cover
Contact Name
Rudy Hartono
Contact Email
dinomks70@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
rudyhartono@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar
ISSN : 19078153     EISSN : 25490567     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Makassar adalah jurnal ilmiah yang dipublikasi oleh Unit Penelitian Poltekkes Kemenkes Makassar. Jurnal Media Kesehatan merupakan Jurnal Nasional yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan telah teregister dengan e-ISSN: 2549-0567. Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Makassar fokus pada hasil-hasil penelitian asli dan terbaru dalam lingkup ilmu kesehatan mencakup ilmu keperawatan, kebidanan, kesehatan lingkungan, ilmu farmasi, analis kesehatan atau laboratorium medis, ilmu gizi, fisioterapi, kesehatan gigi, ilmu kesehatan masyarakat dan ilmu kesehatan lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
Uji Efektivitas Antihiperglikemik Ekstrak Etanol Kulit Kentang (Solanum tuberosum L.) Terhadap Mencit Jantan (Mus Musculus) Dengan Metode Uji Toleransi Glukosa Ahmad Irsyad Aliah; Ela Afriana; Nurmala Sari
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 1 (2021): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v16i1.1801

Abstract

Kulit kentang (Solanum tuberosum L.) memiliki kandungan senyawa glycoalkaloid dan flavonoid yang diketahui dapat berefek sebagai antihiperglikemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol kulit kentang (Solanum tuberosum L.) sebagai antihiperglikemik terhadap mencit jantan (Mus musculus) dengan metode uji toleransi glukosa. Ekstrak diperoleh dari metode maserasi menggunakan pelarut Etanol 96 %, mencit 15 ekor dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok  kontrol negatif  diberikan Na.CMC 1%, kelompok kontrol positif diberikan Acarbosa 0,13 mg dan tiga kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak etanol kulit kentang (Solanum tuberosum L.)  dengan konsentrasi 5%, 7,5% dan 10%, pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada menit 30, 60, 90 dan 120 setelah diinduksi glukosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit kentang (Solanum tuberosum L.) memiliki efek terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit, kadar gula darah normal mencit yaitu 62-175 mg/dL. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa  ekstrak etanol kulit kentang  (Solanum tuberosum L.) 10 % memberikan efek penurunan kadar glukosa darah  yang lebih besar dari pada ekstrak 7,5 % dan 5 %.
Edukasi Tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalate Makassar Zulaeha A Amdadi; Fitriati Sabur; Afriani Afriani
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 1 (2021): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v16i1.1835

Abstract

Pemenuhan gizi yang optimal selama masa 1000 hari pertumbuhan, diperlukan upaya perbaikan gizi sejak ibu hamil, bayi, dan balita, sehingga melahirkan anak yang sehat. Nutrisi yang tepat selama periode 1000 hari ini dapat memberi dampak besar pada kemampuan seorang anak untuk tumbuh, belajar, dan bangkit dari kemiskinan. Dalam skala besar dan jangka panjang, hal ini juga berkontribusi pada kesehatan masyarakat, stabilitas dan kemakmuran suatu Negara. Para ilmuwan, ekonom dan pakar kesehatan sepakat bahwa perbaikan gizi selama periode 1000 hari awal kehidupan adalah salah satu investasi terbaik yang dapat kita lakukan untuk mencapai kemajuan yang abadi dalam kesehatan global dan pembangunan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya 1000 hari pertama kehidupan di wilayah kerja Puskesmas Tamalate Makassar. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh edukasi tentang pentingnya 1000 hari pertama kehidupan pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Tamalate Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan quasi experimen designs dengan rancangan one group pretest-postest. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di Wilayah kerja Puskesmas Tamalate Makassar sebanyak 351 orang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 89 orang. Analisis data hasil penelitian dengan analisis univariat,  bivariat dengan menggunakan uji McNemar. . Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan pelaksanaan edukasi pada ibu hamil terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang 1000 HPK dengan nilai p = 0,00. Disarankan kepada institusi/fasilitas kesehatan untuk lebih meningkatkan edukasi pada ibu hamil terhadap pentingnya 1000 HPK
Pengetahuan Dan Sikap Remaja Awal Puteri Dalam Menghadapi Menarche Di Sd Negeri Kaluku Bodoa Makassar Andi Syintha Ida; Rismawati Basri; Zulaeha A. Amdadi
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 1 (2021): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v16i1.1381

