cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
EFISIENSI PENGGUNAAN RADIASI MATAHARI DAN PARTISI BAHAN KERING BIBIT KELAPA SAWIT PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK KALIUM DAN MAGNESIUM Adinda Nurul Huda Manurung; Suwarto Suwarto; Sudirman Yahya; Budi Nugroho
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i4.7864

Abstract

Optimization of radiation and dry matter partitioning is carried out to increase oil palm productivity. This study aimed to study the effect of various doses of K and Mg fertilization on the radiation use efficiency (RUE) and carbohydrate partitioning of oil palm seedlings in the main nursery. The study was conducted at the Leuwikopo IPB experimental garden, Bogor, from April 2021 to January 2022. The study used a non-factorial Randomized Block Design with five replications of 2 separate experiments. Experiment I consisted of five levels of K fertilization treatment (0%, 50%, 100%, 150%, and 200%). Experiment II consisted of five levels of Mg fertilization treatment (0%, 50%, 100%, 150%, and 200%). Differences in K and Mg fertilizer doses caused variations in dry weight, Leaf area index (LAI), RUE, and partitioning of oil palm seedlings. The best RUE value of oil palm seedlings during the main nursery was obtained in the K2 treatment (100% K dose), 1.24 g MJ-1, and M2 (100% Mg dose), 0.94 g MJ-1. Fluctuations in the partition of dry matter of roots, petioles, and leaves due to differences in K fertilization doses were 0.08-0.29%, 0.39-0.42%, and 0.31-0.50%. Fluctuations in the partition of dry matter of roots, petioles, and leaves due to differences in Mg fertilization doses were 0.04-0.16%, 0.40-0.50%, and 0.34-0.56%.
Daya Simpan Benih Botani Bawang Merah (Allium cepa var. agregatum) Setelah Invigorasi Qudus Sabha Adhinugraha; Eny Widajati; Endah Retno Palupi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i4.7715

Abstract

Benih botani bawang merah (TSS) merupakan alternatif bahan tanam dalam budidaya bawang merah.  Penggunaan TSS sebagai bahan tanam memiliki keunggulaan dibandingkan dengan benih asal umbi, antara lain kebutuhan benih yang lebih sedikit, dapat memutus siklus patogen, tidak ada masa dormansi, dan dapat disimpan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Walaupun dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama, namun TSS tetap akan mengalami deteriorasi atau kemunduran yang dapat menyebabkan penuruan mutu benih.   Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kembali mutu benih adalah dengan perlakuan invigorasi KNO3.  Saat ini peran invigorasi terhadap daya simpan benih TSS masih belum diketahui.  Penelitian ini dilaksanakan Laboratorium Penyimpanan dan Pengujian Mutu Benih IPB University, Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi daya simpan TSS setelah invigorasi dan pengeringan.  Percobaan disusun menggunakan rancangan tersarang (nested design) dua faktor.  Faktor pertama adalah kondisi ruang simpan benih yang terdiri atas tiga taraf, yaitu suhu 28±2˚C, RH 73±7% (kondisi kamar); suhu 18±2 ˚C, RH 61±7% (kondisi ruang ber-AC); dan suhu 8±2˚C, RH 24±8% (kondisi lemari es). Faktor kedua adalah jenis kemasan, yang terdiri atas dua jenis, yaitu kemasan alumunium foil (ketebalan 0,08 mm) dan kemasan plastik polipropilen (PP) (ketebalan 0,06 mm). Faktor jenis kemasan tersarang pada faktor kondisi ruang simpan benih.    Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mutu TSS pasca invigorasi dapat dipertahankan selama 16 MSS dalam ruang ber-AC (suhu 18±2 ˚C, RH 61±7%) dengan kemasan alumunium foil atau lemari es (suhu 8±2˚C, RH 24±8%) dengan kemasan alumunium foil atau plastik PP. 
EFIKASI BIAKAN CAIR Trichoderma spp. TERHADAP Colletotrichum capsici DAN PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA BUAH CABAI MERAH (Capsicum annuum) Artika Eka Saputri; Suwandi M Suwandi; Harman Hamidson; A Muslim; Chandra Irsan
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.7830

Abstract

Antraknosa yang disebabkan oleh jamur Coletotrichum spp. merupakan penyakit utama yang merugikan produksi cabai di Indonesia. Trichoderma spp. merupakan agensia biocontrol yang menghasilkan metabolit antifungi pada biakan cair. Penelitian bertujuan untuk menguji efikasi biakan cair Trichoderma spp. dalam menghambat menghancurkan konidia C. capsici serta efikasi menekan penyakit antraknosa. Tiga jenis media cair yaitu Y (0,5% ragi + 2% sukrosa), T (0,5% tanin + 2% sukrosa), dan YT (0,5% ragi + 0.5% tanin + 2% sukrosa) diinokulasi dengan campuran 3 isolat Trichoderma dan diinkubasi selama 14 hari pada 150 rpm. Biakan cair diujikan pada konsentrasi 0,2%; 1%; and 5% terhadap konidia C. capsici. Biakan cair juga diberikan sebagai perlakuan perendaman buah cabai, sebelum, bersamaan, dan setelah inokulasi C. capsici untuk menguji efikasinya terhadap perkembangan bercak antraknosa. Hasil penelitian menunjukkan paparan selama 12 jam biakan cair Trichoderma spp.  menyebabkan konidia C. capsici mengalami lisis sebesar 70,9-94,3%. Perlakuan biakan cair sebelum, bersamaan dan setelah inokulasi patogen menghambat perkembangan bercak antraknosa sampai 51,4% dibandingkan kontrol, terutama pada media YT.
STATUS KERUSAKAN TANAH PADA AREAL BUDIDAYA DAN AREAL NON-BUDIDAYA DI KABUPATEN GOWA, PROVINSI SULAWESI SELATAN Muhammad Nathan; Burhanuddin Rasyid; Adrian Paskah Putra Yunus
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.9222

Abstract

Lahan pertanian, terutama di daerah tropis seperti Indonesia, umumnya telah mengalami proses degradasi secara intensif, yang dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan dan praktek pemanfaatan lahan yang kurang  mengindahkan prinsip konservasi tanah dan air. Akibatnya, telah terjadi kerusakan lingkungan dan penurunan tingkat kesuburan tanah-tanah  pertanian dari tahun ketahun, dengan konsekuensi berupa makin rendahnya produktifitas lahan-lahan pertanian tersebut. Penelitian yang dilaksanakan di  Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan ini, bertujuan untuk mengevaluasi  status kerusakan tanah pada lahan budidaya pertanian (lahan kering/cabe, lahan kering/jagung, lahan kering/rambutan dan sawah),  dan dibandingkan dengan status kerusakan tanah pada areal non-budidaya (hutan sekunder, semak belukar). Metode penilaian status kerusakan tanah yang digunakan adalah sesuai PERMEN LH No. 07 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengukuran Kriteria Baku Kerusakan Tanah Untuk Produksi Biomassa.  Hasil studi mengindikasikan bahwa, dengan menggunakan kriteria  Status Kerusakan Tanah pada PERMEN LH No. 07 Tahun 2006 maka, tidak ditemukan adanya perbedaan status kerusakan tanah antara areal bididaya dan areal non-budidaya. Dengan kata lain, parameter yang digunakan untuk menilai Status Kerusakan Tanah pada PERMEN LH No. 07 Tahun 2006 ini, kurang sensitif dipakai untuk menilai perbedaan status kerusakan tanah pada areal budidaya dan areal non-budidaya.
IDENTIFICATION OF SOIL MORPHOLOGY AND SOME PHYSICAL PROPERTIES IN LONG TERM CORN (Zea mays L.) CULTIVATION DIFFERENCE BY TILLAGE AND NITROGEN FERTILIZER IN POLINELA BANDAR LAMPUNG Maulana Rizky Tjindarbumi; Didin Wiharso; Afandi Afandi; Muhajir Utomo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.9458

Abstract

Pengolahan tanah yang kurang tepat menjadi salah satu penyebab terjadinya degradasi tanah yang memicu penurunan produktivitas tanaman jagung sebagai sumber pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem olah tanah dan pemupukan N jangka panjang terhadap morfologi tanah dan kekuatan tanah dan untuk mengetahui interaksi antara dua perlakuan tersebut.Penelitian ini merupakan penelitian jangka panjang tahun ke-33 yang telah dilaksanakan pada bulan November 2018 sampai Februari 2019 di lahan Politeknik Negeri Lampung. Penelitian ini disusun secara faktorial (3x2) dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah sistem olah tanah dengan taraf Olah Tanah Intensif (OTI), Olah Tanah Minimum (OTM), dan Tanpa Olah Tanah (TOT). Faktor kedua adalah dosis pemupukan Nitrogen dengan taraf 0 kg N ha-1 (N0) dan 200 kg N ha-1 (N2). Variabel pengamatan meliputi Morfologi Tanah dan Kekuatan Tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lahan dengan perlakuan olah tanah intensif memiliki lapisan tanah yang lebih sedikit dibandingkan dengan lapisan tanah lainnya. Warna tanah yang didapat pada lapisan tanah berkisar 5 YR 2,5/2 sampai 7,5 YR 4/4. Struktur tanah pada lahan memiliki nilai yang sama yaitu remah dan meiliki konsistensi yang plastis dan lekat. Perlakuan olah tanah tidak berpengaruh nyata terhadap berat volume dan kekuatan tanah pada pertanaman jagung (Zea mays L.). Nilai kekuatan tanah pada tanpa olah tanah lebih tinggi dibandingkan dengan sistem olah tanah lainnya. Perlakuan pemupukan N tidak berpengaruh nyata terhadap berat volume dan kekuatan tanah pada pertanaman jagung (Zea mays L.).
RESPON TIGA VARIETAS DAN APLIKASI ZAT PENGATUR TUMBUH GIBERELIN DAN SITOKININ TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Fatimah Nursandi; Untung Santoso; Machmudi Machmudi; Wahono wahono
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i4.7423

Abstract

Respon tanaman terhadap zat pengatur tumbuh (ZPT) tergantung pada jenis dan konsentrasi ZPT,  cara aplikasi ZPT dan varietas tanaman.  Tujuan penelitian adalah mempelajari  pertumbuhan dan hasil  bawang merah  dengan perlakuan varietas dan aplikasi ZPT giberelin dan sitokinin. Percobaan  menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor yaitu varietas terdiri dari 3 varietas dan kombinasi konsentrasi-waktu aplikasi terdiri dari 4 kombinasi.  Varietas Bauji dengan aplikasi ZPT Pronas dua kali  dengan kepekatan 5 ml/l meningkatkan  bobot umbi segar /rumpun sebesar 30,0% dan bobot umbi kering /rumpun 40.6% dibanding tanpa Pronas, varietas Thailand dengan aplikasi ZPT Pronas dua kali dengan kepekatan 10 ml/l meningkatkan  bobot umbi segar /rumpun 30,7% dan bobot umbi kering /rumpun 33,7% dibanding tanpa Pronas, sedangkan varietas Manjung  aplikasi ZPT Pronas menghasilkan  bobot umbi  segar /rumpun dan bobot umbi kering/rumpun tidak berbeda dengan kontrol hanya meningkat 3,3% dan 3,7%.  Varietas Bauji dan Thailand mempunyai jumlah tunas, jumlah akar, diamater umbi dan diameter rumpun umbi lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Manjung.  Jumlah akar, diameter umbi, diameter rumpun umbi meningkat dengan penyemprotan zpt Pronas dibandingkan kontrol dan penyemrpotan 2 kali pada umur 20 dan 30 HST dengan kepekatan 10 ml/l merupakan perlakuan terbaik
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN TERHADAP POPULASI DAN BIOMASSA CACING TANAH PADA PERTANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) DI LLT GEDUNG MENENG Shafira Fatimah; Syamsul Arif; Muhajir Utomo; Ainin Niswati
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i1.8443

Abstract

Cacing tanah merupakan salah satu biota tanah penting yang dapat dijadikan sebagai bioindikator dari tanah yang sehat. Penggunaan sistem olah tanah dan pemupukan pada lahan pertanian mampu mempengaruhi cacing tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sistem olah tanah dan pemupukan terhadap populasi dan biomassa cacing tanah pada pertanaman kacang hijau. Penelitian ini dilaksanakan pada April 2017 sampai April 2018 di Laboratorium Lapang Terpadu (LLT) Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah sistem olah tanah (T) yang terdiri dari olah tanah minimum (T1) dan olah tanah intensif (T2). Faktor kedua yaitu pemupukan terdiri dari tanpa pupuk (P0) dan aplikasi pupuk (P1) yaitu 1 ton ha-1 pupuk kandang kotoran ayam dan 200 kg ha-1 pupuk majemuk. Homogenitas data diuji dengan Uji Barrlett dan aditivitas data dengan Uji Tukey. Setelah dilakukan analisis ragam, perbandingan nilai tengah antar perlakuan dilakukan dengan uji BNT pada taraf 5%. Uji korelasi dilakukan antara suhu tanah, kadar air tanah, C-organik tanah dan pH tanah dengan populasi dan biomassa cacing tanah.Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem olah tanah berpengaruh nyata terhadap populasi total cacing tanah pada pengamatan 80 HST dan biomassa total cacing pada pengamatan 40 HST dan 80 HST.  Populasi dan biomassa cacing tanah pada lahan olah tanah minimum (OTM) nyata lebih tinggi dibandingkan dengan lahan olah tanah intensif (OTI).  Terdapat korelasi antara kadar air tanah dengan populasi cacing tanah pada pengamatan 80 HST.  Identifikasi cacing tanah pada penelitian ini menunjukkan bahwa jenis cacing tanah tergolong dalam famili Megascolicidae dengan genus Pheretima. 
PENGARUH EKSTRAK DAUN KELOR SEBAGAI SUBTITUSI PARSIAL PUPUK AB-MIX PADA TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) HIDROPONIK Fiki Oktavian; Darwin H. Pangaribuan; Yohannes Cahya Ginting
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.8011

Abstract

Pertumbuhan tanaman sawi secara hidroponik memerlukan nutrisi yang dapat dilarutkan di dalam air seperti AB-Mix dan Pupuk Organik Cair (POC). Tanaman kelor adalah salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan POC. Kelor memiliki kandungan hara yang lengkap namun konsentrasinya tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman. Sehingga perlu dilakukan subtitusi dengan nutrisi AB-Mix. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah daun kelor dapat dijadikan sebagai substitusi parsial nutrisi AB-Mix pada tanaman sawi yang ditanaman secara hidroponik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan tunggal dan 6 ulangan  yaitu P1 = 100 % AB-Mix, P2 = 100% ekstrak daun kelor, P3 = 50% AB-Mix + 50% ekstrak daun kelor, dan P4 = 75% AB-Mix + 25% ekstrak daun kelor. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, perlakuan ekstrak daun kelor yang disubtitusikan dengan pupuk AB-Mix diperoleh bahwa perlakuan 75% AB-Mix + 25 % ekstrak daun kelor menghasilkan bobot segar biomassa tanaman yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan ekstrak daun kelor lainnya, namun belum mampu menyaingi perlakuan 100% AB-Mix (kontrol). Diperoleh dosis rekomendasi yang dapat digunakan sebagai alternatif penggunaan nutrisi organik ekstrak daun kelor yaitu dengan konsentrasi 75% AB-Mix + 25% ekstrak daun kelor.
RESPON PERTUMBUHAN SETEK BATANG HIJAU Indigofera sp. TERHADAP APLIKASI ZAT PENGATUR TUMBUH Ardian Ardian; Ima Kurnia; Erwin Yuliadi; Sugiatno Sugiatno; Kukuh Setiawan; M. Syamsoel Hadi; Fitri Yelli
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i4.6448

