cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18584748     EISSN : 25490885     DOI : -
Core Subject : Education,
SAINTEK PERIKANAN (p-ISSN: 1858-4748 dan e-ISSN: 2549-0885) adalah jurnal ilmiah perikanan yang diterbitkan oleh Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Februari dan Agustus).
Arjuna Subject : -
Articles 492 Documents
Analysis of Kuro Fish Stock (Eleutheronema tetradactylum, Shaw 1804) Based on Data at the Pekalongan Nusantara Fisheries Port (PPPN in Indonesian) aliffyana, firanika; Saputra, Suradi Wijaya; Solichin, Anhar
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 19, No 4 (2023): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.19.4.214-218

Abstract

Kuro fish is a demersal fish that lives in the bottom column of the water. Kuro fish is a catch of gillnet gear with a high economic value. This study aims to determine the size structure, , length-weight relationship, growth parameters, recruitment pattern, mortality rate and exploitation rate of Kuro fish. The research was conducted from June until August 2022 at Nusantara fishing port (PPN) Pekalongan or PPPN. The survey method was used, with data collection of length (mmTL) and weight (gram). Data analysis method using ELEFAN I tool on FiSAT II software. The study's results obtained 216 Kuro fish samples with lengths ranging from 265-690 mmTL. The size of the first time caught () was 441.90 mmTL with a selective fishing gear of 4.35. The length-weight relationship equation of Kuro fish is  with a negative allometric growth pattern. The results of the growth parameter analysis obtained the von Bertalanffy equation , with a value of L∞ of 715.05 mm, K of 1.5 and -0.043 years. Peak recruitment of Kuro fish occurred in August at 16.32%. The total mortality rate (Z) of fish was 2.81/year, the natural mortality rate (M) was 0.97/year, and the fishing mortality rate (F) was 1.84/year. The exploitation rate (E) of fish amounted to 0.66/year, included in the over-exploited category because it has exceeded the optimum (E> 0.5).
EFEKTIVITAS DAUN KETAPANG (Terminalia catappa) DAN BAWANG PUTIH (Allium sativum) SEBAGAI IMUNOSTIMULAN HERBAL PADA BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Insivitawati, Era; Wahidi, Budi Rianto; Asmarany, Anja; Hakimah, Nisa; Jayanti, Shara; Setyatuti, Tri Ari; Suseno, Dewi Nurmalita; Sugianti, Budi
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 2 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.2.138-144

Abstract

Budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) berpotensi besar, namun rentan terinfeksi bakteri dan memerlukan solusi alternatif pengganti antibiotik sintetis. Daun ketapang (Terminalia catappa) dan bawang putih (Allium sativum) bersifat antimikroba dan imunostimulan, namun efektivitas dan formulasi optimal masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas kombinasi daun ketapang dan bawang putih untuk mencari alternatif pengendalian bakteri yang lebih aman, mengingat penggunaan obat berlebihan dapat memicu resistensi. Daun ketapang dan bawang putih dipilih sebagai imunostimulan herbal yang potensial menekan bakteri Aeromonas tanpa dampak negatif bagi lingkungan. Metode yang digunakan adalah eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu  Perlakuan Kontrol tanpa pemberian ekstrak daun ketapang dan bawang putih, Perlakuan A (komposisi 75 % daun ketapang dan 25% bawang putih), Perlakuan B (komposisi 50 % daun ketapang dan 50% bawang putih), dan Perlakuan C (komposisi 25 % daun ketapang dan 75% bawang putih). Pengujian mencakup uji fitokimia, zona hambat, DPPH (2,2-Diphenyl-1-picrylhydrazyl), analisis kualitas air dan pertumbuhan ikan dengan uji statistik. Hasil menunjukkan kombinasi 50% daun ketapang dan 50% bawang putih (Perlakuan B) merupakan yang terbaik dan berpotensi meningkatkan daya tahan tubuh ikan dengan kadar alkaloid tertinggi sebesar 37,91% (b/b) dengan persentase Relative Percent Difference (RPD) 1,5%, IC50 Uji DPPH 3,79 mg/ml, menghambat pertumbuhan bakteri yang ditunjukkan dengan hasil zona hambat terbesar, pertumbuhan berat terbaik dengan ABW mencapai 17,60 ± 6,84 gram/ekor dan ADG 1,53 g/minggu. Penelitian ini mengindikasikan bahwa kombinasi daun ketapang dan bawang putih dapat menjadi imunostimulan alami yang ramah lingkungan dalam budidaya ikan nila.
PERBANDINGAN KELIMPAHAN PLANKTON DAN MIKROPLASTIK DI PERAIRAN MANGGAR KOTA BALIKPAPAN Ritonga, Irwan Ramadhan; Eryati, Ristiana; Manukrante, Alvionita; Muthy, Najla Adellia
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 2 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.2.88-96

Abstract

Plankton merupakan salah satu produsen primer di perairan Manggar, Balikpapan. Plankton dapat digunakan sebagai salah satu indikator pencemaran perairan akibat aktifitas manusia, salah satunya mikroplastik. Namun, informasi tentang perbandingan antara kelimpahan plankton dan mikroplastik di perairan Balikpapan masih sangat terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis jenis, perbandingan kelimpahan antara plankton dan mikroplastik di perairan Manggar, Balikpapan. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2023 di perairan Manggar, kota Balikpapan. Penentuan lokasi sampling ditentukan dengan metode purposive sampling. Sampel air diambil menggunakan plankton net (mesh 20µm) dengan volume air sebanyak 50 L, di 4 titik sampling yang berbeda. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi plankton dan mikroplastik adalah metode inspeksi visual dengan menggunakan mikroskop. Hasil analisis menemukan bahwa komposisi jenis fitoplankton tertinggi adalah kelas Bacillariophyceae (20660 ind/L). Sedangkan komposisi jenis zooplankton tertinggi ditemukan dari kelas Oligotrichea (660 ind/L). Komposisi jenis mikroplastik yang ditemukan di perairan Manggar adalah fragmen 478 partikel (58%), disusul oleh fiber (272 partikel) (33%), dan film (73 partikel) (9%). Kelimpahan rerata total plankton adalah 936.000 ind/m3, sedangkan rerata total kelimpahan mikropastik adalah 344,3 partikel/m3. Perbandingan antara rasio kelimpahan plankton dan mikroplastik adalah 2718 : 1. Keberadaan plankton masih lebih melimpah  jika dibandingkan mikroplastik di perairan Manggar
STRUKTUR KOMUNITAS IKAN DEMERSAL DI PERAIRAN PANTAI BARAT PROVINSI SUMATERA UTARA Silaban, Jecky; Ramdhani, Farhan; Nurhayati, Nurhayati; Mairizal, Mairizal; Ramadan, Fauzan; Pangentasari, Dwinda
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 2 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.2.73-82

Abstract

Struktur komunitas ikan demersal menggambarkan komposisi serta hubungan antarspesies ikan dasar laut yang hidup di suatu ekosisitem perairan. Pemahaman tentang struktur komunitas ikan demersal diperlukan sebagai dasar pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentrifikasi struktur komunitas ikan demersal di perairan Pantrai Barat Provinsi Sumatera Utara, meliputi Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Nias Selatan. Pengambilan data dilakukan pada 28 Oktober-25 November 2024. Metode yang digunakan adalah metode survei dan observasi yang melibatkan 114 unit bubu kawat selama 14 hari penangkapan dengan total organisme tertangkap sebanyak 1.626 ekor dengan berat 1.306,81 kg. Analisis data mencakup komposisi hasil tangkapan (utama, sampingan dan buangan), indeks keanekaragaman, keseragaman, dominansi, dan frekuensi kemunculan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 33 spesies ikan yang tertangkap. Hasil tangkapan utama memperoleh persentase dalam berat (44,1%), dan ekor (30%). Hasil tangkapan sampingan memperoleh persentase dalam berat (52,5%), dan ekor (64,5%). Hasil tangkapan buangan memperoleh persentase dalam berat (3,4%), dan ekor (5,6%). Organisme yang tertangkap memiliki nilai indeks keanekaragaman sedang (2,80), keseragaman tinggi (0,80), dan dominansi rendah (0,10). Berdasarkan nilai indeksnya dan secara ekologis mengindikasikan bahwa situasi maupun kondisi di perairan berada dalam keadaan stabil dan juga lingkungan yang mendukung. Frekuensi kemunculan tertinggi adalah ikan ayam-ayam biasa (Abalistes stellaris) 48,2%, dan terendah ikan pepetek (Leiognathus sp.) 4,4%. Disimpulkan bahwa organisme ikan demersal yang tertangkap pada bubu kawat mencakup 33 spesies ikan demersal, dengan 7 spesies sebagai hasil tangkapan utama, 23 spesies sebagai tangkapan sampingan, dan 3 spesies sebagai tangkapan buangan
STRATEGI PENINGKATAN KESEHATAN NELAYAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN KESEJAHTERAAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TEGALSARI, KOTA TEGAL Purwangka, Fis; Nuranisah, Reghina Yasmine; Solihin, Akhmad; Erwiantono, Erwiantono; Rizal, Daisy Rahma
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 2 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.2.128-137