Abstract

Abstract              Menarche is something that happens to all healthy and non-pregnant Daughters teenagers as a sign of maturity. Early adolescent approaches and counseling from families, parents and teachers and health workers are very useful and able to provide lessons and education to young women so that they are better prepared for their puberty. This study aims to determine whether there is a relationship between knowledge with early adolescent girls attitude in facing menarche in SD Negeri Kaluku Bodoa Makassar. Samples were taken from All Grade VI students, with the total sample being 36 persons. The type of research used is correlational research with cross sectional approach. Sampling using total sampling technique. So it is concluded that there is a meaningful relationship between Knowledge with the attitude of early teenagers in the face of menarche. It is therefore advisable to the relevant Institutions to teach students early on about reproduction health education or to cooperate with health workers to conduct routine counseling about reproduction organ health in schools so that students better understand and understand about the importance of maintaining their reproductive organs. Keywords                     : Attitude, Knowledge, , Menarche.
Faktor Risiko Kehamilan Pada Kejadian Perdarahan Post Partum Di Rumah Sakit Khusus Daerah Ibu Dan Anak (RSKDIA) Siti Fatimah Makassar Khusnul Amirah; Suriani Suriani; Ros Rahmawati
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 1 (2021): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v16i1.1082

Abstract

Perdarahan post partum adalah perdarahan yang melebihi 500 ml setelah bayi lahir, perdarahan dalam bidang obstetric hampir selalu berakibat fatal bagi seorang ibu. Perdarahan yang paling banyak menyebabkan kematian yang memicu terjadinya perdarahan post partum diantaranya yaitu, umur, paritas dan jarak kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor risiko terhadap kejadian perdarahan post partum di RSKDIA Siti Fatimah Makassar Tahun 2018 dengan metode pendekatan case control study. Subyek penelitian ini adalah sebagian dari populasi ibu bersalin di RSKDIA Siti Fatimah Makassar sebesar 1039 orang diperoleh sampel kasus sebanyak 31 orang mengalami perdarahan post partumdan sampel kontrol sebanyak 31 orang yang tidak mengalami perdarahan post partum dengan perbandingan 1 : 1. Hasil penelitian didapatkan bahwa nilai p = 0,042<dari α=0,05 dan nilai OR>1, menunjukkan bahwa umur <20 dan >35 tahun terdapat  hubungan  dan memiliki risiko 2,879 kali lebih besar untuk mengalami perdarahan post partum dibandingkan dengan umur ibu yang tidak berisiko 20-35 tahun. Paritas >3 didapatkan bahwa nilai p = 0,005<dari α=0,05 dan nilai OR>1 yang berarti paritas >3 terdapat hubungan dan memiliki risiko 4,410 kali lebih besar untuk mengalami perdarahan post partum dibandingkan dengan paritastidak berisiko 1-3 kali. Jarak kehamilan <2 tahun didapatkan bahwa nilai p = 0,005<dari α=0,05 dan OR>1 yang berarti jarak kehamilan <2 tahun terdapat hubungan dan memiliki risiko 4,747 kali lebih besar untuk mengalami perdarahan post partum dibandingkan dengan jarak kehamilan ≥2 tahunKata Kunci: Umur, Paritas, Jarak Kehamilan, Perdarahan Post Partum.
Automatic Exposure Control And Fixed mA Technique To Radiation Dose And Image Quality On Non Contrast Urology CT Scan Sariyanto Ginanjar Kartasasmita; Mayarani Mayarani; Novan Hendra Hariyanto
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 1 (2021): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v16i1.1669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai dosis radiasi dan kualitas gambar pada pemeriksaan CT Scanurologi non kontras dengan perbedaan teknik Automatic Exposure Control(AEC) dan teknik fixed mA. Desain penelitian ini adalah kuantitatif analitik. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Radiologi RS Swasta di Jakarta Utara pada bulan Agustus – Oktober 2019. Jumlah sampel dari penelitian ini adalah 40 orang dengan empat perbedaan perlakuan dan masing-masing perlakuan berjumlah 10 pasien yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar kerja untuk mencatat data selama penelitian berlangsung dan komputer AdvantageWorkstation Computed Tomography ( AWCT) untuk mengukur nilai atau kualitas citra gambar CT Scan.Pengolahan dan analisis hasil data menggunakan program komputasi. Hasil dari penelitian penggunaan teknik Automatic Exposure Control(AEC) dapat memberikan dosis radiasi yang optimal dengan kualitas gambar CT Scan yang lebih baik dibandingkan dengan teknik fixed mA. Meskipun teknik fixed mA100 dapat memberikan nilai dosis radiasi yang lebih kecil dibandingkan teknik AEC tetapi menghasilkan kualitas gambar yang kurang baik
FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP EDUKASI KERASIONALAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK Izza, Nurul; Farid, Muhammad; Rifai, Muhammad; Kamal, Sainal Edi; Rusli, Rusli
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 2 (2021): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v16i2.2294