Abstract

Indigofera sp. merupakan salah satu tanaman leguminosa yang berpotensi sebagai bahan pakan ternak, karena memiliki kandungan protein yang tinggi dan serat kasar yang relatif rendah.  Perbanyakan tanaman menggunakan biji sulit dilakukan karena struktur bijinya keras dan memiliki masa dormansi. Perbanyakan Indigofera sp secara vegetatif dengan teknik setek batang hijau dengan zat pengatur tumbuh komersil yang dapat mudah diterapkan kepada masyarakat petani merupakan tujuan penelitian ini.    Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 ulangan.  Perlakuan disusun secara faktorial dengan faktor pertamanya adalah jumlah mata tunas: stek dengan 1, 2 dan 3 mata tunas. Faktor keduanya adalah perlakuan zat pengatur tumbuh (ZPT): tanpa zat pengatur tumbuh (R-0), Rootone-F (R-F), dan Root-Up (R-U).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah mata tunas yang terbaik adalah setek 3 mata tunas karena menghasilkan persentase hidup setek 100% dengan nilai tertinggi untuk peubah jumlah daun, jumlah anak daun, panjang tunas, jumlah akar, bobot segar tunas, dan bobot kering tunas  yang lebih besar dibandingkan setek 2 dan 1 mata tunas.  Penambahan Root-Up menghasilkan jumlah akar terbanyak dibandingkan dengan penambahan Rootone-F dan tanpa zpt.  Tidak terdapat interaksi antara jumlah mata tunas dengan perlakuan zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan setek Indigofera sp.
KERAGAMAN BAKTERI POTENSIAL PADA TANAH SAWAH DENGAN SISTEM PERTANIAN ALAMI DAN SISTEM KOVENSIONAL Hadija Hadija
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i4.7767

Abstract

Tingginya indeks pertanaman padi di Indonesia merupakan salah satu alasan meningkatnya penggunaan input kimia. Hal ini menjadi salah satu penyebab menurunnya kualitas tanah sawah di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengklasifikasikan dan mengidentifikasi keragaman bakteri potensial pada rizosfer tanaman padi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode enumerasi, uji biokimia (karakterisasi bakteri), dan klasterisasi bakteri. Analisis lebih lanjut dari hasil pengelompokan adalah identifikasi molekuler untuk mengidentifikasi bakteri potensial hingga tingkat spesies. Dari hasil perhitungan jumlah bakteri, jumlah total bakteri tertinggi diperoleh pada lokasi yang dilakukan di lokasi dengan sistem pertanian alami. Jumlah isolat terendah diperoleh pada lokasi dengan sistem konvensional. Sebanyak 33 isolat murni berhasil diisolasi dari dua lokasi persawahan di Desa Sallasee, Kabupaten Bulukumba. Setelah dilakukan pengelompokan bakteri potensial, diperoleh enam isolat bakteri potensial pada lokasi dengan sistem pertanian alami. Keenam bakteri tersebut berpotensi karena dapat menambat nitrogen, melarutkan fosfat, IAA, enzim selulosa, dan enzim katalase. Hasil identifikasi spesies secara molekuler ditemukan tiga spesies Bacillus Subtilis (LK.2.5, LK.2.12, dan LK.2.1), juga ditemukan dua spesies Brevundimonas dengan spesies yang berbeda, yaitu isolat (LK.2.13) dan Brevundimonas diminuta strain BZC3 isolat LK. 2.8. Sementara itu isolat LK.2.2 diidentifikasi sebagai Pseudomonas azotoformans strain S4. Kemiripan spesies bakteri yang teridentifikasi antara 97% - 99% dengan data Gen Bank di NCBI. Kemampuan fungsional setiap bakteri sangat bervariasi tergantung pada spesies dan strain masing-masing bakteri.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue