cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Agrotek Tropika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23374993     EISSN : 26203138     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Tropika (JAT) is a journal of science in the field of agrotechnology which covers several fields of science such as Agronomy, Horticulture, Soil Science, and Plant Pests and Diseases. Journal of Tropical Agrotek published since 2013 and published three times in one year ie in January, May, and September. Journal of Tropical Agrotek published by Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung in cooperation with Agroteknologi Association of Indonesia (PAGI) Lampung.
Arjuna Subject : -
Articles 811 Documents
EFEKTIVITAS FORMULA BIOPESTISIDA UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT BERCAK DAUN PADA TANAMAN JAHE MERAH Husda Marwan; Islah Hayati; Sri Mulyati; Laila Rahma Munawaroh
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i4.7749

Abstract

Ulat api merupakan salah satu hama utama kelapa sawit yang  menyebabkan kerusakan berat pada pelepah daun. Aplikasi insektisida kimiawi sintetis secara intensif dalam pengendalian menimbulkan berbagai masalah seperti resistensi, resurjensi hama dan kerusakan lingkungan. Penggunaan cendawan entomopatogen merupakan alternatif pengendalian dalam mengatasi masalah tersebut. Kejadian alami infeksi cendawan entomopatogen Metarhizium (Nomuraea) rileyi (Farlow) Samson (Hypocreales: Clavicpitaceae) pada larva Darna (Ploneta) diducta (Lepidoptera: Limacodidae) di perkebunan kelapa sawit diamati di daerah Pamona Timur, Kabupaten Poso Sulawesi Tengah pada periode Agustus 2015. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji cendawan entomopatogen M. rileyi yang menginfeksi larva D. diducta di Poso. Penelitian dilakukan dengan menjelajahi areal tanaman kelapa sawit di beberapa desa Kecamatan Pamona Timur, Kabupaten Poso. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh larva D. diducta pada setiap pelepah daun kelapa sawit ditemukan telah terinfeksi cendawan M. rileyi. Kejadian infeksi M. rileyi secara alami pada D. diducta mencapai 100%. Kerusakan tanaman akibat D. diducta dalam kategori ringan.  Survei juga mengungkapkan bahwa seluruh bagian tubuh larva D. diducta ditumbuhi miselium M. rileyi yang berwarna putih. Hasil tersebut menjelaskan bahwa cendawan entomopatogen M. rileyi dapat digunakan sebagai alternatif pengendalian ulat api secara hayati untuk menjaga keseimbangan ekosistem
RESPON PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN ANGGREK DENDROBIUM SALAYA PINK TERHADAP BEBERAPA JENIS PUPUK Fatimatuz Zuhro; Lila Maharani; Hasni Ummul Hasanah
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i2.6509

Abstract

Anggrek dendrobium merupakan salah satu jenis tanaman hias yang terkenal dengan keanekaragaman jenis dan keindahan bunganya. Pembungaan merupakan hal terpenting yang diharapkan dalam proses budidaya anggrek. Ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap proses pembungaan pada anggrek, di antaranya adalah jenis pupuk yang diberikan selama perawatan anggrek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa jenis pupuk terhadap pertumbuhan dan pembungaan anggrek dendrobium Salaya Pink. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 4 perlakuan jenis pupuk dan 8 ulangan. Beberapa perlakuan dalam penelitian ini antara lain; (1) Kontrol (tanpa pemupukan),  (2). Pupuk Kimia (Osmocote Dekastar), (3). Pupuk Organik Pabrikan (Nutrigan), dan (4). Pupuk Ekoenzim. Parameter penelitian yang diamati, antara lain; jumlah daun, jumlah bulb, dan jumlah tanaman berbunga. Data hasil penelitian dianalisis Anova dengan uji lanjut Duncan menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis pupuk berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Pupuk organik pabrikan (Nutrigan) dan pupuk Ekoenzim memberikan pengaruh terbaik terhadap jumlah daun, sedangkan pupuk Ekoenzim memberikan pengaruh terbaik terhadap jumlah bulb dan jumlah tanaman berbunga.
STUDI POTENSI JAMUR Cordyceps militaris L. SEBAGAI AGENSIA HAYATI HAMA ULAT API (Setothosea asigna E.) DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT IN VITRO Lestari Wibowo; Agus M Hariri; Yuyun Fitriana; Suskandini R Dirmawati
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i4.6351

