cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Kandai
ISSN : 1907204X     EISSN : 25275968     DOI : -
Kandai was first published in 2005. The name of Kandai had undergone the following changes: Kandai Majalah Illmiah Bahasa dan Sastra (2005) and Kandai Jurnal Bahasa dan Sastra (2010). Since the name of journal should refer to the name that was registered on official document SK ISSN, in 2016 Kandai started publish issues with the name of Kandai (refer to SK ISSN No. 0004.091/JI.3.02/SK.ISSN/2006 dated February 7th, 2006, stating that ISSN 1907-204X printed version uses the (only) name of KANDAI). In 2017, Kandai has started to publish in electronic version under the name of Kandai, e-ISSN 2527-5968.
Arjuna Subject : -
Articles 255 Documents
PERJUANGAN PEREMPUAN MENCAPAI EKSISTENSI DIRI DALAM NOVEL SINTREN (Women’s Struggle in Achieving Self-Existence in the Novel Sintren) Ery Agus Kurnianto
Kandai Vol 17, No 1 (2021): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jk.v17i1.2375

Abstract

Konstruksi budaya yang dibentuk oleh kaum laki-laki membuat perempuan tidak pernah menjadi dirinya sendiri. Perempuan tidak mendapatkan kesempatan untuk menunjukan kemampuan dan eksistensi dirinya. Novel Sintren merepresentasikan perjuangan tokoh perempuan untuk meraih eksistensinya. Masalah dalam penelitian ini ialah problematikayang dihadapi oleh kaum perempuan untuk mencapai eksistensi diri dan perjuangan kaum perempuan dalam novel Sintren karya Dianing Widya Yudhistira terhadap pembumian mitos tentang perempuan. Metode deskriptif digunakan untuk menganalisis persoalan yang dibahas. Teori feminisime eksistensialisme digunakan sebagai dasar untuk menjawab persoalan. Hasil temuan menunjukkan bahwa problematika yang dihadapi oleh kaum perempuan dalam mencapai eksistensi diri adalah tradisi patriarki yang sangat kuat dalam kehidupan masyarakat, kemiskinan, dan sifat ambivalen yang muncul dari diri perempuan itu sendiri. Pendidikan, menjadi diri sendiri atau pembebasan diri, dan menghasilkan modal capital menjadi startegi yang digunakan oleh tokoh perempuan agar dapa tmenunjukkan eksistensi dirinya. A cultural construction established by men has hindered women to be themselves. Women do not get equal opportunity as men to perform their abilities and to come into their existences. A novel, Sintren written by Dianing Widya Yudhistira, represents struggles performed by a female character to come into her existence. The problem in this research covers some problems faced by women to come into their self-existences and struggles performed by women characters in the novel amidst grounding efforts of myths about women. Descriptive method is applied in this study to analyze the problems of this research. The existentialist feminist theory is applied as a basis for answering the problems. The findings of the research show that the problems faced by women to come into their self-existences cover a strong determinant of patriarchal tradition in community life, poverty, and the ambivalent personality possessed by the women. To improve the quality of higher education, tp struggle to be themselves or self-liberation, and to earn capital are some strategies set by female characters in the novel to come into their existences.
DIKSI DALAM WACANA HUMOR INDONESIA DI MEDIA SOSIAL (Diction in Indonesia Humor Discourse on Sosial Media) Hari Kusmanto; Atiqa Sabardila; Ali Imron Al-Ma'ruf
Kandai Vol 17, No 1 (2021): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jk.v17i1.2186