Abstract

Tingkat pendidikan nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari yang didominasi lulusan Sekolah Dasar (SD) berdampak pada rendahnya pemahaman mereka terhadap kesehatan, terutama dalam hal pemeriksaan kesehatan sebelum melaut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman nelayan terhadap kesehatan, menganalisis sistem pendapatan dan pengeluaran nelayan untuk keperluan kesehatan, serta merekomendasikan strategi peningkatan kesehatan nelayan. Metode yang digunakan yaitu studi kasus eksplanatori dengan metode pengumpulan data survei lapangan melalui kuesioner dan wawancara kepada nelayan. Selanjutnya dianalisis menggunakan SWOT untuk membuat strategi. Hasil menunjukkan bahwa meskipun nelayan memiliki pendapatan yang cukup tinggi, alokasi pengeluaran mereka untuk kesehatan masih sangat kecil, berkisar antara 0,11% hingga 0,98% dari total penghasilan. Selain itu, pemanfaatan layanan BPJS Kesehatan belum optimal akibat kurangnya pemahaman serta kendala administratif. Analisis SWOT yang dilakukan menunjukkan bahwa peluang eksternal, seperti regulasi pemerintah yang menjamin hak kesehatan nelayan dan ketersediaan fasilitas medis di sekitar pelabuhan, lebih mendukung dibandingkan kekuatan internal yang dimiliki oleh nelayan. Di sisi lain, ancaman seperti persaingan pasar ikan dan kerusakan fasilitas pelabuhan dapat menghambat peningkatan kualitas kesehatan nelayan. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang meliputi peningkatan edukasi kesehatan berbasis komunitas, optimalisasi fasilitas kesehatan di pelabuhan, serta penyuluhan terkait pemanfaatan BPJS Kesehatan. Dengan penerapan strategi ini, diharapkan nelayan dapat lebih sadar akan pentingnya kesehatan, meningkatkan akses mereka terhadap layanan medis, serta pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan.
PENGARUH PADAT TEBAR TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP IKAN GLOFISH TETRA DI CIANJUR, JAWA BARAT Awaludin, Rohmat; Haetami, Kiki; Priwirjanto, Gatot Hari; Rostika, Rita
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 2 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.2.83-87

Abstract

Ikan glofish merupakan ikan hasil rekayasa genetik dengan menyisipkan gen fluoresen dari ubur-ubur yang awalnya dikembangkan untuk mendeteksi pencemaran lingkungan, khususnya polusi air. Gen ini memungkinkan ikan memancarkan cahaya khas saat terpapar senyawa kimia berbahaya. Seiring waktu, glofish lebih dikenal sebagai ikan hias karena penampilannya yang menarik. Namun, informasi mengenai pengaruh padat tebar terhadap ikan glofish masih terbatas sehingga menjadi kendala  dalam budidaya yang efisien dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi padat tebar pada kelangsungan hidup ikan glofish. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL), 4 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan perlakuan A = 1 ekor/L, B = 2 ekor/L, C = 3 ekor/L dan D = 6,7 ekor/L. Parameter yang diamati meliputi kelangsungan hidup, pertumbuhan panjang dan pertumbuhan bobot ikan glofish. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam One-way ANOVA di software SPSS 24. Hasil uji ANOVA data terdistribusi normal (p > 0,05) dan terdapat pengaruh nyata antar perlakuan. Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan A dengan tingkat kelangsungan hidup 73,3%. Padat tebar 1 ekor/L memberikan hasil terbaik terhadap kelangsungan hidup ikan glofish tetra. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam menentukan budidaya ikan glofish yang optimal dan berkelanjutan.
THE EFFECT OF FLOATING AQUAPONIC SYSTEM WITH DIFFERENT TYPES OF PLANTS ON THE NUTRITION OF TILAPIA (Oreochromis niloticus) MEAT Djonu, Asriati; Salosso, Yuliana; Jasmanindar, Yudiana; Santoso, Priyo
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 2 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.2.124-127

Abstract

The floating aquaponic system using different types of plants can be an environmentally friendly cultivation solution, easy to apply on a household scale and profitable. However, various types of plants in aquaponics have different nutrient absorption capacities that can affect the quality of fish meat. This research aimed to see the type of plant that is best at producing quality of tilapia (Oreochromis niloticus) meat produced from cultivation with a floating aquaponic system using different types of plants. The types of plants used included spinach (Ipomoea aquatica), pakcoy (Brassica rapa), lettuce (Lactuca sativa), and control (without plants), which were repeated three times. Experimental method is used in this research. The results showed that the best treatment was I. aquatica plant treatment which produced a dry weight of tilapia meat of 19.608%; protein of 61.575% DW (Dry Weight); fat of 3.586% DW and ash content of 8.239% DW. The results showed that using I. aquatica plants produced better meat quality than the other two plants. Compared to the control treatment, the difference was very significant. This method has the potential to be widely applied at the household scale in urban and semi-urban areas to get a source of nutritious animal protein and vegetables with minimal use of land, facilities and water.
KERAGAAN SOCIAL-ECOLOGICAL SYSTEM SUMBER DAYA PESISIR DAN LAUT DI TELUK YOTEFA, KOTA JAYAPURA, INDONESIA Paulangan, Yunus Pajanjan; Warpur, Maklon; Manalu, Khristhoper Aris Arianto; Barapadang, Barnabas; Tangkelayuk, Herman; Hisyam, Muhammad; Rumahorbo, Basa Tunggul; Ramba, Fitria Yunia; Kainama, Tamara Louraine Jeanette; Baransano, Natan
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 2 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.2.97-106

Abstract

Social-Ecological System (SES) sebagai konsep interaksi manusia dan alam sangat penting dalam konteks pengelolaan sumber daya di kawasan pesisir secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap komponen dan pola interaksi sebagai bagian dari konsep SES sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik SES, yakni komponen dan pola interaksinya di Kawasan Teluk Yotefa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan bersumber dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui survey langsung di lapangan dengan cara observasi dan wawancara.  Wawancara dilakukan terhadap 120 responden yang mewakili masyarakat kampung terpilih, instansi pemerintah,  swasta dan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang dipilih secara purposive sampling. Data sekunder diperoleh melalui studi literatur dari berbagai jurnal, laporan penelitian dan sumber data ilmiah lainnya yang relevan dengan kajian. Data yang telah dikumpulkan dibahas secara deskriptif dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan keragaan SES yang cukup beragam, yakni terdapat 6 (enam) komponen pembentuk SES di Teluk Yotefa dengan pola interaksi yang kompleks dan saling ketergantungan, dimana masyarakat sangat tergantung pada sumber daya yang ada di kawasan Teluk Yotefa, dan sebaliknya keberadaan dan kualitas sumber daya dipengaruhi oleh kondisi dan keberadaan masyarakat. Penelitian ini menunjukkan interaksi yang kuat dan saling bergantung antara manusia dan sumber daya alam sehingga perlu pengelolaan yang mampu meningkatkan ketahanan dalam kerangka SES. Oleh karena itu, perlu dukungan melalui peran pemerintah, swasta dan NGO dalam merespon kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya tanpa merusak lingkungan.
BILANGAN PEROKSIDA KETENGIKAN MINYAK IKAN GABUS (Channa striata) SELAMA PENYIMPANAN DENGAN PENAMBAHAN LIKOPEN KASAR BUAH TOMAT (Lycopersicon esculentum) Novrida, Alya Shaka; Pujiastuti, Dwi Yuli; Saputra, Eka
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 2 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.2.115-123

Abstract

Ikan gabus (Channa striata) sering dimanfaatkan sarinya karena mengandung albumin untuk mempercepat proses penyembuhan luka Proses ekstraksi albumin dari ikan gabus menghasilkan minyak samping yang kaya asam lemak tak jenuh, seperti omega-3 dan omega-6. Minyak ikan gabus mengandung banyak ikatan rangkap yang mudah mengalami reaksi oksidasi. Salah satu cara untuk menghambat oksidasi minyak ikan adalah dengan menambahkan antioksidan. Antioksidan sintetis dinilai berbahaya bagi tubuh serta memiliki efek samping, sehingga penelitian ini memanfaatkan antioksidan alami dari likopen kasar buah tomat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan likopen kasar buah tomat dan variasi suhu penyimpanan terhadap bilangan peroksida minyak ikan gabus selama penyimpanan. Metode penelitian yang digunakan adalah uji eksperimental pada minyak ikan gabus yang terdiri dari empat perlakuan terdiri dari satu kontrol tanpa likopen dan tiga perlakuan dengan penambahan likopen kasar 60 g/200 ml pada suhu penyimpanan 28°C, 5°C, dan -9°C selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan optimal penyimpanan minyak ikan terdapat pada perlakuan penambahan likopen kasar dengan penyimpanan kulkas 5°C berdasarkan hasil uji bilangan peroksida terkecil 3,33 meq/kg pada hari ke-21 serta nilai organoleptik parameter bau dan kekeruhan terbaik.
KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG EKOSISTEM MANGROVE UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA DI TELUK AMBON, PROVINSI MALUKU Alimudi, Saiful; Nurlette, Hartono Nurlette; Fatsey, Alwi; Kaliky, Kamarudin
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 2 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.2.107-114

Abstract

Kawasan eksosistem mangrove Desa Wariheru memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi area ekowisata. Melalui pengembangan tersebut, manfaat dari hutan mangrove tidak hanya dinikmati sebagai wisata alam, namun dapat memberikan alternatif khususnya masyarakat pesisir untuk meningkatkan pendapatan ekonomi. Kendati demikian, realisasi oleh stakeholder dan pemerintah belum mewujudkan harapan tersebut. Urgensi penelitian ini berfokus pada pemanfaatan teknologi sistem informasi geografis (SIG) untuk mengetahui potensi hutan mangrove sebagai kawasan ekowisata. Pendekatan SIG dapat dimanfaatkan sebagai acuan awal dalam pengambilan kebijakan terkait pengelolaan dan pengembangan kawsan ekosistem mangrove. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian lahan dan daya dukung ekowisata mangrove desa Waiheru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kauntitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan survey lapangan. Analisis kesesuaian lahan untuk ekowisata mangrove dilakukan secara spasial berdasarkan perkalian antara nilai skor dan bobot yang diperoleh dari masing-masing parameter, melalui pendekatan SIG. Analisis daya dukung ekowisata dihitung dengan persamaan Daya Dukung Kawasan (DDK). Hasil penelitian menunjukan informasi indkes kesesuain wilayah (IKW) desa Waiheru termasuk dalam kategori sesuai dengan luas 6,98 ha. Panjang area yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan tracking adalah 1.202 m dan daya dukung ekowisata mangrove adalah 192 orang/hari, dengan mempertimbangkan lamanya waktu kunjungan wisata setiap pengunjung (buka 8 jam/hari). Secara keseluruhan kawasan ekosistem mangrove Desa Waiheru dikategorikan cukup sesuai untuk dikembangan menjadi kawasan ekowisata dengan daya tampung dalam kategori baik dan tidak melebihi ambang batas maksimal yang diperbolehkan

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 4 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 2 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 1 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 4 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 3 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 2 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 1 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 4 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 3 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 2 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 1 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 4 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 3 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 2 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 1 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 4 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 3 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 2 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 1 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 4 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 3 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 2 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 1 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 15, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 15, No 1 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 14, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 14, No 1 (2018): SAINTEK PERIKANAN Vol 13, No 2 (2018): SAINTEK PERIKANAN Vol 13, No 1 (2017): SAINTEK PERIKANAN Vol 12, No 2 (2017): SAINTEK PERIKANAN Vol 12, No 1 (2016): SAINTEK PERIKANAN Vol 11, No 2 (2016): SAINTEK PERIKANAN Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 10, No 2 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 10, No 1 (2014): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 9, No 2 (2014): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 9, No 1 (2013): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 8, No 2 (2013): Jurnal Saintek Perikanan Vol 8, No 1 (2012): Jurnal Saintek Perikanan Vol 7, No 1 (2011): Jurnal Saintek Perikanan Vol 6, No 2 (2011): Jurnal Saintek Perikanan Vol 6, No 1 (2010): Jurnal Saintek Perikanan Vol 5, No 2 (2010): Jurnal Saintek Perikanan Vol 5, No 1 (2009): Jurnal Saintek Perikanan Vol 4, No 2 (2009): Jurnal Saintek Perikanan Vol 4, No 1 (2008): Jurnal Saintek Perikanan Vol 3, No 2 (2008): Jurnal Saintek Perikanan Vol 2, No 1 (2006): Jurnal Saintek Perikanan More Issue