cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
PENGARUH ABU SABUT KELAPA DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PUTIH PADA TANAH GAMBUT Apriani, Resti; Warganda, Warganda; Susana, Rini; Maulidi, Maulidi; Hariyanti, Agus
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3530

Abstract

          Peat soil has low soil pH and less available macro nutrients. Application of coconut coir ash had the purpose of increasing the pH of the soil, whereas NPK fertilizer aimed to increase the availability of macro elements needed for plant growth. This research aims to obtain the best dose of coconut coir ashes and NPK fertilizer on the growth and yield of radish. This research was conducted in the Eastern Pontianak, The city of Pontianak, West Kalimantan, April -May 2023. The design used is completely Random Disign with Factorial Pattern, consists of 2 factors with 3 repetitions.The first factor is the coconut cor ash (A) with dosage treatment, which is, a1 = 109 g / poybag, a2 = 154 g/poybag, a3 = 200 g/ poybag. The second factor is a NPK fertilizer (P) with dosage treatment is, p1 = 18 g / poybag, p2 = 24 g/polybag, p3 = 30 g/polybag. Variables observation is the number of leaves, weight of fresh plants, weight of fresh bulbs, length of blub, diameter of bulb, and dry weight of plants. The results showed that the application of coconut coir ash dose of 33.33 tons/ha and NPK fertilizer dose of 300 kg/ha gave the best results on the diameter of radish tubers. Keywords: Coconut Coir Ash, NPK Fertilizer, Peat, RadishINTISARI          Tanah gambut mempunyai kendala sebagai media tumbuh lobak yaitu pH tanah yang rendah dan unsur hara makro yang kurang tersedia. Pemberian abu sabut kelapa mempunyai tujuan untuk meningkatkan pH tanah, sedangkan pupuk NPK diberikan untuk menambah ketersediaan unsur hara makro yang diperlukan tanaman untuk pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis abu sabut kelapa dan pupuk NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman lobak putih pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak yang berlangsung pada April - Mei 2023. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Faktorial Pola Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah abu sabut kelapa (A) dengan 3 taraf  dosis yaitu, a1 = 109 g/poybag, a2 = 154 g/poybag, a3 = 200 g/poybag. Sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk NPK (P) dengan perlakuan dosis yaitu, p1 = 18 g/poybag, p2 = 24 g/poybag, p3 = 30 g/polybag. Variabel Pengamatan yaitu jumlah daun, berat segar tanaman, berat segar umbi, panjang umbi, diameter umbi, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis abu sabut kelapa 33,33 ton/ha dan dosis pupuk NPK 300 kg/ha memberikan hasil terbaik terhadap diameter umbi tanaman lobak. Kata kunci : Abu Sabut Kelapa, Gambut , Lobak, Pupuk NPK
REVIEW : MIKROBA PENDEGRADASI LIGNOSELULOSA DARI TANAH GAMBUT Arni Supriyanti; Sumardi Sumardi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3329