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan diksi dalam wacana humor di media sosial facebook. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data-data penelitian ini adalah diksi dalam wacana humor di media sosial facebook. Sumber datanya berupa wacana humor di media sosial facebook. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi dan simak serta dilanjutkan dengan teknik catat. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode padan translasional dan teknik baca markah. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan diksi pada wacana humor Indonesia di media sosial meliputi: (1) diksi sehari-hari; (2) kata serapan (Jawa dan Inggris); (3) kata sapaan; (4) kata konotatif; (5) kata konkret; dan (6) kata vulgar. Diksi sehari-hari dalam wacana humor Indonesia merupakan diksi yang paling banyak ditemukan. Temuan ini menunjukkan bahwa diksi keseharian dalam wacana humor berfungsi untuk menjalin keakraban dalam berkomunikasi.This study aims to describe diction in the discourse of humor on Facebook social media. This research approach is descriptive qualitative. The data of this study are diction in the discourse of humor on Facebook social media. The data source is in the form of humorous discourse on Facebook social media. The research data was collected using the documentation and listening method and continued with the note-taking technique. The data of this study were analyzed using translational equivalent methods and marking reading techniques. The results of this study indicate the use of diction in Indonesian humor discourse on social media including (1) daily diction; (2) absorption words (Javanese and English); (3) greetings; (4) connotative words; (5) concrete words; and (6) vulgar words. Daily diction in Indonesian humorous discourse is the most common diction. This finding shows that daily diction in humorous discourse serves to establish intimacy in communication.
SIKAP MAHASISWA PULAU BANGKA TERHADAP BAHASA INDONESIA, BAHASA DAERAH, DAN BAHASA ASING (Attitude of Bangka Island Students towards Indonesian, Local Language, and Foreign Language) Prima Hariyanto
Kandai Vol 17, No 1 (2021): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jk.v17i1.2396

Abstract

Bahasa Indonesia harus terus dibina dan dikembangkan agar menjadi bahasa modern untuk bahasa komunikasi dalam berbagai sendi kehidupan dan ranah keilmuan. Untuk mencapai cita-cita tersebut harus didukung oleh penuturnya yang memiliki sikap positif terhadap bahasa Indonesia. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan mengetahui sikap mahasiswa di Pulau Bangka terhadap bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing yang dikaitkan dengan hasil Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan instrumen kuisioner model skala Likert dan model Trustone. Responden penelitian ini adalah 386 mahasiswa dari delapan perguruan tinggi di Pulau Bangka. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa mahasiswa Pulau Bangka lebih cenderung bersikap positif terhadap bahasa Indonesia. Begitu pula dengan motivasi belajar mahasiswa terhadap bahasa Indonesia. Meskipun ada yang bersikap negatif, jumlahnya tidak terlalu mengkhawatirkan. Penelitian ini juga menemukan bahwa pada kelompok generasi muda, semakin tinggi usia generasi muda semakin negatif sikap bahasa dan motivasi mereka. Sebaliknya, semakin muda usia generasi muda, semakin positif sikap bahasa dan motivasi mereka. Temuan lain dari penelitian ini adalah semakin positif sikap seseorang terhadap bahasa Indonesia, semakin tinggi pula nilai UKBI-nya.Indonesian must continue to be fostered and developed to become a modern language for a communication language in various aspects of life and fields of science. To realm this aim must be supported by Indonesian speakers who have a positive attitude towards Indonesian. Therefore, this study aims to determine the attitude of students in Bangka island towards Indonesian, local language, and foreign language associated with the results of the Indonesian Language Proficiency Test (UKBI). This research is a quantitative study using instruments of questionnaires with Likert scale models and Trustone models. The research  respondents are 386 students from eight universities in Bangka Island. Based on the analysis, it is concluded that Bangka Island students are more likely to be positive about Indonesian. The same is true of students' motivation towards Indonesian. Although there are negative attitudes, the numbers are not too alarming. The study also found out that in the younger generation group, the higher their age, the more negative their attitude and language motivation. Conversely, the younger their age, the more positive their attitude and language motivation. Another finding from this study is the more positive a person's attitude towards Indonesian, the higher the UKBI score.
KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL TANAH SURGA MERAH KARYA ARAFAT NUR: KAJIAN PSIKOLOGIS Dara Windiyarti
Kandai Vol 17, No 1 (2021): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jk.v17i1.2207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepribadian tokoh utama dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma psikoanalisis, khususnya psikiatri interpersonal oleh Harry Stack Sullivan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik kepustakaan. Metode yang digunakan untuk analisis data adalah deskriptif analisis. Dari hasil analisis, diketahui bahwa tokoh utama dalam novel Tanah Surga Merah ditampilkan sebagai pemuda yang memiliki kepedulian untuk membela masyarakat Aceh yang mendapat kekerasan dari tentara Indonesia di di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) sehingga ia memutuskan bergabung dengan tentara GAM. Perlawanan tokoh utama kepada kelompok tertentu yang melakukan kekerasan terhadap masyarakat Aceh mengantarkannya menjadi buron. Kecintaan tokoh utama terhadap kampung halamannya membuatnya harus mengalami perlakuan yang menyakitkan dari penguasa. Usaha tokoh utama untuk melindungi diri, mempertemukannya dengan keajaiban-keajaiban yang mengantarkan dirinya meraih kebahagiaan hidup. Dengan demikian, disimpulkan bahwa tokoh utama dalam novel Tanah Surga Merah memiliki kepribadian yang dinamis yakni personifikasi positif, personifikasi negatif, dan personifikasi yang kompleks dan realistik sehingga mengantarkan dirinya berhasil meraih kebahagiaan hidup. This study aims to describe the personality of the main character in novel Tanah Surga Merah by Arafat Nur. The theory used in this research is the psychoanalytic paradigm, especially Harry Stack Sullivan's interpersonal psychiatry. Data collection was carried out using library techniques. The method used for data analysis is descriptive analysis. From the analysis, it is known that the main character in the novel Tanah Surga Merah is a young man who has a concern to defend the Acehnese who have experienced violence from the Indonesian army in Nangroe Aceh Darussalam (NAD), so he decided to join the GAM army. The resistance of the main character to certain groups that commit violence against the people of Aceh, led him to become a fugitive who had to flee. The love of the main character for his hometown made him have to experience painful treatment by the authorities. The main character's efforts to protect himself, obtain miracles that lead him to achieve the joy of life. Thus, it can be concluded that the main character in the novel Tanah Surga Merah has a dynamic personality, namely positive personification, negative personification, and complex and realistic personification so that he has succeeded in achieving life's happiness.
INTERLANGUAGE PRODUCED BY JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN RECOUNT TEXT (Interlanguage (Bahasa Antara) yang Dihasilkan oleh Siswa Sekolah Menengah Pertama dalam Teks Rekon) Ni Luh Putu Sri Adnyani; Putu Pande Novita Sari; Ni Komang Arie Suwastini; Putu Kerti Nitiasih
Kandai Vol 17, No 2 (2021): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jk.v17i2.2719

Abstract

Karangan yang ditulis oleh siswa sekolah menengah pertama mengandung kalimat-kalimat salah yang  menggambarkan bahasa mereka.  Bahasa yang dihasilkan oleh siswa-siswa ini biasa dirujuk sebagai interlanguage (bahasa antara). Apakah bahasa pertama atau bahasa sasaran memengaruhi kesalahan-kesalahan tersebut?  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan interlanguage  yang digunakan oleh siswa-siswa yang mempelajari Bahasa Inggris sebagai bahasa asing dalam teks rekon.  Subjek penelitian ini terdiri atas 20 orang siswa sekolah menengah pertama di Buleleng.   Data dikumpulkan melalui latihan menulis terbimbing dalam bentuk teks rekon.  Empat langkah ditempuh dalam menganalisis data, yaitu mengidentifikasi, mengklasifikasikan, mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk linguistik dalam tulisan siswa. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pengaruh bahasa ibu terhadap bahasa antara siswa antara lain adalah penggunaan tata bahasa Indonesia, penggunaan kata-kata Indonesia, penghilangan  pemarkah jamak -s, penghilangan TO BE dan aspek kala dari verba.  Pengaruh bahasa sasaran antara lain adalah  padanan yang salah,  penambahan kata sandang, kesalahan dalam memilih pronomina  dan overgeneralisasi bentuk lampau -ed. English text written by junior high school students consists of erroneous sentences which describe learners' language. Either the native language or target language influences the errors. This term is called interlanguage. The study aimed at describing the interlanguage produced by EFL students in recount text. The subjects of the study were 20 students of junior high school in Buleleng Regency.  The data was collected through a guided writing exercise in the form of recount text. There were four steps in analyzing the data, namely identifying errors, classification, description, and explanation. The result shows that native language influence includes Indonesian grammar patterns, Indonesian words, wrong selection of word form, the omission of plural marker -s,  TO BE deletion, and verb tense.  Target language influence includes false friend, the addition of articles, wrong choice of pronoun, and overgeneralization of past form -ed.
THE ANALYSIS OF DEIXIS ON ARDHITO PRAMONO’S SONGS (Analisis Deiksis pada Lagu Ardhito Pramono) Khoirun Nisaa Arnoi; NFN Ashadi
Kandai Vol 17, No 2 (2021): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis deiksis sebagai kajian pragmatis dalam lagu-lagu Ardhito Pramono. Peneliti ingin menganalisis lima jenis deiksis, mencari jenis deiksis yang paling dominan yang terdapat pada lirik lagu, dan mencoba mengorelasikan hasilnya dengan fenomena sosial yang terjadi saat ini. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data menunjukkan bahwa semua deiksis ditemukan di dalam semua lagu Ardhito Pramono dengan jumlah sebanyak 81 kata. Deiksis waktu paling banyak ditemukan yaitu sebanyak 31 kata deiktik atau 38%, seperti penggunaan waktu dan kata kerja tertentu. Ditemukan juga bahwa setiap lagu Ardhito Pramono cenderung memiliki korelasi dengan fenomena yang terjadi di masyarakat saat ini.This study focuses on analyzing the deixis as the study of pragmatics in Ardhito Pramono’s songs. The researchers seek to analyze five types of deixis, find out the most dominant type of deixis found in the song lyrics, and correlate the results with the social phenomenon that happens nowadays. This study used a well-established qualitative case approach. The data have revealed that all deixis types were found in all Ardhito Pramono’s songs with a total of 81 deictic words. Temporal deixis was the most being found with 31 deictic words or 38%, such as the use of specific time and verb tense. It was also found that each Ardhito Pramono’s song tends to correlate with the current phenomenon happening in society.
NARASI NASIONALISME SENTRIPETAL DALAM NOVEL PEMENANG SAYEMBARA “SEBERAPA INDONESIAKAH DIRIMU?” (Centripetal Nationalism In Contest Winners Novel Winners of Seberapa Indonesiakah Dirimu?) Candra Rahma Wijaya Putra; Purwati Anggraini; Joko Widodo
Kandai Vol 17, No 2 (2021): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jk.v17i2.2760

Abstract

This study aims to describe the direction of nationalism narrated in the three winning novels of the contest “How Indonesia Are You?”. This type of research is descriptive qualitative using a post-colonial perspective. The data sources used are the novel Because I'm Not Blind by Redy Ugeng Kuswanto, Kaki Langit Talumae by Wishnu Mahendra, and the novel How to Love Indonesia by Dumamilanta S. Brahmana. The research data are in the form of words, phrases, sentences, or paragraphs that narrate the concept of the nation and the form of nationalism. The results of this study indicate that 1) the three novels describe the construction of the nation as a community with a collective consciousness in the form of history, customs, and natural resources; 2) nation construction contains problematization. The nation is vaguely divided into traditional and modern spaces resulting in social inequality; and 3) Overall the three novels want the integration of locality in nationalism. Thus, the direction of nationalism narrated in the three novels is centripetal nationalism. The direction of centripetal nationalism is believed to be a solution in overcoming the problem of nationalism.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan arah nasionalisme yang dinarasikan dalam tiga novel pemenang Sayembara “Seberapa Indonesiakah Dirimu?”. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan perspektif pascakolonialisme. Sumber data yang digunakan adalah novel Karena Aku Tak Buta karya Redy Ugeng Kuswanto, Kaki Langit Talumae karya Wishnu Mahendra, dan novel How to Love Indonesia karya Dumamilanta S. Brahmana. Data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, atau paragaraf yang menarasikan konsep bangsa dan bentuk nasionalisme. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) ketiga novel menggambarkan konstruksi bangsa sebagai komunitas dengan kesadaran kolektif berupa sejarah, adat istiadat, dan sumber alam; 2) konstruksi bangsa mengandung problematisasi. Bangsa secara samar terpecah dalam ruang tradisional dan modern yang mengakibatkan ketimpangan sosial; dan 3) Secara keseluruhan ketiga novel menginginkan intregasi lokalitas dalam nasionalisme. Dengan demikian, arah nasionalisme yang dinarasikan di dalam ketiga novel adalah nasionalisme sentripetal. Arah nasionalisme sentripetal diyakini menjadi solusi dalam mengatasi problematisasi kebangsaan.
CINTA, HARGA DIRI, DAN SIKAP TOKOH: SEBUAH KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA (Love, Self-Esteem, and Attitude of Characters: A Study of Literature Psychology) Purwati Anggraini; Bawon Wiji Dia Prasasti; Haris Supratno
Kandai Vol 17, No 2 (2021): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jk.v17i2.3250

Abstract

Love and self-esteem are part of human needs as a form of self-existence. Attempts to reach and maintain love and self-esteem are reflected in the character's attitude. This study aims to describe the love needs and self-esteem needs of characters and how the characters behave in making it happen. The needs and behavior of characters in making it happen are closely related to literary psychology, so this study chooses literary psychology as its approach. This research used qualitative methods and was based on Abraham Maslow's theory. The data source was in the form of the novel Lengking Burung Kasuari by Nunuk Y. Kusmiana published by PT Gramedia Pustaka Utama in 2017. The data of this research were quotations from story units. The data collection techniques of this research were (a) reading the object of study, (b) identifying the data according to the research objectives, and (c) classifying the data. While the data analysis techniques were as follows, (a) rechecking the data in accordance with the problem formulation, (b) describing the data, (c) interpreting the data, (d) drawing conclusions. The results of the research can be stated as follows. First, the need for love includes feelings of longing for, playing, and caring for friends. Second, forms of need for self-esteem include broad insight, promotion, and responsibility. Third, the character tries to realize the need for love, the need for price self as a form of self-existence.Cinta dan harga diri merupakan bagian dari kebutuhan manusia sebagai salah satu wujud eksistensi diri. Upaya untuk menggapai dan mempertahankan cinta dan harga diri tecermin dalam sikap tokoh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebutuhan rasa cinta dan kebutuhan harga diri tokoh serta bagaimana perilaku tokoh dalam mewujudkannya. Kebutuhan dan perilaku tokoh dalam mewujudkannya terkait erat dengan psikologi sastra sehingga kajian ini memilih psikologi sastra sebagai pendekatannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan dilandaskan pada teori Abraham Maslow. Sumber data berupa novel Lengking Burung Kasuari Karya Nunuk Y. Kusmiana yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama tahun 2017. Data penelitian ini adalah kutipan satuan cerita. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah (a) membaca objek kajian, (b) mengidentifikasi data sesuai tujuan penelitian, dan (c) mengelompokan data. Di samping itu, teknik analisis data sebagai berikut: (a) mengecek kembali data yang sesuai dengan rumusan masalah; (b) mendeskripsikan data; (c) menginterpretasikan data; dan (d) menarik simpulan. Hasil penelitian dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, kebutuhan rasa cinta meliputi perasaan rindu, bermain, dan peduli pada teman. Kedua, bentuk kebutuhan harga diri meliputi wawasan luas, naik pangkat, dan tanggung jawab. Ketiga, tokoh berupaya mewujudkan kebutuhan rasa cinta, kebutuhan harga diri sebagai wujud eksistensi diri.
HARGA DIRI DAN STATUS SOSIAL: MOTIF MERANTAU ORANG MINANGKABAU DALAM FILM (Pride and Social Status: The Migrating Motive Minangkabau People in Cinema) Herry Nur Hidayat; Bani Sudardi; Sahid Teguh Widodo; Sri Kusumo Habsari
Kandai Vol 17, No 2 (2021): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jk.v17i2.2805

Abstract

Merantau has known as the Minangkabau ethnic identity. As a social behavior, merantau shows a change in concepts and motives. Technological developments, especially in transportation, are slowly shifting the concept of merantau to broaden its reach, followed by changes in motives. Merantau is no longer seen as a learning behavior and process, but is more economical, looking for a better life. This article explores and describes the merantau in the film with merantau from the Minangkabau community through a semiotic study. As a result, the change in the concept and motive for merantau in the film represents the merantau Minangkabau society. Through the movie characters, the motive for merantau, who seems to have an educational background in the film driveby personal motivation, namely self-esteem and social status, which in directly indicates economic motives.Merantau telah dikenal sebagai identitas etnik Minangkabau. Sebagai sebuah perilaku sosial, merantau menunjukkan perubahan konsep dan motifnya. Perkembangan teknologi, terutama transportasi, secara perlahan menggeser konsep merantau menjadi meluas jangkauannya yang diiringi pula dengan perubahan motifnya. Merantau tidak lagi dipandang sebagai perilaku dan proses pembelajaran melainkan lebih bersifat ekonomis, yaitu mencari kehidupan yang lebih baik. Melalui kajian tekstual, artikel ini menggali dan menguraikan perilaku merantau yang ditampilkan dalam film dalam hubungannya dengan perilaku merantau masyarakat Minangkabau. Hasilnya, perubahan konsep dan motif merantau dalam film adalah bentuk representasi merantau masyarakat Minangkabau. Melalui tokoh-tokohnya, motif merantau yang tampaknya berlatar belakang pendidikan dalam film didorong oleh motivasi personal, yaitu harga diri dan status sosial yang secara tidak langsung menunjukkan motif ekonomis.
INTERNET SLANG CONTAINING CODE-MIXING OF ENGLISH AND INDONESIAN USED BY MILLENNIALS ON TWITTER (Slang Internet Mengandung Campur-Kode Bahasa Inggris dan Indonesia yang Digunakan oleh Milenial di Twitter) Adani Nur Sabrina
Kandai Vol 17, No 2 (2021): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jk.v17i2.3422

Abstract

Penelitian ini membahas kreasi slang internet yang mengandung campur-kode bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang dilakukan oleh pengguna milenial Twitter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi kreasi slang internet yang menerapkan campur-kode bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, serta alasan yang memotivasi penggunanya untuk melakukan itu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang berarti data yang terkumpul dianalisis dengan penjelasan menggunakan kata-kata. Hasil penelitian menunjukkan terdapat sepuluh kreasi campur-kode yang ditemukan pada tingkatan morfem, tujuh pada tingkatan frasa, dan enam lainnya dalam bentuk singkatan. Penelitian ini juga menemukan bahwa pengguna milenial membuat kreasi slang internet hanya untuk bersenang-senang dan agar percakapan antar sesama pengguna tidak terlalu canggung, kaku, dan formal.This research discusses the creation of internet slang which contains the code-mixing of English and Indonesian made by Twitter millennial users. The purposes of this research are to explore those creations of internet slang that implement the Indonesian-English code-mixing, as well as the reasons that motivate the users to do so. The method used in this research is a qualitative method which means the collected data are analyzed with explanation in words. The result of the research shows there are ten creations of code-mixing found on morpheme level, seven on phrase level, and six other in the form of abbreviation. This research also finds that millennial users create internet slang merely for fun and to make the conversations between fellow users less awkward, stiff, and formal.