cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
ISSN : 23561483     EISSN : 26153904     DOI : -
Core Subject : Education,
PiJIES: PEDAGOGIK Journal of Islamic Elementary School is a peer-reviewed journal which is published by Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Palopo. This Journal publishes manuscripts on research in Islamic education and elementary school. PiJIES features research novelties and significance for science advancement in any new development and advancement in the field of education. The scope of our journal includes child development, cognitive psychology, social science, math and natural education to school learning and teaching. This Journal publishes current original research studies that contain data about school and classroom processes in elementary or middle schools while occasionally publishing integrative research reviews and in-depth conceptual analyses of schooling.
Arjuna Subject : -
Articles 505 Documents
Implementasi Sikap Hormat dan Pola Komunikasi Remaja Terhadap Birrul Walidain Akibat Penggunaan Media Sosial Mualizah, Elsiatul; Gani, Ainal; Selvia, Devi Sela Eka
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 9 No. 1 (2026): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v9i1.9920

Abstract

Perkembangan media sosial pada kalangan remaja memunculkan tantangan dalam implementasi nilai birrul walidain, khususnya pada sikap hormat dan pola komunikasi terhadap orang tua dan guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi sikap hormat remaja terhadap orang tua dan guru yang dipengaruhi oleh penggunaan media sosial di MTs Negeri 1 Pesawaran. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif yang melibatkan 15 informan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial memengaruhi pola komunikasi remaja, ditandai dengan menurunnya responsivitas siswa terhadap orang tua, berkurangnya komunikasi langsung, serta munculnya perilaku phubbing yang menghambat kedekatan emosional dalam keluarga. Selain itu, ditemukan adanya kesenjangan antara pemahaman kognitif siswa tentang birrul walidain dengan implementasi perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut meliputi rendahnya literasi digital orang tua, lemahnya pengawasan penggunaan media sosial, serta dominannya pengaruh budaya komunikasi digital terhadap remaja. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara sekolah dan orang tua melalui penguatan pendidikan akhlak, pembiasaan komunikasi dialogis, serta pendampingan penggunaan media sosial agar nilai birrul walidain tetap terimplementasi dalam kehidupan remaja di era digital.
Keefektifan Problem Based Learning Berbantuan Wordwall Ditinjau dari Pembelajaran Berdiferensiasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas II Sekolah Dasar Hidayah, Syilfa Ridhotul; Aeni, Kurotul
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 9 No. 1 (2026): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v9i1.10035

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas II SD. Tujuan penelitian adalah mengetahui keefektifan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Wordwall ditinjau dari pembelajaran berdiferensiasi dan hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas II SD Negeri Sendangmulyo 04 Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental two group pretest-posttest design, melibatkan kelas II A sebagai kelas eksperimen (PBL berbantuan Wordwall) dan kelas II B sebagai kelas kontrol (pembelajaran konvensional berbantuan media gambar), dengan teknik pengumpulan data meliputi tes, kuesioner, observasi, serta studi dokumen, diikuti analisis data dengan uji normalitas, homogenitas, uji-t independen, dan N-Gain. Temuan penelitian terdapat perbedaan signifikan pembelajaran berdiferensiasi antara kelas eksperimen (rata-rata 8,24) dan kontrol (6,96) dengan signifikansi 0,000 < 0,05, serta hasil belajar Pendidikan Pancasila kelas eksperimen (87,52) lebih tinggi daripada kontrol (81,60) dengan signifikansi 0,023 < 0,05; model PBL berbantuan Wordwall efektif terhadap pembelajaran berdiferensiasi (perbedaan rata-rata 1,28, p=0,000) dan cukup efektif terhadap hasil belajar (N-Gain eksperimen 65,52% > kontrol 59,77%). Disarankan guru menerapkan model PBL berbantuan Wordwall untuk meningkatkan pembelajaran berdiferensiasi dan hasil belajar siswa secara optimal.
Meningkatkan Keterampilan Mengancingkan Baju Menggunakan Media Dressing Frame Pada Anak Disabilitas Intelektual Saidah, Nur; Safaruddin, Safaruddin; Zulmiyetri, Zulmiyetri; Arnez, Gaby
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 9 No. 1 (2026): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v9i1.10052

