cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
PROSPEK PENGEMBANGAN KELOR GUNA MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI NUSA TENGGARA TIMUR Kaleka, Marten Umbu; Puspita, Victoria Ayu; Ngaku, Maria Alfonsa
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3556

Abstract

Moringa plants are excellent because they have high nutritional content, and economic value and are resistant to drought. This study aims to map potential opportunities and directions for developing moringa product businesses to support food security. The method used is a literature study method by collecting material from previous research. The results of the study show that moringa business opportunities in East Nusa Tenggara Province are very wide open for anyone. The number of moringa companies in this area is relatively small. Developing the moringa business to support food security by establishing policy direction, namely encouraging people to utilize the potential of dry land and increasing training and assistance in diversifying processed moringa products such as nuggets, noodles, pudding, cakes, tea, and moringa sticks into superior products in overcoming the problem of stunting and improving community income. Based on the results of the study, it can be concluded that developing Moringa into a superior product can create high added value, thereby providing large profits for managers and creating large employment opportunities for the community.. Key-words: Development, Food security, Moringa INTISARITanaman kelor menjadi primadona karena memiliki kandungan gizi yang tinggi, bernilai ekonomis, dan tahan terhadap kekeringan. Hampir semua bagian dari tanaman kelor dapat  bermanfaat untuk kehidupan manusia. Kajian ini bertujuan untuk memetakan peluang potensi serta arah pengebangan usaha produk kelor dalam mendukung ketahanan pangan. Metode yang digunakan adalah metode studi pustaka dengan mengumpulkan bahan hasil penelitian sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa peluang usaha kelor di Provinsi Nusa Tenggara Timur sangat terbuka luas bagi siapapun. Jumlah perusahaan kelor di wilayah ini tergolong sedikit. Pengembangan usaha kelor dalam mendukung ketahanan pangan dengan menetapkan arah kebijakan yakni mendorong masyarakat memanfaatkan potensi lahan kering dan meningkatkan pelatihan dan pendampingan dalam  memversifikasi produk olahan kelor seperti nugget, mie, pudding, kue, teh, dan stik kelor menjadi produk unggulan dalam mengatasi persoalan stunting serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Berdasarkan hasil kajian dapat disimpulkan bahwa pengembangan kelor menjadi produk unggulan dapat mencipatkan nilai tambah yang tinggi sehingga memberikan keuntungan yang besar bagi pengelolah serta menciptakan lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat.  Kata kunci: Kelor, Ketahanan pangan, Pengembangan
KAJIAN EFEK PEMBERIAN KASCING DAN BIOCHAR SEKAM PADI TERHADAP KETERSEDIAAN N DAN PRODUKSI CABAI RAWIT (Capsium frutescens L.) PADA ENTISOL DELTA SUNGAI PORONG Aliza Masayu Ramadhani; Siswanto Siswanto; Rossyda Priyadarshini
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3379

