cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Gedung Kuliah Bersama (GKB) Lt 3 Fakultas Teknik Universitas Diponegoro- Departemen Teknik Geodesi Jl Prof Soedarto SH, Tembalang. Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26219883     DOI : -
Core Subject : Education,
ELIPSOIDA merupakan Jurnal yang memuat hasil studi dan penelitian bidang geodesi dan geomatika. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan Juni dan November oleh Departemen Teknik Geodesi Universitas Diponegoro. Jurnal ini bersifat terbuak ke semua ilmuwan, peneliti, mahasiswa dan cendekiawan lainnya yang ingin mempublikasihan hasil studi atau penelitiannya. Tujuan dari Jurnal ini adalah untuk menyediakan paltform bagi para ilmuwan dan akademisi untuk berbagi, bertukar dan mendiskusikan berbagai isu dan perkembangan ilmu Geodesi dan Geomatika. Jurnal ini menerima makalah dari universitas terkemuka di seluruh Indonesia, universitas luar negeri, lembaga pemerintah dan swasta lainnya. Semua naskah harus disiapakan dalam bahasa inggris atau bahasa indonesia dan harus melalui proses peer-review.Topik yang dapat disajikan pada jurnal ini meliputi : Pengembangan dan aplikasi ilmu geodesi dan geomatika, survey pemetaan dan GNSS, pertanahan, sistem informasi geografis (SIG), Penginderaan Jauh, Fotogrametri, Hidrografi, dan Kebencanaan.
Arjuna Subject : -
Articles 132 Documents
PEMANFAATAN DATA ENHANCED VEGETATION INDEX (EVI) UNTUK MEMPREDIKSI FASE TUMBUH PADI Yanti, Delvi; Harahap, Fitria Lestari; Safitri, Imelda
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 7, No 1 (2024): Volume 07 Issue 01 Year 2024
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2024.21834

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa. L) adalah salah satu tanaman yang sangat penting untuk diketahui fase tumbuhnya berupa fase air, vegetatif 1, vegetatif 2, generatif 1, generatif 2, dan fase bera. Penentuan fase tumbuh tanaman padi membutuhkan data hasil survey lapangan dimana untuk mendapatkan data tersebut memerlukan waktu yang cukup lama. Dilakukanlah analisis fase tumbuh tanaman padi dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh menggunakan bantuan citra satelit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan model matematis dan rentang nilai EVI (Enhanced Vegetation Index) berdasarkan fase tumbuh tanaman padi di Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode observasi dan pengolahan data citra MODIS menggunakan software ArcGis dan pengolahan data lapangan. Hasil pengolahan data yang dilakukan diperoleh model matematis untuk memprediksi fase tumbuh tanaman padi di Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota yaitu y = -0,0000647332x2 + 0,0093336724x + 0,2027767165 dimana y merupakan nilai EVI sedangkan x adalah umur tanaman padi (HST), dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,95. Rentang nilai EVI berdasarkan fase tumbuh tanaman padi di Kecamatan Harau yaitu fase Air yaitu < 0,3355 ; fase vegetatif (1) yaitu 0,3355 - 0,5016 ; fase vegetatif (2) yaitu 0,5016 - 0,5350 ; fase generatif (1) yaitu 0,5350 - 0,4462 ; fase generatif (2) yaitu 0,4462 - 0,3907 dan fase bera yaitu 0,3907 - 0,3222.
STUDI AWAL VISUALISASI DAN AKURASI GEOMETRI MODEL 3 DIMENSI PADA TEXTURELESS-OBJECT Qoyimah, Shofiyatul; Firdaus, Hana Sugiastu; Syariz, Muhammad Aldila
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 7, No 2 (2024): Volume 07 Issue 02 Year 2024
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2024.24835

Abstract

Dalam rekonstruksi objek 3 dimensi, metode fotogrametri berbasis Structure from Motion mampu memberikan akurasi geometri yang tinggi. Akan tetapi, kinerja metode ini dipengaruhi oleh kondisi kekasaran permukaan objek serta membutuhkan waktu pemrosesan yang lama dan ruang penyimpanan yang besar. Metode Gaussian Splatting hadir dengan keunggulan pada kecepatan proses rendering dan visualisasi model 3 dimensi pada objek yang bersifat textureless (kekasaran permukaan yang rendah). Di balik keunggulannya, masih terdapat pertanyaan mengenai seberapa akurat metode ini dalam memberikan informasi mengenai ukuran (metrik) model yang dihasilkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kedua metode tersebut dalam rekonstruksi objek yang bersifat textureless yang direpresentasikan oleh papan kayu. Analisa model 3 dimensi berfokus pada visualisasi berdasar 7 kunci interpretasi, serta akurasi geometri berdasar nilai Root Mean Square Error dari Independent Check Point. Skala Level of Accuracy  juga ditinjau untuk melihat tingkat kedetilan dari model yang dihasilkan. Secara visual, model 3 dimensi dari metode Gaussian Splatting  dinilai lebih unggul dan mampu membentuk objek texture-less dengan baik dan detail. Begitu juga dari segi performa pemrosesan model, metode ini mampu membentuk model dengan lebih cepat dan memori yang lebih sedikit. Dalam hal akurasi geometri, metode fotogrametri berbasis SfM mampu menghasilkan model 3D lebih akurat dengan nilai RMSE terkecil sebesar 0.748 mm dan 0.569 mm pada arah horizontal dan vertikal secara berurutan.
PENGAMATAN PERSEBARAN KONSENTRASI POLUTAN UDARA TERHADAP JUMLAH KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2019 – 2022 Putri, Jihan Fadilah; Bioresita, Filsa
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 7, No 2 (2024): Volume 07 Issue 02 Year 2024
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2024.24167

Abstract

Kualitas udara yang mengalami penurunan disebabkan salah satunya oleh pencemaran udara yang berasal dari kendaraan bermotor. BPS (Badan Pusat Statistik) mencatat seluruh provinsi di Jawa tahun 2022 menduduki peringkat teratas sebagai daerah yang memiliki kendaraan bermotor terbanyak di Indonesia. Untuk melakukan pencegahan peningkatan polutan udara, maka diperlukan informasi mengenai sebaran konsentrasi polutan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengestimasi sebaran konsentrasi polutan udara (PM10, CO, NO2, dan SO2) di Provinsi Jawa Tengah secara spatio-temporal dari tahun 2019 hingga 2022 menggunakan citra Landsat 8. Penelitian ini memanfaatkan perangkat lunak Google Earth Engine (GEE) untuk mengestimasi nilai polutan udara dengan mengaplikasikan algoritma Somvanshi dkk (2019), Hasan dkk (2014), Alseroury dkk (2015), dan Othman dkk (2010) untuk mengekstrak nilai konsentrasi dari masing-masing polutan. Nilai estimasi yang diperoleh kemudian dikonversi menjadi nilai ISPU untuk mengetahui kategori kualitas udara per ruas jalan berdasarkan kategori ISPU.  Estimasi polutan menghasilkan nilai rata-rata total selama 4 tahun untuk polutan PM10 senilai 39,197 µg/m3 dengan total 36 ruas jalan berkategori baik dan 27 ruas jalan lainnya berkategori sedang. Polutan CO menghasilkan rata-rata 957,621 µg/m3 dengan 63 ruas jalan berkategori baik. Polutan NO2 menghasilkan rata-rata 177,507 µg/m3 dengan 63 ruas jalan berkategori sedang. Polutan SO2 menghasilkan rata-rata 41,220 µg/m3 dengan total 47 ruas jalan berkategori baik dan 16 ruas jalan lainnya berkategori sedang. Hubungan antara jumlah kendaraan bermotor berdasarkan ruas jalan provinsi dengan konsentrasi polutan dilakukan menggunakan metode Pearson. Koefisien korelasi jumlah kendaraan bermotor berdasarkan ruas jalan provinsi dengan polutan PM10 sebesar R = 0,462 (korelasi sedang), dengan polutan CO sebesar R = 0,336 (korelasi lemah), dengan polutan NO2 sebesar R = 0,412 (korelasi sedang), dengan polutan SO2 sebesar R = 0,526 (korelasi sedang). Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kenaikan dan penurunan jumlah kendaraan bermotor yang lalu lalang berdasarkan ruas jalan tertentu memiliki pengaruh yang kurang signifikan terhadap perubahan konsentrasi polutan udara di ruas jalan tersebut.
ANALISIS PENGARUH DAERAH ANCAMAN BANJIR ROB TERHADAP ZONA NILAI TANAH (STUDI KASUS : KECAMATAN SEMARANG UTARA) WIjaya, Arwan Putra; Akbar, Rizki Maulidi; Amarrohman, Fauzi Janu
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 7, No 2 (2024): Volume 07 Issue 02 Year 2024
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2024.23633

Abstract

Fenomena banjir rob yang sering terjadi di Kecamatan Semarang Utara berdampak signifikan terhadap nilai tanah. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data primer dan sekunder serta analisis spasial dengan perangkat SIG (Sistem Informasi Geografis). Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis perubahan nilai tanah di Kecamatan Semarang Utara. Data yang digunakan meliputi ZNT (Zona Nilai Tanah) tahun 2020 dan 2022, data ancaman banjir rob 2022, citra, dan survei lapangan. Pengaruh ancaman rob terhadap harga tanah dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 86 zona nilai tanah dengan total 310 sampel. Harga tanah tertinggi adalah Rp 23.107.673/m² di yang terletak di daerah dekat Stasiun Poncol, dan terendah Rp 697.803/m² di persegi yang terletak di daerah pesisir dekat laut. Kenaikan nilai tanah tertinggi dari 2023 ke 2022 sebesar Rp 479.000 atau 47%, dan daerah yang mengalami penurunan sebesar Rp -180.000 atau -5,9%. Dari 2022 ke 2020, kenaikan tertinggi sebesar Rp 1.008.000 atau 69,5%, dan daerah yang mengalami penurunan sebesar Rp -233.000 atau -4,1%. Dari 2023 ke 2020, kenaikan tertinggi sebesar Rp 925.000 atau 102%, sedangkan kenaikan yang tidak terlalu siknifikan sebesar Rp 54.000 atau 1,9%. Model regresi linier sederhana yang digunakan memperkirakan harga tanah (Y) dipengaruhi ancaman rob (X) adalah Y = 6.859.403,226 – 1.208.728,954X. Harga tanah rata-rata pada 2023 untuk ancaman rob rendah adalah Rp 6.117.000, ancaman sedang Rp 4.008.928, dan ancaman tinggi Rp 3.335.966.
PEMETAAN TINGKAT KUALITAS JARINGAN INTERNET MOBILE BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KECAMATAN UNGARAN BARAT, KABUPATEN SEMARANG Septiningdiah, Dara Jati; Nugraha, Arief Laila; Bashit, Nurhadi
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 7, No 2 (2024): Volume 07 Issue 02 Year 2024
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2024.24283

Abstract

Pengguna internet di Indonesia menurut hasil survei oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada periode 2022-2023 meningkat secara signifikan. Salah satu penyebab tingginya pengguna internet adalah kebutuhan akses terhadap berbagai informasi dan jumlah penduduk yang tinggi. Salah satu kecamatan yang memiliki jumlah penduduk tinggi dan menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Semarang adalah Kecamatan Ungaran Barat. Pentingnya kebutuhan akan layanan internet, maka dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi dan memetakan kualitas jaringan internet di Kecamatan Ungaran Barat berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan empat provider. Metode yang digunakan untuk menganalisis kualitas jaringan internet adalah Quality of Service (QoS), sedangkan metode untuk memetakan kualitas jaringan internet adalah interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW) dan Ordinary Kriging (OK). Metode interpolasi terbaik ditentukan menggunakan uji validasi berdasarkan nilai Root Mean Square Error (RMSE) dan Mean Error (ME). Hasil penelitian menunjukkan bahwa provider yang memiliki kualitas jaringan internet paling baik adalah Tri dengan indeks sebesar 3,179, sedangkan provider yang memiliki kualitas jaringan internet kurang baik adalah Telkomsel dengan indeks sebesar 2,759. Sementara metode interpolasi yang paling baik untuk memetakan kualitas jaringan internet Smartfren adalah metode IDW, Telkomsel adalah metode ordinary kriging, Tri adalah metode IDW, dan XL adalah metode IDW.
PEMBUATAN STORY MAPS PETA KERAWANAN TSUNAMI DAN RANCANGAN JALUR EVAKUASI DI PESISIR PANTAI KABUPATEN BANTUL Nugroho, Farrel; Farhan, Ariq Falah Farhan Falah; Prasetiyo, Nanang
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 7, No 2 (2024): Volume 07 Issue 02 Year 2024
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2024.23011

Abstract

Kabupaten Bantul di pesisir selatan Pulau Jawa memiliki risiko tinggi terhadap bencana tsunami akibat aktivitas seismik dari pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi tsunami, penelitian ini bertujuan membuat peta kerawanan tsunami dan merancang jalur evakuasi dalam format story maps. Story maps dipilih karena memberikan visualisasi yang interaktif dan mudah diakses, sehingga memudahkan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam memahami risiko bencana serta jalur evakuasi secara lebih efektif. Data yang digunakan meliputi Digital Elevation Model (DEM) dari SRTM, batas administrasi dan jaringan jalan dari Geoportal Bantul, serta citra satelit dari Aerial Bing Map. Uji fungsionalitas story maps dilakukan menggunakan metode black box untuk memastikan akurasi data, sementara uji kebergunaan dievaluasi melalui kuesioner kepada pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah pesisir selatan Kabupaten Bantul memiliki risiko tertinggi terhadap tsunami dengan skenario gelombang setinggi 10 meter yang berpotensi menggenangi 592.154 hektar. Jalur evakuasi yang diidentifikasi mencakup 35 titik evakuasi sementara, dengan akses rute tercepat menggunakan plugin ORS dalam QGIS. Peta interaktif ini diharapkan menjadi instrumen penting dalam mitigasi risiko tsunami dan perencanaan evakuasi di Kabupaten Bantul.
PEMBUATAN MODEL 3 DIMENSI METODE MANUAL PADA GEDUNG JUANG 45 BEKASI MENGGUNAKAN INTEGRASI POINT CLOUD HASIL PENGOLAHAN DATA FOTO TERESTRIS DAN AERIAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE STRUCTURE FROM MOTION (SFM) DAN MULTI-VIEW STEREO (MVS) Aji, Gusti Bagus Jatmiko; Ilmawan, Hanif
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 8, No 1 (2025): Volume 08 Issue 01 Year 2025
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/potensi.%Y.26131

Abstract

Gedung Juang 45 Bekasi adalah salah satu bangunan yang sudah terdaftar sebagai bangunan cagar budaya sejak tahun 1999 pada laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal ini menandakan gedung tersebut memiliki nilai sejarah. Mengingat statusnya sebagai cagar budaya maka perlu dilestarikan agar nilai sejarahnya tidak hilang atau rusak dimakan waktu serta aktifitas di dalamnya. Pada kegiatan ini dilakukan pemodelan 3D Gedung Juang 45 Bekasi menggunakan integrasi data foto terestris dan foto aerial. Pengambilan data foto meliputi eksterior bangunan. Data foto selanjutnya akan dilakukan pengolahan sampai menghasilkan luaran point cloud yang merepresentasikan bangunan secara keseluruhan. Data point cloud digunakan sebagai acuan pembuatan model 3D dengan mengkombinasikan interpretasi dari data foto. Model 3D yang dibuat kemudian diuji ketelitian geometrinya menggunakan hasil ukuran langsung pada objek sebenarnya menggunakan alat ukur distometer. Tujuan dilakukan pengujian pada model 3D untuk mengetahui tingkat kedetailan dan kesesuaian model 3D dengan standar ketelitian Level of Detail (LoD) 3. Hasil akhir dari kegiatan ini berupa model 3D Gedung Juang 45 Bekasi dengan LoD3. Pengujian model 3D menggunakan perhitungan Root Mean Square Error (RMSE) yang menghasilkan nilai sebesar 0,034 m dan sudah memenuhi standar LoD3 yaitu < 0,5 m serta uji t menghasilkan nilai 0,208.
Scanning the Lawang Sewu for Eternal Historical 3D Documentation using Terrestrial Laser Scanner Ilmawan, Hanif
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 8, No 1 (2025): Volume 08 Issue 01 Year 2025
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2025.26192

Abstract

Lawang Sewu is one of Indonesia’s iconic historical buildings, located in the city of Semarang. It currently serves as a museum and historical tourist attraction, holding significant historical and economic value. The preservation of such heritage structures requires meticulous documentation and structural integrity assessment. A crucial aspect of preservation is comprehensive 3D recording to ensure authenticity and conservation efforts. In this study, Terrestrial Laser Scanner (TLS) technology was employed to capture highly accurate data. The data acquisition process resulted in a detailed point cloud dataset representing the position, shape, color, and texture of all visible building surfaces. The 3D documentation obtained from this process serves as an important historical record of Lawang Sewu as of 2022. The accuracy of the 3D data was validated by comparing it to direct measurement data, yielding an RMSE value of 9.5 mm, indicating high accuracy.
INTEGRASI CITRA SENTINEL-1 DAN SENTINEL-2 UNTUK PEMETAAN TUTUPAN LAHAN TAHUN 2024 (STUDI KASUS: BWP I IKN DAN SEKITARNYA) Prasetyo, Damar; Fatah, Fakhri Luvian; Bashit, Nurhadi; Hadi, Firman
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 8, No 1 (2025): Volume 08 Issue 01 Year 2025
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2025.27043

Abstract

Pemetaan tutupan lahan yang akurat sangat penting untuk mendukung perencanaan tata ruang, khususnya di wilayah dengan dinamika perubahan tinggi seperti BWP I IKN dan sekitarnya. Kawasan ini sebagian besar masih didominasi oleh hutan dan berada di wilayah beriklim tropis dengan tingkat tutupan awan yang tinggi sepanjang tahun, sehingga penggunaan citra optik seperti Sentinel-2 sering terhambat oleh awan, yang dapat menyebabkan data tidak lengkap atau bias. Untuk mengatasi keterbatasan ini, penelitian ini mengintegrasikan citra radar Sentinel-1 dan citra optik Sentinel-2 pada tahun 2024, dengan menggunakan algoritma random forest untuk mengklasifikasikan empat kelas utama: badan air, vegetasi, lahan terbuka, dan lahan terbangun. Sentinel-1 memungkinkan akuisisi data secara konsisten meskipun dalam kondisi berawan, sehingga melengkapi kelemahan Sentinel-2. Hasil validasi menggunakan confusion matrix dengan pembagian 70% data untuk pelatihan dan 30% untuk pengujian menunjukkan bahwa pada data testing, akurasi meningkat dari overall accuracy 66,13% dan kappa coefficient 0,55 (tanpa integrasi) menjadi 85,47% dan 0,80 (dengan integrasi). Sementara pada data validasi, akurasi meningkat dari 68,42% dan 0,53 menjadi 86,30% dan 0,79. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi informasi tekstural dari Sentinel-1 dan informasi spektral dari Sentinel-2 mampu menghasilkan klasifikasi tutupan lahan yang lebih akurat, konsisten, dan representatif terhadap kondisi sebenarnya di lapangan.
PEMBUATAN MODEL TIGA DIMENSI BANGUNAN KAMPUS UNIVERSITAS DR. SOETOMO MENGGUNAKAN DATA LIGHT DETECTION AND RANGING (LiDAR) Fakih, Moch Arhda
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 8, No 1 (2025): Volume 08 Issue 01 Year 2025
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2025.25976

Abstract

                                                                        ABSTRAKPada era modern sekarang banyak teknologi yang ditawarkan untuk membuat tiga dimensi (3D) suatu bangunan, salah satu teknologi yang ditawarkan adalah LiDAR (Light Detection and Ranging). Kelebihan yang ditawarkan dari teknologi tersebut seperti kecepatan pengambilan data yang tinggi, tingkat akurasi yang baik, lebih efektif dan lebih efisien, mampu mengukur pada objek - objek yang rumit dan kenampakan data hasil pengukuran yang mendekati dengan objek aslinya. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model tiga dimensi (3D) bangunan dengan tingkat ketelitian Level of Detail (LoD) 2 menggunakan data Light Detection and Ranging (LiDAR) di Kampus Universitas Dr. Soetomo, Surabaya. Data LiDAR yang digunakan berasal dari pelatihan PT. Halo Robotic pada 26 Juli 2024. Tahapan penelitian mencakup klasifikasi dan filtering point cloud, proses building vector, uji akurasi dengan perhitungan Root Mean Square Error (RMSE), dan analisis model berdasarkan parameter LoD yang diterbitkan oleh Open Geospatial Consortium (OGC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model 3D yang dihasilkan memenuhi parameter LoD 2, dengan nilai akurasi yang baik berdasarkan perhitungan RMSE sebesar 0,48 m. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari enam parameter LoD, tiga di antaranya, yaitu skala model, instalasi bangunan, dan bentuk struktur atap, sesuai dengan LoD 2. Sedangkan parameter kesalahan akurasi berada pada LoD 3 (0,5 m) dan parameter minimum ukuran objek sesuai dengan LoD 1 (5 m). Pemanfaatan data LiDAR dalam pembuatan model 3D ini mampu menghasilkan detail yang baik, terutama pada struktur atap bangunan, meskipun terdapat keterbatasan pada dinding bangunan yang cenderung berbentuk lurus mengikuti atap. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan teknologi pemetaan dan model spasial 3D untuk kebutuhan dokumentasi dan perencanaan infrastruktur.Kata kunci: LiDAR, Level of Detail , Model 3D, RMSE.