Abstract

Antibiotik adalah zat kimia yang dihasilkan oleh jamur dan bakteri, yang bersifat mematikan atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme lainnya . antibiotik termasuk kedalam golongan obat yang masih sering digunakan karena tingginya penyakit infeksi sehingga berbagai studi menemukan sekitar 40,0-60,4% peresepan antibiotik yang tidak tepat. Tujuan penelitian  adalah menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap edukasi kerasionalan penggunaan Antibiotik di Rumah Sakit Sandi Karsa. Metode penelitian ini menggunaan metode cross sectional. Populasi penelitian 150 pasien rawat jalan di RS sandi Karsa, dengan metode random sampling, dengan sampel sebanyak 60 responden yang memetuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data penelitian dianalisis univariat menggunakan persentase frekuensi dan analisis bivariat menerapkan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan faktoryang dianalisis yaitu pengetahuan. analisis Chi-square menunjukkan terdapat hubungan pengaruh faktor pengetahuan (ρ=0,022) terhadap edukasi kerasionalan penggunaan Antibiotik di RS Sandi Karsa. Berdasarkan pada hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan responden merupakan faktor yang berpengaruh terhadap edukasi kerasionalan penggunaan Antibiotik di  Rumah Sakit Sandi Karsa Kata kunci: Antibiotik, Edukasi, Rasional
Microwave Diathermy dan Hold Relax Lebih Baik dibanding dengan Microwave Diathermy dan Traksi Translasi Pada Penderita Osteoarthriti Suharto Suharto; Arpanjam&#039;an Arpanjam&#039;an; Muh. Awal
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 2 (2021): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v16i2.2116

Abstract

ABSRTAKOsteoarthritis merupakan salah satu penyakit degeneratif pada gangguan muskuloskeletal yang  jumlah  kejadiannya cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya usia harapan hidup penduduk dan penyakit ini sering menyerang sendi lutut. Orang yang mengalami osteoarthritis biasanya sulit untuk menggerakkan persendiannya sehingga pergerakkannya menjadi lebih terbatas karena turunnya fungsi tulang rawan untuk menopang badan.            Penelitian ini adalah  quasi experiment dengan desain pretest-posttest two group, antar kelompok perlakuan  MWD dan latihan hold relax dengan MWD dan traksi-translasi. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan Visual analogue scale  (VAS) untuk aktualitas nyeri dan goniometer untuk LGS dengan jumlah sampel sebanyak 22 orang yang  diperoleh dengan  teknik simple random sampling. Hasil uji wilcoxon pada aktualitas nyeri lutut diperoleh nilai  p=0.003  dengan selisih rata-rata sebesar 0.82 cm, dan pada  luas jarak gerak sendi lutut didapatkan nilai  p=0.003 dengan selisih rata-rata sebesar 20.460. Demikian pula halnya pada luas jarak gerak sendi lutut dengan pemberian MWD dan traksi-translasi menunjukkan perbedaan yang signifikan  p=0.003 dengan selisih rata-rata sebesar 18.180. Dan hasil uji Mann-Whitney pada aktualitas nyeri lutut pasien osteoarthritis antar kelompok diperoleh nilai p= 0.019  dengan selisih rata-rata 0.70 cm. Sedangkan pada jarak gerak sendi lutut diperoleh nilai p=0.401  dengan selisih rata-rata 3.180. Dengan demikian disarankan untuk memilih metode terapi MWD dan hold relax dalam penurunan nyeri sebagai modalitas utama pada kondisi osteoarthritis sendi lutut  
PROFIL PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN PRE EKLAMPSIA DI RUMAH SAKIT Akbar Awaluddin; Ismah Mahmud; Nurhikma Awaluddin; Maulita Indrisari
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 2 (2021): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v16i2.2269

Abstract

Pre-eklampsia merupakan hipertensi yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah yakni ≥140/90 mmHg, terjadi setelah kehamilan berusia 20 minggu dan kebanyakan kasus ditegakkan dengan adanya proteinuria. Disertai dengan sakit kepala, kelainan pada penglihatan, nyeri dada serta dyspnea. Penelitian memiliki tujuan untuk mengetahui jenis antihipertensi yang dipergunakan untuk pasien pre-eklampsia di Rumah Sakit Umum Daerah Latemmamala Soppeng periode April 2020-Maret 2021, karena didasari oleh fakta tingginya kematian akibat hipertensi kehamilan serta bervariasinya terapi yang diberikan. Data dikumpulkan secara retrospektif yaitu pengambilan data rekam medis pre-eklampsia, berupa data karakteristik pasien (usia pasien, usia kehamilan), tekanan darah, diagnosa, hasil laboratorium berupa kadar proteinurea dan data pengobatan antihipertensi (jenis obat, dosis obat, frekuensi penggunaan obat). Dari hasil penelitian, didapatkan terapi antihipertensi yang digunakan pada pasien pre-eklampsia yaitu CCB dengan persentase 46,15%, diuretik sebanyak 3,84%, kombinasi antihipertensi sebanyak 34,58%. Berdasarkan hasil penelitian, ditarik kesimpulan profil antihipertensi yang digunakan untuk pasien pre-eklampsia di Rumah Sakit Umum Daerah Latemmamala Soppeng yaitu menggunakan obat golongan CCB sebagai antihipertensi terbanyak. Yang dimana berdasarkan literatur, nifedipin termasuk terapi lini yang pertama untuk digunakan pada penanganan pre-eklampsia.
The Knowledge about Personal Hygiene Relationship with Preventive Behavior of Flour Albus in Young Women in Taeng Village, Pallangga District Aulia Mutmainnah; Agustina Ningsi; Wirawati Amin; Hj Indriani
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 2 (2021): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v16i2.2307

Abstract

Adolescence is a period of transition from childhood to adulthood which undergoes changes both physically and psychologically. Adolescent girls are susceptible to infection of reproductive organs, especially flour albus due to lack of good personal hygiene behavior. Therefore, adolescents must be prepared with both knowledge and preventive behavior to achieve healthy reproduction. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge about personal hygiene and the behavior of preventing flour albus in adolescent girls in Taeng Village, Pallangga District. Samples were taken from primary data, unmarried young women aged 12-25 years in Taeng Village, RW 004, Pallangga District, many as 98 people. The research design used descriptive analytic with a cross-sectional approach. The results in this study showed that respondents who had good knowledge were 42 respondents, of which 90.5% had good behavior in preventing flour albus and 9.5% had poor behavior in preventing flour albus. While respondents who have less knowledge are 7 respondents, where there are 28.6% who have good behavior in preventing flour albus and 71.4% who have poor behavior in preventing flour albus. The results of statistical tests with Chi-square obtained a value of = 0.001. The conclusion in this study is that there is a relationship between knowledge about personal hygiene and the behavior of preventing flour albus in adolescent girls in Taeng Village, Pallangga District. Therefore, it is recommended for young women to increase their knowledge by reading books or looking for information on the internet about personal hygiene in the prevention of vaginal discharge and can also ask directly to teachers or parents so that appropriate and correct information about genital personal hygiene is obtained. Keyword                : Behavior, Flour Albus, Knowledge, Personal HygieneReference              : 26 (2008-2021)
Perbandingan Traksi Oscilasi dan Theraband Exercise terhadap Peningkatan Aktivitas Fungsional dan Penurunan Nyeri Pada Penderita Osteoarthritis Knee Joint Sri Saadiyah; sudaryanto Sudaryanto
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16, No 2 (2021): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v16i2.2034

Abstract

Osteoarthritis knee merupakan penyakit degeneratif sendi, ditandai dengan adanya degenerasi kartilago sendi dan pembentukan tulang baru (osteofit) pada bagian pinggir sendi sehingga dapat membatasi aktivitas fungsional knee. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui adanya pengaruh antara pemberian dan Traksi Oscillasi dengan Ultrasound dan Theraband Exercise dengan Ultrasound terhadap peningkatan aktivitas fungsional dan penurunan nyeri pada penderita Osteoarthritis Knee. Penelitian ini adalah jenis penelitian Quasi Eksperimen dengan desain pre test – pos test two group menggunakan alat pengukuran berupa Index WOMAC dan VAS sebanyak 100 orang sebagai sampel yang ditentukan dengan menggunakan tekhnik pengambilan sampel yaitu Purposive Sampling. Kelompok I diberi perlakuan Traksi Oscillasi dengan Ultrasound dan kelompok II diberi perlakuan Theraband Exercise dengan Ultrasound dilakukan 12 kali selama 2 bulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nilai aktivitas fungsional sebelum dan sesudah pemberian Traksi Oscillasi dengan Ultrasound dengan selisih rata-rata 30,8556±7,89312 dengan hasil uji Wilcoxon p=0,000<0,05. Pada pemberian Theraband Exercise dengan Ultrasound selisih rata-rata 43,6888±7,36802 dengan hasil uji Wilcoxon p=0,000<0,05.Sedangkan pada penurunan nyeri menunjukkan adanya perbedaan nilai sebelum dan sesudah pemberian Traksi Oscillasi dengan Ultrasound dengan selisih rata-rata 2,10±0,707 dengan hasil uji Wilcoxon p=0,000<0,05. Pada pemberian Theraband Exercise dengan Ultrasound selisih rata-rata 2,40±0,495 dengan hasil uji Wilcoxon p=0,000<0,05.Pada uji Mann-Whitney untuk peningkatan aktivitas fungsional diperoleh nilai p=0,000<0,05 yang berarti ada perbedaan yang signifikan antar kedua kelompok. Untuk penurunan nyeri diperoleh nilai p=0,033<0,05 yang berarti ada perbedaan yang signifikan antar kedua kelompok. Kesimpulan pemberian Theraband Exercise dengan Ultrasound lebih signifikan dibandingkan Traksi Oscillasi dengan Ultrasound terhadap peningkatan aktivitas fungsional dan penurunan nyeri pada penderita osteoarthritis knee.Kesimpulan adanya pengaruh Traksi Oscillasi dengan Ultrasound terhadap peningatan aktivitas fungsional knee dan penurunan nyeri pada penderita osteoarthritis knee, namun yang memberikan pengaruh lebih adalah Theraband Exercise dengan Ultrasound.Kata kunci : Ultrasound, Traksi Oscillasi, Theraband Exercise, Aktivitas Fungsional Knee, Penurunan Nyeri, Osteoarthritis Knee