Abstract

This study investigated the impact of vermicompost and rice husk biochar on nitrogen (N) availability and cayenne pepper production in Entisol soil in the Porong River Delta. A factorial complete randomized design was employed, comprising two factors: vermicompost (0, 10, 20, and 30 tons ha-1) and rice husk biochar (0, 10, 20, and 30 tons ha-1), with three replications, resulting in 48 plants. Initial soil analysis revealed pH of 7.84, c-organic content of 0.15%, CEC of 20.54 cmol/kg-1, ammonium concentration of 102.95 ppm, and nitrate concentration of 98.63 ppm. Vermicompost exhibited a higher c-organic content (14.84%) compared to rice husk biochar (10.20%). Application of vermicompost at 20 tons ha-1 and biochar at 30 tons ha-1 significantly influenced the availability of NH4+ in chili plants at the initial stage. Moreover, vermicompost at 30 tons ha-1 without biochar significantly affected NH4+ availability in chili plants at 90 days after planting. Vermicompost treatment at 30 tons ha-1 demonstrated a substantial effect on soil NH4+ availability. However, vermicompost application did not significantly affect NO3- availability.  Keywords: vermicompost, rice husk biochar, cayenne pepper production INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian kascing dan biochar sekam padi terhadap ketersediaan nitrogen (N) dan hasil produksi cabai rawit pada Entisol Delta Sungai Porong. Penelitian dirancangan menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan dua faktor, yaitu kascing (dalam dosis 0, 10, 20, dan 30 ton ha-1) dan biochar sekam padi (dalam dosis 0, 10, 20, dan 30 ton ha-1), diulang sebanyak 3 kali. Hasil analisis tanah awal menunjukkan nilai pH 7,84, C-organik 0,15%, KTK 20,54 cmol kg-1, amonium 102,95 ppm, dan nitrat 98,63 ppm. Kascing memiliki kandungan C-organik lebih tinggi (14,84%) dibandingkan biochar sekam padi (10,20%). Pemberian kascing 20 ton ha-1 dan biochar 30 ton ha-1 berpengaruh signifikan terhadap ketersediaan NH4+ pada tanaman cabai di awal penanaman. Pemberian kascing 30 ton ha-1 tanpa biochar berpengaruh signifikan terhadap ketersediaan NH4+ pada tanaman cabai pada usia 90 hari setelah tanam. Perlakuan kascing 30 ton ha-1 memberikan efek yang signifikan terhadap ketersediaan NH4+ tanah. Namun, pemberian kascing tidak berpengaruh signifikan terhadap ketersediaan NO3-. Kata kunci: kascing, biochar sekam padi, produksi cabe rawit
PENGARUH KONSENTRASI HORMON GIBERELIN (GA3) DAN AIR KELAPA TERHADAP VIABILITAS BENIH TANAMAN MANGGIS (Garcinia mangostana L.) Muhammad Fahmi Sulthan Hafda; Andi Apriany Fatmawaty; Dewi Firnia; Susiyanti Susiyanti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3584

Abstract

The research was aimed to determine the effect of gibberellin hormone (GA3) concentration and coconut water on the viability of mangosteen seeds (Garcinia mangostana L.). This research was conducted from July 2023 to September 2023, located in the screenhouse of the Faculty of Agriculture, Sultan Ageng Tirtayasa University. This study used a Factorial Randomized Complete Block Design (RCBD). The first factor is gibberellin hormone (GA3) with 2 levels, G0 (0 ppm) and G1 (75 ppm). The second factor is coconut water with 3 levels, K0 (0%), K1 (25%), and K2 (50%). Parameters observed in this study include the time of shoot emergence, germination capacity, maximum growth potential, normal germination, abnormal germination, non-germinating seeds, and plant height. The research results show that a concentration of 75 ppm gibberellic acid (GA3) has a positive effect on the emergence of shoots and germination capacity. A 50% concentration of coconut water also has a positive effect on the emergence of shoots and germination capacity. There is an interaction between the treatment of 75 ppm gibberellic acid (GA3) and 50% coconut water in the timing of shoot emergence and germination capacity. Keywords: coconut water, giberelin acid, mangosteen seeds INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi hormon giberelin (GA3) dan air kelapa terhadap viabilitas benih manggis (Garcinia mangostana L.). Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2023 hingga bulan September 2023, yang bertempat di screenhouse Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Penlitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama hormon giberelin (GA3) yang terdiri dari 2 taraf yaitu, G0 (0 ppm) dan G1 (75 ppm). Faktor kedua air kelapa yang terdiri dari 3 taraf yaitu, K0 (0%), K1 (25%), dan K2 (50%). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah waktu muncul tunas, daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, kecambah normal, kecambah abnormal, benih tidak tumbuh, dan tinggi tanaman. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi hormon giberelin (GA3) 75 ppm memberikan pengaruh yang baik terhadap waktu muncul tunas dan daya berkecambah. Konsentrasi air kelapa 50% memberikan pengaruh yang baik terhadap waktu muncul tunas dan daya berkecambah. Terdapat interaksi perlakuan antara hormon giberelin (GA3) 75 ppm dan air kelapa 50% pada waktu muncul tunas dan daya berkecambah. Kata Kunci: air kelapa, hormon giberelin, benih manggis
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KOTORAN SAPI DAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) CANGKANG TELUR Sundari, Agustina; Zamriyetti, Zamriyetti; Hakim, Tharmizi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3551

Abstract

This research aims to determine the response of growth and production of tomato plants (Solanum lycopersicum) to the application of cow dung fertilizer and egg shell POC. This research is located on Jl Madura, Kelurahan Pahlawan, Binjai City, North Sumatra Province. This research used a factorial randomized block design (RAK) consisting of two factors. The first factor is cow dung fertilizer (K) and the second factor is eggshell POC (C). The results showed that cow dung fertilizer and eggshell POC had a very significant effect on the parameters of plant height (cm), stem diameter (mm), number of fruit per plant (fruit), number of fruit per plot (fruit), fruit weight per plant (g ) and fruit weight per plot (g). The interaction between the application of cow dung fertilizer and eggshell POC had no significant effect on all observed parameters. Keywords: Tomato Plant, Cow dung, POC eggshell. INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman tomat (Solanum lycopersicum) terhadap pemberian pupuk kotoran sapi dan POC cangkang telur. Penelitian ini berlokasi di Jl. Madura, Kelurahan Pahlawan, Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah pupuk kotoran sapi (K) dan faktor kedua adalah POC cangkang telur (C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kotoran sapi dan POC cangkang telur berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman (cm), diameter batang (mm), jumlah buah per tanaman (buah), jumlah buah per plot (buah), berat buah per tanaman (g) dan berat buah per plot (g). Interaksi antara pemberian pupuk kotoran sapi dan POC cangkang telur berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan. Kata Kunci : Tanaman Tomat, Kotoran sapi, POC cangkang telur.
IDENTIFIKASI SERANGAN Phytophthora capsici PENYEBAB PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG PADA BIBIT LADA Netty Indah Lestari; Fadjar Rianto; Edy Syahputra
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3376

Abstract

Identifying symptoms of P. capsici pathogen attack that causes stem rot disease in pepper seedlings is an indispensable first step to determining the type and technique of disease prevention and effective control in the supply of healthy pepper seedlings. This study aimed to determine the occurrence of P. capsici attack symptoms in pepper seedlings. The pepper used was the Bengkayang variety using 2 segments of cuttings from the climbing vines of a healthy parent tree. The research was conducted at the UPSBP office in West Kalimantan Province and the Laboratory of Plant Diseases, Faculty of Agriculture, University of Tanjungpura. The source of the pathogenic inoculum that causes stem rot of pepper was taken from the rhizosphere of plants with symptoms of stem rot. The soil containing the pathogens was seized, put in polybags, and planted with healthy pepper cuttings and leaves. The results showed that there were 3 types of symptoms caused by P. capsici attack, namely symptoms on the leaves with black spots appearing that could cause necrosis and cause leaf fall, on the shoots/shoots that could cause the nodes to break off, and on the base of the stem/roots can cause plant death.Keywords: pepper seedlings, Phytophthora capsici,  stem rot disease INTISARIIdentifikasi gejala serangan patogen P. capsici penyebab terjadinya penyakit busuk pangkal batang pada bibit lada merupakan langkah awal yang sangat diperlukan untuk menentukan jenis dan teknik pencegahan serangan penyakit serta pengendalian yang efektif dalam penyediaan bibit lada yang sehat. Tujuan penelitian untuk mengetahui terjadinya gejala serangan P. capsici  pada bibit tanaman lada. Lada yang digunakan adalah varietas Bengkayang dengan menggunakan 2 ruas stek dari sulur panjat pohon induk yang sehat. Penelitian dilaksanakan di kantor UPSBP Provinsi Kalimantan Barat dan Laboratorium Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Sumber inokulum patogen penyebab busuk pangkal batang lada di ambil dari rizosfer tanaman bergejala busuk pangkal batang. Tanah yang mengandung patogen diambil, dimasukkan ke dalam polibeg dan ditanami dengan setek batang dan daun lada yang sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 jenis gejala yang ditimbulkan akibat serangan P. capsici yaitu gejala pada bagian daun dengan muncul bintik hitam yang dapat menyebabkan nekrosis dan menyebabkan daun gugur, bagian tunas/pucuk yang dapat menyebabkan putusnya pucuk tanaman, dan bagian pangkal batang/akar dapat menyebabkan kematian tanaman. Kata Kunci: bibit lada, busuk pangkal batang, Phytophthora capsici 
SIFAT FISIKA TANAH LAPISAN ACROTELM DAN CATOTELM PADA TIGA PENGGUNAAN LAHAN GAMBUT DI KABUPATEN KUBU RAYA Haqqamuddien, Reidha; Nusantara, Rossie Wiedya; Suryadi, Uray Edi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3594

Abstract

The research aims to determine the physical properties of peat soil in the acrotelm and catotelm layers, on 3 lands, namely Secondary Forest (HS), Palm Oil Plantation (KS) and Horticultural Plantation (KH), in Kuala Dua Village, Sungai Raya District, which took place in July -November 2022. Research parameters: BI, Subsidence, BJ, Total porosity, Peat maturity, Permeability, C-organic, and C/N Ratio. The data obtained were analyzed using ANOVA and DMRT Test. The research results show that the depth of the KS peat is 1,152 cm, HS 964 cm and KH 174 cm. The highest average groundwater level is at HS 30.16 cm and the shallowest is at KS 5.44 cm. Observations of water content in field conditions were carried out for 8 weeks, with an average of KS 67.25% Vol, HS 66% Vol and KH 66% Vol. KS land experienced subsidence of 1.70 cm for 16 weeks, KH land of 1.17 cm for 16 weeks, while HS did not experience subsidence. The BI value tended to be higher in the Acrotelm layer with an average value of 0.23, while the Catotelm layer had an average BI value of 0.22 for the three land uses. The bulk weight in the KS>KH>HS land in the Acrotelm layer, however, has no real effect, but in the Catotelm layer it has a real effect. The porosity in the three land uses is not significantly different, where the porosity in the Acrotelm and Catotelm layers on HS>KH>KS land, this is due to the C-organic content on HS>KH>KH land. The permeability rate in the three fields in the Acrotelm and Catotelm layers on the KS>HS>KH land, this is due to the organic C content and C/N ratio on the HS>KH>KS land. Keywords: Acrotelm, Catotelm, Land Use Change, Peat, Physics. INTISARIPenelitian bertujuan untuk mengetahui Sifat Fisika Tanah Gambut di Lapisan Acrotelm dan Catotelm, pada 3 lahan yaitu Hutan Sekunder(HS), Kebun Sawit(KS)  dan Kebun Hortikultura(KH), di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, yang berlangsung pada bulan Juli-November  2022. Parameter penelitian: BI, Subsiden, BJ, Porositas  total, Kematangan gambut, Permeabilitas, C-organik, dan C/N Rasio. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dan Uji DMRT. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kedalaman gambut KS  1.152 cm, HS 964 cm dan KH 174 cm. Rata-rata tinggi muka air tanah tertinggi terdapat pada HS 30,16 cm dan yang paling dangkal terdapat pada KS  5,44 cm. Pengamatan kadar air kondisi lapangan dilakukan selama 8 minggu, dengan rata-rata pada KS  67,25%Vol, HS 66%Vol dan KH 66%Vol. Lahan KS mengalami subsidensi  sebesar 1,70 cm selama 16 minggu, lahan KH sebesar 1,17 cm selama 16 minggu, sedangkan HS  tidak terjadi subsidensi. Kecenderungan nilai BI  lebih tinggi pada lapisan Acrotelm dengan nilai rata-rata 0,23 sedangkan lapisan Catotelm nilai rata-rata BI 0,22 pada ketiga penggunaan lahan. Bobot isi  pada lahan KS>KH>HS di lapisan Acrotelm akan tetapi tidak berpengaruh  nyata, namun pada lapisan Catotelm berpengaruh nyata. Porositas pada tiga penggunaan lahan tidak berbeda nyata, dimana porositas di lapisan Acrotelm dan Catotelm pada lahan HS>KH>KS, hal ini disebabkan karena kandungan C-organik pada lahan HS>KH>KH. Laju permeabilitas  pada tiga lahan di lapisan Acrotelm dan Catotelm pada lahan KS>HS>KH, hal ini disebabkan karena  kandungan C-organik dan C/N Rasio pada lahan HS>KH>KS. Kata Kunci : Acrotelm, Catotelm, Alih Fungsi Lahan, Gambut, Fisika.
KARAKTERISASI METODE PENGERINGAN BEKU PADA PANGAN NABATI Setyaning Pawestri; Fathma Syahbanu
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3562

Abstract

Freeze-drying is widely used to dry plant-based foods, including fruits, vegetables, herbs, and nontraditional foods. Even though it requires a long processing time and is expensive, the freeze-drying method is preferred because it can produce high-quality food products. This is because the freeze-drying method can maintain nutritional quality compared to other dehydration methods, especially if operated under vacuum conditions. Freeze-drying conditions will affect various food ingredients' nutritional properties and antioxidant activity. However, inappropriate selection of process parameters can cause undesirable changes in the product, such as shrinkage, colour changes, and damaged structure. This review manuscript aims to characterize the freeze-drying of plant-based foods and explain the influence of processing conditions on selected physical properties of different food products. Keywords: process conditions, plant foods, freeze drying, physical properties INTISARIPengeringan beku banyak digunakan untuk mengeringkan pangan nabati termasuk buah-buahan, sayuran, rempah-rempah, dan bahkan beberapa makanan nontradisional. Meskipun membutuhkan waktu pemrosesan yang lama dan merupakan metode pengeringan yang mahal, metode pengeringan beku lebih disukai karena dapat menghasilkan kualitas produk yang bermutu. Hal ini disebabkan metode pengeringan beku dapat mempertahankan kualitas gizi jika dibandingkan dengan metode dehidrasi lainnya, terutama jika dioperasikan dalam kondisi vakum. Kondisi pengeringan beku akan berpengaruh terhadap sifat nutrisi dan aktivitas antioksidan dari berbagai bahan pangan. Namun, pemilihan parameter proses yang tidak tepat dapat menyebabkan perubahan yang tidak diinginkan pada produk, seperti penyusutan, perubahan warna, serta struktur yang rusak. Tujuan dari review naskah ini adalah untuk mengkarakterisasi pengeringan beku pada pangan nabati, dan menjelaskan pengaruh kondisi proses terhadap sifat fisik yang dipilih produk makanan yang berbeda. Kata kunci : kondisi proses, pangan nabati, pengeringan beku, sifat fisik
AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIJAMUR AKAR Bauhinia pottsii G. Don: SEBUAH AFIRMASI PENGOBATAN TRADISIONAL DAYAK MUALANG KALIMANTAN BARAT Octavianus, Chris; Mangardi, Mangardi; Sumedhi, Herdina Mayangsari
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3623

Abstract

Aqueous extract from Bedawob Mirah roots traditionally used by Mualang tribe in West Borneo as traditional medication to heal rabak a mouth infection. Patients comes to shaman with white lesion in mouth cavity followed by difficulty to swallow. Literature study explain Pseudomonas aeruginosa a Gram positive bacterial, Gram negative Streptococcus mutans or fungal infections from Candida albicans are commonly causing mouth infections. Various parameters such as determination of Bedawob Mirah, fractionation with different solvent and their activity against Pseudomonas aeruginosa, Streptococcus mutans and Candida albicans also had been investigated. Plant determination showed that Bauhinia pottsii G. Don was the scientific name of Bedawob Mirah. Bacterial inhibition diameter both of Gram positive and negative bacterial showed that aquadest fraction had higher activity followed by n-hexane fraction and ethyl acetate fraction consecutively. Antifungal activity tested showed that n-hexane fraction had the higher diameter zone followed by aquadest fraction and ethyl acetate fraction. Key-words: Bauhinia pottsii G. Don, Dayak Mualang, Traditional Medication INTISARIAir rebusan akar Bedawob Mirah secara tradisional telah digunakan oleh suku dayak Mualang di Kalimantan Barat dalam pengobatan penyakit rabak di rongga mulut dengan penampakan lesi putih dan keluhan sulit menelan. Studi literatur menunjukkan infeksi rongga mulut dapat disebabkan oleh beberapa mikroorganisme diantaranya bakteri Gram positif seperti Streptococcus mutans, Gram negatif Pseudomonas aeruginosa dan jamur Candida albicans. Penelitian tentang uji aktivitas antibakteri dan antijamur ekstrak akar Bedawob Mirah telah dilaksanakan. Hasil determinasi tanaman menyatakan bahwa nama ilmiah Bedawob Mirah adalah Bauhinia pottsii G. Don. Ekstrak tanaman kemudian difraksinasi dengan etil asetat dan n-heksan. Hasil uji aktivitas antibakteri terhadap kedua bakteri uji menunjukkan fraksi air memiliki aktivitas tertinggi diikuti fraksi n-heksan dan fraksi etil asetat. Hasil aktivitas antijamur terhadap jamur uji menunjukkan bahwa fraksi n-heksan memilik aktivitas tertinggi diikuti fraksi air dan etil asetat. Kata kunci: Bauhinia pottsii G. Don, Dayak Mualang, Pengobatan Tradisional
PENGARUH PENGELUARAN PANGAN DAN PENGETAHUAN GIZI IBU SERTA PEMBERIAN MP-ASI PADA KEJADIAN BALITA STUNTING DI KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN Ahmad Suhaimi; Rahmaniah Ulfah; Rum Van Royensyah
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3597

Abstract

Nutrition plays a pivotal role in nurturing quality human resources. Research consistently demonstrates that malnutrition, particularly during early childhood, significantly impacts a child's growth and development. Malnourished children tend to be smaller, thinner, and shorter, and they often experience lower cognitive and intellectual abilities, leading to decreased productivity. This study in Halong District, Balangan Regency, investigates food expenditure, maternal nutritional knowledge, and the provision of complementary feeding (MP-ASI) to understand their effects on childhood stunting. This research, employing an associative research approach, utilizes primary and secondary data collected through interviews and multiple linear regression analysis. The findings revealed that among 180 sampled families, 35 households faced food insecurity, 55 were considered food vulnerable, 40 were categorized as food insecure, and 50 fell into the food insecure category. Regarding maternal nutrition knowledge, 89 samples had sufficient knowledge, while 91 exhibited good knowledge. Lastly, for the provision of complementary feeding, 75 samples met the sufficient category, and 105 practiced good complementary feeding. The analysis demonstrated that one variable, maternal nutrition knowledge, significantly influenced the incidence of stunting. Keywords:Maternal Nutritional Knowledge, Toddlers, Stunting INTISARINutrisi memainkan peran penting dalam membentuk sumber daya manusia berkualitas. Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa malnutrisi, terutama pada masa anak-anak, berdampak signifikan pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak-anak yang mengalami malnutrisi cenderung lebih kecil, kurus, dan pendek, dan mereka sering mengalami kemampuan kognitif dan intelektual yang lebih rendah, yang mengakibatkan produktivitas yang menurun. Penelitian ini di Distrik Halong, Kabupaten Balangan, menyelidiki pengeluaran makanan, pengetahuan gizi ibu, dan pemberian makanan pendamping (MP-ASI) untuk memahami dampaknya pada stunting pada anak-anak. Penelitian ini, dengan pendekatan penelitian asosiatif, menggunakan data primer dan data sekunder yang dikumpulkan melalui wawancara dan analisis regresi linear ganda. Temuan menunjukkan bahwa dari 180 keluarga yang diambil sampel, 35 rumah tangga mengalami ketidakamanan pangan, 55 dianggap rentan pangan, 40 dikategorikan sebagai ketidakamanan pangan, dan 50 masuk ke dalam kategori ketidakamanan pangan. Mengenai pengetahuan gizi ibu, 89 sampel memiliki pengetahuan yang memadai, sedangkan 91 memiliki pengetahuan yang baik. Terakhir, untuk pemberian MP-ASI, 75 sampel memenuhi kategori yang memadai, dan 105 melakukan pemberian MP-ASI yang baik. Analisis menunjukkan bahwa satu variabel, pengetahuan gizi ibu, berpengaruh signifikan pada kejadian stunting. Kata kunci: Pengetahuan Gizi Ibu, Pengeluaran Pangan, Stunting
PENGARUH ABU TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PUTIH PADA TANAH ALUVIAL Lusiana Yuli Silvitri; Henny Sulistyowati; Agus Ruliyansyah
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3407

