cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18584748     EISSN : 25490885     DOI : -
Core Subject : Education,
SAINTEK PERIKANAN (p-ISSN: 1858-4748 dan e-ISSN: 2549-0885) adalah jurnal ilmiah perikanan yang diterbitkan oleh Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Februari dan Agustus).
Arjuna Subject : -
Articles 492 Documents
PENGARUH KONSENTRASI TEPUNG KARAGENAN Euchema cottonii YANG BERBEDA TERHADAP KARAKTERISTIK SEDOTAN BIOPLASTIK Putri, Ajeng Nofa Apriliana
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 20, No 1 (2024): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.20.1.41-46

Abstract

Eucheuma cottonii merupakan salah satu jenis rumput laut merah penghasil karagenan yang banyak dibudidayakan di Indonesia, dengan jumlah produksi pada tahun 2018 mencapai sekitar 8,62 juta ton. Eucheuma cottonii dapat diolah menjadi produk turunan hidrokoloid yaitu kappa karagenan. Karagenan dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan bioplastik karena bersifat hidrokoloid sehingga memiliki karakteristik elastis dan mudah terurai (biodegradable). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh dan konsentrasi karagenan terbaik. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada nilai ketebalan, kuat tarik dan kelarutan, serta Split Plot in Time pada nilai biodegradasi dengan 2 faktor yaitu konsentrasi karagenan dan waktu pengamatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi tepung karagenan memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter uji (P<0,05), dimana semakin tinggi konsentrasi tepung karagenan yang ditambahkan maka karakteristik sedotan bioplastik semakin tebal, kuat, sulit larut dan sulit terdegradasi. Nilai kuat tarik dan kelarutan terbaik terdapat pada perlakuan konsentrasi 4% yaitu sebesar 0,595 ± 0,002MPadan 293,00 ± 11,35menit. Uji ketebalan dan biodegradasi terbaik terdapat pada perlakuan konsentrasi 2% yaitu sebesar 1,746 ± 0,04mm, 2,82 ± 0,173 gram, sedotan bioplastik memiliki kenampakan bening, berwarna putih tulang, tidak ada gumpalan putih, terdapat sedikit gelembung, bertekstur sedikit halus dan tidak berbau.
PENGARUH KOMBINASI MEDIA TALAS DAN AMPAS TAHU FERMENTASI TERHADAP PERTUMBUHAN MAGGOT (Hermetia illucens) DAN BENIH IKAN PAPUYU (Anabas testudineus) Syifa, Nor; Solihin, Ahmad; Aisyah, Siti Nur; Siswanto, Siswanto
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 1 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.1.1-7

Abstract

Ikan papuyu (Anabas testudineus) membutuhkan pakan yang optimal untuk pertumbuhannya, dan maggot (Hermetia illucens) merupakan salah satu alternatif pakan bernutrisi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh talas dan ampas tahu sebagai media budidaya terhadap pertumbuhan maggot dan menganalisis pengaruh pemberian maggot sebagai pakan alternatif terhadap pertumbuhan benih ikan papuyu. Metode yang digunakan adalah fermentasi media budidaya maggot dan pengamatan pertumbuhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan yaitu (A) 100% talas, (B) 25% talas + 75% ampas tahu, (C) 50% talas + 50% ampas tahu, (D) 75% talas + 25% ampas tahu dan (E) 100% ampas tahu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan populasi maggot tertinggi terdapat pada perlakuan E (3.990 ekor), sedangkan pertumbuhan bobot relatif dan pertumbuhan panjang relatif maggot tertinggi terdapat pada perlakuan D dengan peningkatan sebesar 2,77% dan 29,64%. Sedangkan pertumbuhan bobot mutlak ikan papuyu tertinggi ada pada perlakuan B (0,59 gram) dan pertumbuhan panjang mutlak ikan papuyu tertinggi ada pada perlakuan D (0,19 cm). Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi talas dan ampas tahu yang difermentasi dapat dijadikan sebagai media budidaya maggot dan memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan maggot dan ikan papuyu.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI PERMEN JELLY DENGAN RASIO IKAN PATIN (Pangasius sp.) DAN NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) Fatmawati, Dwi; Lestari, Oke Anandika; Dewi, Yohana Sutiknyawati Kusuma
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 1 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.1.15-22

