cover
Contact Name
Tety Elida
Contact Email
tety@staff.gunadarma.ac.id
Phone
+62823311136669
Journal Mail Official
jpp@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok 16424, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PERTANIAN PRESISI (JOURNAL OF PRECISION AGRICULTURE)
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 25976087     EISSN : 26864703     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/jpp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Presisi (JPP) merupakan media untuk publikasi tulisan asli dalam Bahasa Indonesia yang berkaitan dengan informasi dan teknologi yang berkaitan dengan pertanian presisi pada flora, baik dalam kajian teknik budidaya tanaman (pembenihan sampai pascapanen), fisiologi tanaman, serta terapan teknologi informasi dan komputer dalam pertanian.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2025)" : 10 Documents clear
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA KERITING (Lactuca sativa L.) PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR DAN NPK Firmansyah, Firmansyah; Daryanto, Ady; Manurung, Adinda Nurul Huda; Kurniasih, Ratih
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i1.13924

Abstract

Selada merupakan dalam komoditi hortikultura unggul yang mengandung gizi dan mineral yang tinggi. Tujuan studi ini adalah untuk mengevaluasi pemberian pupuk organik cair (POC) dan pupuk NPK terhadap parameter pertumbuhan dan produksi selada keriting. Percobaan ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) faktorialmenggunakan dua faktor, yaitu konsentrasi POC (0, 2, 4, dan 6 ml L-1) dan dosis NPK (0, 3, 6, serta 9 g L-1). Percobaan ini direplikasi sebanyak tiga kali, dengan empat sampel tanaman diambil dari setiap petak percobaan. Analisis statistik menunjukkan tidak ada interaksi signifikan antara aplikasi POC dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan selada. Namun, secara terpisah, baik POC maupun pupuk NPK memberikan pengaruh nyata pada beberapa parameter pertumbuhan. Secara spesifik, pupuk NPK secara signifikan memengaruhi jumlah daun dan tinggi tanaman, sedangkan POC memberikan pengaruh secara signifikan pada parameter diameter batang dan jumlah daun. Berdasarkan hasil ini, dosis terbaik adalah 9 g L-1 untuk pupuk NPK dan 6 mL L-1 untuk POC.
RESPON TANAMAN CABAI KATOKKON (Capsicum chinense Jacq.) AKIBAT PUPUK NPK DAN KOMPOS AMPAS TEBU PADA TANAH ALUVIAL Vera, Vera; Ramadhan, Tris Haris; Hendarti, Indri
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i1.12468

Abstract

Meskipun cabai katokkon (Capsicum chinense Jacq.) merupakan salah satu produk hortikultura yang memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, namun belum banyak ditanam oleh petani Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi perlakuan yang paling tepat untuk pertumbuhan dan produktivitas cabai katokkon di tanah aluvial serta interaksi antara pupuk NPK dengan kompos dari limbah tebu. Lokasi penelitian dilaksanakan pada tanggal 6 Maret sampai dengan 5 Juni 2024 di Jalan Sepakat II, Gang. Racana Untan, Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor. Tahap awal, dosis pupuk NPK (A) yang diberikan adalah a1 = 100 kg/ha, a2 = 200 kg/ha, dan a3 = 300 kg/ha. Tahap kedua, dosis kompos ampas tebu (N) diberikan sebanyak tiga taraf, yaitu n1 = 10 ton/ha, n2 = 20 ton/ha, dan n3 = 30 ton/ha. Berdasarkan hasil penelitian, perkembangan dan hasil cabai katokkon pada tanah aluvial dipengaruhi oleh interaksi antara pupuk NPK dan kompos ampas tebu. Untuk meningkatkan jumlah buah per tanaman dan berat buah per tanaman cabai katokkon pada tanah aluvial, kombinasi yang paling berhasil dan efisien adalah pemberian pupuk NPK 300 kg/ha dan kompos ampas tebu 10 ton/ha.
PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR KULIT NANAS DAN DAUN KELOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI RAWIT (Capsicum Frutescens L.) DENGAN OTOMATISASI DRIP IRIGASI Tari, Farras Naufal; Kanny, Putri Irene; Istiqlal, Muhammad Ridha Alfarabi
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i1.13802

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan tanaman hortikultura yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Upaya untuk meningkatkan produksi cabai rawit dapat menggunakan teknik budidaya pemupukan dan otomasisasi drip irigasi. Pemupukan memberikan penambahan unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam meningkatkan produksi dan mutu hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair kulit nanas dan daun kelor yang berpengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit. Penelitian dilaksanakan di Green House UG Techno Park, Desa Jamali. Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur. Provinsi Jawa Barat pada bulan Maret sampai Agustus 2023. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) non faktor dengan 8 ulangan dan perlakuan pupuk organik cair (POC) kulit nanas dan daun kelor. Perlakuan terdiri dari 4 taraf yaitu kontrol (P0. tanpa pemberian POC); POC kulit nanas kosentrasi 12% (P1); POC daun kelor konsentrasi 23% (P2); campuran POC kulit nanas dan daun kelor kosentrasi masing-masing12% (P3). Pupuk organik cair daun kelor kosentrasi 23% menghasilkan pertumbuhan, produksi, dan mutu hasil cabai rawit tertinggi. Perlakuan P2 secara nyata tertinggi dengan meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, umur panen, jumlah buah pertanaman, bobot buah pertanaman, bobot per buah, diameter buah dan tebal daging buah pada masa panen pertama.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI POHPOHAN (Pilea trinervia Wight.) PADA PEMBERIAN AIR LIMBAH BUDIDAYA IKAN NILEM DENGAN BERBAGAI TINGKAT KEPADATAN Yulianti, Nani; Mumfuni, Fia Sri; Hermawan, Ilham
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i1.12643

Abstract

Pohpohan (Pilea trinervia Wight) merupakan sayuran indigenous yang memiliki potensial komersial, namun budidayanya masih terbatas. Pemanfaatan air limbah budidaya ikan nilem sebagai sumber nutrisi alternatif dapat mendukung pertumbuhan tanaman ini.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi pohpohan yang disiram dengan air limbah budidaya ikan nilem pada berbagai tingkat kepadatan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok satu faktor dengan empat perlakuan tingkat kepadatan air limbah, yaitu kontrol (menggunakan nutrisi hidroponik), kepadatan 10, 20, dan 30. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian air limbah budidaya ikan nilem berpengaruh nyata  pada sebagian besar parameter pertumbuhan dan produksi yang diamati,  kecuali diameter batang, panjang akar, bobot segar total dan bobot segar akar. Perlakuan kontrol, kepadatan 20, dan kepadatan 30, secara konsisten meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah tunas, luas daun, bobot tajuk basah dan bobot tajuk kering dibandingkan dengan kepadatan 10. Tetapi pada  kepadatan 10, kepadatan 20 dan kepadatan 30 menunjukkan hasil yang tidak berbeda. Air limbah ikan nilem pada kepadatan 20 dan 30 memiliki kandungan unsur hara yang cukup untuk mendukung  kebutuhan pertumbuhan tanaman pohpohan. Air limbah budidaya ikan nilem  berpotensi menjadi sumber nutrisi  alternatif yang ramah lingkungan untuk mendukung budidaya tanaman pohpohan secara berkelanjutan.
Front Matter Jurnal Pertanian Presisi Vol. 9 No.1, Juni 2025 Jurnal Pertanian Presisi, Editorial
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI MERAH KERITING PADA PENGAPLIKASIAN PGPR MELALUI PENERAPAN CITRA TERMAL UNTUK MENDETEKSI PENYAKIT LAYU FUSARIUM Arifah, Dina Amaliatul; Budiman, Budiman; Risnawati, Risnawati
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i1.11831

Abstract

Tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomis tinggi. Teknologi pertanian 4.0 mulai digunakan untuk pengembangan metode deteksi dini penyakit tanaman, salah satunya penyakit layu fusarium yang bisa di deteksi menggunakan kamera termal. Pengendalian penyakit layu Fusarium dalam penelitian ini menggunakan formulasi PGPR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan PGPR dalam menekan penyakit layu fusarium terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah keriting serta mengetahui potensi kamera termal dalam mendeteksi penyakit layu fusarium. Penelitian ini menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak faktor tunggal, yaitu pemberian PGPR dengan taraf yaitu P0 (dosis 0 ml), P1 (dosis 100 ml) dan P2 (dosis 200 ml). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian PGPR tidak berpengaruh nyata terhadap komponen pertumbuhan yaitu tinggi tanaman dan jumlah daun, serta komponen produksi yaitu umur berbunga, jumlah buah, umur panen dan bobot buah. Namun, PGPR dapat mengurangi insidensi penyakit (P1, 40.74%) dan menekan keparahan penyakit (P2, 37.03%). Perlakuan yang mengalami penurunan jumlah daun tertinggi akibat penyakit layu fusarium adalah P0 dengan rataan akhir jumlah daun 390 helai. Kamera termal dapat mendeteksi suhu tanaman dan objek yang dideteksi dengan jelas sehingga dapat diketahui perbedaan suhu antar perlakuan yang menunjukan tingkat infeksi penyakit pada tanaman.
KEMAMPUAN RECOVERY PERTUMBUHAN KLON TEBU TERCEKAM KEKERINGAN MELALUI BIOPRIMING TRICHODERMA sp Indra Yama, Danie; Muliani, Muliani; Ali, Muhammad
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i1.12362

Abstract

Pertumbuhan tanaman salah satunya dipengaruhi oleh faktor lingkungan yaitu cekaman kekeringan. Pertunasan tanaman tebu pada lahan gambut sering kali mengalami cekaman kekeringan karena gambut memiliki sifat yang rendah dalam menyimpan air selain itu tebu juga memiliki perakaran yang dangkal sehingga akar kesulitan dalam menjangkau air. Oleh karena itu pertumbuhan awal (vegetatif) tanaman tebu akan terhambat apabila pada fase pertunasan mengalami kekeringan, sehingga perlu recovery agar pertumbuhannya optimal. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh dan menentukan durasi biopriming Trichoderma spp dalam recovery pertumbuhan klon tebu cekaman kekeringan. Penelitian dilakukan di lahan percobaan serta Green House Politeknik Negeri Pontianak yang disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 5 perlakuan sebanyak 6 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu durasi biopriming (T0: Kontrol, T1: 6 jam, T2: 12 jam, T3: 18 jam, T4: 24 jam). Penelitian ini diawali dengan perbanyakan Trichoderma sp, dilanjutkan pertunasan kemudian penanaman dalam polybag. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah anakan dan pengamatan lingkungan. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA, apabila terdapat pengaruh nyata maka diuji lanjut dengan Uji Jarak Berganda Duncan taraf 5%. Perlakuan biopriming Trichoderma spp berpengaruh terhadap tinggi tanaman klon tebu dalam recovery pertumbuhan setelah mengalami cekaman kekeringan. Durasi biopriming Trichoderma spp selama 24 jam (P4) merupakan durasi yang sesuai untuk meningkatkan tinggi tanaman klon tebu dalam recovery pertumbuhan setelah mengalami cekaman kekeringan
SEBARAN SPASIAL TINGKAT KESESUAIAN LAHAN TANAMAN PANGAN PADA BEBERAPA SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) DI KAWASAN TELUK TOMINI KABUPATEN BOALEMO Nurdin, Nurdin; Rahman, Rival; Apriliani, Silvana
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i1.12652

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sebaran spasial tingkat kesesuaian lahan tanaman pangan pada Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) di kawasan Teluk Tomini Kabupaten Boalemo. Data dianalisis dengan teknik  pemadanan antara karakteristik dan kualitas lahan dengan kriteria kesesuaian lahan tanaman pangan berdasarkan kerangka kerja FAO serta menggunakan software ArcGis dengan metode maching. Hasil analisis menunjukkan kesesuaian lahan potensial komoditas pangan masing -masing untuk padi sawah kelas S2 (cukup sesuai) seluas 2,368.16 ha (14.37%) dan kelas S3 seluas 14,114.03 (85.63%), jagung kelas S2 seluas 10,338.40 (62%) dan kelas S3  seluas 6,143.80 ha (37.28%), kedelai kelas S2 seluas 13,712.13 (83.19%) dan kelas S3 seluas 2,770.07 ha (16.81%). Ubi kayu kelas S2 (cukup sesuai) seluas 3,901.42 ha (23.67%), kelas S3 seluas 2,532.34 ha (15.36%) dan kelas N seluas 10,048.44 (60.97%). Hasil analisis menyimpulkan bahwa setiap komoditas tanaman pangan di wilayah penelitian didominasi oleh kelas (S3) 85.63% untuk padi sawah,  kedelai cukup sesuai (S2) 83.19%, jagung cukup sesuai (S2) 62%, serta kelas tidak sesuai (N) 60.97% untuk komoditas ubi kayu. Sebaran pengembangan komoditas tanaman pangan di wilayah penelitian paling luas diarahkan untuk komoditas jagung dan kedelai dengan luas  54.17%, kedelai seluas 20.95%, jagung kedelai dan ubi kayu 20.07%, kedelai dan ubi 1.97% serta jagung 0.38%.
PENGARUH JENIS DAN INTERVAL WAKTU PEMBERIAN NUTRISI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KAILAN PADA SISTEM HIDROPONIK RAKIT APUNG Safitri, Bunga; Pribadi, Edi Minaji; Kurniasih, Ratih; Lestari, Shyntiya Ayu
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i1.12913

Abstract

Kailan merupakan jenis sayuran yang kaya vitamin dan mineral. Sistem hidroponik rakit apung adalah teknik budidaya modern dengan akar tanaman terendam dalam larutan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh interval waktu pemberian dan jenis nutrisi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kailan pada sistem hidroponik rakit apung. Desain penelitian menggunakan Rаncаngаn Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan dua faktor yaitu jenis nutrisi (AB Mix racikan/N1, Goodplant/N2 dan AHL/N3) dan interval waktu pemberian nutrisi (5 hari sekali/I1 dan 10 hari sekali/I2) dengan 6 ulangan. Parameter yang diukur meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), diameter batang (mm), panjang akar (cm), bobot basah tajuk (g), bobot basah akar (g), bobot basah total (g), bobot kering tajuk (g), bobot kering akar (g) dan bobot kering total (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jenis nutrisi berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot segar total, bobot segar tajuk, bobot segar akar, bobot kering total, bobot kering tajuk dan bobot kering akar. Namun interval waktu pemberian nutrisi tidak berpengaruh nyata dan tidak ada interaksi antara jenis nutrisi dan interval waktu pemberian terhadap pertumbuhan dan produksi kailan sistem rakit apung.
PERBEDAAN INTENSITAS NAUNGAN DAN VARIETAS TERHADAP SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN STROBERI (Fragaria L) Istianah, Istianah; Kalsum, Ummu; Ramdan, Evan Purnama; Warip, Warip
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i1.13037

Abstract

Pengembangan stroberi di dataran rendah Indonesia masih terbatas, tetapi bisa menjadi peluang untuk memperluas area budidaya stroberi. Budidaya stroberi di dataran rendah akan menghadapi tantangan baru, terutama serangan hama dan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan intensitas naungan dan varietas terhadap serangan hama dan penyakit tanaman stroberi di dataran rendah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) Tersarang dengan dua faktor. Faktor utama terdiri atas empat taraf yaitu kontrol (P3), naungan 55% (P1), naungan 65% (P2), dan naungan 75% (P4). Faktor tersarang terdiri atas tiga varietas stroberi, yaitu varietas California (R1), varietas Mencir (R2), dan varietas Sweet Charlie (R3). Dengan demikian, terdapat 12 kombinasi perlakuan dengan 4 ulangan, masing-masing ulangan terdiri atas 3 sampel tanaman sehingga diperoleh total 144 tanaman. Hasil menunjukkan bahwa hama yang menyerang tanaman stroberi meliputi ulat grayak, ulat penggulung daun, belalang, kutu putih, sedangkan penyakit yang menyerang meliputi embun tepung, dan busuk buah. Naungan 75% meningkatkan kerusakan daun tertinggi akibat hama pada kontrol sebesar 8.2%, varietas Mencir lebih rentan akibat kerusakan buah dibanding Sweet Charlie sebesar 0.14%. Terdapat korelasi positif antara intensitas cahaya dan suhu udara terhadap intensitas serangan hama dan penyakit, namun kelembaban udara menunjukkan korelasi negatif dengan serangan hama dan penyakit.

Page 1 of 1 | Total Record : 10