Abstract

This study aims to determine the best interaction and dosage of oil palm empty fruit bunch ash and potassium fertilizer for white radish plants. This research was carried out on land located on Jl. Reform, Pontianak City This research starts from February - March 2023. The research method used a factorial Completely Randomized Design (CRD) with 2 factors, namely, the first factor was oil palm empty fruit bunch ash which consisted of 3 levels of oil palm empty fruit bunch ash and the second factor was potassium fertilizer which consisted of 3 levels of potassium fertilizer so that 9 combinations were obtained. treatment. Each treatment was repeated 3 times and each repetition consisted of 4 plants. The treatment referred to is the ash factor of empty palm fruit bunches, namely 2.8 tons/ha of empty palm fruit bunches equivalent to 11 g/polybag, 5.8 tons/ha of empty palm fruit bunches equivalent to 23 g/polybag and 8.8 tons/ha of empty palm fruit bunches equivalent to 35 g/polybag. The potassium fertilizer factor is 50 kg/ha equivalent to 1 g/polybag, 100 kg/ha equivalent to 2 g/polybag and 150 kg/ha equivalent to 3 g/polybag. Variables observed in this study included number of leaves, leaf area, tuber length, tuber diameter, tuber fresh weight dry weight of plants. The conclusion of the results of this study is the interaction effect of empty palm fruit bunch ash and potassium fertilizer at a dose of 5.8 tons/ha equivalent to 23 g/polybag and Potassium fertilizer at a dose of 100 kg/ha equivalent to 2 g/polybag gives good growth and yield of turnips best on alluvial soils.Keywords: Palm Oil Empty Bunch Ash, Potassium, White Radish and Alluvial SoilINTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi dan dosis terbaik dari pemberian abu tandan ksosong kelapa sawit dan pupuk kalium bagi tanaman lobak putih. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan yang berlokasi di Jl. Reformasi, Kota Pontianak. Penelitian ini dimulai dari bulan Februari - Maret 2023. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu, faktor pertama adalah abu tandan kosong kelapa sawit yang terdiri dari 3 taraf abu tandan kosong kelapa sawit dan faktor kedua adalah pupuk kalium yang terdiri dari 3 taraf pupuk kalium sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman. Perlakuan dimaksud adalah Faktor abu tandan kosong kelapa sawit yaitu 2,8 ton/ha abu tandan kosong kelapa sawit setara dengan 11 g/polybag, 5,8 ton/ha abu tandan kosong kelapa sawit setara dengan 23 g/polybag dan 8,8 ton/ha abu tandan kosong kelapa sawit setara dengan 35 g/polybag. Faktor pupuk kalium yaitu 50 kg/ha setara dengan 1 g/polybag, 100 kg/ha setara dengan 2 g/polybag dan 150 kg/ha setara dengan 3 g/polybag. Variabel pengamatan penelitian meliputi jumlah daun, luas daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar umbi berat kering tanaman. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah pengaruh interaksi pemberian abu tandan kosong kelapa sawit dan pupuk kalium pada dosis 5,8 ton/ha setara dengan 23 g/polybag dan pupuk Kalium dosis 100 kg/ha setara dengan 2 g/polybag memberikan pertumbuhan dan hasil lobak yang terbaik pada tanah aluvial.Kata kunci: Abu Tandan Kosong Kelapa Sawit, Kalium, Lobak Putih dan Tanah Aluvial

Page 92 of 139 | Total Record : 1386