Abstract

Ikan kaya akan nutrisi, namun kurang diminati terutama oleh anak-anak. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat konsumsi ikan adalah inovasi pengolahan ikan menjadi permen jelly. Kendala dalam mengolah ikan adalah adanya flavor dan aroma amis. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan mengkombinasikannya dengan nanas. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh rasio ikan patin dan nanas terbaik pada pembuatan permen jelly berdasarkan karakteristik fisikokimia dan organoleptik (metode deskriptif dengan menggunakan 30 orang panelis semi terlatih). Perlakuan dalam penelitian ini adalah 5 rasio ikan patin dan nanas dengan 5 kali ulangan. Rasio ikan patin dan nanas yang digunakan adalah 2:8, 3:7, 4:6, 5:5, dan 6:4. Parameter yang digunakan adalah kadar air, kadar abu, kadar protein, gula reduksi, warna, dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan rasio ikan patin dan nanas mempengaruhi karakteristik fisikokimia (kadar abu, kadar protein, dan warna L*, a*, dan b*) dan karakteristik sensori (warna) pada permen jelly. Permen jelly dengan rasio ikan patin:nanas 2:8 merupakan perlakuan terbaik. Karakteristik fisikokimia permen jelly ikan patin dan nanas terbaik memiliki kadar air (16,32%), kadar abu (2,84%), kadar protein (2,62%), gula reduksi (55,12%), dan warna L* (21,94), a* (3,44), b* (7,82). Karakteristik sensori permen jelly tersebut yaitu memiliki penampakan mengkilap, berwarna kuning orange, beraroma tidak amis, memiliki rasa yang manis, bertekstur kenyal, dan kesukaan keseluruhan adalah lebih suka.
FEASIBILITY STUDY OF DOMESTICATION OF WADER FISH (PUNTIUS BINOTATUS) IN THE BRANTAS WATERSHED AREA, EAST JAVA Ferawati, Yunetta; Khusaini, Moh.; Parmawati, Rita; Efani, Anthon
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 1 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.1.62-72

Abstract

Puntius binotatus Wader fish in the Brantas River Basin, East Java has an important position for society and the environment, so it is important to make an effort to maintain its sustainability, one of which is through Domestication. This study aims to further examine whether the domestication of Puntius binotatus Wader fish is feasible as an alternative farming business for the community in the Brantas River Basin, East Java. The feasibility analysis of Puntius binotatus Wader fish domestication was carried out by analyzing the market, technical, management, social, and environmental aspects first before conducting a financial analysis. The results of the analysis show that the market share of Wader fish seeds where the demand for seeds is greater than the existing supply. Technically, there are no obstacles or problems that hinder the running of the business. Domestication implementers can run their businesses because they already have a fairly good organizational structure. Social and environmental analysis shows that the Wader Cakul fish seed business (Puntius binotatus) is very feasible to run because it has a positive impact on society and maintains the sustainability of the surrounding natural environment. Financially, the Wader Cakul (Puntius binotatus) fish breeding business at UPT PBAT Umbulan obtained an NPV value greater than zero, which is Rp109,256,722. Net B/C is greater than one, which is 2.35. The IRR value obtained from the financial analysis of the Wader Cakul (Puntius binotatus) fish farming business is 30.16 percent, where the IRR value is greater than the applicable discount rate of 4.75 percent, which means that the Wader Cakul (Puntius binotatus) fish farming business is financially feasible to be implemented
ANALISIS PEMANFAATAN INFORMATION AND COMMUNICATION OF TECHNOLOGY (ICT) DALAM MENDUKUNG PENINGKATAN PRODUKTIVITAS NELAYAN DI KAWASAN BANDENGAN Verawati, Cornelia Novita; Prastiwi, Reza Aulia; Angely, Devi Raj; Fadilah, Naela; Mas'ud, Mochamad Lutfi; Susilowati, Indah; Shafika, Nur
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 1 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.1.38-47

Abstract

Information and Communication of Technology (ICT) telah menjadi elemen kunci dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan sektor perikanan, khususnya di Kawasan Bandengan, Kabupaten Kendal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan ICT oleh nelayan modern skala kecil, termasuk aplikasi seperti WhatsApp, website BMKG, GPS, dan GPS Essential, serta mengkaji implementasi konsep blue economy dalam pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei, wawancara semi-terstruktur, dan observasi untuk memahami pola adopsi teknologi, karakteristik sosial-ekonomi nelayan, dan dampaknya terhadap aktivitas perikanan. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan ICT membantu nelayan meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat akses informasi, dan mengoptimalkan hasil tangkapan. Teknologi seperti WhatsApp memungkinkan komunikasi yang lebih cepat antar-nelayan, website BMKG memberikan informasi cuaca yang akurat, sementara GPS dan aplikasi GPS Essential mempermudah penentuan lokasi strategis penangkapan ikan. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan, seperti keterbatasan pendidikan, rendahnya akses terhadap teknologi canggih, serta kendala sosial-ekonomi yang membatasi penerapan ICT secara luas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adopsi ICT tidak hanya mendukung pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan tetapi juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. 
SCREENING ACTIVITY OF LIPOLYTIC BACTERIA: BIOFOULING COMPLEX ON SURAMADU CONCRETE BRIDGE SUBSTRATE Junaedi, Abdus Salam; Atho’illah, M; Tasya, Friska Rachmawati; Farid, Akhmad
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 1 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.1.48-56

