cover
Contact Name
Tety Elida
Contact Email
tety@staff.gunadarma.ac.id
Phone
+62823311136669
Journal Mail Official
jpp@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok 16424, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PERTANIAN PRESISI (JOURNAL OF PRECISION AGRICULTURE)
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 25976087     EISSN : 26864703     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/jpp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Presisi (JPP) merupakan media untuk publikasi tulisan asli dalam Bahasa Indonesia yang berkaitan dengan informasi dan teknologi yang berkaitan dengan pertanian presisi pada flora, baik dalam kajian teknik budidaya tanaman (pembenihan sampai pascapanen), fisiologi tanaman, serta terapan teknologi informasi dan komputer dalam pertanian.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2025)" : 11 Documents clear
EFEKTIVITAS AGENSIA HAYATI Beauveria bassiana TERHADAP SERANGAN HAMA PADA TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) Maya; Risnawati; Perkasa, Achmad Yozar; Saputry, Dinda Helma
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i2.30

Abstract

Pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan tanaman sayuran dengan tingkat permintaan pasar yang tinggi. Penurunan hasil produksi pakcoy dipengaruhi oleh faktor organisme pengganggu tanaman (OPT) terutama dari golongan hama salah satunya Crocidolomia pavonana atau ulat krop. Salah satu alternatif pengendalian hama C. pavonana yang ramah lingkungan yaitu dengan metode pengendalian hayati menggunakan agensia hayati Beauveria bassiana. B. bassiana sangat efektif dalam mematikan seluruh tahapan perkembangan serangga. Penelitian ini dilakukan di UG-Technopark, Cianjur pada bulan Maret sampai Juni 2024. Penelitian ini bertujuan untuk tingkat efektivitas perlakuan B. bassiana terhadap serangan hama utama C. pavonana di lapangan dan menganalisis varietas pakcoy terhadap tingkat serangan hama utama C. pavonana di lapangan, tingkat pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) Pola Tersarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insektisida berpengaruh signifikan terhadap intensitas kerusakan mutlak dengan konsentrasi paling efektif B. bassiana 21.42 g/L yaitu sebesar 12.25%. Varietas pakcoy Nauli F1 memiliki tingkat intensitas kerusakan rendah sebesar 11.04%, tinggi tanaman 25.05 cm, jumlah daun 21.33 helai, dan bobot panen segar 251.25 g. Variabel pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot segar berpengaruh tidak signifikan terhadap kerusakan hama pada tanaman pakcoy.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK JAGUNG VARITAS HIBRIDA DAN KOMPOSIT DI KECAMATAN BOLAANG UKI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN Djibran, Moh. Rapli; Nurdin; Dude, Suyono
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i2.31

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan kelas kesesuaian lahan dan menilai kelayakan usahatani jagung hibrida dan komposit. Lokasi penelitian di Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara yang dimulai Maret-Mei 2024 dengan menggunakan metode survei fisiografi. Teknik evaluasi lahan menggunakan pemadanan antara kriteria kesesuaian lahan untuk jagung dengan karakteristik dan kualitas lahan setempat. Hasil penelitian membuktikan bahwa kelas kesesuaian aktual untuk jagung hibrida dan komposit di Kecamatan Bolaang Uki hanya tergolong kelas tidak sesuai (N) semuanya dengan faktor pembatas kapasitas tukar kation (KTK) dan kedalaman tanah. Setelah dilakukan perbaikan faktor pembatas KTK tanah, maka secara potensial kelas kesesuaian lahan untuk jagung hibrida sudah menjadi cukup sesuai (S2) sebesar 62,49% pada satuan lahan (SL) 1, 2, 3, 4, 6, dan 7, sementara SL sisanya tetap kelas N. Sedangkan untuk jagung komposit, selain naik kelas S2 sebesar 15,60% pada SL 1, 2, dan 3, juga naik kelas sesuai marjinal (S3) sebesar 46,88% pada SL 4, 6, dan 7. Sisa SL tetap kelas N. Usahatani jagung hibrida dan komposit menguntungkan karena nilai R/C > 1.
UJI ADAPTASI BERBAGAI VARIETAS UNGGUL PADI (Oryza savita) DI LINGKUNGAN SPESIFIK PESISIR PANTAI DESA GIRIREJO KECAMATAN NGOMBOL KABUPATEN PURWOREJO Barokah, Umi; Muslikhatun, Zulfi; Adisonda, Rifqi; Sitaresmi, Trias
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i2.32

Abstract

Padi (Oryza savita) merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang dapat dibudidayakan di berbagai wilayah dengan kondisi lahan yang berbeda. Lahan salinitas yaitu lahan di wilayah pesisir yang memiliki kandungan garam tinggi sehingga menyebabkan hasil tanaman pertanian menurun, khususnya budidaya tanaman padi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adaptasi berbagai varietas unggul padi di lingkungan spesifik pantai Desa Girirejo, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo. Penelitian ini menggunakan tujuh jenis varietas unggul padi tahan salin, yakni varietas Inpari 34 Salin Agritan, Inpari 35 Salin Agritan, Inpari 47 WBC, IPB 12S, IPB 13S, TP-Padi 1, TP-Padi 2 dan dua varietas pembanding yaitu Ciherang, dan Cilamaya Muncul. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan faktor tunggal yaitu varietas. Masing-masing varietas ditanam pada plot ukuran 4 m x 5 m dengan jarak tanam 25 cm x 25 cm dan diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan varietas Inpari 34 Salin Agritan merupakan varietas padi paling adaptif dan layak dibudidayakan di lahan tersebut, karena memiliki tinggi tanaman, berat kering tajuk, nisbah tajuk dan akar, umur berbunga 50%, jumlah gabah isi/malai, bobot 1,000 butir gabah isi, berat gabah isi, berat gabah hampa, dan fertilitas gabah tertinggi dibandingkan dengan varietas lainnya.
PENGARUH JARAK TANAM DAN PENERAPAN FOSFOR BERBASIS PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.) Nurfatdiah, Ajeng; Widjajanto, D.W.; Fuskhah, Eny
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i2.33

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji pengaruh jarak tanam dan dosis fosfor (P) berbasis pupuk organik cair (POC) limbah tahu terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Percobaan dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah jarak tanam, terdiri 2 taraf yaitu J1 = 40 cm x 15 cm dan J2 = 40 cm x 20 cm. Faktor kedua adalah dosis P berbasis POC limbah tahu terdiri 4 taraf yaitu A0 = 0 kg ha-1 P2O5 setara 0 L ha-1 POC, A1 = 15 kg ha-1 P2O5 setara 13,392 L ha-1 POC, A2 = 30 kg ha-1 P2O5 setara 26,785 L ha-1 POC dan A3 = 45 P2O5 kg ha-1 setara 40,178 L ha-1 POC. Data dianalisis statistik menggunakan analisis ragam, kemudian diuji lanjut menggunakan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah bintil akar efektif dan bobot 100 biji. Perlakuan dosis fosfor berbasis POC limbah tahu berpengaruh nyata terhadap parameter bobot 100 biji. Interaksi antara perlakuan jarak tanam dan dosis fosfor berbasis POC limbah tahu berpengaruh nyata pada bobot 100 biji.
PENGARUH PUPUK NPK DAN PUPUK ORGANIK CAIR KOTORAN SAPI PADA PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) FASE MAIN NURSERY Utoyo, Bambang; Sari, Resti Puspa Kartika; Permatasari, Nindy
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i2.34

Abstract

Bibit kelapa sawit yang berkualitas dapat terpenuhi apabila dalam proses pembibitan dilakukan pemeliharaan yang berkelanjutan. Upaya berkelanjutan tersebut salah satunya dapat diterapkan melalui pengurangan dosis pupuk anorganik dan diimbangi dengan penambahan pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dosis pupuk NPK dan pupuk organik cair kotoran sapi terbaik, serta interaksi keduanya dalam mengoptimalkan pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery. Penelitian akan dilaksanakan di Usaha Pembibitan Kelapa Sawit, Politeknik Negeri Lampung. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis NPK dengan taraf dosis 0 g, 2.5 g, dan 5 g. Faktor kedua adalah dosis pupuk organik cair (POC) kotoran sapi dengan taraf dosis 0; 100; dan 200 ml polibag-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan NPK 5 g polibag-1 sekali dalam dua minggu efektif dalam meningkatkan tinggi tanaman, diameter bonggol bibit, jumlah pelepah daun, dan tingkat kehijauan daun pada 16 minggu setelah aplikasi perlakuan pertama. Penggunan POC kotoran sapi dengan dosis 200 ml polibag-1 hanya mampu meningkatkan diameter bonggol bibit kelapa sawit. Tidak ada interaksi antara perlakuan NPK dan POC kotoran sapi.
PENGARUH LAMA WAKTU PENGERINGAN CALON BENIH JAGUNG (Zea mays L.) DI DALAM RUMAH PENGERING TERHADAP MUTU FISIOLOGIS BENIH Ismadaliah, Dheatami; Wijayanto, Budi; Astuti, RR. Siti
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i2.35

Abstract

Pengeringan yang tidak optimal disebabkan oleh penanganan pascapanen yang kurang tepat dan cuaca yang tidak stabil dapat menurunkan mutu benih. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu pengeringan calon benih jagung menggunakan rumah pengering dengan efek rumah kaca terhadap mutu fisiologis benih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan taraf lama waktu pengeringan, yaitu 8 jam (W1), 16 jam (W2), 24 jam (W3), dan 32 jam (W4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeringan selama 32 jam (W4) memberikan hasil terbaik dengan kadar air 11.3%, kecepatan tumbuh 24.97%/etmal, daya kecambah 95.90%, indeks vigor 85,50%, susut bobot pengeringan 11.70%, dan laju pengeringan 0.3594%/jam. Secara umum, semakin lama pengeringan menurunkan kadar air dan meningkatkan kecepatan tumbuh, daya kecambah, serta indeks vigor benih. Penggunaan rumah pengering berbasis efek rumah kaca dinilai efektif untuk meningkatkan mutu fisiologis benih jagung. Namun pemeliharaan dan pengaturan komponen rumah pengering sangat penting diperhatikan agar proses pengeringan berjalan optimal
ANALISIS PERUBAHAN FISIOLOGIS BENIH KEDELAI (Glycine Max L Merill) PADA SUHU DAN LAMA PENYIMPANAN Jasmi; Harahap, E.J.; Setyowati, Mita
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i2.36

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama penyimpanan terhadap perubahan fisiologis yaitu mengindikasikan turunnya daya berkecambah benih, banyaknya jumlah benih abnormal benih kedelai. Faktor-faktor yang memengaruhinya meliputi asal atau sumber benih, kondisi lingkungan tumbuh, adanya kontaminasi di lapangan, keadaan pada periode antara masa lewat matang hingga sebelum dipanen, tahap pengeringan, penanganan, prosesing, serta cara penyimpanan. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yaitu faktor A= suhu simpan dan faktor B=lama simpan. Benih yang digunakan adalah varietas Anjasmoro sebanyak 4 kg, berasal dari BALITKABI (Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi). Parameter yang diamati adalah potensi tumbuh (PT), daya berkecambah (DB), kecepatan tumbuh relatif (KcTR), keserampakan tumbuh (KsT), vigor kecambah (VK). Hasil penelitian diketahui bahwa suhu terbaik untuk menjaga kualitas benih kedelai adalah suhu refrigerator (5 0C) karena dapat menjaga kandungan karbohidrat, protein dan lemak. Kandungan biokimia yang terjaga dapat mempertahankan potensi tumbuh, viabilitas kecambah, keserampakan tumbuh (KsT), kecepatan tumbuh dan vigor kecambah benih kedelai.
PEMANFAATAN LIMBAH AIR LERI, KOTORAN KAMBING, DAN SAYURAN BUSUK SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR PADA BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) Fendy, Fendy; Fadila, Rina Fitriana; Rohma, Fitria Ainun; Zahra, Imelda; Sari, Nurwita Mukti; Charlena
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i2.37

Abstract

Bayam merah (Amaranthus tricolor L.) adalah komoditas hortikultura yang populer di Indonesia. Upaya untuk meningkatkan produksinya termasuk penggunaan pupuk, baik yang padat maupun cair. Pupuk cair lebih diutamakan karena cepat diserap oleh tanaman dan mudah diproduksi menggunakan limbah rumah tangga organik, seperti air cucian beras (leri), yang mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Penelitian ini mengevaluasi dampak pupuk organik cair yang berasal dari campuran air leri, kotoran kambing, dan sayuran yang terdekomposisi terhadap kinerja pertumbuhan bayam merah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari delapan perlakuan dengan masing-masing tiga ulangan. Perlakuan tersebut mencakup satu perlakuan kontrol (tanpa aplikasi pupuk) dan tujuh taraf perlakuan formulasi pupuk organik cair yang berbeda. Setiap formulasi POC dibuat dari kombinasi air leri, sayuran busuk, dan kotoran kambing dengan persentase yang bervariasi. Pupuk ini diaplikasikan pada tanaman bayam merah selama 30 hari. Pupuk organik cair yang telah difermentasi kemudian diuji untuk kandungan fosfor, kalium, besi, dan pH. Penerapan pupuk organik cair memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan tanaman, seperti yang ditunjukkan oleh tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang akar. Di antara semua perlakuan, formula F (100% kotoran kambing) memberikan hasil terbaik di semua parameter pertumbuhan.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PUTIH (Raphanus sativus L.) DENGAN PUPUK KANDANG SAPI DAN NPK PADA SISTEM IRIGASI TETES Desianti, Sabrina; Arti, Inti Mulyo; Risnawati; Nugraha, Julio Aria
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i2.38

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik yang terus menerus secara tunggal dapat menurunkan produktivitas tanah dan tanaman. Penggunaan pupuk anorganik yang dikombinasikan dengan pupuk organik dapat meningkatkan efektivitas serta meningkatkan produktivitas tanah dan hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tumbuh dan bobot hasil panen tanaman lobak putih (Raphanus sativus L.) dengan pupuk NPK dan pupuk kandang sapi pada sistem irigasi tetes. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak 2 faktor. Faktor pertama pupuk NPK terdiri dari 3 taraf yaitu (N0) kontrol, (N1) pupuk NPK 400 kg/ha, (N2) pupuk NPK 700 kg/ha. Faktor kedua pupuk kandang sapi terdiri dari 3 taraf yaitu (P0) kontrol, (P1) pukan sapi 15 ton/ha, (P2) pukan sapi 30 ton/ha. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), intensitas serangan hama (%), bobot segar tanaman (g) dan bobot umbi (g) lobak. Data yang diperoleh berasal dari program aplikasi pengolahan data yaitu SAS (Statistical Analysis System) dan uji lanjut DMRT (Duncаn Multiple Rаnge Test) pаdа α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang terbaik yaitu pupuk NPK N1 = 400 kg/ha5.6 g dan pupuk kandang sapi P1 = 15 ton/ha pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, bobot umbi dan bobot segar tanaman
UJI PERTUMBUHAN Curvularia sp. PENYEBAB BERCAK DAUN KELAPA SAWIT (Elaies guineensis Jacq.) DENGAN PEMBERIAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) SECARA IN-VITRO Muliani; Amperawati, Suharyani; Dau, Shellyna F Purnama
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2025.v9i2.39

Abstract

Cendawan genus Curvularia paling sering ditemukan berasosiasi dengan penyakit bercak daun pada tanaman kelapa sawit. Dalam usaha meminimalkan pemakaian fungisida sintetik maka diperlukan fungisida yang tidak memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan terhadap konsumen. Salah satunya adalah tumbuhan jambu biji (Psidium guajava L.). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai rendemen ekstrak etanol daun jambu biji dan efektivitasnya terhadap Curvularia sp. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan yaitu 1%, 3%, 5%, 7%, 9% dan satu perlakuan kontrol tanpa konsentrasi ekstrak, masing-masing perlakuan diulang 5 kali, sehingga terdapat 30 satuan percobaan. Hasil penelitian ini menunjukkan rendemen ekstrak etanol daun jambu biji adalah sebesar 24%. Konsentrasi paling baik dalam menghambat pertumbuhan Curvularia sp. pada penelitian ini adalah konsentrasi 9% (P5) yang memiliki daya hambat sebesar 49.59% dan zona hambat sebesar 9.53 mm. LC50 dengan metode peracunan makanan adalah 21.8%, sementara LC50 pada metode sumuran adalah 540.11%.

Page 1 of 2 | Total Record : 11