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ditemukan di kelas II SLB Negeri Sungai Bahar, yaitu adanya dua peserta didik dengan disabilitas intelektual ringan berinisial AA dan NN yang mengalami kesulitan dalam keterampilan bina diri, khususnya dalam mengancingkan baju secara mandiri. Kedua peserta didik menunjukkan kemampuan motorik halus yang masih lemah, koordinasi mata dan tangan yang belum optimal, serta masih membutuhkan bantuan intensif dari guru dalam setiap tahapan mengancingkan baju. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan efektivitas penggunaan media dressing frame dalam meningkatkan keterampilan mengancingkan baju pada anak disabilitas intelektual ringan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri dari dua peserta didik kelas II dengan disabilitas intelektual ringan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan media dressing frame, sedangkan variabel terikatnya adalah keterampilan mengancingkan baju. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes unjuk kerja, dan dokumentasi. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk mengetahui persentase peningkatan kemampuan, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan proses pembelajaran dan respons peserta didik selama pelaksanaan tindakan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan yang signifikan setelah penggunaan media dressing frame. Kemampuan awal peserta didik AA sebesar 24% dan NN sebesar 20%. Pada siklus I terjadi peningkatan secara bertahap, dan pada siklus II kemampuan peserta didik meningkat hingga mencapai 100% pada AA dan 95% pada NN dengan kategori sangat baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media dressing frame efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus dan kemandirian anak dalam mengancingkan baju. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa media dressing frame dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang konkret, terstruktur, dan adaptif dalam program pengembangan diri bagi anak disabilitas intelektual, khususnya dalam melatih keterampilan bina diri yang berkaitan dengan aktivitas kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, guru di sekolah luar biasa disarankan untuk memanfaatkan media pembelajaran yang bersifat manipulatif dan berbasis praktik langsung guna meningkatkan keterampilan motorik halus serta kemandirian anak dalam aktivitas fungsional sehari-hari.
Meningkatkan Pemahaman Arah Kanan dan Kiri melalui Permainan Body percussion pada Disabilitas Intelektual Sedang Seladura, Fitri Huzan; Arnez, Gaby; Budi, Setia; Yuliana, Syari
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 9 No. 1 (2026): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v9i1.10107

Abstract

Pemahaman konsep arah kanan dan kiri merupakan kemampuan orientasi spasial dasar yang masih menjadi kesulitan bagi peserta didik disabilitas intelektual sedang akibat keterbatasan kognitif dan motorik yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep arah kanan dan kiri melalui penerapan metode permainan body percussion. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus terhadap tiga peserta didik disabilitas intelektual sedang kelas III, yaitu N, R, dan H. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes perbuatan, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan perhitungan persentase kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemahaman konsep arah kanan dan kiri secara bertahap dari kondisi awal ke siklus I dan siklus II. Peserta didik N mengalami peningkatan dari 8% menjadi 83%, sedangkan peserta didik R dan H meningkat dari 16% menjadi 75%, sehingga seluruh peserta didik mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran. Penelitian ini sekaligus mengisi keterbatasan pada kajian sebelumnya, karena penelitian yang secara khusus mengkaji penggunaan body percussion untuk mengembangkan konsep spasial kanan dan kiri pada peserta didik disabilitas intelektual sedang masih terbatas.     Penelitian ini juga mengisi keterbatasan pada penelitian sebelumnya, karena Penelitian Tindakan Kelas yang secara khusus mengkaji penggunaan body percussion dalam mengembangkan konsep spasial kanan dan kiri pada peserta didik disabilitas intelektual sedang masih terbatas.Temuan ini menunjukkan bahwa metode permainan body percussion efektif sebagai strategi pembelajaran berbasis gerak dan multisensori dalam meningkatkan pemahaman konsep arah kanan dan kiri pada peserta didik disabilitas intelektual sedang. Oleh karena itu, metode ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam pembelajaran pendidikan khusus, serta perlu dikaji lebih lanjut dengan subjek yang lebih luas dan durasi intervensi yang lebih panjang.
Strategi Peningkatan Motivasi Belajar Matematika di Madrasah Ibtidaiyah melalui Pembelajaran Joyful Learning Berbasis Ice Breaking Kadir, Kadir
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 9 No. 1 (2026): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v9i1.10113

Abstract

Rendahnya motivasi belajar matematika pada siswa sekolah dasar khususnya kelas rendah masih menjadi tantangan akibat pembelajaran yang cenderung konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektifitas metode pembelajaran joyful learning berbasis ice breaking pada kelas II MIN 1 Bolaang Mongondow Timur dalam meningkatkan motivasi belajar matematika siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan memberikan perlakuan kepada kelompok kelas tertentu untuk mengukur dampak peningkatan motivasi belajar matematika siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas II yang berjumlah 30 peserta didik yang terdiri dari  14 laki-laki dan 16 perempuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa angket motivasi belajar siswa yang diberikan sebelum dan sesudah penerapan pembelajaran joyful learning berbasis ice breaking. Data hasil penelitian diuji secara statistik menggunakan uji t dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil analisis data secara deksriptif menunjukkan terjadi peningkatan motivasi belajar matematika siswa dari sebelumnya dengan rata-rata 35,03 menjadi 65,86. Sementara pada hasil uji statistik secara inferensial menunjukkan nilai Sig. (2-Tailed) sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti H0 ditolak. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata secara signifikan motivasi siswa sebelum dan sesudah pengunaan metode pembelajaran joyful learning berbasis ice breaking. Dengan kata lain, metode ini berpengaruh terhadap motivasi belajar matematika siswa. Temuan penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan guru sebagai strategi dalam mengatasi kejenuhan belajar siswa.