Abstract

Biofouling is an aquatic biota that lives by attaching to a harmful substrate. Bacteria are one of the factors in the formation of biofouling communities on the substrate. Lipolytic bacteria are microorganisms capable of degrading lipid (fat) compounds. The purpose of this study aimed to determine the characteristics of lipolytic bacteria that were successfully isolated from a sample of the Suramadu concrete bridge substrate (Surabaya-Madura waters). There are 3 sampling stations doing 3 repetitions at each station. The isolation method used was a pour plate using selective Stone Mineral Salt Solution Extract Yeast Agar (SMSSEYA) + 2% bacto agar media . The results showed that the characterization of bacterial colonies in Surabaya-Madura waters obtained 5 types of bacterial colonies namely BL1, BL2, BL3, BL4, and BL5. The lipolytic indexes of bacteria BL2, BL3, and BL4 were respectively 0.51; 1.31; 0.78 mm and types of bacteria BL1 and BL5 with a value of 0 mm each. Bacteria types BL2, BL3, and BL4 are lipolytic bacterial isolates because they are capable of producing extracellular lipase enzymes characterized by the formation of clear zone areas surrounding the bacterial colonies.
BIOMONITORING OF MACROINVERTEBRATE DIVERSITY AS AN INDICATOR OF POLLUTION IN DEKET RIVERS LAMONGAN REGENCY Saad, Moch; Shaleh, Fuquh Rahmat; Mas'ud, Faisol
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 1 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.1.32-37

Abstract

Macroinvertebrates are aquatic organisms that live at the bottom of the water, have relatively slow movements, and have a relatively long life span so that they can respond to river water conditions, changes in water quality, and the substrate in which they live significantly affecting their composition and abundance. This research aims to determine the diversity value, macroinvertebrate dominance, and the river water quality based on the Family Biotic Index (FBI) in the Deket River, located in the Lamongan Regency. The sampling method used a purposive sampling method, sampling was carried out at 3 stations and 4 replications, macroinvertebrates were taken using an Ekman grab tool, and river water quality values were measured using the family biotic index (FBI). Based on the research results, there is a moderate pollution level in the Deket River, as shown by the results of the FBI value with the water quality category being rather poor, with a high pollution level with a large population. The diversity index value for macroinvertebrates in the Deket River is between 1.27 and 1.57, included in the medium category. Meanwhile, the macroinvertebrate dominance index value in the Deket River is relatively poor.
PENAMBAHAN ALGINAT PADA KARAKTERISTIK MINUMAN YANG BERPOTENSI SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL TERHADAP KANDUNGAN ANTIOKSIDAN DAN KADAR SERAT Wibawa, Fara; Haryati, Sakinah; Aditia, Rifki Prayoga
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 1 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.1.57-61

Abstract

Minuman fungsional merupakan jenis pangan yang tidak hanya mengandung nutrisi, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan, termasuk potensi antioksidan dan dukungan untuk pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi optimal minuman fungsional berbahan alginat, dengan fokus pada kapasitas antioksidan dan kandungan serat yang dapat diterima masyarakat. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat variasi perlakuan substitusi alginat: 0%, 0,7%, 1%, dan 1,3%. Parameter pengujian meliputi kapasitas antioksidan (menggunakan metode DPPH), kandungan serat pangan, serta uji organoleptik. Hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi alginat meningkatkan kapasitas antioksidan dan kandungan serat pangan. Formulasi terbaik ditemukan pada perlakuan 1,3% alginat, dengan inhibisi antioksidan mencapai 75,11% dan kandungan serat pangan tertinggi sebesar 2,17%. Uji organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan 1,3% juga mendapatkan skor tertinggi untuk warna (3,77), meskipun parameter aroma tidak menunjukkan perbedaan signifikan antar perlakuan. Pada parameter rasa, formulasi tanpa penambahan alginat (0%) memperoleh skor tertinggi, yakni 3,57 (agak suka).
RASIO GAYA APUNG TERHADAP GAYA TENGGELAM PUKAT CINCIN PELAGIS KECIL PADA KAPAL UKURAN DI BAWAH 30 GT DI PPN PEKALONGAN Krisna, Natanael; Setyawan, Hendrik Anggi; Jayanto, Bogi Budi
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 1 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.1.23-31

