cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18584748     EISSN : 25490885     DOI : -
Core Subject : Education,
SAINTEK PERIKANAN (p-ISSN: 1858-4748 dan e-ISSN: 2549-0885) adalah jurnal ilmiah perikanan yang diterbitkan oleh Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Februari dan Agustus).
Arjuna Subject : -
Articles 492 Documents
PENGARUH FORTIFIKASI HIDROLISAT PROTEIN IKAN TERHADAP KARAKTERISTIK DAN KOMPOSISI GIZI SNACK BAR PISANG Nadhiroh, Alfia; Fahmi, A Suhaeli; Agustini, Tri Winarni; Rusyanto, Widya
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 2 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.2.145-154

Abstract

Snack bar merupakan camilan praktis dan bergizi, biasanya dibuat dari kacang-kacangan, buah kering, dan oatmeal. Penambahan protein ikan, yang memiliki kualitas tinggi dan asam amino esensial lengkap, dapat meningkatkan kandungan gizi produk. HPI (Hidrolisat Protein Ikan) juga memiliki sifat fungsional yang mendukung peningkatan rasa, tekstur, dan nilai gizi produk. Dalam penelitian ini, HPI yang digunakan telah melalui proses mikroenkapsulasi untuk mengurangi rasa pahit dan meningkatkan stabilitasnya. Penelitian ini menggunakan buah pisang kepok matang sebagai bahan dasar, dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh fortifikasi HPI terhadap karakteristik dan komposisi gizi snack bar pisang. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan: K (0%), A (5%), B (8%), dan C (10%), masing-masing dengan 3 ulangan. Data dianalisis menggunakan SPSS 16; uji ANOVA dan Duncan untuk data parametrik, serta Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney untuk data non-parametrik. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi HPI menurunkan kekerasan dan kecerahan warna, serta menurunkan tingkat kesukaan panelis terhadap kenampakan. Namun, fortifikasi HPI meningkatkan kadar protein, abu, dan beberapa asam amino. Perlakuan terbaik diperoleh pada fortifikasi 8% (B), dengan kekerasan 712,8 gf, warna L* = 40,48; a* = 9,45; b* = 44,13, serta karakteristik produk berwarna kuning kecoklatan, tekstur padat-lembut, rasa manis sedikit asam, dan aroma ikan tipis. Kandungan gizinya meliputi protein 7,72%, air 18,51%, lemak 15,83%, karbohidrat 56,89%, abu 1,05%, dan peningkatan asam amino seperti tirosin, asam aspartat, glisin, dan lisin.
THE EFFECT OF SEAWEED FLOUR (Gracilaria verrucosa) SUBSTITUTION ON THE QUALITY CHARACTERISTICS AND FIBER CONTENT OF BISCUITS Cahya, Ira Cindy Dwi; Agustini, Tri Winarni; Anggo, Apri Dwi
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.3.223-230

Abstract

Biscuits with specific treatments can become functional foods made from wheat flour and are often consumed as snacks. Biscuits usually contain high carbohydrates and fats, but low protein and fiber. G. verrucosa is a red algae rich in dietary fiber (53.57%). Adding G. verrucosa flour to biscuits can increase the natural fiber content, and be an alternative nutritious and affordable product. This study aims to determine the effect of seaweed flour substitution as a reference for high-fiber biscuits, quality characteristics and nutritional content, and the best concentration based on sensory tests. The research method for this biscuit was carried out experimentally in the Laboratory using a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 3 replications of RL (0%), RL (2%), RL (4%) and RL (6%). Research parameters observed include : protein content, fat content, moisture content, ash content, food fibre, texture, color test and sensory analysis. Data analysis were carried out using SPSS 16 software. Parametric data were analyzed using ANOVA, Duncan and Independent Sample T-test (food fibre, while non-parametric data were analyzed using Kruskall-Wallis and Mann-Whitney tests. The results of the study showed that the higher the concentration of G. verrucosa flour substituted into biscuits, the more it would increase the nutritional content, such as protein, fat, moisture, ash, fiber and texture that met the requirements of SNI 2973:2022. In addition, it reduces the carbohydrate value and sensory characteristics such as a darker color and distinctive odor. The best results were the RL (4%) treatment with dietary fiber (3.52%), protein (8.58%), water (3.54%), fat (22.34%), ash (1.71%), carbohydrates (63.84%), crispness (629.42 gf - more cryspy), and color with L* values 53.28, a* (-10.35), b* 19.21, and panelist sensory had a 95% confidence interval of 7.83 <µ <8.26.
PEMANFAATAN TEPUNG DAUN Indigofera zollingeriana SEBAGAI SUBSTITUSI TEPUNG BUNGKIL KEDELAI PADA FORMULASI PAKAN IKAN BETOK (Anabas testudineus) Mukti, Retno Cahya; Yulisman, Yulisman; Sefrila, Marlin; Riswandi, Agung; Aprilia, Marsela
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.3.162-167

Abstract

Pakan merupakan faktor esensial yang menentukan pertumbuhan dan efisiensi produksi dalam budidaya ikan. Pakan yang diformulasi tersusun dari berbagai bahan baku, baik hewani maupun nabati. Bahan nabati yang umumnya digunakan sebagai sumber protein dalam formulasi pakan ikan adalah tepung bungkil kedelai. Namun, tepung bungkil kedelai masih diimpor dari luar negeri. Oleh sebab itu, perlu alternatif bahan nabati yang dapat digunakan sebagai sumber protein untuk mensubstitusi tepung bungkil kedelai dalam formulasi pakan. Tepung daun Indigofera zollingeriana terbukti mampu mensubstitusi tepung bungkil kedelai pada beberapa jenis ikan, diantaranya ikan gurame, ikan lele, dan ikan tambakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase terbaik tepung daun I.zollingeriana dalam mensubstitusi tepung bungkil kedelai pada formulasi pakan ikan betok. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap terdiri atas empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu kombinasi tepung bungkil kedelai dan tepung daun I. zollingeriana dengan persentase berbeda dalam formulasi pakan ikan betok, yaitu 40%:0% (P0), 30%:10% (P1), 20%:20% (P2), dan 10%:30% (P3). Parameter yang diukur antara lain pertumbuhan bobot dan panjang mutlak, rasio efisiensi protein, efisiensi pakan, kelangsungan hidup dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan substitusi tepung bungkil kedelai dengan tepung daun I. zollingeriana sebesar 50% (P2) merupakan perlakuan terbaik yang menghasilkan pertumbuhan bobot mutlak 1,77 g, pertumbuhan panjang mutlak 1,01 cm, rasio efisiensi protein 1,57, efisiensi pakan 51,76%, dan kelangsungan hidup ikan betok sebesar 96,67%. Parameter kualitas air pada P2 meliputi suhu 26,6-29,8°C, pH 6,6-7,6, oksigen terlarut 4,4-5,8 mg L-1 dan amonia 0,04-0,10 mg L-1.
RANCANG BANGUN AERATOR PORTABEL UNTUK MENINGKATKAN KADAR OKSIGEN TERLARUT (DO) PADA PENANGANAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI ATAS KAPAL Alamsyah, Majid; Sudrajat, Danu; Wahyudin, Rudi Alek
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.3.182-190

Abstract

Parameter kualitas air yang memengaruhi kelangsungan hidup rajungan mencakup suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut. Kekurangan oksigen dapat menurunkan kinerja metabolisme serta daya tahan tubuh rajungan. Rendahnya kadar oksigen terlarut dapat berakibat fatal bagi rajungan. Penelitian ini bertujuan merancang aerator portabel yang mampu secara efisien dan efektif meningkatkan kadar oksigen terlarut (DO). Penelitian dilaksanakan dari bulan September hingga Desember 2024 di Workshop Kampus Politeknik AUP, Pasar Minggu, Jakarta. Metode yang digunakan adalah engineering research untuk merancang dan menciptakan aerator portabel yang efektif dan efisien dalam meningkatkan kadar DO. Kombinasi aerator terbaik adalah pompa celup dan nozel venturi, yang dapat meningkatkan kadar DO hingga 7,48 mg/L dengan konsumsi listrik yang efisien sebesar 5,7A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aerator portabel memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan kadar DO (p=0.000 < 0.05).
PERUBAHAN SOSIAL DAN BUDAYA MASYARAKAT NELAYAN TUNA DI DESA OLELE DAN TANJUNG KRAMAT, GORONTALO Syamsuddin, Syamsuddin; Pasisingi, Nuralim; Nento, Wila Rumina; Saleh, Yuliana Yunus; Butolo, Ivana
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.3.209-215

Abstract

Nelayan merupakan salah satu pekerjaan yang mendominasi masyarakat di Desa Olele dan Kelurahan Tanjung Kramat, dimana profesi nelayan yang menjadi mata pencaharian masyarakat yakni nelayan penangkap tuna. Tuna menjadi komoditas unggulan terutama di perairan Teluk Tomini Gorontalo sehingga mampu meningkatkan perekonomian setempat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir hasil tangkapan tuna semakin menurun mengakibatkan nelayan penangkap tuna mengalami penurunan pendapatan yang memaksa mereka untuk beralih profesi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan sosial dan budaya yang terjadi pada masyarakat nelayan tuna di Desa Olele dan Kelurahan Tanjung Kramat, Gorontalo, sebagai respon terhadap dinamika ekologi dan kebijakan perikanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan signifikan hasil tangkapan tuna sejak tahun 2019, kemunculan predator seperti paus orca, serta kebijakan pemerintah yang kurang tepat sasaran seperti bantuan perahu yang tidak sesuai kebutuhan teknis telah memengaruhi pola hidup, interaksi sosial, dan strategi ekonomi masyarakat nelayan. Selain itu, penggunaan alat tangkap ilegal seperti rumpon yang tidak terkontrol turut memperparah kondisi perairan dan mempercepat krisis sumber daya. Di sisi lain, peran organisasi seperti Yayasan MDPI berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keberlanjutan sumber daya laut. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kebijakan berbasis komunitas dan pengelolaan perikanan yang adaptif terhadap kondisi sosial dan ekologis lokal.
MAPPING ENABLERS AND CHALLENGES OF TILAPIA WOMEN FARMERS IN ENHANCING FOOD SECURITY THROUGH ACCELERATED DIGITAL TRANSFORMATION IN SLEMAN REGENCY, SPECIAL REGION OF YOGYAKARTA, INDONESIA Prihatiningtyastuti, Endah; Dayaram, Kantha; Saksono, Hery; Suadi, Suadi; Shafira, Azellia Alma; Cahyani, Aulia Putri Nur; Paramitha, Dinda Laksmi
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.3.199-208

Abstract

This study investigates the enablers and challenges of digital transformation for women tilapia farmers in Sleman Regency, aiming to understand its role in enhancing food security. The research employed qualitative approaches, including document analysis, focus group discussions, and in-depth interviews with 28 informants, conducted in Sleman Regency, Yogyakarta, Indonesia. Findings reveal that women farmers in the 'Mina Mandiri' group effectively leverage digital technologies to boost productivity and market.  Reach. Key enablers include strong support from local resources, family, and community networks. Despite these enablers, they are still facing structural hurdles, including restricted access to education, inadequate computer literacy, and the absence of gender-responsive regulations, compounded by cultural impediments associated with gender roles and male dominance in the sector. The study underscores the critical need for gender-responsive strategies to overcome these obstacles and fully harness the potential of digital transformation, thereby significantly enhancing food security through the empowerment of women tilapia farmers.
PENGARUH PAKAN IKAN BLEBERAN DAN IKAN TAMBAN TERHADAP PERTUMBUHAN TUKIK PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) DI KONSERVASI PENYU ALUN UTARA DESA PEKIK NYARING KABUPATEN BENGKULU TENGAH Sari, Gina Aprella; Ruyani, Aceng; Johan, Henny; Defianti, Aprina; Yani, Ariefa Primair; Astuti, Annisa Puji
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.3.168-175

Abstract

Penyu lekang (Lepidochelys olivacea) merupakan spesies yang terancam punah sehingga upaya konservasi berbasis data ilmiah menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian dua jenis pakan lokal ikan bleberan (Thryssa sp.) dan ikan tamban (Sardinella fimbriata) terhadap pertumbuhan tukik penyu lekang di Konservasi Alun Utara, Desa Pekik Nyaring, Bengkulu Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan eksperimental kuantitatif dengan desain rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan pakan yaitu A (50% S. fimbriata, 50% Thryssa sp.), B (75% S. fimbriata, 25% Thryssa sp.), C (25% S. fimbriata, 75% Thryssa sp.), D (100% S. fimbriata), dan E (100% Thryssa sp.). Pengukuran dilakukan setiap 7 hari sekali selama empat pekan. Pengamatan eksperimental kuantitatif terhadap empat parameter pertumbuhan, yaitu massa tubuh, panjang total, panjang karapas, dan lebar karapas. Kualitas air pemeliharaan juga dipantau meliputi suhu, salinitas, pH, dan Total Dissolved Solids (TDS) dengan frekuensi pengukuran satu kali setiap pekan. Analisis dilakukan dengan menghitung selisih rata-rata pertumbuhan antar waktu pada masing-masing perlakuan pakan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pakan Thryssa sp. menunjukkan tren peningkatan pertumbuhan pada keempat aspek yang diamati dibandingkan S. fimbriata, dengan pertambahan tertinggi terdapat pada kelompok yang diberi 100% Thryssa sp. Diduga kandungan nutrisi dalam Thryssa sp., terutama lemak tak jenuh dan karbohidrat, berkontribusi terhadap efisiensi metabolisme dan percepatan pertumbuhan tukik. Temuan ini mendukung pemanfaatan pakan lokal bernutrisi tinggi sebagai bagian dari strategi konservasi nutrisi tukik penyu lekang.
ANALISIS PRODUKTIVITAS ALAT TANGKAP SCOOP NET YANG BEROPERASI DI PERAIRAN CILACAP Adiyanto, Fajar; Fitri, Aristi Dian Purnama; Hanifa, Irfan; Suryanti, Ani; Hartono, Sugeng; Junaidi, Teuku
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.3.191-198

Abstract

Kajian mengenai jaring scoop net di perairan Cilacap masih tergolong minim. Keterbatasan data perikanan ini berdampak pada rendahnya pemahaman terhadap manfaat dan kontribusi alat tangkap tersebut terhadap perikanan skala kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai produktivitas jaring scoop net. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara, sedangkan analisis produktivitas dihitung menggunakan pendekatan Catch per Unit Effort (CPUE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan terdiri dari empat spesies, yaitu teri putih (Stolephorus commersonii), teri nasi (S. indicus), teri jengki (S. insularis), dan tembang (Sardinella fimbriata). Jenis tangkapan didominasi oleh teri putih (S. commersonii) sebesar 57,63%, sedangkan jumlah terendah berasal dari teri nasi (S. indicus) sebesar 0,7%. Nilai CPUE tertinggi yang diperoleh adalah 500 kg/trip, rata-rata sebesar 260 kg/trip, dan terendah sebesar 77 kg/trip. Tangkapan spesies S. commersonii paling banyak diperoleh pada periode Agustus–Oktober. Periode tersebut bertepatan dengan musim puncak migrasi dan pemijahan ikan pelagis kecil di perairan selatan Jawa, yang ditandai dengan suhu perairan yang lebih hangat dan peningkatan ketersediaan fitoplankton sebagai sumber makanan utama. Hasil ini menunjukkan bahwa produktivitas jaring scoop net masih cukup tinggi dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan dalam pengelolaan perikanan skala kecil yang berkelanjutan di wilayah pesisir Cilacap.
HUBUNGAN LEBAR KARAPAS DAN BERAT KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DI DESA SINAR KALIMANTAN KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Setiyawan, Khoirudin Anton; Depison, Depison; Heltria, Septy; Lisna, Lisna; Arfiana, Bs Monica; Magwa, Rizky Janatul
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.3.155-161

Abstract

Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu sumber daya perikanan penting yang berperan dalam mendukung ekonomi pesisir dan keseimbangan ekosistem mangrove. Pemahaman terhadap hubungan morfometrik seperti lebar karapas dan berat tubuh diperlukan sebagai dasar pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lebar karapas dan berat tubuh kepiting bakau di Desa Sinar Kalimantan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, jumlah sampel sebanyak 127 ekor kepiting dikumpulkan dari dua lokasi, yaitu, kawasan mangrove dan kawasan muara Desa Sinar Kalimantan. Penangkapan kepiting bakau menggunakan alat tangkap bubu lipat, masing masing lokasi menggunakan sebanyak 38 alat tangkap bubu dengan 16 kali pengulangan. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan analisis hubungan lebar dan berat, faktor kondisi, Sex ratio dan ukuran layak tangkap. Hasil analisis hubungan lebar karapas dan berat kepiting bakau menunjukkan  Nilai koefisien pertumbuhan (b) masing-masing sebesar 1,74 dan 2,74, menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif, di mana pertambahan lebar karapas tidak sebanding dengan berat tubuh.Faktor kondisi berkisar antara 0–1, menunjukkan status fisiologis dan kesehatan kepiting yang cenderung kurang optimal. Hasil anlisis Sex ratio dikawasan mangrove menunjukan perbandingan (1:1,39) yang didominasi kepiting betina dan dikawasan muara perbandingan (1:0,78) yang didominasi kepiting jantan. Persentase ukuran  kepiting bakau yang layak tangkap di Desa Sinar Kalimantan, Kabupaten Tanjung Jabung Timur lebih tinggi daripada yang tidak layak tangkap.  Hasil penelitian menunjukan Hubungan antara lebar karapas dan berat tubuh kepiting bakau bersifat allometrik negatif di kedua lokasi. Kawasan mangrove didominasi oleh kepiting betina, sedangkan kawasan muara oleh kepiting jantan. Ukuran kepiting di kedua lokasi umumnya telah memenuhi kriteria layak tangkap.
ANALISIS KADAR NaCl DAN MIKROB PADA BUMBU CAMPOR LORJUK DENGAN PENAMBAHAN GARAM KAYA MINERAL Ramadhani, Andini Rizky; Pratiwi, Wiwit Sri Werdi; Siswanto, Aries Dwi; Nuzula, Nike Ika; Kartika, Ary Giri Dwi; Efendy, Makhfud; Asih, Eka Nurrahema Ning
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.3.216-222

Abstract

Campor lorjuk merupakan makanan khas Madura berbahan dasar lorjuk (Solen sp.) dan rempah-rempah pilihan yang mudah didapatkan di pasar. Natrium yang terkandung dalam garam konsumsi berperan bagi tubuh sebagai sumber elektrolit. Namun, konsumsi garam yang berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti hipertensi atau tekanan darah tinggi. Tujuan penelitian ini untuk menentukan perlakuan terbaik bumbu campor lorjuk dengan penambahan garam kaya mineral berdasarkan parameter kadar NaCl terendah dan mikrob (E.coli) sebagai parameter kelayakan pangan pada produk perikanan. Empat sampel garam kaya mineral (K, F1, F2, F3) dianalisis meliputi kadar NaCl dan kadar air, sedangkan empat sampel bumbu campor lorjuk dengan penambahan berbagai jenis garam yakni N = K (tanpa lorjuk), P1 = F1, P2 = F2, dan P3 = F3 (masing-masing 13 g lorjuk) meliputi kadar NaCl, kadar air, dan uji mikroba. Kadar NaCl garam kaya mineral berkisar antara 78% (F3) hingga 93% (K), sementara kadar air berkisar antara 4,9% (F3) hingga 6,5% (F2). Pada kadar NaCl bumbu tertinggi N sebesar (62%) dan terendah P3 sebesar (49%), sementara itu, kadar air berkisar antara 18% (P3) hingga 20% (N, P1, P2). Berdasarkan karakteristik kimia perlakuan (P3) pada bumbu campor lorjuk yaitu NaCl 49%, kadar air 18%. Hasil pengujian mikrobiologi bumbu campor lorjuk sampel (bubuk lorjuk, N, P1, P2, P3) terindikasi negatif <3 MPN/g. Perlakuan P3 yang menggunakan garam kaya mineral F3 menunjukkan hasil terbaik (kadar NaCl terendah dan kadar air optimal), serta memenuhi syarat mutu mikrobiologi (negatif E. coli <3 MPN/g). Oleh karena itu, formulasi F3 direkomendasikan sebagai yang terbaik dan aman dikonsumsi.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 4 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 2 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 21, No 1 (2025): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 4 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 3 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 2 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 20, No 1 (2024): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 4 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 3 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 2 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 19, No 1 (2023): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 4 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 3 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 2 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 18, No 1 (2022): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 4 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 3 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 2 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 17, No 1 (2021): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 4 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 3 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 2 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 16, No 1 (2020): SAINTEK PERIKANAN Vol 15, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 15, No 1 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 14, No 2 (2019): SAINTEK PERIKANAN Vol 14, No 1 (2018): SAINTEK PERIKANAN Vol 13, No 2 (2018): SAINTEK PERIKANAN Vol 13, No 1 (2017): SAINTEK PERIKANAN Vol 12, No 2 (2017): SAINTEK PERIKANAN Vol 12, No 1 (2016): SAINTEK PERIKANAN Vol 11, No 2 (2016): SAINTEK PERIKANAN Vol 11, No 1 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 10, No 2 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 10, No 1 (2014): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 9, No 2 (2014): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 9, No 1 (2013): JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 8, No 2 (2013): Jurnal Saintek Perikanan Vol 8, No 1 (2012): Jurnal Saintek Perikanan Vol 7, No 1 (2011): Jurnal Saintek Perikanan Vol 6, No 2 (2011): Jurnal Saintek Perikanan Vol 6, No 1 (2010): Jurnal Saintek Perikanan Vol 5, No 2 (2010): Jurnal Saintek Perikanan Vol 5, No 1 (2009): Jurnal Saintek Perikanan Vol 4, No 2 (2009): Jurnal Saintek Perikanan Vol 4, No 1 (2008): Jurnal Saintek Perikanan Vol 3, No 2 (2008): Jurnal Saintek Perikanan Vol 2, No 1 (2006): Jurnal Saintek Perikanan More Issue