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi jamur Cordyceps militaris sebagai agensia hayati hama ulat api (Setothosea asigna). Penelitian ini terdiri dari dua kegiatan  yaitu survei dan percobaan di laboratorium. Kegiatan survei dilakukan di 5 perkebunan kelapa sawit di Provinsi Lampung bertujuan untuk mengetahui potensi jamur C. militaris sebagai agensia hayati hama ulat api di lapang. Kegiatan percobaan di laboratorium bertujuan untuk mengetahui patogenisitas C. militaris terhadap larva ulat api di laboratorium.  Dari hasil survei dapat diketahui bahwa C. militaris  ditemukan di perkebunan kelapa sawit milik PT Nakau, PT Palm Lampung Persada, PTPN VII Unit Rejosari dan Unit Bekri, dan PT Bumi Madu Mandiri.  Persentase pupa ulat api yang terinfeksi C. militaris di lapang berkisar antara 7,25% hingga 11%.  Hasil percobaan di laboratorium menunjukkan bahwa C. militaris mampu menginfeksi 100% larva ulat api.
INVENTARISASI PENYAKIT TANAMAN BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) DI KABUPATEN WAY KANAN Jefry Fernando Purba; Cipta Ginting; Hasriadi Mat Akin; Joko Prasetyo; Ivayani Ivayani
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i3.6195

Abstract

Salah satu permasalahan dalam budidaya tanaman buah naga ialah adanya serangan hama dan patogen tanaman, namun informasi mengenai penyakit penting tanaman buah naga di Lampung masih kurang. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui penyakit-penyakit yang terdapat pada tanaman buah naga di daerah penanaman penting di Kabupaten Way Kanan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan dan Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Pengambilan sampel tanaman sakit dilakukan di Desa Bumiharjo, Kecamatan Buah Bahuga, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, analisis dan deskriptif yaitu dengan melakukan wawancara kepada petani, pengamatan dan pengambilan sampel, pembuatan media PSA (potato sucrose agar) dan media YPA (Yeast Peptone Agar), isolasi dan pemurnian jamur, identifikasi patogen, serta uji patogenesitas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa penyakit pada pertanaman buah naga di Kabupaten Way Kanan, yaitu kudis (Pestalotiopsis sp.), layu fusarium (Fusarium sp.), antraknosa (Collectrotricum sp.), kanker batang (Neoscytalidium dimidiatum), karat merah (Cephaleuros sp.), busuk lunak (Xanthomonas), dan busuk pangkal sulur (Sclerotium rolfsii).
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa Subsp. Chinensis) TERHADAP PERBEDAAN MEDIA TANAM DAN APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR CUCIAN BERAS Azwa, Agfharinda; Widyastuti, Diana; Septiana, Liska Mutiara; Pangaribuan, Darwin H.
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i4.10038

Abstract

Tanaman pakcoy banyak diminati karena serat dan vitamin yang dikandungnya baik untuk kesehatan, mudah dibudidayakan dan memberikan prospek bisnis yang cerah bagi petani. Upaya yang dapat diterapkan dalam meningkatkan produksi pakcoy adalah dengan memberikan tambahan nutrisi melalui pengaplikasian pupuk organik cair dari air cucian beras dan meningkatkan kesuburan media tanam dengan penambahan pupuk kandang ayam dan arang sekam padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan media tanam dan pengaplikasian poc cucian beras terhadap pertumbuhan produksi tanaman pakcoy. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang menggunakan dua faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pembuatan media tanam yang terdiri dari tanah (T0), tanah dan arang sekam (T1), tanah dan pupuk kandang ayam (T2). Faktor kedua adalah pemberian konsentrasi air beras yang terdiri dari 0% POC cucian beras (A0), 25% POC cucian beras (A1), 50% POC cucian beras (A2), 75% POC cucian beras (A3), 100% POC cucian beras (A4). Data yang diperoleh dinalisis melalui uji homogenitas ragam menggunakan uji Barlett dan aditivitas data diuji dengan uji Tukey. Data dianalisis dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa interaksi perlakuan antara kombinasi media tanam dan pemberian konsentrasi POC dapat meningkatkan hasil produksi tanaman pakcoy. Kombinasi media tanam tanah dan pupuk kandang ayam (T2) dan konsentrasi POC 25% menunjukkan hasil terbaik pada seluruh variabel pengamatan
KOMUNITAS FUNGI RIZOSFER PISANG LOKAL DI PANDEGLANG Siti Nursaffanah Hasna; Nani Maryani; Rida Oktorida Khastini; Iing Dwi Lestari; Yeyen Maryani; Dwi Ratnasari
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.8405