Abstract

Pukat cincin pelagis kecil merupakan alat penangkap ikan aktif yang beroperasi dengan cara melingkari gerombolan ikan pelagis kecil. Diperlukan perhitungan teknis yang cermat terkait bentuk dan konstruksi sangat penting untuk menyesuaikan kecepatan tenggelam jaring di perairan. Keseimbangan antara gaya apung dan gaya tenggelam merupakan faktor krusial yang mempengaruhi efektivitas alat tangkap, sehingga analisis meliputi komponen terapung dan tenggelam diperlukan untuk memastikan jaring berfungsi secara optimal dan efisien dalam pengoprasian alat tangkap. Tujuan penelitian digunakan untuk menganalisis karakteristik bentuk, menganalisis karakteristik konstruksi, serta menganalisis kesesuaian teknis rasio gaya apung dan gaya tenggelam yang dihasilkan pukat cincin pelagis kecil di PPN Pekalongan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan metode pengambilan sampel secara tidak sengaja (accidental sampling). Metode analisis data menggunakan analisis karakteristik bentuk, analisis karakteristik konstruksi, menghitung berat komponen, menghitung gaya apung dan gaya tenggelam. Hasil penelitian didapatkan nilai gaya apung dengan rentang 619,395 – 738,807 kgf, sedangkan gaya tenggelam dengan rentang 350,209 –  481,996 kgf. Nilai ketentuan teknis rasio gaya apung terhadap gaya tenggelam pukat cincin yang ideal memiliki nilai 1,5 – 2,0. Rasio gaya apung terhadap gaya tenggelam dari hasil penelitian menunjukkan kriteria ideal secara keseluruhan dengan nilai diantara kriteria 1,5 – 2,0. Nilai rasio gaya apung dan gaya tenggelam data sampel dilapangan menunjukkan nilai rata-rata rasio 1,64 dengan rentang rasio sebesar 1,54 hingga 1,77.
PENILAIAN STOK IKAN BERBASIS PANJANG DAN HISTORI NELAYAN PADA PERIKANAN YANG TIDAK MEMILIKI DATA STATISTIK PENANGKAPAN Nurlette, Hartono; Alimudi, Saiful; Mahelatu, Armina; Lipugena, Harisa
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 1 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.1.8-14

Abstract

Penipisan stok ikan pada perikanan dunia saat ini menjadi perhatian yang serius karena mengancam keberlanjutan sumberdaya tersebut. Penilaian stok ikan tidak pernah dilakukan karena data yang terbatas. Namun, permasalahan ini dapat diatasi dengan memahami aspek biologi ikan, khususnya parameter populasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi stok ikan pada perikanan yang minim data penangkapan untuk pengelolaan berkelanjutan. Data panjang ikan Decapterus macarellus sebagai tangkapan utama dikumpulkan untuk memperkirakan parameter pertumbuhan, mortalitas dan eksploitasi dengan Paket TropFishR yang dikembangkan pada program R sehingga cukup handal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stok berada pada kondisi underfished. Tingkat eksploitasi berada di angka (E = 0,30), mortalitas total sebesar (Z = 1.52), mortalitas alami sebesar (M = 1,06) dan mortalitas penangkapan sebesar (F = 0,46). Parameter pertumbuhan von Bertalanffy terdiri dari panjang asimptotik (L∞ = 30 cm), koefisien pertumbuhan (K = 0,7), dan indeks kinerja pertumbuhan (Φ’ = 2,81). Tingkat eksploitasi saat ini masih rendah dibawah eksploitasi optimum (Eopt = 0,53) dan penangkapan optimum (Fopt = 2,92). Pemanfaatan masih mungkin ditingkatkan dengan selalu mengontrol masukan dan luaran serta penangkapan panjang dewasa pertama.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 4 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 2 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 1 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 4 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 3 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 2 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 1 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 4 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 3 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 2 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 1 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 4 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 3 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 2 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 1 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 4 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 3 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 2 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 1 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 4 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 3 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 2 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 1 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 15, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 15, No 1 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 14, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 14, No 1 (2018): SAINTEK PERIKANAN Vol 13, No 2 (2018): SAINTEK PERIKANAN Vol 13, No 1 (2017): SAINTEK PERIKANAN Vol 12, No 2 (2017): SAINTEK PERIKANAN Vol 12, No 1 (2016): SAINTEK PERIKANAN Vol 11, No 2 (2016): SAINTEK PERIKANAN Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 10, No 2 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 10, No 1 (2014): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 9, No 2 (2014): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 9, No 1 (2013): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 8, No 2 (2013): Jurnal Saintek Perikanan Vol 8, No 1 (2012): Jurnal Saintek Perikanan Vol 7, No 1 (2011): Jurnal Saintek Perikanan Vol 6, No 2 (2011): Jurnal Saintek Perikanan Vol 6, No 1 (2010): Jurnal Saintek Perikanan Vol 5, No 2 (2010): Jurnal Saintek Perikanan Vol 5, No 1 (2009): Jurnal Saintek Perikanan Vol 4, No 2 (2009): Jurnal Saintek Perikanan Vol 4, No 1 (2008): Jurnal Saintek Perikanan Vol 3, No 2 (2008): Jurnal Saintek Perikanan Vol 2, No 1 (2006): Jurnal Saintek Perikanan More Issue