cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota singkawang,
Kalimantan barat
INDONESIA
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia)
Published by STKIP Singkawang
ISSN : 24775967     EISSN : 24778443     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia (JPMI), e-ISSN: 2477-8443, p-ISSN: 2477-5959 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and studies in the field of science Mathematics Education. JPMI published two times a year, March and September, published by Institute for Research and Scientific Publications STKIP Singkawang.
Arjuna Subject : -
Articles 167 Documents
GAME EDUKASI MATEMATIKA “Tang Mane Bakoel Saprahan” DENGAN KONTEKS KEARIFAN LOKAL MELAYU KALIMANTAN BARAT Riyanti Nurdiana; Siti Nur Asmah
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 7, No 1 (2022): Volume 7 Number 1, March 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpmi.v7i1.2695

Abstract

This study aims to activate students activities by playing while learning, reducing the use of gadgets by increasing physical activity and making it easier for students to understand the coordinate material system with the language and culture in their area. The research method used is the ADDIE development model (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). The results showed that the mathematics education game "Tang Mane Bakoel Saprahan" with the context of West Kalimantan Malay Local Wisdom was feasible, practical and effective to be used in the learning process. This game is very interesting for students and makes it easier for students to learn mathematics through games and can make one of the teacher's methods in delivering learning material through the media also does not occur simultaneously with local culture.
MEMPERKOKOH PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA Ahmad Yani T; Edy Yusmin; Asep Nursangaji; Rosmaiyadi Rosmaiyadi
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 7, No 1 (2022): Volume 7 Number 1, March 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpmi.v7i1.3095

Abstract

Setiap anak yang sekolah pasti telah mengenal matematika yang diajarkan dari jenjang pendidikan Dasar dan Menengah baik di sekolah umum maupun di Madrasah. Tujuan Pembelajaran matematika di sekolah adalah menekankan kepada kemampuan menalar dan pembentukan sikap peserta didik.  Oleh karena itu dalam proses pembelajaran dikelas guru harus memperhatikan kompetensi dan karakter siswa. Kompetensi siswa yang berkaitan kemampuan dan penguasaan materi (aspek kognitif dan psikomotor), Sedangkan karakter yang berkaitan dengan pembentukan sikap (aspek Afektif) yang memuat nilai-nilai Pendidikan Karakter . Penanaman ini dapat dilakukan melalui proses pembelajaran matematika di kelas yang menperhatikan kebenaran dari isi, penggunaan media, dan LKPD dari materi yang disampaikan.
DESKRIPSI KOMPETENSI MAHASISWA CALON GURU PROFESIONAL PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS TANJUNGPURA Nadya Febriani Meldi; Ahmad Yani T
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 7, No 1 (2022): Volume 7 Number 1, March 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpmi.v7i1.2835

Abstract

Penelitian ini mengungkap kompetensi mahasiswa calon guru profesional pendidikan matematika. Kompetensi yang akan diungkap yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Mengingat kualitas guru mutu pendidikan dan kualitas guru di Indonesia berdasarkan UNESCO dalam Global Education Monitoring (GEM) Report 2016, Indonesia menempati peringkat ke-10 dari 14 negara berkembang. Sedangkan kualitas guru di urutan terakhir dari 14 negara berkembang di dunia. Selain itu (PISA) 2018 yang dirilis oleh OECD menyatakan dalam kategori kemampuan membaca, sains, dan matematika, skor Indonesia tergolong rendah. Perlu adanya analisis mendalam terhadap kompetensi pendidik sebagai stakeholder yang berkontribusi besar dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Pembaharuan kurikulum untuk mahasiswa calon guru menjadi pergerakan awal untuk meningkatkan kualitas calon guru di Indonesia agar mencapai generasi Indonesia emas. Dengan demikian, analisis progres dari perubahan kurikulum perlu ditinjau secara berkala agar dapat terus menerus diperbaiki. Demikian, dirasa penting untuk menganalisis kompetensi mahasiswa calon guru di Universitas agar output yang tercipta pada akhirnya dapat menyelesaikan permasalahan pendidikan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keempat kompetensi guru dalam pendidikan matematika FKIP Universitas Tanjungpura dengan perolehan data berupa angket dan nilai PLP yang akan diolah dengan data analisis deskrptif. Berdasarkan analisis tersebut, terjawab bahwa kompetensi mahasiswa calon guru pendidikan matematika tergolong baik dengan persentase 79,75%.
PROFIL PENALARAN GEOMETRIS SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KECAMATAN TEBAS TAHUN 2021 Bistari Bistari; Dea Muziani; Marlena Marlena; Weni Widayanti
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 7, No 1 (2022): Volume 7 Number 1, March 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpmi.v7i1.3176

Abstract

Tujuan Penelitian berlatar belakang untuk (1) Mengetahui penalaran geometrik siswa SMA (2) Mendapatkan informasi ; (3) Metode pengajaran guru yang masih belum bersifat  kontekstual; (4) Cara berpikir siswa hanya bersifat praktis. Melalui penelitian ini diharapkan dapat diperoleh informasi sebagai berikut: pembelajaran penalaran geometrik SMA berdasarkan jenis kelamin dan jurusan. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk analisis dan deskripsi, dan dibagi menjadi beberapa tahapan sebagai berikut: (1) Memberikan soal-soal penalaran geometrik SMA; (2) Menganalisis jawaban sesuai dengan standar penalaran; (3) Petakan jawaban siswa dari hasil analisis sesuai standar. Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) Perbedaan gender siswa dalam penalaran geometrik tidak signifikan; (2) Kemampuan penguasaan konsep geometri berbeda secara signifikan menurut jurusan yang berbeda, dan lebih banyak siswa IPA yang dapat menjawab soal dengan benar.
PENALARAN TENTANG KONSEP-KONSEP GRAFIK PADA MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS TANJUNGPURA Edy Yusmin; Ahmad Yani T
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 7, No 1 (2022): Volume 7 Number 1, March 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpmi.v7i1.3276

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran dan kejelasan penalaran mahasiswa Pendidikan Matematika tentang konsep-konsep grafik, yaitu pemahaman menginterpretasi data pada grafik, pemahaman mentransfer data ke dalam bentuk diagram dan grafik, dan mentransfer fungsi ke dalam bentuk grafik. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umumnya mahasiswa semester I memahami konsep grafik dengan baik, memiliki pemahaman membaca data pada diagram atau grafik, dan memiliki pemahaman menginterpretasi data pada grafik. Sebagian mahasiswa kesulitan memprediksi simpulan berdasarkan data yang tersedia. Pemahaman mahasiswa semester V tentang grafik lebih beragam dan belum tepat, belum memiliki pemahaman membaca data pada grafik, dan sebagian besar kesulitan memprediksi simpulan berdasarkan data yang tersedia, atau kesulitan memberikan pendapat yang bersifat argumentatif. Umumnya mahasiswa sudah memiliki pemahaman mentransfer data ke bentuk diagram atau grafik. Namun ketidakmampuan melengkapi grafik berdasarkan data yang diberikan masih dialami sebagian mahasiswa, khususnya pada semester V. Mahasiswa semester I sudah memiliki pemahaman fungsi pada grafik dan pemahaman dalam mentransfer suatu fungsi ke dalam bentuk grafik. Tetapi pemahaman ini cenderung kurang dimiliki mahasiswa semester V
MODUL KEARIFAN LOKAL MALUKU UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA Emy Sohilait; Ode Abdurrachman
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 7, No 1 (2022): Volume 7 Number 1, March 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpmi.v7i1.2837

Abstract

Modul pembelajaran memiliki peranan penting dalam mencapai tujuan pembelajaran yang menyesuaikan dengan karakter siswa. Kurikulum 2013 menuntu untuk mengintergrasikan kerifan lokal atau potensi yang ada di daerah, sehingga diperlukan modul yang mendukung dengan berbasis kearifan lokal. Penelitian ini mengembangkan modul pembelajaran dengan menggunakan konteks kearifan lokal Maluku pada materi aritmatika sosial dan perbandingan untuk meningkatkan literasi matematis siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan jenis ADDIE. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIC SMP Kristen 1 Leihitu Barat. Instrumen dalam penelitian ini meliputi lembar validasi ahli untuk menilai kevalidan, angket pengguna untuk menilai kepraktisan, dan tes literasi matematis dalam menilai keefektifan terhadap modul pembelajaran yang digunakan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah lembar validasi ahli, angket respon siswa, dan tes kemampuan literasi matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) validasi modul pembelajaran memenuhi aspek valid dengan memperoleh skor rata-rata 4,2 yang menunjukkan kategori sangat baik; (2) angket respon siswa untuk memenuhi aspek praktis dengan memperoleh skor 4,3 yang menunjukkan kaegori sangat baik; (3) tes kemampuan literasi matematis siswa menunjukkan bahwa modul pembelajaran ini efektif denganmemperoleh skor 65,22% yang menunjukkan kategori baik. Dengan demikian, modul pembelajaran konteks kearifan lokal Maluku layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa. Sehingga dapat dijadikan dasar pijakan bagi peneliti yang ingin mengembangkan modul pembelajaran dengan materi lain pada level kemampuan literasi matematis tertentu
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS KELANCARAN PROSEDURAL UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK Achmad Fathoni Rodli; Evi Susanti; Nurul Husna; Buyung Buyung
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 7, No 1 (2022): Volume 7 Number 1, March 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpmi.v7i1.3296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui hasil pengembangan LKPD  berbasis kelancaran prosedural untuk memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah peserta didik SMP Negeri 20 Singkawang pada materi bilangan bulat; 2) Mengetahui kelayakan LKPD berbasis kelancaran prosedural untuk memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah peserta didik SMP Negeri 20 Singkawang pada materi bilangan bulat ditinjau dari aspek kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan 4D (define, design, develop, tanpa disseminate). Subjek uji coba LKPD adalah peserta didik SMP Negeri 20 Singkawang sebanyak 10 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi LKPD, angket respon peserta didik dan guru, serta soal post-test kemampuan pemecahan masalah. Teknik analisis data menggunakan analisis kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) LKPD berbasis kelancaran prosedural dihasilkan dengan menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop dan tanpa Disseminate). 2) Kelayakan LKPD berbasis kelancaran prosedural ditinjau dari aspek kevalidan memperoleh nilai yang sangat valid dengan nilai rata-rata 108, ditinjau dari aspek kepraktisan memperoleh nilai yang sangat praktis (respon baik) dengan nilai rata-rata dari peserta didik 58 dan nilai dari guru 55, kemudian ditinjau dari aspek keefektifan LKPD efektif karena memperoleh nilai ketuntasan pembelajaran peserta didik diatas KKM. Sehingga LKPD berbasis kelancaran prosedural dapat memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah peserta didik
ANALISIS MINAT DAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA TEKNIK INFORMATIKA PADA MATA KULIAH MATEMATIKA Dwi Ariani Finda Yuniarti; Dwiani Listya Kartika; Agus Prianggono
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 7, No 1 (2022): Volume 7 Number 1, March 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpmi.v7i1.3437

Abstract

Minat dan motivasi belajar mahasiswa pada mata kuliah matematika yang diberikan untuk mahasiswa program studi Teknik Informatika merupakan aspek pembelajaran yang penting untuk diperhatikan. Pentingnya matematika bagi semua lapisan kehidupan harus ditanam sejak dini, agar mahasiswa mengerti bahwa matematika merupakan pelayan dan juga ratu dari segala ilmu. Sehingga semua lapisan ilmu pengetahuan butuh matematika, tak terkecuali mahasiswa program studi Teknik Informatika. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan minat dan motivasi belajar matematika sehingga dapat menjadi acuan dosen dalam menyampaikan perkuliahan matematika. Metode dalam penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif dengan sampel berasal dari mahasiswa program studi Tenik Informatika. Hasil dari penelitian ini adalah mahasiswa mempunyai minat dan motivasi belajar yang tinggi. Minat belajar yang terdiri atas empat (4) indicator, adapun hasilnya adalah lebih dari 52,99% mahasiswa mempunyai ketertarikan dalam pembelajaran, selain itu sebesar 45,28% dan 45,75 menyatakan bahwa konsentrasi dan pengetahuan matematika cukup baik akan tetapi perlu untuk dimaksimalkan sehingga kesadaran belajar yang dialami oleh siswa dapat maksimal tidak seperti saat ini yang hanya sebesar 23,82%. Motivasi belajar pun tidak kalah penting untuk diperhatikan. Berdasarkan kedua unsur yaitu instrinsik yang terbagi atas empat indikator dan unsur ekstrinsik yang terdisi atas satu indikator. Adapun hasilnya dapat disimpulkan bahwa kelima indikator motivasi belajar cukup baik akan tetapi perlu terus ditingkatkan. Pemahaman langkah dalam setiap proses matematika merupakan hal yang penting, sehingga pemanfaatan teknologi dalam hal ini aplikasi matematika yang berbasis android pun perlu untuk diarahkan penggunaannya sehingga mampu mengaplikasikannya dengan sebaik-baiknya dan penerapannya dalam kegiatan perkuliahan pun dapat secara optimal. Minat dan motivasi belajar yang tinggi dalam suatu pelaksanan pembelajaran yang optimal pasti akan memperoleh hasil belajar yang maksimal.
ANALISIS PERTANYAAN SISWA PADA PEMBELAJARAN VIRTUAL ASINKRONIK MATERI VEKTOR Wachid Nugroho
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 7, No 2 (2022): Volume 7 Number 2, September 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpmi.v7i2.2798

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis berbagai ragam pertanyaan siswa pada pembelajaran virtual asinkronik materi vektor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Partisipan penelitian ini adalah siswa kelas XI DPIB SMKN 2 Salatiga yang aktif menyampaikan pertanyaan terkait pembelajaran virtual vektor. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan mendokumentasikan dan mengobservasi semua pertanyaan siswa melalui media whatsapp dan microsoft teams. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis interaktif dari Miles dan Huberman dengan beberapa langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama pembelajaran berlangsung pada kelas XI DPIB A dari 36 siswa hanya ada 4 siswa  (11,11 %) yang bertanya sedangkan di kelas XI DPIB B dari 35 siswa hanya ada 3 siswa (8,57 %) yang bertanya. Pertanyaan siswa dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori yaitu pertanyaan permohonan, pertanyaan konfirmasi, dan pertanyaan konsultasi. Rendahnya antusias bertanya siswa disebabkan oleh berbagai alasan yaitu siswa ingin mencobanya sendiri dulu, malu, bingung atau ragu, tidak atau kurang percaya diri, sudah paham atau video sudah jelas, merasa tidak optimal jika bertanya melalui media daring, takut, fokus mengerjakan tugas lain, tidak paham materi, dan mencari referensi lain atau bertanya kepada teman.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA Wahyuddin Wahyuddin; Sri Satriani; Nur Qalbi Rusdin; Nurwidiani Nurwidiani
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 7, No 2 (2022): Volume 7 Number 2, September 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpmi.v7i2.3738

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa melalui implementasi model PjBL.  Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis & McTaggart dengan tahapan: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi yang dilaksnakan sebanyak 2 siklus. Prosedur penelitian dengan tahapan: persiapan, pelaksanaan, analisis data menggunakan analisis data deskriptif kualitatif, dan penarikan kesimpulan. Penelitian dilaksanakan pada kelas XI di salah satu satu sekolah di Kota Makassar. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: 1) Penerapan model pembelajaran project based learning (PjBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dilihat dari peningkatan hasil belajar matematika siswa mengalami peningkatan dari rata-rata 81,50 pada siklus I meningkat menjadi 88,25 pada siklus II, nilai median meningkat dari 82 menjadi 84, standar eror menurun dari 1,12 menjadi 0,84, nilai terendah 70 meningkat menjadi 78, nilai tertinggi dari 92 menjadi 95, dan rentang skor menurun dari 22 menjadi 17; 2) Distribusi frekuensi dan persentase tingkat capain skor hasil belajar dari siklus I ke siklus II diperoleh bahwa terjadi peningkatan kategori hasil belajar siswa pada kategori tinggi meningkat dari 61,11% menjadi 63,88% dan kategori sangat tinggi juga mengalami peningkatan dari 11,11% menjadi 30,56%; dan 3) Hasil pengamatan proses pelaksaan penelitian diuraikan peningkatan aktifitas siswa dari siklus I ke siklus II bahwa dalam hal kehadiran siswa meningkat dari 83,33% menjadi 97,22%, siswa yang memperhatikan penjelasan guru meningkat dari 76,85% menjadi 92,59%, siswa yang berpartisipasi dalam proyek meningkat dari 75% menjadi 97,22%, siswa yang mempersentasikan hasil pekerjaan proyeknya meningkat dari 25,93% menjadi 43,52%, dan siswa yang bertanya/memberi tanggapan sebesar 21,30% pada siklus I meningkat menjadi 29,63% pada siklus II.

Page 10 of 17 | Total Record : 167