cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
ISSN : 19074174     EISSN : 26210681     DOI : -
Core Subject : Social,
ALQALAM : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan (P-ISSN: 1907-4174 ; E-ISSN: 2621-0681) merupakan jurnal berkala yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan yang memuat tulisan dari dosen, tenaga kependidikan, pemerhati pendidikan dan lain sebagainya. Jurnal ini mempublikasikan hasil-hasil penelitian yang terkait dengan isu ke-Islaman yang berhadapan dengan isu sosial seperti pendidikan, sejarah, komunikasi, sosial politik, hukum, ekonomi, dan lainnya. Scope ini dijabar dalam fokus isu per edisi yang membahas isu sosial kontemporer seperti, kearifan lokal, urban dan multikultural.
Arjuna Subject : -
Articles 1,218 Documents
Perbedaan I’râb dan Implikasinya Terhadap Penafsiran Ayat Al-Qur’an Bahri, Samsul
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 18, No. 3 : Al Qalam (Mei 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v18i3.3505

Abstract

I’râb sebagai bagian dari bahasa Arab mempunyai hubungan yang erat dengan ilmu Tafsir dan Qira’at, ini dapat dilihat dari literatur-literatur tentang sejarah kodifkasi ilmu nahwu, bahwa asal-usul dikodifikasikannya ilmu Nahwu adalah karena adanya kesalahan yang dilakukan oleh sebagian kaum Muslimin dalam membaca harakat i’râb pada ayat al-Qur’an yang mana kesalahan tersebut berimplikasi kepada perubahan makna, dan pada akhirnya mengakibatkan seseorang salah dalam memahami suatu ayat.
Differences in Subjective Well-being Among Special-school Teachers and Regular Teachers in Ternate Umairah, Siti; Dabi, Syam Ardhy Dabi
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 18, No. 2 : Al Qalam (Maret 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v18i2.3398

Abstract

Improving the quality of human resources in Indonesia, especially in Ternate, a teacher plays a very important role in the field of education and has a strategic position because it is one way to create competent and quality human resources. The aim of the research was to look at the differences in subjective well-being between special school teachers and regular school teachers in Ternate. The subjects were 58 special school teachers and 61 regular school teachers with a total of 117 teachers. Based on statistical test data, the subjective well-being of regular teachers is higher with a score of 69.59% in 61 subjects and the subjective well-being of special school teachers is lower with a score of 47.46% in 58 subjects. Based on these results, it shows that there is a very significant difference in subjective well-being between special school teachers and regular school teachers, it is found that regular teachers have higher subjective well-being compared to special school teachers.
Pandangan Nurcholish Madjid tentang Umrah dalam Paradigma Tasawuf Fatah, Muhammad Nailil Fahmi; Affandi, Yuyun
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 18, No. 5 : Al Qalam (September 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v18i5.3933

Abstract

Umroh adalah suatu ibadah yang dilakukan di tanah suci mekkah. pada pelaksana’anya harus mengedepankan sisi spiritualitas dan ruhaniyyah, namun pada praktiknya umroh menjadi trend bagi masyarakat milenial, bahkan dari penelitian sebelumnya umroh menjadi gaya hidup/lifestyle. Sehingga niat untuk membersihkan diri menjadi tergantikan dengan niat meninggikan status sosial tanpa melihat sisi ruhaniiyah. Tulisan ini menghadirkan pembahasan tentang makna umroh perspektif tasawuf Nurcholish Madjid. Penelitian ini menggunakan studi pustaka dengan pendekatan analisis deskriptif. Tulisan ini menyimpulkan bahwa perlu bagi masyarakat ketika berangkat umroh melihat kembali niat dan tujuannya berangkat umroh dengan mengedepankan sisi sufistiknya. Melalui pandangan Neo Sufisme Cak Nur ibadah umroh bermakna meramaikan tanah haramain, meramaikan dalam konteks melakukan hal-hal yang bersifat spiritual beliau juga mendefinisaksan umroh sebagai dzikir dan ajang pendekatan diri kepada Allah dengan meninggalkan semua sifat yang tidak disukai oleh allah seperti hasud, dengki dan meninggalkan sifat keduniawinnya, akan tetapi menurut Cak Nur dalam meninggalkan sifat keduniawinnya tidak harus sampai meninggalkan interaksi kepada masyarakt karena selayaknya khalifah di bumi harus menjaga keseimbangan (Tawazun) antara kesalehan spiritual dan kesalehan sosial.
Studi tentang Keputusan Nasabah dalam Menggunakan Mobile Banking Livin by Mandiri pada PT. Bank Mandiri Area Semarang Pahlawan Asegaf, Fatimah Tsaralya; Indriani, Farida
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 18, No. 2 : Al Qalam (Maret 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v18i2.3374

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi keputusan nasabah dalam menggunakan mobile banking Livin by Mandiri. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dengan menggunakan Teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data melalui wawancara kepada informan. Hasil wawancara terhadap keenam narasumber, yaitu wawancara Attitude Towards Behaviour nasabah yang menggunakan Livin By Mandiri merasakan kenyamanan dan tidak ada keluhan. Hasil wawancara Subjective Norm nasabah menyatakan faktor lingkungan dan keluarga juga menjadi salah satu keputusan nasabah dalam menggunakan Livin By Mandiri. Lalu nasabah yang sudah mempunyai aplikasi Livin by Mandiri tetapi tidak aktif dalam penggunaanya dikarenakan aplikasi sering error dan memakan memori yang cukup besar. Bagi non nasabah Livin By Mandiri merasa belum ada kebutuhan sehingga belum memutuskan untuk menggunakan Livin By Mandiri.
Comparative Study of Al-Ghazali and Ibn Arabi's Theodicy Thoughts About Divine Love Syah, Yoshy Hendra Hardiyan; Kuswana, Dadang; Qomaruzzaman, Bambang
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 18, No. 3 : Al Qalam (Mei 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v18i3.3350

Abstract

This research discusses the Covid-19 virus as an example of a case of suffering from the problematics of Theodicy, because Covid-19 has claimed lives, suffered economically, socially and academically, so that it appears that God is not all-just, not all-loving and not all-merciful. This research is qualitative research using descriptive analysis methods and comparative methods. This type of research is a literature review (Library Research) which uses a philosophical approach, and uses theodicy theory in the Covid-19 case. Primary data sources in this research include the works of Ibn Arabi, namely "al-Futuhat al-Makkiyah". Meanwhile, in Al-Ghazali's work, namely "Ihya Ulumuddin" part "Al-Mahabbah wa asy-Syauq wa al-Uns wa ar-Ridha". The results of this research are that Ibn Arabi and Al-Ghazali both answered that the Covid-19 suffering incident that was revealed by God to humans was not a form of wrath or punishment from God so that He is claimed to be God who is not Most Just, Not Most Merciful, and not all-loving, but as a manifestation of God, all-good, all-just, full of love and affection for His servants. However, the two have differences, namely in their path (the focal point of thought), Ibn Arabi's thinking which has a Sufistic pattern, namely on the basis of "Divine Love" with the focal point of adhering to the unity of existence (Wahdat al-Wujud). Meanwhile, in Al-Ghazali's thought, the style of his discussion is more Sufi in nature, namely on the basis of "Divine Love" with a focus on knowledge of God.
Pendidikan Tasawuf dalam Neurosains dan Kontribusinya terhadap Spiritualitas Masyarakat Modern Sholeh, Mohammad; Mudlofir, Ali
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 18, No. 5 : Al Qalam (September 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v18i5.3047

Abstract

Dalam konteks krisis spiritual yang melanda masyarakat modern, penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara agama dan sains, dengan fokus pada analisis neurosains otak dan dimensi spiritualitas dalam ilmu tasawuf serta bagaimana kontribusinya terhadap spiritualitas masyarakat modern. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode deskriptif-analitis. Berdasarkan penelitian terhadap literatur yang ada, bahwa otak dan spiritualitas diakui sebagai komponen integral dalam sistem manusia, di mana otak, sebagai pusat kendali aktivitas, mengatur berbagai fungsi, dan spiritualitas menandakan dimensi pengalaman manusia terkait dengan makna dan tujuan hidup. Otak juga memainkan peran krusial dalam pengalaman spiritual, dan praktik-praktik seperti meditasi dapat memengaruhi aktivitas otak, meningkatkan fokus, perhatian, dan kesadaran, sambil mengurangi stres dan kecemasan. Penelitian juga menyoroti perbedaan struktur dan fungsi otak pada individu dengan pengalaman spiritual yang kuat, termasuk peningkatan volume otak di area emosi, kognisi, dan hubungan sosial. Pendekatan tasawuf dalam Islam dianggap sebagai alternatif pendidikan spiritual dalam mengatasi krisis multi-dimensi akibat modernisasi. Artinya, dimensi spiritualitas Islam perlu diperkenalkan sebagai solusi alternatif dengan mempertahankan keseimbangan antara praktik tasawuf dan syariat. Meskipun terdapat upaya pemahaman keterkaitan antara neurosains dan tasawuf, penelitian spesifik mengenai hubungan ini masih terbatas. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menyoroti pentingnya pendidikan tasawuf dalam konteks krisis spiritualitas modern, dianalisis dari perspektif neurosains. Temuan menunjukkan bahwa neurosains mengartikan spiritualitas sebagai hasil fungsi otak manusia, dan perspektif tasawuf, sebagai bagian dari keyakinan Islam, melihatnya sebagai naluri bawaan yang terhubung dengan Realitas Yang Maha Kuasa.
Difusi Inovasi Teknologi Komunikasi pada E-Book dalam Belajar Mengajar: Sebuah Tinjauan Literatur Sistematis Pratiwie S, Nenda
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 18, No. 2 : Al Qalam (Maret 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v18i2.3387

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematik yang mengeksplorasi adopsi dan penggunaan e-book dalam konteks belajar-mengajar. Penelitian ini mengkaji karakteristik dan keunggulan e-book, serta tantangan dan hambatan dalam pengadopsiannya. Kajian ini juga menerapkan teori difusi inovasi untuk memahami bagaimana e-book diadopsi dan digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menemukan bahwa e-book menawarkan banyak keunggulan dibandingkan buku teks tradisional, seperti fitur multimedia dan interaktivitas, tetapi pengadopsiannya tidak universal karena faktor-faktor seperti kenyamanan pengguna, kurangnya pengetahuan dan kepercayaan diri, dan preferensi untuk buku cetak. Selain terkait adopsi e-book dari perspektif pengguna dan pembaca, beberapa literatur ditemukan membahas pengelolaan dari perspektif pustakawan. Tinjauan menyimpulkan bahwa memahami faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi e-book dapat membantu pendidik dan institusi untuk lebih mengintegrasikannya ke dalam proses pembelajaran.
Pernikahan Beda Agama dan Pengaruhnya dalam Kehidupan Rumah Tangga (Sudut Pandang Al-Qur'an) Ramli, Ramli; Abubakar, Achmad; Arsyad, Aisyah
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 18, No. 4 : Al Qalam (Juli 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v18i4.3624

Abstract

Pernikahan adalah aksi sosial yang bernuansa biologis tetap menjadi perhatian, bahkan merupakan salah satu Sunnah Rasulullah Saw. Hal ini dijelaskan dalam banyaknya ayat Al-Qur'an dan Hadis atau riwayat dari Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan tentang pernikahan. Rasulullah memberikan bimbingan dan contoh nyata tentang masalah masalah pernikahan, yang tentu saja sebagai contoh tata cara dan aturan yang harus diikuti oleh seluruh umat Islam. Tetapi beberapa masalah yang kemudian muncul, ketika dihadapkan dengan kasus pernikahan beda agama, dan hal ini telah menuai perdebatan panjang sejak awal penafsiran al-Quran oleh generasi pertama umat Islam. Bahkan terus berlanjut hingga sekarang dizaman modern. Pada periode awal penafsiran Al-qur’an, perdebatan muncul di kalangan ulama tentang kelayakan Muslim untuk menikahi wanita ahli al-kitab . Dengan in, mayoritas para sahabat termasuk Umar bin Khatthab ra, Utsman bin ‘Affan ra, Ali bin Abi Thalib ra, dan juga Ibn ‘Abbas memungkinkan pernikahan (antara laki-laki Muslim dan perempuan ahli al-kitab) meskipun ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Namun menurut ‘Abdullah bin ‘Umar pernikahan tidak boleh terjadi pernikahan beda agama, karena pelanggaran yang dilakukan oleh ahli al-kitab telah mencapai tahap syirik, menyekutukan Allah. Namun demikian, generasi berikutnya (Tabi’in), lebih condong untuk mengambil pendapat pertama (pendapat mayoritas), karena dianggap lebih cocok dengan praktek zhahir al-nash. Dengan demikian, secara konseptual, pernikahan beda agama antara laki-laki Muslim dengan wanita ahli al-kitab bisa dilakukan. Tetapi dalam prakteknya, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan beberapa aspek-aspek penting, yang berhubungan dengan tujuan pernikahan, baik yuridis-normatif dan pandangan masyarakat. Di antara beberapa hal yang mendesak untuk menjadi perhatian adalah perihal masa depan agama anak-anak mereka, serta tanggung (pria Muslim) sebagai kepala keluarga, di akhirat. Dan jika pihak-pihak yang potensial melakukan pernikahan beda agama ini benar-benar mempertimbangkan beberapa hal, mereka pasti tidak akan mudah untuk melakukan pernikahan beda agama.
Pengaruh Brand Equity dan Brand Trust Terhadap Purchase Decision Melalui Customer Satisfaction pada Baju Branded di Kota Pekanbaru Utama, Rizki Supriyanto; Syaefulloh, Syaefulloh
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 18, No. 1 : Al Qalam (Januari 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v18i1.2973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh brand equity dan brand trust terhadap purchase decision melalui customer satisfaction pada baju branded di Kota Pekanbaru. Penelitian ini terdiri dari dua variabel independen yaitu brand equity dan brand trust dan satu variabel dependen yaitu purchase decision serta customer satisfaction sebagai variabel intervening. Metode analisis yang digunakan adalah analisis jalur. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh responden yaitu konsumen yang menggunakan baju branded di di Kota Pekanbaru. Hasil penelitian yang didapatkan berdasarkan Uji Parsial (Uji t) diperoleh: a) terdapat pengaruh signifikan brand equity terhadap customer satisfaction, b) terdapat  pengaruh signifikan brand trust terhadap customer satisfaction, c) tidak terdapat pengaruh signifikan brand equity terhadap purchase decision, d) tidak terdapat pengaruh signifikan brand trust terhadappurchase decision, e) terdapat pengaruh signifikan customer satisfaction terhadap purchase decision, f) customer satisfaction dapat memediasi pengaruh brand equity terhadap purchase decision, g) customer satisfaction dapat memediasi pengaruh brand trust terhadap purchase decision.
Pengaruh Program Tahfiz Terhadap Prestasi Belajar Al-Qur’an Hadis Siswa MTs Budi Agung Medan Ningsih, Setia; Zulham, Zulham
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 18, No. 4 : Al Qalam (Juli 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v18i4.3569

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh program tahfiz terhadap prestasi belajar siswa kelas IX MTs Budi Agung Medan pada pembelajaran Al-Qur'an Hadis. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif non-eksperiment, dan desain penelitian ex post facto. Sampel yang digunakan adalah sampel jenuh yang terdiri dari seluruh populasi yaitu siswa kelas IX yang berjumlah 45 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan berbagai teknik analisis data, antara lain uji hipotesis, uji normalitas, uji linieritas, dan uji determinasi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa program tahfiz berpengaruh signifikan dan positif terhadap prestasi belajar Al-Qur'an Hadis siswa kelas IX MTs Budi Agung Medan. Kesimpulan dari analisis data adalah nilai thitung  sebesar 2,371 jauh melampaui nilai dari ttabell yaitu sebesar 2,015. Selain itu, nilai p-value yang diperoleh sebesar 0,022 lebih kecil dari tingkat signifikansi yang telah ditentukan yaitu 0,05. Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa program tahfiz memberikan dampak sebesar 11,6% terhadap prestasi belajar Al-Qur'an Hadis siswa kelas IX MTs Budi Agung Medan. Sisanya sebesar 88,4% disebabkan oleh faktor-faktor yang belum dieksplorasi dan tidak dipertimbangkan dalam penelitian ini. Kebaruan kajian ini terletak pada adaptasi metode tahsin pada pembelajaran tahfiz yang mengajarkan siswa ilmu tajwid selain hafalan Al-Qur’an. Kontribusi penelitian ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah untuk mengadopsi program kelas tahfiz, sehingga dapat menumbuhkan generasi yang mencintai Al-Qur’an sejak dini.

Page 81 of 122 | Total Record : 1218


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 20, No. 2 : Al Qalam (In Progress March 2026) Vol. 20, No. 1 : Al Qalam (January 2026 - Special Edition: Islamic Studies) Vol. 19, No. 6 : Al Qalam (November 2025) Vol. 19, No. 5 : Al Qalam (September 2025) Vol. 19, No. 4 : Al Qalam (Juli 2025) Vol. 19, No. 3 : Al Qalam (Mei 2025) Vol. 19, No. 2 : Al Qalam (Maret 2025) Vol. 19, No. 1 : Al Qalam (Januari 2025) Vol. 18, No. 6 : Al Qalam (November 2024) Vol. 18, No. 5 : Al Qalam (September 2024) Vol. 18, No. 4 : Al Qalam (Juli 2024) Vol. 18, No. 3 : Al Qalam (Mei 2024) Vol. 18, No. 2 : Al Qalam (Maret 2024) Vol. 18, No. 1 : Al Qalam (Januari 2024) Vol. 17, No 6 : Al Qalam (November 2023) Vol. 17, No 5 : Al Qalam (September 2023) Vol. 17, No 4 : Al Qalam (Juli 2023) Vol. 17, No 3 : Al Qalam (Mei 2023) Vol. 17, No 2 : Al Qalam (Maret 2023) Vol. 17, No 1 : Al Qalam (Januari 2023) Vol. 16, No 6 : Al Qalam (November 2022) Vol 16, No 5: Al Qalam (September 2022) Vol 16, No 4: Al Qalam (Juli 2022) Vol 16, No 3: Al Qalam (Mei 2022) Vol 16, No 2: Al Qalam (Maret 2022) Vol 16, No 1: Al Qalam (Januari 2022) Al Qalam Vol. 15, No. 2, Juli-Desember 2021 Al Qalam Vol. 15, No. 1, Januari-Juni 2021 Al Qalam Vol. 14, No. 2, Juli-Desember 2020 Al Qalam Vol. 14, No. 1, Januari-Juni 2020 Al Qalam Vol. 13, No. 2, Juli-Desember 2019 Al Qalam Vol. 13, No. 1, Januari-Juni 2019 Al Qalam Vol. 12, No. 2, Juli-Desember 2018 Al Qalam Vol. 12, No. 1, Januari-Juni 2018 Al Qalam Vol. 12, No. 1, Januari-Juni 2018 Al Qalam Vol. 11, No. 24, Juli-Desember 2017 Al Qalam Vol. 11, No. 24, Juli-Desember 2017 Al Qalam Vol. 11, No. 23, Januari-Juni 2017 Al Qalam Vol. 11, No. 23, Januari-Juni 2017 Al Qalam Vol. 9, No. 17, Januari-Juni 2016 Al Qalam Vol. 9, No. 17, Januari-Juni 2016 More Issue