tidak efisien secara teknis Kata Kunci : Efisiensi, Padi Gogo, Usahatani