Abstract

Peatlands in Indonesia reach 22.5 million hectares, making Indonesia one of the five countries with the largest peatlands in the world. North Sumatra is one of 10 provinces with around 600,000 hectares of peat land. Despite having great peatland potential, this area is still considered of low value due to its unique geological and environmental specifications. Peat soils tend to be brittle and unequal, with a relatively high moisture content and little vegetation. Most of the peat soil contains 95% organic fraction and only 5% inorganic fraction. The organic fraction consists of 10-20% organic compounds, such as humic acid, himatemalonate, and humin. Meanwhile, most of the organic compounds consist of lignin, cellulose, hemicellulose, protein, suberin, waxes, tannins, resins, and others. The content of peat in Sumatra and Kalimantan is mostly wood, while the organic matter component is mostly composed of lignin which accounts for more than 60% dry matter. The content of other ingredients such as cellulose, hemicellulose, and protein generally does not exceed 11%. Lignocellulosic materials can be broken down into simple compounds by enzymes such as laccase and cellulase. These enzymes are extracellular enzymes produced by bacteria, fungi or molds, and plants, which are released into the soil system. An important role of this enzyme is the mineralization of nutrients and the decomposition of organic matterKeywords : Peat Soil, Lignocellulose, Fungi, bacteria INTISARI            Lahan gambut di Indonesia mencapai 22,5 juta hektar, sehingga Indonesia termasuk salah satu dari lima negara dengan lahan gambut terluas di dunia. Sumatera Utara merupakan salah satu dari 10 provinsi dengan sekitar 600.000 hektar lahan gambut. Meskipun memiliki potensi lahan gambut yang besar, kawasan ini masih dianggap bernilai rendah karena spesifikasi geologis dan lingkungannya yang unik. Tanah gambut cenderung rapuh dan tidak ekuivalen, dengan kadar air yang relatif tinggi dan vegetasi sedikit. Kandungan tanah gambut Sebagian besar mengandung fraksi organik 95% dan hanya 5% fraksi anorganik. Fraksi organik terdiri dari senyawa organic sebesar 10-20%, seperti asam humat, himatemalonat, dan humin. Sementara itu, sebagian besar senyawa organik terdiri dari lignin, selulosa, hemiselulosa, protein, suberin, lilin, tanin, resin, dan lainnya. Kandungan bahan gambut di Sumatera dan Kalimantan sebagian besar berupa bahan kayu, sedangkan komponen bahan organiknya sebagian besar tersusun atas lignin yang jumlahnya lebih dari 60% bahan kering. Kandungan bahan lain seperti selulosa, hemiselulosa, dan protein umumnya tidak melebihi 11%. Bahan lignoselulosa dapat dipecah menjadi senyawa sederhana oleh enzim seperti lakase dan selulase. Enzim-enzim tersebut merupakan enzim ekstraseluler yang dihasilkan oleh bakteri, cendawan atau cendawan, dan tumbuhan, yang dilepaskan ke dalam sistem tanah. Peran penting enzim ini adalah mineralisasi nutrisi dan dekomposisi bahan organik. Kata kunci : Tanah Gambut, Lignoselulosa, Fungi, bakteri
ANALISIS KELAYAKAN USAHA KOPI DI UD KOPI MURNI HS BENOWO SURABAYA Muhammad Masyhudi Sirajuddin Makki; Hamidah Hendrarini; Sri Widayanti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3585

Abstract

Sukoharjo Regency is one of the districts in Central Java Province that has the highest rice UD. Pure Coffee HS Benowo Surabaya anticipates the sustainability of the business wheel so that it does not suffer losses or business inefficiencies to keep going by conducting a feasibility analysis of the coffee business at UD Kopi Murni HS Benowo Surabaya in order to maintain the business that has been running. Quantitative research methods with income analysis methods and business feasibility analysis. The results showed that the coffee business at UD Kopi Murni HS Benowo Surabaya was feasible to run and develop with high income based on the Rp income calcul. 366,702,400, - with B/C and R/C values obtained 2.93 and 3.93. Key-words: Business feasibility, Coffee, IncomeINTISARIUD. Kopi Murni HS Benowo Surabaya mengantisipasi dalam keberlangsungan roda usaha agar tidak mengalami kerugian atau tidak efisien usaha untuk terus dijalankan dengan melakukan analisis kelayakan usaha kopi di UD Kopi Murni HS Benowo Surabaya guna mempertahankan usaha yang sudah dijalankan. Metode penelitian kuantitatif dengan metode analisis pendapatan dan analisis kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha kopi UD Kopi Murni HS Benowo Surabaya layak untuk dijalankan dan dikembangkan dengan prolehan pendapatan yang tinggi berdasarkan hasil dari perhitungan pendapatan sebesar Rp 366.702.400,- dengan nilai B/C dan R/C  yang diperoleh 2,93 dan 3,93.  Kata kunci: Efisiensi, OPIP, Usaha tani 
KARAKTER VEGETATIF DAN GENERATIF DUA VARIETAS JAGUNG LOKAL DI TANAH ULTISOL Taufik Hidayat; Siti Hartati Yusida Saragih; Widya Lestari; Novilda Elizabeth Mustamu
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3345