Abstract

Tanaman sehat umumnya kaya akan komunitas fungi rizosfer. Beberapa penelitian melaporkan tingginya diversitas fungi pada bagian rizosfer tanaman hortikultura mampu menekan penyakit sehingga tanaman lebih tahan. Penyakit layu fusarium atau Panama Disease merupakan penyakit utama pada budidaya pisang. Pisang yang tahan pada tanah terkontaminasi umumnya kaya akan mikroba rizosfer. Penelitian ini bertujuan membandingkan komunitas fungi rizosfer pada tanaman yang terserang Fusarium dengan tanaman sehat pada pisang-pisang lokal di Kabupaten Pandeglang, Banten. Sampel diambil di enam kecamatan yaitu Cadasari, Banjar, Menes, Pandeglang, Saketi, dan Cisata. Sampel yang diambil berasal dari rizosfer pisang yang bergejala layu fusarium (symptomatic plants) dan yang lebih tahan, tidak menunjukkan gejala (asymptomatic plants). Identifikasi tanaman yang sakit menggunakan deteksi cepat dengan PCR. Isolasi fungi dilakukan dengan metode pengenceran berseri pada medium agar dekrosa kentang. Isolat fungi yang telah dimurnikan dan dibuat biakan kultur spora tunggal kemudian diidentifikasi secara morfologi menggunakan mikroskop dengan perbesaraan 1000x. Total 63 isolat fungi berhasil diisolasi dan diidentifikasi, terdiri dari tujuh genus: Aspergillus, Curvularia, Fusarium, Gongronella, Mucor, Penicillium, dan Purpureocillium. Komposisi fungi dari kedua jenis rizosfer tidak jauh berbeda, namun keragaman species fungi pada tanaman pisang tanpa gejala lebih tinggi dibanding pisang yang terserang fusarium. Aspergillus dan Fusarium adalah fungi yang paling banyak ditemukan. Penelitian ini memberikan informasi komposisi dan keragaman species fungi pada rizosfer pisang lokal yang terserang maupun yang lebih tahan penyakit layu fusarium. Studi molekuler yang dapat menghitung kelimpahan species dan dinamikanya selama proses terjadinya infeksi diperakaran akan membantu manajemen penyakit layu fusarium untuk menciptakan ekosistem tanah yang dapat menekan penyakit.
APLIKASI BERBAGAI JENIS BIOCHAR DAN PUPUK FOSFOR TERHADAP POPULASI DAN BIOMASSA CACING TANAH PADA LAHAN JAGUNG MANIS ( Zea mays Saccharata sturt. )DI TANAH ULTISOL NATAR LAMPUNG SELATAN Pratiwi, Tisya Khoirunnisa; Niswati, Ainin; Wiharso, Didin; Yusnaini, Sri Sukri; Septiana, Liska Mutiara; Arif, M. A Syamsul
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i3.9457

Abstract

Tanah Ultisol mempunyai sifat yang relatif kurang baik seperti memiliki pH rendah, kandungan C-organik rendah, kandungan unsur hara N total, K total, P tersedia dan KTK tanah yang sangat rendah serta kandungan Al yang sangat tinggi. Penambahan pembenah tanah biochar diharapkan dapat memperbaiki sifat tanah ultisol. Salah satu organisme tanah yang dapat dijadikan indikator kesuburan tanah yaitu cacing tanah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memperlajari pengaruh aplikasi berbagai jenis biochar dan pupuk P serta interaksinya terhadap populasi dan biomassa cacing tanah. Penelitian ini dirancang dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor perlakuan. Faktor yang pertama yaitu aplikasi biochar (B), yaitu tanpa biochar (B0), biochar sekam padi (B1), biochar tongkol jagung (B2), dan biochar batang singkong (B3). Faktor kedua adalah pemupukan fosfat(P), yaitu tanpa pupuk P (P0) dan dengan pupuk P (P1). Hasil pengamatan populasi dan biomassa cacing tanah disajikan dalam bentuk grafik, sedangkan identifikasi cacing tanah disajikan dalam bentuk gambar hasil pengamatan mikroskop. Untuk mengetahui hubungan antara kadar air, suhu tanah, C-organik dan pH tanah dengan populasi dan biomassa cacing tanah dilakukan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi cacing tanah pada setiap pengamatan lebih tinggi pada lahan yang diaplikasikan biochardandiaplikasikanpupuk P, sedangkan biomassa cacing tanah pada pengamatan 27 HST lebih tinggi pada lahan yang diaplikasikan biochardanpengamatan 53 HST lebih tinggi pada lahan yang tidak diaplikasikan pupuk fosfat (P).Tidak terdapat interaksi antara aplikasi berbagai jenis biochar dan pupuk fosfat (P) terhadap populasi dan biomassa cacing tanah pada semua pengamatan pada lahan jagung.
APLIKASI ATRAZIN 500 g/l PADA PERTANAMAN JAGUNG Hidayat Pujisiswanto; Niar Nurmauli; Herry Susanto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i4.9917

Abstract

Salah satu metode pengendalian gulma yang diminati oleh petani, adalah herbisida, karena lebih efektif dan efisien dalam mengendalikan gulma, herbisida yang dapat mengendalikan gulma pada pertanaman jagung antara lain adalah Atrazin. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan  Natar dan Laboratorium Gulma Fakultas Pertanian Universitas Lampung, bulan Agustus - November 2022. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan 7 perlakuan diulang 4 kali. Perlakuan terdiri dari (1) kontrol (tanpa penyiangan), (2) Penyiangan manual menggunakan cangkul pada 14 HST, (3) Atrazin 500 g ha-1, (4) Atrazin 750 g ha-1, (5) Atrazin 100 g ha-1, (6) Atrazin 1250 g ha-1, dan Atrazin 1500 g ha-1. Masing-masing dosis formulasi setara 1,0; 1,5; 2,0; 2,5; dan 3 liter ha-1.  Atrazin disemprotkan saat tanaman jagung berumur 14 HST hanya sekali dilakukan. Homogenitas ragam diuji dengan Uji Bartlett dan aditifitas data diuji dengan Uji Tukey, jika asumsi terpenuhi, maka dilanjutkan dengan analisis ragam, pengujian nilai tengah menggunakan orthogonal kontras dan orthogonal polynomial, semua pengamatan diuji pada taraf uji 5%. Hasil penelitian dapat disimpulkan: (1)  pengendalian gulma manual dan Atrazin terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung lebih tinggi daripada tanpa pengendalian gulma, pada bobot kering brangkasan, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot 100 butir, dan hasil biji (t/ha).  (2) pengendalian gulma cara manual (cangkul) tidak berbeda dengan aplikasi herbisida Atrazin terhadap bobot kering brangkasan tanaman, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot 100 butir, dan hasil biji (t/ha), dan (3) Setiap penambahan 1 g Atrazin akan menekan pertumbuhan gulma sebesar 0,0106 g bobot kering gulma total dan setiap penambahan 1 g dosis Atrazin akan meningkatkan diameter tongkol jagung sebesar 0,0003 cm atau 0,03 mm.
EFISIENSI PUPUK NITROGEN DAN PERTUMBUHAN SORGUM PADA TANAH ULTISOL DENGAN PEMANFAATAN KOMPOS BAGLOG JAMUR Ahmad Fauzi; Wilis Cahyani; Ida Widiyawati; Sapto Nugroho Hadi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i1.6759

Abstract

Tanaman sorgum sebagai alternatif tanaman pangan cukup potensial dibudidayakan di lahan kering yang masih tersedia sangat luas di Indonesia. Permasalahan pada lahan kering seperti ultisol adalah kemasaman dan rendahnya ketersediaan hara. Pemupukan kimia khususnya nitrogen pada tanah ultisol dinilai memiliki efisiensi rendah. Sehingga diperlukan peningkatan efisiensi pemupukan nitrogen untuk meningkatkan produktivitas tanaman sorgum di tanah ultisol. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pemupukan nitrogen melalui penambahan kompos limbah baglog jamur tiram pada budidaya sorgum di tanah ultisol. Penelitian dilakukan pada Maret sampai Oktober 2020 di area Kebun Benih Bojong Sari, Balai Benih Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah. Rancangan Acak Kelompok digunakan dalam penelitian ini dengan mengujikan dosis urea (0%, 25%, 50%, 75% dan 100%) pada tiga dosis kompos limbah baglog (5, 10 dan 15 ton/ha). Sebanyak 3 kali ulangan dilakukan pada 12 kombinasi perlakuan, sehingga didapatkan 36 unit percobaan. Hasil pengamatan menunjukkan pemupukan urea mampu meningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum di tanah ultisol. Pemberian kompos baglog mampu meningkatkan efisiensi pemupukan nitrogen. Efisiensi terbaik diperoleh pada dosis 25% (87 kg/ha) dengan kombinasi kompos baglog 15 ton/ha, yaitu sebesar 46,80%.
PERTUMBUHAN SPATIFILUM (Spathiphyllum wallisii) AKIBAT PERBEDAAN DOSIS PUPUK NPK DAN PEMBERIAN PAKLOBUTRAZOL Salma Wijayanti; Rugayah Rugayah; Septi Nurul Aini; Agus Karyanto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i2.9136

Abstract

Tanaman spatifilum merupakan salah satu tanaman hias indoor yang tampak elegan karena memiliki bunga putih bersih yang kontras dengan daun hijau tua dan dapat menyerap polutan dalam ruangan.  Nilai keindahan tanaman ini menjadi sorotan konsumen sehingga perlu diupayakan, salah satunya dengan pemberian paklobutrazol dan pemberian pupuk NPK. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh dosis pupuk NPK dan pemberian paklobutrazol terhadap pertumbuhan spatifilum.  Penelitian ini dilaksanakan pada September 2021 hingga Januari 2022 di Rumah Kaca Hortikultura Lantai 4, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.  Perlakuan diterapkan dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara faktorial 3 x 2 dengan tiga ulangan.  Faktor pertama yaitu dosis pupuk NPK 0 g pot-1 (N0), 6 g pot-1 (N1), dan 12 g pot-1 (N2).  Faktor kedua tanpa paklobutrazol (P0) dan pemberian paklobutrazol 400 ppm (P1).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK dosis 6 g pot-1 dan 12 g pot-1 pada tanaman spatifilum mampu meningkatkan tingkat kehijauan daun, penambahan jumlah daun, dan penambahan tinggi tanaman yang lebih besar dibandingkan dengan tanpa pupuk NPK.  Tanaman spatifilum yang diberi pupuk NPK dosis 12 g pot-1 tanpa paklobutrazol cenderung menghasilkan jumlah bunga terbanyak, tetapi jika diberi pupuk NPK dosis 6 g pot-1 maka perlu pemberian paklobutrazol untuk memacu pembungaan.  Pemberian paklobutrazol pada tanaman spatifilum lebih tinggi sebesar 1,29 unit dibandingkan dengan tanpa paklobutrazol dan efektif dalam menekan penambahan tinggi tanaman spatifilum.  Kedua perlakuan tersebut tidak menunjukkan adanya interaksi.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025 Vol 13, No 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 (ON PROGRESS) Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025 Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024 Vol 12, No 3 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, AGUSTUS 2024 Vol 12, No 2 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023 Vol 11, No 3 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 Vol 10, No 4 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, NOVEMBER 2022 (ON PROGRESS) Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022 Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, MEI 2021 Vol 9, No 1 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, JANUARI 2021 Vol 8, No 3 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, SEPTEMBER 2020 Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 8, MEI 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020 Vol 7, No 3 (2019): JAT September 2019 Vol 7, No 2 (2019): JAT Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 2 (2018): JAT Vol.6 (2) 2018 Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue