cover
Contact Name
Harls Evan Siahaan
Contact Email
evandavidsiahaan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
kurios@sttpb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Kurios
ISSN : 2615739X     EISSN : 26143135     DOI : -
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan nomor ISSN: 2614-3135 (online), ISSN: 2406-8306 (print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 392 Documents
We are friends: A case study of children’s tolerance experience in komunitas anak Sabtu Ceria to counter religious radicalism Tuasuun, Magyolin Carolina; Tuasuun, Dina Novita
KURIOS Vol. 9 No. 2: Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i2.273

Abstract

Living in a multicultural society requires openness and acceptance of different people. Nevertheless, it takes work for radicals to open up, accept, and appreciate differences. Religious radicalism is a challenge that we still face today. Radicalism harms life, as occurred in several countries worldwide. Therefore, the spread of religious radicalism must be stopped, particularly for children as the future of the world. This article offers the concept of heterogeneous friendship as a powerful tool for children to open up and appreciate differences. Heterogeneous friendship becomes a hidden curriculum for children. By using a case study, it shows that through friendship with children from different backgrounds, children can share experiences and get to know each other more deeply. Thus, this experience in heterogeneous friendships is a robust learning process to foster and develop tolerance amid multicultural life.
Pengembangan bahan ajar mata kuliah teori musik berbasis google site Telaumbanua, Eben H.; Manalu, Novita A.; Hutagalung, Roy; Siregar, Dian N.
KURIOS Vol. 9 No. 1: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i1.388

Abstract

The development of teaching materials for music theory courses based on this Google site uses research and development methods. This research procedure adapts the ADDIE development model, namely a development model consisting of five stages consisting of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluating. The results of the research show that the Google site-based music theory I and II teaching material products are: development of Google site-based music theory I and II teaching materials using the Borg and Gall development method which consists of 7 processes, namely needs analysis, research planning, initial product development, initial field trials, revision of trial results, main product field trials, and final product revisions. The development of music theory I and II teaching materials based on the Google site is able to make students understand the material better by providing additional supporting videos and can also increase students' interest in reading because it can be accessed anytime and anywhere.
Spiritualitas inkarnatif sebagai fondasi pendidikan kristiani yang inklusif Sirait, Jannes Eduard
KURIOS Vol. 9 No. 2: Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i2.145

Abstract

Inclusive education is proclaimed as an innovative solution to expanding access to education for children with special needs or persons with disabilities. Christian education also has the same responsibility to fulfill the needs of persons with disabilities, especially in spirituality, but this has not been consistently actualized. This study aims to explain the narrative of the incarnation of Jesus as spirituality to build inclusive Christian education. The method used is descriptive qualitative. The findings obtained from this research are that there are spiritual values in the narrative of the incarnation of the Lord Jesus, which can become the foundation for implementing inclusive Christian education. This foundation is needed as God's way of embracing the integrity of creation without distinction through His incarnation. AbstrakPendidikan inklusi dicanangkan sebagai solusi inovatif perluasan akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas.  Pendidikan Kristiani juga memiliki tanggung jawab yang sama dalam pemenuhan kebutuhan penyandang disabilitas terutama pada aspek spiritualitas, namun saat ini hal tersebut belum teraktualisasikan secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang narasi inkarnasi Yesus sebagai spiritualitas untuk membangun pendidikan Kristiani yang inklusif. Metode yang dipergunakan adalah kualitatif deskriptif. Temuan yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat nilai-nilai spiritual dalam narasi inkarnasi Tuhan Yesus yang dapat menjadi fondasi dalam penyelenggaraan pendidikan Kristiani yang bersifat inklusif. Fondasi tersebut dibutuhkan, sebagaimana cara Allah merengkuh keutuhan ciptaan tanpa pembedaan melalui inkarnasi-Nya
Providensia Allah dalam bencana: Rekonstruksi persepsi pengungsi korban gempa Tarigan, Iwan Setiawan; Ariawan, Sandy; Sigalingging, Henky M. P.
KURIOS Vol. 8 No. 2: Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v8i2.623

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui persepsi pengungsi korban gempa Tapanuli Utara tentang providensia Allah di tengah situasi sulit yang mereka hadapi. Metode  penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data  diperoleh  melalui penelitian  lapangan  (field  research) dengan  teknik  observasi  dan  wawancara.  Informan ditentukan  secara purposive  sampling. Adapun  yang  menjadi  informan  dalam  penelitian  ini adalah  Kepala Desa, Kordinator Posko Pengungsi,  Masyarakat korban erupsi dan Ketua BKAG. Peneliti menemukan beberapa situasi atau kondisi yang dihadapai oleh para korban gempa Tapanuli Utara diantaranya: pertama mengalami berbagai kesulitan selama tinggal di pengungsian, merasakan kejenuhan, berjuang untuk bisa bertahan dalam penghidupan, dan kelemahan iman. Kedua, berbagai kesulitan yang dialami membawa kepada pengenalan akan Allah dalam hidupnya sehingga berangsur-angsur pengungsi dapat menerima bahwa gempa sebagai bencana alam atas seijin Tuhan. Tuhan akan memberikan pemeliharaan dan perlindungan kepada umatNya yang percaya kepadaNya.
Hospitalitas dan spiritualitas egalitarian dalam kepemimpinan kristiani Parhusip, Akdel
KURIOS Vol. 9 No. 1: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i2.302

Abstract

Artikel ini merupakan sebuah kajian tentang kepemimpinan kristiani, sebuah bentuk kepemimpinan yang tidak hanya dilakukan di gereja, melainkan di segala bidang. Fokus utamanya adalah pemimpin itu sendiri, dengan nilai-nilai yang diejawantah pada kepemimpinannya. Tujuan artikel ini menawarkan sebuah spiritualitas egalitarian yang seharusnya dimiliki setiap pemimpin kristiani, terlebih dalam kepemimpinan gerejawi. Dengan menggunakan metode analisis deskriptif penelitian ini menggunakan diskursus hospitalitas Kristen sebagai dasar bangunan kepemimpinan kristiani yang egaliter. Sebagai simpulan, hospitalitas Kristen dapat menjadi core dalam membangun spiritualitas kepemimpinan kristiani yang egaliter. 
Gereja sebagai administrator misi keadilan sosial: Sebuah panggilan misional holistik Pentakostal Gultom, Junifrius
KURIOS Vol. 9 No. 2: Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i2.782

Abstract

This research aims to show the holistic mission of the Pentecostal perspective, which departs from the Christian concept of holistic mission, namely Missio Dei, where God initiates the mission. The trinitarian framework of sending becomes a biblical philosophical foundation for understanding the Christian mission centered on God rather than the church, a shift from an ecclesiocentric mission to a theocentric mission. The church's place is important as the administrator of God's work in the world. The method used is descriptive qualitative with a library research approach, which brings the concept of holistic Christian mission, in general, closer to the potential of Pentecostal pneumatic spirituality. Suppose the Pentecostal movement can continue to realize the potential of a friendly pneumatic spirituality (hospitality) and embrace all of creation. In that case, that solid mission drive will enable Pentecostals to present the church as an administrator of social justice. AbstrakTujuan dari penelitian ini untuk menunjukkan misi holistik perspektif Pentakostal yang bertolak dari konsep misi holistik Kristen, yakni Missio Dei, di mana Allah sebagai inisiator misi. Kerangka pengutusan trinitarian menjadi fondasi filosofis alkitabiah untuk memahami misi Kristen yang berpusat pada Allah ketimbang gereja, sebuah pergeseran dari ecclesiocentric mission ke theocentric mission. Tempat gereja menjadi penting sebagai administrator dari pekerjaan Allah di dunia. Metode yang dipergunakan adalah kualitif deskriptif dengan pendekatan library research yang mendekatkan konsep misi holistik Kristen pada umumnya dengan pontensi spritualitas pneumatik Pentakostal. Jika gerakan Pentakostal dapat terus menyadari akan potensi spiritualitas pneumatik yang ramah (hospitalitas) dan merangkul semua ciptaan, maka dorongan misi yang kuat itu memungkinkan orang-orang Pentakostal mampu menghadirkan gereja sebagai administrator keadilan sosial. 
The first hijrah: Remembering the migration of the followers of the prophet Muhammad to Ethiopia as an effort to reduce intolerance in Indonesia Sembiring, William Wahyu
KURIOS Vol. 9 No. 2: Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i2.756

Abstract

Due to increased extremism and conservatism, Christian-Islam ties in Indonesia have deteriorated in recent years. The real impact of these events is intolerance in numerous facets of Indonesian life. This article aims to analyze the migration of followers of the Prophet Muhammad to Ethiopia as a joint event between the two major religious communities in the world, namely Islam and Christianity. This event contains meaning and value that show the excellent relations between the two Abrahamic religions since Islam first arrived. This study uses a qualitative-historical method by looking at and comparing several written sources, such as Binsar J. Pakpahan’s theory about the theology of remembrance, as a reference in explaining the historical situation that occurred. The results of this paper show that remembering past events can be used to reduce extremism, conservatism, and intolerance.
Trauma dan rekonsiliasi: Peran gereja bagi perjuangan pemulihan penyintas tragedi kekerasan di indonesia Cahyono, Didik Christian Adi; Samosir, Agustina Raplina
KURIOS Vol. 9 No. 2: Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i2.800

Abstract

One way to reconcile is by acknowledging violence or crime incidents. Recognition of this tragedy, apart from opening the public's eyes to the events that occurred, is also a form of acceptance for the survivors who experienced it. Revealing the facts about incidents of violence in public spaces becomes a path for further struggle, an effort to tell the truth to create forgiveness, justice, and peace. However, practically, this recognition takes work to realize. This difficulty occurs because people tend to want to forget and cover up the violent events; secondly, there is a connection with specific political policies, making recognition challenging to realize. In situations like this, recovery and reconciliation are tough to achieve. Using Soe Tjen Marching's narrative experience, this paper will discuss the church's role in public space to provide a place for narrative and confession for the violent events that occurred and for the survivors of the tragedy. AbstrakSalah satu jalan bagi terciptanya rekonsiliasi adalah adanya pengakuan terhadap peristiwa kekerasan atau kejahatan. Pengakuan atas tragedi tersebut, selain untuk membuka mata publik atas peristiwa yang terjadi, juga sebagai bentuk penerimaan bagi para penyintas yang mengalaminya. Pembukaan fakta atas peristiwa kekerasan di ruang publik menjadi jalan bagi perjuangan selanjutnya; usaha untuk membuka kebenaran demi terciptanya pengampunan, keadilan, dan perdamaian. Akan tetapi, dalam tataran praktis, pengakuan tersebut tidak mudah diwujudkan. Kesulitan ini terjadi karena pertama, orang cenderung ingin melu-pakan dan menutupi peristiwa kekerasan yang terjadi; kedua, adanya persinggungan dengan kebijakan politis tertentu yang membuat pengakuan tidak mudah diwujudkan. Dalam situasi seperti ini, pemulihan dan rekonsiliasi tidak mudah untuk diwujudkan. Dengan memakai narasi pengalaman dari Soe Tjen Marching, makalah ini akan membahas peran gereja di ruang publik untuk memberi tempat bagi narasi dan pengakuan; atas peristiwa kekerasan yang terjadi dan bagi para penyintas atas tragedi tersebut.
Manajemen pendidikan kristiani dalam pembentukan karakter unggul Mewengkang, Christie Garry
KURIOS Vol. 9 No. 2: Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i2.239

Abstract

Educational management is closely related to creating a curriculum or managing classes in a learning process in educational institutions. The learning process that links Christian education with the formation of superior character has become a topic often repeated. However, connecting the management of Christian education with the appearance of excellent character is a discourse that needs to be considered in preparing the curriculum for Christian education. This article aims to show that the narrative of the formation of superior character is a necessity in Christian education. Using descriptive-constructive analysis methods, this research examines several previous literature related to Christian education. It produces an offer about building superior spirituality in Christian education to create excellent character. In conclusion, Christian education must be managed to develop the spirituality of exceptional Christian education. AbstrakManajemen pendidikan sangat berkaitan dengan pembuatan kurikulum atau mengelola kelas dalam sebuah proses belajar di lembaga pendidikan. Sejatinya, proses belajar yang mengaitkan pendidikan kristiani dengan pembentukan karakter unggul telah menjadi bahasan yang kerap diulang-ulang; namun, bagaimana mengaitkan manajemen pendidikan kristiani dengan pembentukan karakter yang unggul merupakan sebuah diskursus yang perlu dipertimbangkan dalam menyusun kurikulum di pendidikan Kristen. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa narasi pembentukan karakter unggul menjadi niscaya dalam pendidikan kristiani. Dengan menggunakan metode analisis deksriptif-konstruktif, penelitian ini mengkaji beberapa literatur terdahulu terkait pendidikan kristiani, dan menghasilkan tawaran tentang membangun spiritualitas unggul dalam pendidikan kristiani sebagai cara membangun karakter unggul. Kesimpulannya, pendidikan kristiani perlu dikelola untuk dapat membangun spiritualitas pendidikan kristiani yang unggul.  
Mengaktualisasikan strategi pelayanan misi kontekstual kiai Sadrach pada era posmodern Nggebu, Sostenis
KURIOS Vol. 9 No. 2: Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i2.727

Abstract

This research aims to show the holistic mission of the Pentecostal perspective, which departs from the Christian concept of holistic mission, namely Missio Dei, where God initiates mission. The trinitarian framework of sending becomes a biblical philosophical foundation for understanding the Christian mission centered on God rather than the church, a shift from an ecclesiocentric mission to a theocentric mission. The church's place is important as the administrator of God's work in the world. The method used is descriptive qualitative with a library research approach, which brings the concept of holistic Christian mission, in general, closer to the potential of Pentecostal pneumatic spirituality. Suppose the Pentecostal movement can continue to realize the potential of a friendly pneumatic spirituality (hospitality) and embrace all of creation. In that case, that solid mission drive will enable Pentecostals to present the church as an administrator of social justice. AbstrakTujuan dari penelitian ini untuk menunjukkan misi holistik perspektif Pentakostal yang bertolak dari konsep misi holistik Kristen, yakni Missio Dei, di mana Allah sebagai inisiator misi. Kerangka pengutu-san trinitarian menjadi fondasi filosofis alkitabiah untuk memahami misi Kristen yang berpusat pada Allah ketimbang gereja, sebuah pergeseran dari ecclesiocentric mission ke theocentric mission. Tempat gereja menjadi pen-ting sebagai administrator dari pekerjaan Allah di dunia. Metode yang di-pergunakan adalah kualitif deskriptif dengan pendekatan library research yang mendekatkan konsep misi holistik Kristen pada umumnya dengan pontensi spritualitas pneumatik Pentakostal. Jika gerakan Pentakostal da-pat terus menyadari akan potensi spiritualitas pneumatik yang ramah (hospitalitas) dan merangkul semua ciptaan, maka dorongan misi yang kuat itu memungkinkan orang-orang Pentakostal mampu menghadirkan gereja sebagai administrator keadilan sosial.