Abstract

White corn and glutinous corn are two varieties of corn plants that differ in texture and usage. White corn is generally used as the main food ingredient or raw material for the food industry, while glutinous corn is more often processed into traditional food or snacks. Both varieties of corn were grown on ultisols, which are generally low fertility and high acidity soils. To support optimal growth of corn plants on ultisol soil, applying urea fertilizer is an important step. Urea fertilizer contains high nitrogen which plays a role in stimulating plant vegetative growth, so that it can help corn plants overcome environmental challenges on less fertile ultisol soils. By applying urea fertilizer correctly and proportionately, the growth of roots, leaves and corn stalks can be increased, so that the yield potential also increases. Urea fertilizer helps plants absorb nitrogen which is essential for the formation of protein and chlorophyll, and supports the process of photosynthesis which is important for plant food production. So in this study, the authors made a study of the vegetative and generative characters of two local maize varieties on ultisol soil. This study aims to determine and observe the vegetative and generative characters of corn plants using ultisol soil. The results of this study are by using ultisol soil as a planting medium and adding urea fertilizer, corn yields increase and provide good yields. Keywords: Ultisol Soil, White Corn, Glutinous Corn, Urea Fertilizer, Randomized Block Design (RAK)INTISARI Jagung putih dan jagung ketan merupakan dua varietas tanaman jagung yang memiliki perbedaan dalam tekstur dan penggunaannya. Jagung putih umumnya digunakan sebagai bahan pangan utama atau bahan baku industri pangan, sedangkan jagung ketan lebih sering diolah menjadi makanan tradisional atau makanan ringan. Kedua varietas jagung ini ditanam pada tanah ultisol, yang merupakan jenis tanah yang umumnya memiliki tingkat kesuburan rendah dan keasaman tinggi. Untuk mendukung pertumbuhan optimal tanaman jagung di tanah ultisol, pemberian pupuk urea menjadi salah satu langkah penting. Pupuk urea mengandung nitrogen tinggi yang berperan dalam memacu pertumbuhan vegetatif tanaman, sehingga dapat membantu tanaman jagung mengatasi tantangan lingkungan pada tanah ultisol yang kurang subur. Dengan pemberian pupuk urea secara tepat dan proporsional, pertumbuhan akar, daun, dan tangkai jagung dapat ditingkatkan, sehingga potensi hasil panen juga meningkat. Pupuk urea membantu tanaman menyerap nitrogen yang esensial bagi pembentukan protein dan klorofil, serta mendukung proses fotosintesis yang penting bagi produksi makanan tanaman. Jadi pada Penelitian ini, penulis membuat sebuah Penelitian tentang karakter vegetatif dan generatif dua varietas jagung lokal di tanah ultisol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan melihat karakter vegetatif dan generatif tanaman jagung dengan menggunakan tanah ultisol. Hasil Penelitian ini yaitu dengan menggunakan tanah ultisol sebagai media tanam dan ditambah dengan pupuk urea, hasil Tanaman jagung meningkat dan memberikan hasil panen yang bagus. Kata Kunci: Tanah Ultisol, Jagung Putih, Jagung Ketan, Pupuk Urea, Rancangan Acak Kelompok (RAK)
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI CENGKEH DI DESA PULAU SIUMAT KECAMATAN SIMEULUE TIMUR KABUPATEN SIMEULUE siti Nurjanah; Agustiar Agustiar
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the amount of income and the feasibility of clove farming in the village of Pulau Siumat, East Simeulue District, Simeulue Regency. The population of farmers who carry out clove farming in the village of Siumat Island, East Simeulue District, Simeulue Regency is 27 people. Sampling in this study was carried out by census, here the entire population was sampled and used a quantitative method, based on income and feasibility (R/C) analysis. The results showed that the clove farming income earned by farmers in Pulau Siumat Village, Simeulue Timur District, Simeulue Regency was IDR 868,458,275 / year in one harvest for a year. The results of the feasibility analysis of clove farming show that the value of the R/C ratio is 1.20. The income of clove farmers in Pulau Siumat Village, Simeulue Timur District, Simeulue Regency is 7x the income of clove farming in one harvest season per year. In line with the use of clove farming land area, those who are broad will get large production results, when compared to farmers who have a narrow land area in terms of clove farmer incomeINTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan   dan kelayakan usahatani cengkeh di desa pulau Siumat Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue. Populasi petani yang melakukan usahatani cengkeh di desa pulau Siumat Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue berjumlah 27 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini  dilakukan secara sensus, di sini semua populasi dijadikan sampel dan menggunakan metode kuantitatif, berdasarkan analisis pendapatan dan kelayakan (R/C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usaha tani Cengkeh yang diperoleh petani  di Desa Pulau Siumat Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue sebesar  Rp 868.458.275 /tahun dalam satu kali panen selama setahun. Hasil analisis kelayakan usahatani cengkeh menunjukkan bahwa nilai R/C Rasio sebesar 1,20. Pendapatan petani cengkeh di Desa Pulau Siumat Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue tehadap pendapatan 7x besarnya pendapatan usahatani cengkeh pada satu kali musim panen pertahun. Sejalan dengan penggunaan luas lahan usaha tani cengkeh, yang luas akan memperoleh hasil produksi yang besar, apabila dibandingkan dengan petani yang memiliki luas lahan sempit dalam hal pendapatan petani cengkeh
RESPONS PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS PUPUK KOTORAN AYAM DAN POC LIMBAH TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN ALPUKAT (Persea americana) PADA FASE PEMBIBITAN Didah Hamidah; Ratna Fitry Yenny; Susiyanti Susiyanti; Andi Apriany Fatmawaty; Endang Sulistyorini; Andree Saylendra
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3533

Abstract

The research was aimed to know response of various doses of chicken manure and liquid organic fertilizer from tofu waste on the growth of avocado plant (Persea americana) in seedling phase. This research was conducted from June until August 2023. The method used Randomized Completely Block Design (RCBD) as factorial with two factors. The first factor was the Chicken Manure which consisted of four levels, namely: 0 kg/plant, 0.5 kg/plant, 1 kg/plant and 1.5 kg/plant. The second factor was the Liquid Organic Fertilizer from Tofu Waste, which consisted of four levels, namely: 0 ml/l, 75 ml/, 150 ml/l and 225 ml/l. The results showed that 1 kg/plant dose of chicken manure was the best effect on the number of branches, the number of leaves and diameter of stem. 150 ml/l dose of Liquid Organic Fertilizer from Tofu Waste was the best effect on plant height, the number of branches, the number of leaves and diameter of stem. There was interaction between chicken manure and liquid organic fertilizer  from tofu waste to parameters, plant height, the number of branches, the number of leaves and diameter of stem. Keywords: avocado, chicken manure, liquid organic fertilizer from tofu waste  INTISARI            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons pemberian berbagai dosis pupuk kotoran ayam dan POC limbah tahu terhadap pertumbuhan tanaman alpukat (Persea americana) pada fase pembibitan. Penelitian ini telah dilakukan sejak bulan Juni sampai Agustus 2023. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu pupuk kotoran ayam yang terdiri dari 4 taraf yaitu: 0 kg/tanaman, 0,5 kg/tanaman, 1 kg/tanaman dan 1,5 kg/tanaman. Faktor kedua yaitu POC limbah tahu yang terdiri dari 4 taraf yaitu: 0 ml/l, 75 ml/l, 150 ml/l dan 225 ml/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kotoran ayam dengan dosis 1 kg/tanaman menunjukkan pengaruh terbaik pada parameter jumlah cabang, jumlah daun dan diameter batang. POC limbah tahu dengan dengan dosis 150 ml/l menunjukkan pengaruh terbaik pada parameter pertambahan tinggi bibit, jumlah cabang, jumlah daun dan diameter batang. Terjadi interaksi antara perlakuan pupuk kotoran ayam dan pupuk organik cair limbah tahu yaitu pada parameter  pertambahan tinggi bibit, jumlah cabang, jumlah daun dan diameter batang. Kata Kunci: alpukat, pupuk kotoran ayam, pupuk organik cair limbah tahu 
PENGARUH HERBISIDA GLIFOSAT TERHADAP KEMATIAN GULMA DI PIRINGAN, PASAR PIKUL DAN TPH TANAMAN KELAPA SAWIT DI PT. SUPRA MATRA ABADI (SMA) KEBUN AEK NABARA Dani Purnama; Bandrul Ainy Dalimunthe; Ika Ayu Putri Septyani; Yusmaidar Sepriani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3331

Abstract

Spraying using glyphosate active ingredient herbicides with CDA (Controlled Droplet Applicator) sprayer which is commonly marketed is called Micron Herbi and is used for ULV (Low spray volume <50 litres/ha) the spray produces controlled fine granules with a uniform size (250 microns) and a high herbicide concentration and in 1 sprayer tank containing 15 liters requires 810 ml of glyphosate herbicide and requires 111 liters of water/ha. Research conducted at PT. Supra Matra Abadi Aek Nabara Gardens, Bilah Hulu District, Labuhanbatu Regency, North Sumatra Province, Based on the growth rate of weeds in the disks of the Aek Nabara oil palm plantations, it can be grouped into 4 (four) classes, namely class (A) Very dangerous and must be eradicated, class (B) This class of weeds is very dangerous competitive which must be controlled continuously, class (C) Class C weeds are less competitive and can be tolerated, will but requires regular control and is useful to prevent erosion, class (D) Is a weed that is useful, less competitive and its existence needs to be maintained. This study used a completely randomized design (CRD). From 1 treatment and in 30 days 3 times checking, the results were found on the first penis, which is 10 days after spraying, it can be seen from the characteristics of the wilted leaves that are only found on the tips of the leaves and wilted stem tips, but the roots are still fresh with the death rate still high. 10% then on the second check, which is 20 days after spraying, it can be seen from the characteristics of the leaves that are all wilted as well as all the stems and roots with a mortality rate of 40%, the last check was carried out 30 days after spraying, there were characteristics of burnt leaves as well dry stems and roots with a mortality rate of 100%.Keywords: Purple eggplant , liquid organic fertilizer, benefits of lamtoro leavesINTISARIPenyemprotan menggunakan herbisida berbahan aktif glifosat dengan alat semprot CDA (Controlled Droplet Applicator) yang biasa dipasaran disebut Micron Herbi dan digunakan untuk  ULV (Volume semprot rendah <50 liter/ha) semprotannya menghasilkan butiran halus yang terkendali dengan ukuran yang seragam (250 mikron) dan konsentrasi herbisida yang tinggi dan dalam 1  tangki alat semprot yang berisi 15 liter membutuhkan herbisida glifosat sebanyak 810 ml dan membutuhkan 111 liter air/ha. Penelitian dilaksanakan di PT. Supra Matra Abadi Kebun Aek Nabara Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara, Berdasarkan tingkat pertumbuhan gulma di piringan tanaman kelapa sawit Kebun Aek Nabara dapat dikelompokan menjadi 4 (empat) kelas yaitu kelas (A) Sangat berbahaya dan harus diberantas, kelas (B) Gulma kelas ini sangat berbahaya kompetitif yang harus dikendalikan secara terus menerus, kelas (C) Gulma kelas C kurang kompetitif  dan dapat di tolerir, akan tetapi memerlukan pengendalian yang teratur dan bermanfaat mencegah erosi, kelas (D) Merupakan gulma yang bermanfaat, kurang kompetitif dan keberadaannya perlu dipertahankan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dari 1 kali perlakuan dan dalam 30 hari 3 kali pengecekan di dapati hasil pada kontrol pertama yaitu 10 hari setelah penyemprotan dapat dilihat dari ciri-ciri daun yang layu itu terdapat hanya pada ujung daun dan ujung batang yang layu namun akar masih segar dengan tingkat kematian masih 10% kemudian pada pengecekan kedua yaitu 20 hari setelah penyemprotan dapat dilihat dari ciri-ciri daun yang keseluruhannya layu begitu juga seluruh batang dan akar dengan tingkat kematian 40%, pengecekan terakhir dilakukan pada 30 hari setelah penyemprotan  terdapat ciri-ciri daun yang gosong begitu juga batang dan akarnya kering dengan tingkat kematian 100%. Kata kunci : gulma, herbisida glifosat
STRATEGI PENGEMBANGAN UMKM SATE KELINCI DI LOKAWISATA BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS Ilham Wardoni; Novie Andri Setianto; Yusmi Nur Wakhidati; Budi Dharmawan; Sri Lestari
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3177

Abstract

Processed food from rabbit meat has great potential as a healthy food for people. High protein and low fat is the superiority from rabbit meat, but food from rabbit meat is not familiar as chicken meat. There are several processed food from rabbit meat in Banyumas, one of them which is UMKM Rabbit Satay at the Baturraden Lokawisata. The purpose of this research is to find out strategy for development for UMKM Rabbit Satay. This research was conducted from September to October 2022. The result of this research using SWOT analysis showed that position of the UMKM Rabbit Satay at the Baturraden Lokawisata is in V position (Hold and Maintenance). Meaning is necessary to maintain good performance and fixed some bad performance. The strength and opportunities is the highest score of 3.444. This means that beautiful view can make consumer to enjoy it with some food, high protein content needs to be advertising or make a banners, lots of visitors have a healthy lifestyle make opportunities can be combined with discount prices or can increase the number of orders.  INTISARIOlahan makanan berbahan dasar daging kelinci memiliki potensi besar sebagai makanan sehat masyarakat. Kandungan protein yang tinggi dan kadar lemak yang rendah merupakan keunggulan utama daging kelinci, namun makanan berbahan daging kelinci belum familier layaknya daging ayam. Terdapat beberapa kedai olahan makanan berbahan dasar daging kelinci di Banyumas salah satunya yaitu UMKM Sate Kelinci di lokawisata Baturraden. Tujuan riset ini untuk mengetahui strategi pengembangan UMKM Sate Kelinci di lokawisata Baturraden agar lebih berkembang. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2022. Hasil olah data menggunakan analisis SWOT menunjukan bahwa posisi usaha sate kelinci di lokawisata Baturraden berada di posisi V (Hold and Maintain) artinya perlu mempertahankan kinerja baik dan memperbaiki beberapa kinerja yang kurang optimal. Strategi Strengths dan Opportunities menjadi strategi dengan nilai paling tinggi yaitu sebesar 3,444. Artinya pemandangan alam yang menarik dapat dimanfaatkan sebagai daya tarik konsumen, kandungan protein yang tinggi perlu dilakukan iklan atau spanduk, banyak pengunjung dengan gaya hidup sehat sehingga peluang semakin besar dipadukan dengan potongan harga dapat menambah jumlah pesanan. 
ANALISIS PENGARUH JENIS, KUANTITAS, DAN HARGA PUPUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PUPUK PADA PETANI SAWIT DI DESA KAMPUNG DALAM KECAMATAN BILAH HULU KABUPATEN LABUHANBATU Muhammad Ridwan Nasution; Yusmaidar Sepriani; Khairul Rizal; Badrul Ainy Dalimunthe
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3285

Abstract

The purpose of this study was to determine how much influence the type of fertilizer, quantity, and price of fertilizer had on the decision to buy fertilizer for oil palm farmers in Kampung Dalam Village, Bilah Hulu District, Labuhanbatu Regency. In this study, the sample used was 83 oil palm farmers. The method of data analysis in this study is descriptive quantitative. The results of this study indicate that the type of fertilizer, quantity, and price of fertilizer has a positive and significant effect on the decision to purchase fertilizer from oil palm farmers in Kampung Dalam Village, Bilah Hulu District, Labuhanbatu Regency, while the type of fertilizer has a positive but not significant effect on the decision to purchase fertilizer. Based on the simultaneous test results of the variable type of fertilizer, quantity, and price of fertilizer on purchasing decisions. Judging from the significance value is less than 0.05.INTISARI                 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh jenis pupuk, kuantitas, dan harga pupuk terhadap keputusan pembelian pupuk pada petani sawit Desa Kampung Dalam Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah 83 petani kelapa sawit. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah deskriftif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis pupuk, kuantitas dan harga pupuk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pupuk pada petani sawit Desa Kampung Dalam Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu, sedangkan jenis pupuk berpengaruh positif dan namun tidak signifikan terhadap keputusan pembelian pupuk. Berdasarkan hasil uji secara simultan variabel jenis pupuk, kuantitas dan 
EKSPLORASI DAN KARAKTERISASI MORFOLOGI KERAGAMAN GENETIK PLASMA NUTFAH PADI (Oryza sativa L.) LOKAL KABUPATEN PADANG PARIAMAN Henny Puspita Sari; Irfan Suliansyah; Dini Hervani; Indra Dwipa
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3294

Abstract

Indonesia has a fairly high genetic variation of local rice. Although biologically abundant, genetic resources continue to decrease due to a lack of attention and inadequate use of genetic resources. The introduction of early maturing superior varieties to rice production centres in various regions has resulted in genetic erosion of local varieties, so maintaining biodiversity to achieve national food security is an important thing to do. This study aimed to explore and identify local rice cultivars in Padang Pariaman District, West Sumatra. Exploration, characterization and collection assessment activities were conducted from February to November 2022. Data in the study were secondary data collected from relevant agencies, namely the Padang Pariaman District Agriculture and Food Security Service, the District Agricultural Extension Center, community leaders and farmers, while primary data collection used a survey method with random sample collection. Observations were made by directly identifying the characteristics of local rice plants in the field. The procedures followed were (1) identification of geospatial coordinate locations, (2) morphological characterization analysis of leaves, stems, grain and rice using the Bioversity International, IRRI, and WARDA 2007 guidebooks, and (3) statistical analysis of results. The characteristics considered include qualitative and quantitative characteristics processed using the Numerical Taxonomy System (NTSYS-pc) version 2.02 program. The exploration results obtained three (3) local rice genotypes of Padang Pariaman Regency, with 16 observed characters having similarity coefficients ranging from 0.21 (21%) to 0.31 (31%). Genotypes V1 and V2 owned the highest coefficient value at 0.31 (31%), and the lowest coefficient value was 0.21 (21%) for genotype V3. Similarity analysis of the three local rice genotypes in Padang Pariaman District showed the degree of dissimilarity between the genotypes. Keywords: Exploration, Morphological Characterization, Local Rice.  INTISARIIndonesia mempunyai variasi genetik padi lokal yang cukup tinggi. Meskipun melimpah secara hayati, namun sumber daya genetik terus mengalami penurunan akibat kurangnya perhatian dan pemanfaatan sumber daya genetik yang tidak memadai. Introduksi varietas unggul berumur genjah ke sentra produksi padi di berbagai daerah telah mengakibatkan terkikisnya genetik varietas lokal, sehingga menjaga keanekaragaman hayati untuk mencapai ketahanan pangan nasional merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi budidaya padi lokal di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Kegiatan pengkajian eksplorasi, karakterisasi dan pengumpulan dilakukan pada bulan Februari sampai dengan November 2022. Data dalam penelitian merupakan data sekunder yang dikumpulkan dari instansi terkait yaitu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman, Balai Penyuluhan Pertanian Kabupaten, tokoh masyarakat dan petani, sedangkan pengumpulan data primer menggunakan metode survei dengan pengumpulan sampel secara acak. Observasi dilakukan dengan mengidentifikasi secara langsung ciri-ciri tanaman padi lokal di lapangan. Prosedur yang dilakukan adalah (1) identifikasi lokasi koordinat geospasial, (2) analisis karakterisasi morfologi daun, batang, gabah dan padi menggunakan buku panduan Bioversity International, IRRI, dan WARDA 2007, dan (3) analisis statistik hasil. Karakteristik yang dipertimbangkan meliputi karakteristik kualitatif dan kuantitatif yang diolah menggunakan program Numerical Taxonomy System (NTSYS-pc) versi 2.02. Hasil eksplorasi diperoleh 3 (tiga) genotipe padi lokal Kabupaten Padang Pariaman, dengan 16 karakter yang diamati mempunyai koefisien kemiripan berkisar antara 0,21 (21%) hingga 0,31 (31%). Genotipe V1 dan V2 memiliki nilai koefisien tertinggi sebesar 0,31 (31%), dan nilai koefisien terendah sebesar 0,21 (21%) pada genotipe V3. Analisis kemiripan ketiga genotipe padi lokal di Kabupaten Padang Pariaman menunjukkan adanya derajat ketidaksamaan antar genotipe. Kata kunci: Eksplorasi, Karakterisasi Morfologi, Padi Lokal

Page 94 of 139 | Total Record : 1386